author: ruccrys
I'm Sorry
Main Cast:
Kyungsoo, Kai
.
Boys Love don't like don't read!
no plagiarism, no siders
[isyarat tangan Kyungsoo di italic]
"Sudah! Ayo berangkat!" ucap Xiumin semangat lalu memasuki mobil AUDI Q7 berwarna biru milik Chanyeol
Chanyeol membukakan pintu penumpang depan. "Tuan putri silahkan duduk didepan" ucapnya menggoda Baekhyun
"Ishh berhenti menggodaku Park Chanyeol!" teriak Baekhyun sambil menutupi pipinya yang merona dan terlihat manis bagi Chanyeol
.
.
.
.
.
"HUAAA LOTTE WORLD! Aku terakhir kesini saat masih berumur 10 tahun sebelum pindah ke China! Aku tak menyangka Lotte World berubah tak terlalu banyak! Aigoo! Tempat ini menjadi jauh lebih luas dan menarik! Ayo bermain ayo bermain!" pekik Yixing kegirangan saat masuk kedalam taman bermain terluas di korea itu. Dan jika kita melihat segerombol namja tampan itu dan melihat agak kesudut belakang, kita dapat melihat seorang namja berkulit putih dan berwajah angelic sedang tersenyum manis. Menurutnya, namja cantik yang sedang memekik itu terlihat err- lucu?
Namja berwajah angelic itu mengalihkan pandangannya lalu menggelengkan kepalanya melepaskan wajah Yixing yang memenuhi kepalanya. Entah kenapa disebelah Yixing ia merasa nyaman dan rasa perhatian Yixing membuat jantung nya berdegup (sedikit) lebih kencang
"Tertarik dengannya eoh? Kyungsoo bagaimana?" bisik seseorang mengagetkan namja angelic itu. Namja angelic yang bernama Suho itu menoleh kaget. Disebelahnya sudah ada namja tinggi yang diyakini memiliki umur termuda diantara mereka. Panggil saja Sehun
"Ya! Sehun! Kau mengangetkanku!" ucap Suho agak pelan tak mau mengundang perhatian teman- temannya
"Tak usah mengalihkan pembicaraan hyung. Aku melihat kau dari tadi memperhatikan sepupu Luhan hyung itu eoh?" goda Sehun
"Eehh? Aniyaa. Dia hanya terlihat lucu karena memekik seperti itu diumurnya yang sekarang. Dia terlihat seperti anak kecil" ucapnya 'Dan kau tahu? Itu terlihat sangat manis dan aku menyukainya! Aku kenapa Sehun? Kenapa?' tambahnya dalam hati
"Sstt, beberapa cinta berawal dari kata manis kau tahu?" bisik Sehun tepat ditelinga Suho seolah ia mengerti teriakan batin Suho. Bisikan Sehun berhasil membuat Suho terdiam seribu kata
'Bagaimana bocah itu membaca pikiranku?'
.
.
.
.
"Aku ingin bermain permainan yang gila dan bisa membuatku berteriak- teriak!" ucap Baekhyun
"Kurasa kita berjodoh Baek. Aku juga ingin" balas Chanyeol yang lagi- lagi menggoda namja mungil itu
"Kalau begitu jodohmu ada dua Chan, aku juga ingin" tambah Jongdae santai yang membuat Chanyeol memasang wajah datarnya selama Xiumin dan Baekhyun terkekeh geli
"Eh Kkamjong? Kau mau menaiki wahana apa?" ucap Baekhyun usai tawanya karena melihat Kai yang terdiam
Kai mengendikkan bahunya malas "Yang pasti wahana yang bisa menenangkanku" balasnya. Baekhyun mengangguk mengerti. Ia hampir lupa mood Kai yang sedang sangat berantakan saat ini.
"Eh lihat! Itu bukannya Suho sunbaenim?" ucap Jongdae sambil menunjuk satu titik secara tiba- tiba sehingga keempat namja lainnya mengikuti arah tangan Jongdae
"Eh mereka semua? Untuk apa mereka ada disini?" ucap Chanyeol malas
"Ini tempat umum raksasa" balas Baekhyun. "Aku tak mengenali wajah dua dari mereka" ucap Baekhyun lagi. "Hmm tapi kenapa tak ada Kyungsoo?" lanjutnya sambil memincingkan matanya. Kai segera menoleh dan ikut melihat lebih dalam
Ini aneh. Kenapa Kyungsoo tak ada disana?
Tak mungkin Kyungsoo tak ikut. Karena Kris sang kakak angkat Kyungsoo ada disana
"Ayo kesana" ucap Kai singat namun serius sambil berjalan kearah segerombol namja tampan yang berdiri tak jauh darinya. Segerombol namja itu terlihat sedang mengobrol dengan sangat asyik. Apa mungkin Kyungsoo ada didalamnya dan ia tenggelam diantara namja lainnya karena tubuhnya yang luar biasa mungilnya?
Itu jelas saja tak mungkin.
"Annyeong" sapa Kai sesopan mungkin
"Ann- Kau?" balas Luhan. Senyumannya luntur seketika karena sapaan dari Kai. "Untuk apa kau disini? Dasar penguntit" sindir Luhan. Tak lama kemudian Chanyeol, Baekhyun, Xiumin dan Jongdae datang. "Kalian juga. Apa kalian tak bisa membiarkan Kyungsoo menikmati hidupnya sehari saja?" lanjutnya lagi.
"Kyungsoo?" koreksi Kai
"Ya Kyungsoo. Siapa lagi yang hidupnya selalu kau ganggu selain Kyungsoo?" balas Luhan
"Maksudku, jika aku mengganggu Kyungsoo, maka Kyungsoo ada disini kan?" koreksinya lagi
"Tentu saja. Kyung- Eh? Kyungsoo eodiga?" balasnya lagi
"Kyungsoo? Kyungsoo!" ucap Kris yang melihat kebelakang dan tak melihat sosok adik mungilnya. "Kyungsoo hilang!" teriaknya
"OMO! GEGE AYO CARI KYUNGSOO!" teriak Tao panik sambil menarik tangan Kris. Semua terlihat panik saat ini. Tak terkecuali teman- teman Kai.
"Biar kami bantu mencari Kyungsoo!" ucap Baekhyun. "Kai- Kau? Kai? Kai dimana?" lanjutnya menyadari Kai tak ada di posisinya
"KAI BISA BERKOMUNIKASI DENGAN ORANG LAIN SELAMA KYUNGSOO TIDAK! BISAKAH KALIAN MENGHENTIKAN KEEGOISAN KALIAN DAN MEMBANTU KAMI SAAT INI?!" teriak Tao frustasi. "JIKA KALIAN MAU MEMBANTUKU, SEKARANG BERPENCAR! KALIAN TAHU KEADAAN KYUNGSOO KAN? KAU PUNYA HATI KAN?" teriaknya lagi lalu menarik tangan Kris untuk mencari Kyungsoo. Kenapa harus Kris? Tanyakan pada Huang ZiTao.
Tak lama setelah peninggalan Tao dan Kris, namja lainnya juga mulai berpencar. Kekhawatiran Luhan memuncak saat mengetahui bahwa ponsel Kyungsoo berada bersama Tao
Delapan namja itu saling bertukar nomor ponsel seperti yang Baekhyun sarankan agar siapa yang menemukan Kyungsoo bisa menghubungi satu sama lain. Mereka pun mulai berpencar.
Luhan dengan Sehun
Suho dengan Yixing
Xiumin dengan Jongdae
dan Chanyeol dengan Baekhyun
.
.
.
'Ottokhae? Aku dimana sekarang?' batin namja itu. Ia sangat takut sekarang. Sudah banyak orang yang menanyakan apakah dia tak apa apa? Namun ia bingung harus berinteraksi mengunakan apa. Ponselnya terbawa oleh Tao dan ia tak membawa apapun seperti notebook dan pensil. Namja itu duduk di kursi yang disediakan di depan toilet. Disanalah terakhir ia melihat kerumunannya. Ia benar- benar tak tahu harus apa lagi sekarang.
Kyungsoo memutuskan untuk beranjak dari tempatnya dan memutuskan mencari teman- temannya lagi. Ia sudah lelah. Ia terpisah sudah setengah jam dan belum ada tanda- tanda siapapun yang ia kenal. Ia terjebak terlalu dalam dan bingung dimana pintu keluar ataupun pos informasi.
'Kris hyung, eomma, appa..' batinnya memanggil- manggil. Ia sudah menangis sambil berjalan tanpa arah sekarang. Wahana permainan yang berjejer disekitarnya menggoda untuk dinaiki namun entah kenapa ia merasa tak tertarik sama sekali. Yang ada dipikirannya sekarang hanyalah jalan pulang.
.
BUKK
.
"Hyungg" Kyungsoo merasakan sebuah lengan kekar memeluk lehernya dari belakang. Ia juga mengenali suara lirihan dari orang yang memeluknya saat ini. "Semua panik mencarimu" lanjutnya lagi. Ia tak perduli orang- orang yang melihat mereka dengan tatapan aneh. Orang itu merasa lega menemukan orang yang ia sayangi. Rasa khawatirnya sirna begitu saja melihat namja mungil bernama Kyungsoo itu dalam keadaan baik.
'Kai? Kenapa dia ada di-'
"Kau pasti bertanya- tanya kenapa aku ada disini kan?" namja itu membalik badan Kyungsoo hingga menampakan wajahnya yang memerah dan mata yang basah menandakan ia habis menangis. Entah darimana namja berkulit tan itu mengetahui tempat Kyungsoo berada dan bisa mengetahui isi pikiran Kyungsoo. Kyungsoo mengangguk kecil. "Nanti kuceritakan. Sekarang ayo kita duduk dan menghubungi teman- temanmu" lanjutnya. Kyungsoo hanya menurut dan membiarkan tangan besar Kai menariknya.
.
.
.
"Kyungsoo ada bersama Kai. Kai menemukannya dan ia baik- baik saja tak usah khawatir" Baekhyun mengabari Kris. Ia mendapat nomor Kris dari Luhan.
"Benarkah? Kau tak mengada- ada kan? Berikan aku nomor ponsel Kai danbiarkan aku memastikan sendiri" Kris masih tak percaya
"Keras kepala"
"Sudahlah cepat aku hanya ingin memastikan keadaan adikku"
"Baiklah. Aku akan mengirim nomornya. Setelah kau menghubungi Kai, hubungi teman- temanmu agar mereka tak panik"
"Baik"
.
PIP
.
Sambungan diputuskan oleh Kris
"Bagaimana? Dia percaya?" tanya Chanyeol yang sudah berdiri disebelah Baekhyun dari tadi
"Tidak. Ia meminta nomor Kai dan akan memastikannya sendiri" Baekhyun menjawab sambil mengutak- atik handphonenya berniat mengirim nomor ponsel Kai pada Kris.
"Hah begitu ya? Aku sudah menghubungi Xiumin Lebih baik sekarang kita bermain saja" ucap Chanyeol santai lalu berjalan santai disusul Baekhyun
.
.
"Tao baru saja menelponku. Dia bilang, Kyungsoo sudah ditemukan oleh Kai dan dia baik- baik saja" ucap Luhan pada Sehun yang sedang memesan dua buah bubble tea untuk mereka
"Jinjja? Kai?" ucap Sehun tak percaya
"Ya. Kai. Anak itu aneh juga ya. Tadi ia tiba- tiba hilang dan sekarang ia menemukan Kyungsoo terlebih dahulu" Luhan mengambil bubble tea yang disodorkan oleh Sehun
"Kau mulai merasakan sesuatu yang aneh tentang Kai hyung?" Sehun mulai berjalan diikuti Luhan. Luhan hanya mengangguk
"Perubahannya yang tanpa alasan sangat aneh menurutku" Luhan meminum bubble teanya lagi secara perlahan
"Dia punya alasan hyung. Alasan yang sangat jelas" ucap Sehun yang samar samar sampai di pendengaran Luhan. Suasana ramai di Lotte World seolah memonopoli pendengaran mereka berdua
"Hah?" Luhan mendekatkan telinganya ke Sehun
"Dia punya alasan hyung" ucap Sehun sedikit keras
"Alasan? Apa maks- Jangan bilang Kai.." Luhan mulai memahami kemana arah pembicaraan mereka
"Kai jatuh pada pesona Kyungsoo" Sehun menutup matanya lalu duduk di kursi yang teronggok tak jauh dari mereka
"Mwo?" Luhan menatap Sehun kaget. Ia menggenggam gelas bubble teanya yang berisi tinggal setengah dari kapasitas aslinya itu dengan erat. Ia tak terima dan tak suka. "Kau pasti berbohong kan?" Luhan duduk disebelah Sehun. Sehun menggeleng mantap
"Menurutmu apa yang Kai lakukan pada Kyungsoo belakangan ini masih kurang untuk membuktikannya? Bahkan ia memohon padaku untuk mengajarinya bahasa isyarat tangan Kyungsoo. Lalu saat Kai membantu Kyungsoo di tepi danau, aku juga yang memberitahu Kai bahwa Kyungsoo ada disitu. Jika ia hanya main- main, ia tak akan datang kesana" jelas Sehun sambil memasukkan gelas bubble teanya yang sudah kosong ke tempat sampah disebelah kursi mereka berdua. Luhan terdiam tak mengatakan sepatah katapun. Sekarang Kyungsoo bersama Kai dan Kai menyukai Kyungsoo. Luhan tak suka itu. Luhan tidak lupa seberapa kejamnya namja bernama Kim Jongin itu. Luhan tak akan lupa seberapa kejam Kai.
"Ayo kita cari mereka" Luhan membuang bubble teanya yang tinggal seperempat lalu berdiri dari tempat duduknya
.
SRET
.
Tangan Luhan ditarik dan tubuhnya dipaksa untuk duduk lagi
"Tenang saja. Kai tak akan berani macam- macam padanya. Lebih baik kita bermain. Untuk apa kita ada disini jika kita hanya menimbun emosi?" Sehun berkata dengan santainya. Matanya menelusuri wajah Luhan dan berhenti di matanya. Sehun menatap mata Luhan lekat seolah matanya bergerak menelanjangi Luhan sehingga namja cantik didepannya mengeluarkan semburat merah manis di kedua pipinya
"Seh-"
"Aku merasa nyaman bersamamu hyung" ucap Sehun sambil masih menatap mata Luhan. Namun kali ini dengan senyuman agar Luhan tak merasa terintimidasi
"M-makssudmu?" Luhan tergugup dengan pipinya yang memerah. Terlihat cantik bagi Sehun
"Pikir sendiri" Sehun mengetuk kening Luhan secara pelan sambil terkekeh geli melihat wajah namja cantik di depannya yang sudah seperti tomat. "Ayo bermain" ucapnya lalu menarik tangan Luhan dan mengajaknya bermain
.
.
"Jongdae lihat! Itu Baekhyun dan Chanyeol!" teriak Xiumin sambil menunjuk dua namja di seberangnya pada Jongdae disebelahnya. "Jong itummbb" mulut Xiumin dibekap begitu saja oleh Jongdae
"Ssstt biarkan mereka berduaan hyung. Biarkan juga kita berduaan" ucap namja berahang kotak itu
"Mbbbhh" Jongdae tak melepaskan tangannya dari Xiumin. Dia justru menyeret Xiumin menjauh dari kedua namja diseberangnya
"Jongdae! Kenapa kau membawa-"
"Sssttt diam. Mereka berdua berisik hyung. Lebih baik kita bermain berdua saja" Jongdae menempelkan jari telunjuknya di bibir Xiumin. Jari lentik itu membius Xiumin agar diam. Xiumin hanya mengangguk pasrah. Entahlah, dia seharusnya marah jika ada yang memerintahnya. Apalagi Jongdae kan hoobaenya. "Ayo kita bermain. Tak usah pikirkan siapapun. Sekarang adalah waktu kita berdua. Hanya kau dan aku hyung" Lanjutnya. Sebenarnya sudah lama Jongdae mengagumi sesosok Xiumin. Namun sayang, namja berpipi chubby itu terlalu disegani sampai Jondae sendiri takut. Sebenarnya Jongdae juga merupakan anggota geng, namun ia enggan membuat masalah disekolahnya.
"Kau dan aku" ulang Xiumin pelan. Jongdae mengangguk lalu meraih tangan Xiumin yang selama ini sangat jauh. Jongdae tak pernah berfikir sejauh ini sampai bisa menggenggam tangan Xiumin. Bisa bertemu dan berbicara dengan Xiumin seperti waktu itu saja ia sudah sangat senang. Tapi sekarang? Ia sangat dekat dengan Xiumin! Begitupun rumahnya. Bahkan sekarang ia bisa mengajak Xiumin berangkat bersama
.
.
"Tao~" Kris merayu namja bermata panda disebelahnya yang lebih memilih memainkan ponselnya daripada berbicara dengan Kris. Ingat insiden Kris terlambat menjemput Tao? Entah kenapa tiba- tiba Tao mengungkitnya dan namja panda itu memutuskan tidak berbicara dengan Kris sampai sekarang
"Gege kau berisik sekali" Tao memasangkan headsetnya untuk meredam suara Kris dari pendengarannya
Kali ini Kris diam. Ia sudah menyerah. Mana ia tahu bahwa Tao yang lucu dan manja bisa sekeras ini jika sedang marah?
Hanya suara orang orang yang sedang tertawa, berbicara dan memekik nyaring karena mereka berada didekat wahana Gyro Swing. Wahana ayunan kincir yang cukup menguji adrenaline.
"Ge" tiba- tiba Tao menepuk bahu Kris yang diam dan fokus pada tablet dihadapannya. Sepertinya ia sedang bekerja karena ia terlihat sangat serius. Kris tak mengindahkan tepukan pelan di bahunya membuat Tao emosi. Tadi Kris berusaha berbicara dengannya, tapi sekarang Kris tak memperdulikannya. "Ya Gege! Kau bekerja?!" pekik Tao emosi karena Kris tak juga memperhatikannya.
"Eh Tao? Kau sudah mau berbicara denganku?" balas Kris sambil mematikan tabletnya
"Aniyo. Lanjutkan saja" Tao mempoutkan bibirnya sambil melipat tangannya di dadanya karena ia kesal
"Ooh. Baiklah. Kalau kau sudah mau bicara denganku, panggil saja" Kris menyalakan tabletnya lagi
"Gege! Kenapa kau sangat menyebalkan eoh?!" rutuknya lagi. Kenapa Kris begitu tak peka?
"Eh? Waeyo? Kan kau yang tak mau berbicara denganku?" Tanya Kris heran
"Itukan... Aku kan..." Tao langsung terdiam tak tahu harus berkata apa lagi
"Kau ingin bermain kan?" Kris memotong kata- kata Tao karena ia terlalu lama (menurut Kris)
"Ne! Aku ingin bermain Gyro Swing!" Tao menunjuk wahana yang berdiri tepat dibelakang mereka itu
"Kau yakin kau tak takut? Jika kau menangis diatas sana nanti, aku pasti sangat malu"
"GEGE!"
.
.
.
'JADI BEGITU. LALU DARIMANA KAU TAHU KALAU AKU HILANG?' eja Kyungsoo pada Kai yang duduk disebelahnya karena Kai baru saja menjelaskan alasan kenapa Kai ada disana.
"Entahlah. Aku melihat mereka semua tanpa kau disana. Perasaanku berkata bahwa seharusnya kau ada disana. Aku langsung berlari mencari kau saat Luhan bilang seharusnya kau ada disana" balas Kai sejujur- jujurnya. Kyungsoo menunduk. Ia merasa diperhatikan dan dikhawatirkan oleh Kai. Entah kenapa perhatian dari Kai mempercepat kerja jantungnya. "Kau sendiri, kenapa bisa terpisah hyung?" Tanya Kai balik
'AKU PERGI KE TOILET TANPA BILANG DULU, SAAT AKU KEMBALI, MEREKA TAK ADA' eja Kyungsoo pelan
"Lain kali jangan seperti itu hyung. Kau membuat semua orang khawatir" Kali ini Kai memberanikan diri mengelus surai lembut milik Kyungsoo
'AKU TAHU. MAAFKAN AKU' Pribadi asli Kyungsoo timbul. Ia merasa bersalah namun ia merasa tenang karena Kai ada di sampingnya. Sentuhan Kai di rambutnya juga menenangkan dan sekaligus membakar pipi chubbynya hingga menimbulkan warna merah samar di pipinya
"Tak perlu meminta maad. Kesalahanku padamu terlalu besar dan aku tak pantas menerima permintaan maaf darimu hyung" ucap Kai. Ia sadar siapa dia dan apa perannya di hidup Kyungsoo 'dulu'. Kyungsoo tetap diam dan menunduk menikmati tiap sentuhan tangan besar Kai di rambut halus coklatnya. "Ayo bermain" Kai berdiri lalu mengulurkan tangannya pada Kyungsoo. Kyungsoo menjawab uluran tangan Kai dengan tangan mungilnya.
.
"Kau mau naik apa hyung?" tanya Kai menatap Kyungsoo dengan tangan yang menggenggam tangan mungil nan putih Kyungsoo. Kyungsoo berpikir sebentar sambil mengetukkan jari telunjuknya ke dagu
'BIANGLALA?' Kyungsoo memberi saran. Kai mengangguk setuju
"Ayo! Aku malas mengantri terlalu lama" Kai menarik tangan Kyungsoo sambil berlari
Kedua namja tampan itu berlari bersama menuju bianglala disana. Entah keberuntungan atau Tuhan sengaja membiarkan antrian disana sepi sehinngga mereka dapat langsung masuk kedalam bianglala. Kyungsoo terlihat sangat senang saat ini. Matanya berbinar melihat kearah luar. Bianglala belum naik terlalu tinggi tapi namja mungil itu sudah terlihat sangat senang.
"Kau senang?" tanya Kai. Senyumannya tak bisa luntur melihat namja yang ia sayangi sesenang ini. Kyungsoo mengangguk senang. "Benarkah?" tanyanya lagi. Kyungsoo hanya mengangguk lagi sambil tersenyum lalu menatap keluar jendela. Posisi mereka sudah hampir di puncak bianglala. "Hyung" panggil Kai pelan. Kyungsoo tak menghiraukannya dan masih menatap keluar. "Hyung!" Kai sedikit berteriak sangat ini. Kyungsoo langsung duduk dan menatap Kai dengan tatapan bingung. "Kenapa kau sangat sempurna?" tanya Kai serius. Kyungsoo menunduk lalu tersenyum miris
'AKU BISU. AKU CACAT KAI' ejanya masih dengan senyuman mirisnya
"Kata siapa? Kau tidak bisu. Kau berbicara dengan tanganmu hyung" jawab Kai
'KATA KAU' Kyungsoo mengakhiri ejaannya dengan senyuman miris lagi
"A-aku. Mmmaafkan aku. D-d-dulu aku-"
'TERLALU MENCINTAI LUHAN. AKU TAHU' ejanya cepat memotong kata- kata Kai. Kyungsoo lagi- lagi tersenyum miris. Nasibnya memang tak bisa dikatakan beruntung walaupun wajah rupawan, otak yang pintar dan keluarga berkelimang harta
"Mianhae" lirih Kai. "Cinta membutakanku" lanjutnya pelan
'ITUKAH YANG TERJADI PADAMU SEKARANG?' ejanya Kyungsoo
"Mmaksudmu?" Kai kaget dengan apa yang Kyungsoo eja. Batinnya menimang- nimang apakah Kyungsoo tahu bahwa Kai menyukainya
'KAU MENYUKAI SEHUN KAN?' ejanya yakin
"Bodoh" hanya itu yang Kai katakan. Kyungsoo membulatkan matanya mendengar kata- kata Kai. Ia tak mengerti. "Jangan bulatkan matamu seperti itu hyung. Kau membuatku ingin menerkammu" ucapnya lagi. Kyungsoo masih bertahan dengan mata bulatnya. "Oh baiklah. Matamu memaksaku mengatakannya" Kai menghela nafasnya memberi jeda antara kalimatnya "Jika aku menyukai Sehun, tak mungkin aku repot- repot khawatir mencarimu"
Mata Kyungsoo makin membulat
"Lalu, untuk apa aku bersusah payah mengerti bahasa isyaratmu? Untuk memiliki waktu dengan Sehun? Ayolah, aku sekelas bahkan sebangku dengannya"
Kyungsoo tak mengerti
"Jadi, kau paham siapa orang yang kusukai? Orang yang membuatku berubah seperti sekarang?"
Kyungsoo mengerjapkan matanya. Ia mengerti maksud Kai sekarang
'TAPI AKU BISU KAI' Kyungsoo mencoba mengingatkan Kai siapa yang ia sayangi
"Aku tak peduli hyung. Aku sudah bilang aku menyesal. Aku merasa bodoh karena baru menyadari keindahanmu yang sudah terpancar sejak lama. Pantas saja Luhan dan Suho hyung menyukaimu" ucapnya lagi
'AKU TAK BISA BICARA' Kyungsoo masih mengingatkan Kai
"Kau berbicara dengan tanganmu! Kenapa kau selalu merasa rendah hyung?" Kai frustasi kali ini
'KARENA KAU SELALU MERENDAHKANKU' Kyungsoo menyerang Kai dengan kata- katanya
"H-hyung" Kai tak bisa berkata- kata lagi. Kyungsoo sudah menyuruhnya diam dengan cara menggelengkan kepalanya
'TERIMAKASIH MAU MENCINTAIKU' ejanya sebelum bilik bianglala mereka benar- benar berada di dasar dan berhenti. Kyungsoo keluar dari bianglala dan berjalan pergi
"Apakah itu yang selalu kau katakan pada orang yang mencintaimu?" tanya Kai yang sudah berdiri dibelakang Kyungsoo. Kyungsoo langsung diam lalu membalikkan badannya
'YA. SETIDAKNYA SETELAH AKU TAK BISA BICARA' ejanya. Entah kenapa setiap Kai melihat Kyungsoo menjelekkan dirinya, ia merasa sangat amat bersalah telah menghancurkan hidup namja mungil dihadapannya sekarang. Ia merasa seolah ejaan Kyungsoo mencabiknya dab mengungatkannya terhadap perlakuan buruk yang pernah ia lakukan
"Ayo kita beli bubble tea. Aku haus" Kai mengalihkan topik pembicaraan yang menyesakkannya saat ini. Namja berkulit tan itu merangkulkan lengan kekarnya ke leher kecil Kyungsoo lalu mengajaknya berjalan bersama. Setidaknya untuk menolak atau menunda rasa canggung. Kyungsoo mengangguk mengiyakan lalu membiarkan langkah Kai membawanya dan lengan Kai menguncinya. Satu yang Kyungsoo rasakan saat ini
Aman
.
.
.
Kedua namja itu terlihat manis. Mereka tertawa sambil meminum bubble tea masing- masing di tangan mereka. Mereka tertawa walaupun yang terdengar hanya suara satu dari mereka berdua
"Setelah ini pergi kemana hyung?" tanya Kai setelah meminum habis bubble teanya. Kyungsoo menggeleng
'AKU INGIN PULANG SAJA'
"Pulang? Kita baru mencoba satu wahana"
'AKU BISA KESINI KAPANPUN. JIKA KAU TAK MAU PULANG, AKU BISA PULANG SENDIRI. KAU HANYA PERLU MEMBANTUKU DENGAN CARA MEMBERITAHU KRIS HYUNG DAN YANG LAINNYA'
"Pulang sendiri? Aku tak akan membiarkanmu. Ayo kita pulang" Kai menarik tangan Kyungsoo membawanya keluar taman bermain besar itu. "Kau bawa mobil?" tanyanya. Kyungsoo menggeleng. "Aku juga tidak, kalau begitu kita naik bus saja" usul Kai. Kyungsoo mengangguk lagi
.
.
Kai dan Kyungsoo diam selama perjalanan mulai dari bus station sampai kedalam bus. Ditambah lagi Kyungsoo yang tertidur pulas dengan bahu Kai sebagai bantalnya. Kyungsoo tidur dengan sangat nyaman di bahu Kai yang lebih tinggi daripada miliknya. Kai merasa senang karena kehangatan dari kepala Kyungsoo menjalar di bahunya dan mengakibatkan jantungnya bekerja lebih cepat. Wajah damai Kyungsoo menenangkannya dan surai lembut Kyungsoo membelai bahunya yang tertutup t-shirt itu. Kai mengelus rambut lembut Kyungsoo lalu tangannya menelusuri pipi halus nan putih Kyungsoo. Darahnya berdesir aneh dan sebuah sensasi geli di perutnya muncul saat tangannya menyentuh bibir penuh Kyungsoo.
'Bagaimana caranya aku mendapatkanmu hyung?' batinnya. Ia sudah merasa tak pantas untuk Kyungsoo. Namja mungil disebelahnya ini terlalu baik dan sempurna untuknya. Kai tak habis pikir bagaimana caranya namja sekecil dia bisa menarik perhatian Kai masuk kedalam dunianya secara tiba- tiba.
Kyungsoo memang kecil dan tak bisa bicara
Tapi pesonanya luar biasa.
.
.
"Hyung bangun" Kai menggoncangkan bahu Kyungsoo pelan karena bus sudah semakin dekat dengan bus station dekat rumah Kyungsoo
Kyungsoo terbangun di bahu Kai lalu mengerjapkan matanya sambil mengucek matanya imut. Ia menatap Kai kaget seolah- olah Kai menculiknya
"Mimpi indah?" tanya Kai sambil tersenyum. Kyungsoo menatap Kai dengan mata bulatnya dan mulut menganga. Ia masih bingung kenapa ia berada bersama Kai di bus menuju rumahnya. Kesadaran Kyungsoo belum terkumpul semua
"Lotte World, Kau mengajakku pulang" ucap Kai mencoba mengantar Kyungsoo ke dunia nyata. Kyungsoo pun menutup matanya erat lalu membukanya dan tersenyum sambil mengangguk
'GOMAWO KAI' ejanya dan Kai tersenyum tulus.
Bus berhenti. Kedua namja itu berjalan keluar dari bus lalu berjalan ke rumah Kyungsoo
'SUDAH DEKAT RUMAHKU. KAU PULANG SAJA' eja Kyungsoo karena merasa tak enak dengan Ka yang repot- repot mengantarnya
"Kau mengusirku?" Kai mengernyitkan dahinya. Kyungsoo menggeleng
'AKU MENYUSAHKANMU' ejanya lagi. Kali ini Kai yang menggeleng
"Aku membantumu dengan senang hati. Ayo cepat. Kau pasti lelah!" Kai menarik tangan Kyungsoo untuk berlari. Kyungsoo tak bisa berlari secepat Kai. Kakinya sangat pendek jika dibandingkan dengan milik Kai, karena dipaksakan, hasilnya adalah Kyungsoo yang berhenti dengan nafas terengah- engah. "Lelah?" Tanya Kai. Kyungsoo mengangguk sambil mengatur nafasnya
"Naik" Kai tiba- tiba berjongkok didepan Kyungsoo. Kyungsoo mengangkat alisnya heran. Ia tahu maksud Kai tapi ia tak tahu latar belakang Kai melakukan ini.
Do Kyungsoo, Jangan lupa.
Kim Jongin menyayangimu
"Aku tak mau kau lelah. Ayo naik" Kyungsoo naik kepunggung Kai dengan sedikit ragu. Kai mengangkat tubuhnya. "Kau ringan hyung. Apa hyungmu yang seperti raksasa itu tak pernah memberimu makan?" goda Kai yang membuat Kyungsoo memerah.
Ya Tuhan, suara degup jantung kedua namja itu mengalun keras bersamaan. Mungkin mereka bisa mendengar suara degup jantung satu sama lain saling bersahutan. Posisi mereka sangat dekat, bahkan menempek. Dulu, mereka juga pernah lebih dekat dari ini. Lebih intim bahkan. Namun tidak semanis ini. Yang dulu lebih terkesan ganas dan panas namun tanpa didasari rasa cinta. Mungkinkah kali ini didasari rasa Cinta?
Kyungsoo sering kali memukul pelan punggung atau bahu Kai karena Kai tak berhenti menggodanya dengan mengatakan gombalan- gombalan (yang menurut Kyungsoo) garing namun dapat membuat pipinya menghangat yang berefek warna pink manis di pipinya. Kyungsoo merasa nyaman berada di gendongan Kai. Ia tak pernah tahu sisi Kai yang seperti ini. Yang ia tahu, Kai adalah anak nakal yang sangat suka membullynya dan tertawa sinis mengejeknya. Bukan Kai yang lembut dan tertawa manis untuknya.
"Hyung" Kai berbicara lagi. "Aku masih merasa bersalah" bisiknya. Kyungsoo mendekatkan kepalanya untuk mendengar lebih jelas apa yang Kai katakan. Dengan demikian, suara degup jantung Kai yang menggemuruh sampai dengan samar di pendengarannya
'Ia tak berbohohng' batin Kyungsoo
"Aku merasa terlalu jahat padamu. Apakah kau benar- benar memaafkanku? Aku takut kau hanya berpura- pura agar aku tak mengganggumu lagi hyung" Kai berkata pelan
Kyungsoo mengangguk lalu memajukan satu tangannya agar Kai bisa melihatnya
'AKU SERIUS. AKU MEMAAFKANMU. KAU TEMANKU' eja Kyungsoo. Perasaan Kai terasa lega. Ia percaya bahwa Kyungsoo telah memaafkannya sekarang.
"Jadi, aku punya kesempatan seperti teman- temanmu yang lain?" Kai mengeraskan volume suaranya
'TIDAK. KAU TERLALU HITAM' eja Kyungsoo mengejek Kai lalu terkekeh
"Ya hyung! Apa kau mau kujatuhkan disini?" Kai menghentikan langkahnya
'JATUHKAN SAJA. RUMAHKU HANYA TINGGAL TIGA LANGKAH' Kyungsoo melompat turun dari gendongan Kai lalu berlari kecil kerumahnya lalu menoleh ke Kai yang menatapnya aneh. Kyungsoo membiarkan tatapan aneh Kai lalu memilih masuk kedalam rumah besarnya selama Kai diam disana sambil memegangi dadanya
'Dia sangat indah Ya Tuhan. Maafkan aku pernah menyakitinya' pikirnya lalu ia berlari menyusul Kyungsoo kerumahnya. Dan ternyata, Kyungsoo sengaja menyuruh satpamnya tetap membuka pintu sampai Kai masuk
"Terimakasih" ucap Kai pada satpam yang menggunakan name tag Bang Yongguk. Penampilannya berbeda dengan yang lainnya, pakaiannya lebih eksklusif. Mungkin ia adalah kepala penjaga. Yongguk tersenyum lalu menutup pintu gerbang rumah Kyungsoo.
Saat namja berkulit tan itu masuk ke rumah Kyungsoo, sang pemilik rumah terlihat sedang berjongkok di depan kandang anjing. Ia sedang mengelus- elus anjing berjenis Shetland Sheepdog berwarna perpaduan putih dan coklat moda itu dengan sayang. Kyungsoo memberi beberapa aba- aba sehingga Shetland itu berdiri lalu berguling- guling karena Kyungsoo menggelitik perutnya. Kai melihat Kyungsoo dengan tatapan senang. Kai memandang Kyungsoo dan anjingnya secara bergantian. Jika Kyungsoo sedang berjongkok seperti itu, perbedaan besar tubuhnya dengan anjingnya terlihat sangat sedikit. Tubuh mungil Kyungsoo membuat Kai ingin melindunginya. Tak seperti dulu saat Kai menghancurkannya.
Kyugsoo melambaikan tangannya memanggil Kai yang hanya diam disana. Kai berlari kecil menuju Kyungsoo lalu berjongkok disebelah Kyungsoo yang masih sibuk menggelitik perut anjing besar pintar didepannya
'BOLEHKAH AKU MINTA TOLONG?' eja Kyungsoo tiba- tiba
"Kenapa tidak? Minta tolong apa?" jawab Kai
'TOLONG MINTAKAN FRISBEE DAN TULANG KARET MILIK Buzz'
"Buzz?"
'NAMA ANJINGKU'
Kai hanya membentuk o dengan mulutnya lalu bangkit untuk meminta mainan anjing yang Kyungsoo maksudkan ke maid Kyungsoo yang berada tak jauh dari mereka. Tak butuh waktu lama bagi maid Kyungsoo untuk mengambil mainan yang Kyungsoo maksudkan. Maid itu memberi Kai dua mainan. Yang satu berbentuk seperti piring namun ditengah- tengahnya terdapat lambang telapak kaki anjing dan di bagian lainnya terdapat cetakan bertuliskan 'Buzz' begitupun dengan mainan yang satunya, mainan itu berbentuk seperti tulang namun mainan itu lunak dan terbuat dari karet.
.
.
.
Kyungsoo sedang melemparkan lempengan piring yang disebut frisbee itu ke arah Buzz dengan sangat lihai. Lemparan Kyungsoo melengkung dan terbang dengan sempurna kearah Buzz. Buzz menangkapnya lalu berlari kearah Kyungsoo dan memberikan frisbee itu pada sang majikan. Kyungsoo mengelus Buzz lalu melemparkan frisbeenya lagi. Begitu seterusnya.
Kai yang memilih diam dan menikmati pemandangan indah didepannya tersenyum kecil melihat Kyungsoo yang tertawa begitu puas. Kai memandang Kyungsoo lekat. Matanya hanya terkunci dengan Kyungsoo yang sedang tertawa dan bermain dengan Buzz.
"KAI AWAS!" tiba- tiba ada suara teriakan dari arah gerbang. Belum sempat Kai menoleh,
DUKK
Frisbee Kyungsoo mengenai kepalanya. Kai menjatuhkan tubuhnya diatas rumput lalu tiba- tiba Kyungsoo dan Buzz datang, orang yang tadi berteriak juga datang. Ternyata yang berteriak itu Tao, Tao datang dengan teman yang lainnya. Termasuk Xiumin, Jongdae, Baekhyun dan Chanyeol.
Kyungsoo meminta maaf pada Kai dengan bahasa isyarat tangannya selama Kai mengangguk lalu terduduk sambil memegang kepalanya yang terasa pening. Terdengar dengan jelas suara tawa dari Xiumin dan Baekhyun dari dekat pagar. Ia merasa sangat malu. Baekhyun dan Xiumin pasti akan mengatainya habis- habis setelah insiden ini.
"Aku juga pernah dilempar Kyungsoo frisbee seperti itu. Rasanya sangat sakit karena lemparan Kyungsoo sangat keras bukan? Makanya jangan melamun didekat Kyungsoo yang sedang bermain bersama Buzz" ucap Kris
"Engghh. Mereka, untuk apa disini?" Kai mengalihkan topik pembicaraan sambil menunjuk Xiumin dan Baekhyun yang masih tertawa geli namun sekarang sambil berjalan kearah Kai
"Kan kami sudah berteman" jawab Luhan. Yang datang dengan dua orang maid dibelakangnya yang sudah membawa nampan yang masing- masing berisi enam gelas minuman
Kai mengangguk lalu berdiri dibantu dengan Kyungsoo yang masih memasang raut wajah menyesal. Berbeda dengan kesepuluh orang lain yang tertawa dan menahan tawa melihat tingkah dan ekspresi konyol Kai
Setidaknya, mereka semua sekarang tidak lagi terikat dalam hubungan permusuhan tapi pertemanan
Terimakasih untuk Kyungsoo yang hilang
dan, Terimakasih untuk Kai yang menemukannya
.
.
.
.
.
.
TBC
Yeeeeyy Tiap couple udah ada momentnyaa XD
Kai juga udah confess ke Kyung;-;
RnR ya lagi butuh banyak ide^_~
