Title : About Us

Main cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Oh Sehoon

Other cast : EXO and others

Pair : KAISOO/HUNSOO/KRISOO/SUD.O slight! CHANBAEK CHENMIN

Genre : Little bit comedy (maybe), Romance, Fantasy, etc.

Rating : T

Length : Chaptered

Warning : GS, OOC, Tyop(s), cerita ngawur, alur gajelas.

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan orang tua mereka masing-masing. Kyungsoo milik Jongin. Jongin milik Kyungsoo. KAISOO milik kita bersama…. Cerita murni milik saya!

Summary : "Kris oppa akan pulang besok pagi!" – Kyungsoo/"Kau… menyukai Kyungsoo?" – Sehun/"Kau tau Jongin? Cinta itu selalu datang tanpa permisi…." – Jongdae/Kyungsoo… ah aku merindukan mu – Kris/GS/KAISOO HUNSOO KRISOO SUD.O/RnR please?

^^ABOUT US^^

Jongin dan Sehun saling pandang. Mereka mengerutkan kening secara bersamaan saat melihat raut wajah Kyungsoo yang begitu… Bahagia? Sebenarnya apa yang dibicarakan si penelpon itu sampai-sampai membuat Kyungsoo begitu berbinar?

Kyungsoo menutup telponnya dan menatap kedua namja di depannya dengan senyum yang terus terkembang. Hal itu justru membuat kerutan di dahi Jongin maupun Sehun bertambah.

"Siapa yang tadi menelpon?" tanya Jongin penasaran.

"Baekhyun," jawab Kyungsoo dengan senyumnya yang tak menghilang.

"Kenapa kau senyum-senyum begitu?" Kali ini Sehun yang bertanya.

"Aku sedang senang, Sehunnie!" Dan lagi, senyum Kyungsoo malah semakin lebar. Terlihat begitu manis di mata Jongin.

"Memang ada apa?"

"Kris oppa akan pulang besok pagi!" seru Kyungsoo senang.

JEGER

Jongin merasa ada yang hancur di dalam hatinya. Ia tau siapa itu Kris, dan ia juga tau Kyungsoo menyukai namja dengan tinggi di atas rata-rata itu. FYI, Jongin sudah sering memperhatikan Kyungsoo sebelum ia dekat dengan Kyungsoo seperti ini. Karena dari dulu, Jongin merasa Kyungsoo begitu unik. Dengan mata bulat, bibir tebal, dan kulit putih susunya itu.

Sehun malah semakin mengerutkan keningnya mendengar jawaban Kyungsoo itu. Pasalnya ia tak tau siapa itu Kris? Jadi ia hanya menganggukan kepalanya saja. Berpura-pura mengerti dengan apa yang Kyungsoo ucapkan.

"Ahhh aku tak sabar menunggu besok!"

Kyungsoo menerawang. Matanya berbinar, ujung bibirnya tertarik membentuk senyuman. Yeoja bermata bulat itu terlihat lucu. Jongin yang dari tadi diam malah terpesona dengan Kyungsoo. Ia menatap yeoja itu tanpa berkedip. Membuat Sehun terkikik geli melihatnya.

"Ini sudah mau malam. Apa kalian masih mau di sini?"

Ucapan Sehun membuat dua manusia lainnya tersadar. Kyungsoo melihat ke arah jam tangannya. Ternyata sudah jam setengah 6 sore, ia harus cepat-cepat sampai rumah jika begini. Bisa-bisa ia akan dimarahi oleh eommanya.

"Kau benar Sehun. Ayo kita pulang!" ucap Kyungsoo menarik tangan Sehun agar mengikutinya. Meninggalkan Jongin yang terpaku di tempatnya. Lagi-lagi hatinya terasa hancur melihat perlakuan Kyungsoo yang lebih perhatian pada Sehun. Oh ayolah Jongin, kau itu sedang cemburu!

^^ABOUT US^^

Jongin merebahkan tubuhnya di atas kasur. Hampir saja ia memejamkan matanya itu sebelum Sehun memanggilnya.

"Jongin, boleh aku bertanya?" tanya Sehun duduk di tempat tidur Jongin.

"Ne, apa itu?" jawab dan tanya Jongin seraya mendudukan dirinya.

"Kau… menyukai Kyungsoo?"

Jongin terbelalak mendengarnya. "Kenapa kau bertanya seperti itu?"

"Hanya memastikan saja. Apa benar kau menyukainya?"

Jongin terdiam beberapa detik, lalu ia menggeleng sebagai jawaban.

"Benarkah kau tak menyukainya?"

Jongin menangguk. Tak begitu yakin dengan apa yang ia lakukan.

"Baguslah!" gumam Sehun namun dapat didengar oleh Jongin.

"Bagus? Maksudmu?"

"Kyungsoo itu cantik, dia juga baik. Sepertinya aku menyukainya. Ah andai di planet ku ada yeoja seperti Kyungsoo, pasti aku sudah menyuruh appa menjodohkan ku dengan yeoja itu." Sehun membaringkan tubuhnya. Tersenyum-senyum membayangkan wajah Kyungsoo.

Jongin menatap Sehun lama. Rasa itu kembali datang. Jongin menghela nafas berat. "Sepertinya Kyungsoo juga menyukai mu," ucap Jongin.

Sehun menoleh menatap Jongin. "Jinjja? Kesempatan ku mendapatkannya besar juga," katanya lalu tersenyum lebar.

Jongin tersenyum tipis menanggapinya. "Ya, sangat besar."

.

.

"Jongin, kau belum tidur?"

Jongin menoleh. Jongdae – kakak sepupunya – sedang berdiri tepat di sampingnya. Jam menunjukan pukul 11 malam, tapi Jongin tak bisa tidur karena selalu memikirkan perkataan Sehun. Ia juga jadi selalu memikirkan Kyungsoo. Karena itu, ia memilih untuk diam di balkon rumahnya. Memandang langit yang sedikit mendung.

Jongdae yang tak sengaja lewat melihat Jongin diam sendirian. Tak biasanya adik sepupunya itu belum tidur jam segini. Biaanya jika Jongin seperti itu, maka adik sepupunya itu mempunyai sebuah masalah.

"Aku belum mengantuk," jawab Jongin dan kembali menatap langit.

"Kau sedang punya masalah?"

"Tidak."

"Haha, kau tak bisa membohongi ku, Kkamjong! Aku sudah mengenal mu sejak kecil. Jadi ceritalah, apa masalah mu hm?"

Jongin terlihat berpikir. Ia menghela nafas sebentar. "Hyung, bagaimana perasaan mu saat pertama kali mengenal Minseok noona?"

"Kenapa kau bertanya tentang itu?"

"Sudah jawab saja hyung!"

"Ck dasar!" Chen terlihat menerawang. "Saat pertama aku kali aku melihat Minseok noona, aku sudah jatuh cinta padanya." Tanpa sadar Jongdae tersenyum. Memori tentang pertemuannya dengan Minseok – kekasihnya – terputar kembali di otaknya.

"Kenapa kau bisa menyimpulkan jika kau mencintainya?"

"Kau tau Jongin? Cinta itu selalu datang tanpa permisi. Aku bilang begitu, karena aku merasakannya. Jantung ini…" Jongdae memegangi jantungnya. "Selalu berdetak jika aku berpas-pasan dengannya di mana pun itu. Dan hati ini selalu sakit saat melihatnya dekat dengan orang lain."

Jongdae terdiam. Jongin juga diam, karena ia merasa Jongdae akan melanjutkan kembali ceritanya.

"Tapi rasa sakit itu hilang begitu saja saat aku memberanikan diri mengungkapkan perasaan ku ini. Aku begitu takut saat itu, tapi ternyata ia menerima ku. Itu hal yang tak akan pernah aku lupakan."

Jongdae tersenyum dan menatap Jongin yang dari tadi memperhatikannya. "Jadi, kenapa kau bertanya seperti itu? Kau sedang jatuh cinta?"

Jongin terbelalak. "A-aniya. Aku hanya ingin tau kisah mu saja."

"Kau bohong lagi, Kkamjong! Jadi siapa yeoja itu? Kasian sekali dia, dicintai oleh namja hitam seperti mu!"

Jongin memutar bola mata malas. Hyungnya itu memang selalu tau apa yang Jongin rasakan. "Baiklah aku mengaku. Aku.. aku juga tidak tau aku mencintainya atau tidak. Tapi jantung ini selalu berdetak jika aku melihat senyumnya, dan aku juga selalu sakit jika melihatnya dekat dengan orang lain."

Lagi-lagi Jongdae tersenyum. "Kau mencintainya, Jongin-ah. Kalau kau mencintainya, kejarlah dia."

"Masalahnya bukan hanya aku yang menyukai yeoja itu. Sehun juga menyukainya."

"Mwo? Sehun? Jadi hantu itu bisa jatuh cinta?"

"Hyung, dia itu peri bukan hantu. Bedakan mana itu peri dan mana itu hantu. Dasar pabbo!"

"Tetap saja dia menyeramkan." Jongdae bergidik ngeri. "Jadi siapa yeoja itu?"

"Kyungsoo. Do Kyungsoo namanya."

.

Seorang namja terdiam di balik pintu. Seringaian terukir jelas di wajahnya., ia melangkah kembali masuk ke kamar. Ia sudah tau, dan ia akan melakukan sesuatu.

^^ABOUT US^^

"Sehun-ah cepatlah sedikit! Hari ini kau kan sudah mulai masuk sekolah."

Jongin terlihat sedang mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi. Sudah hampir setengah jam Sehun di dalam sana, dan tak ada tanda-tanda jika ia sudah selesai. Kalau tak ingat jika hari Sehun sudah mulai sekolah, mungkin Jongin akan meninggalkannya sendirian.

"Jongin, apa si hantu itu belum selesai juga? Ini sudah hampir siang. Kau tak takut kita akan telat?"

Jongin mengalih pandangannya pada Jongdae yang sedang berdiri di ambang pintu kamarnya. Raut wajahnya terlihat bosan. Ia juga sama dengan Jongin. Bosan menunggu Sehun yang sangat lama.

CEKLEK

Suara pintu berderit. Membuat kedua namja bermarga Kim itu menoleh bersamaan. Terlihat Sehun tersenyum begitu manis kepada mereka. Namun sayang, senyum itu malah membuat Jongdae bergidik ngeri karenanya. Jongdae masih tak percaya jika Sehun adalah seorang peri.

"Ah mianhae aku terlalu asyik di dalam sana." Sehun melirik jam yang menggantung manis di kamar Jongin. "Wah sudah hampir telat ne? ayo Jongin kita berangkat! Aku sudah tak sabar melihat Kyungsoo bersekolah."

CIT

Hati Jongin terasa teriris mendengarnya. Ia mengangguk lalu mengikuti langkah Sehun yang sudah berjalan di depannya. Jongin benar-benar sudah jatuh cinta pada Kyungsoo. Ia sadar itu.

Jongdae menepuk bahu Jongin pelan. Seakan member semangat pada adik sepupunya yang 'aneh' itu.

.

.

.

Seorang namja tinggi berjalan di koridor yang sudah ramai di kelilingi yeoja-yeoja cantik. Ia hanya diam menanggapi semua sapaan atau bahkan pujian dari mulut yeoja-yeoja tersebut. Satu minggu tak datang ke sekolah, tak ada yang berubah menurutnya. Semua yeoja masih tetap mengejar-ngejar dirinya.

Namja itu menghentikan langkahnya ketika melihat dua orang yeoja manis sedang menatap dirinya di ujung koridor sana. Senyum kecil terukir jelas di wajah tampan namja tinggi itu. Kyungsoo… ah aku merindukan mu, batinnya dan mulai berjalan kembali.

.

.

"Lihatlah Kyungsoo, dia datang menghampiri mu," ucap Baekhyun tanpa berkedip menatap Kris. Untung saja Chanyeol belum datang. Jika namja dengan senyum lebar itu sudah datang dan melihat tingkah Baekhyun yang begitu terpesona melihat namja tinggi di depannya, matilah Baekhyun. Baru saja menjalin hubungan satu hari, Baekhyun sudah berani main belakang.

Sedangkan Kyungsoo hanya menundukan kepalanya malu. Jantungnya berdegup dengan kencang seiring dengan langkah namja tinggi itu yang semakin dekat dengannya.

"KYUNGSOO!"

Kyungsoo mendongakan kepalanya. Kyungsoo tau itu bukan suara Kris – si namja tinggi itu – yang tadi sedang berjalan menghampirinya. Matanya membulat saat melihat Sehun yang sedang berlari-lari kecil ke arahnya. Di belakangnya ada Jongin – yang terlihat sedikit muram – dan juga Jongdae. Tunggu…

Jongin? Muram? Ada apa?

Tanpa sadar Kyungsoo malah memikirkan namja tan itu. Tak biasanya Jongin berwajah semuram itu, apa ia sedang sakit? Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar dipikiran Kyungsoo. Aish… Kyungsoo kenapa kau memikirkan dia? Pikirnya menggeleng-gelengkan kepalanya cepat.

Tak jauh berbeda dengan Kyungsoo, Kris juga langsung menghentikan langkahnya saat mendengar teriakan tersebut. Ia membalikan badannya dan melihat seorang namja berkulit putih susu sedang berlari ke arah—ah ani, sepertinya berlari ke arah Kyungsoo.

Mata tajam Kris terus mengekori langkah Sehun. Sampai Sehun sudah berdiri tepat di depan Kyungsoo, membuat dirinya tak bisa melihat ekspresi Kyungsoo dengan jelas. Ia melangkahkan kakinya. Mendekat ke arah Baekhyun yang masih bingung dengan semuanya.

Siapa namja yang ada di depan Kyungsoo itu? Apa Kyungsoo lupa jika ada Kris di situ? Apa yang harus ia lakukan? Apa ia harus menghubungi Chanyeol agar membantunya untuk memahami apa yang sedang terjadi?

Itulah pemikiran dari seorang Byun Baekhyun…..

.

"Kyungsoo, aku merindukan mu."

Sehun memeluk Kyungsoo. Yang dipeluk membulatkan matanya. Merasa terkejut dengan apa yang terjadi. Ah ternyata Kyungsoo masih sibuk dengan pemikirannya, sehingga ia begitu terkejut mendapat perlakuan mendadak dari Sehun.

Kris, Baekhyun, Jongin, Jongdae dan beberapa murid lainnya – yang belum pergi karena merasa terpesona dengan ketampanan Sehun – ikut terkejut. Berbagai macam ekpresi terpampang jelas di wajah mereka.

Baekhyun yang menganga begitu lebar saking kagetnya. Sudah hampir 3 kali ia mendapat kejutan yang tak terduga dalam waktu yang begitu cepat. Tentu saja itu membuat Baekhyun merasa pening. Oh sepertinya ia benar-benar membutuhkan Chanyeol sekarang. Dimanakah namja dengan senyum lebar itu?!

Kris menatap Sehun. Mata elangnya menatap Sehun dengan tajam. Sebenarnya siapa namja itu? Berani sekali ia memeluk Kyungsoo di depannya. Apa selama Kris pergi, Kyungsoo sudah menemukan penggantinya? Padahal Kris sudah mengklaim bahwa Kyungsoo adalah miliknya setelah ia tau bahwa yeoja dengan mata bulat itu menyukainya.

Dan bagaimana reaksi Jongin? Ia hanya terdiam dengan tangan yang terkepal. Tubuhnya berbalik dan mulai melangkah pergi meninggalkan Sehun dan Kyungsoo – juga Kris, Baekhyun, dan Jongdae tentunya – di sana. Hatinya sakit. Ia butuh waktu sendirian untuk bisa menetralkan kembali hatinya agar tak sesakit sekarang.

Kyungsoo menatap punggung Jongin yang semakin menjauh. Kenapa dengan Jongin? Dan kenapa hatinya merasa kecewa saat Jongin tak menyapanya dan malah pergi begitu saja? Ada yang tak beres dengan Jongin dan juga…aku? Kenapa aku jadi sering memikirkan Jongin? Pikir Kyungsoo (lagi). Tubuhnya masih direngkuh dengan erat oleh Sehun.

Sedangkan Jongdae hanya menatap malas adegan di depannya. Ia juga merasa kasian pada Jongin. Pasti ia begitu sakit hati melihat Kyungsoo diperlakukan seperti itu oleh Sehun. Ia jadi ingat saat Minseok di dekati oleh salah satu sunbaenya yang bernama Yongguk. Itu benar-benar membuatnya down. Dan Jongdae yakin Jongin merasakan hal yang sama saat ini.

Apalagi ternyata bukan hanya Sehun saingan Jongin saat ini. Ada juga Kris – yang Jongdae tau adalah teman sekelas Minseok – yang juga 'terlihat' menyukai Kyungsoo. Cerita cinta segiem—

"YA KAU SIAPA?! KENAPA KAU MEMELUK KYUNGSOO KU?!"

Ah ternyata saingan Jongin bertambah lagi menjadi satu. Cerita cinta yang rumit. Kira-kira siapa yang akan menang?

.

.

TBC

^ABOUT US^

INI NGARET BANGET YA?! MAAF KAN AKUUU, AKU BARU SELESAI UAS JADI BISA DIBILANG KEMARIN AKU HIATUS/? INTINYA JEONGMAL MIANHAEYOO /BOW/

CERITANYA TAMBAH NGACO DAN NGAWUR. AKU TAU ITU. BUAT YANG NANYA LUHAN MANA? HMM… ITU MASIH RAHASIA UKE UKE LAIN AKU SEMBUNYIKAN DI BAWAH KETEKNYA OM SOOMAN. JADI JANGAN KHAWATIR MEREKA JUGA PASTI AKAN ADA DI SINI. DAN TERNYATA KALIAN HEBAT UDAH TAU APA YANG BAEKHYUN KASIH TAU KE KYUNGSOO.

DAN TERNYATA KRIS SUKA KYUNGSOO? BENER SUKA ATAU CUMA…..? LIAT AJA NANTI . OH IYA BANYAK JUGA YANG PENGEN LIAT KYUNGSOO CEMBURU YA? HMM AKU TAMPUNG IDE KALIAN. JADI JONGIN SIAP-SIAP DIDEKTIN YEOJA CANTIK YA ;;)

AKU BERTERIMAKASIH BANYAK BUAT KALIAN SEMUA PARA READERS YANG UDAH MAU REVIEW ATAU YANG CUMA NUMPANG BACA AJA. TANPA KALIAN AKU BUKAN APA-APA /BOW LAGI/

MAKASIH JUGA BUAT YANG UDAH MAU MANGGIL AKU 'BAPAU'. ITU TERLIHAT LEBIH AKRAB MENURUT AKU.

DAN MAAF (LAGI-LAGI) GABISA BALES REVIEW. INTINYA AKU BENER-BENER BERTERIMAKASIH BUAT KALIAN SEMUA.

.

.

.

Mind to review again?