FF/ Run And Gun / Part 2
Author : Nikky-Chan
Cast : Do Kyungsoo, dll
Tittle : Run and Gun
Warning : banyak typo bertebaran, cerita gaje.
Happy reading^^
Malam ini Kyungsoo mendapatkan klien seorang kolektor, dia sedang bersiap-siap dengan penampilan formalnya bersama Luhan. Jas hitam, kemeja putih dan celana hitam melakat di tubuh mereka. sebuah koper besar berisi senjata api laras panjang yang akan mereka jual sudah siap di tangan kanan Kyungsoo. Luhan juga membawa koper, tapi isinya hanya 2 buah pistol biasa dan beberapa bilah pisau. Bukan untuk hal penting, hanya untuk jaga-jaga saja. siapa tahu kliennya itu berbuat tidak benar jadi mereka sudah menyiapkan diri. Selain itu, di dalam koper Luhan juga terdapat surat-surat pemindah kepemilikan senjata api itu.
Tempat yang mereka tuju bukanlah di bar biasanya. Melainkan di sebuah hotel kecil yang terlihat sama sekali tidak ada pengunjungnya. Tentu saja tidak ada pengunjung melihat kondisi hotel itu yang sudah seperti mau roboh saja. bangunan tidak layak pakai yang masih berdiri di antara bangunan-bangunan megah kota Seoul.
Dan tidak ada yang tahu bahwa tempat itu sebenarnya sering digunakan untuk transaksi jual beli ilegal. Entah itu senjata api ataupun narkoba.
"Kalian membawanya?" tanya Tuan Lee sang kolektor, basa-basi. Kyungsoo meletakkan koper yang dibawanya di atas meja dan membukanya. Kini sebuah senjata api laras panjang berwarna coklat. Dilihat dari modelnya, itu adalah jenis senjata api lama.
"Ini Matchlock sesuai pesanan anda. "Kakek Moyang" dari senjata-senjata api yang kita kenal saat ini. Dibandingkan senjata-senjata modern jaman sekarang, Matchlock ini sangat ribet dan sangat menyulitkan pemakainya. Tentu saja sekarang tidak cocok digunakan untuk "acara" tembak menembak, sangat cocok untuk anda yang seorang kolektor" jelas Luhan yang sedikit memberikan pujian di akhir ucapannya. Luhan memang pandai menyanjung pelanggan-pelanggan dengan kelas dan derajat tinggi. Apalagi jika agar bukan pelanggannya terpuaskan dan memesan lagi padanya. Konsep penjualan pasar masih berlaku juga jika pelanggannya seorang berkedudukan tinggi.
"Kau memang pandai memujiku Luhan-sshi, dan D.O-sshi mungkin bisa meniru hyung-mu ini" Kyungsoo hanya menanggapinya dengan anggukan dan wajah yang masih tetap datar saja, tidak ada senyum diwajahnya. Tuan Lee tertawa melihatnya, dia memang pelanggan lama kedua orang itu. Jadi sudah tidak kaget melihat Kyungsoo yang tidak pernah sekalipun tersenyum padanya. Sedikit kaget juga pada awalnya, pasalnya Tuan Lee mengira bahwa mereka main-main dengannya. Melihat wajah Kyungsoo yang masih seperti anak sekolah dasar.
"Mungkin kau harus mencoba untuk tersenyum padaku lain kali D.O-sshi" setelah mendapat isyarat, salah satu dari dua bodyguard yang berdiri di belakang Tuan Lee menyerahkan sebuah koper yang sudah pasti isinya adalah uang. Luhan mengecek keadaan uang itu kemudian menutupnya kembali. Mereka bersalaman lalu meninggalkan kamar hotel itu satu per satu. Tuan Lee dan bodyguardnya keluar terlebih dulu, lagipula pria tua itu sudah membayarnya. Jadi tak masalah bagi Luhan dan Kyungsoo sekalipun keluar terakhir dari kamar hotel yang terlihat tak jauh beda dengan apartemen mereka yang sama kotornya jika Kyungsoo sedang tidak bersih-bersih.
Mengingat apartemen, Kyungsoo memang tinggal satu apartemen dengan Luhan, Chanyeol, Lay, dan Kai. Dan keempat orang itu selalu membuat apartemen mereka menjadi sehancur pesawat yang menabrak gunung. Beruntung sekalipun Kyungsoo adalah orang yang acuh, tapi dia sangat peduli pada kebersihan. Jadi tidak ada alasan untuk apartemen mereka untuk kotor. Sayangnya terkadang Kyungsoo tidak pulang ke apartemen, lebih memilih menginap di bar milik Suho yang memiliki kamar VIP untuknya. Jadi untuk beberapa saat selama Kyungsoo menginap di bar Suho, apartemen mereka akan benar-benar hancur dengan Luhan, Chanyeol, Lay dan Kai yang memporakporandakan isi apartemen.
"Menurutmu pria tua tadi benar-benar akan menjadikanmu seorang model majalah?" tanya Luhan, lebih tepatnya menggoda. Tuan Lee biasanya menawari Kyungsoo untuk menjadi seorang model mengingat wajahnya yang imut tapi mempunyai kesan dingin. Matanya bulat, hidung mancung, pipi yang cukup chubby dan bibir yang seksi. Menurut Tuan Lee, wajah Kyungsoo itu mempunyai nilai jual. Jadi pria tua itu beberapa kali menawari Kyungsoo menjadi seorang model ketika mereka bertemu untuk melakukan transaksi jual beli senapan.
"Jangan mulai, hyung.." dengus Kyungsoo. Luhan jadi sering menggodanya gara-gara Tuan Lee yang sering menawari hal itu. Tapi tadi pria itu sudah tidak menanyainya lagi, sepertinya sudah lelah merayu Kyungsoo menjadi seorang model. Kyungsoo sama sekali tidak mempan dengan bujuk rayunya, sepertinya terlalu betah dengan dunianya yang sekarang. Padahal jika saja Kyungsoo menerimanya, bayangkan kehidupan seperti apa yang akan didapatkan oleh seorang D.O.
Jam dinding menunjukkan pukul setengah 11 malam. Pakaian yang dikenakan Kyungsoo dan Luhan sudah terlihat tidak serapi tadi. Kemeja yang mereka kenakan keluar acak-acakan, sedangkan jas mereka terselampir di pundak mereka. Andai saja tidak terlalu malam, mungkin gadis-gadis yang sedang berjalan di pinggir jalan akan menoleh ke arah mereka karena kagum. Tampan. Kedua pria itu bermaksud pergi ke bar Suho untuk menyerahkan uang yang mereka terima hari ini. Satu koper uang ratusan ribu won bukan jumlah yang banyak, mengingat sebenarnya bisnis ilegal mereka justru jauh menghasilkan uang berkali-kali lipat dibandingkan koper yang mereka bawa malam ini.
Kyungsoo menuju mejanya seperti biasa, sedangkan Luhan pergi ke ruangan Suho. Seperti biasa Kyungsoo akan memesan alkohol dengan kadar tinggi. Pria mungil itu memang peminum yang baik. Berapa botolpun dia sanggup menghabiskannya, meskipun pada akhirnya dia akan mabuk berat dan merepotkan Chanyeol dan Lay yang diperintahkan oleh Luhan untuk membopongnya.
"Terima kasih untuk yang kemarin" Baekhyun menyerahkan sebuah jaket pada Kyungsoo, jaket yang dipinjamkannya pada adik Baekhyun.
"Adikmu tak kemari lagi?" tanya Kyungsoo. Tumben.
"Tidak, hari ini dia ada pekerjaan sebagai seorang pengawal" Kyungsoo mengernyitkan keningnya bingung. Seingatnya adik Baekhyun itu adalah gadis SMA yang cukup manis ketika memakai seragamnya. Dan lagi sifatnya terlihat sangat polos, terbukti dengan gadis itu bersembunyi di balik punggung Kyungsoo karena takut ketika memasuki bar. Lalu menjadi pengawal seperti apa yang dilakukan gadis itu? Pengawal ibu-ibu pergi ke salon terlalu tidak mungkin karena ini sangat larut.
Sebenarnya Kyungsoo ingin bertanya lagi, tapi sepertinya dia enggan dan lebih memilih untuk meminum minumannya.
"Hyung, kau bisa pulang" kata seorang laki-laki bertubuh tinggi dengan wajah datarnya. Namanya Oh Sehun, seorang siswa SMA yang tak lain adalah teman Minhyun di Sekolah. Wajahnya datar, dan kalau di sekolah kerjanya tidur terus. Tapi entah bagaimana caranya, Sehun bahkan masih bisa mendapatkan nilai yang bagus di kelas. Tidak mempunyai teman selain Minhyun, dia berteman dengan Minhyunpun karena gadis itu adalah adik dari Baekhyun yang ia gantikan shiftnya setiap pukul 11 malam.
"Kau terlambat beberapa kali Oh Sehun"
"Aku banyak tugas hyung, kalau tidak percaya tanyakan saja adikmu tersayang itu"
"Apa? Lalu kenapa dia mau mengawal Taemin malam ini? Astaga..." Baekhyun memindahkan kekuasaannya pada meja bar wilayah kekuasaannya pada Sehun dan bergegas ke ruang ganti karyawan, untuk apa lagi jika bukan berganti pakaian dan segera menjemput adik tercintanya.
Sehun mengelap gelas-gelas yang ada di hadapannya, sekali-sekali menggantikan Baekhyun melayani Kyungsoo minum-minum. Pria yang lebih pendek darinya itu menatapnya tajam dengan mata bulatnya. Entah apa yang membuatnya melakukan hal itu. Padahal, biasanya pria itu selalu menunjukkan wajah datarnya seperti Sehun. Tidak bicara, tidak menanggapi siapapun ataupun tidak memasang ekspresi apa-apa. Sehun memilih untuk mengacuhkannya dan kembali menuangkan alkohol ke gelas Kyungsoo ketika gelas pria itu sudah kosong.
Ketika Baekhyun keluar dari ruang ganti karyawan dengan tergesa. Sedikit melambai ke arah Sehun untuk berpamitan kemudian berjalan cepat meninggalkan bar tempatnya bekerja. Kyungsoo yang melihat Baekhyun keluar berdiri hendak mengikutinya.
"Sepertinya ada yang salah denganmu D.O-sshi" tegur Sehun. Kyungsoo menolehkan wajahnya ke arah Sehun yang memandangnya dengan wajah datar. Tidak mau kalah, Kyungsoopun memasang wajah datar dan pergi meninggalkan bar.
Chanyeol melihat perubahan Kyungsoo dari jauh menyeringai. Lay yang duduk di sebelahnyapun juga ikut menyeringai. Hanya Kai yang memasang wajah datar dan tetap memainkan game yang ada di ponselnya tanpa mempedulikan seringai konyol dua orang yang duduk di sebelahnya. Sementara Luhan menyelampirkan jasnya di pundak sambil menyeringai kecil.
"Uri D.O sudah dewasa eoh?"
"Damn. Jangan katakan itu karena gadis kemarin"
"A girl?" tanya Luhan heran. Lay dan Chanyeol mengangguk semangat. Mereka kemudian menceritakan tentang gadis yang kemarin di antar Kyungsoo untuk menemui Baekhyun bartender muda mereka.
"Menarik" Luhan bergegas keluar bar untuk mengikuti Kyungsoo yang sedang mengikuti Baekhyun. Chanyeol dan Lay juga tidak mau melewatkan hal ini jadi mereka menyusul berlari cepat di belakang Luhan. Kai menghembuskan nafasnya jengah, ragu-ragu dia menoleh ke arah pintu bar yang sudah menenggelamkan sosok 3 namja yang merupakan kawannya itu. Suho datang di saat yang tepat. Saat Kai sudah bosan dengan permainan game di ponselnya. Memberinya sebuah tambang emas.
"Hey, Kai dimana yang lain? Aku ada pekerjaan untuk kalian sejam lagi"
Kai menyeringai "Sepertinya ini lebih baik"
Dari mejanya Sehun masih setia menatap pintu bar yang kini sudah tertutup kembali. Menghiraukan seorang pria tua yang memintanya menuangkan minuman ke gelasnya, membuatnya kesal.
"Sepertinya benar-benar akan terjadi hal yang tak terduga" Sehun membatin dan tanpa sengaja menyeringai. Si pria tua yang sedari tadi meminta Sehun menuangkan alkohol ke gelasnya semakin kesal dan menggebrak meja bar. Beberapa pasang mata pengujung melihat ke arah mereka, sementara Sehun masih memasang wajah dengan mode Sangat-Santai. Kelewat-Santai-Malah. Dia menoleh dan menatap tajam pria itu, tapi tangannya bergerak menuangkan alkohol ke gelas pria tua itu. Pria tua itu mendengus dan duduk kembali sambil meminum minumannya. Semua kembali ke aktivitas masing-masing.
"You're so hot damn girl.." seorang laki-laki dengan beberapa tindik di telinganya, mata pandanya memandang Minhyun penuh nafsu. Bayangkan, Minhyun memakai sebuah hot pants, kaos longgar yang 'sedikit' mengekspos bahunya, kaos bergambar pinguin berwarna biru muda yang sangat lucu. Terlihat seperti anak kecil tapi bisa menggoda dalam waktu bersamaan.
"Tao, what are you doing huh?" seorang laki-laki yang lebih pendek dari laki-laki dengan banyak tindik itu menepuk bahunya. Laki-laki yang diketahui bernama Tao itu menoleh ke arah laki-laki yang merupakan hyungnya, Xiumin.
"Nothing" lalu berjalan menjauhi Minhyun yang memandangnya bingung. Pasalnya dia tak terlalu pandai berbahasa inggris, jadi dia diam saja ketika Tao memujinya dengan kata yang 'iya-iya'. Minhyun menggedikkan bahunya acuh kemudian matanya menangkap Taemin yang sepertinya sedang di jahili oleh lawan-lawannya.
Saat ini Minhyun sedang berada di sebuah kontes dance jalanan, Taemin selalu mengikutinya setiap minggu setidaknya dua kali. Dan Minhyunlah yang menjadi pengawalnya. Kenapa harus di kawal? Taemin tak terlalu pandai berkelahi, yang ada dia babak belur karena di keroyok dan ketahuan oleh orang tuanya mengikuti acara semacam ini. Orang tuanya tak menginginkan Taemin menjadi penari karena ingin lelaki mereka yang memiliki wajah cantik itu meneruskan perusahaan keluarganya. Alasan klasik setiap keluarga kaya raya. Lagipula pantas Taemin di bully di tempat itu. Selain Taemin anak orang kaya, laki-laki itu sering memenangkan duelnya, wajahnya cantik seperti perempuan dan cocok untuk di bully.
Hari pertama mengikuti kontes itu, Taemin sudah babak belur dan tidak berani pulang ke rumah. Minhyunpun terpaksa berbohong kepada orang tuanya bahwa ada tugas kelompok yang mengharuskannya menginap selama seminggu. Setelahnya, Minhyun sendiri yang menawari Taemin untuk menjadi bodyguardnya. Tentu saja lelaki cantik itu setuju karena Minhyun memang atlit hapkido di sekolahnya.
BRUKK
Minhyun membanting seorang pria yang memiliki tinggi 30 cm diatasnya tapi pria itu berbadan kurus. Langganan jurus hapkidonya. Tidak pernah bosan membully Taemin setelah memenangkan duel. Malam ini Taemin menang duel dengan Xiumin. Laki-laki itu saja tidak membully Taemin, kenapa pria ini suka sekali berlangganan tendangan dan bantingan darinya.
"Ck, aku sampai malas membantingmu malam ini" pria itu bergidik ngeri. Bukan karena Minhyun yang sedang berkacak pinggang dihadapannya, lagipula gadis itu justru terlihat imut karena memiringkan kepalanya. Alasannya adalah aura hitam pekat dari seorang pria yang lebih pendek darinya, wajahnya juga terlihat sangar.
"Nona Byun, kau sudah menyelesaikan tugas sekolahmu?"
"Tenang saja, aku bisa menyontoh pekerjaan Sangsoo besok di sekolah" jawab Minhyun santai. Dia belum sadar siapa yang menanyainya hal itu.
Setelah sadar, dia membulatkan matanya dan membalikkan badan. Mendapati kakak laki-lakinya yang sedang menjewer telinga Taemin yang sedang meringis kesakitan. Minhyun memasang puppy eyesnya yang sayangnya malam ini sedang tidak mempan pada Baekhyun. Gadis itu mengerucutkan bibirnya kemudian menarik tangan Baekhyun ke daun telinganya, bermaksud menuntun tangan lentik kakaknya menjewer telinganya.
"Jewer saja sekarang, tapi biarkan aku melanjutkan pekerjaanku, arraseo? Pulanglah"
Baekhyun menggertakkan giginya dan benar-benar menarik daun telinga adiknya yang sekarang sedang meringis kesakitan. Adiknya itu suka seenaknya sendiri dan menantangnya yang tidak-tidak. Setelahnya, laki-laki itu melepaskan jeweran dari telinga Minhyun dan Taemin.
"Mian hyung" Taemin bersuara terlebih dahulu setelah jewerannya lepas. Baekhyun menghela nafas kasar. Adiknya itu suka sekali memanfaatkan Taemin untuk mendapatkan uang. Tidak memalak, tapi dengan menawari Taemin untuk mempekerjakannya sebagai Bodyguard. Toh Taemin juga mendapatkan keuntungan dengan bisa mengikuti kontes dance jalanan ini dengan aman.
"Sudahlah. Ini sudah selesaikan? Ayo pulang" Minhyun mengangguk riang. Kakaknya itu mengerti sekali tentang dirinya. Gadis itu menggelayut manja di lengan kakaknya kemudian berjalan meninggalkan arena kontes dance liar itu. Tak jauh dari tempat itu, Kyungsoo menyaksikannya dengan jelas bagaimana gadis yang dipikirnya polos itu membanting seorang pria yang lebih tinggi darinya, meskipun kurus. Baekhyun juga menyaksikannya sejak tadi, adiknya itu benar-benar kebiasaan sekali. Luhan, Chanyeol dan Lay juga melongo melihat adegan tadi. Gadis bernama Minhyun itu membuat mereka terkesan ketika baru menginjakkan kaki di arena dance liar itu dengan membanting seorang pria tinggi. Lebih mengejutkan lagi, setelah dijewer kakaknya sekarang dia menggelayut dengan manjanya di lengan kakaknya seperti tidak terjadi apa-apa barusan. Mereka baru sadar paha gadis itu begitu menggiurkan, tapi melihat ke atas sedikit pinguin berwarna biru bernama pororo menghiasi pakaiannya. Lucu sekali. Wajah menggemaskan yang mengerikan setara dengan wajah Kyungsoo. Bedanya Kyungsoo menggemaskan diikuti sikap dinginnya. Gadis bernama Byun Minhyun itu sendiri lebih mengerikan. Wajahnya dan sikapnya menutupi kemampuan mengerikan miliknya, apalagi style anak-anaknya.
"Mirip sekali dengan Kyungsoo, sama-sama suka pororo" batin mereka bersamaan.
Kesan Minhyun dimata Chanyeol dan Laypun sedikit berubah. Minhyun tak sepolos yang terlihat. Bahkan lebih mengerikan dari Kyungsoo.
TBC
Gimana ceritanya? Gaje yah? Mau dilanjut lagi gak nih?
review yah
