G-Project

[Chapter 1: The Lost Uchiha]

pororo90

Disclaimers : Masashi Kisimoto sensei.

Warning: Typo, gaje, abal, OOC, AU dan mungkin segala ketidakjelasan lainnya.

.

There's will be long chapter..

.

.

Happy reading, minna… (^_^)

.

Perjalanan menuju Vinson Massif*

Pegunungan Ellsworth—Antartika.

Tahun 2004.

.

Suara deru nafasnya terdengar jelas. Masker oksigen yang dipakainya membuat pria raven ini jengah setengah mati. Mengapa ia harus berada di tempat terkering, terdingin dan paling berangin di muka bumi seperti ini. Pakaian mendaki ini benar-benar membuat ruang geraknya melambat. Ia mirip dengan astronot, yang membedakan hanya pakaian yang digunakannya terancang untuk menghadapi cuaca ekstrim. Ia mengintip jam digital di tangannya. Mendesah dan menunggu perintah dari pusat.

Antartika adalah ibarat gurun. Tempat ini hanya mendapat serdikit hujan air dan salju. Antartika dipastikan hampir tidak ada lapisan es baru. Oleh karena itu para ilmuan dunia yang diwakili oleh Hyuuga dan Uchiha membuat mission imposible dengan asumsi jika menambah es abadi akan memperbaiki ganguan iklim. Jika memambah jumlah salju abadi guna mencegah bencana Paleocence-Eonence Thermal Maximum*

Misi ini amat beresiko. Para ilmuan yang tergabung memastikan bahwa misi ini harus terkendali. Sasuke melirik sebentar tas carrier di punggungnya. Benda ini amat krusial. Berisi nuklir sebesar bola tenis. Mereka akan meledakkan puncak Antartika untuk menciptakan badai.

Badai ini diciptakan guna membentuk sebaran es dan air, setelah sebelumnya tim lain bersiap dengan hujan buatan. Hujan buatan dan badai akan membentuk sinergi, dan sisanya alam akan memprosesnya sebagai salju abadi. Inilah yang disebut sebagai mission imposible oleh Sasuke. Mereka bertugas menghambat meningkatnya air laut karena pemanasan global. Hal yang paling menakutkan adalah tenggelamnya Tokyo pada tahun 2400. Mereka mengemban tugas heroic untuk menyelamatkan Jepang dari bahaya pemanasan global.

Tim Sasuke hanya beberapa orang, Juugo, Suigetsu dan Sasuke. Juugo bertindak sebagai pilot heli yang digunakan untuk naik ke salah satu puncak Vinson Masif. Sedang Suigetsu bertugas menjadi survival guide untuk pria Uchiha itu.

..

.

"Kenapa harus aku, Aniki.."

"Karena hanya kau yang bisa Sasuke," Itachi menatap mata adiknya sendu.

"Aku bukan seorang ilmuan sepertimu.."

"Tapi kau memiliki 'mata geometri' Uchiha. Hanya kau yang bisa selamat dari ini.."

"Kenapa?!" Sasuke menatap kakaknya getir,

"Jika vision-ku benar.. maka Tokyo akan tenggelam kurang dari 400 tahun dari sekarang.."

"Aku tidak mau menjadi seperti ayah," Sasuke berujar lirih. Hatinya sakit mengingat bagaimana ayahnya mati.

"Kau tidak akan pernah menghilang.. Percayalah, sebelum maut menjemputmu, aku pastikan kau kukirim ke tempat yang aman.."

..

.

Janji Itachi, terasa nyata di telinganya. Ia tak ingin menghilang dalam tugas dan menjadi orang kesekian yang tak bisa melanjutkan generasi. Kadang pemikirannya jadi terlalu egois. Ia hanya ingin hidup, dan melanjutkan estafet 'mata geometri'. Tanpa takut dibayangi kutukan, bahwa penggunanya akan dikutuk. Ia tahu bahwa hanya satu orang yang dapat hidup dalam satu line keluarga. Dan sebagai anak bungsu, ia patut khawatir. Bukannya ia tak ingin mempercayai hal irrasional seperti ini. Namun, ia ingin berbeda dari Uchiha yang lain. Karena itu, ia justru memilih hidup sebagai pengusaha daripada mewarsi kehudupan ilmuan seperti para Uchiha. Ia menghela nafas lagi,

"Are you okey..?" suara di earpiece menghentikan lamunannya. Suara itu bahkan terdengar sangat jauh, angin kencang disertai salju tiba-tiba datang menerjang.

"Yea.." Sasuke menjawab dengan suara yang nyaris tak terdengar.

Suigetsu mundur beberapa langkah ke belakang, mengulurkan tangan pada Sasuke yang terlihat kelelahan karena cuaca ekstrim dan jalan yang mulai terjal. Mereka baru setengah jalan dari low camp yang berada di titik ketinggian 2.743 mdpl. Padahal tujuan mereka berada di kusaran 4800-an. Dengan rentang jarak itu nuklir bisa ditembakkan secara vertical. Dan tugas Sasuke yang harus menjadi eksekutornya.

Alasannya simpel, karena mata geometri yang diwariskan keluarganya bisa membawanya ke dimensi berbeda, genjutsu.. mereka menamainya seperti itu.

.

"Berapa lama lagi Sui..?"

"Kita masih berada di Puncak Knutzen (3.373 dpl), dan masih harus menuju Puncak Shinn (3.700dpl), Puncak Branscomb (4520 dpl) dan terakhir goal mission kita, Puncak Vinson (4.892dpl)" Suigetsu menatap manik mata sang Uchiha.

"Ayo kita bergegas, sebelum badai diperkirakan datang.."

.

Mereka berjalan, terus hingga melewati pos-pos yang disediakan. Mereka baru saja meninggalkan Puncak Branscomb Bagi mereka ini bukan persoalan hidup dan mati. Ini persoalan tentang dunia. Jika ingin generasi selanjutnya merasakan keindahan empat musim, jalan inilah yang harus mereka tanggung,

"Kita istirahat dulu, sudah dua belas jam kita berjalan Sasuke.."

"Kita sudah dekat, Sui."

"Aku tahu, kondisi kita tidak memungkinkan. Kau terluka. Jangan kau pikir aku tidak tahu.."

Sasuke memperhatikan sikunya yang berdarah akibat jatuh.

"Kalau kau kena frost bite* aku tidak tahu apa yang dilakukan Itachi-sama.."

Sasuke tersenyum, meraih obat yang disodorkan oleh Suigetsu.

"Aku punya istri di rumah, karena itu, aku berusaha untuk bisa pulang dengan selamat. Kau tahu, aku akan jadi ayah.." mata Suigetsu menatap langit-langit tenda yang baru saja didirikannya.

Sasuke merasa cerita ini akan menjadi cerita kesedihan. Intuisinya tahu bahwa misi ini terlalu berbahaya jika dikerjakan orang biasa.

"Aku harap kau bahagia, ini misi yang penting.." Sasuke membuka percakapan, "Setelah semua selesai, kau bisa bersamanya.."

.

Alam, kadang bukan sahabat bagi akal logika..

..

.

Angin mengamuk, membawa badai beserta salju yang mengganas. Bukan salju biasa, perlahan bongkahan es sebesar biji kenari mulai menerjang. Sasuke limbung ke belakang. Suigetsu bertindak gesit dengan menancapkan ice axes*, mengkaitkan fixed rope*, dan memastikan Sasuke tetap memakai sit harness* yang menghubungkan mereka berdua.

Tenda terkoyak, mereka masih bergelantungan. Terlihat darah mengalir, merembes melalui tali yang dipegang Suigetsu. Ia tahu, Sui berusaha melindungi dirinya. Ia tahu, inilah saatnya.

Sasuke mengaktifkan sharingan miliknya, ia merasakan pusaran waktu yang menyedot seluruh kekuatannya. Berusaha membayangkan pangkalan komando. Seolah ia melewati lorong-lorong dalam otaknya,

Dan..

BRUKKK!

.

Mereka terjatuh di pusat komando,

Itachi yang pertama menyadari perubahan ruang, ia tahu Sasuke segera datang. Sasuke berdiri, berusaha membantu Suigetsu yang terlihat menggigil,

"Tolong dia! Aku harus segera kembali.."

"Hentikan Sasuke, ini bukan waktu yang tepat!" Itachi tahu badai takkan bisa dilawan.

"Ini waktu yang tepat, Aniki.. Karena kita sedang berada di apehelium*. Jika kita menundanya, butuh satu tahun lagi untuk mengulang.." Sasuke tersenyum sendu. Ia menarik nafas dan terlihat akan mengaktifkan Sharingan-nya lagi.

"JAGAN LAKUKAN!"

.

Yang ada hanya kehampaan. Karena si bungsu telah pergi. Itachi bertindak cepat, mengambil perlengkapan mendaki serampangan dan memakainya. Ia tahu, dan ia tak ingin kehilangan orang terdekatnya, lagi. Cukup ayah dan ibunya, dan ia tak mau mengulangi itu lagi.

.

Giliran Itachi mengaktifkan mata geometri miliknya. Meski ia tahu, mungkin mata ini justru mendekatkannya dengan dewa maut. Konsekwensi dari penggunaan mata geometrinya adalah keracunan akut. Ia bisa mati kapan saja.

..

.

Ia melihat Sasuke sudah melontarkan nuklir kedua, ia tahu ini sangat terlambat. Saat ia sadar, terjadi gempa dasyat dan retakan pada pijakannya. Ia berlari menuju adiknya yang terjatuh. Di saat terakhir, ia sempat meraih tangan adiknya,

"Jangan lepaskan Sasuke.." Itachi berteriak.

Sasuke dalam keadaan setengah sadar, tenaganya terkuras karena penggunaan sharingan beruntun. Ia melihat darah mengucur melalui celah rambut raven adiknya, hantaman keras membuat kepala Sasuke terbentur dan mengeluarkan darah.

"Sasuke, sadarlah!" Itachi menggeram, suaranya parau. Ia menahan rasa sakit di matanya. Rasa panas membakar mata kirinya, ia tahu benda cair meleleh. Racun itu bereaksi..

Sasuke membuka mata, dalam kesadarannya yang tinggal separuh ia melihat mata Itachi yang mengelurkan darah. Inikah yang disebut Itachi sebagai toxin yang akan membuatnya mati? Ia tak ingin melihat siapapun mati. Dalam setengah sadarnya ia tahu, bahwa kadang takdir memang mempermainkannya.

"Aniki.."

"Jangan bicara!"

"Lepaskan tanganmu, dan segeralah kembali.."

Itachi menahan kesedihan di dadanya. Haruskah nyawa orang lain dia selamatkan sementara adiknya harus mati? Kenapa Tuhan tidak bisa memberikan keringanan.

"Untuk mendapatkan yang besar, memang harus mengorbankan yang kecil.."

"Kau bukan hal kecil Sasuke!" itachi membiarkan air matanya lolos, "Jangan pergi, aku akan menyelamatkanmu.."

"Tch!" Sasuke mencibir. Ia menggeleng, ia tahu Itachi sudah tidak bisa menggunakan sharingan-nya lagi. Atau pria sulung Uchiha itu mati. Ia tersenyum sedih, "Terimakasih.. untuk menjadikanku pahlawan.."

Sasuke melepas ice gloves yang dipakainya, bersamaan dengan itu matanya aktif. Mengirimkan Itachi ke dunia lain, sedang ia terjatuh di jurang yang dalam. Tenggelam bersama jutaan kubik es yang runtuh. Dan dalam kaadan yang sudah sekarat. Tidak ada manusia yang akan selamat dalam bencana itu. Ia mati, sebagai pahlawan.

Sementara itu teriakan pilu disuarakan Itachi di tempat berbeda. Seperti halnya serigala yang terluka. Teriakan itu hanya berisi kepiluan.

.

.

-Ketika akal manusia bertindak seolah menjadi Tuhan, maka karma akan berdatangan, anonym-

.

.

-TOKYO

Tahun 2009-

5 tahun, setelah Vinson Massif Accident.

.

Itachi menatap pria yang terborgol itu. Pandangannya memindai pria yang ditemukan di dekat reruntuhan pusat komando penelitian di Antartika. Pria itu terlalu mirip atau bahkan serupa dengan almarhum adiknya. Jantungnya berdetak keras, apakah Sasuke masih hidup? Pikiran itu berkecamuk. Menjadi racun baru untuknya.

"Apa kabar Itachi.." suara sang tawanan terdengar dingin dan berat,

"Sasuke?" Itachi bahkan mulai meragukan pria di depannya adalah Sasuke sang adik. Pria ini terlalu pekat. Terlalu hitam aura yang dipancarkannya.

"Jika kau merasa tertarik, aku bukan datang pada zaman ini.."

"Maksudmu?"

"Aku Sasuke di tahun 2401"

Itachi tersenyum miring, seolah mengejek orang di hadapannya.

"Teruslah begitu, aku terlahir dari rekayasa genetika. Tidak ada Uchiha. Yang hanya Sasuke nomor zero satu hingga jumlah yang tidak terhitung. Oleh karena itu, dunia menjadi tidak terkendali.."

Itachi seolah tidak mendengarkan.

"Uchiha akan terhapus dalam sejarah, dan menjadi penjahat peradaban karena melepaskan apocalypse dari matamu.. kau akan membunuh umat manusia."

Bahu itachi menegang, menjadi cemas dan waspada.

"Kau akan mati Itachi.. dan memupuskan trah Uchiha. Sharingan milikmu akan menjadi racun untuk darahmu. Kau, takkan bisa memiliki keturunan. Kecuali, kau bisa membuat adikmu kembali dan meneruskan semuanya.."

Itachi melihat Sasuke di masa depan dengan tatapan hampa, "Tapi dia sudah mati.."

.

Sasuke dari tahun 2401 tekekeh, "Kau hanya terlalu takut untuk mengetahui, bahwa mata geometri adikmu lebih sempurna dari dirimu. Kakek buyutku hanya berpindah tempat. Dan kau bahkan tidak tahu?! Dia ada di kepalamu.."

.

Itachi menegang, antara harus percaya atau tidak.

_TBC_

.

..

Jejak kaki:

Vinson Massif : gunung tertinggi di Antartika, 4.892 dpl.

Paleocence-Eonence Thermal Maximum : perubahan ekstrim kondisi permukaan bumi, pergeseran ekosistem, dan gangguan siklus gas rumah kaca. Disebabkan oleh suhu global naik sekitar 6 derajat celcius selama 20.000 tahun atau meningkat 0,0003 derajat celcius per tahun. Yang dimulai sejak 65,5 hingga 55,8 juta tahun yang lampau.

Frost bite : radang dingin, kerusakan local pada kulit dan jaringan lain akibat dingin yang ekstrim. Sering terjadi pada bagian tubuh yang jauh dari jantung, misalnya lengan dan jari jemari

Ice axes : kapak es berfungsi sebagai tongkat atau sarana memanjat. Digunakan para pendaki gunung salju untuk mendaki medan berupa tebing-tebing dengan kondisi beku.

Fixed rope : tali repling dengan penjepit, berfungsi menahan beban agar tidak terlepas dari tali penghubung.

Sit harness : tali keselamatan yang tersemat pada setiap pendaki. Berfungsi sebagai penghubung pandaki satu dengan yang lain.

Apehelium : jarak terjauh dari matahari, terjadi sekali dalam setahun.

.

A/n

Maafkan karena keterlambatan update-nya. Saya benar-benar bingung memulai dari mana fict ini. Dan maaf romancenya belum kelihatan. Belum ada korelasinya. Tapi ini adalah bibit dari peristiwa yang akan datang. Dimana G-Project akan di buat. Mohon bersabar..

Hirano lawliet, ini Sasu muncul Nivelia Neil, lemon? Masih gore kok. Soal Hina mohon bersabar Hime No Rika, ya gitu deh (author sableng XD ) Moofstar, hinata gak poliandri, nanti dijelaskan di chap selanjutnya. Harap bersabar. Curly and Blonde, lanjut ni dia Yukori Kazaqi, ok! Ni lanjut kan, hehehe Coro-chan rincian bibitnya udah bisa ngena belum? Chikuma Yafa (unlogin), ya shika ambil peran penting, tapi bukan di chap ini Yeyeye, sabar ya.. yang jadi suami Hinata.. (mikir, krik..krik..krik..) Ana-chan, Sasuhinanya nanti ya :-P Luluk Minam Cullen, ya, ini masih lanjut. Yafa mut, saya juga merasa gitu.

.

Review minna-san…

Onegai~ (^_^)

Sign Pororo90