Pair : KaiHun

Rated : T

Warning : Typo (s), GS!, No Flame

Disclaimer : EXO Milik EXOFANS, Orang tua dan Agency.

ShineChie change Psychopat


This Love?

Sehun terjatuh terduduk saat setelah menabrak seseorang, Ia mengelus bokongnya yang nyeri. Sedangkan orang yang ditabraknya hanya menatapnya kaget dan mulai membantunya. Namun Sehun terdiam begitu saja saat melihat siapa orang yang ia tabrak.

"K-kau.." Ucap Sehun pelan tanpa berkedip.

"Naega?" Tanya seseorang tersebut dengan logat bertanya dan menunjuk dirinya sendiri, Sehun masih terdiam ditempatnya. Ia menepis lengan seseorang tersebut saat mengulurkan lenganya dan berniat membantunya.

.

.

.

.

.

.

.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Sehun dingin dan menatap Namja pirang dan tinggi disebelahnya setelah tadi namja tersebut mengajaknya duduk di kursi taman, Dan Namja disebelahnya hanya tertawa pelan.

"Hm? tentu saja bersekolah, memang kau kira aku sedang apa heh?" Tanya Kris -namja tersebut- Dan berisul pelan, Sehun menatapnya malas.

"Kenapa kau tiba-tiba disini? bukankah kau sedang dikanada?" Tanya Sehun dan mulai menatap Kris yang sekarang terdiam, Kris tampak sedang berpikir.

"Hmm eomma menyuruhku kembali ke Korea" Jawab Kris asal.

"Heh kau gila? bukankah kedua orangtuamu dikanada? Bohong sekali dasar idiot!" Tanya Sehun kasar dan tersenyum sinis, Tampaknya Sehun masih kesal gara-gara 2 tahun yang lalu.

"Hey ayolah memangnya kau kira eommaku akan tetap berada dikanada?" Kris mengangkat sebelah kakinya.

"Eungg aku tidak tahu" Ucap Sehun dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kris memutar bola matanya malas.

"Kau kenal Kkamjong?" Tanya Kris pada Sehun, Sehun menggeleng pelan dan menggumakan sebuah kata.

"Kau tidak kenal?" Tanya Kris sembari membelalakan matanya.

"Memang siapa kkamjong?" Tanya Sehun polos dan memiringkan kepalanya, Kris mencubit pipinya. Dia ternyata tidak berubah, tetap manis. ucap Kris dalam hati dan tersenyum.

"Dia Kim Jongin, ayolah kau tidak mengenalnya? Bukankah ia namja populer di kampus ini?" Tanya Kris bingung. Sehun hanya membelalakan matanya, Ternyata itu Kai. Dan sejak kapan Kai mempunyai nama panggilan seperti itu?

"A-ahh aku mengenalnya, dia sainganku disini" Ucap Sehun dan tersenyum miris.

"Ohh saingan ya, kukira kalian berpacaran.." Jawab Kris asal, Sehun hanya menahan nafasnya. Kenapa Kris berpikir seperti itu?

"Mwo! kau dapat darimana berita itu?" Tanya Sehun kaget dan menatap Kris heran.

"Ah jinja! aku membacanya dimading kampus tepat didepan ruangan Musik" Seketika Sehun berdiri dan berlari kearah yang ditunjuk Kris, Kris yang bingung hanya menggendikan bahunya dan beranjak meninggalkan taman.

.

.

.

.

.

.

"Apa-apaan ini!" Seru Kai dan menunjuk mading didepanya dengan tatapan horor.

Dimading tersebut tertulis.

" Kim Jongin atau Kai telah resmi berpacaran tadi pagi dikoridor dengan sainganya Oh Sehun"

dan disana terdapat gambar Kai dan Sehun yang sedang berdebat dikoridor kampus. Wah ternyata orang-orang di Club Host salah mengartikanya, mereka kira Kai sedang mengutarakan perasaanya kepada Sehun, apa tidak jelas ya bahwa Kai berteriak dengan keras dihadapan Sehun.

Tiba-tiba Sehun datang dari arah taman dengan tergesa, Kai hanya menetapnya datar tanpa minat untuk menyapanya, Sehun mendelikan matanya. Aigoo Oh Sehun kenapa kau sekarang jadi begini saat melihat Kai?

"Apa lihat-lihat?" Tanya Sehun judes kemudian melihat mading tersebut dengan tatapan kaget.

"Mwo? siapa yang melihatmu?" balas Kai sinis dan mendelikan mata tajamnya, Sehun hanya merutuk dalam hati.

"Apa-apaan ini! memangnya aku sudi berpcaran dengan mahkluk hitam seperti itu?" Tanya Sehun entah kepada siapa dengan tajam, Untungnya tidak ada seorangpun disana, jadi Fans kai tidak mengamuk.

"Mwoya! apa maksudmu dengan mahkluk hitam?!" Geram Kai dan hendak menerjang Sehun dengan bogem mentahnya namun ia tidak tega.

"Kau kan hitam! memangnya kenapa hah?!" Sehun berucap dengan sinis, Aigoo ada apa denganku! Sehun bermonolog didalam hati.

"Sialan! dasar manusia albino!" Terka Kai. Sehun hanya mencibirnya kemudian beranjak pergi.

"Grr! sialan!" Geram Kai lagi dan melangkahkan kakinya meninggalkan mading kampus setelah sebelumnya merobek kertas yang terdapat dimading tersebut.

.

.

.

.

.

.

.

"Aishh dimana Sehun? aku sudah menunggunya lebih dari sejam! aish!" Kesal Baekhyun yang dari tadi menunggu dicafe yang Sehun janjikan.

"Huh aku sudah berlumut disini!" Kesalnya lagi dan mempoutkan bibirnya, tiba-tiba ada seorang pelayan yang menawarkanya mau memesan apa. Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya pelan dan mengibaskan tanganya pelan pada pelayan tersebut berniat mengusir. Tak lama pelayan tersebut pergi meninggalkan Baekhyun.

"Ah dasar bodoh kenapa tidak ditelfon?" Tanya Baekhyun linglung kemudian hendak mengambil ponsel dari tasnya, Namun Baekhyun hanya menghela nafas.

"Yaa hari ini hari sial bagiku ponselku tertinggal di Loker huftt!" Baekhyun menidurkan kepalanya dimeja dan memainkan rambut panjangnya yang tergerai begitu saja dimeja.

.

.

.

.

.

.

.

Chanyeol sedari tadi masih terdiam diatap kampus ia sudah bolos 4 jam pelajaran, Ia masih memikirkan ucapan Luhan tadi. Berpacaran dengan Sehun? AIgoo punya rasa pada yeoja judes dan manis tersebut saja tidak. Tapi apa Sehun juga marah padanya? semoga tidak.

Chanyeol mengambil tasnya yang tadi ia sempat lepas, Kemudian membuka pintu atap dan berjalan menuruni tangga. Ia bernyanyi dengan pelan, tak lama ia sampai dilantai bawah. Chanyeol berjalan dengan pelan kemudian melihat jam dipergelangan lengan kirinya. Jam sudah menujukan pukup 16.30 sebentar lagi akan malam. Ia harus segera pulang atau noonanya Park Yura akan menghabisinya malam ini dengan ocehanya.

Namun langkahnya terhenti ketika melihat Sehun dan Kai yang berdiri didepan mading kampus dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Chanyeol berniat mengagetkanya namun ia kembali dan mendengar ocehan Sehun disana dan Kai yang menatapnya dengan tatapan kesal.

'Sedang apa mereka?' Tanya Chanyeol dalam hati. Chanyeol berniat melangkahkan kakinya kembali karena melihat Kai dan Sehun yang sudah pergi dari sana.

"Ah aku penasaran dengan mading itu!" Ucap Chanyeol dan berbalik pergi kearah mading, namun yang ia lihat hanyalah sebuah gambar karya ilmiah yang Mahasiswa buat dan menempelnya disana, tapi tatapanya terhenti pada sebuah sobekan kertas dilantai, disana terdapat gambar Kai dan Sehun yang sedang berhadapan, ia tidak melihat tulisanya karena hanya gambarnya. Chanyeol mengambilnya dan menatapnya aneh.

"Apa ini?" Tanyanya pelan.

.

.

.

.

.

.

.

Matahari terbenam dan meninggalkan jejaknya yang indah, Sehun baru sampai dirumahnya dan melihat sepatu Luhan yang sudah tertata rapi disana. Itu tandanya Luhan sudah pulang.

"Lu ge!?" Teriak Sehun dan melanjutkan langkahnya untuk memasuki rumahnya yang luas. Sehun yang tidak mendapat sahutan dari Luhan hanya menatap rumahnya dengan kesal.

"Aishh palingan tidur." Sehun berjalan kelantai 2 tepat kamarnya berada, Sehun melemparkan tasnya asal setelah tiba dikamarnya. Ia membuka laptopnya dan memainkan sebuah permainan disana, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan terlihat kepala Luhan menyembul disana.

Sehun yang menyedarinya hanya berlaga pura-pura tidak tahu, ia tetap memainkan laptopnya.

"Sehuna appa dan umma akan pulang malam ini" Suara Luhan membuat Sehun berhenti bermain dan menatap Luhan tidak percaya.

"JINJA?!" Teriak Sehun keras dan merasa aneh. Luhan yang menyadarinya hanya menatap Sehun sayu.

"B-bukankah appa dan umma-"

"Tidak Sehun, m-maksudku kedua orang tua angkat kita" Ucap Luhan pelan dan masih mampu didengar, Sehun yang tadinya kaget dan hendak melompat gembira ternyata orang tuanya masih didunia ini, segera memasang wajah kecewanya.

"Jinja.." Gumamnya pelan.

"Nugu? kenapa aku tidak tahu?" Gumam Sehun pelan dan menatap Luhan didepanya yang sekarang tersenyum hangat pada Sehun.

"Mianhae sehuna, ini sebenarnya kejutan untukmu. Tapi..sepertinya kau tidak menyukainya?" Tanya Luhan hati-hati dan mengelus rambut Sehun. Sehun hanya tersenyum mendengarnya.

"A-ania! aku sangat menyukainya! tapi.." Sehun berucap dan menggelengkan kepalanya.

"Ah baiklah maafkan aku!" Ucap Luhan dan memeluk tubuh kecil Sehun. Luhan tersenyum hangat dan kembali mengelus kepala Sehun dengan penuh sayang.

"Kemarin ada seorang Ahjussi dan ahjumma datang kerumah kita dan ternyata mereka teman appa dan umma dulu" Ucap Luhan kemudian melepaskan pelukanya pada Sehun, Sehun menatapnya dengan tatapan ingin tahu.

"Mereka bilang, mereka akan merawat kita. Aku melarangnya tetapi mereka bersikeras dan mereka bilang itu adalah.. Amanat dari appa dan umma sebelum pergi" Luhan tersenyum dan ada sirat bahagia diwajahnya. Sehun tersenyum kecil .


"Wah wah tumben sekali anak appa pulang cepat hum?" Tanya seorang namja paruh baya pada seorang namja lainya yang sekarang sedang melepas sepatunya.

"Tidak ada kegiatan" Ucapnya dingin dan berjalan pelan kearah ruang keluarga tanpa minat, ia melihat appa dan ummanya sedang duduk disofa dekat tv. Ia merasa aneh, sejak kapan appa dan ummanya pulang? Bukankah mereka bilang bahwa mereka akan kembali ke korea sekitar 2 minggu lagi?

"Padahal kami berdua mempunyai kabar gembira untukmu" Ujar appanya dengan senyum yang terpatri diwajahnya. Kai hanya menggendikan bahunya cuek kemudian naik kelantai 2. Appa dan ummanya hanya menghela nafas pelan, ternyata anak kedua mereka memang tidak berubah. Tetap dingin.

"Yeobo, bujuk dia untuk kebawah dan berkumpul bersama kita. Sekalian Suho juga panggil" Suruh appa Kai pada istrinya –umma kai-. Umma kai hanya mengangguk kecil dan tersenyum kemudian naik kelantai 2 tempat Kai berada.

"Kai.." Panggil umma Kai dari luar dan mengetuk pintu berwarna biru tua tersebut. Sementara Kai didalam hanya memandang pintunya dengan malas dan beranjak berdiri untuk membuka pintu tersebut, dan dilihatnyalah ummaya sedang terseyum padanya.

"Kai mari kita turun kebawah, ada kabar gembira untukmu" Umma kai tersenyum dan memegang tangan anaknya, Kai hanya menatapnya datar.

"Tidak" ujarnya dingin tanpa melihat ummanya.

"Maafkan umma dan appamu, kami sangat sibuk di Kanada" Tambah Umma Kai dan tersenyum hangat, Kai tetap menatapnya datar.

"Kajja, appa sudah menunggu. Umma juga akan memanggil Suho" Ujarnya dan mulai berdiri kemudian menarik pelan tangan Kai. Kai hanya menghela nafas kecil kemudian berdiri dan keluar dari kamar, sementara umma Kai berjalan kearah kamar Suho.

Sementara itu appa Kai yang melihatnya anak turun kebawah, menatapnya dengan Senyum hangat, Kai memaksakan senyum diwajah tampanya. Ahh ayolah ia benci seperti ini.

"Kita tunggu sebentar Ummamu dan kakamu"Ujar appanya kemudian menyesap kopinya yang sudah mendingin. Kai menatapnya dengan tatapan malas.

'Ayolah aku benci berlama-lama. Damn!' rutunya didalam hati, ia mengeluarkan ponselnya dan melihat jam yang tertera diponselnya, sudah jam tujuh malam ternyata. Tak lama ummanya dan Suho datang, Suho juga datang dengan wajah malasnya dan tatapan Kesalnya. Kai menatapnya dengan wajah yang ingin tertawa.

"Dasar bocah, apa yang ia lihat?"Gumam Suho kecil dan mendelik kesal. Ia turun dengan cepat kemudian duduk tepat disebelah Kai setelah memberi hadiah manis berupa jitakan dikepala Kai, Kai meringis kecil dan merutuk tidak jelas.

"Nah karena kalian sudah berkumpul, biar kujelaskan kenapa aku menyuruh kal-" Ucapanya terpotong tatkala Kai menyelanya.

"Ck, appa cepatlah tak usah bertele-tele!" Kai berkata dan menatap datar Appanya, appanya hanya menghela nafas. Sabarkanlah aku yatuhan. Ucapnya dalam hati.

"Yayaya baiklah, terserah Kau kkamjong." Ucap appanya kesal, bila appanya sudah marah Appanya akan memanggilnya dengan sebutan kkamjong. Dan Kai tidak suka itu.

"Begini, Kai kau akan kami jodohkan dengan anak kerabat appa" Ucapnya, Seketika Kai yang sedang meminum Jus jeruk yang tadi maid berikan ia memuncratkanya kembali dan Suho yang disebelahnya hanya memandang jijik dan juga terkejut.

"M-MWO!" Teriaknya keras dan berdiri kemudian menatap appanya dengan tatapan 'apa-yang-kau-maksud?'. Appanya hanya menatap Kai dengan tatapan tenang.

"Kau akan kami jodohkan, aku tahu kau playboy dikampusmu! Kakamu yang berbicara" Appa Kai kemudian melirik Suho yang kini tengah bersiul pelan dan pura-pura tidak tahu, Kai menatapnya kesal.

"Ck! Kenapa tidak dia saja? Dia kan sudah tua!" Kesalnya dan menatap Suho sinis, Suho yang mendengar kata tua pun ikut naik pitam.

"Bodoh! Apa yang kau katakan? Tua? Ck ayolah kulitku saja tidak ada kerutan!" Kesal Suho dan memeragakan akan mencekik Kai, Kai hanya menatapnya kesal. Dasar mulut ember!. Rutuknya dalam hati.

"Suho masih ingin melanjutkan sekolahnya" Ucap appanya santai. Kai menatapnya tidak percaya, ia juga masih ingin melanjutkan sekolahnya.

"Tapi tenang kau akan tetap bersekolah ya mungkin sembari mengurus perusahaan Kim Corp, sekalian kau mencari nafkah" Kai merutuk keras tatkala mendengar appanya berkata seperti itu. Ia berkali-kali merutuk didalam hati. Suho menatapnya ingin tertawa namun ia tahan, karena tidak mau menghancurkan pembicaraan ini.

"Grr! Terserah kalian, aku tidak mau! Aku sudah menentukan pilihanku!" Ucapnya dengan sedikit membentak, Umma Kai hanya menatapnya kesal.

"Dia cantik, manis dan juga tinggi. Dia cocok untukmu yang tampan!" Tambah umma Kai pada Kai yang sekarang raut wajahnya terlihat seperti Hulk yang marah.

"Aku tidak peduli!" Teriak Kai kemudian berjalan keluar dan menaiki motornya. Suho yang melihat Kai hanya tertawa dalam hati.

"Ohya Suho kau juga akan menyusul nanti, kerabat appa yang dikanada mempunyai putri yang cantik, ia juga keturunan cina" Ucap appa Suho, Suho terdiam cukup lama dan tak lama ia berteriak 'Andwae' dengan keras yang memenuhi mansion Kim. Umma Kai hanya tertawa kecil melihat anak-anaknya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Baekhyun belum kembali dan masih tetap berada dicafe, ia ketiduran. Ia terbangun saat ada serang pelayan yang membangunkanya dan berkacak pinggang. Baekhyun mempoutkan bibirnya imut dan merutuk, kenapa ia bisa tertidur ditempat seperti ini?.

Baekhyun mengambil tasnya dan beranjak keluar, Setelahnya ia melihat jam yang melingkar dipergelangan tanganya. Ternyata sudah jam delapan, awas saja besok, ia akan memenggal kepala sahabatnya tersebut. Baekhyun menyetop taxi dan berbicara pada sopir dimana letak appartementnya, Sopir taxi hanya mengangguk kecil. Baekhyun menghela nafas kecil dan berjalan pelan kearah appartement setelah turun dari taxi. Setelah sampai ia sampai ia mulai membuka pintu appartement nya yang sederhana, ia meggumamkan kata Anyeong entah kepada siapa.

"Lelahnyaa!" Teriaknya dan menyimpan tasnya disofa berwarna pink, ia kemudian berjalan kedapur.

"Aihh aku belum belanja! Bagaimana aku makan nanti?" Kesal Baekhyun kemudian mejedukan kepalanya pada kulkas didepanya. Ia menghela nafas kasar kemudian berjalan ke arah kamarnya, ia melemparkan tubuh kecilnya ketempat tidur dengan seprai bergambar Rillakumma berwana pink, ia menutup matanya sejenak kemudian berganti menatap langit langit kamarnya.

"Apa aku benar-benar menyukai Kai?" Gumamnya dan menatap sebuah foto dengan frame bunga, disana terdapat ia dan Kai yang sedang merangkulnya. Itu Foto yang ia ambil kemarin siang dengan Kai.

"Ah jam berapa sekarang?" Tanya Baekhyun entah kepada siapa, ia melihat jam dinding disana. Jam tersebut menunjukan pukul tujuh lewat.

"Ck, ternyata sudah malam!" Kesal Baekhyun dan menarik selimut sampai dadanya, Kemudian ia terlihat berpikir.

"Ah aku belum mandi!" Pekiknya kemudian beranjak berdiri dan berjalan kearah kamar mandi tak lupa ia mengambil handuk putihnya yang tersampir di belakang Pintu.

Baekhyun memasuki kamar mandinya seketika harum Lavender menyerbak dihidung mancungnya ia tersenyum senang. Kemudian ia menyalakan keran air bathubnya dan mulai berjalan kearah bathubnya dan mencelupkan dirinya kesana.

"Uwahh enaknya!" Teriaknya senang, ia sudah lama tidak seperti ini. Ia lebih sering bersama tugas-tugas dikampusnya dan jarang untuk mencoba mandi dibathub, biasanya ia hanya sekedar mandi dengan shower.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Ck memangnya sekarang jaman klasik ya?" Tanya Kai entah kepada siapa, kini ia tengah berada di sungai Han. Banyak orang-orang yang sedang memadu kasih disana, Kai menatapnya malas kemudian menenggak Colanya yang tadi ia beli ditoko dekat sungai Han.

"Membosankan" Gumamnya kemudian melempar kaleng Cola yang sudah habis ke sungai Han, ia sempat melirik sana sini untuk memastikan bahwa tidak ada penjaga sungai Han yang akan memarahinya karena membuang kaleng Cola sembarangan. Ia mendengus dan mengacak rambutnya Frustasi.

"Ahh baiklah Tenang Kai, kau harus yakin bahwa orang yang akan dijodohkan denganmu adalah Baekhyun!" Kai berkata kemudian tenggelam dalam dunianya, ia mengkhyalakan Baekhyun yang akan menjadi Calon istrinya nanti, namun ia menggelengkan kepalanya.

"Umma bilang ia tinggi? Tapi Baekhyun tidak terlalu tinggi" Ucap Kai kemudian menggaruk tengkuknya. Tiba-tiba ada seorang namja yang mendekatinya, Kai tidak sadar. Namja tersebut semakin mendekati Kai dan terlihat sebuah senyuman jahil di wajahnya.

"DORRR!" Kaget seseorang, Kai hampir saja terjungkal kebelakang saking kagetnya. Tiba-tiba seorang namja tinggi dengan tawanya yang meggelegar membuat Kai berbalik hendak melihat siapa namja tersebut.

"Bodoh! Apa yang kau lakukan?" Kesal Kai dan mendelik pada Chanyeol –namja dibelakangnya- Ia mendengus. Sementara Chanyeol terkikik.

"Wahh apa yang dilakukan Namja populer disini heh?" Sindir Chanyeol dengan seringaian diwajahnya. Kai mendengarnya hanya memasang wajah datarnya.

"Kemana Baekhyun puppy mu itu?" Tanya Chanyeol lagi kini disertai sikutan dilenganya. Kai yang merasa disikut hanya menoleh sedikit pada Chanyeol.

"Ia pulang" Gumamnya datar, Chanyeol menganggukan kepalanya kecil.

"Dan apa yang kau lakukan disini Park –Idiot- Chanyeol?" Tanya Kai. Chanyeol menggaruk tengkuknya.

"Aku bosan dirumah" Ucapnya,

"Ohya apa yang kau lakukan tadi dengan Sehun?" Tanya Chanyeol pada Kai, Kai hanya menatapnya Aneh.

"Maksudku apa yang kalian lakukan tadi didepan ruang musik?" Chanyeol bertanya kembali, Kai mendengus.

"Tidak, tidak ada" Ucapnya dingin. Chanyeol menggendikan bahunya kemudian mengeluarkan secarik kertas yang sudah lecek.

"Apa ini?" Tanya Chanyeol (lagi) kemudian memberikanya pada Kai, Kai yang melihat kertas tersebut membelalakan matanya.

"Ini foto Sehun dan Kau bukan?" Chanyeol berkata sambil menaik turunkan halisnya. Kai mengehela nafas.

"Hanya salah paham" Ucap Kai, Chanyeol yang tidak puas bertanya kembali. Kai mendengarnya sudah kesal.

"Kenapa kau tidak cari tahu sendiri?" Ucap Kai sedikit menaikan intonasinya, Ia memutar bola matanya. Chanyeol mendengus dan mengambil secara paksa kertas tersebut dari tangan Kai. Kai meringis kecil.

"Kau mau cerita padaku?" Ungkap Chanyeol tiba-tiba, Kai memandangnya dengan aneh, Ia bingung pada Chanyeol sekarang.

"Cerita apa?" Ucap Kai, ia memandang sungai Han didepanya dengan tatapan sedikit kagum, karena ada banyak Kembang api diatasnya. Chanyeol tidak menyadarinya.

"Tentang keluargamu mungkin, atau kisah cintamu" Ucap Chanyeol, ada sedikit nada jahil dari ucapanya. Kai mendelikan matanya.

"Itu Privacy, aku tidak mau menceritakanya" Ucap Kai, Chanyeol menyeringai kecil.

"Lalu tentang perjodohan itu?" Tanya Chanyeol tiba-tiba, Kai seketika membelalakan matanya. Dari mana Chanyeol tahu soal itu.

"Dari mana kau tahu?" Ucap Kai datar.

"Suho Hyung" Balas Chanyeol singkat.

'Sial! Dasar mulut ember!' Kai berkata dalam hati dengan amarah. Ia bersumpah akan membunuh kakanya itu bila sudah kembali kerumah.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Anyeong!" Teriak 2 orang yang kini tepat berada dihadapan pintu rumah keluarga Xi, Luhan yang sedang menonton tv kemudian membukan pintu tersebut dan terlihat seorang namja dan yeoja paruh baya berdiri disana dengan senyuman yang menghias wajahnya, Luhan tersenyum dan menyuruh mereka masuk.

"Dimana Sehun?" Tanya namja atau Tuan Park tersebut pada Luhan yang kini sedang mematikan televisi semetara Nyonya Park sedang duduk manis diruang keluarga.

"Tunggu aku panggilkan" Ucap Luhan kemudian beranjak berdiri dan mulai menaiki anak tangga.

"Ohya mulai hari ini dan seterusnya kau dan harus memanggil kami Umma dan appa!" Teriak nyonya Park pada Luhan, Luhan hanya menganggukan kepalanya kecil.

-Kamar Sehun-

"Sehuna mereka sudah datang" Ucap Luhan sembari tersenyum hangat.

"Nugu?" Tanya Sehun dingin sementara matanya masih fokus pada ponselnya yang kini sedang memutar sebuah video. Luhan memutar bola matanya malas.

"Orang tua angkat kita, Nyonya Park dan Tuan Park. Kita harus memanggil mereka dengan sebutan Appa dan umma arra!" Luhan berkata kemudian menarin tangan Sehun dari tempat tidur, Sehun mempoutkan bibirnya imut. Ia beranjak dan berjalan keluar kamar mengikuti Luhan.

"Wah Sehuna kau semakin cantik saja!" Ucap Nyonya Park pada Sehun yang sudah berada dibawah, Sehun tersenyum manis sembari menganggukan kepalanya kecil. Nyonya Park mencubit pipi Sehun yang putih kemudian ia menciumnya, Sehun hanya memejamkan matanya sesaat.

"Nah sekarang kami resmi menjadi kedua orang tua kalian!" Tuan Kim berkata kemudian memeluk Sehun dan Luhan.

"Ohya begini ada yang mau aku sampaikan" Ucap Tuan Kim tenang, mereka sudah duduk disofa ruang keluarga. Sehun tersenyum terus sedri tadi.

"Sehuna, aku tau ini terlalu cepat tapi kita mmebutuhkanmu.." Ucap Tuan Kim sementara Sehun hanya menahan nafasnya sesaaat ada apa ini?

"Kau..akan kami jodohkan dengan rekan bisinis kami" Ucapnya, Luhan dan Sehun kembali menahan nafas. Mereka tidak percaya.

"Sehuna kami tahu ini terlalu cepat, kau baru resmi menjadi anak kami sementara kau sudah kami jodohkan! Kami benar-benar minta maaf" Ucap Nyonya Park kemudian memeluk tubuh Sehun dengan bahu yang bergetar. Menahan nangis.

"Ahju- appa bisa digagalkan?" Tanya Luhan Khawatir saat melihat Sehun. Tuan Park hanya menggeleng kecil sambil tersenyum hangat.

"Maaf Luhan, perjodohan ini tidak bisa digagalkan" Luhan menghela nafas pasrah, ia melihat Sehun yang sekarang sedang manahan isak tangisnya dibahu Nyonya Park.

"Semoga ini yang terbaik untukmu sehuna.." Gumam Luhan miris, ia tersenyum samar tanpa ia sadari sebuah cairan bening jatuh dari mata indahnya.

.

.

.

.

.

.

TBC

Yaampun tadi sempet salah Publish TT untung aja cepet dibenerin /? TT

Maaf kalau banyak typo TT gak sempet diedit TT

maaf kalau mengecewakan TT maaf kalau banyak Typo! [Sekali lagi] TT

dan ini FF aturan dipublish Rabu kemarin TT tapi karena jaringan internet ngajak ribut jadi gak jadi TT

Delete/Next? TT

duh sekalian ada yang mau ngasih saran lagu-lagu yang KELAM? buat FF Psikopat KaiHun TT

aturan mau dipublish disini TT tapi takut pada gak suka TT soalnya anu banget /? ada itunya lagi TT

okesip Thanks TT