G-Project
[Chapter 5: G-Project MISION]
By: PORORO90
Disclaimers : Masashi Kisimoto sensei.
Warning: Typo, gaje, abal, OOC, AU dan mungkin segala ketidakjelasan lainnya.
.
.
.
Preview:
"Apakah Sasuke tak pernah melalukan pemeriksaan darah atau donor darah?"
Itachi memegangi dagunya, ia sedang menggali ingatannya. "Mungkin.."
"Cari. Itu adalah jalan termudah menangkal virus ini."
"Hanya darah Sasuke saja? Hanya itu yang kau butuhkan?"
"Tidak." Sasuke Mirai mulai membuka mata dan burusaha untuk duduk. "Kita juga memerlukan sample sperma Sasuke Uchiha.."
Itachi tahu, saat ini akan terjadi.
"Kita akan meneruskan generasi Uchiha melalui sperma adikmu."
"Tapi, adalah jalan yang lebih manusiawi dari penciptaan ini?" sisi religious Itachi melakukan penolakan.
"Tidak!" Sasuke Mirai menatap manik kelam Itachi, "Kau telah terjangkit, spermamu mati. Aku tak bisa melalukan itu, karena kau juga tahu, aku terjangkit. Namun begitu, kita tidak bisa akan menularkan virus itu jika kita menghindari kontak langsung dengan manusia. Apocalypse akan menyebar dengan perantara logam pada tanah. Karena itu jika aku mati, maka bakar mayatku."
"Apakah itu berlaku juga untukku?"
.
.
"Ya." Sasuke telah kembali pulih, ia bangkit dari posisi duduknya di lantai dan mulai meraih apapun untuk dijadikan pegangan. Ia menuju ke ranjang yang tampak nyaman untuk dihuni ketimbang lantai marmer dingin.
"Kau menyebarkan apocalypse ketika di kubur. Karena kau orang penting, banyak yang mengunjungi makammu. Tanpa tersadari logam-logam itu terus meradiasi dan juga meracuni air. Di sanalah bibit berasal. Dimulai tahun 2049 kau mati, dan enam puluh tahun kemudian gejala apocalypse pertama ditunjukkan. Seratus tahun kemudian, virus ini terbawa hingga separuh benua. Saat itu mungkin Sasuke-mu ditemukan. Mereka melakukan penelitian. Tiga ratus tahun kemudian aku dan teman-temanku diciptakan."
"…"
"Jika mata rantai terputus dari kau yang memiliki penerus baru, maka keadaan akan seperti ini; kau akan tetap mati di tahun 2049. Tapi kau punya penerus untuk sekedar tahu kalau kau harus dikremasi dan dikristalkan. Penerus selanjutnya akan hidup tanpa apocalypse. Tak ada virus, maka aku juga tidak ada."
"Jadi kau ingin berkata. Kau membunuh bibitnya, meski kau sadar resikonya adalah kematian?"
"Hei—lagi pula, aku sudah pernah mati. Apa yang harus kutakutkan.."
Itachi menelan ludahnya getir, ya Sasuke pernah mati.
"For the time can not erase, we have a hope, uh?!" Sasuke memberikan devil smirk.
~PORORO90: G-Project~
.
G-Project Chapter 5 MISSION
.
.
itachi memandangi berkas yang di susun Shikamaru, pria itu sibuk mengetukkan jarinya ke atas meja. Hatinya gelisah, sesekali menatap Shika yang duduk dengan tenang di hadapannya.
"Jadi, Kau ingin berkata kalau G-Project memiliki kelemahan?" Itachi meringkas kesimpulan yang dihimpun Shikamaru Nara.
"Jika kau ingin jawaban yang singkat. Ya. Itu yang kusampaikan."
Itachi memejamkan matanya. Menarik nafas berat. Buntu. Ketika semua hampir pada klimaksnya. Apakah memang takdir begitu sulit untuk di lawan?
"Liga tidak akan pernah menyetujui pergerakan kita, dengan kata lain. Kegiatan kita ini illegal dan kau tahu juga, proyek ini tidak akan berjalan tanpa peralatan dan main cost yang di keluarkan bukan nominal yang sedikit."
Itachi mendengarkan,
"Jika proyek ini berhasil sekalipun, kita, tetap menjadi betrayal untuk Tuhan. Dan konsekwensi lebih berat lagi menanti kita. Black list. Liga ilmuan akan membekukan asset dan menarik lisensi semua orang yang terlibat. Bayangkan betapa kacaunya ini nanti.."
Itachi memejamkan mata lagi, seolah bermeditasi. Ia tahu Shikamaru berkata kemungkinan yang benar. Yang bahkan luput dari kacamatanya. "Proyek ini tak bisa berhenti, Nara."
Shika tahu, ia menyunggingkan senyum miring. "Mirai (masa depan) telah meracuni kita.."
"Ya, mirai (Sasuke) juga yang membuat sebuah harapan baru."
Shika tahu, konteks mirai yang mereka tawarkan berbeda. Tapi semua bermuara dalam tujuan yang sama. Masa depan.
~PORORO90: G-Project~
.
.
Uchiha Research Center.
Ruang kerja Shikamaru Nara.
.
.
Shika duduk dengan tenang di kursinya. Beberapa jam yang lalu ia telah bertemu dengan Itachi. Ia, membuat langkah merepotkan dengan terjun dan menyetujui proyek ini. Ini tak lagi soal uang. Ada hal lain, yang Shika tahu ia bisa memanfaatkan peluang. Memandangi laptopnya yang menyala, ia tersenyum kecut. Ada rasa sakit yang ia tahan. Ya, rasa sakit itu bernama, Hinata Hyuuga.
Mungkin, satu file yang berharga ini bisa mengikatnya pada wanita itu. Mengikat selamanya, meski tak berarti ia bersama wanita itu. "Whatever place you run from me. You will be connected with me. That's my revenge.." gumam Shika.
~PORORO90: G-Project~
.
.
Sasuke duduk di atas kursi empuk berlapi beludru di depan perapian. Tangannya sibuk memakai sarung tangan kulit berwarna hitam itu. Hatinya sakit, melihat ia terinfeksi. Ia meraba dadanya, sesak itu kian nyata. Sudah dekatkah?
Ia mendengar suara mendekat, ia menoleh dan mendapati asisten pribadinya mendekat.
"Maaf, apakah Anda mengenal Sabaku no Gaara?"
Dahi Sasuke mengernyit, ia menggali ingatan Sasuke yang asli, dan senyum kecutnya mengembang. "Pengganggu itu sudah datang? Cepat sekali.." grundelnya.
"Apakah, saya harus menyampaikan kalau Anda tidak bisa ditemui?"
"Tidak perlu, sampaikan padanya untuk masuk. Aku akan menemuinya di taman belakang. Siapkan teh sekalian."
"Baik," ujar pria setengah baya itu menundukkan kepala, lalu pamit mundur.
…
..
.
Sasuke menarik nafas, "Genjutsu ini mengikatku. Kenangannya membuatku tak bisa berpaling dari Hinata." Batinnya.
Kakinya terhenti di sepasang bangku kecil dengan sebuah meja menghadap pancuran berbentuk malaikat. Ini adalah tempat yang indah untuk berperang. Ingatan tentang Sabaku no Gaara agak buram, mungkin Sasuke yang asli hanya mengingatnya sebagai sahabat Neji yang berprofesi sebagai arkeolog. Gaara, merupakan juga sahabat Hinata, yang ia tahu juga tak punya perasaan sesederhana itu. Sejak dulu, Sasuke tahu kalau Gaara mengincar Hinata-nya.
.
.
When the red hair meet the red eyes
..
.
.
Sabaku no Gaara tidak akan pernah menduga ucapan Kankurou itu benar adanya. Ia hanya berharap, ketika menyambangi rumah induk Uchiha ia akan mendengar kata mati melalui pelayan-pelayan mereka. Sayangnya, harapan itu tersia ketika salah satu pelayan memintanya menunggu dan kini justru membawanya kepada rival abadinya.
Gaara, bisa melihat siluet orang itu berdiri tegak membelakanginya. Masih seperti dulu, para Uchiha selalu terlihat superior, angkuh dan tak terjangkau. Sehingga menimbulkan kesan ekslusif yang menurut Gaara memuakkan.
Gaara hanya berharap, ia bukan Uchiha Sasuke yang dikenalnya. Sayangnya kadang realita dan harapan tidak sama.
..
"Kau," Suara Gaara tercekat, terlalu sulit untuk dipercaya.
Mata Sasuke memincing. "Apa kabar, Sabaku."
.
Gaara berdengus, "Huh, tidak kusangka kau masih hidup. Legenda Uchiha memang nyata ya.." ejeknya.
"The cats has nine soul?" lanjut Sasuke, ia tertawa sumbang, hatinya menyangkal hal klenik macam itu, "Arkeologi, memang cocok untukmu. Kau tak pernah melompat ke masa depan."
"Sebagai jenius seharusnya kau paham, kalau masa depan ada karena masa lalu."
Mereka terdiam, mendalami, mengukur kemampuan.
.
"Aku ke sini hanya untuk menjemput Hinata kembali, tempatnya bukan di sisni.."
"Sayangnya Hinata bukan gadis berusia enam tahun, dan ia berhak memilih.."
.
Gaara menggeleng, "Uchiha Sasuke, hidup kadang bukan sekedar pilihan. Ada tanggung jawab dan hak. Aku bertanggung jawab atas Hinata sekarang ini. Dan aku berhak meminta ia kembali.."
.
"Dia tidak akan memilihmu, karena selama kau ada, dia akan tetap memilihku" Sasuke memberikan senyum maut, seolah mengejek pemuda beriris azure itu tentang betapa cintanya Hinata kepadanya.
Lagi-lagi Gaara berdengus, "Huh, di mana kau saat Hinata menangis? Di mana kau saat Hinata rapuh. Apakah kau ada, saat Hinata berada dalam kesulitan? Kau melupakan, bahwa lima tahun cukup untuk mengubah apapun. Aku akan memiliki Hinata, aku sudah bertunangan dengan dia. Dan harap kau catat baik-baik, jangan jadi pengganggu!"
.
Sasuke menggertakkan giginya, ia muak. Muak pada keberadaan mahluk merah ini.
"Aku akan merebutnya darimu," tangan Sasuke mengepal, lalu dengan sigap mengarahkan tinjunya menuju wajah Sabaku no Gaara.
.
.
Tapi Gaara lebih gesit. Alam mengajarkan semua padanya. Jangan lupakan bahwa dia seorang petualang tangguh. Dengan gerakan cermat ia berkelit. Memutar keadaan dengan balik melancarkan tinjunya, lalu..
Sialauan merah membuatnya terperangah, karena Sasuke telah berpindah tempat. Ia sempat melihat, siluet mata Sasuke yang sepersekian detik yang lalu berubah menjadi merah dengan pupil geometri yang unik. Tapi kini, ketika ia menatap tajam mata itu telah kembali pada keadaan semula. Hitam kelam. Hitam yang menenggelamkan, seperti black hole.
.
Gaara tahu tentang legenda mata itu,
"Kau bermain curang Uchiha, kalau begitu ayo kita buat permainan ini seimbang.." desisnya.
.
Sasuke memamerkan senyum evil, "Tch!"
.
Ada yang tidak Sasuke ingat dengan baik, atau memang Gaara memang sekarang yang telah berbeda. Ia tak pernah menyangka, kalau Gaara yang ditemuinya beberapa tahun lalu bakal jadi begini.
.
Tangan Sasuke terkunci, pergerakannya terkunci. Seolah ada yang mengikatnya. Genjutsukah? Bukan! Gaara bukan Uchiha dan matanya bahkan tak memiliki pupil geometri. Ia mendecih, "Tch! Rupanya kau juga spesial ya?"
Telekinetic, pengendalian pikiran. "Aku memanipulasi debu yang berada di udara, jika kau ingin tahu,"
Sasuke tersenyum lemah, terlalu sedih untuk tahu pikiran yang di dalam benaknya. Mungkin Hinata tepat memilih pria merah ini. Gaara kuat, dan lebih bisa membahagiakan Hinata kelak. Dan yang Sasuke dulu dan sekarang yang tak bisa raih adalah, masa depan.
Sejarah yang tak bisa terhapuskan, bahwa Sasuke tak memiliki masa depan. Hanya kematianlah masa depannya. Dan jelas tanpa Hinata.
Sasuke mengaktifkan sharingannya. Menjelaskan duduk persoalan melalui dunia lain yang tak terucapkan oleh kata. Mata merah itu menunjukkan semua pada Sabaku.
.
Kilasan kejadian bermula dari adegan Vinson Massif, Sasuke yang terkubur di es, lalu persolan implant matanya. Dari mana Mirai berasal, kenapa ia bisa sampai di sini. Kenapa Mirai mengambil Hinata. Semua terangkum apik semacam film pendek berdurasi tiga menit yang membuat Sabaku shock! Segala hal yang diperlihatkan Sasuke meracuni pikirannya. Sasuke jelas menyebarkan genjutsu!
.
Ketika potongan kejadian itu berakhir, Gaara tersungkur di tanah. Genjutsu Sasuke membuat tenaganya terkuras. Sementara Sasuke menjatuhkan diri pada kursi kayu di sampingnya. Matanya terpejam, tangannya memegangi dadanya. Ada rasa sakit yang sangat ketika mata geomertinya aktif. Kejadian ini berulag tiga kali. Pertama saat ia pergi ke tahun 2401, kedua saat ia kembali ke jaman ini lagi, dan kini rasa sakitnya membuat dia tak bisa menahan diri.
.
"Sasuke," Gaara berdiri, melihat Sasuke Mirai terkapar menghilangkan rivalitas diantara mereka.
Gaara dengan segala kerendahan hati dan kesabaran justru mengambil langkah berani. Ia menyelamatkan Sasuke. Ia memeriksa denyut nadi Sasuke yang melemah. Dan memperhatikan nafasnya yang juga terlalu lemah.
.
"Huh, ada apa sebenarnya?!" Gaara bergumam frustasi sambil menggendong tubuh Sasuke yang tak sadarkan diri.
~PORORO90: G-Project~
.
.
Keracunan uranium. Bahkan untuk analisa ini terlalu aneh untuk Gaara. Bagaimana mungkin ia tetap hidup dengan membawa uranium di tubuhnya seperti itu. Gaara mengamati tubuh Sasuke yang tak berdaya tanpa menggunakan kemeja.
Demi menghargai privasi Sasuke, ia mencatatkan namanya sediri untuk menjadi pasien guna menjaga kerahasiaan Sasuke. Terlalu aneh dan sulit diterima akal sehat, ketika ia tahu, racun berwarna hitam itu beredar dalam aliran darah Sasuke dan meracuni kinerja jantungnya.
Gaara lebih tersentak lagi, saat mendapati pergerakan Sasuke yang telah siuman.
.
"Jangan memaksakan diri," ujar Gaara di ambang pintu. Ia berdiri sambil melipat tangan di dada.
"Tch! Kau terlalu ceroboh membawaku ke sini.."
"Aku tidak bodoh dengan memberi tahu mereka kalau kau seorang Uchiha."
.
Sejenak suasana menjadi hening,
.
"Terima kasih."
Gaara menyunggingkan senyum miring, "Tidak masalah. Aku tahu kau juga segera mati lagi."
Sasuke terkekeh, "Ya." Jawabannya mantap dan tanpa keraguan. Sejenak membuat pemuda merah itu terpana, akan kesiapan Sasuke untuk menghadapi maut.
"Kalau saat itu terjadi, maka aku akan menagih kewajibanmu untuk menjaga Hinata."
Gaara tersenyum, lalu terkekeh, "Kau keracunan uranium, gila!"
.
Sasuke tersenyum kecut, "Appocalypse. Tsuyukomi Appocalypse." Ralat Sasuke. "Hidupku mungkin tak lebih lama dari perkiraanmu Sabaku. Rahasiakan ini dari siapapun.."
"Apakah ada vaksin atau penawarnya?"
"Hanya darah Uchiha,"
"Berarti kau membutuhkan Itachi.."
..
.
.
Sasuke menggeleng, "Dia carrier, pembawa. Dia yang menyebarkannya beberapa tahun lagi. Sayangnya aku tak bisa menahan kematianku. Aku bukan inang, jadi tidak bisa menularkan karena aku bukan manusia biasa.."
"Humanoid huh?" Gaara berdengus, dalam bayangannya Sasuke di hadapannya ini adalah sebuah boneka yang diberi nyawa. Ia bergidik.
~PORORO90: G-Project~
.
.
Sementara itu Shikamaru menemui Itachi lagi di ruangan utama laboratorium Uchiha. Dari analisanya, tak mungkin Itachi menolak proposal ini jikalau map kuning yang dibawanya bisa meyakinkan pria Uchiha itu.
Itachi menerima map yang di bawa Shika, lalu membacanya sekilas. Pimpinan G-Project itu terlihat gusar.
"Anda pasti tahu, bahwa dasar G-Project ini adalah penciptaan Uchiha baru. Masalahnya, tidak semua wanita bisa ditempeli dan menjadi the eve untuk sperma Sasuke. Apalagi.."
"Ya, aku memahami kalau sperma para Uchiha haya bisa membuahi dalam jumlah terbatas, bisa dikatakan semua pria Uchiha memiliki problem yang sama. Sulit menjadikan benih kami menjadi bibit. Apalagi dengan sperma Sasuke yang tersisa."
"Tapi selalu ada jalan keluar, aku telah meneliti dari mana mata geometri Uchiha berasal. Dan kau tak pernah bisa menyangkanya," ujar Shika. Ia memberikan amplop coklat yang tertutup. Lalu menyerahkannya pada Itachi.
.
Itachi membacanya dengan menahan nafas. Kuncinya hanya satu dan terasa dekat. Ini memang kebetulan yang aneh. Rupanya the eve dekat dan mudah terjangkau. Seolah Uchiha memang berjodoh dengan Hyuuga. Itachi tersenyum kecut, "Rinenggan adalah bentuk tersempurna dari Sharingan. Rinenggan terpecah menjadi sharingan dan byakugan. Jenis mata langka yang bisa di temui dalam klan Uchiha dan Hyuuga." Itachi membaca laporan Shikamaru.
.
"Ya, dan kau hanya perlu meminta Hinata untuk menyetujui.."
Itachi merasa kepalanya berdenyut, ya.. ini tak akan pernah mudah!
~PORORO90: G-Project~
..
.
Hinata menerima SMS dari Hyuuga Neji jikalau Gaara menyusulnya ke Konoha. Sejenak pikirannya melayang. Apa yang harus dikatakannya pada Gaara nanti? Ia merasa takkan sanggup mengucapkan perpisahan pada pria merah itu.
.
Ia mengehela nafas berat, pikirannya bercabang. Ada amplop coklat yang di tinggalkan Shikamaru sebelum memasuki ruanga Uchihan Itachi. Amplop yang belum tersentuh jemarinya. Perlahan ia membuka benda itu.
Mata abu-abunya menelisik tulisan yang tercetak rapi di sana. Sejenak tenggorokannya tercekat,
"Ya Tuhan.." gumamnya kemudian.
.
_TBC_
.
.
A/n
Maafkan keterlambatan updatenya. Beberapa hari ini saya sibuk dan banyaknya kasus plagiat yang meresahkan hati saya. Sebelumnya saya berterima kasih atas perhatian teman-teman yang menjadikan saya semangat untuk melanjutkan fict yang lumayan berat ini. Jujur saya sepertinya mulai kekurangan ide. Tapi saya tidak akan membuat fict ini menjadi DISCONTINUED. Saya akan menyelesaikan sampai akhir. Maka dari itu, saya harap teman-teman bersabar..
.
Handinamikaze: iya, maaf Naruto nggak saya sertakan di sini. Ini sudah lanjut.
TheOnixDevil: ya, saya juga merasa chap pertamanya itu susah banget. Tapi saya justru favorit yang Lost Uchiha itu. Karena itu bagian tersulitnya. Hehehe..
Yukori Kazaqi: senangnya ketemu teman setia. Ini crita cinta segitiga. Shika tidak masuk hitungan karena ia secret admidner.
Flowers lavender: saya sudah lanjut, kan.. (^_^)
Yamanaka Emo: anak Hinata akan dijabarin chap depan, mohon bersabar (^_^)
Emma-nyaaan: ya, Hinata bakal nglahirin tiga anak dari sperma yang beda. Tapi penjelasannya chap depan.. :P
Yomu-chan: saya memang Hinata centric, hehehe..
Arum Junnie: selanjutnya Gaara bakal lebih eksis. Syukurlah kalau kamu ngerti ini alur mundur.
Loise: ya saya apdet.
Nevelia Neil: masih lama sampai Mirai bakalan die. Kalau saat itu tiba, brati saya sudah akan menamatkan fict ini. Ya, anak Hinata memang bagian dari G-Project ini. Chap satu itu masa depan(8th setelah G-project). Apakah ada yang masih bingung?
.
Bolehkah saya meminta REVIEW?
(*) salam hangat PORORO90
