UNFORGETTABLE
.
Pairing : KYUMIN
.
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan dirinya masing-masing
.
Rate : T
.
Warning : GS, OOC, typo dimana-mana, EYD yang tidak sesuai
.
.
Chapter 2
~Happy Reading~
.
.
Karir Kyuhyun meroket begitu cepat. Belum genap satu tahun pria itu terjun pada dunia hiburan namanya sudah dielu-elukan banyak orang. Penyanyi yang masih terbilang baru itu pun tak tanggung-tanggung, kini kegiatannya tak hanya seputar dunia tarik suara tapi mulai merambah ke dunia presenter. Ya dirinya di daulat untuk menjadi co-host di salah satu acara variety.
Albumnya pun terbilang menuai sukses karena secara fisik dan digital sudah terjual beribu-ribu copy. Hal yang membanggakan bagi penyanyi baru seperti dirinya. Dan itu semua tidak lepas dari usaha kerja kerasnya dan karunia Tuhan.
Seperti hari ini, pria itu duduk berderetan dengan artis-artis lainnya dalam acara penghargaan musik. Penghargaan yang sangat penting bagi kalangan musisi. Kyuhyun patut bangga karena namanya masuk dalam nominasi penyanyi pendatang baru. Setidaknya ini adalah pencapaian yang bagus.
Kyuhyun terus berdoa dalam hati saat si pembawa penghargaan mulai membuka amplop coklat yang sedari tadi dibawanya.
"Dan untuk pendatang baru terbaik adalah—" Suara wanita itu kini terdengar seperti bisikan ditelinga Kyuhyun karena dia tekun berdoa dalam hati.
"CHO KYUHYUN" Ucap dua orang si pembawa penghargaan itu bersamaan.
Kyuhyun terkejut luar biasa. Dia terdiam hingga orang yang duduk disebelahnya memeluknya dan mengucapkan selamat. Air matanya hampir menetes karena bahagia. Dengan gemetar, Kyuhyun pun melangkah naik ke atas stage dan meraih penghargaan yang diberikan padanya.
Pria itu tampak menghela nafasnya.
"Saya tidak menyangka akan berdiri disini dengan sebuah penghargaan di tangan. Saya benar-benar mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, untuk siapapun yang mendukung saya, SM, Manajer hyung, para staff juga para fans setia. Dan penghargaan ini saya tujukan bagi seseorang yang dari awal selalu mendukung saya, penggemar pertama saya. Terima kasih"
Tepuk tangan pun kembali terdengar saat Kyuhyun mengakhiri pidatonya.
.
ooOoo
.
Bulan demi bulan, hari demi hari, detik demi detik, semuanya berlalu begitu cepat. Terasa begitu singkat seperti mengedipkan kelopak mata. Setahun sudah Cho Kyuhyun bergulat pada dunia hiburan dan itu membuatnya lebih semangat dalam menjalani hari ke harinya. semua impiannya kini menjadi nyata. Dia tahu keajaiban itu ada dan dia percaya.
Kini tinggal satu tujuan lagi, mewujudkan impian Sungmin. Dengan kerja keras, akhirnya Kyuhyun mendapat kesempatan untuk mengadakan konser tunggal pertamanya. Hatinya begitu bahagia saat rencana konser itu hinggap padanya. Kebahagiaan itu menjadi lebih berarti karena alasan kenapa dia harus mencapai tujuan itu. Semua karena Sungmin, Lee Sungmin.
"Wah kau benar-benar kerja keras untuk konser pertamamu ya?" Seorang senior dari manajemennya tiba-tiba masuk ke dalam ruang latihannya.
"Ah seonbae, Annyeonghaseyo!" Sang senior hanya membalas dengan anggukan "Ini adalah konser pertamaku, tentu aku harus bekerja keras" Lanjut Kyuhyun.
"Kau memang pekerja keras, wajar saja karirmu melejit begitu cepat. Kalau begitu teruskanlah latihanmu" Senior itu pun keluar dari ruangan.
Tidak berapa lama, pintu kembali terbuka dan masuklah sang manajer. Kyuhyun pun memutuskan untuk beristirahat sejenak dan duduk di sebelah sang manajer.
"Hyung, sebelum konser aku ingin meminta waktu luang. Aku ingin menemui beberapa temanku dan memberikan mereka tiket. Apa boleh?" Tanya Kyuhyun.
"Tentu saja asal kau tidak lupa dengan latihanmu"
"Tenang saja, hyung"
"Baiklah, aku percaya padamu"
.
ooOOO
.
Satu minggu sebelum konser diadakan, Kyuhyun pun mendapat waktu luangnya seperti yang dijanjikan sang manajer. Dengan mengendarai mobilnya sendiri, Kyuhyun melajukan mobilnya menuju Mobit kafe. Kafe yang telah membantunya menjadi seperti sekarang ini.
Dengan beberapa buah tiket ditangan, Kyuhyun keluar dari mobilnya. Dia sengaja memilih waktu saat kafe itu belum buka, tapi dia tahu semua karyawan sudah datang untuk merapikan kafe itu. Bagaimana pun dia pernah menjadi bagian dari kafe.
Kyuhyun membuka pintu kafe, semua orang yang berada di dalam langsung mengarah padanya dan wajah mereka begitu lucu antara kaget dan— senang?
"Hai, aku datang! Kalian tidak menyambutku?" Canda Kyuhyun. Semua orang masih terdiam di tempatnya termasuk si pemilik kafe.
"Cho Kyuhyun, kau kah itu?" Pertanyaan bodoh dari Donghae sukses membuatnta tertawa.
"Tentu ini aku, Donghae hyung"
"Kyuhyun ah~" Donghae pun berlari dan memeluk Kyuhyun. donghae memang termasuk orang yang paling dekat dengan Kyuhyun di kafe ini.
"Apa artis kita ini sedang tidak ada jadwal?" Suara Jongwoon mulai terdengar dan kini lelaki itu mulai mendekat ke arah sang artis dan memeluknya.
"Apa kabarmu?" Tanya Jongwoon.
"Seperti kelihatannya, aku baik"
"Duduklah" Jongwoon mengajak Kyuhyun untuk duduk di salah satu kursi sedangkan karyawan yang lain kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
"Kau benar-benar hebat Kyuhyun ah~, aku bangga padamu"
"Terima kasih, hyung. Bagaimana pun ini semua juga karenamu. Kalau saja kau tidak menawarkan pekerjaan itu padaku, aku tidak akan seperti ini"
Mereka pun berbincang-bincang seputar kehidupan mereka. Ya setahun lebih tidak berjumpa membuat semuanya berubah banyak, contohnya kafe Jongwoon yang kini mulai ramai dan semakin maju. Jongwoon memang sangat cocok berada di bisnis seperti ini.
"Apa itu Cho's corner?" Tanya Kyuhyun sambil melirik ke arah sudut kafe.
"Oh itu— itu adalah foto-fotomu saat bernyanyi disini. Setidaknya itu bisa menarik pelanggan untuk kafeku"
"Kau memang cerdik, hyung" Cengir Kyuhyun. "Dan oh iya— aku sebenarnya kesini untuk memberikan tiket konserku untukmu dan Donghae. Aku harap kau bisa hadir" Lanjut Kyuhyun.
Jongwoon pun mengambil dua buah tiket itu dari tangan Kyuhyun. "Tentu saja. Kami pasti datang"
"Hyung, apa Sungmin pernah kesini?" Tanya Kyuhyun. Selain untuk memberikan tiket, tujuan Kyuhyun kesini memang untuk menanyakan soal Sungmin. Pria itu tidak pernah lagi melihat Sungmin setelah penampilannya di acara musik setahun lalu.
"Sungmin sudah tidak pernah kesini lagi, terakhir kali saat dia kembali dari melihatmu di acara musik itu" Jawab Jongwoon. Raut kecewa mulai muncul diwajah Kyuhyun.
"Apa kau punya nomer ponselnya?"
"Ada. Sebentar" Jongwoon pun meraih ponselnya dari dalam saku dan melihat kontaknya. "Ini nomernya" Lanjut Jongwoon.
Kyuhyun pun segera mengetikan nomer itu pada layar ponselnya kemudian menekan icon memanggil. Tapi lagi-lagi Kyuhyun harus kecewa saat operator lah yang menjawab panggilannya.
"Nomernya tidak aktif" Desahnya. "Aku bahkan tidak tahu dimana rumahnya. Kenapa dulu dia selalu memintaku untuk mengantarnya hanya sampai ujung jalan saja?" Sesalnya.
"Rumahnya ya? Sepertinya Donghae tahu dimana rumah Sungmin"
"Benarkah?"
"Iya, waktu terakhir kali Sungmin kesini dia tiba-tiba saja pingsan dan aku menyuruh Donghae untuk mengantarnya pulang"
"Pingsan?" Gumam Kyuhyun
"Donghae!" Teriak Jongwoon. Donghae pun keuar dengan setengah berlari.
"Ada apa?" Tanyanya.
"Kau tahu rumah Sungmin kan?" Tanya Jongwoon dan hanya mendapat anggukan dari Donghae.
"Antarkan Kyuhyun ke rumah Sungmin" Lanjut sang bos.
"Okay"
.
.
Kyuhyun terus melajukan mobilnya sesuai instruksi dari Donghae. Entah apa yang dirasakan kyuhyun saat ini, gugup, senang dan rindu?
Sejujurnya pria itu sangat merindukan Sungmin. Sangat. Sangat. Sangat. Dan senyuman Sungmin yang masih utuh dalam ingatannya selalu membuatnya kuat dan bertahan.
"Apa masih jauh?"
"Tidak. sebentar lagi"
"Aku bingung kenapa Sungmin selalu menyuruhku mengantarnya sampai ujung jalan tadi padahal ini masih lumayan jauh"
"Yang itu. Berhenti di depan rumah berpagar hitam itu" Ucapan Donghae membuat Kyuhyun semakin gugup. Kenapa ingin bertemu Sungmin saja rasanya bisa segugup ini?
Mereka pun keluar dan langsung melangkah menuju gerbang besar. Kyuhyun memandangi rumah mewah itu.
'Aku tidak tahu kalau kau sekaya ini, Sungmin. Kau benar-benar gadis baik hati bahkan kau mau berteman dengan orang seperti aku' Batinnya.
Donghae menekan bel dan menjawab suara dari interkom.
"Apa Lee Sungmin ada? Kami temannya, kami ingin bertemu dengannya, bisakah?" Tanya Donghae.
'Temannya?'
"Iya, aku Lee Donghae dan temanku Cho Kyuhyun ingin bertemu dengan Lee Sungmin" Ulang Donghae.
Terdapat jeda sebentar sebelum gerbang besar itu tiba-tiba terbuka.
'Masuklah, Tuan' Suara dari interkom itu menyuruh mereka untuk masuk.
Keduanya melangkah menuju pintu depan dan langsung disambut oleh seorang ajuma. Ajuma itu membungkuk hormat.
"Annyeonghaseyo, apa kami bisa bertemu dengan Lee Sungmin?" Tanya Donghae.
"Sebenarnya nona Sungmin sedang tidak ada dirumah"
"Kalau boleh tahu, dimana Sungmin sekarang?" Kini giliran Kyuhyun yang bertanya.
.
.
Seorang wanita paruh baya menangis begitu keras dalam pelukan sang suami. Wajahnya sudah begitu basah oleh air mata namun wanita itu tidak mau peduli. Sang suami hanya mampu memeluk istrinya erat, sesungguhnya dirinya juga ingin menangis tapi lagi-lagi dia harus kuat. Dia harus kuat untuk istri dan anaknya.
Seorang gadis muda yang sedari tadi juga terisak kini ikut memeluk tubuh wanita itu. Air matanya juga sama banyak dengan si wanita paruh baya namun dia masih bisa menahan suara tangisannya.
"Hyuk, apa Sungmin akan baik-baik saja? Dia akan baik-baik saja kan, Hyuk?" Gadis muda itu pun hanya mengangguk. Dia sudah tidak sanggup bicara, jika dia mengeluarkan satu kata pun tangisannya pasti akan keluar. Dia harus kuat untuk Sungmin dan ibunya.
"Hyukjae ssi~" Hyuk mendongak ketika mendengar namanya dipanggil.
"Donghae ssi~? Cho— Cho Kyuhyun ssi~?" Hyuk begitu terkejut melihat kedatangan dua pria didepannya itu.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Kyuhyun. Nada suaranya sarat akan kekhawatiran. Bagaimana tidak? Saat dia bertanya dimana Sungmin berada, Ajuma itu malah memberikan sebuah nama rumah sakit dan itu membuat Kyuhyun tidak fokus selama perjalanannya ke tempat ini.
Hyuk tampak menghela nafasnya.
.
.
Mereka bertiga memilih untuk duduk sedikit menjauh dari tempat duduk orangtua Sungmin. Hyuk hanya tidak mau mengganggu Ibu Sungmin yang mulai terdiam dalam dekapan suaminya.
"Ada apa dengan Sungmin?" Tanya Kyuhyun sekali lagi.
"Lee Sungmin terkena kanker darah dan dia saat ini dalam perawatan dokter. Tiba-tiba saja tadi dia mengeluh sakit sehingga dokter harus membawanya ke ruang instalasi"
Kanker? Sungmin terkena kanker? Kyuhyun tidak mau percaya sebenarnya. Tapi untuk apa mereka berbohong, memangnya mereka gila? Tapi kenapa harus Sungmin? Kenapa harus Sungmin yang terkena penyakit serius seperti itu? Sungmin gadis baik, kenapa harus dia?
"Sejak kapan?" Pertanyaan Kyuhyun terdengar begitu lirih namun Hyuk masih bisa menangkap pertanyaan itu.
"Sungmin merasa aneh dengan dirinya sekitar 3 tahun lalu. Dia sering mengeluh pusing, tapi dia tidak pernah mau memeriksanya. Hingga suatu hari hidungnya berdarah dan orangtuanya membawanya ke rumah sakit dan sejak saat itu dia tahu penyakitnya" Hyuk tampak memberi jeda. Menceritakan hal itu kembali memang tidak mudah.
"Saat tau penyakitnya, Sungmin begitu pendiam dan meminta untuk kembali ke Korea" Lanjut Hyuk. Kyuhyun memejamkan matanya, dia ingat dulu Sungmin pernah mengatakan bahwa dia pindah dari jepang tapi Kyuhyun tidak tahu kalau saat itu Sungmin sedang sakit. Kalau saja dia tahu—
"Dia begitu pendiam. Aku selalu menemaninya kemanapun tapi dia tidak pernah mau bicara padaku. Hingga suatu hari, dia pulang ke rumah dengan gembira dan menceritakan pertemuannya dengan seorang pria yang sangat pandai bermain gitar. Itu pertama kalinya dia mulai bicara lagi padaku. matanya selalu berbinar saat membicarakan pemuda itu. Dan kini aku tahu pemuda itu adalah kau, Kyuhyun ssi~"
Air mata yang sedari tadi ditahannya kini menetes tanpa malu. Semakin Kyuhyun mengedipkan matanya maka cairan bening itu akan terus turun. Dadanya terasa sesak. Sungminnya sedang sakit saat itu, kalau saja dia tahu dia tidak akan membuat Sungmin kelelahan.
Donghae yang duduk disamping kiri Kyuhyun pun hanya mampu mengelus pundak Kyuhyun. Dirinya juga begitu terkejut. Sungmin selalu tampak ceria dengan senyuman khasnya. Sama sekali tidak terlihat sedang sakit.
Pintu ruang instalasi terbuka, orangtua Sungmin terlihat mendekati sang dokter begitu juga dengan Hyuk, Kyuhyun dan Donghae.
"Kondisinya terus menurun. Kalau kondisi Lee Sungmin terus seperti ini, maka kita tidak bisa melakukan operasi pencangkokan" Jelas Dokter.
"Tidak adakah cara lain untuk menyelematkan Sungmin? Dokter, hanya kau yang bisa kami andalkan" Nyonya Lee tampak frustasi. Tengisannya kembali pecah saat mendengar penjelasan dokter itu. Tidak hanya Ny. Lee, semua orang yang beridiri disana juga merasa sedih termasuk Kyuhyun yang sedari tadi terus menggigit bibirnya.
"Hanya karunia Tuhan yang bisa menolongnya. Kalian sudah bisa melihat Sungmin tapi tidak bisa sekaligus. Maaf, saya permisi dulu" Dokter pun mulai melangkah meninggalkan orang-orang yang kini tampak menangis di depan pintu ruang instalasi.
"Kyuhyun ssi~, aku yakin Sungmin ingin bertemu denganmu. Kau masuklah dan bangunkan dia" Kyuhyun mengangguk.
.
.
Kyuhyun sudah mengenakan pakaian steril lengkap. Perlahan, dia melangkah menuju tempat tidur Sungmin dan mendudukan dirinya di kursi di samping ranjang.
Suara alat-alat khas rumah sakit mendominasi ruangan itu. kyuhyun memandangi sosok wanita yang terlelap di atas ranjang. Dengan lembut, Kyuhyun meraih tangan Sungmin dan menggenggamnya, membawanya mendekat ke bibirnya dan menciumnya. Air matanya kembali menetes.
"Sungmin, apa kabarmu? Aku merindukanmu, aku benar-benar minta maaf untuk yang waktu itu. Aku tidak bisa menemuimu setelah acara musik selesai. Aku minta maaf, Sungmin"
Kyuhyun menahan isakannya yang mulai keluar.
"Aku kesini untuk memberikanmu tiket. Tiket konser pertamaku. Kau mau datang kan? Kau masih menjadi penggemarku kan? Iya kan— Sungmin?" Suara Kyuhyun mulai terputus-putus karena menangis.
"Tinggal satu langkah lagi maka impianmu akan terwujud. Kau mau bertahan kan? Tidak, kau memang harus bertahan dan akan bertahan. Sungmin adalah gadis yang kuat. Aku benar kan?" Lagi dan lagi ucapannya harus terputus.
"Kau begitu cantik dan akan lebih cantik lagi kalau kau bangun dan tersenyum padaku. Aku merindukanmu, apa kau juga merindukanku?"
Kyuhyun menatap wajah Sungmin dan air matanya meluncur saat melihat kepala gadis itu yang tak berambut.
"Kau tetap cantik" lirihnya.
"Aku tahu ini memang sedikit terlambat, aku mencintaimu. Sangat sangat mencintaimu. Aku akan menunggumu sampai kau membalas pernyataanku. Aku akan selalu menunggunya. Kau harus bertahan untukku. Kau mau kan? Kau harus mau" Kyuhyun terus berbicara pada Sungmin yang terbaring tak sadarkan diri, dia sangat yakin Sungmin pasti mendengarnya.
"Aku mencintaimu" Ucap Kyuhyun sebelum mencium kening gadis itu. kyuhyun menggenggam tangan Sungmin sebelum dia memutuskan untuk keluar ruangan. Keluarga Sungmin pasti ingin melihat Sungmin dan Kyuhyun tidak boleh egois. Dia percaya masih banyak waktu untuk melihat Sungmin.
Kyuhyun keluar ruangan dengan air mata yang masih menetes. Donghae menyambutnya dengan pelukan hangat.
"Dia begitu cantik, Donghae ah~. Sungminku begitu cantik" Isaknya sambil tersenyum miris. Donghae hanya bisa mengelus punggung Kyuhyun.
.
.
Kini giliran kedua orangtua Sungmin yang melihat keadaan putri semata wayang mereka. Nyonya Lee tampak tidak bisa menahan isakannya. Tanpa berucap dia terus mengelus tangan Sungmin, sedangakan Tuan Lee memilih untuk menatap wajah Sungmin dengan sayang. Mereka berdua tampak diam membisu.
Nyonya Lee tersentak saat merasakan tangan Sungmin bergerak dalam genggamannya. "Sungmin?" Panggilnya.
"Jemari Sungmin bergerak. Aku merasakannya" Ucap Nyonya Lee pada Suaminya.
Perlahan, sangat perlahan kelopak mata Sungmin terbuka. Nyonya dan Tuan Lee begitu terkejut dan semakin mendekat ke arah Sungmin.
"Om—ma, Ap—pa" Suara Sungmin terdengar begitu lirih.
"Kau sadar sayang? Apa kau ingin Omma memanggil dokter?" Sungmin menggeleng lemah.
"Min, Cho Kyuhyun baru saja melihatmu. Dia datang untuk melihatmu. Kyuhyun yang selalu kau ceritakan itu"
"Ak—ku ta—hu"
"Kau merindukannya?" Sungmin mengangguk.
"Omma— Appa— aku— mencintai kalian. Ma—af" Suara Sungmin terdengar semakin lirih dan mata indah itu pun kembali tertutup. Nyonya Lee berusaha membangunkan Sungmin lagi namun tidak bisa.
Entah ada alarm dari mana tapi dokter dan perawat berbondong-bondong datang ke ruangan Sungmin. Hal itu membuat ketiga orang yang berada di luar ruangan terkejut. Mereka tahu bahwa ada hal yang terjadi pada Sungmin di dalam.
Tuan dan Nyonya Lee keluar sambil menangis bahkan Nyonya Lee tampak lemas dalam rengkuhan suaminya.
"Apa yang terjadi, Bibi?" Tanya Hyuk.
"Hyuk ah~, tadi Sungmin bangun. Dia bilang dia mencintai kami, dia juga bilang bahwa dia tahu Kyuhyun datang dan merindukannya tapi tiba-tiba saja matanya tertutup"
Dada Kyuhyun seperti tertindih benda berat. Begitu sesak dan sakit. sungmin tahu jika dia datang dan itu adalah hal yang bagus tapi kenapa? kenapa rasa takut itu belum hilang juga. Kyuhyun benar-benar merasa takut. Takut jika dia tidak bisa melihat Sungmin lagi.
Dokter dan para perawat pun akhirnya keluar.
"Bagaimana keadaan Sungmin?" Tanya Tuan Lee.
"Maaf Tuan, Nyonya"
Mereka semua melemas. Apa maksud kata maaf yang dilontarkan sang dokter? Apa makudnya? Hati mereka menjerit tidak mau percaya. Tapi wajah dokter itu penuh dengann penyesalan. Apa itu artinya?
"Tidak. Tidak mungkin. Sungmin bahkan tadi sadar dokter. Tidak mungkin dia—" Nyonya Lee tiba-tiba saja terjatuh tak sadarkan diri. Dengan cepat Tuan Lee mengangkatnya dan membawanya ke salah satu ruangan.
Hyuk menangis sambil membekap mulutnya dan Donghae memeluknya walaupun sebenarnya lelaki itu juga menangis. Sedangkan Kyuhyun—
Pria itu tampak yang paling frustasi. Dia mengacak rambutnya dan menangis tanpa suara. Air matanya seakan terus turun tanpa perintah.
Bagiamana bisa Sungminnya pergi secepat itu? Bagaimana bisa?
Kyuhyun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dadanya terasa begitu sesak. Sangat sesak. Bahkan dia kesulitan untuk bernafas. Ini terlalu menyakitkan.
.
ooOoo
.
keesokan harinya, Kyuhyun ditemani oleh sang manajer pergi ke rumah duka. Sesampainya disana dia melihat orangtua Sungmin yang masih menangis sambil menyambut tamu yang datang berduka. Dan disudut ruangan sudah ada Hyuk yang duduk ditemani Donghae dan Jongwoon.
Air mata Kyuhyun kembali menetes saat melihat foto Sungmin yang sedang tersenyum terpajang di depan lilin dan makanan persembahan. Kyuhyun semakin mendekat ke arah orangtua Sungmin dan memberikan salam. Setelah itu dia menuju dimana foto Sungmin terpajang dan memberikan penghormatan. Air matanya tak henti-hentinya mengalir setiap kali dia memandang foto Sungmin.
'Sungmin ah~, berjanjilah padaku untuk selalu hadir di mimpiku. Aku tidak mau kehilangan senyum cantikmu. Berjanjilah padaku, Sungmin. Aku mohon'
.
ooOoo
.
Tinggal beberapa jam lagi maka konser pertamanya akan dimulai. Setelah selesai latihan, Kyuhyun memutuskan untuk beristirahat di ruang ganti.
Pintu ruangan tiba-tiba saja terbuka dan Kyuhyun segera menoleh untuk melihat siapa yang datang. Jungsoo melambai padanya dan langsung mendekat kearahnya.
"Aku menerima surat ini tadi dikantor. Ini ditujukan untukmu. Setelah melihat pengirimnya, aku membawanya kesini. Aku yakin kau pasti ingin tahu isinya" Jungsoo memberikan sebuah amplop coklat padanya.
"Baiklah. Masih banyak waktu kalau kau ingin membacanya sekarang. Aku pergi dulu" Kyuhyun pun mengangguk.
"Terima kasih, hyung"
Kyuhyun membalikan amplop itu untuk melihat si pengirim. Matanya membulat saat serangkaian kata bertuliskan 'Lee Sungmin' tertera pada sudut amplop coklat itu. Dengan sedikit gemetar, Kyuhyun membukanya.
Dia meraih selembar kertas dari dalam amplop dan membuka lipatannya.
.
Hallo Kyuhyun ah~,
Apa kabarmu? Aku dengar kau akan mengadakan konser. Aku tidak tahu suratku ini akan datang sebelum atau sesudah konsermu, tapi aku ingin mengucapkan selamat padamu. Kyuhyun ah~ selamat karena kau telah berhasil meraih impianmu dan terima kasih karena kau telah berusaha keras untuk mewujudkan impianku. Aku bangga sekali padamu.
Kyu, sebenarnya aku ingin meminta maaf padamu karena telah menyembunyikan sesuatu darimu. Aku sakit, Kyu. Aku punya alasan sendiri kenapa aku menyembunyikannya, itu karena aku ingin memiliki sedikit saja waktu untuk melupakan penyakitku dan itu aku dapat saat bersamamu. Aku merasakan bahagia selayaknya orang yang bahagia, aku benar-benar lupa akan penyakitku saat bersamamu. Aku hanya ingin ada orang yang mengaggapku sebagai aku yang sehat bukan aku yang penyakitan. Seharusnya aku berterima kasih padamu untuk itu.
Kau tahu apa yang terburuk dari penyakit yang aku derita? Aku harus menjalani kemoterapi untuk menahan rasa sakitku. Dan kemo membuat rambutku rontok, aku menangis setap kali melihat rambutku mulai terlepas satu persatu dari kepalaku. Aku takut kau akan mengatakan aku jelek saat melihatku botak. Kau bilang aku cantik karena rambutku berarti kini aku tidak cantik lagi karena sekarang aku botak.
"Tidak, Min. Aku sudah melihatmu tanpa rambut. Dan kau tetap cantik. Aku berbohong saat itu. Kau akan selalu terlihat cantik" Lirihnya.
Kyu, aku benar-benar merindukanmu. Rasanya aku ingin berlari memelukmu. Mendengar permainan gitarmu dan suaramu. Aku ingin kembali pada masa-masa itu. Mendengar permainan gitarmu di taman kecil kita adalah yang terbaik. Aku begitu menyukainya.
"Aku juga sangat merindakanmu, Min. Maaf karena aku terlalu sibuk dan tidak menemuimu"
Kyu, bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu.
Aku mencintaimu.
"Kau menjawabnya? Kau menjawab pernyataanku saat di rumah sakit waktu itu?" Kyuhyun menangis. Kyuhyun mengatakan bahwa dia akan menunggu Sungmin untuk menjawabnya dan sekarang gadis itu benar-benar menjawabnya.
Maaf karena hanya ini yang bisa aku tulis. Kepalaku mulai terasa pusing dan aku harus beristirahat.
Kyu, teruslah berusaha dan jangan pernah menyerah. Aku percaya padamu.
Lee Sungmin,
PS. Kyu, bisakah kau memberikanku bunga lily? Aku sangat menyukai bunga lily. Dan oh iya— ada beberapa lembar foto yang selalu aku simpan dan kini gilaranmu yang menyimpannya. Aku menyanyangimu, Cho Kyuhyun.
Kyuhyun kembali menangis. Perlahan tangannya meraih foto yang masih ada di dalam amplop. Ada tujuh lembar foto didalamnya.
Foto pertama adalah foto Kyuhyun saat pertama kali tampil di Mobit kafe. Dibawah foto tertulis 'Penampilan pertama yang sangat mengagumkan. I Temporarily Lived By Yourside –Cho Kyuhyun'
Foto kedua adalah saat dirinya menyanyikan lagu permintaan Sungmin. Dibawahnya tertulis '-How Am I Supposed To Live Without You-, Terima kasih kau menyanyikannya untukku'
Foto ketiga adalah saat Kyuhyun pertama kali tampil di acara musik, dibawahnya tertulis 'Kau berhasil, Kyu. Love Again- Cho Kyuhyun'
Foto keempat adalah foto Sungmin dari belakang. Hanya rambut dan pita mereahnya saja yang terpotret. Kyuhyun ingat saat dia mengambil foto itu tanpa sepengetahuan Sungmin dan ternyata Sungmin tidak menghapusnya. Dibawah foto itu tertulis 'Kau begitu menyukai rambutku ya? Aku bahkan tidak tahu kapan kau memfotonya'
Foto kelima membuat Kyuhyun tersenyum. Itu adalah fotonya bersama Sungmin setelah dirinya menampilkan lagi isn't she lovely. Disana Sungmin sangat cantik dengan rambut panjangnya yang dibiarkan terurai.
Foto keenam juga fotonya berdua dengan Sungmin. Kyuhyun ingat foto diambil setelah mereka mengelilingi toko musik untuk membeli gitar baru untuknya. Sungmin sangat cantik dengan topi rajutan kuningnya. Senyumnya begitu cantik. Dan Kyuhyun akan terus mengingat senyum favoritnya itu. Janjinya dalam hati.
Foto ketujuh membuat Kyuhyun terdiam. Dalam foto itu Sungmin berdandan lengkap dengan soft lens dimatanya. Sungmin terlihat menggunakan wig karena Kyuhyun tahu betul bagaimana rambut asli Sungmin, dan Kyuhyun menyimpulkan jika foto ini diambil saat Sungmin sudah kehilangan rambutnya. Dibawah foto itu tertulis 'fighting'. Dibalik foto itu ternyata juga ada tulisan tangan Sungmin.
kyu, aku masih ingat salah satu alasanmu menjadi terkenal adalah ingin bertemu dengan Hyuna. apa kau sudah bertemu dengannya? kalau belum, maka aku akan menjadi Hyuna untukmu.
Cho kyuhyun... Fighting!
Ps. kelak hanya ada kebahagiaan bukan kesedihan. kau mengerti maksudku kan?
Aku mencintaimu
.
Kyuhyun kembali memandang tujuh lembar foto di tangannya. Surat dan foto ini akan menjadi benda berharganya dan dia berjanji akan menyimpannya dengan baik. Hanya ini dan kenangannya yang ditinggalkan Sungmin.
"Kyu?" Kyuhyun menyeka air matanya ketika telinganya mendengar namanya dipanggil. Pria itu menoleh dan mendapati sang manajer sedang berdiri di dekat pintu.
"Hyung, bisakah aku meminta sesuatu padamu"
Sang manajer hanya mengernyitkan dahinya bingung.
.
.
Suara tepuk tangan serta sorak sorai penonton terus terdengar selama penampilan Kyuhyun berlangsung. Konser itu sudah berjalan hampir 90 menit dan Kyuhyun sukses menyanyikan sekitar 18 lagu. Pria itu pun kini berdiri di tengah stage setelah melakukan penampilan terakhir dalam konser.
Kyuhyun mengucapkan beribu-ribu terima kasih untuk para crew yang sudah membantunya juga untuk para fans yang sudah senantiasa mendukungnya. Semuanya pun bersorak menyebut namanya. Teriakan nyaring itu membuatnya terharu. Berada ditengah panggung sebesar ini memang mimpinya dan kini semuanya menjadi nyata.
Tiba-tiba saja lampu stage kembali dimatikan, membuat para penonton kebingungan. Di rundown acara seharusnya konser ini memang sudah selesai tapi kenapa lampu malah dimatikan?
Semua orang tampak berbisik-bisik, mereka bertanya satu sama lain dan kemudian lampu sorot tiba-tiba menyala. Lampu itu berfokus pada Kyuhyun yang kini duduk disebuah kursi sambil memangku sebuah gitar. Sebuah gitar tua. Gitar pertamanya.
'Tapi entah kenapa aku lebih suka suara gitar tuamu itu'
Kyuhyun memejamkan matanya saat teringat kata-kata Sungmin. Gadis itu memang sangat menyukai suara gitar tuanya karena hal itu dia memilih untuk memakai gitar lamanya.
Kyuhyun meraih mic-nya.
"Sebelum aku mengakhiri konserku, aku ingin menyanyikan sebuah lagu. Seseorang pernah memintaku untuk menyanyikan lagu ini, dan hari ini aku akan menyanyikannya lagi. Untuknya"
Kyuhyun mulai memetik gitarnya. Semua orang tampak diam, mereka seakan terhanyut dalam melodi gitar yang dimainkan Kyuhyun. Begitu banyak kesedihan dalam setiap petikan senarnya dan itu dapat dirasakan oleh semua penonton yang hadir.
Kyuhyun melirik ke arah penonton. Ke arah satu kursi yang tampak kosong. Kyuhyun memejamkan matanya kembali sambil terus memetik gitarnya. Tepat pada saat membuka mata, dia melihat Sungmin sedang tersenyum padanya, dengan rambut panjangnya yang indah. Sungmin terlihat begitu cantik dan itu mampu membuat Kyuhyun tersenyum.
.
I could hardly believe it
When I heard the news today
I had to come and get it straight from you
They said you were leavin'
Someone's swept your heart away
From the look upon your face, I see it's true
So tell me all about it, tell me 'bout the plans you're makin'
Then tell me one thing more before I go
Tell me how am I supposed to live without you
Now that I've been lovin' you so long
How am I supposed to live without you
How am I supposed to carry on
When all that I've been livin' for is gone
Sepanjang menyanyikan bagian chorus, Kyuhyun menatap ke arah Sungmin yang masih tersenyum padanya.
I didn't come here for cryin'
Didn't come here to break down
It's just a dream of mine is coming to an end
And how can I blame you
When I build my world around
The hope that one day we'd be so much more than friends
And I don't wanna know the price I'm gonna pay for dreaming
When even now it's more than I can take
Tell me how am I supposed to live without you
Now that I've been lovin' you so long
How am I supposed to live without you
How am I supposed to carry on
When all that I've been livin' for—
Air mata Kyuhyun mulai keluar saat dia tidak menemukan sosok Sungmin di kursinya. Pria itu terisak pelan bahkan suaranya tidak bisa keluar untuk menyelesaikan kata terakhir di lagu itu.
is gone...
Walaupun dengan suara yang begitu lirih, syair itu akhirnya dapat keluar dari bibirnya yang bergetar menahan tangis.
"Terima kasih" Ucapanya setengah terisak. Semuanya pun berdiri dan bertepuk tangan untuk sang idola. Mata mereka bahkan berkaca-kaca bahkan sudah ada yang sampai meneteskan air mata. Penampilan Kyuhyun barusan memang sangat menyentuh.
.
ooOoo
.
Hari ini Kyuhyun sengaja meminta sang manajer untuk mengantarnya ke suatu tempat. Selama perjalanan, pria itu terus menatap keluar jendela. Tidak berapa lama akhirnya mereka pun tiba. Kyuhyun dan Jungsu pun segera keluar dan mulai melangkah.
Dengan bunga lily putih ditangannya, Kyuhyun pun terus melangkah menuju tempat tujuannya.
Kyuhyun menaruh bunga lily itu di atas sebuah gundukan hijau berumput. Kyuhyun tersenyum miris sambil terus memandang tempat peristirahatan terakhir Sungmin.
"Sesuai permintaanmu, aku datang membawa bunga lily kesukaanmu. Kau pasti senang"
Kyuhyun sedikit menundukkan kepalanya. Dia tidak mau menangis hari ini karena Sungmin tidak akan suka melihatnya.
Kyuhyun sedikit berdeham. "Hem... kemarin aku mengadakan konser pertamaku. Kau pasti mengetahuinya kan? Aku menyanyikan lagi lagu yang pernah kau minta dan aku membawakannya dengan gitar lamaku. Gitar yang kau suka. Aku ingin kau mendengarnya. Tapi maaf aku tidak bisa menyelesaikan lagu itu dengan baik. Maafkan aku"
Kyuhyun memijit pangkal hidungnya dan menghela nafas. Dia benar-benar harus menahan air matanya agar tidak keluar.
"Aku tahu kau datang Sungmin. Kau tersenyum padaku, aku melihatnya. Kau memang benar-benar penggemarku" Ucap Kyuhyun sambil tertawa kecil.
"Terima kasih, kau sudah mendukungku dari awal hingga kini. Surat yang kau berikan benar-benar membantuku melawan rasa gugup seperti yang pernah kau lakukan dulu. Terima kasih banyak Sungmin—"
"Aku mencintaimu. Kelak aku akan selalu bahagia begitu juga denganmu" Kyuhyun tersenyum sambil mengusap rerumputan di gundukan itu sebelum akhirnya tubuhnya berbalik dan mulai melangkah.
.
.
"Sungmin sangat berarti bagimu ya?" Tanya sang manajer saat mereka sudah berada di mobil.
"Sangat. Karena dia satu-satunya yang kumiliki" Jawabnya sambil memejamkan mata lelahnya.
.
'Kyu, jika kau sudah terkenal nanti kau tidak akan melupakanku kan?'
'Tentu saja tidak'
'Ada atau tidak adanya aku?'
'Apa maksudmu?'
'Aku hanya berpikir rencana Tuhan tidak ada yang tahu'
'Kalau begitu aku berjanji tidak akan pernah melupakanmu, ada atau tidak adanya dirimu karena kau satu-satunya yang kumiliki'
.
.
FIN
.
.
A/N:
All questions were answered, I think. Sorry for the sad end kkkk.
Btw, aku udah buat visualiasisi buat 7 lembar foto itu. if you wanna see it, you can visit my blog www . kyuminisours . wordpress . com
Sampai disini dulu perjumpaan kita... dadah...
.
.
Thanks to:
o.O rambu no baka, Maximumelf, MalaJaeWook, Aey raa kms, sitara1083, vitaminsparkyu1123, chaerashin, 143 is 137, kyuwie, Heldamagnae, hanna, okiyo yuuna, SEungyo, Kyumin joyer, cloudswan, Cho Kyuri Mappanyukki, PaboGirl, Adekyumin joyer, hyuna, ChristyTaniaElf.
Terima kasih banyak ya buat temen-temen semua yang sempetin review. Tiada kesan tanpa kehadiranmu. See you...
