Title : About Us
Main cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Oh Sehoon
Other cast : EXO and others
Pair : KAISOO/HUNSOO/KRISOO/SUD.O slight! CHANBAEK CHENMIN
Genre : Little bit comedy (maybe), Romance, Fantasy, etc.
Rating : T
Length : Chaptered
Warning : GS, OOC, Tyop(s), cerita ngawur, alur gajelas.
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan orang tua mereka masing-masing. Kyungsoo milik Jongin. Jongin milik Kyungsoo. KAISOO milik kita bersama…. Cerita murni milik saya!
Summary : [Chap 4 Up!] "- Siapa yang tak kenal dengan mu? Orang yang percaya dengan hantu? Haha kau lucu!" – Suho -/"Pacar ku ada di sebelah ku." – Chanyeol -/ Aish ada apa dengan mu Kim Jongin? Kenapa rasanya jantung ku terasa ingin keluar?/GS/KAISOO HUNSOO KRISOO SUD.O?/RnR….
.
Tawa Jongin berhenti. Ia dan Kyungsoo menoleh ke asal suara. Seorang namja dengan senyuman malaikatnya diam berdiri di samping meja mereka. Kyungsoo mengangguk dan tersenyum menanggapi pertanyaan itu. Berbanding terbalik dengan Jongin yang menatap namja itu tajam. Lagi-lagi ada sesuatu yang aneh di dalam hatinya.
"Oh hai, kau Kim Jongin kan?" tanya namja itu ketika menyadari bahwa ada satu namja yang saedang duduk bersama dengan Kyungsoo. Bisa dilihat bahwa namja itu terlihat tak suka terhadap Jongin yang tengah menatapnya.
"Yaa.. Seterkenal itu kah aku sampai-sampai kau mengenal ku?"
Namja tadi tertawa mendengat penuturan Jongin. "Haha tentu saja kau terkenal Jongin-shii. Siapa yang tak kenal dengan mu? Orang yang percaya dengan hantu? Haha kau lucu!"
Jongin mengepalkan tanganya tanpa sadar. Ia berdiri dari duduknya. "Aku duluan. Kyungsoo, temui aku sepulang sekolah di tempat kemarin!"
Jongin pergi meningglkan Kyungsoo yang menatapnya bingung dan namja tadi yang masih menertawakan Jongin.
"Haha dia lucu sekali. Kenapa kau bisa kenal dengannya? Bahkan aku baru pertama kali ini melihat mu dengannya?" tanya namja tadi pada Kyungsoo.
"Ah apa? Oh aku memang baru dekat dengannya kemarin. Ada satu hal yang membuat kami berdua dekat." Kyungsoo tersenyum. "Ngomong-ngomong kenapa Suho oppa datang kemari?"
"Aku hanya ingin makan bersama mu. Kau tau? Aku sangat merindukan mu." Suho – namja angelic itu – tersenyum begitu tampannya.
Kyungsoo tersenyum saja menanggapinya. Ia tau, sunbaenya yang satu itu sangat menyukainya semenjak Kyungsoo baru masuk ke sekolah ini. Dulu Suho adalah salah satu anak OSIS yang banyak dikagumi oleh hoobae-hoobaenya, tapi tidak dengan Kyungsoo. Yeoja bermata bulat itu lebih menyukai Kris – si kapten tim basket – yang tinggi juga rupawan. Karena ke-tidaksuka-an Kyungsoo pada Suholah yang membuat Suho bersikukuh ingin memiliki Kyungsoo. Ia suka perempuan yang jual mahal. Jelas-jelas Kyungsoo tak jual mahal. Suho telah dibutakan oleh Cinta -_-
Mengingat tentang Kris, Kyungsoo jadi merindukan namja tinggi itu. Ini sudah hampir seminggu Kris berada di Canada. Kabarnya ia pergi ke sana, karena kakeknya yang meninggal dunia. Kyungsoo ingin Kris cepat kembali ke sini. Oke baiklah, semua orang pasti punya pemikiran yang sama. Kalian juga semangat ke sekolah pasti salah satunya karena lelaki kan? Tak beda jauh dengan Kyungsoo. Karena Kris adalah salah satu alasan Kyungsoo semangat untuk pergi ke sekolah.
Sekolah? Lagi-lagi ia ingat akan sesuatu. Kyungsoo jadi ingat tentang perkataan Jongin tadi. Sehun? Sekolah? Apa jadinya jika ada salah satu murid yang menyadari bahwa Sehun bukan manusia? Apa Sehun akan di bakar hidup-hidup oleh mereka? Oh tidak-tidak, itu pemikiran yang sangat sempit! Sepertinya Kyungsoo harus benar-benar berbicara berdua dengan Jongin. Tanpa ada penganggu sedikit pun! Tidak Baekhyun dan tidak juga Suho!
Oh ya, Kyungsoo lupa sedari tadi ia mendiamkan Suho yang terus mengoceh di sebelahnya. Biarlah, biarkan saja namja itu bercerita panjang pada Kyungsoo, karena Kyungsoo tetap tak akan berubah pikiran. Ia menyukai Kris. Tidak yang lain. Kyungsoo berpikir jika Suho pasti akan menemukan gadis impiannya suatu saat nanti. Tapi sepertinya Kyungsoo lupa, selain ada kata 'suka', bukankah masih ada kata 'sayang' dan 'cinta' yang dapat mengekspresikan perasaanya? Jika Kyungsoo 'menyukai' Kris, lalu siapa yang ia 'sayangi' dan siapa yang ia 'cintai'?
.
Baekhyun berjalan dengan kesal ke taman belakang. Kakinya yang jenjang ia hentak-hentakan. Mulutnya tak berhenti mengeluarkan sumpah serapah yang ia tunjukan pada Jongin. Baekhyun masih kesal dengan namja tan itu. Sebenarnya ia tak begitu kesal, tapi ia… Malu. Ia malu karena Jongin membeberkan semuanya. Nanti jika Kyungsoo bertanya hal macam-macam kepadanya bagaimana? Jika Kyungsoo marah padanya bagaimana? Jika Kyungsoo berkata kalau Baekhyun sudah tak mempercayainya bagaimana? Ini semua gara-gara Jongin!
"Baekkie, kenapa dengan mu?"
Baekhyun mengadahkan kepalanya. Tatapannya bertemu dengan Chanyeol – namja yang kemarin pergi dengannya.
"Aku sedang kesal, Yeollie," jawab Baekhyun mengerucutkan bibirnya imut.
Chanyeol terkekeh melihat raut wajah Baekhyun yang begitu – sangat – menggemaskan. "Wae? Kau kesal dengan siapa?"
"Aku kesal dengan Jongin!"
"Jongin? Ada apa dengan si hitam itu?"
"Tadi ia bilang kalau aku dan kau kemaren pergi kencan. Kita kan hanya jalan-jalan saja, kenapa dia begitu sangat yakin jik –"
"Kita memang kencan kemarin malam. Apa kau tak tau jika laki-laki dan perempuan berjalan bersama itu di sebut kencan?"
Baekhyun membuka sedikit mulutnya. Ia menatap Chanyeol bingung. "Jadi kemarin itu benar kencan ya?" gumamnya namun masih dapat di dengar oleh Chanyeol. Mendadak pipinya bersemu merah.
Chanyeol tersenyum melihat perubahan warna di pipi Baekhyun itu. "Sudahlah kau tak usah memikirkan perkataan Jongin. Dia hanya iri karena dia belum punya pacar," ucapnya seraya merangkul Baekhyun – membawa yeoja bereyeliner itu untuk pergi dari taman belakang.
"Memangnya kau punya pacar?"
"Tentu saja aku punya!"
Baekhyun terdiam mendengarnya. Dadanya terasa nyeri saat mendengar perkataan Chanyeol barusan. Cemburukah?
"Pacar ku ada di sebelah ku."
BLUSH
Pipi baekhyun kembali merona saat mendengar penuturan Chanyeol selanjutnya. Sakit yang tadi ia rasakan mendadak hilang. Baekhyun menoleh ke arah Chanyeol yang sekarang tengah tersenyum lebar menatapnya.
"A-aku bukan pacar mu!"
"Kalau begitu mulai sekarang kau adalah pacar ku. Byun Baekhyun adalah kekasih Park Chanyeol –"
Chu~
Baekhyun membulatkan matanya seraya memegang bibirnya. Sentuhan bibir Chanyeol masih terasa di bibirnya itu. Pipinya lagi-lagi kembali merona. Bahkan sudah menjalar hingga ke telinganya.
"Ya! Baekkie! Pipimu seperti kepiting rebus. Apa kau begitu menikmati ciuman dari ku, eoh?"
Baekhyun tersadar dari keterkejutannya. Ia memandang tajam Chanyeol yang tersenyum – lebih tepatnya – menyeringai lebar ke arahnya.
"PARK CHANYEOL! KAU MENYEBALKAN!"
.
Sudah 15 menit Jongin berdiri di tempat itu sendirian. Jongin sedang menunggu Kyungsoo di atap sekolah. Sesuai dengan perkataannya saat di kantin tadi, ia ingin Kyungsoo datang menemuinya di atap sekolah. Tapi Kyungsoo tak juga menunjukan batang hidungnya. Membuat Jongin menguap beberapa kali karena kelelahan.
Tap Tap Tap
Suara langkah kaki mengalihkan pandangan Jongin. Namja tan itu menoleh dan mendapati Kyungsoo yang sedang mengatur nafasnya yang tak teratur. Sepertinya Kyungsoo berlari kencang untuk mencapai tempat ini. Apa ia sadar bahwa ia telat? Dan ia sadar jika ia telah membuat uri Jongin menunggu? Sepertinya memang begitu.
"Hosh.. hosh… hosh.. mianhae Jongin-ah, tadi aku harus menghadapi Baekhyun dulu. Ia benar-benar membuat ku naik darah hari ini," ucap Kyungsoo disela-sela kegiatannya mengatur nafas. Ia duduk di tempat yang kemarin ini duduki bersama dengan Jongin.
"Gwaenchana. Aku tau Baekhyun pasti bertanya-tanya tentang ku kan? Baekhyun sepertinya benar-benar benci pada ku."
Kyungsoo terkekeh mendengarnya. "Dia tak membenci mu, dia hanya kesal padamu karena tadi pagi ka uterus menggodanya. Memangnya benar kau melihat ia dan Chanyeol sedang berkencan?"
Jongin menganggukan kepalanya. "Kau pikir aku bohong? Kemarin saat aku akan pulang setelah mengantarmu, aku meliha mereka berdua sedang bergandengan tangan. Jadi aku tak salah bukan?"
"Hah baiklah baiklah, aku tau kau tak berbohong. Jadi…" Kyungsoo sedikit menggantungkan ucapannya. "Bagaimana dengan Sehun? Apa kau yakin dengan apa yang kau ucapkan tadi pagi?"
"Tentu saja aku yakin! Bahkan Sehun setuju dengan usul ku ini." Jongin terlihat tersenyum begitu manis. Membuat Kyungsoo merasakan hal aneh dalam dirinya. Pipinya memanas melihat senyum itu.
"Kyungsoo?"
"A-ah, nde?"
"Kau kenapa?"
Kyungsoo menggeleng dan tersenyum canggung. "Aku tidak apa-apa."
"Jadi bagaimana pendapat mu?"
"Pendapat? Tentang apa?" tanya Kyungsoo memiringkan kepalanya. Hal itu membuatnya terlihat lebih imut. Apalagi wajahnya itu menampakan kepolosan yang luar biasa/?.
Jongin terlihat gemas melihat yeoja di depannya itu. Ingin rasanya Jongin mencubit kedua pipi chubby itu. "Tentu saja soal Sehun. Bukan kah tadi kita sedang membicarakannya?"
"Oh iya kau benar hehe." Kyungsoo tersenyum lebar. "Tapi jika ada orang yang tau Sehun itu bukan manusia bagaimana?" tanyanya mengerucutkan bibirnya imut. Membuat Jongin kembali gemas melihat tingkah yeoja mungil itu.
"Tidak akan ada yang curiga. Sehun itu seperti manusia. Kau lihat kan? Ia bisa berjalan, berbicara, bernafas, dan ya mungkin dia memang terlihat seperti orang 'aneh' jika sikap 'ketidaktahuaan'nya kumat."
Kyungsoo terdiam memikirkan perkataan Jongin. Ia setuju dengan ucapan namja tan itu. Tapi entah kenapa, sebagian hatinya menolak keras usul Jongin tersebut. Apa akan ada bahaya jika ia menerima itu? Kyungsoo menepis pikiran buruknya. Ia tersenyum dan mengangguk. "Baiklah begitu, aku setuju dengan mu!"
Jongin tersenyum lebar mendengarnya. Tanpa sadar ia memeluk Kyungsoo dan mengguncangkan tubuh mungil itu semangat. Percis seperti seorang anak kecil yang diizinkan membeli permen oleh eommanya.
Kyungsoo membulatkan matanya mendapat perlakuan mendadak tersebut. Pipinya kembali memanas, bahkan jantungnya mulai berdetak dengan irama yang tak beraturan. Kyungsoo belum pernah merasakan hal seperti ini. Jantungnya memang selalu berdetak lebih cepat jika ia berpas-pasan atau mungkin mengobrol dengan Kris, tapi perasaan lain – yang Kyungsoo tidak tau perasaan apa itu – mengalir begitu hangatnya di dalam hatinya.
Sadar akan tindakan, Jongin segera melepaskan pelukannya itu. Pipinya juga terlihat memerah. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Mi-mainhae, aku terlalu senang," ucapnya pelan. Memnyembunyikan rasa gugup yang tiba-tiba menghampirinya. Aish ada apa dengan mu Kim Jongin? Kenapa rasanya jantung ku terasa ingin keluar?
Kyungsoo hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Jujur saja, ia juga masih 'speechless' dengan perlakuan Jongin tadi.
Hening.
Tak ada dari mereka yang mau mengeluarkan suara. Sampai akhirnya…
"Sudah ku duga kalian ada di sini. Kalian tau? Aku begitu kesepian di rumah."
"Se-sehun, kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Kyungsoo tak percaya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya lucu, membuat Sehun mencubit gemas kedua pipi chubby Kyungsoo.
"Kau lucu sekali Kyungie! Ah aku merindukan mu," ucapnya membuat Kyungsoo sedikit merona.
Jongin menatap datar pada apa yang ada di depannya. Lagi-lagi hatinya tak terima melihat Kyungsoo dekat dengan namja lain, Ayolah Jongin, ada apa dengan mu?
"Aku bosan terus diam di kamar Jongin, aku ingin pergi keluar menemui Jongdae hyung tapi ia tak pernah mau aku dekati. Kenapa dengan hyung mu itu, Jongin-ah? Apa ia masih tak percaya jika aku ini peri?" ucap dan tanya Sehun menatap Jongin yang masih menanmpilkan wajah datarnya.
"Tu-tunggu! Apa yang tadi kau katakan, Sehun? Jongdae oppa tau kau adalah peri?" tanya Kyungsoo membulatkan matanya tak percaya.
"Ne, dia mengetahuinya saat aku tak sengaja mengeluarkan sayap ku. Bahkan dia mengira aku hantu – seperti saat kalian pertama kali melihat ku- tapi ternyata dia lebih penakut dari kalian," jawab Sehun mengerucutkan bibirnya imut.
Kyungsoo tertawa mendengarnya. "Aku baru tau jika Jongdae penakut. Kenapa sikapnya berbeda dengan sikap mu, Jongin-ah?"
"Mungkin karena ia tak sama dengan ku," jawab Jongin datar. Sepertinya ia masih 'cemburu' dengan sikap Sehun pada Kyungsoo.
"Jika jawabannya seperti itu, aku memilih tak bertanya pada mu." Kyungsoo berdelik kesal. Memasang wajah sebal - yang menurut kedua namja di sana – terlihat menggemaskan.
Drrrttt Drrtttt
Kyungsoo merogoh sakunya dan melihat nama 'Baekkie' di layar smartphonenya.
"Yeobose –"
"…."
"Berita apa?"
"…"
"Mwo? Kau serius?"
Jongin dan Sehun saling pandang. Mereka mengerutkan kening secara bersamaan saat melihat raut wajah Kyungsoo yang begitu… Bahagia? Sebenarnya apa yang dibicarakan si penelpon itu sampai-sampai membuat Kyungsoo begitu berbinar?
.
.
.TBC
Aku minta maaf karena telat post. Ok, kayanya aku telat mulu ya? Maafkan aku ne, aku memang gadungan:|
Gimana sama part ini? Masih kurang panjang kah? Kenapa sama Kyungsoo? Tunggu chap depan ya! Review aku butuhkan. Maaf aku gabalesin review, tapi aku makasih banget sama kalian:*
BIG THANKS TO :
Guest, .16, rizd.o12, nobidokaita, naa naa, puputkyungsoo, yongchan, Kim Chan Soo, younlaycious88, Kaisoo Fujoshi SNH, Majey Jannah 97, ArraHyeri, IkaIkaHun11, yamanaka aya
.
.
Mind to review again please…
