Annyeong~~
Rei datang lagi membawa ff abal milik Rei. Rei kemaren lupa bilang kalo Kyungie lebih muda dari Kai dan Tao, magnae lah ceritanya. Hehe~~ fic ini terisnpirasi dari lagunya yang'Beautiful Day'lagunya JLEBB banget#malah curhat -_-
Ok, sekian cuap-cuap dari saya. Cha~~ selamat membaca. Eh satu lagi tinggalkan jejak setelah membaca.. :3
.
.
Typo(s) merupakan hal yang sangat manusiawi.. :3 kkkk~~
.
.
.
Saat dia membuka pintu kelas, tubuhnya tiba-tiba saja membeku. Mata tajamnya menangkap sosok yang kini tengah duduk di pojok ruangan, sosok yang begitu dia rindukan.
.
.
^^^^vvvv^^^^
Chap 5
^^^^vvvv^^^^
.
.
"Kyung…" lirih Kai. Kedua sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyum. Entah sadar atau tidak, yang pasti sesuatu didalam hatinya berdesir hangat melihat sosok mungil yang kini tengah berjalan sambil menunduk.
Kai segera beranjak dari tempatnya, ia berlari kecil agar dapat segera sampai dihadapan namja mungil yang terus menunduk itu.
"Kau akan menabrak orang jika terus berjalan seperti itu." Ucap Kai yang kini sudah berdiri di depan namja mungil itu, membuatnya yang sedari tadi berjalan menunduk mendongakkan kepalanya.
"K-Kai~" lirihnya. Doe eyesnya membulat lucu, membuat Kai secara tidak sadar mencubit kedua pipi namja bermata bulat itu.
"Ekspresimu lucu sekali Kyungsoo!" kekeh Kai. Namja bermata bulat yang bernama Kyungsoo menepis lengan Kai kasar dan mundur beberapa langkah.
"M-mian, a-aku tidak sengaja." Ucap Kyungsoo gusar. Ia sama sekali tidak berniat berperilaku kasar pada Kai, itu hanya gerak reflek yang entah mengapa ia lakukan.
"Apa aku begitu menakutkan di matamu Kyung?" Tanya Kai dengan wajah sedih.
Kyungsoo terdiam, pertanyaan Kai membuatnya sedikit terkejut. Ia pikir Kai akan membentaknya atau membullynya habis-habisan seperti dulu. Tapi kini?
"M-maaf aku tidak bermaksud seperti itu, sungguh. I-itu hanya gerak reflek." Kyungsoo menundukkan kepalanya dalam.
"Kau tidak perlu menunduk Kyung, aku mengerti. Aku… aku hanya…" Kai menggantung perkataannya. Ia heran mengapa tiba-tiba ia merasa canggung seperti ini saat berbicara dengan Kyungsoo.
"Kau baik-baik saja kan?" Tanya Kyungsoo. Ia heran dengan sikap Kai yang menurutnya 'aneh'.
Kai menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk mengatasi rasa canggung yang tiba-tiba menyerangnya.
"Y-ya, aku baik-baik saja. Sebaiknya kau cepat masuk ke kelas, 5 menit lagi bel akan berbunyi." Kai berjalan dengan tergesa mendahului Kyungsoo. Membuat namja manis itu beberapa kali mengerjap polos dengan tingkah Kai.
"Apa kepalanya terbentur sesuatu? Biasanya dia akan mengomel dan menyindirku habis-habisan, tapi hari ini? Aneh sekali!" ucap Kyungsoo sambil menggidikkan bahu. Detik berikutnya, namja mungil itu melangkahkan kakinya menuju kelas.
Baru beberapa langkah, sebuah suara cempreng kembali menghentikan langkahnya.
"KYUNGIEE~~~ MENGAPA KAU ADA DISINI?" pekik seorang namja yang kini tengah berlari menuju Kyungsoo.
GREP
Tubuh mungil Kyungsoo hamir saja akan mendarat di lantai karena ulah namja yang kini tengah memeluknya erat, beruntung tubuhnya sedikit memiliki tenaga untuk menahan bobot tubuhnya dan namja mungil yang kini sedang memeluknya erat. Sangat erat.
"Hyung, bisakah kau lepaskan pelukanmu, aku tidak bisa bernafas!" ucap Kyungsoo. Namja yang di panggil Hyung itu langsung melepaskan pelukan 'sayangnya'.
"Maaf, aku hanya terlalu senang Kyung, hehe." Jawabnya dengan wajah tanpa dosa.
"Hyung, aku merindukanmu!" ucap Kyungsoo.
"Hyung juga menrindukanmu saengi, sangat-sangat merindukanmu." Namja itu mengacak rambut Kyungsoo.
"Ya! Hyung, mengapa kau mengacak rambutku? Kan jadi berantakan!" Kyungsoo mempoutskan bibirnya lucu, sedangkan tengan kanannya berusaha merapikan kembali rambutnya.
"Eh?! Sepertinya ada yang aneh denganmu Kyungie."
"Apa?"
"Tadi kau memanggilku apa Hyung? Bukannya biasanya Baekkie?" namja yang bernama Baekhyun itu mengerjap polos.
"Hehe, kata Wookie Hyung aku harus memanggilmu seperti itu. Sudahlah Hyung, aku ke kelas dulu. Sebentar lagi bel akan berbunyi. Bye!" Kyungsoo kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda tadi akibat ulah Baekhyun.
Sedangkan Baekhyun. Namja pecinta eyeliner itu menatap punggung Kyungsoo dengan tatapan sendu.
"Mian, mianhae Kyungie. Hyung membocorkan semua rahasiamu pada Kai. Mianhae atas kelancangan hyung." Lirih Baekhyun.
^^^^vvvv^^^^
Kyungsoo tengah menunggu Kris menjemputnya di depan gerbang sekolah, Baekhyun tidak bisa pulang bersamanya kali ini karena ia harus menyelesaikan tugas kelompok yang diberikan Kim Saem.
"Kyung, sedang apa kau disini? Sebentar lagi hujan mau aku antar?" tawar Kai dari dalam mobil sport merahnya.
Tubuh Kyungsoo bergetar hebat, kejadian beberapa hari lalu saat Kai membawanya paksa kembali teringat.
"T-terimakasih, se-sebentar la-gi, K-ris H-hyung da-tang!" Kai menautkan alisnya melihat Kyungsoo berbicara dengan nada tergagap seperti itu.
Namja tan itu tersenyum miris, merutuki kebodohannya tempo hari. 'Apa aku semnegerikan itu dimatamu Kyung? Aku hanya sedang berudaha memperbaiki keadaan saat ini, namun mengapa rasanya terlalu sulit?' lirih Kai dalam hati.
"Baiklah, aku pulang dulu, Bye!" Kai akhirnya mengalah meninggalkan Kyungsoo yang masih betah menunduk.
"Mian, aku hanya belum siap!" bisik Kyungsoo entah pada siapa.
"Kyung, kau sedang apa disini?" Tanya seorang namja bermata panda.
"Tao-ie. Aku sedang menunggu Kris Hyung untuk menjemputku." Jawab Kyungsoo, Tao mengangguk mengerti.
"Lalu, mengapa kau menunduk?" Tao memegang dagu Kyungsoo, berniat melihat keadaannya yang terlihat aneh. Namun tanpa Tao duga, Kyungsoo langsung menepis tangannya dengan kasar.
"Kyung, kau kenapa?" Tanya Tao heran. Sedang Kyungsoo, namja imut itu kini menatap horror kearah Tao.
"Gwaenchana? Kyungie?" Tao hendak menyentuh pundak Kyungsoo, namun lagi-lagi Kyungsoo menepisnya dengan kasar.
"Menjauh dariku!" teriak Kyungsoo. Namja itu tiba-tiba saja terduduk sambil melindungi kepalanya dengan tangan.
"Kyung~" lirih Tao. Namja panda itu benar-benar heran dengan tingkah Kyungsoo. 'Ada apa ini?' tanyanya dalam hati.
Tak lama sebuah mobil mewah berwarna silver berhenti tak jauh dari mereka. Seorang permuda berperawakan atletis turun dan segera berlari ke arah Tao dan Kyungsoo.
"Kyungsoo kenapa?" tanyanya dengan suara dingin. Tao yang belum menyadari kehadiran namja itu segera menoleh.
Deg
"Gege~" gumam tao.
"Apa yang terjadi dengan Kyungsoo? Mengapa ia terlihat ketakutan seperti itu? Kau apakan dia?" berondong Kris dengan nada dingin.
"T-tidak! Sungguh! Aku tidak melakukan apapun padanya, percayalah padaku." Bela Tao. Namun Kris sama sekali tidak mempedulikannya. Namja itu berjalan melewati tao dan lebih memilih untuk membawa pulang dongsaengnya.
"Urusan kita belum selesai!" ucap Kris sarkatis.
Tao hanya diam menatap kepergian mobil Kris yang menghilang di pertigaan sana. Sesuatu di dalam dadanya kembali berdenyut nyeri.
"Nasibku memang selalu sial!" ucapnya sambil tersenyum miris, Tao kembali melangkahkan kaki jejnangnya menuju halte. Hah, bahkan Krispun tidak menawarinya untuk ikut pulang bersama.
"Kau melupakan janjimu lagi ge, padahal baru tadi malam kau berjanji padaku." Gumamnya.
Beberapa menit kemudian, bis yang menuju apartemen Tao datang. Namja panda itu segera naik dan mendudukkan dirinya di kursi paling belakang dekat jendela. Setelah bus yang Tao tumpangi pergi meninggalkan halte, seorang namja yang wajahnya tertutupi hoodie keluar dari persembunyiannya.
"Sebentar lagi permainan akan di mulai Zitao, bersiaplah menerima kejutan terindah dariku!" ucapnya sambil tersenyum evil.
^^^^vvvv^^^^
"Kyung, jawab pertanyaan Hyung nae. Sebenarnya apa yang Tao lakukan padamu tadi?" Tanya Kris. Keduanya telah sampai di apertemen Kyungsoo, dan kini mereka tengah duduk di meja makan dengan Kris yang baru saja menaruh semangkuk bubur untuk Kyungsoo.
"Tao-ie tidak melakukan apa-apa padaku Hyung, aku hanya reflek saja tadi." Jawab Kyungsoo apa adanya.
"Kau jangan berbohong Kyungie, katakana saja. Jangan karena dia namjachingu Hyung, kau jadi melindunginya seperti itu." Kris berusaha untuk bicara selembut mungkin, ia tidak ingin Kyungsoo semakin tertekan jika ia bersikap kasar.
"Sungguh Hyung, Tao-ie tidak melakukan apapun." Kyungsoo memasukkan satu sendok bubur kedalam mulutnya, dan mengunyahnya secara perlahan.
"Baiklah. Habiskan makananmu nae, Hyung harus pergi. Ada urusan yang belum Hyung selesaikan." Kris mengacak rambut Kyungsoo, kemudian segera menyambar jaket dan kunci mobilnya.
Kyungsoo menatap kepergian Hyungnya dengan tatapan sedih. Sungguh, ia sama sekali tidak berniat membuat hubunga Tao dan Hyungnya itu hancur. Tadi dia hanya reflek. Ya, reflek. Entah mengapa bayang-bayang saat Kai menyentuhnya kembali berputar saat itu.
Kyungsoo mengeluarkan benda persegi panjang berwarna hitam miliknya, mengetik sebuah pesan dan mengirimkannya ke seseorang. Selang beberapa menit, ponselnya kembali bergetar.
From : Tao-ie
To : Kyungie
Nan gwaenchana, kau tidak usah khawatir Kyung. Aku mengerti.
Kyungsoo bisa sedikit bernafas lega. Namja mungil itu berharap semoga saja Kris mau percaya pada Tao kali ini. Ya, semoga.
^^^^vvvv^^^^
PLAKK
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Tao. Membuat sudut bibir namja panda itu sedikit mengeluarkan darah.
"Apa yang kau lakukan pada Kyungsoo? Mengapa dia terlihat ketakutan seperti itu?!" teriak Kris. Saat datang namja tampan itu langsung menampar Tao, bahkan ia menerobos masuk tanpa mengetuk pintu ataupun permisi.
"Aku tidak melakukan apapun padanya gege, sungguh!" bela Tao, sebelah tangannya memegangi pipinya yang terasa ngilu.
"Pembual!" ucap Kris sambil membuang muka, seolah jijik melihat wajah Tao.
Nyut~~
"Bahkan belum 24 jam kau berjanji untuk mencoba mempercayaiku ge, tapi nyatanya? Kau kembali mengataiku pembual." Tao tersenyum miris. Ia heran, mengapa Kris sangan sensitive akhir-akhir ini.
"Karena nyatanya, perkataanmu memang tidak bisa ku pegang, dan aku cukup kecewa denganmu Zitao!" ucap Kris.
"Hei! Ada apa ini? Astaga Tao-ie ada apa denganmu? Ya! Naga sialan apa yang kau lakukan dengan sepupuku?" Kai yang baru datang langsung menyemprot Kris.
"Diam kau hitam! Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, dan seharusnya kini kau membusuk di penjara bersama sepupumu itu!"
"Apa maksudmu dengan kata 'membusuk dipenjara bersama sepupumu itu' hah? Tidak kah kau sadar jika sepupuku ini adalah namjachingumu?"
"Bukan urusanmu!"
"Cih, namjachingu macam apa kau yang tega memfitnah dan memukuli namjachingunya sendiri? Dan tadi apa yang kau katakana? Kau juga menyumpahinya?" ejek Kai.
"Tutup mulutmu Kkamjong!" teriak Kris.
"Jika aku tdak mau kau mau apa? Menghajarku? Silahkan!" tantang Kai.
"Kai, sudahlah aku tidak apa-apa!" Tao yang mengerti akan keadaan yang semakin memanas berusaha untuk menenangkan Kai. Tao mendorong punggung Kai menuju kamarnya yang terletak tak yauh dari ruang tamu.
"Lain kali jika kau bertamu ke rumah orang, pakailah sopan santunmu!" teriak Kai dari dalam.
"Sebaiknya kita selesaikan masalah ini besok. Aku lelah, aku ingin istirahat!" Tao berjalan menjauhi Kris.
BRAKK
"YA! DASAR NAGA TIDAK TAU SOPAN SANTUN!" teriak Kai dari dalam. Ia tau siapa pelaku pembantingan pintu itu. Kris. Tentu saja, siapa lagi jikabukan namja itu.
"Tenanglah Kai! Aku ingin istirahat!" teriak Tao dari kamarnya.
"Tenanglah Kai aku ingin istirahat!" cibir Kai sambil menirukan gaya Tao. "Ck! Dia pikir siapa yang membuat kegaduhan? Lagi pula aku heran, mengapa si panda masih terus mempertahankan hubungannya dengan Kris?" gerutu Kai.
Namja tan itu tidak bisa duduk tenang, apa lagi tidur siang. Ayolah, ini bukan kebiasaan seorang Kim Jongin! Karena biasanya jam-jam seperti ini ia habiskan dengan bermain basket bersama Chanyeol. Tapi karena mood Kai masih dalam keadaan kurang baik jika bertemu dengan Chanyeol, maka terpaksa ia pulang ke rumah.
"Arggghhh… bosan!" teriak Kai.
"Apa yang harus ku lakukan? Bermain game? Game apa? Game ku membosankan semua! Atau jalan-jalan saja ke taman? Tapi hari ini panas sekali! Telfon seseorang? Aku kan tidak punya orang special untuk ku telfon! Ugh, menyebalkan!" setelah puas berbicara sendiri, namja tan itu membaringkan tubuhnya di atas Kasur.
Matanya menatap langit-lagit kamarnya, membayangkan apapun yang bisa ia bayangkan. Kyungsoo. Nama namja mungil itu tiba-tiba saja terlintas di otak cemerlang Kai. Namja tan itu segara menyambar ponselnya dan mencari-cari kontak namja bermata bulat.
"Aku tidak memiliki nomornya!" ucapnya lemas. "Lalu apa yang harus aku lakukan?" Kai menggulingkan badannya kekanan dan kekiri.
"Tao! ya, si panda pasti memiliki nomor Kyungsoo. Tapi dia kan sedang istirahat, ah tidak apa lah! Aku kan bisa mengambilnya diam-diam!" Kai tersenyum cerah. Detik berikutnya namja tan itu segera berlari menuju kamar Tao.
^^^^vvvv^^^^
Kyungsoo menatap kosong langit yang tak terlalu cerah dari balik jendela kamarnya. Doe eyesnya mengerjap perlahan menandakan bahwa ia sedang memikirkan sesuatu. Gelas susu coklat yang tadi dibuatkan Baekhyun untuknya masih tersisa setengah, entah apa yang ada dalam pikiran namja mungil itu saat ini.
"Hyung~ bogoshipo" lirihnya. Lamunannya harus terhenti saat ponsel yang ia letakkan diatas nakas tempat tidurnya bergetar. Namja mungil itu segera beranjak dari duduknya, berniat mengambil ponselnya yang terus bergetar. Dahinya sedikit berkerut mendapati sebuah nomor tak dikenal masuk. Dengan ragu ia menggeser tombol hijau untuk menjawabnya.
"Y-yeobseo?"
'Yeobseo, Kyungsoo?'
"Nae, nuguya?"
'Hah, aku tak yakin jika aku menyebutkan siapa aku kau akan berbicara padaku. Panggil saja aku eum… apa ya? Atau kau bisa menyebutku pengagum rahasiamu!' suara di ujung sana terdengar sangat lucu di telinga Kyungsoo. Ia, Kyungsoo? Memiliki seorang penggemar? Menggelikan bukan?
"Eng… dari mana kau tau nomor ponselku? Seingatku aku tidak memberikan nomor ponselku pada orang asing."
'Ck. Aku memang terlihat seperti orang asing, namun aku tau kau, dank au juga sebenarnya mengenaliku. Sangat malah.' Orang asing disana lagi-lagi membuat Kyungsoo tersenyum dengan perkataannya.
Kyungsoo mulai menerka-nerka siapa kira-kira orang yang menelponnya itu. Mungkinkah…
"Kai~ " lirih Kyungsoo. Nafasnya sedikit tercekat, matanya bergerak gusar.
'M-mian jika ini mengejutkanmu. Tapi jujur, aku tidak memiliki niat jahat apapun padamu! Sungguh, a-aku hanya ingin… a-aku hanya ingin minta maaf padamu.' Ucap Kai melemah di akhir kalimatnya. Kai tau, Kyungsoo masih belum bisa menerima 'perubahan mendadaknya' ini.
"D-dari mana kau mendapat n-nomor ponselku? S-setauku a-aku tidak per-nah memberikannya padamu!" Kyungsoo berusaha untuk tenang dan bersikap biasa saja, namun ia tidak bisa. Ketakutannya pada Kai belum bisa ia hilangkan sepenuhnya.
'Aku mencurinya dari ponsel Tao saat si baby panda itu tertidur. Mian, tapi aku tidak ada maksud jahat padamu. Sungguh!'
"Tao-ie? Bagaimana keadaannya sekarang?" mendengar nama Tao disebut, membuat Kyungsoo menjadi tidak enak hati.
'Dia masih tertidur. Entahlah sejak si naga sialan itu mengamuk dirumahku tadi sore, Tao langsung tidur sampai saat ini'
"Naga sialan yang kau maksud itu Hyungku! Bersikap sopanlah sedikit padanya Hyung!" nasehat Kyungsoo.
'Kyung, aku heran dengan Hyungmu yang satu itu! Aku tau dia membenciku karena… ah, sudah lah jangan membahasnya lagi, itu membuatku merasa semain berdosa padamu. Tapi, dia tidak seharusnya bersikap kasar pada sepupuku kan?' Tanya Kai, selanjutnya Kai terdengar seperti sedang menghela nafas panjang.
"Kris Hyung melakukan apa pada Tao?"
'Dia menamparnya sangat keras hingga sudut bibirnya berdarah. Aku heran mengeapa Tao tetap berusaha mempertahankannya.' Jawab Kai polos. Kai, tidak ingatkah kau sedang bercerita masalah sepupumu pada siapa? Tidak kah kau ingat jika Kyungsoo merupakan adik Kris?
"Mwo?! Kris Hyung tidak mungkin melakukannya!" protes Kyungsoo.
'Eh?! Mengapa kita jadi membahas mereka?' Kai berusaha mengalihkan pembiacaraan.
"Tidak, aku harus menanyakannya langsung pada Kris Hyung!" tolak Kyungsoo.
'J-jangan Kyung! Kau mau aku dan Tao dibunuh oleh Hyungmu jika kau bertanya tentang itu?'
"Hyungku tidak sekejam itu! Dia masih memiliki hati Hyung!" protes Kyungsoo tidak terima. Mengundang suara kekehan Kai di ujung sana. Kyungsoo kembali sadar, ia sedang berbicara dengan Kai, bukan dengan Baekkie, Kris atau Wooki Hyungnya yang kini berada di Eropa.
'Jika aku berada di depanmu sekarang, pasti kau akan terlihat manis. Tuhan, mengapa aku baru sadar sekarang ya?'
"M-mian. Hyung, Kris Hyung sudah memanggilku untuk makan malam. Emm, bye!" Tanpa menunggu jawaban dari Kai, Kyungsoo langsung memencet tombol 'End' setelah mengatakan hal tersebut. Sungguh, ia sangat malu saat ini.
Kyungsoo menenggelamkan kepalanya kedalam bantal, berusaha untuk menenangkan jatungnya yang terus berdetak kencang. Ia tidak berhenti tersenyum, ucapan manis Kai barusan terus terngiang di telinganya. Namun, senyum cantiknya tiba-tiba memudar saat ia mengingat kenyataan.
"Jangan terlalu berharap Kyung! Kau harus sadar siapa dan apa dirimu sebenarnya!" sinar matanya yang semula cerah kini kembali redup.
^^^^vvvv^^^^
Kyungsoo berjalan dengan tergeja menuju kelas Tao, ia semalam tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan kondisi Tao. Bukan, bukan kondisi fisik Tao yang Kyungsoo khawatirkan. Karena Kyungsoo yakin kondisi fisik namja panda itu akan baik-baik saja, karena dia merupakan 'mantan' ketua club wushu di sekolahnya. Yang Kyungsoo khawatirkan adalah kondisi psikis Tao.
Dan benar saja, saat Kyungsoo sampai didepan kelasnya, ia melihat Tao sedang duduk di kursinya dengan menenggelamkan kepala diantara lipatan tangannya.
"Tao-ie!" sapa Kyungsoo dengan suara yang sangat.
Tao yang mengenali jika itu suara Kyungsoo langsung mendongakkan wajahnya. Kyungsoo sedikit terhenyak melihat plester kecil menempel disudut bibir Tao.
"Gwaenchana? Mian, gara-gara aku kau jadi seperti ini." Ucap Kyungsoo sambil menunduk.
"Tidak apa, semua hanya sebuah kesalah pahaman Kyung, kau tidak perlu terlalu memikirkannya. Aku baik-baik saja!" ucap Tao sambil tersenyum. Sungguh, jika ia bisa, ia ingin memeluk Tao, namun hanya menunduklah yang bisa ia lakukan saat ini.
"Hei! Kau kenapa? Nan gwaenchana, lagi pula ini hanya luka kecil, saat latihan nanti aku akan memiliki lebih banyak luka lagi nantinya. Kau tenang saja Kyung." Tao berusaha untuk menghibur Kyungsoo dengan kata-katanya.
"Luka fisik bisa sembuh dengan obat Tao-ie, tapi aku tau batimu lebih tersiksa dan terluka lebih dari luka robekmu itu Tao-ie." Lirih Kyungsoo hampir menyerupai bisikan. Namun masih bisa didengar dengan jelas oleh Tao. Bahkan sangat jelas.
"Jadi itu yang kau khawatirkan Kyung? Kau tenang saja, separah apapun luka dihatiku jika aku masih sanggup untuk tersenyum, maka semua akan baik-baik saja." Senyum tulus mengembang di bibir kucing Tao. benar-benar berhati malaikat, batin Kyungsoo.
"Ung… Tao-ie, a-aku pergi dulu nae. Sebentar lagi bel akan berbunyi, dan nanti aku pulang ingin naik bis saja bersama Tao-ie."
"Kau serius Kyung? Memangnya kau tidak ingin pulang bersama Baekhyun atau Kris ge yang menjemputmu?" Tanya Tao heran.
"Aku hanya ingin pulang bersama Tao-ie, apa tidak boleh?" Kyungsoo memasang wajah memelasnya.
"Arra… arra, nanti kita pulang bersama. Nanti kita bertemu di depan gerbang sekolah, nae?"
Kyungsoo hanya mengangguk lucu sebagai jawabannya. Setelah sedikit membungkukkan badan, ia segera pergi menuju kelasnya. Sebelah tangannya merogoh saku celana panjang yang ia kenakan, mencari-cari kebaradaan benda persegi panjang yang selalu setia menemaninya kemanapun ia pergi.
Jari mungilnya menari dengan lincah diatas touchscreen ponselnya, mengetikka pesan singkat untuk sang Hyung tercinta. Mengabarkan bahwa ia akan pulang bersama Tao. terlalu jujur memang, hingga Kris sempat melayangkan beberapa protes. Namun, bukan Kyungsoo jika ia tidak keras kepala dan akhirnya Kris-lah yang harus mengalah.
^^^^vvvv^^^^
Yang terus memandangi kursi Kyungsoo dengan resah. Saat ia sampai di kelas 30 menit lalu, ia hanya menemukan tas Kyungsoo yang tergeletek diatas meja bersama beberapa buku tebal yang menurut Kai memuakkan. Kai memang pintar, namun dia tidak terlalu menyukai benda yang bernama buku. Namja tan itu lebih mencintai PSP dan segala macam yang berbentuk game.
Kai baru saja akan berlari keluar kelas jika ia tidak melihat siulet orang yang beberapa detik lalu membuat hatinya resah. Resah? Tunggu, sejak kapan kau begitu mengkhawatirkan namja yang dulunya sering kau bully itu Kai? Apa kau mulai mencintai namja bermata bulat itu?
Pertanyaan-pertanyaan konyol terus berputar dalam otaknya. Detik berikutya ia menggelengkan kepalanya kasar, berusaha menepis semua pemikirannya tentang Kyungsoo. Tidak, aku hanya merasa bersalah saja padanya. Ya, perasaan bersalah saja tidak lebih dan tidak akan pernah lebih. Batin Kai.
Kai melirik Kyungsoo dengan ekor matanya. Ia bisa melihat Kyungsoo yang kini sedang tenggelam bersama buku tebal yang setiap hari berbeda. Kai bergidik ngeri melihat kebiasaan 'ajaib' namja yang dulu sering di bullynya itu. Kai mengerti mengapa Kyungsoo bisa secerdas itu, namja mungil itu lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca. Sedangkan Kai, namja itu hanya akan membuka buku jika Saem memberikan tugas rumah.
"Tidak usah memandanginya seperti itu, jika kau menyukainya katakan saja Kai!" seseorang menepuk pundak Kai, membuat lamunan Kai tentang Kyungsoo buyar.
"Bukan urusanmu Park!" Kai menepis kasar tangan Chanyeol, kemudian ia segera duduk di kursinya.
Chanyeol hanya menghela nafas panjang, ia mengerti dengan sikap dingin Kai. Mungkin namja tan itu masih merasa kecewa, atau bahkan terkhianati. Chanyeol bukan tidak ingin memperbaiki persahabatannya dengan Kai, namun ia merasa ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengajak Kai berkompromi.
"Kau seperti seorang yeoja yang sedang datang bulan Kkamjong! Emosimu benar-benar labil." Ucap Chanyeol sambil menempelkan pantatnya di kursi sebelah Kai.
"Setidaknya aku tidak menyakiti perasaan seseorang lagi." Jawab Kai dingin.
"Mian. Jika saja aku mengatakannya dari awal, mungkin kau tidak akan mencelakai bocah tak berdosa itu Kai. Kejadian yang menimpa Kyungsoo bukan sepenuhnya kesalahanmu."
"Apa pedulimu? Bukankah kau senang? Aku telah mendapat karmaku sekarang!" desis Kai tajam.
"Tidak sama sekali. Apalagi Baekhyun, ia…"
"Berhentilah berkicau sebelum aku merobek mulutmu Park!" potong Kai. Chanyeol hanya bisa diam sambil memandangi Kai yang sedang menatap lurus ke depan. Entah apa yang ia lihat, namun kilatan amarah bisa Chanyeol lihat dengan jelas di kedua mata Kai.
'Benar-benar labil!' batin Chanyeol.
^^^^vvvv^^^^
Kyungsoo berkali-kali menatap jam pororo yang melingkar manis di pergelangan tangannya. Sudah hampir satu jam ia menunggu Tao di depan gerbang sekolah, bahkan tadi ia menolak ajakan Baekyeol untuk pulang bersama mereka. Jangan lupakan juga ajakan Kai yang pastinya akan ia tolak sekalipun namja tan itu akan menyeret dan memaksanya seperti dulu.
"Tao-ie, kau dimana? Mengapa lama sekali?" gumam Kyungsoo.
Ia merasa badannya benar-benar lelah, karena hari ini Jung Saem memberikan puluhan soal matematika yang tentu saja itu sangat menguras otak. Bahkan hampir semua teman sekelas Kyungsoo menyerah di soal ke 5.
Ponsel Kyungsoo tiba-tiba bergetar, sebuah pesan singkat masuk.
From: Tao-ie
To :Kyungie
Mianhae aku membuatmu menunggu lama Kyungie… ^^
Aku ada sedikit urusan tadi, sebentar lagi aku akan sampai di gerbang, tunggu nae.
Begitulah kira-kira pesan singkat yang dikirim Tao untuknya. Kyungsoo bisa sedikit bernafas lega, sekalipun sekolah mulai sepi, tapi masih ada Tao. Saat tangan mungilnya bergerak untuk memberikan pesan balasan, tiba-tiba saja seseorang membekap mulutnya membuat pandangannya mengabur dan gelap.
"Benar-benar sasaran empuk! Kau benar-benar mudah sekali ku kecoh Zitao!" ucap seorang namja yang membius Kyungsoo.
Namja itu menyeret tubuh lemas Kyungsoo kedalam sebuah mobit tepat saat Tao berlari kearah gerbang.
"Brengsek! Kembalikan Kyungsoo!" teriak Tao saat ia lihat mobil itu mulai bergerak meninggalkan halaman sekolah.
"Sial!" umpatnya sambil berusaha mengejar mobil yang membawa Kyungsoo.
TBC``
.
.
.
HAPPY BIRHDAY KYUNGIE…. #cipok Kyungsoo #ditendang Kai. Hehe, mian ngucapinnya telat. Tadinya Rei sempet pundung liat ripiu di chap kemaren yang lebih dikit dari chap sebelumnya. Tapi ya, mo gimana lagi…?
Rei sebenernya lagi ujian sekarang, berhubung Rei lagi males belajar dan otak Rei emang lagi ga bisa di ajak buat konsen belajar, dari pada cuman baca fanfic orang mending posting. Mian kalo updatenya superlelet, padahal kalo di fanfic orang minta update cepet terus, hehe…
Niatnya rei mau update kemaren pas jam 12 malem, di penghujung ultahnya Bang Kyungie :3 tapi karena ketiduran, baru bisa update jamsegini deh.. -_-' Next chap Rei bakal nyoba bikin rada action dikit #ealah… tapi ga janji…
Udah ah, rei capek ngomong terus. Ripiu, saran, kritik, atau mau mencak juga boleh dah, Rei terima dengan lapang basket, eh lapang dada.. hehe
