Dua musim telah berlalu. Tidak ada yang menyangka jika kini musim telah berganti dan mungkin kesenangan akan berlalu dan rintangan akan menunggu di depan mata.

Kini, Hyena tidak lagi menyandang status mahasiswi-nya, ia sudah lulus dan sedang menunggu upacara wisudanya. Sementara waktunya yang cukup banyak, Hyena berusaha mencari pekerjaan. Ia ingin bekerja di sebuah rumah sakit. Bukan sebagai dokter tapi sebagai psikolog. Kehidupan rumah tangga ─palsunya─ juga berjalan dengan lancar. Ia menemani Yunho saat namja tampan itu sedang tidak ada jadwal dan kebetulan Jaejoong sedang sibuk. Selama ini mereka hanya berinteraksi sebagai kakak-adik dan tidak lebih.

Sementara itu, hubungannya dengan magnae DBSK mulai berubah. Ada yang berbeda dari keduanya dan itu berkat Yunho yang sering meninggalkannya bersama namja jangkung itu. Seperti sekarang ini, Hyena saat ini sedang menunggu Changmin yang tempo hari mengajaknya keluar. Berhubung hari ini ia tidak ada jadwal wawancara panggilan pekerjaan jadi ia memutuskan untuk ikut namja jangkung yang notabene cukup sibuk dengan karis keartisannya itu

"HYENAAA!" suara tenor Changmin terdengar ingin memecah gendang telinganya kalau saja Hyena tidak cepat-cepat menutup telinganya. Ia dan Changmin berencana menghabiskan akhir pekan mereka di taman bermain. Bagi Changmin, berlibur adalah hal langka yang harus dinikmatinya mengingat kesibukannya yang tidak sedikit.

Begitu namja jangkung itu di depannya, Hyena sontak memarahinya. "Yah! Oppa ingin aku cepat tuli, eoh!"

Yang dituduh justru mengeluarkan cengiran tidak berdosanya, menggaruk tengkuknya yang pasti tidak gatal. "Hehe, habisnya Hye-chan sibuk melamun sih!"

Hyena melotot maksimal. "Yah! Kenapa memanggilku begitu? Ini sedang di tempat umum, Oppa!" yeoja itu reflek membalikkan tubuhnya dan menutup mukanya yang tiba-tiba memerah. "Memalukan!"

Changmin cekikikan. "Kenapa harus malu?" namja jangkung itu menarik bahu Hyena hingga ia bisa mencium wangi tubuh Hyena. "Aku sudah menutupi identitasku dengan rapi, jadi jangan menyia-nyiakannya."

Yah, memang saat ini Changmin hanya berpakaian casual, memakai kaos lengan pendek hitam dengan jaket berwarna biru muda dan celana panjang berbahan jeans. Ditambah lagi namja jangkung itu memakai topi dan kacamata minusnya. Ah, membuatnya tampak berkali-kali lebih tampan dari biasanya.

Hyena cemberut dan diam saja ketika Changmin justru mengajaknya masuk ke taman bermain ─tanpa menunggu jawabannya─ dan memulai petualangan mereka. Have a nice week, yeah?

Between You and Him

-Chang Min Sa-

2014

YunJae and YunJae shipper

++CHAPTER 5++

Awan gelap menemani bintang-bintang yang tengah menunjukkan keindahannya. Mengingatkan manusia untuk segera kembali ke rumah dan beristirahat untuk menyambut ahri esok yang lebih melelahkan. Begitu pun Hyena dan Changmin yang kini tengah dalam perjalanan pulang, lebih tepatnya Changmin mengantar Hyena pulang. Kegiatan hari ini sungguh melelahkan bagi mereka, apalagi jika mengingat betapa gilanya Changmin bermain di semua wahana bermain, seakan-akan ia tidak pernah merasakan indahnya masa kecil.

Keduanya hanya terlibat perbincangan ringan di dalam Audy hitam Changmin, sesekali tertawa karena kekonyolan yang mereka ciptakan. Changmin bercanda dengan kata-kata cerdas di kursi kemudi sementara Hyena hanya tertawa dan sesekali menjawab candaan Changmin yang mengundangnya untuk beradu mulut. Baginya, beradu argumen dengan namja jenius itu adalah sebuah kesempatan langka.

"Oppa~" rengek Hyena karena Changmin tiba-tiba mencubit pipinya hingga memerah.

"Hahaha… neomu kyeopta, nde?" goda Changmin sambil menolehkan matanya pada Hyena yang kebetulan juga sedang menatapnya sebal.

Hening sejenak saat Hyena menatap Changmin penuh tanda tanya. Tidak biasanya Changmin memuji orang lain, bahkan dengan Yunho yang notabene lebih dari sepuluh tahun hidup bersama. Tapi belum sempat Hyena bertanya, Changmin berdeham untuk mengubur rasa gugup yang tiba-tiba menyerangnya.

"Ehem, Hyena-ah."

"Hmm?" gumam Hyena tanpa menatap lawan bicaranya, yeoja itu asyik bermain dengan jari-jari di atas pangkuannya.

"Boleh aku menanyakan sesuatu?"

Hyena menoleh. Sungguh aneh jika Changmin harus meminta ijin sebelum bertanya. Selama ini namja jangkung itu pasti langsung mengutarakan apa yang ada di otaknya. 'Mungkin hal yang serius?' pikir Hyena. "Boleh. Ada apa, Oppa?" tanya Hyena balik.

"Hmm, sebenarnya, bagaimana perasaanmu pada Yunho hyung?" tanya Changmin tanpa mengalihkan tatapannya dari jalanan di depannya. Mengabaikan yeoja di sampingnya yang tengah menatapnya heran.

"Emm, bagaimana ya mengatakannya?" Hyena berbalik menatap jalanan di luar. "Aku menyukainya karena ia bertanggungjawab dan melindungi orang-orang yang dicintainya. Yah, sebut saja aku mengaguminya."

Hening. Changmin belum memberikan tanggapan.

Hyena menghela nafas kasar. Ia kira, Changmin akan menjelaskan kenapa namja jangkung itu sampai bertanya seperti itu. Tapi belum sampai mulutnya mengeluarkan suara, Hyena dikejutkan suara ban mobil yang berdecit karena direm mendadak. Hyena hendak protes tapi tak jadi karena Changmin sudah menatapnya tajam.

"Oppa, a-ada apa?" tanyanya cemas. "Kenapa berhenti di sini?"

Changmin menundukkan kepalanya sebentar lalu mendongak, menatap Hyena dengan tatapan yang berbeda kali ini. tatapan yang sulit diartikan. "Hyena-ah, boleh aku mengatakan sesuatu? ... Yah, mungkin akan sedikit mengejutkan tapi…."

"Haish! Oppa kenapa, sih? Dari tadi Oppa bertingkah aneh seperti bukan Oppa saja. Ada ap_"

"Saranghae…"

Hyena tersentak kaget. Kata-katanya dipotong dengan pernyataan yang sungguh diluar dugaannya. Hyena mengerjabkan matanya bingung. Antara percaya atau tidak. Biasanya kalau suasana tiba-tiba serius seperti ini, Changmin memang butuh bersantai. Dengan menahan kegugupannya, Hyena membalas sambil tersenyum canggung.

"Oppa, bercandamu sungguh tidak lucu. Mungkin Oppa sedang tidak sehat. Iya kan?" kilah Hyena sambil mengibaskan tangannya di depan wajah. Mencoba mencairkan suasana yang entah mengapa tiba-tiba menjadi serius.

"Tidak, Hye-chan. Aku sungguh-sungguh. Aku mencintaimu karena aku nyaman berada di sampingmu. Perasaan ini bukan perasaan antar teman." Changmin mencoba berargumen sambil menatap Hyena langsung ke matanya hingga yeoja itu hanya terdiam tak percaya.

Hyena mengerjabkan matanya sebentar lalu menggelengkan kepala dengan keras. "Tidak, Oppa. Ini salah. Aku sudah punya suami_"

"Tapi kalian hanya sebatas status!" teriak Changmin memotong kalimat Hyena.

Yeoja itu menunduk. Ia membenarkan perkataan Changmin. Ia memang sudah menikah tapi hanya untuk sebuah status, tidak lebih. Sejujurnya toh ia tidak mencintai Yunho, suaminya, hanya sebatas mengagumi namja bermata musang itu saja.

Suasana masih hening hingga terdengarlah suara Changmin yang tengah menghela nafas kasar. Namja jangkung itu mengusap wajahnya lalu kembali menatap yeoja di sebelahnya. Diraihnya jemari yeoja itu hingga mau tak mau Hyena harus menatap namja jangkung itu.

Tak ada kata yang terucap tapi hanya lewat tatapan mata, mereka tahu apa yang mereka butuhkan saat ini. Sebuah pembuktian.

Entah siapa yang menghendaki, Changmin dan Hyena sama-sama mendekatkan diri. Memiringkan wajah dan merasakan hembusan nafas yang lain. Menempelkan bibir lebar dan bibir mungil berwarna merah itu. Hanya menyentuh tapi ciuman itu kian dalam.

"Ugh…ummmpphh…"

Satu menit kemudian, Changmin menyudahi ciumannya. Menyeka lelehan saliva di sudut bibir yeoja di depannya lalu kembali duduk di kursi kemudi dengan tenang, seolah tidak ada yang terjadi sebelumnya.

"Jja! Aku antar kau pulang. Ini sudah malam."

Changmin menyalakan mesin mobil dan menjalankannya menjelajah jalanan. Dan sepanjang sisa perjalanan itu, keduanya hanya diam dalam hening malam.

Cklek!

"Neo wasseo?"

Sebuah suara bass rendah menyadarkan Hyena yang baru saja sampai di apartemen suaminya. "Yunho Oppa?"

Yunho memperbaiki posisi duduknya dan meminta Hyena untuk duduk.

"Kenapa Oppa ada di sini?" tanya Hyena heran.

"Memangnya aku tidak boleh pulang ke apartemenku sendiri?"

Hyena cemberut. "Bukan itu maksudku." Ia menghela nafas sebentar lalu melanjutkan, "Maksudku, kenapa tidak tidur di apartemen Jaejoong Oppa seperti biasa?"

Yunho mengangguk pelan lalu meneguk minuman, sejenis kopi, yang ia letakkan di atas meja. "Jaejoong sedang ada tour dengan Yoochun dan Junsu. Karena aku tidak mau kesepian jadi aku memutuskan untuk pulang."

Hyena mengerutkan keningnya. Merasa aneh. Tapi ia mengabaikannya dan memilih mengambil air mineral di dapur.

Tiba-tiba Yunho teringat sesuatu dan segera menyudahi acara memium kopinya dan lekas memasang wajah serius pada Hyena.

"Hyena-ah, tadi Umma telepon. Dia ingin kita ke sana akhir pekan ini. Apa kau bisa?"

Hyena melirik kalender di meja nakas dekat lemari es. "Bukankah besok akhir pekan?" Yunho menangguk mengiyakan. "Hmm, baiklah. Toh, aku tidak ada jadal besok."

"Gurae." Yunho bangkit dari duduknya lalu beranjak ke kamarnya. "Sekarang tidurlah. Besok kita akan berangkat pagi-pagi sekali."

Pagi yang berbeda tampak di apartemen Yunho. Biasanya namja tampan itu tidak sarapan di apartemennya karena ia lebih sering menginap di apartemen Jaejoong. Yah, sekedar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mengingat ia sudah tidak tinggal sendirian di apartemen itu. Hyena tengah menyiapkan barang-barang yang akan ia bawa ke Gwangju sementara Yunho sedang menikmati sarapan yang dibuat istrinya.

Menjelang pukul delapan, baik Yunho maupun Hyena sudah siap untuk berangkat. Yunho sedang memasukkan tas ranselnya ke kursi penumpang belakang saat Hyena datang menghampirinya.

"Hyena, kau yakin hanya membawa satu tas saja? Tidak kurang?" tanya Yunho yang merasa janggal dengan bawaan Hyena yang terbilang sedikit untuk ukurang yeoja.

Hyena mengendikkan bahu lalu membuka pintu penumpang belakang. "Iya, sudah cukup. Bawaanku tidak banyak kok." Jawabnya cuek.

Belum sampai Hyena menginjakkan kakinya memasuki mobil, Yunho menegur, "Untuk hari ini saja, duduklah di depan. Umma dan Appa akan curiga jika kau duduk di belakang."

Hyena menghela nafas kecewa, meski begitu ia tetap berpindah tempat. Duduk di sebelah kemudi, tapatnya di sebelah Yunho. Ya, hari ini Yunho tidak mengajak supirnya karena ia merasa ini adalah kepentingan pribadi yang mana tidak sembarang orang bisa ikut campur.

Sesudah semua siap, mobil itu berjalan meninggalkan apartemen mewah itu. membelah jalanan Seoul menuju Gwangju. Meski memakan waktu tapi Yunho yakin ia bisa menikmati perjalanan hari ini.

[Skip time]

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, akhirnya Yunho dan Hyena sampai di tempat tujuan. Keduanya langsung disambut meriah oleh keluarga Jung yang memang sedang berkumpul saat akhir pekan. Keduanya memang selalu ditunggu oleh keluarga Jung lainnya karena hanya Yunho dan Hyena yang paling sibuk dengan pekerjaan mereka di keluarga itu.

Setelah sesi 'temu kangen' mereda, Yunho mengajak Hyena untuk istirahat. Yah, keduanya memang lelah karena perjalanan yang panjang. Beruntung acara inti keluarga Jung baru akan berlangsung nanti malam. Setidaknya Yunho dan Hyena bisa menikmati empuknya tempat tidur mereka.

Cklek!

Pintu bercat coklat kayu itu terbuka dan menampakkan seorang namja dan seorang yeoja yang baru saja memasuki tempat istirahatnya. Yunho meletakkan tasnya di sofa dekat pintu dan segera menyamankan diri duduk di sana. Sementara Hyena meletakkan tas ranselnya di kursi yang berada tepat di depan sebuah meja rias. Ia tampak mengotak-atik isi tasnya dan mengeluarkan peralatan mandinya.

"Oppa, aku akan mandi dulu lalu tidur. Jangan mengintipku!" kata Hyena tegas. Yeoja itu beranjak memasuki kamar mandi di ruangan itu tanpa member kesempatan Yunho untuk menjawab. Toh, ia tak butuh jawaban namja Jung itu.

"Cih, siapa yang mau mengintipmu? Tubuh Boo Jae bahkan lebih seksi daripada kau!" gerutu Yunho sambil menegakkan tubuhnya.

Bicara tentang Jaejoong, ia lupa bahwa ia belum mengabari kekasih cantiknya kalau ia sedang berada di Gwangju. Yah, bilang saja itu sebagai alasan karena ia ingin mendengar suara kekasihnya itu sekarang. Yunho tampak menekan beberapa digit nomor di ponselnya lalu menempelkan benda itu di telinganya.

"Yeoboseo…."

"Boo Jae, Bogoshippo!"

Dan dimulailah perbincangan panjang mungkin akan memakan banyak lembar cerita hingga menyebabkan author mengantuk. Jadi, lebih baik kita tinggalkan mereka untuk sekedar mengobati rasa rindu yang membuncah.

Sunlight telah berganti menjadi moonlight (?)

Keramaian di kediaman Jung masih terus berjalan. Sejak makan malam selesai, suasana makin hangat. Apalagi pasangan Yunho-Hyena yang sedari tadi tak hentinya menjadi bahan pembicaraan. Entah tentang pekerjaan atau kebiasaan unik mereka. Ah, sepertiya keluarga Jung sedang menguji seberapa jauh kedekatan pasangan itu. Meski tak banyak saling tahu kebiasaan masing-masing, baik Yunho maupun Hyena mampu berimprovisasi seakan-akan mereka sudah saling mengenal. Entah bagaimana caranya meyakinkan keluarga Jung itu.

Saat ini, Hyena tengah berada di antara Umma Jung dan bibi Yunho ─yang entah siapa namanya. Sepertinya mereka terlibat pembicaraan yang seru karena sedari tadi ketiganya tak henti tertawa. Bahkan seorang Jung Jihye yang notabene sulit ikut pembicaraan ibu-ibu itu ikut tertawa karena suatu hal.

Yunho yang sedang memanggang daging di halaman rumah dapat melihat aktifitas istrinya yang dianggapnya cerdas. Ia merasa beruntung memiliki pasangan yang mampu menutupi rahasia mereka. Meski dasarnya ia tak mencintai yeoja itu, tapi ia tahu bahwa Hyena bukanlah orang jahat.

"Jadi, kapan kalian akan memberikan Umma momongan? Umma sudah tidak sabar." Celetuk Umma Jung tiba-tiba yang sukses membuat Hyena tersedak minumannya.

"Eonnie, gwenchana?" tanya Jihye panik. Yeoja muda itu menyela duduk di antara kakak ipar dan bibinya. Jihye menepuk punggung Hyena yang masih berusaha menormalkan tenggorokannya. "Umma, kenapa bertanya tiba-tiba sih? Lihat kan, Eonnie jadi tersedak begini?"

Umma Jung tampak cemberut tak suka, "Yah! Apa salahnya bertanya! Toh, Hyena sudah jadi menantuku jadi wajar kan jika aku menanyakannya." Tapi kemudian Umma Jung menatap Hyena khawatir, "Hyena tidak apa-apa kan? Apa Umma menyinggungmu?"

Hyena menggeleng kasar. Ia masih menelan ludahnya yang terasa menyangkut di lehernya. "Annio, Umma. Aku cuma kaget saja tadi. Tidak apa-apa kok."

Umma Jung tersenyum tenang. Yeoja berusia setengah abad itu membelai helaian rambut Hyena. "Kamu jangan hanya memikirkan dirimu sendiri. Pikirkan kami juga. Meski tidak sekarang tapi Umma harap kamu mengerti tujuan dari sebuah pernikahan itu. Arraseo?"

Dan seorang Cho Hyena hanya mampu menunduk dan merapalkan kata maaf di dalam hatinya. Ia tak bisa melakukannya. Selain karena perjanjiannya dengan Yunho dan Jaejoong, ia juga jatuh cinta…pada….

"Jja! Sekarang ajaklah Yunho tidur, malam sudah sangat larut. Kalian juga butuh energi untuk pulang besok, apalagi kalian membawa mobil." Titah Umma Jung setelah menghentikan kegiatannya ─membelai rambut Hyena.

Hyena mengangguk lemah lalu berdiri. Yeoja itu membungkukkan badan lalu mengucapkan salam pada keluarga barunya, "Ne. Jaljayo, Umma, Ahjumma, Jihye-ah." Lantas, yeoja itu berjalan ke arah Yunho dan mengajak suaminya istirahat dengan alasan yang sama.

[In the bedroom]

Yunho dan Hyena tengah duduk bersebelahan di sofa. Hyena telah menceritakan pembicaraannya dengan Umma Jung pada Yunho, karena ia merasa Yunho berhak tahu. Apalagi ia menyadari jika ini bukanlah masalah sepele. Keheningan tak lama berlangsung di antara mereka karena terdengar sebuah ketukan dari luar. Bergegas Yunho membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang.

"Jihye-ah? Ada apa?" tanya Yunho begitu mendapati dongsaeng-nya berada tepat di depan pintu kamarnya sambil membawa nampan berisi dua cangkir susu dan beberapa camilan.

"Umma menyuruhku untuk mengantarkan ini. Umma bilang ini bagus untuk memulihkan tenaga kalian untuk perjalanan besok." Jelas Jihye sambil menyerahkan nampan itu pada sang kakak. Dan tanpa menunggu jawaban apapun, Jihye memutuskan untuk pergi.

Yunho bengong di tempatnya sampai suara Hyena memecahkan lamunannya. "Siapa, Oppa?"

Yunho segera menutup pintu dan kembali ke posisinya. "Jihye yang datang, mengantar camilan dan susu dari Umma. Katanya, Umma meminta kita untuk minum susu ini. Susu ini bagus untuk memulihkan tenaga kita untuk perjalanan pulang besok."

Yunho meletakkan nampan itu di meja dan segera mengambil segelas susu untuk diteguknya. Tak jauh beda dengan Yunho, Hyena pun melakukan hal yang sama.

Setelah puas, Yunho memilih duduk di sofa sementara Hyena duduk di tempat tidur. Keduanya telah sepakat untuk tidur terpisah. Yunho memilih tidur di sofa karena ia merasa harus mendahulukan yeoja, sementara Hyena ikut saja peraturan suaminya. Toh, ia yang untung.

Tak berselang lama setelah bertukar pikiran tentang ini dan itu, Yunho dan Hyena merasa kantuk mulai menyerang. Mengucapkan selamat tidur dan mulai berlayar menuju pulau kapuk.

Malam sudah sangat larut saat namja tampan itu tampak tak nyaman dalam tidurnya. Ia merasa gerah padahal ia sudah melepas jaket yang tadi sempat dipakainya sebelum tidur. Entah mengapa ia merasa gerah yang tak biasa. Dibukanya mata sipitnya untuk mencari jam tapi karena keadaan gelap gulita, ia tak menemukannya.

Ia justru mendapati istrinya tengah berganti-ganti posisi tidur. Dibantu cahaya dari lampu duduk di atas meja, ia bisa melihat wajah istrinya yang tengah berkeringat. Bibir tipis itu terbuka sedikit dan menimbulkan friksi yang berbeda bagi sang namja.

Didekatiya tempat tidur itu dan memperhatikan wajah yeoja yang beberapa bulan lalu resmi menjadi istrinya. Dibelainya rambut halus itu dan menyeka keringat yang membanjiri wajah manis itu. Jemari tegasnya berhenti di bibir tipis itu, cukup lama sampai ia merasa ingin mencicipinya.

Detik berlalu dan kedua bibir berbeda bentuk itu telah menempel satu sama lain. Sedikit demi sedikit bergerak mencari kenyamanan. Melumat dan merasakan manisnya rasa bibir pasangannya. Entah bagaiamana, namja itu sudah berada di atas tubuh sang yeoja. Menatap tubuh yeoja yang berkeringat di bawahnya dengan tatapan tajam, seolah ia mampu menerkam yeoja itu kapan saja.

Namja itu mendekati wajah yeoja yang masih menutup matanya itu, menempelkan bibir hatinya di telinga sang yeoja dan berkata, "I need you…"

= TBC =

Horeee…. Akhirnya bisa rilis next chapter ff ini.

Sebenarnya pingin nerusin dari dulu tapi karena ide macet di jalan dan gak bisa mengungkapkan dalam kata-kata, so pending dulu lah.

Nah, sebelum aku sibuk ujian, aku sempetin nglanjutin ff 'ndak payu' ini untuk sekedar mengubur kebosananku. Hhehee ^_^

But, mianhae kalau chap ini mengecewakan. Untuk part akhir terutama.

Tanpa perlu dijelaskan pun yeorobun pasti tahu siapa namja dan yeoja itu.

Yah, jangan marahi aku ne? Ini pan tuntutan cerita.

At least but not the last, gimme a review