author: ruccrys

I'm Sorry

MainCast:

Kyungsoo, Kai

.

Boys Love don't like don't read!

no plagiarism, no siders

[isyarat tangan Kyungsoo di italic]


"Eh? Ada apa hyung?" tanyanya. Kyungsoo masih terdiam sambil membungkuk mengatur nafasnya dan menumpu tubuhnya menggunakan kedua tangannya di lutut.

'AKU SIAP KAI. AKU SIAP' ejanya masih dengan nafas terengah. Senyuman mengembang di wajah Kai. Ia segera menarik tubuh mungil Kyungsoo kedalam dekapannya

"Saranghae hyung saranghae!"

.

.

.

Seperti biasa, tubuh mungil Kyungsoo selalu pas dalam dekapan Kai. Saat tangan Kai melingkar ditubuhnya, rasanya hangat. Seolah dipeluk oleh ribuan pasang sayap kupu- kupu di sekujur tubuhnya. Rasanya hangat dan nyaman.

"Kau tak sedang berbohong kan hyung?" bisik Kai. Ia merasakan gelengan di pelukannya yang membuat Kai mengeratkan pelukannya. Tak hentinya ia membisikkan kata- kata "Saranghae hyung saranghae" itu membuat Kyungsoo tenang. "Ayo kuantar pulang" ucapnya sambil melepaskan pelukannya lalu menggenggam tangan Kyungsoo. Dilihatnya Yongguk dan para penjaga lainnya yang tadi mengejar Kyungsoo. Mereka tersenyum hangat pada Kai lalu berlari kembali ke rumah Kyungsoo. "Bukankah tadi kau tidur? Kenapa terbangun?" tanya Kai

'ENTAHLAH. TIBA- TIBA AKU BANGUN' eja Kyungsoo

"Oh iya hyung, mulai besok kau tidak usah membawa mobil kesekolah. Biar aku yang mengantar dan menjemputmu kesekolah. Arraseo?" Kyungsoo mengangguk menjawabnya dan Kai tersenyum sambil mengacak rambut Kyungsoo. Ia berjanji akan menjaga Kyungsoo dan tak akan menyentuh namja manis ini sampai waktunya tiba. Ia berjanji akan menjaga kebersihan kekasihnya ini.

.

.

Skip Time

.

.

"CHUKKAEYOOO!"

Kyungsoo menutup telinganya selama Kai tersenyum aneh saat teman- teman mereka meneriakkan selamat kepada mereka.

"Aku tak menyangka akan kalah dari seorang Kim Jongin" kekeh Luhan. "Bagaimana bisa kau membuka hati Kyungsoo eoh?" tanyanya

"Tanyakan saja kepada kekasihmu. Dia yang membantuku selama ini" jawab Kai puas. Semuanya langsung menatap Sehun dengan tatapan bingung.

"Yang pasti tidak sehebat aku mendapatkan Luhan hyung atau mungkin Suho hyung mendapatkan Yixing" ucap Sehun santai. Semuanya berganti menatap Suho

"Kau dan Yixing-?" tanya Luhan. Bahkan sepupunya tak pernah menceritakan apapun padanya apalagi mengenai Suho

"Tao dan Kris hyung juga!" Suho membela diri. Semuanya terlihat kaget kecuali Kyungsoo yang masih santai meminum milkshake strawberrynya. Kali ini semuanya menolehkan kepalanya menatap Tao dengan tatapan apa-itu-benar?

"Apa?" tanya Tao polos. "Kami hanya makan siang bersama. Itupun bersama Suho dan Yixing ge. Tak mungkin kan kami berpacaran?" ucapnya menutupi.

'JELASKAN TENTANG KRIS HYUNG YANG PULANG DENGAN SENYUMAN ANEH' eja Kyungsoo sambil tersenyum puas

"Jelaskan tentang Kris Hyung yang pulang dengan senyuman aneh" Kai menerjemahkan ejaan Kyungsoo karena beberapa dari mereka tidak mengerti bahasa isyarat Kyungsoo.

"Err- itu mungkin Kris ge sedang-" Tao kehabisan kata- kata. Matilah sudah.

"Kena kau Zitao" ucap Chanyeol sambil bersmirk

"Baiklah, berhubung Kris hyung dan Kyungsoo baru saja berpacaran, jadi hari ini kita semu kerumah Kyungsoo! Otte?" tawar Luhan seenaknya

"SETUJU!" teriak mereka kecuali Kyungsoo dan Tao yang hanya membulatkan mata mereka

.

.

.

"Hyung, hari ini anak- anak benar- benar akan main ke rumahmu?" tanya Kai. Kyungsoo mengendikkan bahunya sambil menghela nafas pasrah. "Pasti akan sangat berisik. Bagaimana jika kita berjalan- jalan terlebih dahulu?" tawar Kai. Kyungsoo menoleh lalu menatap Kai dengan wajah berbinar lalu mengangguk antusias. Kai tersenyum manis lalu mengacak rambut Kyungsoo dan mengecup puncak kepalanya. "Kajja"

Kyungsoo mengangguk kikuk dengan pipi merona.

"Silahkan masuk princess" Kai membukakan pintunya dan mengijinkan Kyungsoo masuk. Kyungsoo memukul pelan pundak Kai sambil menggumam 'aku ini namja!' tapi Kai tak dapat menangkapnya dengan baik karena sibuk mengatur detakan jantungnya yang tak karuan. "Mau kemana hyung?" tanya Kai

'TERSERAH KAU SAJA' eja Kyungsoo

"Hmm, ke mall saja bagaimana?" usul Kai

Kyungsoo mengangguk menyetujui dan Kai mengarahkan mobilnya menuju ke Shinsegae Department Store.

Keadaan di mobil Kai saat itu sangat tenang, hangat dan nyaman. Tak seperti biasanya disaat aura aneh mencekam menyelimuti mobilnya saat ia bersama Kyungsoo disana. Hanya terjadi kecanggungan dan kebisuan diantara keduanya. Namun sekarang tidak, setelah resmi sebagai sepasang kekasih, keadaan berubah 180 derajat. Kyungsoo jadi jauh lebih lembut dan menerima Kai tak seperti dulu saat ia masih terlihat 'takut' pada namja berkulit tan tersebut.

"Apa yang ingin kau lakukan hyung? Berbelanja?" tawar Kai. Kyungsoo terlihat sedikit berpikir sebentar. Lalu namja imut itu menggenggam tangan Kai. Kai sempat kaget karena namjachingunya ini sangat jarang memulai skinship dengannya. Kyungsoo menarik tangan Kai menuju stand ice cream yang kecil di dekat pintu masuk. "Kau ingin ice cream?" tanya Kai. Kyungsoo menggeleng. Tangannya ia kerahkan ke segerombolan anak- anak yang menjadi juru parkir tidak resmi disana. "Maksudmu?" Kai tak mengerti

'MEREKA PASTI LELAH' Kyungsoo seolah memberi teka- teki. Kai menautkan alisnya.'AYOLAH JONGIN. APAKAH KAU TIDAK PEKA?' ejanya lagi.

"Oohh. Memberikan mereka ice cream? Apa kau yakin?" tanya Kai meyakinkan. Kyungsoo mengangguk mantap

'AKU, TAO, LUHAN GE, DAN SUHO HYUNG SERING MELAKUKANNYA' eja Kyungsoo. 'BOLEH KAN?' Kyungsoo menatap Kai dengan puppy eyenya. Kai tersenyum lembut lalu mengacak rambut Kyungsoo lagi. Entah sejak kapan mengacak rambut Kyungsoo menjadi hobi baru untuk namja tampan berkulit tan ini.

"Kajja. Aku yakin mereka akan senang" Kai menarik tangan Kyungsoo. Kyungsoo mengikuti Kai sambil melompat antusias layaknya anak kecil. Kai hanya tersenyum kecil melihat tingkah namja chingunya.

Mereka telah berada didepan stand ice cream. Seorang yeoja penjaga stand keluar sambil mengelapkan tangannya di baju.

"Eh Kyungsoo? Datang lagi? Wah siapa namja ini? Kekasih barumu? Dimana Luhan, Tao dan Joonmyeon? Kenapa Kau tidak bersama mereka? Oh iya, mau pesan apa? Aduh bodohnya aku, pasti kau ingin membelikan anak- anak itu ice cream lagi kan? Atau ice cream untuk kekasih barumu? Waah aku tak menyangka" ucap yeoja itu panjang lebar

'BERTANYA SATU PERSATU SUNYOUNG, AKU BINGUNG' eja Kyungsoo. Yang ada di pikiran Kai adalah, apa yeoja bernama Sunyoung itu mengerti ejaan Kyungsoo?

"Hahahaa mianhae Kyungsoo. Sudah lama tak bertemu membuatku merindukan kalian. Oh iya beberapa hari yang lalu Jinri-ssi datang kesini dan melakukan hal yang sama seperti yang biasa Kau dan temanmu lakukan loh!" cerita Sunyoung antusias. Kyungsoo membulatkan matanya dan Kai menatap Kyungsoo bingung. Apa ada yang salah dengan Jinri?

'DIA TIDAK TAKUT?' eja Kyungsoo lagi

"Molla. Dia terlihat bahagia. Aku saja kaget dan awalnya ingin mencegahnya" balas yeoja bernama Sunyoung itu sambil menyiapkan ice cream untuk Kyungsoo. Tanpa memesan pun, Sunyoung tahu kebiasaan Kyungsoo yang suka membelikan anak- anak terlantar ice cream vanilla dengan kismis diatasnya. Dikemas didalam cup berwarna biru langit dan sendok plastik berwarna merah muda.

"Ehm, permisi. Memangnya Jinri-ssi kenapa?" tanya Kai. Rasa penasarannya sudah memuncak di ubun- ubun kepalanya dan harus segera ditumpahkan

"Ooh itu, dia memiliki trauma terhadap anak- anak atau orang- orang gelandangan. Kau tahu, tragedi Myungsoo?" ucap Sunyoung pelan dan cenderung ragu karena air wajah Kyungsoo berubah.

'NE. JIKA AKU KEHILANGAN SUARAKU, JINRI TRAUMA BERAT' eja Kyungsoo. Sangat pelan dan lemah.

"Ohh, umm mianhae Kyungie hyung. Aku tidak bermaksud mengingatkanmu akan kejadian-"

"Ice creamnya sudah siap! Ayo kita pergi kesana!" Sunyoung memotong kara- kata Kai karena takut arah pembicaraan ini jadi semakin tegang.

"Kita?" tanya Kai. Apa maksudnya, Sunyoung juga ikut?

"Ne, kau tak mau aku ikut? Hnn baiklah. Ini ice creamnya" Sunyoung menyerahkan sekotak ice cream itu ke tangan Kai dengan wajah kecewa.

"Eehh bukan begitu tapi-"

"Sudahlah, aku tak ingin mengganggu kencan pertama Kyungsoo dengan kekasih barunya" yeoja bertubuh mungil itu menggoda Kyungsoo

'YA SUNYOUNG!' eja Kyungsoo lalu memukul kepala Sunyoung pelan

"Hahahaa aku bercanda Soo. Selamat bersenang- senang, eh siapa namamu?" tanyanya

"Jongin, Kim Jongin tapi biasa dipanggil Kai" ucapnya

"Ohh arra. Salam kenal Kai, aku Park Sunyoung tapi terkadang aku dipanggil Luna. Senang bertemu denganmu" ucapnya sambil tersenyum manis

"Nee senang bertemu denganmu juga Luna-ssi" Kai membungkuk lalu mengambil kotak ice cream tersebut dan melangkah menuju anak- anak terlantar tersebut bersama Kyungsoo dibelakangnya.

.

.

"Hyung, bagaimana memulainya?" bisik Kai. Anak- anak terlantar tersebut sedang duduk dibawah pohon rindang sambil mengipaskan tangannya karena udara yang sangat panas.

'PANGGIL SAJA NAMA MEREKA LALU BILANG ADA ICE CREAM' eja Kyungsoo

"Kau yakin?" tanya Kai ragu. Kyungsoo mengangguk mantap. "Arraseo" Kai menarik nafasnya seolah akan melakukan sesuatu hal yang istimewa dan luar biasa untuk pertama kali dalam hidupnya

"HEY KALIAN! AKU MEMBAWA ICE CREAM!" teriak Kai. Anak- anak itu segera menoleh dan menatap Kai bingung. Kai menatap mereka balik dengan pandangan yang sulit diartikan. "Eh, Waeyo?" tanyanya. Anak- anak itu seolah tak peduli pada Kai. Kai hanya menghela nafasnya karena ia gagal.

Mengetahui Kai gagal, Kyungsoo memunculkan dirinya dari balik tubuh Kai dan melambai kearah anak- anak itu.

"Kyungsoo hyung datang!" teriak salah satu dari mereka. Yang lainnya segera menatap Kyungsoo antusias dan berlari kearah namja mungil bermata bulat itu dan memeluk perut Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum puas melihat mereka. Matanya membentuk bulan sabit dan bibirnya membentuk hati. Terlihat sangat cantik ditambah terpaan angin dan sinar matahari yang bersinar dibelakangnya. Kai tersenyum lembut, ia merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan Kyungsoo. Selain cantik, Kyungsoo memiliki hati yang benar- benar seperti malaikat. Mampu memaaafkan lebih dari 7 x 70 kali.

"Annyeong adik- adik, namaku Kai hyung, dan aku-" Kai terdiam sebentar menarik napas. "Kekasih Kyungsoo hyung" lanjutnya sambil tersenyum. Anak- anak tersebut menatap Kai kaget.

"Aku kekasih Kyungsoo hyung!" seorang yeoja kecil segera memeluk Kyungsoo posesif.

"Aniya! Aku kekasih Kyungsoo hyung!" timpal seorang yeoja lagi sambil memegang erat tangan Kyungsoo

"Hey! Jangan berebut! Kyungsoo hyung kan sudah punya kekasih! Nanti kalian tidak diberi ice cream oleh hyung yang hitam itu!" seorang namja melerai proses perebutan Kyungsoo tersebut. Kai hanya bisa sweatdropped karena namja mungil itu memanggil Kai dengan panggilan 'hyung yang hitam itu' sebegitu mengenaskannyakah kulitnya yang selama ini ia banggakan?

Kyungsoo terlihat tertawa melihat tingkah anak- anak ini. Kyungsoo lalu menggiring mereka kebawah pohon untuk memakan ice cream.

Anak- anak itu terlihat sangat bahagia menerima ice cream pemberian Kyungsoo, mereka tertawa bersama- sama bersama Kyungsoo dan Kai juga. Belum pernah Kai mengetahui sisi periang dari anak- anak jalanan seperti mereka.

"Oh iya, apakah kalian bersekolah? Dimana kalian tinggal?" tanya Kai

"Kami bersekolah di pagi hari dan bekerja di siang hari hyung. Kami tinggal di panti yang dibangun oleh Luhan hyung. Dan terkadang Kyungsoo hyung dan teman- temannya membantu membayar uang sekolah dan mengirim makanan untuk kami" jawab anak yang paling besar. Kyungsoo mengusak rambut anak itu dengan gemas.

"Oohh, lalu kalian tinggal bersama siapa?" tanya Kai lagi

"Bersama Choi Eonnie! Masakannya sangat enak loh!" seorang yeoja kecil menjawab dengan mulut penuh ice cream.

"Terkadang Kyungsoo hyung juga datang dan membantu Choi noona memasak!" timpal seorang namja

"Masakan Kyungsoo oppa sangat enak! Aku sayang Kyungsoo oppa dan aku akan menjadi istri Kyungsoo oppa nanti!" yeoja yang tadi memeluk Kyungsoo posesif berkata sambil mengangkat sendok ice creamnya tinggi- tinggi. Kai membulatkan matanya. Saingannya adalah yeoja berumur belasan tahun?

Kyungsoo menggelengkan kepalanya sambil terkekeh pelan lalu mengusak rambut yeoja itu. Yeoja mungil itu melanjutkan memakan ice creamnya dengan sangat cepat sehingga banyak yang menempel di sudut bibirnya. Kyungsoo lagi- lagi hanya menggeleng lalu membersihkan sisa ice cream tersebut dengan ibu jarinya. Yeoja muda itu. Yeoja itu menatap Kyungsoo malu dan pipinya berubah menjadi merah, Kyungsoo tersenyum gemas lalu mencubit pipi yeoja itu.

Kai menatap mereka tidak suka. Tingkah laku Kyungsoo terhadap yeoja itu sangat manis, jujur saja, Kai cemburu. Tapi namja berkulit tan itu menutupi kecemburuannya dengan tertawa dan bercerita dengan anak- anak yang lainnya.

Ayolah Kim Jongin, kau cemburu dengan yeoja ingusan?!

'JONGIN, KATAKAN PADA MEREKA UNTUK SEGERA PULANG. HARI SUDAH MULAI GELAP' eja Kyungsoo. Kai mengangguk

"Hey, hari sudah mulai gelap. Apa kalian tidak pulang?" tanya Kai

"Eh iya, nanti Choi Nuna khawatir. Ayo pulang teman- teman" ucap namja yang tertua. "Ucapkan terimakasih dan sampai jumpa pada Kyungsoo hyung dan Kai hyung!" pintanya

"Gomawo hyung! Annyeong!" ucap mereka bebarengan. Kyungsoo dan Jongin mengangguk sambil tersenyum senang.

.

.

.

"Aku tak pernah tahu temanmu sebanyak itu hyung" ucap Kai sambil menggandeng Kyungsoo masuk kedalam department store. Kyungsoo hanya mengendikkan bahunya. "Aku juga tak tahu bahwa fansmu seorang yeoja ingusan" goda Kai. Kyungsoo segera menatapnya lalu memukul bahunya dan mempoutkan bibirnya. Kai terkekeh melihat tingkah laku Kyungsoo. "Kau terlihat sangat manly disebelahnya hyung" goda Kai lagi.

Kyungsoo segera memukul- mukul Kai dengan brutal'AKU MEMANG MANLY TAU!' ejanya

"Tapi kau suka mempoutkan bibirmu seperti ini" Kai mempoutkan bibirnya meniru Kyungsoo

'YA! KAU MENJIJIKKAN KIM JONGIN!' eja Kyungsoo lagi lalu kembali memukuli Kai. Kai hanya mengaduh sambil tertawa pada Kyungsoo yang terlihat sebal dan wajahnya sudah memerah karena ulah Jongin.

.

.

.

"Dimana Jongin dan Kyungsoo? Sialan mereka pasti berkencan berdua" rutuk Suho

"Kenapa? Kau cemburu tak bisa berkencan dengan Yixing?" goda Chanyeol

"Ehh? Kenapa aku?" timpal Yixing

"Ayolah Yixing, kami sudah tahu semuanya. Tak perlu disembunyikan lagi" tambah Kris yang sedang berkutat dengan laptopnya. Seperti biasa, bekerja.

"Kami juga sudah tahu tentang kau hyung" teriak Sehun yang berada di sudut taman. Sekarang, mereka sedang berada di halaman belakang rumah Kris dan Kyungsoo. Bermain di taman dan pinggir kolam renang.

"Diam kau tuan pembaca pikiran!" teriak Tao

"Uuhh Luhannie hyung aku takut" Sehun berlari kecil dan duduk disebelah Luhan lalu berpura- pura bersembunyi dibalik punggungnya

PLETAK

Luhan justru memukul kepala Sehun. "Ayolah Hunnie kau bertingkah seperti anak kecil" ucap Luhan malas

"Yak hyung!" protes Sehun yang tak dipedulikan oleh Luhan.

.

"Kenapa sendirian disini eoh?" Jongdae mendudukkan dirinya disebelah Minseok yang duduk di pinggir kolam renang dan memasukkan kakinya kedalam kolam renang tersebut.

"Sendirian? Ada sembilan orang lagi bersamaku disini Jongie" jawabnya

"Tapi mengapa kau duduk sendirian disini? Lihatlah, yang lainnya mengobrol bersama" ucap Jongdae lagi

"Hmm entahlah. Tidak ingin bergabung saja" jawabnya singkat

"Kau lapar?"

'Oh ayolah Jongdae, aku membutuhkan perhatianmu!' - "Hmm mungkin"

"Mau makan? Aku akan mengantarmu kemanapun kau ingin" tuturnya. Xiumin menggeleng

"Bukankah kita disini untuk makan malam bersama yang lainnya? Lagipula kita hanya tinggal menunggu Kai dan Kyungsoo kan?"

"Tapi aku tak mau kekasihku yang chubby ini pipinya menjadi tirus hanya karena menunggu adik dan kekasih adiknya sendiri" Jongdae berdiri lalu mengulurkan tangannya. "Kajja" ucapnya sambil memasang senyum meyakinkan. Xiumin mengangkat alisnya sebelum tersenyum dan membalas uluran tangan Jongdae.

"Err kami pergi duluan ne! Salam untuk Kai dan Kyungsoo!" teriak Jongdae sambil menarik tangan Xiumin. Berlari kecil keluar rumah.

"Annyeong!" teriak Xiumin sambil berlari kecil mengikuti Jongdae.

"Pasangan yang aneh" Baekhyun menggeleng

.

.

.

"Hyung? Apa yang kau lihat?" Tanya Kai, kekasihnya sedang diam dan menatap ke satu titik dengan ekspresi O.O andalannya. Kai mengikuti arah pandang Kyungsoo yang berujung pada sebuah toko kecil yang menjual pernak- pernik yang bagus. "Kau mau melihatnya?" tanya Kai. Kyungsoo menatap Kai masih dengan mata bulatnya dan mengangguk senang. Ia langsung berlari ke toko itu dan melihat- lihat. Kai berjalan pelan menyusul Kyungsoo. Namja mungil itu sedang memperhatikan sebuah bracelet couple yang diletakkan didalam kotak kaca. "Kau mau?" tanya Kai. Kyungsoo reflek mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari bracelet tersebut. Terlihat benar- benar imut layaknya anak kecil.

Bracelet berbahan timah dengan kepangan berbahan kulit dibawahnya, dengan sebuah tali berwarna emas melingkari timahnya. Sangat indah. Setidaknya itu menurut Kyungsoo.

"Baiklah hyung. Sepertinya kau terlalu lelah hari ini" Kai menarik tangan Kyungsoo keluar dari toko tersebut. Kyungsoo kaget. Kai tidak membelikannya bracelet itu? Bukankah Kai sudah bertanya padanya apakah ia menginginkan bracelet itu atau tidak? Kai benar- benar membuat Kyungsoo bingung. "Kris hyung baru saja menelponku dan menyuruh kita untuk segera pulang. Ia bilang, semuanya menunggu kita untuk makan malam bersama" ucap Kai. Kyungsoo tidak menjawab apapun. Namja mungil itu hanya terdiam, tak ada niatan sedikitpun untuk menggerakkan tangannya untuk sekadar berinteraksi dengan kekasihnya.

Kai yang sedang menyetir sesekali menoleh kearah Kyungsoo yang diam di kursinya sambil mendengarkan lagu menggunakan headsetnya. Kai menghela nafas dan menarik satu headset Kyungsoo.

"Kau marah hyung?" tanyanya lembut. Kyungsoo menggeleng lalu hendak kembali memasang headsetnya sebelum tangan Kai menahannya. "Apa kau sangat menginginkan bracelet itu?" tanyanya lagi. Kyungsoo mengendikkan bahunya. "Mianhae hyung, aku terlalu memikirkan orang- orang dirumah tadi" sesal Kai. Kyungsoo masih diam. Dan akhirnya suasana mobil kembali sunyi.

Sampai di rumah Kyungsoo pun Kyungsoo tetap diam. Ia merasa sebal karena Kai lebih mementingkan teman- temannya daripada ia walaupun hanya sekedar untuk membeli sebuah bracelet. Kyungsoo masuk ke rumahnya dan segera ke taman belakang karena menurut Victoria, teman- temannya sudah menunggu disana.

Kyungsoo bergabung dengan teman- temannya yang ternyata sudah mencuri start melakukan barbeque party.

"Eh Kyungie. Kai dimana?" tanya Luhan yang berjalan mendekati Kyungsoo saat menyadari Kyungsoo datang dan duduk dengan malas di kursi taman. Kyungsoo mengendikkan bahunya malas. "Kalian bertengkar?" tanya Luhan lagi. Kyungsoo menggeleng lemah. "Lalu?" Luhan benar- benar ingin tahu masalah Kyungsoo kali ini.

'TIDAK ADA' eja Kyungsoo. Kyungsoo langsung bangkit dari kursi taman dan ikut menyibukkan diri dengan barbeque. Luhan hanya menatap sahabatnya itu bingung. Tak lama kemudian Kai datang dengan wajah lesu.

"Apa yang terjadi dengan mereka?" bisik Luhan.

"Biasa pasangan baru hyung" jawab Sehun yang tiba- tiba memeluk Luhan dari belakang.

"Y-ya! Sehunnieee" pekik Luhan kaget.

"Waeyo hmm?" goda Sehun

"K-kita kan juga pasangan baru" jawab Luhan gugup pipinya sudah mulai mengeluarkan semburat merah.

"Tapi aku sudah lama mencintaimu" Sehun menumpukan dagunya di bahu Luhan yang pipinya semakin memerah.

.

.

"Jadi, Kau bertengkar?"

"Eh?" Kai terkaget akan suara yang tiba- tiba muncul disaat ia melamun. "Bertengkar? Sebenarnya tidak juga sih" jawabnya kepada namja yang bertanya padanya.

"Lalu?"

"Err- jadi begini. Tadi dia tertarik dengan sebuah bracelet. Tapi karena terburu- buru aku segera menariknya keluar tanpa mempedulikan dia yang sepertinya sangat menginginkan bracelet itu"

"Bodoh"

"Ne aku tau hyung"

"Kau masih ingat tokonya dan bracelet yang ia inginkan bukan? Belikan saja untuknya. Aku yakin ia akan merasa sangat senang Kai"

"Err aku masih mengingat braceletnya. Memang sangat indah dan menarik. Tapi masalahnya, err aku tidak tahu tokonya" Kai menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

"Bodoh! Kenapa aku bisa memiliki sepupu sebodoh kau eoh?!"

"Dan Kau! Kenapa kau selalu cerewet eoh?"

"Itu kan karena kau Kim Jongin! Jika tidak bersamamu aku tak akan cerewet"

"Aku juga. Aku kan bodoh karena kau"

"YA! KIM JONGIN SIALAN!"

"BYUN BAEKHYUN BERISIK!"

"MWO?! AKU HYUNGMU KIM JONGIN!"

"LALU? APA PEDULIKU BYUN DAGING SAPI?!"

"BACONN!"

"TERSERAH KAU LAH DASAR DAGING SAPI!"

"YA! AWAS KAU KAI!"

"UUU AKU TAKUT"

.

"Selalu saja begitu" Suho menggelengkan kepalanya selama yang lainnya tertawa kecil melihat kekonyolan Kai dan Baekhyun. Termaduk, Kyungsoo

.

"Makanan sudah siap!" teriak Yixing sambil membawa beberapa piring barbeque dibantu oleh Suho

"Woaa aku sudah lapar!" teriak Baekhyun kegirangan

"Berisik" umpat Kai

"Apa masalahmu eoh" timpal Baekhyun lagi

"Kau itu-"

"CUKUP! Sekarang waktunya makan bukan bertengkar tuan Kim dan tuan Byun" ucap Kris menengahi. Kai dan Baekhyun hanya bisa diam seribu bahasa.

"Hyung, mau saus?" tawar Kai pada Kyungsoo yang duduk di sebelahnya. Kyungsoo tidak menjawab dan terus memakan daging panggangnya itu. Sebenarnya Kai cukup gemas terhadap tingkah Kyungsoo karena terkesan sangat manja dan kekanakan. Namun mau bagaimana lagi, Kai takut salah langkah jika menganggap Kyungsoo bercanda.

"Yakin tidak mau?" Kai belum menyerah

"..."

"Jika kau tidak mau, aku yang akan menghabiskannya loh" Oh ayolah, botol sausnya sangat besar dan tak mungkin Kai menghabiskannya sendirian

"..."

"Hyung, saus membuatmu lebih cepat tumbuh" Kyungsoo tidak bodoh Kai,

"..."

"Jika menggunakan saus kan enak hyung" Kai mengangkat garpunya

"..."

"Hyung, saus membuat bibirmu lebih sexy"

GREP

Kai bersorak dalam hati. Akhirnya Kyungsoo mau mengambil saus tersebut

DUK

Bagaikan terbang ke langit dan dijatuhkan lagi, ternyata Kyungsoo mengambil saus tersebut hanya untuk dijauhkan dari Kai. Kyungsoo meletakkan saus itu jauh dari jangkauan Kai.

.

.

Skip Time

.

.

DIN DIN

.

Kai menghentikan mobilnya didepan rumah sang kekassih. Berniat menjemput kekasihnya yang sangat ia sayangi tersebut.

"Kai?" Yongguklah yang menyambutnya bukan Kyungsoo

"Ne. Dimana Kyungsoo?" jawab Kai

"Tuan muda Kyungsoo sudah berangkat diantar Tuan Muda Kris tadi pagi" jawabnya.

"Mwo? Aissh anak itu. Gomawo ne hyung" Kai menutup jendela mobilnya lalu melesat pergi dari rumah Kyungsoo menuju ke sekolah. Yang ada dipikirannya adalah Kyungsoo. Sebegitu marahnya kah anak itu?

.

Kai memarkirkan mobilnya di tempat parkir sekolah. Keluar dari mobil dan berlari kecil kedalam sekolah. Meletakkan tas di kelas lalu melesat ke kelas Kyungsoo. Ia dapat melihat Kyungsoonya sedang tertidur pulas diatas mejanya disana. Kai tersenyum lalu berjalan mendekati Kyungsoo dan duduk di bangku milik Tao.

Ia menatap wajah tidur Kyungsoo yang sangat cantik. Menyibakkan poni namja bermata bulat itu yang menutupi wajahnya.

"Semarah itukah kau padaku hyung?"

Kai menidurkan kepalanya di meja Tao menghadap ke Kyungsoo.

"Bahkan kau sampai berangkat sangat pagi agar tidak bertemu denganku"

Tangannya ia buat memainkan rambut Kyungsoo yang terasa halus di tangannya.

"Kau pasti bangun sangat pagi agar bisa menghindariku. Buktinya Pororo yang satu ini tertidur di sekolah. Biasanya kau berada di kantin bersama teman- temanmu"

Sekarang tangannya mengelus rambut Kyungsoo dengan sayang.

"Mianhae karena aku tidak mengerti perasaanmu hyung. Mianhae"

ucap Kai final. Ia kembali melakukan kegiatan menatap Kyungsoo sampai puas.

Merasa waktu tidur Kyungsoo sudah cukup, Kai berniat membangunkannya. Ia menepuk- nepuk pipi Kyungsoo dengan lembut.

"Hyungie irreona" bisiknya. Kyungsoo masih tidak bergerak. "Hyung~ Ayo bangun" Kai menusuk- nusukkan jari telunjuknya ke pipi chubby Kyungsoo. Kyungsoo mulai menggeliat tidak nyaman. "Hyung irreona" Kai mengelus rambut Kyungsoo. Kyungsoo pun membuka matanya perlahan. Menegakkan duduknya dan mengucek matanya, mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang menusuk matanya. "Selamat pagi. Mimpi indah?" tanya Kai dengan senyuman.

Kyungsoo menatap Kai datar lalu mengendikkan bahunya. Sungguh, seperti anak kecil yang ngambek karena tidak dibelikan mainan atau ice cream oleh ibunya.

"Masih marah? Hmm mau bagaimana lagi. Aku hanya bisa berkata mianhae. Ayo pergi ke kantin" Kai berdiri lalu mengulurkan tangannya. Hanya berharap, siapa tahu Kyungsoo menyambutnya dengan hangat.

GREP

Kyungsoo menggenggam tangan Kai lalu berdiri. Senyuman Kai mengembang dan ia segera berjalan bersama Kyungsoo ke kantin.

.

.

"Woaa lihat uri Kai dan Kyungsoo sudah bisa melesaikan masalah mereka!" teriak Chanyeol melihat Kai dan Kyungsoo datang dengan bergandengan tangan. Kai hanya menghela nafasnya dan tidak menjawab. Begitupun Kyungsoo.

"Kenapa baru ke kantin?" tanya Jongdae

"Kyungsoo hyung tadi tertidur di kelas. Aku tak tega membangunkannya" ucap Kai. "Sepertinya ia sangat lelah" lanjutnya. Yang lainnya mengangguk mengerti walaupun sebenarnya bingung karena tak biasanya Kyungsoo tertidur di pagi hari seperti tadi.

"Kalian mau makan apa?" tanya Suho. Kai menggeleng

"Aku sudah kenyang" jawabnya.

"Kau Kyung?" Suho bertanya kepada Kyungsoo

'AKU JUGA KENYANG, MILKSHAKE SAJA' ejanya. Suho mengangguk lalu berdiri bermaksud membelikan sahabatnya itu milkshake.

"Jadi, ceritakan pada kami masalah kalian. Aku dan Jongdae sungguh ketinggalan berita" ucap Xiumin

"Siapa suruh kalian pergi saat itu" cibir Baekhyun

"Aku sudah terlalu lapar. Kai dan Kyungsoo tak kunjung datang" Xiumin membela diri

"Sudahlah" Jongdae melerai. "Jadi, apa masalah kalian?" tanyanya pada Kai dan Kyungsoo. Kyungsoo menggeleng polos selama Kai tak berhenti menatap Kyungsoo.

"Berceritalah" ucap Xiumin meyakinkan. Ia beralih menatap adiknya. Kai membalas tatapan Xiumin dengan tatapan sendu lalu menggeleng.

"Kalian berjuang keras untuk saling mendapatkan satu sama lain. Tapi kalian kalah oleh pertengkaran kecil? Kurasa itu tidak mungkin" ucap Jongdae.

"Ne. Benar kata Jongdae. Kalian tidak boleh egois dalam menjalani suatu hubungan. Kalian harus saling mengerti satu sama lain dan membuang ego kalian jauh- jauh. Kalian harus memikirkan perasaan kekasih kalian. Jangan hanya perasaan kalian. Itulah yang disebut sepasang kekasih" timpal Baekhyun. Anak ini memang selalu bijak jika menyangkut Kai.

Kai hanya bisa tersenyum miris. Apakah ia belum mengerti Kyungsoo? Atau apakah Kyungsoo lah yang seperti anak kecil? Kai tidak mengerti. Di hubungan yang pernah ia jalani sebelunya, tidak ada kekasihnya yang berani marah kepadanya. Semuanya pasti bersikap manja dan selalu menempel pada Kai. Jadi, Kai tidak mengerti bagaimana cara mencari jalan keluar di suatu hubungan. Meminta maaf saja tidak cukup.

Suho pun datang. Meletakkan milkshakenya di hadapan Kyungsoo lalu kembali duduk di kursinya.

"Jadi, membicarakan apa?" ucap Suho memecah keadaan.

"Tidak ada" jawab Tao lempeng.

.

.

Bel segera berbunyi. Ke sepuluh namja tampan tersebut masuk ke kelasnya masing- masing. Mulai menuntut ilmu seperti tujuan awal mereka datang ke sekolah ini. Kai memasuki kelasnya dengan lesu. Sehun di sebelahnya juga menatapnya aneh.

"Ajak saja ia bertemu nanti siang. Aku yakin kau sudah membeli apa yang ia inginkan" ucap Sehun

"Ya, itu rencanaku. Tapi aku tidak yakin apakah Kyungsoo mau bertemu denganku?" ucap Kai balik

"Dia kan kekasihmu. Dia mencintaimu, buktinya saja tadi ia mau menggenggam tanganmu"

"Jadi?"

"Kau bodoh"

"Hey! Apa maksudmu?!"

"Ya tentu saja kau bodoh. Kyungsoo pasti mau bertemu denganmu karena dia kan kekasihmu, dia mmencintaimu, buktinya saja tadi ia mau menggenggam tanganmu. Apakah aku harus mengulang kalimatku seperti itu agar kau mengerti Mr Kim Stupid Jongin?"

"..."

"Oiya, hari ini hasil test pengetahuan alam akan dibagikan. Kau tak melupakan taruhan kita bukan?

"Dua belas gelas bubble tea. Aku mengerti. Bersiap- siaplah untuk bangkrut Oh Sehun"

"Lihat saja nanti"

.

.

.

"Kyung, kau bertengkar dengan Kai?" tanya Tao. Kyungsoo menggeleng.

'ENTAHLAH AKU BINGUNG' ejanya

"Kai terlihat mengerikan saat kau tidak mau berbicara dengannya. Sungguh"

'BENARKAH?'

Tao mengangguk "Ia seolah kehilangan semangat hidupnya"

Kyungsoo hanya tersenyum.

"Dia serius Kyung, lagi pula kau seperti anak kecil saja. Mendiamkan Kai hanya karena ia tidak membelikanmu bracelet?" Tao terkikik. Kyungsoo mempoutkan bibirnya lagi. "Hahahaaa aku bercanda Kyung~ jangan seperti itu" Tao menyubit bibir Kyungsoo gemas.

DDRRTT

Smartphone Kyungsoo bergetar. Kyungsoo mengambilnya dari saku bajunya dan menemukan pesan disana.

From: Jongin

Danau belakang sekolah di istirahat kedua. Kumohon hyung, datanglah

.

.

Skip Time

.

.

Kai berharap- harap cemas, Ia sudah berada di danau dan Kyungsoo masih belum menunjukkan dirinya.

"Hhh, semarah itukah kau hyung?" bisiknya pasrah. Kai menutup matanya lalu bersender di kursi yang ia duduki. Ia lebih memilih menunggu Kyungsoo. Bagaimana jika ternyata Kyungsoo datang?

PUK

Seorang menepuk bahunya. Kai membuka matanya dan menoleh kesamping.

Itu Kyungsoo!

Kyungsoo-nya datang!

Kai langsung tersenyum lebar dan menarik Kyungsoo kedalam pelukan hangatnya.

"Bogoshippo hyung!" bisiknya di telinga Kyungsoo. Kyungsoo tertawa kecil. Belum genap satu hari Kyungsoo mendiamkannya, Kai sudah merindukannya. Itu berhasil membuat jantungnya berdebar kencang.

"Aku kira kau tidak datang" ucapnya. Kyungsoo tersenyum lalu menggeleng

'AKU TIDAK MAU MENGECEWAKANMU JONGIE' ejanya. Jantung Kai seolah berhenti berdetang saat Kyungsoo memanggilnya Jongie. Oh Tuhan rasanya dada Jongin sungguh hangat sekarang.

"J-jongie?" tanya Kai. Kyungsoo mengangguk

'TENTU SAJA. KAU TAK SUKA?' tanya Kyungsoo

"Tentu saja aku suka, Kyungie hyung!" ucap Kai. Ia menggenggam tangan Kyungsoo lalu menatap mata Kyungsoo lekat.

"Hyung, dengarkan aku. Aku sungguh minta maaf karena saat itu tidak mempedulikan perasaanmu. Aku terlalu terburu- buru saat itu sampai melupakan fakta bahwa Kau sangat menginginkan bracelet itu. Mianhae hyung mianhae" ucapnya. Genggamannya makin erat. "Aku tidak tahu bahwa kau akan semarah ini. Tapi, bisakah kau kembali tersenyum untukku?"

Kyungsoo tersenyum. Sangat lembut dan tulus.

Kai ikut tersenyum. Kyungsoo meresponnya.

"Gomawo hyung. Saranghae" Kai memajukan wajahnya. Mengecup kening Kyungsoo untuk waktu yang bisa dibilang cukup lama. Kyungsoo menikmati sentuhan bibir Kai di keningnya. Ia tersenyum lalu memejakmkan matanya. Sembari merasakan angin danau dan kelopak bunga yang berjatuhan terbang bersama angin.

Disaat Kai melepas ciumannya, Kyungsoo merasakan sesuatu di pergelangan tangannya.

Bracelet itu! Bracelet timah yang sangat ia inginkan sudah melingkar di tangannya. Entah bagaimana caranya Kai memasangkannya. Namun brecelet itu terlihat sangat cocok di pergelangan tangannya.

"Bagaimana hyung, kau suka?" tanya Kai

Kyungsoo mengangguk.

"Aku juga memilikinya. Ini adalah salah satu tanda cinta terkecil kita. Arraseo?"

Kyungsoo mengangguk antusias lalu memeluk Kai erat

.

.

.

TBC


Annyeoongg! Aku balik^_~

perkiraannya akan selesai sampe chap 14/15/16

Chap depan atau depannya lagi bakal kembali ada konflik antara Kaisoo

RnR juseyoo:3