Annyeong~~

Rei dating lagi membawa ff abal milik Rei. Rei kemaren lupa bilang kalo Kyungie lebih muda dari Kai dan Tao, magnae lah ceritanya. Hehe~~ fic ini terisnpirasi dari lagunya yang 'Beautiful Day' lagunya JLEBB banget#malah curhat -_-

Ok, sekian cuap-cuap dari saya. Ca~~ selamat membaca. Eh satu lagi tinggalkan jejak setelah membaca.. :3

.

.

Typo(s) merupakan hal yang sangat manusiawi.. :3 kkkk~~

.

.

.

"Dasar cengeng! Cepat keluar. Bukankah kau bilang kau ada kelas saat ini?" Tanya Kai dingin.

"Kai, siap- OMO! Kyungie…"

^^^^vvvv^^^

Chap2

^^^^vvvv^^^

Pekikan Tao menginterupsi tangisan Kyungsoo, Kyungsoo mendongak menampakkan wajah sembabnya. Tao sedikit berjengit saat melihat mata bulat Kyungsoo yang kini memerah dan sedikit sembab, namja bermata panda itu berjalan mendekati Kyungsoo dan membawa tubuh kurus Kyungsoo kedalam pelukannya.

"Sstttt… uljima," tangan Tao bergerak mengelus pundak sempit Kyungsoo, berusaha menenangkan namja manis itu yang kini masih terisak.

Melihat pemandangan di depannya membuat Kai mendengus sebal.

"Cih, dasar namja cengeng!" hardik Kai.

"YA! Apa yang kau katakan Kai, tidak kah kau lihat Kyungie begitu ketakutan? Tidakkah kau kasihan padanya?" semprot Tao.

"Melihat wajahnya saja membuat moodku semakin memburuk! Untuk apa aku kasihan kepadanya?" jawab Kai cuek,namja berkulit tan itu memungut sesuatu yang tergeletak didekat pintu kamar mandi kemudian memasukannya kedalam kantung celana.

Nyutt~~

Hati kyungsu berdenyut nyeri mendengar perkataan Kai barusan, sungguh jika ia diberi pilihan dia lebih senang Kai membullynya dari pada mendengar perkataan yang baru saja keluar dari bibir namja berkulit tan tadi. 'Apa sebenci itu kau padaku? Mengapa? Apa salahku Kai?' jerit Kyungsoo dalam hati.

"KAU BENAR-BENAR KETERLALUAN JONGIN!" bentak Tao. Ia merasa tubuh Kyungsoo bergetar hebat dalam pelukannya, air mata yang tadi sempat terhenti kini kembali mengalir deras. Namun itu tak mampu menggerakkan hati seorang Kim Jongin yang kini sedang kesal.

"Hiks…" satu isakan kecil kembali lolos dari bibir plum Kyungsoo, namun itu tidak lantas membuat seorang Kim Jongin menaruh perhatian lebih padanya. Lihatlah, bahkan ekspresi wajahnya begitu datar, seolah tidak menyadari bahwa ia baru saja melukai hati seseorang.

"Uljima… maafkan sepupu bodohku itu nae, dia memang seperti itu." Ucap Tao lembut, ia menghapus air mata yang meleleh di kedua pipi chubby Kyungsoo dengan ibu jarinya, berharap Kyungsoo merasakan kehangangatan yang tersalur melalui perlakuannya.

Kyungsoo memaksakan sebuah senyum untuk Tao. Namun senyumnya tiba-tiba memudar saat ia meresakan kepalanya berdenyut hebat, pandangannya mulai kabur. 'Tidak ku mohon jangan sekarang!' teriak Kyungsoo dalam hati.

"Kyungie, gwaenchana?" tanya Tao saat ia melihat Kyungsoo mencengkram kuat kepalanya seperti menahan sesuatu.

"G-gwaen-cha-na," Kyungsoo memaksakan sebuah senyum terukir di bibir plumnya, namun hal itu justru membuat Tao semakin yakin bahwa Kyungsoo dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Kepanikan Tao semakin meningkat (?) saat ia melihat darah mengalir dari hidung Kyungsoo.

"K-Kyungie, d-da-rah!" perkataan tebata Tao sukses membuat Kai kembali mengalihkan pandangannya pada namja mungil yang berada dalam rengkuhan Tao, sedikit bergidik saat matanya menangkap kemeja putih Tao terdapat bercak darah. Sementara namja mungil itu masih berusaha untuk menghentikan cairan merah pekat yang dengan keras kepalanya terus mengalir. Pandangan mata Kyungsoo mulai kabur, kepalanya berdenyut semakin hebat, jangan lupakan juga dadanya yang terasa sakit.

"Kyungie gwaenchana?" pertanyaan Tao seperti mengeco di telinga Kyungsoo, kepalanya benar-benar terasa berat. Kyungsoo masih bisa merasakan tangan besar Tao yang terus menggoncang kasar tubuhnya sebelum gelap benar-benar menguasai pandangannya.

"Kai! Bagaimana ini?" tanya Tao panik. Kai hanya diam, matanya menatap lurus kearah Kyungsoo yang kini sudah tak sadarkan diri. Ada sedikit rasa bersalah dalam hati Kai, namun namja tan itu tetap mempertahankan egonya. Kai membalikkan tubuhnya dan melangkan kakinya menuju pintu keluar toilet.

"YA! Kkamjong!" Tao berteriak frustasi, sungguh ia benar-benar tidak mengerti jalan pikiran seorang Kim Jongin.

"Ck! Kau benar-benar tidak punya hati Kkamjong! Kau menyiksa anak orang sampai seperti ini, dan lihat mana tanggung jawabmu? Kau hanya mempermalukan sepupu tampanmu ini Jongin, awas saja kau nanti!" gerutu Tao sambil mengangkat tubuh mungil Kyungsoo menuju ruang kesehatan.

^^^^vvvv^^^

Baekhyun menatap sendu sosok yang kini tengah berbaring di ruang kesehatan, irisnya menatap kemeja putih yang membungkus kulit pucat namja manis yang kini terdapat bercak darah disana. Ia juga menemukan beberapa luka lebam di tangan kanan namja manis itu.

"Siapa yang melakukan ini padamu Kyungie? Mengapa kau tidak melawan? Mengapa kau diam saja? Ada apa denganmu Kyungie?" lirih Baekhyun, tangannya mengelus surai Kyungsoo –namja manis yang kini sedang terbaring di ranjang UKS– perlahan. Sorot matanya memancarkan kasih sayang yang sangat besar.

CHU~~

Baekhyun mengecup pelan kening Kyungsoo. Hatinya bedenyut nyeri melihat keadaan Kyungsoo saat ini. Perlahan cairan bening meluncur dari kedua hazel indah itu.

"Hiks… mianhae, aku tidak bisa menjagamu dengan baik. Aku mengingkari janjiku pada hyungmu, a-aku…" Baekhyun sudah tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, bahunya bergetar hebat seiring dengan air mata yang mengalir deras dari kedua hazel indahnya.

"Apa dia alasan kau menolakku Hyung? Mengapa harus Kyungsoo?" lirih seorang namja berkulit tan, menadang sendu punggung namja mungil yang kini sedang bergetar hebat dari balik pintu. Ia melangkahkan kakinya menjauhi ruang kesehatan, tatapan sendunya kini berubah menjadi tatapan dingin dengan kedua tangan terkepal sempurna.

"Kau akan menerima balasan yang lebih menyakitkan dari ini! Lihat saja, apa kau masih berani menjukkan wajah sok polosmu itu di depan Baekhyun Hyung?" seringai mengerikan terlukis diwajah tampan Kai.

PUKK

"Yo Kkamjong, kudengar hari ini kau membuat onar lagi? Dan ku dengar kau membullynya sampai dia pingsan dan berakhir di ruang kesehatan. Apa itu benar?" berondong namja tiang yang kini sedang merangkul bahu Kai.

"Ck! Singkirkan tangan sialanmu itu dari bahuku bodoh!" ucap Kai menepis tangan manja tiang itu.

"Woo… tenang Kai, kau kenapa? Apa terjadi sesuatu denganmu sehingga kau membully anak orang sampai piangsan begitu?" goda manja tiang itu.

"YA! Park Chanyeol, bisakah kau diam?" geram Kai. Namja tiang yang bernama Park Chanyeol itu terkekeh geli melihat sahabatnya mulai geram.

"Calm down Kai. Baiklah aku akan diam, tapi setelah kau menjawab pertanyaanku tadi! Mengapa kau membully seorang Do Kyungsoo sampai seperti itu?"

"Ck! Pasti si panda bodoh itu yang menceritakannya padamu?" Kai memutar bola matanya malas.

"Jawab saja Kkamjong!" desak Chanyeol.

"Hahh… aku ditolak Baekhyun hyung!" ucap Kai hamper menyerupai bisikan, namun masih bisa di tanggap oleh Chanyeol.

"Pffft… B-bwahahahaha~~" tawa Chanyeol meledak begitu saja ketika mendengar alasan Kai.

"Apa yang kau tertawakan Tuan Park? Apakah kau pikir aku sedang berkomedi di depanmu?" Kai mendengus sebal melihat respon sahabatnya yang satu ini.

"Haha, aku hanya tidak menyangka seorang Kim Jongin jika sedang patah hati akan senekat ini!" Chanyeol menyeka air mata yang dari sudut matanya. "Kau tau Kai, kau tidak seharusnya berbuat seperti itu!" nasehat Chanyeol.

"Kau tidak akan berkata seperti itu jika kau berada di posisiku Park!" Kai pergi meninggalkan Chanyeol.

Chanyeol menghela nafas panjang melihat kelakuan sahabatnya yang keras kepala itu.

"Berhentilah Kai sebelum kau menyesal" gumam Chanyeol yang entah pada siapa.

^^^^vvvv^^^

Namja mungil bername tag Do Kyungsoo terlihat berjalan dengan tergesa, sesekali ia menatap jam tangan Pororo yang melingkar manis ditangan kirinya.

"Semoga Kim Saem belum masuk," gumam Kyungsoo mempercepat langkahnya. Kakinya terhenti didepan pintu bertuliskan 3-A, sedikit merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan.

CKLEKK

BYURR~~

Seember air mengguyur tubuh mungil Kyungsoo, semua murid tertawa melihat keadaan Kyungsoo yang basah kuyup. Sementara namja mungil itu hanya menghela nafas panjang kemudian berjalan perlahan menuju mejanya.

"Persis seperti kucing tetanggaku yang disiram eomma saat berusaha mencuri ikan!" kata seorang yeoja berambut blonde. Murid lain terkikik geli mendengar perkataan yeoja tadi.

'Ya, memang benar! Bahkan aku terlihat seperti tikus yang tercebur di got.' lirih Kyungsoo dalam hati. Ia terus berjalan sambil menunduk.

"Selalu berjalan menunduk dan pada akhirnya menabrak orang!" suara bas itu menginterupsi langkah Kyungsoo. Kyungsoo sedikit mendongakkan kepalanya.

"Mianhae…" lirih Kyungsoo, ia kembali menyeret langkahnya menuju meja yang berada dipaling pojok dekat jendela.

Kyungsoo semakin menundukkan kepalanya saat setetes liquid meluncur dari doe eyesnya tanpa bisa dicegah, bibirnya ia gigit kuat agar tidak menimbulkan isakan. Satu saja isakan lolos, maka itu merupakan kemenangan bagi namja yang baru saja menegurnya tadi. Kai. Ah, ya apa aku lupa tidak mengatakan bahwa Kai dan Kyungsoo teman satu kelas? Teman? Apakah perlakuan kasar Kai terhadap Kyungsoo masih pantas untuk disebut teman?

Ya, mungkin kalian harus tau jika Kyungsoo merupakan rival Kai. Mungkin itu menurut Kai. Namja berkulit tan itu benar-benar membenci namja doe eyes itu. Baginya Kyungsoo tidak lebih dari seorang penghalang, segala yang Kai inginkan pasti akan jatuh terlebih dahulu pada Kyungsoo. Setidaknya dulu, sebelum bocah tengik –menurut Kai— itu datang, kehidupan Kai begitu sempurna. Kai yang dulunya selalu mendapat peringkat terbaik, kini harus puas berada di tempat kedua setelah nama Do Kyungsoo. Dan kini Baekyun, orang yang disukai Kai lagi-lagi lebih memilih Kyungsoo, menambah lagi satu kesalahan diantara berentet kesalahan yang Kyungsoo lakukan, ya setidaknya itu alasan Kai mengapa ia begitu membenci Kyungsoo sekarang.

^^^^vvvv^^^

Sepasang doe eyes itu menatap kosong hiruk-pikuk kota Seoul dari atas atap sekolah, memmbiarkan angina menerbangkan surai coklatnya. Namja manis itu memejamkan doe eyesnya, nghirup udara yang menurutnya jauh dari kata segar.

CKLEKK

Suara pintu membuat namja manis itu kembali membuka matanya, ia menoleh kearah pintu. Seulas senyum terukir di bibir plumnya.

"Baekkie!" sapanya riang. Baekhyun mendudukkan dirinya disebelah Kyungsoo.

"Kyungie, ku dengar Mr. K menjahilimu lagi? Sekarang apa yang dia lakukan padamu Kyungie? Dan siapa sebenarnya dia?" tanya Baekhyun cemas.

Sementara Kyungsoo hanya tersenyum mendengar Baekhyun yang begitu mencemaskan dirinya.

"Bukan siapa-siapa Baekkie, dia hanya orang iseng yang selalu menjahiliku."

"Kyungie, kau tidak boleh seperti ini terus. Kau tau semakin kau membiarkan dia berbuat sesuka hati terhadapmu, maka dia akan semakin sering mengganggumu." Nasehat Baekhyun. Kyungsoo lagi-lagi tersenyum mendengar nasehat Baekhyun.

"Kau tau, aku sakit melihatmu terus-terusan seperti ini! Aku sudah berjanji pada Hyungmu untuk menjagamu disini, tapi apa? Aku bahkan tidak sanggup menjagamu, terlalu banyak hal yang kau sembunyikan dariku. Kau terlalu tertutup Kyung. Kau bahkan… hiks… kau… hiks… seolah tidak menghargaiku." Ucap Baekhyun sambil terisak. Sungguh Kyungsoo tidak bermaksud seperti itu. Hatinya mencelos ketika melihat Baekhyun terisak semakin hebat.

"Lalu apa yang harus ku lakukan Baekkie? Apa aku harus menghajar mereka? Memukul wajah mereka satu persatu? Aku hanya bocah ingusan disini, dan mereka rata-rata 3 tahun diatasku. Apa pantas aku melakukan hal itu?" pertanya Kyungsoo yang bertubi-tubi sukses menhentikan isakan Baekhyun. Bakhyun membalik tubuh Kyungsoo agar menghadap ke arahnya.

"Kau tidak perlu menghajar mereka Kyungie, kau hanya perlu memberikan mereka senyuman manismu. Dan satu hal yang harus kau lakukan…" Baekhyun menggantung perkataannya membuat Kyungsoo menyerit heran.

Detik berikutnya Baekhyun membisikkan sesuatu ke telinga Kyungsoo yang sukses membuat namja manis itu blushing.

"Kau mau kan? Jeball…" rengek Baekhyun.

"Nae Baekkie, gomawo."

Baekhyun menarik Kyungsoo kedalam dekapannya. Meskipun tubuh mereka sama-sama mungil, manun Kyungsoo merasa nyaman dalam rengkuhan Baekhyun. Pelukan Baekhyun terasa hangat dan nyaman, Kyungsoo menyukainya. Apalagi sikap Baekhyun padanya, benar-benar membuatnya merasa terlindungi. Setidaknya jika Baekhyun ada di sampingnya seperti saat ini.

'Nae Baekkie, aku akan mendengarmu kali ini. Gomawo." Ucap Kyungsoo dalam hati.

Tanpa mereka sadari seorang namja berpakaian berantakan tengah menatap tajam kearah Bakhyun dan Kyungsoo. Ah, tepatnya kearah Kyungsoo yang kini berada dalam pelukan Baekhyun. Dadanya seketika itu juga bergemuruh, tangannya terkepal kuat membuat ruas-tuas jarinya memutih.

"Kau akan hancur Do! Akan aku pastikan itu!" seringaian mengerikan terlukis di wajah tampannya. Dia berjalan menuruni anak tangga, sedang tangan kanannya sibuk mengetik sesuatu. Seringaian kembali terlihat saat namja itu menekan tombol send pada layar gedgetnya.

TBC~~

Balasan repiu:

missjelek: iya ini udah di lanjut chingu,, makasih repiunya^^

rossadilla17: keren? Ahhh~~ gomawo.. :3 Ya, Kai segaja dibikin jahat, dan sang uke yang menderita. Adenya Baekhyun ya, siapa ya? Lihat saja di chapie selanjutnya chingu. Makasih repiunya^^

DobiPanda: Jangannn! Jangan rebus Kai, kalo Kai di rebus terus nasib Kyungsoo gimana? #ah Buat rei aja lah.. haha#ketawasetan. Makasih repiunya^^

opikkyung0113: keren kah? Yang bener :3#blushing. Nae, ini dah aku lanjut. Makasih repiunya^^

ChangChang: #kompres luka Kai# hehe, tenang chingu, acara bully-membully Kyungsoo masih berlanjut. Adeya Baekhyun ya? Liat aja di chapie berikutnya aja chingu. Heheh… eh makasih repiunya^^

Insoonie baby: nae, Rei Kaisoo shipper. Abis ngenes tiap baca ff Kai ama yang laen terus #pouts. Rated M karena Rei berotak mesum#uups.. ok makasih atas dukungan ama repiunya^^

OhSooYeol: hehe maaf, bukan Kai yang kejam tapi Rei #plakk digampar Kyungie. Nae ini udah di lanjut. Makasih repiunya.

Guest1: namanya juga Kai, manusia babil #di deathglare Kai. Makasih repiunya^^

Guess2: gomawo atas saran dan pujiannya chingu^^. Tenang saja chingu, Kyungsoo masih akan jauh lebih menderita dari ini. Makasih repiunya^^

Buat sider makasih udah luangin waktunya buat baca fanfic abal Rei.^^

Oh ya, Rei mau Tanya buat ehem… Nc-nya ehem… mau threesome, rame-rame(?) ato Cuma Kaisoo doang? Di tunggu saran dan repiunya…

Gomawo#deepbow bareng Kyungsoo