author: ruccrys

I'm Sorry

Main Cast:

Kyungsoo, Kai

.

Boys Love don't like don't read!

no plagiarism, no siders

[isyarat tangan Kyungsoo di italic]


Kyungsoo mengangguk namun terkesan ragu.

"Dia aneh Kyung. Kau harus berhati- hati. Kurasa ia menginginkan sesuatu darimu" balas Tao

Kyungsoo berpikir sejenak mencerna kata- kata Tao lalu mengangguk.

'Benar juga kata Tao. Ia pasti menginginkan sesuatu' pikirnya tajam

.

.

.

Kai's Class

.

"Kau lihat? Bahkan Kyungsoo tak menolak saat aku menuntunnya kekelas" pamer Kai pada Sehun disebelahnya

"Sehausnya kau berterimakasih padaku. Bukannya pamer Kim Jongin" balas Sehun malas sambil memutar bola matanya

Kai terkekeh. "Terimakasih Oh Sehun yang baik" ucapnya sambil terkekeh kecil dan Sehun hanya membalasnya dengan memutar bola matanya lagi. "Oh iya, kau bisa bahasa isyarat tangan Kyungsoo kan?" tanya Kai

"Tidak" jawab Sehun sesingkat mungkin

"Tapi tadi pagi saat Kyungsoo mengeja sesuatu karena menolak milkshake dariku, kau terlihat mengerti bahasanya" balas Kai. Ia yakin Sehun mengerti bahasa isyarat Kyungsoo

"Dasar penguntit" balas Sehun datar

"Oh ayolah Sehun. Aku serius" rayu Kai

"Aku juga serius" Sehun masih teguh pada pendiriannya

"Ya! Oh Sehun!" erang Kai frustasi

"Ne, Oh Sehun imnida" ucapnya santai membuat Kai frustasi

"Sehunn, bantu aku tolongg" rayu Kai dengan puppy eyesnya

'Ya Tuhan, Sehun ingin muntah' batinnya. "Hhhh" Sehun menghela nafasnya berat seolah- olah telah mengambil keputusan yang membuat Kai berharap. "Apa yang bisa kubantu?" tanyanya. Mata Kai berbinar

"Apa kau bisa bahasa isyarat Kyungsoo?" tanya Kai semangat

"Kalau bisa bagaimana, dan kalau tidak bisa bagaimana" ujarnya

Sungguh, saat ini Kai ingin melempar sepatunya ke Sehun. 'Sabar Kai sabar' batinnya. "Kalau bisa apakah kau mau mengajarkanku dan kalau tidak bisa apakah kau mau mengajarkanku karena aku yakin kau pasti bisa" ucap Kai

"Kalau aku mau bagaimana dan kalau aku tak mau bagaimana?" tanya Sehun lagi. Serupa dengan pertanyaan sebelumnya

Lagi- lagi Kai hanya bisa menghela nafas pelan karena ia tak mungkin menyakiti Sehun saat ini

"Kalau mau tolong ajarkan aku dan kalau tak mau aku akan memohon hingga kau mau" balas Kai sabar

"Kalau aku mau menerima permohonanmu bagaimana dan kalau aku tak menerima permohonanmu bagaimana?" tanya Sehun serupa lagi

"Ya Oh Sehun aku serius!" teriak Kai lagi. Kai bisa gila jika seperti ini terus

"Kau kira aku main main?" Sehun benar- benar menguji kesabaran seorang Kim Jongin

"Sehunaa maukah kau membantu Kim Jongin yang malang ini?" rayu Kai. Ia kehabisan akal sekarang. Ia putus asa dan cara merayu 'manja' itu adalah ide terakhir dipikiran Kai

"Kau menjijikkan" balas Sehun dengan memasang wajah jijik

Kai terdiam lalu menatap kedepan. Ia sudah kehabisan kata- kata sekarang. Ia memandang kosong kedepan seolah- olah Sehun tadi telah menghipnotis Kai dan mengambil jiwanya.

Sehun terkekeh kecil. Lagi- lagi ia berhasil mengerjai manusia yang sedang jatuh cinta disebelahnya ini.

"Golden Cafe pukul empat. Terlambat satu menit kutinggal" ucap Sehun tiba- tiba. Kai segera menolehkan wajahnya menatap teman sebangkunya yang sedang mengeluarkan buku pelajaran dari tasnya.

"Kkau serius?" tanya Kai tak percaya. Sehun tak berniat menjawab karena guru mereka telah memasuki kelas dan mulai menyampaikan ilmu- ilmu yang disebut kimia itu.

Di dalam hati, Kai sedang melompat- lompat kegirangan karena denga Sehun mau membantunya, tandanya hati salah seorang teman Kyungsoo telah terbuka. Sebuah kemajuan pesat bagi Kim Jongin

.

.

Skip Time

.

.

"Sehun, aku dan yang lainnya ingin pergi ke Incheon. Apa kau mau ikut?" ajak Suho.

"Iya. Kami ingin bertemu dengan saudara sepupu Luhan dari China" lanjut Tao. Luhan mengangguk

"Hmm sebenarnya aku ingin ikut. Tapi aku ada janji dengan orang lain pukul empat. Jika acaranya tak lama aku akan ikut" ucap Sehun kecewa

"Hmm sepertinya pukul empat belum selesai. Yasudah tak apa- apa. Sampai bertemu besok!" ucap Luhan lalu mengajak teman- temannya pergi

'Ugh kenapa aku harus mengajak Kai belajar hari ini sih' rutuk Sehun dalam hati. Mau diletakkan dimana wajah dan harga dirinya jika ia seenaknya membatalkan janji dengan Kai. Kai pasti menganggapnya tidak bertanggung jawab dan itu sangat mengganggunya.

.

.

Golden Cafe

.

"Pukul empat tepat!" bisik Sehun saat ia melangkah masuk kedalam Cafe. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru cafe. Pandangannya menangkap seorang namja berkulit tan yang sedang mendengarkan lagu lewat headsetnya dan berkutat dengan gadget di tangannya.

Sehun berjalan ke arah namja itu lalu duduk dikursi didepannya. Namja berkulit tan itu mengangkat kepalanya dan melepaskan sebelah headsetnya

"Sejak kapan kau disini?" tanya Sehun sambil melihat jam yang melingkar indah ditangannya

"Setengah jam yang lalu" balas namja itu.

"Wow. Kau semangat sekali sepertinya" balas Sehun

"Hmm ya begitulah. Kau mau pesan apa? Aku juga belum pesan" ucapnya sambil mengangkat tangannya memanggil waitress

Waitress itu datang.

"Pesan apa tuan?" tanyanya

"Aku caramel macchiato dan double tiramisu saja" ucap Sehun

"Hmm berikan aku hot chocolate dan chocolate cheesecake" tambah Kai

Waitress itu mengangguk "Jadi satu caramel macchiato, satu double tiramisu, satu hot chocolate dan chocolate cheesecake" waitress itu mengulangi pesanan kedua namja tampan dihadapannya

Kai dan Sehun mengangguk. "Dan tolong bill pembayarannya dipisah" tambah Sehun

"EEhh tak usah. Disatukan saja" ucap Kai pada waitress itu. "Biar aku yang bayar" bisiknya pada Sehun setelah waitress itu pergi.

"Tapi kan-"

"Sstt sudah ayo ajarkan aku" ujar Kai

"Kyungsoo mengeja sebuah kalimat mulai dari huruf per huruf. Dan dia melakukannya dengan sangat cepat. Kau harus berkonsenterasi dan hafal semua gerakan tangannya diluar kepala. Karena jika kau tidak hafal, maka kau akan berpikir terlebih dahulu dan Kyungsoo pasti sudah menyelesaikan ejaannya" ucap Sehun

"Kalau itu aku sudah ta-"

"Jangan berbicara jika aku tak menyuruhmu!" potong Sehun tegas. Kai langsung terdiam dan mengangguk kecil

"Aku berhasil menguasai bahasanya dalam waktu semalaman. Dan aku ingin kau menguasainya hari ini. Jadi kau harus serius kalau tidak aku akan langsung pergi" lanjutnya. Kai kembali mengangguk namun anggukannya lebih mantap

Sehun pun memulai acara mengajari Kai. Memberitahu setiap huruf dengan tangannya. Kai menirukan dan menghafal dengan serius. Terkadang mereka menyesap minuman mereka dan mengunyah cake yang mereka beli.

Kai terlihat sangat serius menghafal dan menirukan gaya ejaan tangan Kyungsoo dari hurf ke huruf lain.

Sehun terlihat takjub dengan kemauan Kai yang begitu besar

.

Other Side

.

"Yixing!" teriak Luhan pada seorang namja cantik yang sedang duduk di kursi ruang tunggu

"Heyy! Wah kau membawa teman- temanmu Lu. Aigoo mereka semua tampan dan manis" ucap namja itu dengan senyuman. Sebuah dimple terlahir wajah cantiknya

"Kan aku sudah berjanji akan mengenalkanmu pada sahabat- sahabatku Xing. Kenalkan, ini Tao, Kyungsoo dan Suho. Suho Kyungsoo, Tao, ini Yixing sepupuku" ucap Luhan

"Suho?" tanya Yixing nama itu terdengar aneh

"Eoh? Nama asliku Joonmyeon tapi karena aku tampan dan baik seperti ehm guardian angel, maka orang- orang memanggilku Suho" ucap Suho dengan pedenya

"Issh tak usah didengarkan, dia memang selalu begitu Xing" ucap Luhan

"Seperti kau tidak saja" balas Yixing sambil tertawa kecil

"Mereka berdua selalu begitu! Apalagi kalau sudah menyangkut Kyungsoo, mereka pasti akan seperti anjing dan kucing" lapor Tao

"DIAM KAU ZITAO!" teriak mereka bersamaan. Tao menutup telinganya selama Yixing dan Kyungsoo tertawa kecil. Yixing melirik Kyungsoo yang sedang tertawa dengan tatapan bingung

'Kenapa dia tak mengeluarkan suaranya' batinnya sambil menatap Kyungsoo. Kyungsoo berbalik menatap Yixing lalu tersenyum manis dan Yixing membalas senyumannya.

"Sudahlah sudah. Masa kalian bertengkar dihari pertamaku di Korea" ucap Yixing dengan bahasa Korea yang lancar

"Ehehe mianhaee" kekeh Tao. "Ge aku lapar" kali ini namja bermata panda itu menggoyangkan lengan Luhan

"Aku juga" balas Luhan santai

"Ayo makan" tambahnya

"Makan dimana?" tanya Luhan

"Aku tahu Cafe yang enak! Tidak jauh dari sekolah. Ayo kesana" sambung Suho. Mereka semua mengangguk lalu berjalan bersama dengan Yixing dan kopernya.

.

"Tadaa Golden Cafe! Rasa kue dan minuman disini sangat lezat! Aku sering membawa adikku kesini dan dia sangat menyukainya" ucap Suho setelah memberhentikan mobilnya didepan sebuah cafe yang tak terlalu besar namun teduh dan enak dipandang. Cafenya juga tak sepi. Tak terlalu ramai juga sehingga orang- orang merasa nyaman makan disana.

Mereka berempat pun keluar dari mobil Suho dan tiba- tiba langkah Tao terhenti

"EEh" ucap Tao lalu tiba- tiba berhenti

"Waeyo Tao? Kau tak menyukai suasananya?" tanya Suho karena Tao tiba- tiba berhenti

Tao menggeleng "Itu kan-" Tangannya menunjuk suatu tempat diujung cafe. Pandangan ketiga orang lainnya pun mengikuti kemana tangan Tao menunjuk

"Omona!" teriak Luhan sambil menutup mulutnya

"Sehun-ah?" ucap Suho

Kyungsoo membelalakkan matanya

Tao masih dengan tatapan kagetnya

dan Yixing menatap saudara dan teman- teman barunya itu dengan tatapan penuh tanda tanya

"Ayo kita kesana" ucap Suho lalu berjalan kearah Sehun dan seseorang disana.

"Sehun?" panggil Luhan untuk memastikan apakah dia benar- benar Sehun. Sehun dan namja didepannya hanya membelalakkan matanya melihat kedatangan Luhan yang tiba- tiba

"Eh hyung? Bbukankah kau ma-"

"Hai Sehunnie" potong Tao yang tiba- tiba memunculkan kepalanya dari belakang Luhan

"Tao?" tanya Sehun

"Ada kami juga" ucap Suho yang datang bersama Kyungsoo dan seorang namja lagi. Sehun yakin dia adalah sepupu Luhan

"Kalian semua?" Sehun tergagap

"Jadi ini yang kau maksud janji dengan orang lain?" tanya Luhan to the point. Ia sepertinya tidak suka. Entah kenapa ia tak suka. Bisa jadi cemburu atau kemungkinan lain. "Dan kau, jadi ini maksudmu meminta maaf pada kami dan mendekati Kyungsoo?" Luhan beralih menunjuk namja tan didepan Sehun

Sehun dan namja itu mengangkat alisnya tak mengerti

"Jadi, kau menyukai Sehun?" lanjut Luhan sambil menatap namja itu tajam

"Ehh? Anii" elaknya. Memang itu tidak benar. Namja tan itu tidak menyukai Sehun tapi menyukai salah satu dari temannya.

"Tidak usah mengelak Kai, atau jangan- jangan kalian sudah menjadi sepasang kekasih?" selidik Luhan

"Kenapa kau berkata begitu hyung" ucap Sehun

"Kenapa? Kau masih tanya kenapa? Kau tidak mau ikut kami ke Incheon untuk bertemu dia dan sekarang kau bertanya kenapa?!" bentak Luhan. Dia sangat emosi

"Bukan begitu-"

"Diam kau Kai!" potong Luhan saat Kai mencoba membela diri. "Ayo kita cari tempat lain. Suasana cafe ini memuakkan" ucap Luhan lalu menarik tangan Tao didekatnya. Tao tertarik oleh Luhan, Suho dan Yixing mengikuti mereka. Kyungsoo masih terdiam ditempatnya. Ia menggeleng tak percaya. Di pelupuk matanya sudah dapat terlihat liquid bening yang hampir jatuh. Ia merasa dimanfaatkan. Ia kira Kai tulus ingin berteman dengannya. Bukan memanfaatkannya. Ternyata ia sama saja dengan Xiumin yang dulu memanfaatkannya untuk mendekati Suho. Setidaknya itu menurut Kyungsoo

"Hyung-" Kai berdiri. Mencoba mendekati Kyungsoo yang masih tertegun disana. Kyungsoo mundur selangkah setiap Kai maju selangkah. Rasanya dimanfaatkan itu sakit, sangat sakit. "Ini tidak seperti yang kau lihat. Aku dan Sehun hanya bela-"

Belum selesai Kai mengucapkan kata- katanya Kyungsoo menggeleng. Kyungsoo tak ingin mendengar penjelasan lebih. Keputusan yang Kyungsoo ambil sudah mapan.

Ia merasa dimanfaatkan.

'AKU TAK MENYANGKA KAU MEMANFAATKANKU' eja Kyungsoo. Ia tak peduli Kai mengerti maksudnya atau tidak. Air mata Kyungsoo sudah meleleh sekarang. Baginya rasanya dimanfaatkan beribu kali lebih sakit daripada dibully.

"Mmmaksudmu apa hyung? Aku tidak memanfaatkanmu!" ujar Kai. Ia mengerti apa yang Kyungsoo maksudkan. Kyungsoo mendongakkan wajahnya, terlihat matanya yang berair dan pipi yang basah. Oh Tuhan, Kai merasa sesak. Pasokan oksigennya hilang melihat Kyungsoo menangis seperti ini. 'Dimanakah oksigen itu?Aku sangat membutuhkannya' batinnya

'KAU MENGERTI?' eja Kyungsoo lagi. Kai mengangguk lembut

"Hyung kumohon percayalah. Aku dan Sehun-"

"Kyungsoo! Ayo!" Tiba- tiba Luhan datang dan menarik tangan Kyungsoo. Kyungsoo meringis kesakitan karena saat Luhan menariknya, rasa sakit di holenya yang baru saja berkurang itu keluar lagi. Luhan membawa Kyungsoo pergi tanpa memedulikan tatapan sendu dari Kai dibelakangnya. Kai tak perduli dengan tatapan aneh pengunjung cafe lainnya. Entahlah, ia merasa begitu hancur saat ini. Kai kembali duduk dihadapan Sehun

"Arrgghh ottokhae? Kenapa kau tak berbuat apa- apa eoh?!" rutuk Kai sambil mengacak rambutnya. Sehun hanya menatap Kai datar

"Mereka sedang emosi, percuma kau akan mengatakan yang sebenarnya pun mereka tak akan percaya" ucapnya datar sambil menyesap caramel macchiatonya. "Kulihat kau sudah bisa mengerti bahasa Kyungsoo dengan baik" lanjutnya.

Kai mengangguk puas

"Kalau begitu, kita akhiri sampai disini. Besok kita bicara dengan mereka" ucap Sehun

"Besok libur Sehun" balas Kai malas

"Besok mereka berencana berkumpul kerumah Kyungsoo. Datang saja kalau kau mau. Kita jelaskan semuanya" ucap Sehun santai

"Bagaimana kalau kita diusir?" ragu Kai

"Mereka bukan type orang seperti itu"

"Err, aku tak tahu rumah Kyungsoo"

"Payah. Kukira kau orang kaya yang pintar" jawab Sehun singkat lalu berdiri dari tempatnya dan berjalan keluar

Dan Kai sekarang terdiam memikirkan cara mendapat alamat Kyungsoo.

'Eh? Seharusnya Xiumin hyung punya alamatnya kan?' batinnya lalu berdiri. Berjalan kearah kasir. "Meja 07. Berapa totalnya?" ucap Kai mengeluarkan dompetnya

"Meja 07 sudah dibayar oleh tuan yang berambut blonde tadi" jawab petugas kasir

"Jinjja? Oh, gomawo" balas Kai lalu keluar dari cafe itu lalu memacu motornya ke apartemen Baekhyun. Ia butuh sahabatnya saat ini

.

.

.

TOK TOK TOK

.

CKLEK

.

"Eh Kkamjong? Kenapa datang tak bilang- bilang dulu?" tanya namja yang membukakan pintu. Siapa lagi kalau bukan Baekhyun

"Enggh. Perasaanku sedang kacau hyung" ucap Kai malas lalu masuk kedalam apartemen Baekhyun meninggalkan sang pemilik didepan pintu.

Baekhyun menghampiri Kai yang sekarang telah berbaring di sofa ruang tamunya setelah menutup pintu.

"Hal bodoh apa lagi yang kau lakukan?" tanya Baekhyun malas

"Buka hal bodoh. Tapi nasibku sedang buruk" balasnya.

Baekhyun memutar bola matanya malas "Memang ada apa?" tanyanya

"Tadi aku meminta tolong Sehun mengajariku bahasa ejaan Kyungsoo. Dan Sehun mau-"

"WOAAAH PERKEMBANGAN YANG BAIK! BERARTI SEHUN MENDUKUNGMU KAI WOAA CHUKKA-"

"DIAM BYUN BAEKHYUN! AKU BELUM SELESAI!"

"Eeh ne mian"

Kai menutup matanya lalu kembali bercerita. "Hmm. Dan kau tahu? Sialnya, Kyungsoo dan teman- temannya datang dan salah paham. Mereka kira aku dan Sehun sudah menjadi sepasang kekasih. Dan kau tahu apa yang lebih parah? Kyungsoo mengira aku memanfaatkannya untuk dekat dengan Sehun! Arrgghh ottokhaeee?!" ucapnya

"MWO? Bagaimana bisa?! Dan Sehun tak mencoba menjelakan apapun?" tanya Baekhyun. Kai menggeleng

"Dia bilang teman- temannya sedang emosi. Dan katanya percuma berbicara sekarang karena mereka tak akan mendengarnya" ucap Kai sedikit putus asa

"Hmm. Complicated" gumam Baekhyun namun Kai dapat mendengarnya dan mengangguk sebagai balasannya

"Karena itu Sehun mengajakku kerumah Kyungsoo besok" lanjut Kai.

"Alamatnya? Kau tahu?"

"Xiumin hyung pasti tahu. Dia dekat dengan Kyungsoo dulu"

Baekhyun mengangguk mengerti.

"Mungkin ini semua balasannya Kai" ucap Baekhyun tiba- tiba

Kai membuka matanya lalu menatap Baekhyun heran

"Kau tak sadar apa yang pernah kau lakukan padanya?" lanjut Baekhyun.

Kai terdiam. Ia mulai mengerti maksud Baekhyun

"Setelah itu semua, Tuhan tak akan membiarkanmu mendapatkannya dengan mudah Kai. Dan lebih baik kau berdoa untuk anak bernama Sehun itu karena kau dia jadi dimusuhi oleh teman- temannya" tambah Baekhyun

Kai masih terdiam. "Arrgh sudahlah. Hyung aku pinjam bajumu! Aku mau menginap" ucap Kai lalu berdiri dari sofa Baekhyun dan berjalan ke kamar sang pemilik apartement selama sang pemilik apartement menyalakan tv dan menonton.

.

.

"Aku tak percaya Sehun melakukan itu!" ucap Luhan frustasi. "Jika ia menyukai Kai kan ia bisa bilang! Kenapa ia merahasiakannya dari kita?!" lanjutnya

Kyungsoo mengelus punggung Luhan mencoba menenangkan namja manis itu

"Sudahlah ge, kita belum tau apakah semua yang kita lihat tadi itu benar- benar sama dengan yang kita pikirkan sekarang. Bisa saja hanya salah paham kan" ucap Tao sambil memakan kimchi didepannya

"Tapi Tao-"

"Sudahlah Lulu. Walaupun aku tak tahu masalah kalian, tapi kurasa yang Tao katakan itu benar" ucap Yixing yang disetujui anggukan dari Suho, Kyungsoo dan Tao bersamaan

"Hmm terserah kalian" balas Luhan malas lalu mengeluarkan handphonenya. Kyungsoo menepuk pundak hyungnya itu

'HYUNG TIDAK MAKAN' eja Kyungsoo bertanya pada hyungnya. Luhan menggeleng lembut

"Nafsu makanku sudah hilang Kyung" jawab Luhan selembut mungkin. Ia tak pernah kasar terhadap namja mungil bermata bulat didepannya. Dimata Luhan, namja mungil ini sangat rapuh. Walaupun sebenarnya namja mungil ini tak serapuh yang ia bayangkan, tapi Luhan terlalu menyayangi Kyungsoo. Ia tak berani menekan Kyungsoo-nya

'NANTI KAU SAKIT HYUNG. LALU KAU TIDAK BISA IKUT BERMAIN BESOK' ejanya. Kyungsoo memang sangat perhatian

"Baiklah aku makan. Tapi suapi ya" goda Luhan

"Uhk uhk" Suho tersedak mendengar godaan Luhan untuk Kyungsoo

"Gwenchana hyung?" Lay yang berada disebelah Suho segera menepuk- nepuk punggung Suho pelan sambil memberikan minum. Suho mengangguk- angguk sambil meminum air yang Lay berikan

Luhan terkekeh melihat reaksi Suho. "Kalau makan pelan- pelan" ejeknya

"Sialan kau" balas Suho

"Jadi, kau mau menyuapiku Kyungsoo sayang?" goda Luhan lagi

BLUSHHH

Pipi Kyungsoo berubah kemerahan yang membuat teman- temannya disana tertawa melihat Kyungsoo yang wajahnya sudah memerah

.

.

Skip Time

.

.

"Kkamjong bangun!" teriak Baekhyun sambil menarik selimut yang Kai gunakan

"Enggh hyung aku ini tamu. Tak bisakah kau memperlakukanku sedikit lebih baik?" protesnya sambil mengucek matanya

"Membangunkanmu secara baik- baik tak akan membuahkan hasil Kkamjong-ah" ucapnya malas lalu keluar dari kamarnya (Jangan kaget jika mereka tidur bersama). "Aku sudah menelfon Xiumin hyung untuk menanyakan alamat Kyungsoo. Dan alamatnya sudah kumasukkan kedalam ponselmu" ia mengucapkannya dari luar kamar. "Sekarang mandi dan pergilah!" Baekhyun masuk lalu melemparkan Baju milik Kai

"Kau mengusirku eoh?"

"Ya aku mengusirmu!" balasnya sambil menghentakkan kakinya keluar kamar

.

.

TOK TOK TOK

.

CKLEK

.

"Tuan muda bangunlah, ada teman- teman tuan muda dibawah" ucap Victoria lembut sambil menggoyangkan tubuh Kyungsoo pelan. Kyungsoo hanya menggeliat tak nyaman lalu menarik selimutnya menutupi wajahnya. "Tuan mudaa" ucapnya lagi. Masih tak ada respon darinya. Victoria membuka jendela kamar Kyungsoo yang memenuhi hampir satu sisi kamarnya yang luas itu.

Sinar matahari menerobos masuk kedalam kamar Kyungsoo yang membuat tidur Kyungsoo terganggu. Kyungsoo membuka matanya lalu mendudukkan tubuhnya ditengah- tengah kasur king sizenya itu. Ia mengerjapkan matanya untuk membiasakan cahaya berlebihan yang mencoba menerobos retina matanya

'Ugh Victoria ahjumma' rutuknya setelah mengetahui jendela kamarnya benar- benar terbuka. Bahkan ac dikamarnya sudah dimatikan dan digantikan oleh angin pagi yang masuk lewat jendela besar Kyungsoo. Kyungsoo hafal, jika Victoria membuka seluruh jendelanya, pasti wanita itu sudah putus asa membangunkan Kyungsoo. Karena biasanya Victoria hanya membuka gorden jendela kamar Kyungsoo dan membiarkan kelambunya tetap disana agar cahaya matahari yang masuk tak terlalu terang.

Kyungsoo bergeser ke samping tempat tidurnya dan duduk disamping tempat tidurnya. Menggunakan sandal kamar pororo yang sepadan dengan piyamanya lalu berjalan kekamar mandi masih dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya. Kyungsoo membuka pintu kamar mandi lalu masuk dan berdiri didepan cermin. Ia mengerjapkan dan sesekali mengucek matanya didepan cermin. Bayangkanlah betapa imutnya Kyungsoo saat ini~~~

Saat merasa kesadarannya sudah kembali, Kyungsoo mencuci wajahnya lalu membersihkan giginya. Menatap sebentar wajah tampan -ralat- imutnya di cermin lalu tersenyum.

'Kau tak buruk Kyungsoo' batinnya lalu mencolek bayangan hidungnya di kaca lalu tertawa geli menyadari bahwa tingkahnya konyol.

(Jangan dibayangin ntar mimisan)

Namja mungil itu menyudahi kegiatan konyolnya lalu keluar dari kamarnya dan turun kebawah. Disana sudah terdapat hyungnya sedang sarapan. Oh hyungnya tidak sendiri disana ada Tao, Luhan, Suho, Yixing dan.. Sehun?

'Untuk apa dia disini?' batin Kyungsoo malas. Kyungsoo hendak kembali naik kekamarnya sebelum Victoria memanggilnya

"Tuan muda sudah bangun?" ucap Victoria sambil melihat kearah tangga. Terlihat Kyungsoo yang sudah menghadap kearah berlawanan seolah mau naik lagi keatas

"Hey pororo! Kau terlambat bangun 10 menit!" teriak Kris. Kyungsoo membalikkan badannya lalu menatap Victoria

'AKU SARAPAN DIKAMAR' ejanya pada Victoria lalu naik keatas tanpa memperdulikan Kris dan teman- teman lainnya. Mereka menatap Kyungsoo bingung termasuk Victoria yang mengambil nampan dan beberapa potong roti dan susu untuk dibawa kekamar Kyungsoo

"Dia kenapa?" tanya Tao

Kris mengendikkan bahunya "Tadi malam ia masih normal. Mungkin mimpi buruk" ucapnya santai

"Mungkin gara- gara aku. Ahjumma, biar aku saja yang membawa makanannya keatas" ucap Sehun merasa bersalah. Sehun sudah meminta maaf pada Luhan, Tao dan Suho dan menjelaskan semuanya. Untung saja mereka percaya.

"Baiklah. Kembalikan moodnya hun" balas Luhan. Sehun mengangguk lalu membawa nampan dab sarapannya naik kelantai dua. Tiba- tiba ia berhenti. "Ahjumma, tolong temani aku, aku tak tahu letak kamar Kyungsoo" ucapnya sambil tersenyum aneh

"Kamar Kyungsoo ada di sudut kanan yang didepannya terdapat gantungan boneka pororo" teriak Kris karena Victoria sedang sibuk mengurusi makanan hewan peliharaan mereka. Sehun mengangguk mengerti lalu naik ke lantai dua

.

.

TING TONG

.

"Siapa itu?" tanya Kris yang sedang berbincang dengan teman- teman Kyungsoo di meja makan

"Menurut informasi dari pos, dia teman dari Tuan Muda Kyungsoo" jawab seorang maid yang entah sejak kapan sudah berada disamping Kris

"Bukakan pintunya suruh dia masuk" ucap Kris tegas.

"Teman Kyungsoo? Siapa?" ucap Suho. Yang lainnya hanya mengendikkan bahunya sambil menunggu sesosok teman Kyungsoo itu

Seorang maid yang tadi memberi tahu Kris tentang teman Kyungsoo datang bersama seorang namja berkulit tan

"Permisi tuan muda" ucapnya setelah mengantar namja berkulit tan itu lalu kembali kebelakang

"Kai?" tanya Tao

"Kau?! Untuk apa kau kesini?!" ucap Kris. Ia langsung berdiri dari kursinya. Ia sudah tau bahwa namja berkulit tan ini adalah perusak masa depan adiknya. Dia adalah namja yang membuat Kyungsoo merintih kesakitan semalaman. Dia yang membuat Kyungsoo tak bisa berjalan dalam waktu sehari penuh. Dia yang memnbuat Kyungsoo merasakan sakit baik dibagian fisiknya maupun mentalnya.

"Err hyung, aku-aku ingin minta maaf" ucapnya gugup

"MINTA MAAF KAUBILANG?!" bentak Kris. Kai mundur satu langkah. "SETELAH KAU MENGHANCURKANNYA DENGAN MUDAH KAU MINTA MAAF?!" lanjutnya dengan emosi yang membara

"H-hyung-"

"JANGAN PANGGIL AKU HYUNG MANUSIA BANGSAT!" teriak Kris. Wajahnya sudah memerah sempurna sekarang. Tangannya mengepal hebat hingga jari- jarinya memutih. Teman- teman Kyungsoo hanya memandangnya ngeri

"Tuan Muda, tahan emosi tuan-" seorang maid mencoba menenangkan Kris

"PERGI KALIAN! KALIAN LUPA MALAM DIMANA KYUNGSOO PULANG DENGAN BERANTAKAN? KALIAN LUPA SAAT KYUNGSOO PULANG DENGAN KEADAAN HANCUR?" bentaknya lagi. "PERGI KAU DARI SINI SEBELUM AKU BENAR- BENAR MARAH!" bentaknya. Sesungguhnya Kris sudah benar- benar marah sekarang

"T-tapi aku-"

"PANGGIL YONGGUK! CEPAT!" ucapnya

"Tunggu dulu!" teriak sebuah suara dari lantai dua. Semua menoleh keatas tak terkecuali Kris. Disana ada Sehun yang berteriak sambil memegang nampan yang sudah kosong bersama Kyungsoo yang berlindung dibelakangnya. Hanya kepala Kyungsoo yang mengintip yang terlihat selain badan Sehun yang menutupi Kyungsoo

Kepalan di tangan Kris melemah melihat adiknya yang takut padanya. Ia memang belum pernah marah besar didepan adiknya dan ia tak menyangka reaksi Kyungsoo seperti ini. Kyungsoo benar- benar takut padanya.

Kyungsoo dan Sehun menuruni tangga perlahan. Kyungsoo bersembunyi dibelakang Sehun karena suara teriakan Kris yang kasar itu membuatnya takut. Ia takut hyungnya tak bisa mengendalikan emosinya yang sedang membara itu.

"Kyungsoo hyung" desis Kai. Ia memberanikan diri berjalan kearah Kyungsoo yang berada dibelakang Sehun. Sehun yang mengerti maksud Kai segera pergi ke dapur beralasan meletakkan nampan yang sudah kosong

"Kyungsoo sayang kemari" ucap Kris melihat Kai yang makin dekat dengan Kyungsoo. Kyungsoo masih terdiam di tempatnya menatap Kai horror

"Hyung. Maaf, aku tak pernah bermaksud memanfaatkanmu" lirihnya. Kyungsoo masih menatapnya dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan. "Aku bersama dengannya untuk belajar bahasa isyaratmu. Sungguh" lanjutnya.

'KENAPA KAU TAK BILANG PADAKU' eja Kyungsoo

Kai menggeleng lembut. "Aku tak berani hyung" ucapnya pelan. Entahlah, keadaan ini membuat teman- teman Kyungsoo termasuk hyungnya -Kris menatap Kai aneh. Mereka mulai menyadari bahwa sepertinya Kai menyukai Kyungsoo. Hanya Sehun yang sudah tahu pasti bahwa Kai mmenyukai Kyungsoo.

'JUJUR SAJA, APA YANG KAU INGINKAN DARIKU' eja Kyungsoo lagi. Ia lelah terus dipermainkan. Kai mengernyit tak mengerti. 'KAU BERTINGKAH BAIK PADAKU, MEMBANTUKU BERJALAN, MENEMANIKU SAAT AKU SENDIRIAN' Kyungsoo memberi jeda ejaannya bermaksud membiarkan Kai menyerap maksudnya 'DAN KEMARIN KAU MEMINTA SEHUN MENGAJARIMU BAHASA ISYARATKU. BERITAHU MAKSUDMU KAI AKU TAK MENGERTI' ejanya pelan- pelan

"I-itu.. Aku" Kai tak bisa berkata- kata lagi. Tak mungkin ia mengaku bahwa ia menyukai Kyungsoo saat ini. Ini bukan saat yang tepat! Bisa saja Kris langsung melemparnya dengan gelas kaca yang ada di meja makan dihadapannya. "Aku hanya ingin menebus kesalahanku. Aku ingin kau memaafkanku sepenuhnya. Aku ingin menjadi temanmu seperti yang lainnya" ucap Kai mencoba meyakinkan Kyungsoo

Kyungsoo menghela nafasnya. 'AKU MEMAAFKANMU. KAU TEMANKU SEKARANG. SEKARANG PERGILAH' eja Kyungsoo lagi. Kai diam. Dia tahu dia diusir. Namun secara halus.

"Jika aku temanmu, kenapa kau mengusirku?" tanyanya

'AKU TAK MENGUSIRMU. AKU HANYA TAK INGIN KAU ADA DISINI SEKARANG' ejanya. Kyungsoo mencoba menggunakan bahasa sehalus mungkin

"Tapi-"

"Kau tak dengar? Kyungsoo mau kau pergi" ucap Kris kali ini

"Kyungsoo hyung, tolong-" Kai maju satu langkah lagi

Kyungsoo menggeleng lalu mendorong Kai pelan.

"Kyung-"

'KAU TELAH MENGHANCURKAN MASA DEPANMU DAN SEMUDAH ITU KAU MEMINTA MAAF? AKU TAHU AKU CACAT TAPI AKU MANUSIA BUKAN BINATANG KAI!' eja Kyungsoo sangat cepat. Ia mengeja dengan tubuh bergetar. Bisa dipastikan setelah ini Kyungsoo pasti menangis karena pelupuk matanya sudah mulai terlihat berkaca- kaca. Ia sudah membendung liquid bening dimatanya.

.

TESS

.

DUK

.

Kai terjatuh didepan Kyungsoo. Tidak lebih tepatnya berlutut. Kai berlutut didepan Kyungsoo. Ia tak kuat melihat Kyungsoo menangis. Ia merasa hancur.

"Mianhae hyung mianhae. Aku benar benar gila saat itu hyung mianhaee. Aku menyesal hyung" ucapnya. Kai ikut menangis. Semua disana terdiam melihat Kai yang menangis di kaki Kyungsoo. Mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Terutama Kris, terakhir ia bertemu Kai, Kai sedang mengerjai Kyungsoo dengan cara menceburkannya ke kolam pancuran.

Kai dapat merasakan tetesan air mata Kyungsoo membasahi rambutnya. Walaupun hanya setetes namun terasa. Mungkin memori Kyungsoo sedang berputar dimana Kai menyakitinya dulu. Kyungsoo berjalan pergi meninggalkan orang- orang yang sedang terdiam disana. Ia lebih memilih untuk naik dan menenangkan diri dikamarnya dan mungkin untuk mandi? Ia adalah satu- satunya orang yang masih mengenakan piyama dirumah itu.

.

Semua diam apalagi saat Kyungsoo memilih naik meninggalkan mereka. "Baik Kai, lebih baik kau pulang sekarang" ucap Kris mencoba bijak dan mengendalikan emosinya.

Kai berdiri lalu mengangguk pelan. Ia berjalan keluar dari rumah Kyungsoo dengan satu maid mengikutinya. Kai membungkukkan badannya pada maid itu saat ia sampai di halaman rumah Kyungsoo dan segera pergi bersama mobil NISSAN 370z nya

.

.

.

"Kyungsoo buka pintunya" ucap Tao sambil mengetuk pintu kamar Kyungsoo. Tao menggeleng pada orang- orang dibelakangnya menandakan tak ada jawaban dari sang empunya kamar

"Baiklah, tolong ambilkan kunci cadangan kamar Kyungsoo" ucap Kris pada maidnya yang ikut mengawasi didepan pintu kamar Kyungsoo. Maid itu membungkukkan badannya lalu berjalan keluar lebih tepatnya ke pos penjagaan

.

Maid itu kembali membawa sebuah kunci dan segera membuka pintu kamar Kyungsoo dan membiarkan majikan dan teman- temannya itu masuk.

"Ternyata ia tidur" ucap Tao yang terlebih dulu masuk

"Dia sangat manis saat tertidur" ucap Lay. Sontak Luhan dan Suho menatap tajam kearah Lay. "Eeh? Aku hanya memujinya" ucap Lay setengah berbisik takut membangunkan Kyungsoo

"Hey, dia masih menggunakan piyama" ucap Tao yang menyibak sedikit selimut Kyungsoo

"Padahal sekarang sudah hampir siang dan dia belum mandi" ucap Kris

"Melihat wajah damainya aku jadi mengantuk" ucap Tao lalu menyelipkan badannya kedalam selimut Kyungsoo

"Tao!" pekik Luhan pelan karena Tao langsung memeluk Kyungsoo yang sedang tertidur

"Ssst nanti Kyungie bangun" ucap Tao lalu menutup seluruh tubuhnya bersama Kyungsoo dengan selimut

Namja lainnya hanya menggeleng lalu memutuskan untuk sibuk dengan kegiatan masing masing selama kedua manusia imut itu tidur.

.

.

.

"Arrgh bodoh! Aku yakin itu adalah kata- kata terkasar yang pernah Kyungsoo eja!" rutuk Kai terhadap dirinya sendiri. Sekarang ia sudah ada dirumahnya. Diatas kasurnya sedang mengatai dirinya sendiri. Rasa penyesalan akan malam 'itu' masih terus menjalar menghantui hidupnya. Kyungsoo membencinya sekarang. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia bingung. Wajar saja jika Kyungsoo membenci Kai, saat Kai memperkosanya, itu tanpa didasari rasa cinta dan ia melakukannya tanpa tanggung jawab sedikitpun. "KIM JONGIN BABBO!" ucapnya sambil menjambak rambutnya sendiri.

"AARRGGGHHHHH!" teriak Kai melampiaskan perasaannya

"Kai kau tak apa- apa?" tiba- tiba suara Xiumin terdengar dari depan pintu

"AKU KENAPA- KENAPA!" balasnya frustasi

Ia merasa dunia tidak mengerti dirinya.

Apa salahnya memberi kesempatan untuk yang kedua kalinya?

Kai berniat berubah bukan? Tapi kenapa pintu justru tertutup rapat kali ini

Bagaimana cara membukanya?

"DO KYUNGSOO KAU MEMBUATKU GILAA!" teriaknya lagi

Xiumin yang mulai mengerti arah pikiran Kai pun pergi dari depan pintu kamar adiknya itu.

Kepala Kai mengadah keatas menahan butiran butiran air mata yang sudah siap untuk meleleh. Tapi ia merasa ia tak boleh menangis. Seorang Kim Jongin tak boleh menangis

Tidak

"AARRGGHHHHHHHHH!" lagi- lagi ia berteriak. Xiumin yang khawatir dengan keadaan adiknya itupun kembali mengetuk pintu kamar adiknya.

"KAI! KAU KENAPA?" teriak Xiumin dari depan pintu

"KYUNGSOO! AARGGH!" teriaknya

Xiumin memutuskan menelpon Baekhyun. Hanya Baekhyun yang bisa menenangkan Kai saat ini

.

"Yeoboseyo"

"Yeoboseyo hyung. Ada apa menelpon?"

"Tolonglah Baekkie, Kai terus berteriak teriak dikamarnya semenjak ia kembali dari rumah Kyungsoo tadi. Aku khawatir"

"Jinjja? Aish anak itu. Baiklah aku akan kesana secepat yang kubisa"

"Nee. Gomawo Baekkie"

.

Selama Xiumin menunggu Baekhyun didepan rumahnya, Kai terus berteriak dan mengerang. Kadang erangan tak jelas dan kadang ia meneriakkan nama Kyungsoo. Xiumin tak menyangka bahwa pengaruh namja mungil itu sangat besar. Belum pernah Kai seperti ini sebelumnya. Belum pernah

.

"Xiumin hyung!" teriak Baekhyun yang sedang membuka pagar rumah Xiumin

"Baekhyun! untung kau segera datang! Masuklah! Kai benar- benar gila! Aku tak kuat mendengarnya!" ucap Xiumin menutup kedua telinganya. Baekhyun paham lalu menuju kekamar Kai

Kamar Kai terkunci

Sialan

DOK DOK DOK

"Aigoo Kim Jongin! Buka Pintunya!" teriak Baekhyun sambil memukul- mukul pintu kamar Kai. "BUKA ATAU KUDOBRAK!" ancam Bakhyun. Tak lama kemudian pintu berwarna putih pucat itu terbuka. Terlihat Kai dengan rambut yang sudah berantakan dan seprei kamarnya yang tak berbentuk

"Kai-"

"Hyung!" Kai segera menghambur ke pelukan sahabat sekaligus sepupunya itu. Dia membutuhkan kehangatan seorang sahabat saat ini. Baekhyun dapat merasakan tubuh Kai bergetar sekarang

"Menangislah Kai, menangislah" ucapnya sambil mengelus punggung sahabatnya itu. Kai menggeleng

"Kyungsoo hyung membenciku" ucapnya tak terlalu keras untuk menutupi suaranya yang serak bergetar menahan tangis

"Wajar Kai. Semua butuh waktu. Sesuatu yang terjadi secara instan tak akan bertahan lama atau menghasilkan buah yang baik. Begitupun dengan cinta. Kau harus berkorban dan memperjuangkannyaa agar cinta tidak terjadi secara instan dan cinta itu tumbuh dengan baik" ucap Baekhyun menenangkan sahabatnya. Kai mengangguk mengerti. Lagi lagi entah untuk keberapa kalinya, yang Baekhyun katakan itu benar dan Kai membenci kebenaran itu. "Kau harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan namja itu. Jangan mudah menyerah. Anggap saja kau adalah sebuah kapal yang berlayar ditengah badai dan Kyungsoo adalah tujuanmu dan kau harus menemukan cara untuk sampai ke tujuan" lanjut Baekhyun. Lagi- lagi Kai mengangguk mengerti lalu melepaskan pelukannya dari sahabatnya itu

"Terimakasih hyung. Kau memang yang terbaik" ucap Kai dengan senyumannya

"Kau baru tahu aku yang terbaik eoh?" Baekhyun memuji dirinya sendiri

"Iya, sebelumnya kukira kau yang terburuk" balas Kai

"Ya! Maksudmu apa eoh?!" bentak Baekhyun

"Pikirkan sendiri. Kan kau bilang kau yang terbaik" Kai mengendikkan bahunya lalu berjalan santai keluar kamaranya

"KAU TAHU BETAPA MENYESALNYA AKU DATANG KESINI KAI?!" teriak Baekhyun sambil menghentakkan kakinya sebal

.

.

'KRIS HYUNG IKUT NE JEBAL' eja Kyungsoo dengan puppy eyesnya

"Hyung ingin ikut tapi pekerjaan yang appa berikan masih banyak Kyung" tolak Kris lembut

'AKU AKAN MEMBERITAHU APPA NANTI TAPI GEGE HARUS IKUT' eja Kyungsoo memaksa

"Hmm baiklah" Kris membuat keputusan final.

Hari ini Kyungsoo dan teman- temannya berencana akan pergi ke lotte world. Dan Kyungsoo memaksa Kris untuk ikut kesana bersama mereka. Awalnya Kris tak mau karena alasan pekerjaan yang diberikan oleh appa mereka tapi Kyungsoo tak mau tahu. Ia bersikeras membuat Kris ikut sehingga namja itu akhirnya ikut.

.

.

PIIPP PIIP

.

Handphone Kai berbunyi. Kai mengangkat handphonenya

"Yeoboseyo"

"Kkamjong! Kau ada acara tidak?"

"Tak ada. Kenapa telinga layar?"

"Aku bosan! Temani aku ke lotte world ya!"

"Ah malas Chan. Lagipula kita sudah terlalu dewasa untuk tempat seperti itu"

"Kata siapa?! Banyak permainan yang masih cocok untuk usia kita. Ayolah Kkamjong!"

"..."

"Kkamjong kau masih disana?"

"Ne"

"Jadi bagaimana?"

"Hnn baiklah terserah kau sajalah"

"Yess! Aku akan menjemputmu! Ajak Xiumin jika dia mau! Dan, Oh si marmut blonde juga! Lebih banyak yang ikut akan lebih seru!"

"Yayaya terserah kaulah Chanyeol. Jangan terlalu lama menjemput atau aku akan berubah pikiran"

"Aye aye sir!"

"Okey Annyeong" Kai menghela nafasnya. Semoga saja bermain di lotte world bisa mengurangi bebannya saat ini

"Baekhyun, Chanyeol mengajak kita ke lotte world. Dimana Xiumin?" ucap Kai

"Xiumin hyung keluar naik sepeda tadi, katanya mau melihat tetangga baru" ucap Baekhyun sambil menonton TV "MWO?! CHANYEOL? SI TIANG LISTRIK BERTELINGA LEBAR?" teriak Baekhyun yang baru menyadari bahwa yang mengajaknya adalah Chanyeol

"Kau baru menyadarinya? Bodoh" ucap Kai santai

KRING KRING

Tiba- tiba terdengar suara bel sepeda dari depan rumah

"Xiumin hyung? Siapa dia?" ternyata itu suara bel sepeda Xiumin bersama seorang namja lagi

"Kenalkan Kai, dia Jongdae. Tetangga baru kita. Dia juga satu sekolah dengan kita" ucap Xiumin. Chen tersenyum membungkukkan badannya

"Hmm terserah. Oh iya, Chanyeol mengajak kita ke lotte world. Kau ikut tidak? Kalau ikut sekalian ajak temanmu. Kata Chanyeol semakin banyak yang ikut semakin asik" ucap Kai lalu langsung masuk kedalam rumahnya

"Kau mau ikut Jongdae?" tanya Xiumin

"Kedengarannya menarik" jawabnya

"Baiklah. Kai kami ikut!" teriak Xiumin lalu berlari kecil ke kamarnya untuk mengganti bajunya

.

DIN DIN

Terdengar suara klakson mobil.

"Kalian sudah siap?" tanya orang yang keluar dari mobil itu

"Sudah! Ayo berangkat!" ucap Xiumin semangat lalu memasuki mobil AUDI Q7 berwarna biru milik Chanyeol

Chanyeol membukakan pintu penumpang depan. "Tuan putri silahkan duduk didepan" ucapnya menggoda Baekhyun

"Ishh berhenti menggodaku Park Chanyeol!" teriak Baekhyun sambil menutupi pipinya yang merona dan terlihat manis bagi Chanyeol

.

.

.

.

TBC


TADAA ottokhae?

Aku nulis chap ini wordnya 5,3k buat permintaan maaf karena chap sebelumnya pada menyusut hehe;o;)/

Buat yang request Laynya keluar udah ya (tapi belom ada perannya hehe)

Buat Chenmin, Baekyeol udah mulai aku munculin xixixi

Dan buat yang minta Kai susah susah buat dapetin Kyung juga aku wujudin kkk

Semoga memuaskan

Tinggalkan jejak pweaseee^_~