Story About Hyukjae's Love And Life

Romance, Family, Hurt/Comfort [T]

Lee Donghae, Lee Hyukjae, Seo In Guk, Im Jae Bum(JB JJ Project), Lee Ho-Won(Hoya Infinite), Lee Sungmin, Choi Siwon, Cho Kyuhyun. (dan akan berubah/bertambah seiring berjaln nya cerita)

DISCLAIMER : Semua pemain yang ada dalam fanfic ini hanya Milik Tuhan dan kedua orang tuanya. Disini, saya hanya meminjam nama serta bayangan sosok mereka untuk kebutuhan fanfic.

WARNING : AU, YAOI, TYPOS(s), Bishouneun, Conventional Couple, Fluffy Angst, Klise, OOC(Out Of Character), WIP(Work In Progress), little Whumpage(maybe), NO EDITING, dll

.

.

.

Happy Reading


.

Chap 5

.


.

2 days later

.

Author POV

.

"Aissshh... apa kau benar-benar tak punya jelly rambut?" Eunhyuk mengobrak-abrik laci meja kamar Siwon. Sedangkan sang empu nya kamar kini tengah sibuk memilah dan memilih pakaian yang akan ia kenakan ke kampus hari ini. Yah, hari ini mereka akan memulai kehidupan seperti biasa nya. Pergi ke kampus, membolos-jika Eunhyuk yang mengajak, mencibir dan memaksa- dan yang terakhir pulang ke apartement-jika Eunhyuk tak mengajak untuk pergi ke tempat hiburan malam-. Seharusnya hari ini Eunhyuk masih berada di rumah sakit, namun karena sikap Eunhyuk yang selalu marah-marah dan berteriak-teriak meminta untuk di keluarkan dari rumah sakit, jadilah Eunhyuk keluar dari rumah sakit meskipun pada awal nya ia tak tau tempat untuk 'pulang'. Hingga pada akhir nya ia memutuskan untuk pulang ke apartement Siwon karena saat hari dimana ia keluar dari rumah sakit Sungmin tidak akan pulang ke apartement nya, melainkan ke rumah orang tua nya. Lain hal nya dengan In Guk yang tak mau mengizinkan Eunhyuk untuk pulang ke apartement nya dengan alasan bahwa apartement nya sedang berantakan. Dan jika Eunhyuk pulang ke apartement nya, pasti apartement nya itu tak akan lagi di sebut sebagai 'apartement', melainkan akan berubah sebutan nya menjadi 'tempat pembuangan sampah'.

"Issshh.." Eunhyuk yang merasa lelah karena sedari tadi tak menemukan apa yang ia cari memutuskan untuk menyerah dan mendudukan dirinya di pinggiran ranjang. Siwon tertawa renyah melihat itu dan langsung mendapat delikan tajam dari sosok yang ditertawakan.

"YA! Tak ada yang lucu disini!" seru Eunhyuk marah. Tangan nya mengambil salah satu bantal yang tak jauh dari jangkauan tangan nya, lalu melemparkan nya ke arah Siwon yang sudah pasti dapat dihindari oleh sosok yang menjadi sasaran pelemparan batal dari Eunhyuk.

"Tak perlu marah-marah seperti itu hyung~ Kajja!" Siwon yang merasa dirinya sudah rapih mengambil tas punggung nya dan berniat berjalan keluar dari kamar. Namun langkah nya terhenti begitu saja di ambang pintu ketika menyadari bahwa Eunhyuk kini masih duduk terdiam di pinggiran ranjang dengan mulut yang di-pout kan dan kedua kaki yang di ayunkan.

'Jeongmal kyeopta!' puji Siwon tatkala melihat sosok Eunhyuk dihadapan nya sekarang. Penampilan Eunhyuk yang sekarang benar-benar berbanding terbalik dengan penampilan nya yang dulu. Dan Siwon suka dengan penampilan Eunhyuk yang sekarang. Benar-benar penampilan yang sangat pas dengan sosok Lee Hyukjae yang sebenarnya. Siwon tersenyum tipis seraya berjalan menghampiri Eunhyuk.

"Kajja, kita berangkat ke kampus!" Eunhyuk menahan tangan nya saat Siwon menarik pergelangan tangan nya. Siwon menatap Eunhyuk dengan sebelah alis yang terangkat bingung.

"Isshh... shireo! Aku tak mau ke kampus jika tak memakai jelly rambut!" Eunhyuk berniat melepaskan genggaman tangan Siwon dari pergelangan tangan nya, namun Siwon menahan nya dan beralih mengangkat atau lebih tepat nya memikul tubuh Eunhyuk layak nya sedang memikul sekarung beras pada bahu nya.

"YA! YA! APA YANG KAU LAKUKAN? TURUNKAN AKU!" teriak Eunhyuk panik. Siwon tak mengubris teriakan Eunhyuk sedikit pun, berlagak tuli seperti nya pilihan yang paling tepat untuk sekarang. Siwon membawa Eunhyuk keluar dari apartement hingga kini mereka berdua berada di dalam mobil Siwon.

"Lain kali jangan lakukan hal itu lagi!" seru Eunhyuk saat Siwon masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobil.

"Lain kali jika kusuruh berangkat ke kampus ya berangkat! Jangan banyak mengeluh, dan jangan terlalu mem-prioritas kan penampilan mu. Penampilan memang penting, namun jangan terlalu berlebihan sampai-sampai menghambat mu untuk menimba ilmu hyung!" Eunhyuk memutar bolas mata nya malas. Siwon seperti nya akan melanjutkan acara ceramah nya jika ia melawan, ia pun memutuskan untuk diam.

"Arra...arra... cepat jalan kan mobil nya!" perintah Eunhyuk sebelum Siwon melanjutkan acara ceramah nya. Siwon pun menurut dan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.

.

.

.

Beberapa mahasiswa dan mahasiswi terlihat memfokus kan arah pandang mereka pada satu titik, yakni Eunhyuk. Jika biasa nya para mahasiswi akan tersenyum-senyum sendiri dan bersikap semanis mungkin saat melihat dua namja tampan yang berjalan bersamaan dalam satu koridor, maka tidak untuk sekarang. Mahasiswi disini kini lebih memusatkan perhatian mereka tanpa Eunhyuk, begitupun dengan para mahasiswa. Sebagian orang yang melihat Eunhyuk, lebih tepat nya memperhatikan penampilan Eunhyuk ada yang terlihat menatap nya heran, bingung, kagum, gemas, iri dan lain sebagai nya. Namun kebanyakan orang yang melihat Eunhyuk cenderung pada tatapan heran dan bingung. Kemana sosok Eunhyuk dengan penampilan nya yang terkesan manly, kasar, dingin dan bad boy? Apakah hilang ditelan bumi? Dan digantikan oleh sosok berpenampilan manis, lucu dan good boy? Begitukah?

Eunhyuk yang menyadari bahwa teman-teman kampus nya kini tengah menatap nya dengan tatapan.. apalah itu menurut nya, segera mempercepat langkah nya untuk menghindari tatapan-tatapan heran dari teman-teman nya.

"YA! Lee Hyukjae! Ada apa dengan mu?"

"Lee Hyukjae! Apa yang terjadi dengan rambut mu?"

"Oppa~ kau manis sekali~"

"Sepertinya Lee Hyukjae sedang kehabisan 'obat' nya!"

"Oppa~ aku lebih menyukai mu yang terlihat manly!"

"Lee Hyukjae yang sekarang sungguh menggelikan!"

Begitulah teriakan-teriakan yang dilontarkan oleh teman-teman nya, baik itu teman satu kelas, teman semasa SMA, sampai orang-orang yang selama ini mengagumi sosok nya. Mendengar itu, Eunhyuk hanya diam dan terus berjalan menelusuri koridor, berharap segera sampai di kelas nya.

"Hyung! Tunggu aku!" teriakan Siwon barusan pun tak ia respon. Bahkan, Sungmin dan In Guk pun di acuh kan nya saat mereka berpapasan di belokan koridor kampus. Sungmin dan In Guk yang melihat sahabat nya seperti itu saling berpandangan satu sama lain. Kemudian, mereka kembali menolehkan arah pandang mereka pada sosok Eunhyuk yang semakin lama semakin menjauh.

"Pagi!" sapa Siwon ramah pada Sungmin dan In Guk.

"Apa yang terjadi pada Hyukkie?" tanya Sungmin to the point.

"Apa kau melakukan 'sesuatu' yang membuat nya bad mood?" tuduh In Guk dengan mata yang tajam nan menyelidik.

"Mungkin untuk tuduhan melakukan 'sesuatu' yang aneh-aneh ada benar nya. Namun untuk 'sesuatu' yang membuat nya merasa bad mood sudah jelas bukan aku yang melakukan nya." jawab Siwon membenarkan tuduhan In Guk.

"Lalu, 'sesuatu' apa yang kau lakukan terhadap nya?/Lalu apa yang membuat nya merasa bad mood?" tanya In Guk dan Sungmin bersamaan. Siwon menatap In Guk dan Sungmin secara bergantian dengan sebelah alis yang terangkat.

"Begini, 'sesuatu' yang aneh itu mmp... aku hanya mengangkat tubuh nya seperti karung beras pada pundak ku karena dia tak mau berangkat ke kampus! Namun tingkat bad mood nya masih sangat rendah untuk saat itu, dan dia tak benar-benar marah saat aku melakukan itu. Dia hanya protes dan meminta ku untuk tak melakukan hal bodoh itu lagi. Namun jika boleh jujur, aku akan melakukan hal bodoh itu lagi jika ia tak mau berangkat ke kampus hanya karena tak memakai jelly rambut untuk yang kedua kalinya." Jawab Siwon untuk pertanyaan yang dilontarkan In Guk.

"Bagaimana dengan jawaban untuk pertanyaan ku?" tanya Sungmin tak sabaran.

"Hhh~ mungkin disini bisa dikatakan jika aku bersalah karena itu memang benar. Hyukkie hyung merasa bad mood marah karena orang-orang disana—" Siwon menjeda penjelesan nya sebentar sambil menengok ke arah belakang, ke arah orang-orang yang telah membuat mood Eunhyuk yang tadi nya sudah buruk semakin memburuk. "Mereka meneriaki Hyukkie hyung dengan berbagai macam kalimat dari orang yang berdeda-beda. Dan Hyukkie hyung sudah sangat jelas tak menyukai itu." lanjut Siwon.

"Apa yang mereka teriaki dari Hyukkie?" tanya Sungmin lagi.

"Mereka meneriaki penampilan Hyukkie hyung yang terlihat err~ jika boleh aku jujur dia memang benar-benar manis. Dan aku menyukai itu! Tapi, hhh~ ini semua salah ku! Jika saja aku memberikan nya jelly rambut yang sengaja kusembunyikan di tempat celana dalam ku, mungkin saja tadi orang-orang itu tak akan meneriaki Hyukkie hyung. Dan mungkin saja sekarang dia tak merasa bad mood dan marah. Atau jika aku memang tak memberikan nya jelly rambut, andai saja tadi aku tak memaksa nya untuk berangkat ke kampus! Mungkin saja semua ini tak akan terjadi! Hhh~ semua ini memang sa—"

"Hhh~ kau ini kebiasaan sekali! Kenapa kau hobby sekali untuk menyesali perbuatan yang jelas-jelas sudah terjadi, eoh?" Sungmin yang merasa jengah atas sikap Siwon yang seperti itu, memutuskan untuk memotong ucapan nya sebelum mulut nya mengeluarkan lebih banyak kata lagi.

"Tak ada guna nya kau terus-terus an menyesali perbuatan yang telah kau perbuat dengan perkataan, semua itu tak akan mengubah apapun!" tambah In Guk.

Di lain sisi, Eunhyuk terus melangkah kan kakinya menuju kelas tanpa merspon sedikit pun berbagai macam sapaan dan cibiran yang dilontarkan oleh orang-orang yang berpapasan dengan nya di sepanjang koridor. Eunhyuk masuk ke dalam kelas nya dan melangkah cepat menuju bangku nya. Langkah nya memelan seketika hingga akhir nya berhenti begitu saja tatkala mendapat kan sosok seorang namja yang tengah tertidur di bangku nya. Namja itu tertidur dengan posisi menenggalamkan wajah nya di atas meja, sehingga Eunhyuk tak dapat mengenali siapa namja yang tengah tertidur di bangku nya itu. Eunhyuk tak langsung menegur namja tersebut karena ia ingin tau terlebih dahulu siapa namja itu. Jika namja yang sedang tidur tersebut adalah teman satu kelas nya, maka ia tak segan-segan untuk membangunkan nya dengan cara yang tak bersahabat, namun jika namja tersebut bukan teman sekelas nya, maka ia akan mencoba untuk membangunkan nya dengan cara yang baik-baik(jika ia bisa). Jika dilihat dari penampilan nya, sepertinya namja yang sedang tertidur itu bukanlah teman sekelas nya. Pakaian yang dikenakan namja tersebut terlihat lebih keren, dan sepertinya harga nya mahal.

"YA! YA! Kau, yang disitu!" teriak Eunhyuk seraya menunjuk-nunjuk seorang namja yang duduk tak jauh dari bangku nya berada.

"Aku?" tanya namja itu memastikan sambil menunjuk wajah nya dengan jari telunjuk nya sendiri.

"Kau tau siapa namja ini?" tanya Eunhyuk sambil menunjuk namja yang tengah tertidur dengan dagu nya. Namja yang ditanya Eunhyuk barusan hanya diam, enggan menjawab. Air muka nya terlihat bingung serta panik. Eunhyuk yang melihat teman sekelas nya itu menaikan sebelah alis nya dan kembali menatap namja yang tengah tertidur di bangku nya.

"Ya! Ya! Ireona!" tangan nya ia gunakan untuk memukul-mukul lengan namja yang sedang tertidur itu. Pada awal nya namja itu tak memberikan respon sedikit pun, namun tak lama setelah itu namja tersebut bergerak secara perlahan hingga akhirnya Eunhyuk dapat benar-benar melihat siapa namja yang kini berada di dahadapan nya.

"K-KAU!"

"Annyeong, Hyukkie-ah~" sapa namja itu dengan rambut yang sedikit berantakan.

"YA! Apa yang kalukan disini? Menyingkir dari bangku ku!"

SRET

Bukan nya menjawab, namja itu malah menarik pergelangan tangan Eunhyuk dan membawa nya keluar dari kelas. Eunhyuk berusaha untuk melepaskan tangan nya dari namja yang sangat ia benci semenjak beberapa hari yang lalu. Namja itu membawa Eunhyuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu nya rapat. Lalu namja tersebut kembali menarik pergelangan tangan Eunhyuk memasuki salah satu bilik kamar mandi.

"YA! Apa yang kau lakukan eoh?" Eunhyuk menghempaskan tangan namja itu kasar. Ia mendelik tak suka saat namja itu mengunci pintu bilik kamar mandi. Namja itu tak langsung menjawab, melainkan mendudukan Eunhyuk di toilet duduk yang tertutup. Awal nya Eunhyuk hendak berdiri kembali, namun namja itu menahan bahu nya dengan cepat.

"Apa yang kau mau dari ku, Lee Donghae-sshi?"

"Aku tak menyangka seorang Lee Hyukjae dapat mengingat sebuah nama orang yang terbilang asing dalam hidup nya. Bukan kah Lee Hyukjae adalah typical orang yang terkesan... don't care?!" Eunhyuk menaikan sebelah alis nya bingung, bercampur marah atas ucapan yang dikeluarkan oleh namja dihadapan nya yang yah... jujur Eunhyuk akui bahwa namja bernama Lee Donghae itu terlihat sangat tampan. Namun dengan secepat kilat, Eunhyuk membuang jauh-jauh perasaan jujur nya tersebut dan berharap agar perasaan 'jujur' nya tak pernah datang lagi.

"Semenjak hari kemarin, aku sudah resmi menjadi salah satu mahasiswa di kampus ini dengan mangambil dua jurusan sekligus. Basket... dan musik. Kemarin aku lolos test dan langsung diangkat sebagai Ketua Tim Basket kampus ini, menggantikan posisi ketua tahun lalu yang terlihat, mmp... bagaimana aku mengatakan nya ya? Yang terlihat... manis, lembek dan akan sangat sexy jika ditelanjangi di atas ranjang." Donghae sedikit membungkuk kan wajah nya agar bisa lebih dekat dengan wajah namja manis dihadapan nya yang kini tengah menatap nya tajam disertai wajah yang memerah menahan amarah.

"Sudah sepantas nya Lee Hyukjae berhenti menjadi ketua tim basket kampus ini." Ucap Donghae penuh penekanan. Eunhyuk benar-benar marah saat ini. Pasalnya, menjadi seorang ketua tim basket adalah impian nya sedari dulu. Berbagai macam rintangan ia hadapi hingga akhirnya ia bisa mendapat kan apa yang ia mau, menjadi ketua tim basket. Dan beberapa detik yang lalu, Lee Donghae yang notabene namja asing yang ia benci menyatakan bahwa kini posisi nya sebagai seorang ketua tim basket sudah digantikan oleh nya?! Yang benar saja! Ini bukan tanggal 1 April maupun 4 April, Eunhyuk sedang dalam mood yang buruk. Ia tak mau diajak bercanda dan sebagai nya.

Eunhyuk berniat untuk bangun, namun Donghae kembali menahan nya.

"Dan bangku milik mu kini menjadi milik mu, kau tak punya hak lagi untuk meng-klaim bahwa bangku itu adalah bangku milik mu."

"Sebenarnya apa yang kau inginkan dari ku?" Donghae tersenyum mendengar kalimat tanya yang sedari tadi dinanti-nantikan untuk keluar dari mulut Eunhyuk. Donghae kembali menegak kan tubuh nya, kemudian memasukan kedua tangan nya pada saku celana nya.

"Aku hanya ingin kau menuruti apa yang ku perintah kan, mengabulkan semua yang ku ingin kan, dan menjadi seseorang yang penurut. Itu saja!"

"Cih! Begini Lee Donghae-sshi..." Eunhyuk berdiri dari duduk nya dan menarik nafas dalam-dalam.

BRUKK

"Kita, tidak saling mengenal, kita hanya mengetahui nama satu sama lain saja, kita baru bertemu dalam hitungan hari. Kau adalah orang asing dalam hidup ku, begitu pun dengan ku. Aku adalah orang asing dalam hidup mu. Beberapa detik yang lalu kau mengucap kan beberapa kalimat yang terdengar kurang ajar di telinga ku! Apa kau sadar akan hal itu?" Donghae hanya tersenyum meremeh kan saat Eunhyuk mendorong tubuh nya ke pintu bilik kamar mandi dan mengucap kan beberapa kalimat yang menurut nya tak usah di ucap kan karena dia tau akan hal itu, kecuali untuk dua kalimat terakhir yang diucap kan Eunhyuk.

BRUKK

Donghae balik mendorong tubuh Eunhyuk pada dinding kamar mandi dengan sedikit kasar. "Justru karena aku sadar makanya aku berani mengatakan itu kepadamu! Aku bisa memberikan apapun yang kau mau, aku bisa membelikan barang-barang mewah untuk mu. Termasuk uang untuk melunasi hutang-hutang ayah mu pada perusahaan Cho itu..." bisik Donghae pada kalimat terakhir nya. Eunhyuk bungkam dibuat nya. Ia merasa bahwa, ada sesutau yang tak beres dengan namja bernama Lee Donghae ini.

"Aku bisa melakukan itu semua jika saja kau mau menurut padaku, dan nikmati permainan yang telah kusajikan." Eunhyuk masih tetap terdiam, bibir nya terasa sulit untuk digerak kan. Suaranya terasa tercekat begitu saja.

"Tawaran ku ini berlaku hanya sampai jam kelas usai nanti. Tak semua orang dapat menerima tawaran yang seperti ini dari ku. Dan kau adalah namja paling beruntung, karena aku memberikan penawaran emas seperti ini hanya padamu..." Donghae menjauh dari tubuh Eunhyuk kemudian berbalik dan membuka kunci pintu bilik kamar mandi.

"Aku menunggu mu di bangunan tua samping gedung kampus ini! Datanglah, jangan menjadi sosok yang egois dan ambil keputusan sesuai hati nurani mu..." setelah nya, Donghae keluar dari kamar mandi, meninggalkan Eunhyuk yang entah kenapa masih diam pada posisi nya di dalam bilik kamar mandi.

'Haruskah?' batin nya dilema.

.

[Skip Time]

.

Sedari tadi sampai beberapa detik yang lalu dosen meninggalkan kelas, Siwon masih bingung apa yang membuat Donghae dengan mudah nya merebut posisi 'ketua tim basket' dari Eunhyuk. Ya, kenyataan ini menyebar ke seluruh penuju kampus dengan sangat cepat nya, terlebih lagi pada kalangan yeoja-yeoja yang merasa tertarik dengan charisma yang dimiliki oleh Donghae.

Siwon melirik ke arah Eunhyuk yang tengah memperhatikan Donghae. Lalu pandangan nya ia alihkan menatap objek yang dilihat Eunhyuk. Terlihat Donghae berdiri dari duduk nya dan hendak meninggalkan kelas. Namun, saat Donghae keluar dari bangku nya, ia menatap ke arah Eunhyuk seraya mengedipkan sebelah mata nya dan langsung pergi begitu saja. Siwon yang melihat itu langsung bangkit dari duduk nya dan menepuk pundak Eunhyuk pelan.

"Kajja! Kita pulang hyung!"

"Kau duluan saja dengan Sungmin hyung dan Gukkie. Aku masih ada urusan disini, dan mungkin akan sangat lama." Jawab Eunhyuk.

"Urusan? Urusan apa? Dengan siapa?" tanya Siwon penasaran.

"Kau tak perlu tau, ini urusan ku. Dengan siapapun itu, yang jelas... urusan ini sangat penting. Kalian pulang duluan saja! Jangan khawatirkan aku."

"Tapi—"

"Aku akan baik-baik saja!" potong Eunhyuk cepat.

"Tapi ka—"

"Setelah urusan selesai aku akan langsung pulang ke apartement mu!" Siwon mengangguk paham. Percuma saja jika ia terus-terusan berniat melarang nya, Eunhyuk pasti akan memotong perkataan nya. Lagi pula, Siwon masih terngiang-ngiang akan perkataan In Guk saat di rumah sakit tiga hari yang lalu. Ia harus lebih bisa untuk mengendalikan dirinya sendiri, tidak terlalu memaksa objek yang diincar nya.

"Baiklah, kalau begitu aku pulang duluan hyung."

"Ne, jangan bersenang-senang tanpa ku!"

.

Other Side

.

"Hari yang paling ku benci adalah hari dimana Hyukkie sedang bad mood!" seru Sungmin dengan nada se-sebal mungkin agar namja di sebelah nya tau bahwa ia sangat kesal dan amat sangat tidak suka atas apa yang dikatakan nya.

"Apa itu semua karena kau tak bisa bercanda dengan nya?"

"Tentu saja Gukkie~ aku sangat bosan jika Hyukkie sedang bad mood! Tak bisa bercanda, mengobrol, dan saling menjelek-jelek an satu sama lain dengan nya. Jangankan untuk bercanda dengan nya, bertemu saja dia akan selalu menghindar!" Sungmin dan In Guk terus berjalan, berniat menyusul Siwon ke kelas nya.

"Hhh~ andai saja seorang Seo In Guk adalah sosok yang banyak bicara, mungkin aku tak akan bosan setiap kali Hyukkie sedang bad mood." In Guk memutar bola mata nya malas mendengar celotehan Sungmin yang menurut nya tak mensyukuri seorang 'sahabat' yang telah diberikan Tuhan untuknya. Harusnya Sungmin beruntung bisa berteman dengan nya, dengan sosok yang tak terlalu banyak bicara yang tampan seperti dirinya. Begitulah pikir In Guk.

"Sungmin hyung! In Gukkie!" Sungmin dan In Guk sontak menolehkan arah pandang mereka pada Siwon yang baru saja memanggil mereka berdua dari arah yang berlawanan.

"Ah~ Siwon-ah!" seru Sungmin senang karena orang yang ia cari kini datang.

"Mana Eunhyuk?" tanya In Guk.

"Dia ada urusan penting, kita disuruh pulang duluan. Kajja!" Siwon berjalan duluan disusul oleh Sungmin dan In Guk dibelakang nya. Namun, ekor mata Sungmin tak sengaja melihat sosok seorang namja tampan nan tinggi berambut ikal berjalan menaiki tangga. Ia tau betul siapa namja itu, karena namja itu adalah orang yang paling dibenci nya untuk saat ini.

'Hyukkie... akan berurusan dengan Kyuhyun kah?' batin nya menerka.

.

Hyukjae's Side

.

Dilihat nya Eunhyuk yang baru saja beres memasukan buku-buku yang tak pernah ia baca dan hanya dijadikan pajangan saja ketika jam pelajaran dimulai. Eunhyuk berdiri dari duduk nya dan melangkah kan kakinya keluar dari kelas. Namun saat langkah nya sampai di ambang pintu, dengan amat sangat terpaksa ia harus kembali melangkah mundur masuk ke dalam kelas.

"Kau belum puas atas apa yang terjadi di club malam pada malam itu?" tanya Eunhyuk seketus mungkin. Namja itu setengah tersenyum, terlihat sangat angkuh dan menyebalkan.

"Belum, aku belum puas sebelum kau dapat melunasi hutang appa mu terhadap perusahaan appa ku!" seru namja itu dingin.

"Jika kau mau, kau dapat langsung datang ke rumah ahjussi itu! Dan tagih hutang-hutang nya kepada sang pelaku, jangan kepadaku. Minggir!" Eunhyuk menggeser badan nya ke samping, berniat menghindari sosok namja menjengkel kan itu, namun namja itu malah ikut bergeser menghalangi langkah Eunhyuk.

"Tak bisakah kau berhenti mengganggu ku?"

"Tak bisa. Sudah ku bilang kan, aku... Cho Kyuhyun tak akan merasa puas jika belum mendapatkan apa yang ku mau!"

"Lalu apa yang kau mau se-ka-rang dari ku?" tanya Eunhyuk dengan penuh penekanan pada kata 'sekarang'.

"Aku menginginkan mu, lebih tepat nya menginginkan tubuh mu! Apa kau lupa akan hal itu?" Kyuhyun mengangkat sebelah tangan nya, hendak melingkarkan nya pada pinggang ramping Eunhyuk. Namun sang empu nya pinggang dengan cepat menepis tangan kurang ajar yang hendak singgah di pinggang nya.

"Jangan kurang aja Cho! Jika itu yang kau ingin kan dariku, maaf saja.. aku tak bisa mengabulkan nya!"

"Kalau begitu, berikan tubuh sahabat mu sebagai penggantinya!" Eunhyuk menaikan sebelah alis nya mendengar perkataan Kyuhyun. Apa katanya tadi? Sahabat?

"Lee Sungmin, berikan dia sebagai gantinya. Maka hutang appa mu akan kulunaskan." Eunhyuk memutar bola mata nya malas seraya mendorong tubuh Kyuhyun kesamping agar tak menghalangi langkah nya lagi. Ia sudah jengah berurusan dengan orang bernama Cho Kyuhyun ini. Dan semua itu karena ayah nya! Rasa benci nya semakin menjadi saja ketika diingat kan pada sosok seorang namja yang dulu pernah ia anggap sebagai sosok seorang 'ayah'. Kyuhyun memilih berdiri di ambang pintu sambil memperhatikan punggung Eunhyuk yang semakin lama semakin menjauh.

"Jika kau tak menuruti apa yang kukatakan, dengan sangat terpaksa aku akan memenuhi keinginan ku itu dengan cara yang kasar Lee Hyukjae!" Eunhyuk terus berjalan seolah tuli. Bukan nya ia benar-benar tuli atau apa, Eunhyuk mendengar dengan jelas apa yang Kyuhyun katakan. Sangat jelas menggema di gendang telinga karena Kyuhyun berteriak dengan sangat keras, namun Eunhyuk benar-benar lelah dan tak ingin berurusan dengan Kyuhyun untuk beberapa saat.

Kyuhyun, namja menyebalkan itu kembali masuk ke dalam kelas Eunhyuk dan memilih duduk di salah satu bangku yang tak jauh dengan pintu kelas. Perlahan, seringai kembali muncul di bibir nya. Entah apa yang membuat bibir nya sering kali melukiskan sebuah seringai, yang jelas itu terlihat menakut kan sekaligus tampan. Dan dibalik semua seringaian nya tersebut, pasti terdapat sebuah rencana busuk di dalam nya.

"Hyukkie-ah!" Kyuhyun menolehkan pandangan nya ke arah ambang pintu dan menemukan sosok kelinci manis yang datang di saat yang 'tepat'.

"K-kau! Mana Eunhyuk?" Kyuhyun tak menjawab pertanyaan namja manis tersebut. Ia malah berjalan mendekat ke arah namja manis itu.

SRET

Kyuhyun menarik pergelangan tangan namja manis itu ke dalam kelas dan menutup pintu nya rapat. Sedangkan namja manis yang ditarik itu hanya menggerutu yang tak didengarkan sama sekali oleh Kyuhyun. Kyuhyun mendudukan Sungmin di salah satu bangku dan menahan pundak nya kuat agar namja manis tersebut tak banyak bergerak.

"Apa mau mu? Mana Hyukkie? Tadi kau bertemu dengan nya kan? Dimana dia?" tanya namja manis itu bertubi-tubi.

"Ssstt..." Kyuhyun menempatkan jari telunjuk nya tepat di bibir plum pink namja manis itu.

"Lee Sungmin, berikan tubuh mu padaku!" lanjut Kyuhyun santai. Lain hal nya dengan Sungmin yang kini membelalakan matanya lebar merasa marah, jijik, kesal yang bercampur menjadi satu.

"Kau sahabat Lee Hyukjae itu bukan? Sebagai sahabat yang baik, apakah kau tak mengetahui masalah besar yang sedang dihadapi nya sekarang?"

"Apa maksud mu?" tanya Sungmin tak mengerti.

"Ada baik nya kau mendengarkan terlebih dahulu. Setelah nya, berjanjilah untuk mengambil sebuah keputusan atas apa yang akan kutawarkan seusai bercertita."

"B-baiklah... aku janji." Janji Sungmin sedikit gugup.

"Good boy!"

.

Other Side

.

In Guk menyerahkan keranjang belanjaan nya pada kasir. Sambil menunggu, iseng-iseng ia mengambil ponsel nya dari saku celana nya. Mencoba menghilangkan rasa bosan nya dengan membuka situs jejaring social.

"Ne, jeongmal eomma~" In Guk mengalihkan pandangan nya ke arah belakang dan menemukan sosok seorang namja dengan sebuah keranjang yang sepertinya sedang berbicara dengan seseorang melalui ponsel nya. Namja itu berjalan ke arah belakang In Guk, ikut mengantri untuk membayar barang-barang belanjaan nya. In Guk kembali focus pada kegiatan nya.

"Aku benar-benar tak menemukan Hyukkie hyung eomma! Sungguh!" merasa familiar dengan sebuah nama yang baru saja disebutkan oleh namja dibelakang nya, In Guk melirik ke arah belakang untuk beberapa saat.

"Total nya 6000 won tuan."

"Ah ne, gomawo." In Guk menyerahkan beberapa lembar won seraya mengambil kantung plastik berisikan belanjaan nya. In Guk berbalik untuk keluar dari antrian, namun entah mengapa matanya tertuju pada namja yang sedang menelepon itu.

"Ne, eomma~ Hoya pasti akan mencari Hyukkie hyung lagi besok!" namja itu menjauhkan ponsel dari telinganya. Seperinya sesi menelepon nya sudah selesai. Ia menyerahkan keranjang belanjaan nya seraya melirik ke arah In Guk yang masih setia memperhatikan nya. Namja itu menaikan sebelah alis nya heran, sedangkan In Guk kini telah mendapatkan kesadaran nya penuh dan kembali berjalan keluar dari mini market tersebut.

'Hoya?' batin nya penuh tanya.

.

HaeHyuk side

.

Disinilah Eunhyuk sekarang, disebuah kamar yang sebelum nya pernah ia datangi saat memakai baju pasien rumah sakit. Apartement Donghae. Kini ia hanya bisa diam, duduk di pinggiran ranjang tersebut. Entah mengapa, saat pertemuan nya di bangunan tua samping gedung kampus nya. Mungkin, bisa dikatakan bahwa dia adalah orang paling bodoh di dunia. Terlepas dari kandang singa, namun malah masuk ke dalam sarang buaya.

Meskipun pertemuan mereka tadi diawali dengan perdebatan-perdebatan yang tak pernah ada akhirnya, namun entah mengapa mulut nya malah mengeluarkan sebuah kalimat yang menyatakan bahwa ia setuju dan menerima atas apa yang Donghae tawarkan. Ya, Eunhyuk menerima tawaran Donghae untuk menuruti apa yang Donghae perintah kan, mengabulkan semua yang Donghae ingin kan, dan menjadi seseorang yang penurut pada Donghae. Hanya pada Donghae, agar ia bisa mendapatkan apa yang ia mau. Mendapatkan sejumlah uang yang bisa menyelamat kan tubuh sahabat nya sekaligus... ayah nya. Lamunan Eunhyuk buyar begitu saja saat mendengar suara pintu yang terbuka.

"Buka bajumu!"

"MWO?!"

.

.

TBC

.

.


mianhae untuk sekarang-sekarang Naka ngga bisa bales review-an kalian..

tapi tetep loh review nya selalu Naka baca ^_^

Naka akan balas review readers nya nanti di chapter 13 kalo bisa :)

tapi tetep yah~ usahakan review ff Naka di setiap chapternya loh~~~ ;)