Hinata sudah bersiap-siap ingin pergi.

"Apa?Bunga Krisan?Naruto memenuhi otaku sampai aku tak sadar bahwa di pojok taman ini ada bunga krisan yang sedang mekar…. Ya…Aku akan menghias kamar Naruto dengan bunga ini..Bunga untuk ucapan selamat bertunangan.."Kata Hinata dalam sambil bercucuran air mata.

Srekkkk

Ternyata di hadapan Hinata itu Naruto.

"Hinata?"Tanya Naruto.

""Ada apa Tuan"Tanya Hinata.

Ternyata saat berhadapan dengan Hinata,Naruto sedikit mengingat saat-saat dia lupa ingatan.

"Oh tak itu sangat indah."Kata Naruto.

Lalu dia melihat bahwa Hinata membawa tas?sepertinya dia akan pergi.

Mereka berjalan-jalan di taman rumah Naruto.

"Haruskah kamu berhenti karena tersinggung pada Sakura?"Tanya Naruto.

"Tidak"Balas Hinata.

"Kamu tak suka rumah ini?"Tanya Naruto seakan tak rela jika Hinata pergi.

"Tidak,Kalian semua orang yang …"Kata Hinata.

"Tapi?"Tanya Naruto.

"Tak saya tak bisa memberikan apa-apa untuk hadia pertunangan anda tapi saya punya jika hanya sebuah bunga atas pertunanganya"Kata Hinata sambil memberikan bunga krisan yang tadi dipetiknya.

"Terimakasih"Balas Naruto.

"Ya,Aku tak akan berhenti !Aku akan terus bekerja di rumah ini !"Kata Hinata sambil pergi meninggalkan Naruto.

Di Taman namun lebih jauh dari tempat keberadaan Naruto.

"Ya,,,Hari ini aku bersumpah cinta ku hanya untuk Naruto selamanya..Meskipun Naruto tak mengingat ku,kebersamaan saat kita bersama walaupun dia lupa ingatan,Walau pun Naruto hanya memandang ku sebagai seorang benar-benar mencintai akan seandainya Naruto akan bertunangan atau menikah asal aku bisa ada didekat Naruto itu sudah cukup bagiku.."Ucap Hinata walau pun suaranya pelan dan dengan bercucuran air mata.

Ternyata Naruto mendengarkanya…

"Hinata?"Kata Naruto lirih tapi Hinata tak mendengar suara itu..

Tok tok tok

"Masuk."Kata Naruto.

"Permisi Tuan,saya hendak membersihkan kamar tuan."Kata Hinata.

"Baik"Kata Naruto.

"Apa?!Bunga itu?!"Kata Hinata saat melihat bunga pemberianya itu dipajang di kamar Naruto.

"Iya,aku menyukainya"Balas Naruto.

"Tapi Tuan.."Belum sempat Hinata menyelesaikan Sakura datang ke rumah Naruto dan masuk ke kamarnya.

"Naruto !"Ucap Sakura.

"Eh ada apa Sakura?"Balas Naruto.

"Nanti kita pergi ke butik ya?Untuk melihat Gaun pernikahan kita"Balas Sakura.

"Hn"Balas Naruto singkat.

"Eh?!Apa itu?Untuk apa kamu memajang bunga rumput seperti itu di kamar mu?Memalukan !"Ucap Sakura.

"Tak apa aku menyukainya"Balas Naruto.

"Kalau begitu jagan biarkan orang lain masuk kekamarmu aku malu jika ada bunga rumput seperti ini"Balas Sakura.

"Kalau begitu kita batalkan pernikahan kita !"Ucap Naruto sambil melepaskan cincin pertunanganya.

"Apa?!"Balas Sakura.

"Ya benar kita batalkan saja !"Balas Naruto.

"Kakak !"Ucap Sakura sambil meninggalkan Kamar Naruto dan pergi menemui Kak Mei.

Di Kamar kak Mei

"Tenanglah mungkin dia hanya marah juga baikan."Kata Kak Mei sambil memeluk Sakura.

"Benarkah kak?"Balas Sakura.

Belum sempat kak Mei membalasnya tiba-tiba Naruto dan Hinata masuk ke kamar Kak Mei tanpa mengetuk pintu.

"Iya kami pasti baikan tapi tidak untuk melanjutkan hubungan untuk menikah !"Kata Naruto.

"Apa ?!"Ucap Sakura dan Kak mei bersamaan.

"Iya karena aku akan bertunangan dan menikah dengan gadis yang aku cintai dulu saat aku lupa ingatan"Balas Naruto.

Hinata yang mendengarkan itu hanya bisa diam karena kaget.

"Siapa dia?!"Tanya Kak Mei.

"Hinata !"Balas Naruto.

"Apa perempuan kampung itu?!"Kata Sakura.

"Baiklah kalau memang ini keinginanmu."Balas Kak Mei.

Setelah itu dikoran banyak berita tentang Cinderella yang yang hanya pembantu menikah dengan seorang ahli waris perusahaan besar di Jepang…

"Ayo Hinata bersiap-siap lah !"Kata Naruto.

"Baik Naruto-kun"Balas Hinata.
Dandan yang cantik ya?"Kata Naruto sambil mengedipkan satu matanya.

"Iya,pasti kamu menyukainya"Kata Hinata.

Saat Pesta..

"Aku tak akan membiarkan Naruto diambil oleh pembantu itu !"Kata Sakura dalam hati.

"Mana Cinderella itu?"Tanya seorang rekan bisnis Naruto.

"Sebentar lagi juga datang"Balas Naruto.

Sretttttt ! pintu utama aula terbuka.

"Maaf saya terlambat."Kata Hinata.

Semua orang kaget melihat dandanan Hinata itu…

"Dandanan Apa itu?!"Kata banyak orang sambil tertawa terbahak-bahak.

"Wuahahahahaha calon pengantin seorang jutawan berdandan dengan bunga rumput !Krisan !Apa mungkin keluarga Uzumaki itu tak mampu membeli hiasan lain?!"Kata Sakura mengejek.

"Dandanan apa itu Hinata?!Perbaiki dandanan mu !"Kata Naruto.

"Tidak Naruto !Kata mu beri hiasan bunga ini di acara apapun !"Balas Hinata.

PAKKKK !Bunyi sebuah tamparan keras dari Naruto ke pipi gadis perempuan yang dicintainya itu.

"Omong kosong !Perbaiki dandanan mu !"Balas Naruto.

"Ba-ba –baik,Tapi aku ingin bertanya sesuatu bung krisan ini aneh?"Kata Hinata sambil menangis.

" cocok denganmu !Tidak cocok untuk masyarakat kelas atas !"Balas Naruto.

"Tapi ini bunga yang telah mempersatukan kita !"

Pakkk ! sekali lagi tamparan Naruto mendarat di pipi Hinata.

Hinata sangat kecewa dengan perlakuan Naruto itu dia lansung berlari keluar aula.

"Dia memang Naruto !Tubuh nya sama dengan Naruto yang dulu !Tapi dia bukan Naruto yang aku cintai !"Kata Hinata sambil berlari dan bercucuran air mata !"

"Lho Hinata?!"Tanya Kak Mei yang berpapasan denganya di hall.

"Selamat tinggal kak !"Kata Hinata sambil berlari ke kamarnya.

Sedangkan itu Di pesta…

"Naruto !Kenapa Hinata menangis ?!Kau apa kan dia?!"Tanya Kak Mei.

"Itu sebabnya aku tak suka orang kampung !"Balas Sakura yang tiba-tiba mendekati kak Mei.

"Kampung apa maksudnya?"Balas kak Mei.

"Sangat disesalkan calon nyonya Uzumaki berdandan seperti itu !Dia membuat malu Naruto karena memakai bunga rumput !"Balas Sakura yang menjelek-jelekan Hinata didepa banyak orang.

"Membuat malu?Apanya?Bunga itu sangat cocok berpapasan di hall aku terkejut !Kekuatan bunga yang lembut dan kecantikan yang murni muncul saat aku berpapasan nya aku juga tak suka dengan pernikahan ternyata perempuan itu cocok dengan mu Naruto"Balas Kak Mei.

"Apa?!"Tanya Sakura.

"Naruto pilihanmu tepat"Balas Kak Mei.

Singgggg !

"Haha iya aku juga setuju dengan nyonya Mei !"Kata banyak orang di pesta itu yang pertamanya menertawai Hinata.

"Panggilah Hinata !"Kata Kak Mei.

"Hinata !Kata Naruto sambil berlari ke kamar Hinata.

Brakkk !

Naruto mendobrak pintu kamar tak ada apa-apa hanya secarik kdi atas meja rias.

AKU PULANG KE KAMPUNG !

LUPAKAN AKU !

HINATA !

Ya seperti itulah bunyi surat yang ditulis Hinata sebelum pergi..