G-Project
[Chapter 2: Chemist Hunt ]
pororo90
Disclaimers : Masashi Kisimoto sensei.
Warning: Typo, gaje, abal, OOC, AU dan mungkin segala ketidakjelasan lainnya.
.
.
.
Hope that's you will enjoy it.. :3
.
Preview:
Kecelakaan Vinson Massive membuat Itachi harus kehilangan satu-satunya anggota keluarga yang di milikinya. Menyelamatkan banyak orang, namun tak bisa menyelamatkan adiknya membuat dia didera penyesalan yang mendalam.
Setelah lima tahun berlalu, seseorang di tangkap di bekas pusat komando di Antartika. Yang mencengangkan, pria misterius itu memiliki wajah serupa adiknya.
Didera segala sakit hati, pria yang mengaku berasal dari masa depan, dan menawarkan sesuatu yang diluar akal sehatnya…
..
.
Akhir 2009.
Itachi menghirup udara sepanyak paru-parunya. Pikirannya buntu. Jika memang apa yang dikatakan Sasuke di masa yang akan datang, Itachi lebih senang menyebutnya sebagai mirai (masa depan).
Pria raven itu mengaku sebagai prototype* pertama yang diluncurkan Neo Brain. Dengan kata lain dia yang paling orisinil dari Sasuke. Dia bilang, dengan fisiknya yang meniru 80% dari fisik asli Uchiha bungsu. Dia berkata kalau dia hanya memiliki waktu hidup sekitar sepuluh tahun di dunia ini.
"Uchiha akan terhapus dalam sejarah, dan menjadi penjahat peradaban karena melepaskan apocalypse dari matamu.. kau akan membunuh umat manusia."
Bahu itachi menegang, menjadi cemas dan waspada.
"Kau akan mati Itachi.. dan memupuskan trah Uchiha. Sharingan milikmu akan menjadi racun untuk darahmu. Kau, takkan bisa memiliki keturunan. Kecuali, kau bisa membuat adikmu kembali dan meneruskan semuanya.."
..
.
Yang dimaksud dengan kau bisa membuat adikmu kembali adalah Sasuke memang tidak dapat diketemukan. Kata Mirai, Sasuke akan ditemukan saat gletzer terakhir mencair. Dalam keadaan tak bernyawa pada tahun 2137. Neo Brain menggunakan struktur DNA Sasuke yang asli untuk menangkal virus 'tsuyukomi' yang membuat penderitanya mengalami radiasi nuklir yang meracuni darah dan membuat kemungkinan hidup manusia menyingkat. Pada zaman itu manusia tertua diperkirakan hanya berumur tiga puluh tahun. Antitoxin* pertama dibuat untuk menetralisir racun 'tsuyukomi', namun karena persebaran virus yang terlalu lama mengakibatkan virus bermutasi. Manusia membutuhkan banyak antitoxin.
Project Sasuke diluncurkan. Mereka menggunakan kromosom dan struktur DNA Sasuke untuk diperbanyak dan dikembang biakkan. Prototype pertama di bekukan karena terlalu berbahaya dengan kemampuan 80% Sasuke. Dia bisa berpindah ruang dan tidak terikat pada perintah. Dengan kata lain Sasuke dihidupkan kembali. Tapi dengan kondisi fisik dan habitat yang tidak sama mengakibatkan evolusi yang tak sinergis. Masa hidupnya terbatas. Karena ia tidak bisa mewarisi kehidupan sebelum apocalypse*.
Sasuke yang berseri nomor, mulai dengan kode zero, mulai diambil darah dan kromosomnya. Tapi proyek ini menemui jalan buntu ketika manusia sumber utama brain reseource-nya mengalami degenerasi. Tidak ada tongkat estafet untuk tampuk kepemimpinan Neo Brain. Dengan kata lain sumber obat ada, namun tak ada yang mengolahnya. Apocalypse menyebar dengan cepat. Manusia diambang kiamat. Ini jauh lebih mengerikan daripada isu pemanasan global yang membuat tenggelamnya benua.
Prototype Sasuke mengambil inisiatif berani dengan melompati waktu, memakai mata geometri milik Sasuke yang asli (dengan implant mata) dan berpindah dari zaman 2401 menuju 2009, dimana awal terbentuknya apocalypse.
Dia berharap, sekali lagi bisa menyelamatkan dunia.
*G-Project*
.
.
.
Kyoto-Jepang
Waktu sekarang (akhir 2009)
.
Shikamaru Nara menatap pusara gurunya, Asuma Sarutobi. Dia menyulut sebatang rokok,
"Apa kabarmu guru.." ia tahu takkan ada jawaban, "Aku datang mengunjungimu lagi.."
Seolah bermonolog, pria berambut nanas itu mengoceh.
"Mereka merindukannmu.."
"Anakmu sudah besar, dan aku telah menjadi professor termuda dalam sejarah Jepang. Bagaimana? Apa kau juga tidak mau mengucapkan selamat?"
.
Angin berdesir menerbangkan daun-daun kering. Shikamaru tahu, ada seseorang asing yang berada di sana. Mengawasinya dengan mata merah menyala.
"Kau bisa ikut bergabung tanpa harus mengintip, gaijin*…"
.
Pria berambut hitam dan memakai jubah hitam itu berjalan perlahan. Matanya tak lagi berwarna merah. Shikamaru memutar matanya bosan. Ia tidak mempercayai dongeng semacam vampire atau kumpulan serigala. Tapi orang ini terlalu pucat untuk ukuran manusia. Tubuhnya jangkung, agak kurus untuk ukuran manusia dengan perbandingan normal, atau jangan-jangan..
"Jangan menahan asumsimu, Professor Nara.."
"Kau-," Shika bahkan belum sempat melanjutkan, tenggorokannya tercekat, apakah mugkin? Batinnya menolak untuk membayangkannya.
"Ya, aku rekayasa genetika, persis yang kau gambarkan dalam bukumu yang akan kau susun.." Sasuke tampak menyeringai, terlalu 'mewah dan tak terjangkau manusia'.
.
Shikamaru menggeleng, tak menaggapi gurauan kacangan macam ini..
"Aku membutuhkan tenagamu untuk proyek terbesar di alam semesta.."
Mata Shikamaru memincing,
"Membutuhkan kemampuanmu dalam perkembangan DNA, aku tahu kau yang terbaik.."
"Alasan apa yang harus memaksaku memihakmu?"
.
Sasuke menelengkan kepalanya, matanya berkilat menggoda, "Kau tak tertarik 'membangkitkan' lagi semangat gurumu dari kematian?" seolah pertanyaannya hanya sebuah pertanyaan biasa.
.
Shikamaru tahu, bahwa penawaran ini terlalu sayang untuk ditolak,
"Gajimu akan diatas enam digit, kalau kau ingin tahu.."
"Dollar?" retoris, tapi ia benar-benar ingin tahu.
"Sesukamulah.."
Shikamaru tersenyum miring, "DEAL!"
*G-Project*
.
.
.
Arnheim-Belanda.
(Zona waktu normal- akhir tahun 2009)
.
.
Seorang wanita muda yang terlihat terpesona mengamati hasil ujicobanya. Sebagai doctor untuk biology cellular*. Dia adalah yang termuda dan terbaik di bidangnya. Umurnya baru menginjak dua puluh satu tahun dan reputasinya begitu mengagumkan.
"Lady Hyuuga.."
Hinata menoleh dengan cepat ke arah suara. Seolah melihat hal yang ganjil, ia telonjak dari tempat duduknya. Ia gugup dan takut menyergapnya. Seingat gadis itu ia sudah mengunci pintu lab. Sangat aneh jika ada orang asing bisa masuk. Apa lagi ada alat pemindai sidik jari yang harus dilewati.
Obsidian bertemu lavender. Seolah mata mereka mampu berkomunikasi lebih baik dari otak dan bahasa tubuh mereka.
..
.
"For the time you never forgot, did you missing me?"
"Sasuke-san.." suara Hinata tercekat di kerongkongan, tidak mungkin!
Hinata tampak mundur beberapa langkah,
.
"You're the EVE.."
.
Air mata membentuk muara di ujung kelopaknya, terjatuh akibat tak kuasa menahan bendungan dan gerak jatuh bebas hukum gravitasi. Ada kerinduan dan rasa kehilangan yang terangkum dalam jarak dan waktu yang tinggal beberapa jengkal itu.
Eve, hawa. Adalah nama panggilan kesayangan Sasuke padanya. Kenapa? Kenapa pria itu harus kembali padanya, setelah sekian lama ia berusaha menata hidupnya kembali. Setelah ia bertunangan dengan Sabaku Gaara?
..
.
Sasuke merentangkan tangan, mengundang Hinata untuk memeluknya. Dan Hinata, memang tak mampu bisa menolak. Dalam dekapan hangat itu. Dalam detak jantung Sasuke. Ia tahu, sekali lagi ia jatuh cinta. Pada pria yang sama.
"Ikutlah ke Konoha. Ada proyek yang tak bisa kulakukan tanpamu.." suara Sasuke lirih,
Dan Hinata hanya bisa mengangguk dalam pelukan hangat kekasih hatinya.
Ada peraturan tak tertulis tentang penggunaan genjutsu yang tidak diketahui Sasuke di masa depan sekalipun. Bahwa pengguna mata, akan terus menyimpan segala kenangan dan perasaan yang tersimpan di dalam perangkap mata geometri. Mirai, telah terjebak oleh mata asli Sasuke. Yang mengakibatkan ia tak mampu mengendalikan dirinya sendiri untuk mencintai Hinata. There is a fate or curse?!
*G-Project*
…
..
.
"Dari mana saja, kau?!"
Mirai, menatap tajam anikinya yang telah berdiri melipat tangan di depan dada tepat di depan pintu utama kediaman Uchia.
Tanpa mengindahkan si sulung, ia justru terus melenggang dan duduk di kursi santai di depan perapian.
"Mirai..!" itachi menggeram, kenapa anak itu tak mengetahui bahwa ia sangat khawatir?
"Hentikan aniki, kau berisik.."
.
DEG!
.
Itachi menahan rasa sakit di ulu hatinya. Pria di depannya ini seolah menjelma sebagai Sasuke yang asli. Bahkan kelakuan mereka mirip. Ia tak ingin sekali lagi kehilangan. Karena itu, ia melakukan apapun agar Mirai tetap tinggal.
Sasuke Mirai mengangkat kakinya dan meletakkan di meja rendah di depan kursi perapian. Matanya memejam,
"Aku baru saja berburu.."
"Hmm?" Itachi berusaha menekan rasa ingin tahu yang mendadak muncul,
"Aku berburu para ilmuan yang dapat membangkitkan kejayaan Uchiha.."
Itachi memandangi Mirai yang mulai tertidur,
"Chemist Hunt, ya.. aku baru saja menjadi pemburu ilmuan.." gumamnya kemudian, sebelum benar-benar jatuh tertidur.
*G-Project*
..
.
"Sasuke-san.." suaranya masih sama, seperti genta surga, "Ku dengar dari kakak, kau akan ikut dalam misi ke Antartika.."
Sasuke tersenyum pada bidadari kecilnya, terlalu imut dan menggemaskan, "Hn.."
"Kenapa?" mata Hinata menatapnya, seolah meminta jawaban.
Sasuke lagi-lagi tersenyum, "Kakak yang memintaku.."
"Tapi Itachi-sama kan tahu kau bukan seorang ilmuan"
.
Aaa.. Sasuke tahu Hinatanya sedang merajuk. Perbedaan umur keduanya tidak jauh. Hanya tiga tahun, tapi diumur Hinata yang ke tujuh belas, ia sudah di wisuda untuk strata satu ilmu biologi. Maklum, keluarga Hyuuga kesemuanya ilmuan.
Sasuke gemas untuk tidak mencubit pipi tembem kekasihnya, "Harusnya kau bangga, kalau aku jadi pahlawan.."
Hinata cemberut,"Aku tidak senang kalau kau jauh dariku.." gumamnya.
"Aku akan kembali, kakak sudah menjaminnya.." Sasuke memberikan pelukan erat pada Lady Hyuuga itu.
..
.
Hinata menatap mata Itachi dengan pandangan hampa. Bingung melukiskan perasaannya, antara harus marah, sedih ataukah bersikap biasa saja. Melihat Itachi di rumah sakit dengan luka patah tulang dan tanpa Sasuke seolah jiwanya hilang separuh.
"Kau sudah janji, Itachi-sama.." katanya serak,"Di mana Sasuke-ku?!"
Itachi bahkan terlalu takut menyuarakan kebenaran.
.
"Kumohon, katakalah di mana dia, kau sudah janji membawanya kembali.."
Itachi memalingkan muka, takut akan kenyataan ini.
.
"Kau sudah janji membawanya kembali," air mata hinata telah membanjiri wajahnya. Menahan segala kesedihan sendiri gadis Hyuuga itu jatuh terduduk sambil memegang dadanya.
Apakah luka di hatinya karena kehilangan Sasuke bisa sembuh? Ia tidak yakin. Karena hatinya hanya penuh oleh Sasuke, maka ia tahu, bahwa lubang itu akan hampa selamanya..
..
.
_TBC_
Catatan kaki:
Prototype:bibit, percontohan, model pertama.
Antitoxin:penawar racun.
Apocalypse:wabah, endemik
Gaijin: orang asing (kasar)
Biology Cellular: cabang ilmu biologi yang mempelajari sel mahluk hidup.
.
.
A/N:
Maafkan saya belum sempat membuat yang panjang. Semoga ini mengobati kebingungan kalian.
Yomu-chan, Moofstar, Yukori Kazaqi, Nivellia Neil, Luluk Minam Cullen, Hirano Lawliet, Me Yuki Hina.
Atas partisipasinya memberikan review untuk fanfik abal ini.
Ngomong-ngomong..
REVIEW lagi dong..
Regards PORORO90
