Title : About Us

Main cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Oh Sehoon

Other cast : EXO and others

Pair : JONGINSOO/HUNSOO/KRISOO/SUD.O slight! CHANBAEK CHENMIN

Genre : Little bit comedy (maybe), Romance, Fantasy, etc.

Rating : T

Length : Chaptered

Warning : GS, OOC, Tyop(s), cerita ngawur, alur gajelas.

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan orang tua mereka masing-masing. Kyungsoo milik Jongin. Jongin milik Kyungsoo. JONGINSOO milik kita bersama…. Cerita murni milik saya!

Summary : [Chap 2 Up!] "Hantu? Maksudmu arwah gentayangan? Aniyo, aku bukan hantu ataupun roh. Aku ini seorang peri,"/ Sebuah sayap berwarna putih keluar dari punggung Sehun/"…. Aku tidak bisa melacak dimana keberadaan dan keadaan mereka,"/ Jongin menatap mereka berdua. Ada perasaan aneh dalam hatinya./KAISOO/HUNSOO slight!CHANBAEK

Keduanya diam. Tak ada yang berani memulai pertanyaan. Dalam hati Kyungsoo berpikir, apa ini salah satu cara untuk memanggil hantu itu datang? Setaunya Jongin bukan orang yang diam seperti ini. Menurut teman-temannya yang memang kenal dekat dengan Jongin, Jongin adalah tipe orang yang banyak bicara. Tapi kenapa saat ini Jongin tak mengeluarkan kata sedikit pun? Ia malah diam memandangi langit yang mendung akibat hujan tadi pagi.

"Siapa kalian?"

Sontak keduanya - Jongin dan Kyungsoo - menoleh ke asal suara. Di sana ada Sehun - 'hantu' lelaki yang mereka tunggu - sedang menatap keduanya secara bergantian.

"Ah kau laki-laki yang waktu itu, dan… kau perempuan tadi pagi kan? Aku lupa memperkenalkan nama ku. Annyeonghaseyo, Oh Sehun imnida," ucap Sehun ramah. Ia bahkan membungkukan badannya. Memberi hormat pada 'tamu'nya itu.

Jongin dan Kyungsoo ikut membungkukan badan. Ada perbedaan dari raut wajah mereka berdua. Jongin yang terlihat tersenyum lebar dan Kyungsoo yang menampakan senyum takutnya.

"Jadi kau punya nama? Kau hantu yang unik, Sehun-shii! Kenalkan, Kim Jongin imnida," ucap Jongin memperkenalkan dirinya.

"Hantu? Maksudmu arwah gentayangan? Aniyo, aku bukan hantu ataupun roh. Aku ini seorang peri," ucap Sehun menjelaskan.

Kyungsoo dan Jongin membelalakan matanya-secara-bersamaan. Peri? Apa tak salah? Lelaki tampan berkulit putih susu itu adalah seorang peri? Benar-benar tak dapat dipercaya.

"Wae? Kalian tak percaya dengan ucapan ku?" tanya Sehun mengerutkan keningnya. Tak ada jawaban dari keduanya. Sepertinya kedua manusia itu masih kaget dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Sehun.

"Kalau kalian tak percaya aku akan membuktikannya."

"Mwo? Dengan cara apa kau akan membuktikannya?" tanya Kyungsoo akhirnya membuka suara. Membuat Sehun menyunggingkan senyuman manis andalannya.

"Lihat dan perhatikan aku."

Sehun memejamkan kedua matanya. Ia memfokuskan pikirannya hanya pada satu hal. Perlahan cahaya putih terlihat bersinar mengelilingi Sehun, membuat dua orang di depannya membulatkan matanya dengan sempurna. Sebuah sayap berwarna putih keluar dari punggung Sehun. Sayap itu semakin membentang, menunjukan betapa besar dan gagahnya sayap itu. Sehun membuka matanya. Ia tersenyum senang ketika melihat Kyungsoo dan Jongin yang menganga melihat keindahan-atau mungkin-keajaiban yang mereka lihat tadi.

"Indah," gumam keduanya tanpa sadar.

"Bagaimana? Apa kalian sudah percaya?" tanya Sehun menyadarkan dua orang manusia itu. Perlahan-lahan sayapnya yang indah itu menghilang kembali.

"Se-sehun-shii, a-apa nyata?" tanya Jongin mengerjapkan kedua matanya lucu. Ia masih takjub dengan pemandangan di depannya.

"Tentu saja ini nyata. Kalau kau tak percaya, kau bisa mencubit dirimu sendiri Jongin-shii."

Dengan begitu bodohnya, Jongin mengikuti perintah Sehun. Ia mencubit pipinya dengan begitu keras. "Aw.. appo!" serunya dan segera mengusap pipinya itu.

Sehun terkikik geli melihatnya, sedangkan Kyungsoo hanya menatap Jongin malas. Dasar bodoh, pikir Kyungsoo.

"Ternyata aku tak bermimpi. Kyungsoo-ah kenapa kau tak mengatakannya padaku jika aku tak bermimpi,eoh?" tanya Jongin kesal menatap Kyungsoo.

"Bagaimana aku mengatakannya padamu jika aku saja tidak percaya dengan semua ini. Pabbo!" ucap Kyungsoo ikut kesal.

"Kenapa kalian berdua malah beragumen tidak jelas seperti itu,eoh? Dan kau.. Jadi nama mu Kyungsoo? Kau belum memperkenalkan dirimu padaku," ucap Sehun melihat Kyungsoo.

"Ah mianhae, aku lupa. Naneun Do Kyungsoo imnida, kau boleh memanggilku Kyungsoo." Kyungsoo sedikit membungkukan badannya dan tersenyum ke arah Sehun.

"Wah nama yang bagus Kyungsoo." Kyungsoo sedikit tersipu mendengar pujian dari Sehun. Ia tersenyum canggung ke arah Sehun yang sekarang tengah menatapnya dengan senyuman manisnya itu.

"Jadi kau benar-benar peri Sehun-shii? Seperti Peterpan begitu?" Pertanyaan Jongin ini membuat Sehun mengalihkan pandangannya. "Jangan memanggilku dengan seformal itu Jonginnie, panggil saja aku seperti kau memanggil temanmu yang lain. Ne, aku benar-benar peri. Ya peri terbuang lebih tepatnya." Ada nada sedih ketika Sehun mengucapkan kalimat terakhirnya.

"Kenapa kau berbicara seperti itu? Darimana asal mu Sehun-ah?" Kali ini Kyungsoo yang bertanya. Ternyata perempuan bermata bulat itu juga begitu penasaran dengan kehadiran Sehun.

" Aku akan menceritakannya, tapi apa kalian tega membiarkan aku berdiri sedari tadi?" tanya Sehun sedikit bercanda.

"Kalau begitu bagaimana jika kita mengobrol di rumah ku saja? Kebetulan orang tua ku sedang tidak ada di rumah," usul Jongin menaik-naikkan kedua alisnya itu. "Oh ayolah, hari semakin sore dan aku yakin sekolah akan segera di tutup. Jadi tak salah kan jika pergi ke rumah ku?" lanjutnya karena tak mendapat respon dari Kyungsoo maupun Sehun.

"Baiklah! Tapi aku tak bisa berlama-lama di rumah mu itu, eomma pasti akan mencari ku jika aku pulang terlambat" jawab Kyungsoo akhirnya.

"Masalah itu biar aku yang atur. Nanti aku bisa mengantarmu pulang. Kalau kau Sehunnie? Apa kau setuju?"

Sehun mengangguk mantap. Setidaknya ia bisa keluar dari atap gedung ini. Sudah hampir seminggu semenjak ia 'dibuang' oleh appanya sendiri, ia berada di atas sana. Berdiam diri memperhatikan beberapa orang yang berlalu lalang di bawah sana. Dan juga orang-orang yang selalu datang ke atap sekolah seperti Kyungsoo dan Jongin.

Jongin, Kyungsoo dan Sehun sekarang berada di dalam sebuah ruangan yang cukup besar. Ruangan itu – kamar Jongin - terlihat luas dan nyaman dengan cat berwarna biru laut menghiasi setiap dindingnya. Tak lupa sederet komik Jepang yang selalu Jongin baca tersusun rapi di dalam lemari buku. Kamar ini berbeda dengan kamar lelaki lainnya. Terlihat bersih tanpa ada satupun barang yang berserakan dimana-mana.

Kyungsoo yang tengah asyik memperhatikan koleksi komik milik Jongin menghentikan aktivitasnya saat mendengar seseorang mengetuk pintu. Begitupun dengan Sehun yang terkagum-kagum melihat barang-barang 'unik' yang dilihatnya. Dengan cepat, Jongin membuka pintu dan mendapati sang eomma tengah tersenyum padanya. Tangannya terlihat membawa nampan berisi 3 gelas minuman dan satu toples camilan.

"Mianhae mengganggu acara kalian. Eomma membawakan minuman dan camilan untuk kalian," ucap eomma Jongin ramah.

"Gomawo eomma." Jongin mengambil nampan itu dan menaruhnya di meja kecil dekat kasur miliknya. Sang eomma hanya tersenyum dan pamit kembali.

"Aku merasa merepotkan datang ke sini," gumam Kyungsoo namun masih dapat di dengar oleh pemilik rumah.

"Gwenchana, eomma ku tak akan merasa direpotkan. Ia akan senang jika aku membawa teman ke sini," ucapnya tersenyum ramah. Membuat siapapun yang melihat senyumnya itu akan ikut tersenyum.

"Jongin-ah, itu-apa?" Jongin mengalihkan pandangannya pada Sehun yang menunjuk camilan yang tadi dibawakan eommanya.

"Itu cookies. Apa kau mau? Rasanya sangat enak sekali," jawab Jongin.

"Mwo? Cookies? Di negeri ku juga ada makanan itu dan aku sangat menyukainya. Apa aku boleh memakannya?" tanya Sehun. Matanya berbinar, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah dari gurunya.

Jongin mengangguk, membuat Sehun langsung membuka tutup toples itu dan memakan isinya. Matanya kali ini semakin berbinar.

Satu..

Dua..

Dan sampai seterusnya Sehun memakan cookies tersebut, tanpa menghiraukan Kyungsoo dan Jongin yang tengah terkikik geli melihat kelakuannya.

"Sehun-ah, sampai kapan kau akan makan? Apa kau lupa tujuan kita datang kemari untuk apa,eoh?"

Mendengar pertanyaan Kyungsoo membuat Sehun menghentikan acara makannya. Ia memukul jidatnya dan tersenyum polos ke arah Kyungsoo. "Hehe mian Kyungsoo, aku terlalu bersemangat memakan cookies ini. Baiklah aku akan cerita sekarang."

Jongin dan Kyungsoo langsung memposisikan diri mereka senyaman mungkin. Mereka berdua memilih duduk di atas kasur empuk milik Jongin, sedangkan Sehun sendiri duduk di kursi belajar Jongin seraya memakan cookiesnya.

"Jadi begini, aku adalah anak dari Raja peri di Negeri ku sana. Aku anak bungsu, jadi tak heran jika orang-orang sangat memanjakan dan menghormatiku. Negeri ku sangat aman, tak ada permusuhan antar peri lain. Kami semua hidup dengan damai. Tapi ternyata kedamaian yang kami kira akan abadi selamanya itu hanya bualan. Saat Negeri kami sedang mengadakan pesta ulang tahun appa, ada penyusup datang ke negeri kami. Mereka adalah peri dari Negeri Black Tale, sebuah negeri yang hanya dihuni oleh peri-peri jahat.

Mereka datang menghancurkan semuanya. Pesta yang kami adakan berantakan, banyak peri dari Negeri kami mati begitu saja ditangan mereka. Aku berlari bersama appa dan eomma saat seorang peri hitam datang menghampiri kami. Kami terus berlari sampai aku merasa lelah, aku sudah tak kuat untuk berlari lagi. Aku berhenti dan hal itu membuat kedua orang tuaku juga behenti lari mereka…"

Sehun menarik nafasnya sebentar. Mencoba menahan sesak dan kesedihan yang ia rasakan sekarang. Jujur, ia tak mau mengingat hal itu lagi tapi demi kedua 'teman' barunya itu ia rela menggores luka lama (asik sehun aw/?) #abaikan. Jongin dan Kyungsoo masih setia menunggu kelanjutan cerita Sehun, tanpa ada niat untuk memotong sekali pun.

"Appa dan eomma ku melihat aku kelelahan. Dan disitulah Appa menyuruh ku untuk pergi ke bumi, karena dengan hal itu aku bisa selamat dari kejaran peri hitam. Aku menolak untuk pergi jika appa dan eomma tak ikut dengan ku. Tapi mereka terus memaksa ku sampai appa terlihat marah padaku. Ia memarahi ku dan disitulah ia mulai mengeluarkan kekuatannya. Mengirim ku ke bumi. Dan akhirnya aku sampai di sini, terdampar di atap gedung tinggi yang begitu sepi."

Hening. Tak ada suara yang diucapkan oleh mereka setelah Sehun menyelesaikan ceritanya. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Sehun dengan ingatan dan kerinduannya pada orang tuanya, Jongin yang masih mencerna kata demi kata yang tadi Sehun ucapkan dan Kyungsoo yang sibuk memperhatikan kedua lelaki itu.

"Hmm Sehunnie, apa kau tau bagaimana kabar kedua orang tuamu sekarang? Ya, maksudku.. apa mereka masih hidup?" tanya Kyungsoo ragu.

Sehun tersadar dari lamunannya dan menatap Kyungsoo, begitupun dengan Jongin. Sehun terlihat menghela nafasnya berat. "Entahlah aku tidak tau. Aku sudah mencoba mengirim telepati kepada mereka, tetapi tidak bisa. Aku tidak bisa melacak dimana keberadaan dan keadaan mereka," jawabnya lirih.

Kyungsoo merasa iba, ia melangkah mendekati Sehun dan memeluk lelaki berkulit putih susu itu. Sehun balas memeluknya. Perasaan sesak yang tadi ia rasakan perlahan menghilang, digantikan dengan perasaan hangat dan nyaman. Jongin menatap mereka berdua. Ada perasaan aneh dalam hatinya.

TBC…

Kyaaaa chapter 2nya update juga ternyata. Aneh ya? Absurd ya? Emang. Ceritanya pasaran? Emang juga -_- gatau mau ngomong apa, tapi makasih banget buat yang udah review FF ku ini. Kirain ga ada yang baca, taunya.. Ya bersyukurlah :)

Pada ngira Sehun hantu ya? Dan ternyata dia bukan hantu. Abis kalau Sehun jadi hantu ntar… Eh kalau di kasih alesannya ga surprise lagi dong XD mian ne yang salah perkiraan ._.v

Gimana sama chap ini? Di lanjutkah atau end aja? Sebenernya FF ini udah ada lama di laptop tapi baru berani aku upload sekarang. Oh iya buat yang baca nih ya (itu juga kalau ada yang baca ._.) panggil aja aku Bapau atau Yeonni. Buat yang di bawah 97L bisa panggil eonni juga kok soalnya gaenak dipanggil 'thor-thor' :D

Sekali lagi makasih buat yang udah revieeeww! /kecup basah/

Majey Jannah 97 : Oh iya chingu, mian salah ketik :D makasih ne udah review. Review again ok? :)

Youngieee : Di chapter ini udah ke jawab kan sehun hantu atau bukan? Hehe sebenernya rada aneh juga ngejadiin sehun jadi peri -_-" tapi yasulah.. Makasih udah review. Mampir lagi ya ;)

KaiSoo Fujoshi SNH : Huwaa author kebanggaan ku, author favorit ku mereview FF ku :")) makasih bias/? Ayo dong lanjut semua ffnya :D /kenapa jadi melenceng?/ Haha sehun jadi pocong ntar gimana? Mian ne sehunnya bukan hantu tapi peri. Mengecewakan ne? Review lagi ya. Makasih biaseu wkwk XD

Jikookie : Hehe iya gapapa kok, kan kamu udah jadi readers di FF aku yang satunya :D

Han Young Seul Kaisoohardship : Ini udah dilanjut, maksih reviewnya. Mampir lagi ya? :))

Yongchan : Udah udah udah :D makasih reviewnya muahaha

Na kyungsoo : Hmm KriSoo ya? Liat nanti ne chingu. Makasih udah review. Mampir lagi ya? :D

Nobidokaita : Wah pertanyaannya simpen dulu ya. Siapa tau di chap chap selanjutnya di jawab hihi gomawo. Mampir lagi ne? :)

Puputkyungsoo : Sehun peri chingu. Aneh ne? emang -_- so pasti romance dong B) gomawo ne:*

Guest : Mian ne aku lama update, baru beres UTS soalnya. Oke siap. Gomawo

Kim Chan Soo : Bukan, sehun bukan hantu T.T aduh pada nyangka dia hantu ya -_- kai kan emang mengerikan /ditendang kai/ hehe sama cha aku juga penasaran wkwk gomawo ne. Mampir lagi ya:*

Mind to review again?