Story About Hyukjae's Love And Life
Romance, Family, Hurt/Comfort
HaeHyuk and Other Cast
Broken home, selalu memainkan perasaan orang lain, bad attitude yang berlebihan, selalu meremehkan orang-orang yang tidak suka kepadanya, bertingkah menjadi penguasa, dan masih banyak lagi hal buruk yang ia jalani dalam kehidupan nya. Ia selalu beranggapan bahwa Tuhan membencinya sampai memberikan kehidupan yang kelam seperti ini. Namun seiring berjalan nya waktu, seseorang hadir dalam hidup nya. Merampas semua yang ada pada dirinya, tapi... justru itulah yang terbaik untuk hidup nya. Hanya dengan cara merampas semua yang ada pada dirinya, semua akan berubah indah. Hingga ia sadar bahwa kisah cinta dan kehidupan nya bisa ia goreskan dengan tinta guna menjadi sebuah cerita pada diary hati kecil nya.
Happy Reading
Chap 3
Author POV
.
"Hyukkie namja, dia pasti baik-baik saja!" Sungmin berjalan mengampiri Siwon yang sedang terduduk di sofa dengan sebuah bantal dan selimut di tangan nya.
"Kau butuh istirahat Wonnie..." Sungmin menyerahkan selimut dan bantal itu pada Siwon. Siwon hanya menerimanya dalam diam. Seharian ini yang ada dipikiran nya adalah Eunhyuk, Eunhyuk dan Eunhyuk. Seharian ini ia sibuk mencari Eunhyuk bersama Sungmin dan In Guk. Ia khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada Eunhyuk. Sungmin memutar bola matanya malas melihat tingkah Siwon yang berlebihan seperti itu.
"Ini semua salah ku." Sungmin menatap Siwon heran dan memilih untuk ikut duduk di sofa yang bersebrangan dengan Siwon.
"Andai saja waktu itu aku menuruti permintaan nya untuk pergi ke club, mungkin sekarang Hyukkie sedang bersama kita! Ikut menginap di disni, di apartement In Guk."
"Semua sudah terjadi, percuma saja kau terus-terus an menyalahkan dirimu seperti itu. Sampai mulut mu berbusa pun tak akan membuat waktu terulang kembali. Tak akan membuat Hyukkie berada di sini. Semuanya sudah terjadi, dan yakinkan lah hatimu bahwa Hyukkie baik-baik saja. Besok kita cari dia lagi, jika masih belum ketemu kita lapor polisi saja jika kau mau." Sungmin bangkit dari duduk nya lalu melangkah kan kaki nya menuju sebuah kamar yang selalu ia gunakan jika menginap di apartement In Guk.
BLAM
Siwon melirik pintu kamar yang baru saja di tutup oleh Sungmin. Ia memijit pelipis nya pelan sambil melirik jam dinding yang sekarang menunjukan 22:30.
"Hhh~" helaan nafas lelah terdengar dari mulut nya.
"Kau butuh istirahat, tidurlah!" perintah In Guk seraya melangkah kan kakinya menuju kamar nya sendiri.
BLAM
Siwon melirik pintu yang baru saja ditutup oleh In Guk. Ia mengacak-ngacak rambut nya frustasi dan segera menghempaskan tubuhnya di atas sofa dengan sebuah bantal pemberian dari Sungmin tadi sebagai ganjalan kepalanya. Sebenarnya, ada satu kamar kosong lagi yang selalu ia gunakan jika sedang menginap di apartement In Guk, namun untuk kali ini Siwon enggan di kamar dan lebih memilih tidur di atas sofa.
Siwon tak benar-benar tertidur, hanya sekedar tiduran saja. Matanya nya masih enggan tertutup dan lebih memilih untuk menerawang langit-langit apartement. Rasa kantuk nya pun belum datang menyerang nya, karena yang sekarang menyerang nya adalah rasa khawatir dan penyesalan yang amat sangat.
'Hyung, mianhae... kau dimana?' batin nya sedih. Di lain sisi, In Guk pun tak jaun berbeda dengan Siwon. Ia menatap langit-langit kamar nya sambil terus menggumam kan nama Eunhyuk dalam hatinya. Ia khawatir, amat sangat khawatir. Meskipun Eunhyuk yang selalu ia lihat adalah Eunhyuk dengan sosok yang terkesan manly, namun In Guk yakin dan tau pasti bahwa sosok Eunhyuk yang sesungguh nya tidak lah seperti itu. Ia selalu sadar akan perilaku Eunhyuk yang terkesan seperti luapan emosi yang sudah lama terpendam. Selain itu, ia juga yakin jika Eunhyuk sebenarnya hanya butuh sosok seorang pendengar, penasehat dan penyayang yang akan memuncul kan sosok aslinya dan merubah kehidupan nya.
.
Other Side
.
07:30
.
Sinar matahari yang begitu terang tak membuat seorang namja manis terganggu dalam tidur nya. Lain hal nya dengan seorang namja tampan yang sedari tadi sudah terbangun dan kini memilih memeluk tubuh namja manis itu sambil menatap wajah nya intens. Ya! Siapa lagi kalau bukan Lee Hyukjae si namja manis, dan Lee Donghae si namja tampan?
Donghae tersenyum simpul jika mengingat keadaan Eunhyuk yang tengah menangis di pinggir jalan ketika ia berniat untuk pulang. Meskipun mereka belum saling mengenal satu sama lain secara langsung, namun Donghae sudah mengetahui nama dan seperti apa latar belakang Eunhyuk. Ia juga tau konflik apa saja yang terjadi dalam keluarga nya. Kalian pasti bertanya-tanya kan mengapa Donghae bisa tau? Bukan, Donghae bukan seorang peramal! Ia juga tak memata-matai Eunhyuk. Namun, sebuah buku diary dengam sampul ber-gambar strawberry yang berada dalam tas punggung Eunhyuk lah yang membuat Donghae tau hampir semua tentang Eunhyuk dan keluarga nya. Pada awalnya saat berada di rumah sakit sore menjelang malam tadi, Donghae berniat mengembalikan tas punggung milik Eunhyuk. Namun niatan nya itu diurungkan begitu saja saat ia mengobrak-abrik tas milik Eunhyuk yang terdapat banyak bungkus rokok dibandingkan dengan buku-buku pelajaran nya. Namun, yang benar-benar membuat Donghae mengurungkan niatan nya mengembalikan tas itu adalah saat tak sengaja ia menemukan sebuah buku yang ukuran nya lebih kecil dibandingkan buku-buku nya yang lain. Donghae tak menyangka namja seperti Eunhyuk dengan dandanan yang terkesan manly bisa memiliki buku diary seperti ini. Ternyata, setelah membaca diary nya entah mengapa timbul rasa ingin memiliki, ingin merubah dan ingin membuat namja pemilik diary itu memiliki kehidupan yang cerah. Donghae tau bahwa sosok nya yang manly bukanlah sosok yang sesungguh nya, ia tau seperti apa sosok Eunhyuk yang sesungguh nya dan ia pun bertekad untuk merubah sosok palsu nya menjadi sosok Eunhyuk yang sesungguh nya. Hingga tekad itu pun membuat hatinya serasa terpikat dengan Eunhyuk
"Eungghh..." Donghae terus saja memeluk tubuh Eunhyuk sambil mengusap-ngusap pipi nya meskipun barusan Eunhyuk mengeluarkan lenguhan yang menandakan bahwa ia tak nyaman. Posisi wajah Donghae dengan pipi Eunhyuk sangat dekat. Perlahan, mata yang sedari tadi menutup itu pun kita terbuka dengan indah nya. Dikerjap-kerjapkan nya mata itu membuat Donghae benar-benar terpana melihat nya. Seperti inikah sosok aslinya? Saat bangun tidur?
Merasa ada yang mengganjal, Eunhyuk menolehkan kepalanya ke samping dan...
Chu~
Voila! Bibir Eunhyuk menempel pada bibir Donghae tepat saat ia menolehkan kepala nya ke samping dikarenakan jarak wajah Donghae yang amat sangat dekat dengan Eunhyuk. Entah efek bangun tidur atau apa, Eunhyuk belum benar-benar tersadar bahwa kini bibir nya menempel dengan bibir seorang namja asing. Eunhyuk malah mengerjap-ngerjapkan matanya imut bertanda ia bingung. Melihat itu, dengan beraninya Dongahe menindih tubuh Eunhyuk tanpa melepaskan bibir mereka yang masih menempel. Dengan kurang ajarnya, kini Donghae mulai melumat bibir bawah Eunhyuk dengan penuh gairah. Merasakan betapa manis nya bibir cherry yang dimiliki oleh namja dibawah nya. Eunhyuk masih menatap Donghae bingung, hingga detik berikut nya Eunhyuk membelalakan matanya sempurna dan berniat mendorong tubuh Donghae dengan tangan nya yang terbebas. Namun sepertinya Tuhan dan Dewi Fortuna tak pernah memberikan keburuntungan kepada Eunhyuk karena sebelum Eunhyuk berhasil mendorong tubuh namja diatasnya, Donghae sudah terlebih dahulu menahan pergerakan tangan Eunhyuk dan mencengram pergelangan tangan Eunhyuk di sisi kanan dan kiri kepalanya. Eunhyuk mencoba mengatupkan kedua bibir nya rapat, namun Donghae yang notabene cerdas dalam hal seperti ini mencengkram pergelangan tangan Eunhyuk lebih kuat lagi dan menggigit bibir bawah nya secara bersamaan.
"Ahh..." alhasil Eunhyuk membuka mulutnya dan membiarkan benda asing yang basah dan tak bertulang masuk ke dalam mulut nya.
"Angghnn..." entah sadar atau tidak, Eunhyuk mengeluarkan erangan yang terkesan bahwa ia menikmati perlakuan Donghae pada goa mulutnya. Mendengar erangan nikat tersebut, Donghae tersenyum tipis disela kegiatan nya dan melepaskan cengkraman nya pada tangan Eunhyuk. Donghae semakin menyeringai dalam hati saat merasakan bahwa Eunhyuk kini meremas bahunya. Eunhyuk memejamkan matanya menikati gelitikan lidah Donghae pada langit-langit mulutnya. Namun seperti nya akal sehat dan ego nya kembali menggerayangi otak nya. Eunhyuk membelalakan matanya lebar saat menyadari bahwa yang kini tengah ia lakukan benar-benar salah dan gila!
'Ini menjijikan!' jerit Eunhyuk dalam hati saat melihat wajah Donghae yang sedang memejamkan matanya menikmati hangat dan manis nya goa mulut yang dimiliki Eunhyuk. Dengan sekuat tenaga, Eunhyuk mendorong bahu Donghae dan menendang perut nya kasar hingga membuat Donghae terjenkang ke belakang dan tautan nista yang terjadi diantara mereka terlepas begitu saja.
"Tch, menjijikan!" Eunhyuk menggosok kasar bibir nya menggunakan punggung tangan nya. Menandakan bahwa ia benar-benar jijik atas apa yang Donghae lakukan.
"Tsk, menjijikan tapi kau menikmatinya." Cibir Donghae sambil merubah posisinya menjadi terduduk. Eunhyuk tak mengubris cibiran yang dilontarkan oleh Donghae, ia malah terus menggosok-gosok bibir nya dengan punggung tangan nya sambil sesekali ekor matanya melirik tak suka ke arah Donghae. Namun seketika, Eunhyuk segera menghentikan aktivitas nya dan beralih menatap namja dihadapan nya dengan tatapan intens. Eunhyuk terlihat seperti sedang mengingat-ngingat sosok dihadapan nya, dan Donghae sadar akan hal itu. Ia tersenyum mengerikan ketika Eunhyuk sadar akan siluet di depan nya.
"KAU!" tunjuk Eunhyuk tak percaya dengan mata yang membulat sempurna. Donghae hanya mengangkat sebelah alis nya pura-pura bingung atas respon Eunhyuk.
"Kau yang waktu itu di rumah sakit kan? Siapa kau? Sedang apa kau disini?!" tanya Eunhyuk menyelidik.
"Sedang apa aku disini? Naega Lee Donghae imnida, ehm.. sedang apa aku disini? Aku disini karena ini memang apartement ku. Seharus nya aku yang bertanya seperti itu kepadamu!" Eunhyuk menolehkan kepalanya ke atas, ke samping kanan dan kiri. Memperhatikan dan meneliti keadaan disekitarnya. Kemudian Eunhyuk melihat ke arah ranjang yang sedang ia duduki saat ini.
Dekorasi kamar yang terkesan mewah dan mahal, beberapa lukisan yang terlihat elegan, warna dan ukiran dinding yang indah, ukuran ranjang yang terasa lebih besar dari ranjang nya di rumah dan hal lain nya yang terasa berbeda sudah sangat jelas menandakan bahwa ini bukan lah kamar nya.
"YA! YA! YA! Kau mau kemana?" tanya Donghae saat melihat Eunhyuk turun dari ranjang nya dan berjalan ke arah pintu kamar. Eunhyuk bertingkah seolah-olah ia tuli dan terus berjalan ke arah pintu. Donghae yang kesal karena Eunhyuk tak menjawab pertanyaan nya ikut turun dari ranjang.
GREP
Donghae menahan pergelangan tangan Eunhyuk tepat saat tangan Eunhyuk yang lain memegang knop pintu.
"Kau ingin pulang? Apa kau yakin dengan keputusan mu itu? Percuma saja kau pulang jika pada akhirnya kau hanya akan bertengkar dengan appa mu dan berakhir dengan air mata yang akan keluar dari mata indah mu itu." Tanya Donghae sambil mengusap pipi Eunhyuk pelan.
"Jangan sok tau! Tak sepantasnya kau berkata seperti itu!" Eunhyuk menepis tangan Donghae dari pipinya. Ia membalikan badan nya berniat keluar dari kamar, namun Donghae kembali mencegah nya dengan cara membalikan tubuh Eunhyuk agar menghadap nya, menghentak kan punggung Eunhyuk dan mencengkram kedua lengan nya kuat.
"Kau mengerikan! Dasar gay! Kau menjijikan!" Eunhyuk menatap horror atas apa yang Dongahe lakukan terhadap dirinya.
"Aku pantas mengatakan apapun yang ingin kukatakan selagi itu benar! Meskipun aku ini orang asing bagimu, namun jangan pernah kau menganggap ku bodoh hanya dengan acting sok kuat mu itu!" seru Donghae tanpa membalas hinaan yang Eunhyuk lontarkan terhadap nya.
"Apa kau tak lelah terus-terus an berlagak kuat dihadapan semua orang? Apa kau tak lelah terus-terusan mengeluarkan air mata mu saat malam mulai datang dan kau merasa sendirian? Apa kau tak lelah dengan semua itu? Apa kau tak merasa bersalah pada orang-orang yang kau sebut 'sahabat' yang selalu kau kelabui dengan tingkah sok kuat mu? Apa kau tak sayang pada kesehatan mu akibat rokok-rokok yang selalu kau hisap sebagai rasa pelampiasan?" Eunhyuk bungkam atas serbuan pertanyaan yang dilontarkan oleh Donghae. Eunhyuk mengalihkan pandangan nya ke arah lain enggan menatap wajah Donghae yang notabene adalah orang asing baginya. Namun seketika, Eunhyuk menaikan sebelah bibir nya dan kembali menatap Donghae sinis.
"Tsk, lancang sekali kau membaca diary seseorang tanpa se-izin sang pemiliknya. Terlebih lagi, kau memaca diary seseorang yang bahkan tak pernah kau kenali sebelumnya. Apa orang tua mu tak mengajari mu untuk menghargai privasi seseorang?" tanya Eunhyuk dengan tatapan tajam nan menusuk.
"Lalu bagaimana dengan mu? Apa kau tak pernah diajarkan sopan santun oleh orang tua mu? Apa kau tak pernah diajarkan oleh orang tua mu untuk menjalani kehidupan dengan tulus? Apa orang tua mu tak pernah mengajarkan mu untuk hidup menjadi diri sendiri dan bukan menjadi orang lain?"
BUAGH!
Pukulan yang keras Eunhyuk berikan pada pipi Donghae sebagai jawaban atas semua pertanyaan nya. Donghae jatuh terduduk dibuatnya, Eunhyuk berjalan menghampiri sofa dimana terdapat tas punggung miliknya disana. Diambil nya tas itu dan segera keluar dari kamar Donghae untuk keluar dari apartement ini. Donghae terdiam, tak berniat menahan kepergian Eunhyuk dari apartement nya. Donghae mengepalkan tangan nya menahan amarah. Dipukulnya lantai yang dingin dan keras itu lalu memegangi pipinya yang terasa sakit dan perih.
'Bodoh! Kau bodoh Lee Donghae!' Donghae memukul-mukul kepalanya.
'Tak seharusnya kau mengeluarkan pertanyaan yang hanya akan membuat sosok sok kuat nya semakin menjadi dan mengurung dalam-dalam sosok aslinya.'
Selang beberapa jam, terdengar pintu apartement yang terbuka. Donghae masih betah pada posisinya yang terduduk di lantai. Sosok namja yang tak disukainya muncul begitu saja di balik pintu kamarnya.
"Pulanglah, appa ingin berbicara dengan mu!" perintah namja itu.
"Lain kali jangan asal masuk ke dalam apartement orang meskipun kau tau password nya, Lee Jae Bum-sshi!"
"Hae hyung, kau ini kan kakak tiri ku, kak perlu menyebutkan nama lengkap ku hyung seperti itu! Juga, jangan gunakan embel-embel 'sshi' terhadap namdongsaeng mu sendiri meskipun aku bukan adik kandung mu! Kau hanya perlu memanggil ku JB!" seru namja itu dengan senyuman angkuh yang membuat Donghae merasa jengkel dibuatnya.
.
.
.
"Dua hari yang lalu aku memang melihat Lee Hyukjae saat di club malam. Tolong, jangan pukul aku!" Siwon melonggarkan cengkraman nya pada kerah kemeja yang dipakai seorang namja ber-pipi chubby layaknya kue mochi. Saat ini, Siwon, Sungmin dan In Guk tengah meng-intograsi seorang namja di sebuah koridor kampus yang sepi. Menurut informasi dari mahasiswa yang berada di kampus ini, namja ber-pipi chubby ini kerap kali melihat Eunhyuk datang ke club malam tempat dimana ia bekerja setelah jam kuliah usai sampai subuh.
"Apa saja yang Hyukjae lakukan saat di club?" tanya In Guk dengan nada bicaranya yang datar.
"A-aku tak tau!" seru namja itu membuat Siwon kembali mencengkram kerah kemeja namja itu. "Lalu apa saja yang kau lihat eoh?"
"A-aku hanya melihat nya meminum soju dan berbincang dengan Cho Kyuhyun." Jawab namja itu takut.
"Cho Kyuhyun?" tanya Sungmin memastikan.
"Ne.." jawab namja itu seadanya.
"Mana Lee Hyukjae?"
"Hanya... menyelesaikan beberapa masalah yang belum terselesaikan."
"Jika kau bertemu dengan nya, bilang padanya agar menemui ku di tempat biasa."
Ingatan nya kembali pada dua hari yang lalu saat bertemu dengan seorang namja tinggi dan tampan yang menyuruh nya untuk menyampaikan pesan pada Eunhyuk bahwa namja itu ingin bertemu dan menyelesai kan masalah yang belum terselesai kan dengan Eunhyuk.
"Lalu apa lagi yang kau lihat?" tanya Siwon tak sabaran.
"A-aku hanya melihat itu... setelahnya aku kembali bekerja karena pengunjung bar saat malam itu sangat banyak." Jelas namja itu jujur apa adanya.
"Cho Kyuhyun..." guman Sungmin yang hanya dapat di dengar oleh In Guk yang berada di samping nya. Siwon mengepalkan tangan nya kuat dan berniat memukul namja ber-pipi chubby itu karena menurut Siwon jawaban yang ia berikan tak bermanfaat sama sekali. Namun sebelum Siwon berhasil memukul namja itu, Sungmin dan In Guk sudah terlebih dahulu menahan pergerakan Siwon.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Siwon tak suka aksinya dihentikan begitu saja.
"Jangan pukul Henry! Dia tak salah apa-apa!"
"Apa maksud mu?" Sungmin dan In Guk saling bertatapan satu sama lain lalu detik berikutnya mereka mengangguk secara bersamaan membuat Siwon menaikan sebelah alisnya bingung.
"Kajja!" In Guk berlari terlebih dahulu diikuti dengan Sungmin dibelakang nya. Siwon yang tak tau apa-apa hanya bisa mengikuti kedua sahabat nya dari belakang. Henry si namja berpipi chubby itu hanya mampu mengusap dada nya lega atas kepergian mereka bertiga.
.
.
.
"YA! Apa kau tak punya etika? Attitude mu buruk sekali!" ejek Kyuhyun karena tak terima ritual bermain games nya di-interupsi begitu saja oleh Sungmin, In Guk dan Siwon.
BRUKK!
In Guk mencengkram T-shirt bagian depan Kyuhyun dan menarik paksa tubuh itu untuk berdiri lalu menghentakan nya pada batang pohon yang besar.
"Mana Eunhyuk?" tanya In Guk to the point.
"Eunhyuk?" tanya balik Kyuhyun dengan tampang angkuh nya.
"Ya, Eunhyuk! Bukankah dua hari yang lalu kau menanyakan keberadaan nya?" tanya In Guk lagi, Siwon hanya diam memperhatikan karena ia tak tau apa-apa.
"Ya, lalu?" tanya Kyuhyun malas. Sungmin yang sudah sangat jengkel melihat tingkah Kyuhyun kini mendorong tubuh In Guk pelan untuk menggantikan posisinya mencengkram T-shirt bagian depan Kyuhyun karena Sungmin benar-benar kesal dengan namja bernama Cho Kyuhyun ini.
"Dua hari yang lalu kau meminta ku untuk menyampaikan pada Eunhyuk jika kau ingin bertemu dengan nya kan?"
"Tapi kau tak menyampaikan pesan itu padanya kan?" tanya balik Kyuhyun.
"Aku memang tak menyampaikan nya, tapi kalian berdua bertemu di bar kan?" Kyuhyun menyeringai mendengar nya.
"Ya, aku memang bertemu dengan nya. Lantas, apa yang kalian mau dari ku sekarang? Uang?"
BUAGH!
Sungmin memukul Kyuhyun tepat mengenai pipi nya. Kyuhyun hanya mendecih pelan dan tersenyum meremehkan menanggapinya.
"Cih, kami tak membutuhkan uang apapun darimu! Yang kami inginkan dari mu sekarang adalah, DI-MA-NA-EUN-HYUK?" tanya Sungmin dengan penuh penekanan di kalimat terakhirnya.
"Mana ku tau! Kenapa kau menanyakan namja itu padaku? Kau pikir aku ini partner sex nya?"
BUAGH!
Sungmin memukul wajah Kyuhyun untuk yang ke dua kalinya. Kyuhyun jatuh tersungkur akibat pukulan yang lumayan keras itu. Kyuhyun benar-benar tak menyangka, dibalik wajah nya yang terkesan manis ternyata pukulan nya tak jauh berbeda dengan pukulan preman yang juga pernah memukul wajah nya.
"Tsk, percuma saja bertanya pada orang seperti mu! Hanya akan membuang-buang waktu saja!" seru Sungmin seraya pergi meninggalkan Kyuhyun, In Guk dan Siwon yang masih diam dalam tempat nya. Siwon berjalan menghampiri Kyuhyun yang masih dalam posisi jatuh nya. Dicengkram nya T-shirt itu lalu pukulan pun kembali Kyuhyun dapat kan dari tangan Siwon.
"Jika sesuatu yang buruk terjadi pada Eunhyuk, akan kubunuh kau!" ancam Siwon lalu pergi meninggalkan Kyuhyun dan In Guk.
"Kau ingin memukul ku juga?" tanya Kyuhyun yang menyadari keberadaan In Guk. Sedangkan yang ditanya hanya diam dan melangkah kan kaki nya mendekati Kyuhyun.
"Cuih!" In Guk meludah tepat di hadapan Kyuhyun dan pergi begitu saja. Kyuhyun merasa bahwa harga dirinya telah di injak-injak bagaikan sampah busuk yang menjijikan. Entah kenapa rasa penasaran menyeruak begitu saja dalam hatinya. Rasa penasaran akan sosok namja yang memiliki pukulan layak nya preman di balik wajah manis nya.
'Lee Sungmin...' nama nya terguman begitu saja dalam batin nya.
'Jika terdapat sebuah pukulan keras di balik wajah manis mu, lantas apa yang ada di balik baju mu?' pikiran kotor memang selalu menguasai otak si maniak games ini.
'Aku yakin, sesuatu yang dapat memuaskan hasrat sex ku lah yang terdapat di balik baju mu, Sungmin-ah...' seringaian mulai terlukis di bibir nya, menambah kesan tampan yang semakin sempurna di wajah nya yang memang sudah tampan.
.
.
.
"Jadi dua hari yang lalu kalian berdua sempat berbincang-bincang dengan namja sialan itu?" tanya Siwon sambil tetap focus menyetir.
"Sebenarnya tidak juga, dia tiba-tiba saja datang dan menitipkan pesan pada ku untuk Hyukkie..." jawab Sungmin jujur.
"YA! YA! YA! Perlambat mobil nya!" pertintah In Guk tiba-tiba. Siwon pun menuruti perintah In Guk, sedangkan yang memberikan perintah kini terlihat focus memangdang ke arah area pejalan kaki di pinggir jalan.
"B-bukankah itu Hyukkie?" heran Sungmin saat mengikuti arah pandang In Guk.
"Ne, itu memang Hyukkie!" seru In Guk senang. Siwon pun memberhentikan mobil nya di pinggiran jalan, tepat terdapat Eunhyuk yang tengah berjalan lunglai dengan sebuah tas di punggung nya.
"Hyukkie-ah!" seru Sungmin saat keluar dari mobil Siwon dan langsung berlari untuk memeluk sosok namja manis itu tanpa memperdulika tatapan aneh dari orang-orang yang berjalan di sekitar mereka. Dibelakang Sungmin, terlihat Siwon dan In Guk yang baru saja keluar dari mobil mereka. Eunhyuk hanya diam tak membalas pelukan Sungmin, tubuh nya benar-benar lemas.
"Hyukkie-ah, kau kemana saja? Aku, Siwonnie dan Gukkie me—eh? Hyukkia-ah! Gwaenchana?" Sungmin benar-benar panik saat merasakan bahwa tubuh Eunhyuk merosok dalam pelukan nya. Siwon dan In guk yang melihat itu pun langsung berlari dan membantu Sungmin menahan tubuh Eunhyuk agar tak terjatuh. Eunhyuk pingsan dengan wajah babak belur dan pakaian pasien rumah sakit yang membuat ketiga orang itu merasakan bingung, panik dan khawatir yang luar biasa. Dengan cepat, Siwon mengangkat tubuh Eunhyuk kedalam mobil diikuti oleh Sungmin dan In Guk. Eunhyuk dibaringkan di kursi belakang dengan ber-alas kan paha Sungmin. Sedangkan Siwon dan In Guk duduk di kursi depan seperti biasa. Siwon mulai menyalakan mesin mobil nya dan kembali melajukan mobil nya menuju rumah sakit. Ia bersumpah, jika sesuatu yang buruk terjadi pada malaikat yang dicintai nya, ia tak akan segan-segan untuk meng-aplikasikan perkataan nya terhadap Kyuhyun tadi.
.
.
.
TBC
.
.
.
Don't forget to Review ok guys ;)
See you in chap 4~
