Story About Hyukjae's Love And Life
Romance, Family, Hurt/Comfort [M]
Lee Donghae, Lee Hyukjae, Seo In Guk, Im Jae Bum(JB JJ Project), Lee Ho-Won(Hoya Infinite), Lee Sungmin, Choi Siwon, Cho Kyuhyun. (dan akan berubah/bertambah seiring berjaln nya cerita)
DISCLAIMER : Semua pemain yang ada dalam fanfic ini hanya Milik Tuhan dan kedua orang tuanya. Disini, saya hanya meminjam nama serta bayangan sosok mereka untuk kebutuhan fanfic.
WARNING : AU, YAOI, TYPOS(s), NC[GAGAL]/Noncon(Non-Constentual Sexual Act) WITH COERCION(pemaksaan), Conventional Couple, Fluffy Angst, Klise, OOC(Out Of Character), WIP(Work In Progress), little Whumpage(maybe), NO EDITING, dll
.
.
.
Happy Reading
.
Chap 6
.
Author POV
.
"Keluarga sahabat mu itu mempunyai hutang beratus-ratus juta pada ayah ku! Janji demi janji mereka ucapkan pada ayah ku, namun tak ada satu pun penepatan pada janji yang mereka ucapkan pada ayah ku. Apa kau tak mengetahui itu?" Sungmin menatap Kyuhyun tak percaya. Selama ini, sahabat nya menyimpan masalah yang sangat besar. Hutang terhadap keluarga Cho bukan lah masalah sepele, terlebih lagi hutang keluarga Eunhyuk pada Keluarga Cho sudah mencapai ratusan juta. Sangat jelas, hutang tersebut bukan lah nominal yang harus diabaikan. Tanpa Sungmin sadari, Kyuhyun menyeringai setan melihat respon yang diberikan oleh Sungmin. Peluang untuk melancarkan semua rencana busuk nya sangat lah besar. Kyuhyun berdiri dari duduk nya, ia berjalan menghampiri sebuah rak khusus untuk penyimpanan beberapa wine dan juga gelas nya. Diambil nya dua buah gelas dan sebuah botol red wine berkualitas dari rak itu. Ia kembali duduk dan menyimpan wine beserta dua gelas itu di atas meja. Sungmin melirik sekilas botol red wine yang kini tengah di buka oleh Kyuhyun. Aroma yang khas dari red wine itu menggoda indra penciuman Sugmin. Warna semerah darah red wine itu terlihat jelas pada matanya saat Kyuhyun menuangkan cairan wine tersebut ke dalam dua gelas di depan nya.
"Minumlah..." Sungmin tersadar dari lamunan nya akan red wine dihadapan nya. Ia kini mengalihkan perhatian nya terhadap Kyuhyun seraya bertanya. "Kau tak memasuk kan sesuatu ke dalam gelas ku kan?"
"Apa kau melihat aku memasuk kan sesuatu ke dalam itu sebelum nya?" tanya balik Kyuhyun. Sungmin mendelik ke kesal ke arah Kyuhyun. Sungmin memang tak melihat Kyuhyun memasuk kan sesuatu terhadap gelas nya, namun bisa saja kan Kyuhyun memasukan sesuatu ke dalam gelas nya dengan gerakan cepat dan tak dapat dilihat kasat mata?
Kyuhyun mengambil gelas milik nya dengan style yang sangat elegan. Ia tak langsung meminum wine tersebut, melainkan menghirup aroma wine dalam gelas nya dengan mata tertutup terlebih dahulu. Sungmin memperhatikan Kyuhyun dengan tatapan intens, Kyuhyun yang sedang menutup mata nya seperti itu memang tampan. Namun sayang, attitude yang dimiliki Kyuhyun buruk sekali. Mungkin bisa dikatakan bahwa Kyuhyun tak jauh berbeda dengan dirinya dan Eunhyuk. Sama-sama memiliki attitude yang buruk. Mata Kyuhyun kini terbuka, membuat Sungmin yang sedari tadi memperhatikan nya menjadi salah tingkah dan langsung mengambil gelas wine di hadapan nya. Kyuhyun mendecih pelan melihat Sungmin yang baru saja menghabiskan wine dalam gelas nya dalam sekali tenggak. Cara Sungmin menghabiskan wine nya benar-benar membuat Kyuhyun ingin tertawa terbahak-bahak.
"Wae?" heran Sungmin saat melihat Kyuhyun terlihat seperti sedang menahan tawa nya dengan punggung tangan nya.
"Ahahaaa~" tawa pun kini terlepas dari bibir Kyuhyun. Sungmin mengeryitkan dahi nya tak mengerti. Pasalnya, saat ini memang tak ada sesuatu yang lucu untuk di tertawakan. Dan Sungmin sadar akan hal itu karena ia tak mabuk.
"Apa nya yang lucu?" tanya Sungmin tak suka mendengar tawa Kyuhyun yang sampai detik ini masih belum berhenti. Kyuhyun tak langsung menjawab, ia masih tertawa seraya mengusap air di ujung matanya. Dilihat dari tawa Kyuhyun yang sampai mengeluarkan air mata seperti itu, Sungmin yakin bahwa yang ditertawakan Kyuhyun benar-benar lucu. Namun Sungmin tak tau hal apa yang Kyuhyun tertawakan itu. Tawa Kyuhyun kini semakin melambat, hingga akhirnya Kyuhyun berhenti tertawa dan menatap Sungmin intens.
"Lee Sungmin... apa sebelum nya kau tak pernah meminum wine?"
"Ani,wae? Apa ada yang salah dengan itu?" pengakuan Sungmin barusan sukses membuat Kyuhyun merasakan geli untuk yang kedua kalinya, namun ia mencoba untuk menahan tawa nya dan kembali memusatkan perhatian nya terhadap Sungmin.
"Dengar Sungmin-ah, meminum wine itu berbeda dengan meminum soju. Meminum wine ada aturan nya, tak bisa sembarangan seperti beberapa detik yang lalu kau menenggak wine begitu saja." Jelas Kyuhyun membuat Sungmin merasa malu saat itu juga.
"Aku tau kau itu bukan lah orang berada seperti ku, dan aku juga tau kau tak memiliki banyak uang untuk bisa merasakan seperti apa wine yang berkualitas. Ta—"
"Sebenarnya ajakan mu padaku untuk datang dan diam di tempat membosan kan seperti ini untuk menceritakan masalah yang dimiliki Eunhyuk atau malah menghina ku hanya gara-gara cara meminum wine ku? Aku tau aku memang bukan orang yang berada seperti mu, aku juga tak pernah merasakan wine yang berkualitas sebelumnya, aku juga tak tau bagaimana aturan meminum wine seperti apa. Tapi, jika kau memang ingin membahas hal konyol seperti ini, lebih baik aku pulang saja." Sungmin berdiri dari duduk nya seraya mengambil tas punggung nya.
"Terima kasih untuk wine nya." ujar Sungmin. Ia berjalan ke arah pintu kamar apartement Kyuhyun. Ya! Sedari tadi mereka memang berada di kamar apartement Kyuhyun untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi terhadap Eunhyuk.
"Ah ya!" Sungmin berhenti sejenak, ia kembali membalik kan badan nya menghadap Kyuhyun. "Permisi, Cho Kyuhyun-sshi." Sungmin membungkuk kan kepala nya pamit. Ia melakukan itu bukan berarti ia bermaksud untuk berpamitan dengan cara yang sopan, namun Sungmin membungkuk kan badan nya seperti itu lebih bermaksud untuk mengejek Kyuhyun yang selalu merendahkan orang ber-ekonomi rendah seperti dirinya. Kyuhyun menyeringai melihat nya. Detik berikut nya saat Sungmin hendak menyentuh knop pintu, Kyuhyun berdiri dari duduk nya dan menahan pergelangan tangan Sungmin cepat.
"Kau tak bisa pergi begitu saja Lee Sungmin!"
"Lantas apa lagi yang ingin kau lakukan?" tanya Sungmin dengan nada yang sangat ketus. Sungmin hendak berbalik untuk membuka pintu, namun dengan cepat Kyuhyun menarik Sungmin dan menutup pintu kamar tersebut lalu mengunci pintu nya rapat.
"YA! Sebenarnya apa yang kau mau?" Sungmin merasa kesal saat ini. Pasal nya ia datang kesini adalah untuk mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi terhadap Eunhyuk. Meskipun tadi Kyuhyun menyatakan bahwa keluarga Eunhyuk memiliki hutang pada keluarga nya mencapai ratusan juta, namun penjelasan itu tak membuat Sungmin merasa puas. Ia masih bingung dan penasaran atas apa yang sebenar nya terjadi.
"Tubuh mu! Aku ingin tubuh mu!" jawaban Kyuhyun sukses membuat amarah Sungmin meluap-luap. Sungmin menghempaskan tangan Kyuhyun yang sedari tadi menggenggam pergelangan tangan nya. Amarah nya memang meluap-luap saat ini, namun Sungmin sedang malas untuk menghajar seseorang. Lagi pula, pukulan tak akan langsung menyelesaikan masalah terhadap typical orang seperti Kyuhyun. Jadi, ada baiknya jika ia mengacuhkan apa yang Kyuhyun katakan meski ia sedang ingin memukul Kyuhyun sekalipun. Lain hal nya dengan Kyuhyun yang kini sudah semakin kesal dan tak sabaran untuk segera menikmati tubuh yang dimiliki oleh Sungmin. Kyuhyun benar-benar ingin merasakan nya. Hasrat sex nya begitu kuat.
"YA! LEPASKAN AKU!" Sungmin mencoba menghempaskan tangan Kyuhyun yang kembali menarik nya, bahkan kini Kyuhyun mencengkram pergelangan tangan nya. Kyuhyun menarik Sungmin mendekat ke arah ranjang king size nya dan menghempaskan tubuh Sungmin begitu saja.
"A-apa yang akan kau lakukan?" Sungmin mencoba untuk kembali bangun, namun Kyuhyun menahan nya dan membuat Sungmin kembali berbaring di atas tempat tidur. Sungmin membelalakan matanya panik saat Kyuhyun menindih tubuh nya dan menahan kedua tangan nya agar tak bisa digerak kan.
"Diamlah, dan nikmmati apa yang akan kulakukan pada tubuh mu!" setelah mengatakan itu, Kyuhyun langsung mencium dan menjilati bibir Sungmin dengan beringas. Mendapat perlakuan tak senonoh seperti ini, Sungmin mengatupkan bibir nya rapat enggan untuk membuka nya. Merasa tak suka dengan Sungmin yang terus mengatupkan bibir nya, Kyuhyun pun menggerak kan sebelah tangan nya menuju tengkuk Sungmin dan menekan nya dengan kuat, memaksa mulut namja manis itu agar terbuka. Sungmin berontak dan berusaha mendorong tubuh Kyuhyun. Namun se-bad boy dan se-kuat apapun Sungmin selama ini, jika ia sedang di hadap kan dengan orang seperti Kyuhyun dengan hasrat sex yang menggebu-gebu, Sungmin tak ada apa-apanya. Tubuh dan tenaga Kyuhyun lebih besar dan lebih kuat, terlebih lagi Kyuhyun sedang dalam keadaan horny tingkat tinggi! Sungmin semakin kesusahan saja untuk berontak. Karena Kyuhyun terus menjilati mulutnya dan menekan tengkuk nya, akhirnya Sungmin pasrah dan membuka mulutnya.
"A-ahh.." Sungmin berusaha untuk menahan desahan kecil nya tatkala Kyuhyun menggigit lidahnya. Kyuhyun menyeringai senang saat ia dapat merasakan goa mulut Sungmin yang terasa sangat hangat dan manis seperti permen kapas.
"Anghnn.." Sungmin mencoba menggerak-gerak kan tangan nya untuk melampiaskan rasa geli pada langit-langit mulut nya. Sedangkan kini, Kyuhyun memilih untuk melumat bibir atas dan bawah Sungmin secara bergantian.
"Angghh..." ingin sekali Sungmin menjambak rambut nya sendiri atas desahan yang dengan se-enak nya keluar dari mulut nya sendiri. Sungmin merasa bahwa harga dirinya jatuh dan di injak-injak begitu saja oleh namja tak ber-attitude seperti Kyuhyun.
'Ini menjijikan! Benar-benar menjijikan!' jerit Sungmin dalam hati. Merasa paru-paru nya kini kosong akan oksigen, dengan sekuat tenaga Sungmin melepaskan tangan nya dari cengkraman Kyuhyun secara paksa lalu mendorong dada Kyuhyun agar menghentikan lumatan nya. Kyuhyun terhempas ke belakang. Matanya menatap Sungmin tajam. Kyuhyun tak suka, amat sangat tak suka jika kegiatan nya di interupsi begitu saja. Dengan secepat kilat, Sungmin segera bangun dari ranjang dan mengelap bibirnya yang basah dengan punggung tangan nya. Jatungnya berdetak hebat. Wajahnya memerah karena ia sangat marah. Ini adalah ciuman pertamanya dengan seorang namja selama hidup nya. Dan dengan kurang ajar nya, Kyuhyun telah mencium ah ani, bahkan melumat nya secara paksa.
"Dasar gay! Maniak sex! Gila! Menjijikan!" hina Sungmin dengan mata yang tajam nan merah menahan amarah. Kyuhyun tersenyum simpul mendengar hinaan yang Sungmin lontarkan kepada dirinya. Dia memang gila dan seorang maniak sex, ia juga ber-status sebagai seorang gay, pecinta sesama jenis. Lalu, apa yang menjijikan dengan itu? Ia merasa bahwa tak ada yang menjijikan dengan tiga sebutan tersebut. Sungmin merasa bahwa ia harus segera keluar dari tempat menjijikan ini sebelum namja gay itu menyerang nya lebih dari apa yang telah terjadi beberapa menit yang lalu.
Sungmin segera berlari ke arah pintu. Ia memutar-mutar knop pintu itu secara kasar, berharap pintu itu tiba-tiba saja terbuka. Namun sayang, itu sangat lah mustahil.
"TOLONG! JEBAL~ KELUARKAN AKU~ TOLONG!" Sungmin menggedor-gedor pintu kamar Kyuhyun dan berteriak-teriak minta tolong berharap akan ada seseorang yang mendengar teriakan nya dan langsung masuk ke dalam apartement Kyuhyun untuk mengeluarkan nya. Meskipun kedengaran nya mustahil, namun Sungmin terus berteriak sekeras yang pita suara nya bisa. Tanpa disadari Sungmin, ternyata Kyuhyun berjalan ke arah nya dengan sebuah ikat pinggang.
"Jangan mendekat! Aku akan membunuh mu jika kau berani mendekati ku!" ancam Sungmin. Namun Kyuhyun tak mengubris sedikit pun ancaman yang dilontarkan oleh Sungmin. Kyuhyun terus mendekat ke arah Sungmin. Sungmin merasakan tangannya dicengkram dan ditarik kasar. Ikat pinggang yang tadi dibawa oleh Kyuhyun kini terikat kuat pada pergelangan tangan Sungmin.
"Lepaskan! Lepaskan aku!" Kyuhyun menarik paksa dan menghempaskan Sungmin ke kasur. Sungmin terhempas dikasur begitu saja. Kyuhyun menatap tubuh nya dengan sangat tajam. Detik berikut nya, Kyuhyun mendekat sambil membuka kemeja yang dikenakan nya. Sungmin kembali berusaha untuk bangun, namun Kyuhyun sudah terlebih dahulu menindih tubuh nya dan mengunci pergerakan nya. Sungmin merintih saat dagunya dicengkram kuat hingga membuatnya mendongkak, menatap wajah tampan nan arrogant milik Kyuhyun. Sungmin menatap Kyuhyun tajam nan menusuk. Keadaan Sungmin dengan kedua tangannya yang terikat kuat, serta tatapan tajam nan menusuk nya yang seolah ingin membunuh nya saat itu juga membuatnya Kyuhyun merasa tertantang.
"Lepaskan tangan ku! Aku ingin pulang!" seru Sungmin. Kyuhyun hanya mendecih pelan sebagai jawaban. Dengan gerakan tiba-tiba, Kyuhyun kembali melumat bibir bawah Sungmin. Sebelah tangan menelusup masuk ke dalam T-shirt yang dikenakan Sungmin. Mengelus dan merasakan betapa lembut nya permukaan kulit yang dimiliki Sungmin.
"Ahh..." Sungmin kembali mengeluarkan desahan nya, Kyuhyun baru saja sukses membuat nipple nya geli. Namun, kegelian itu berubah menjadi rasa sakit saat Kyuhyun mencubit dan memelintir nipple nya kasar. Tanpa Sungmin ketahui, rupanya sebelah tangan Kyuhyun yang sedari tadi menganggur kini tengah mengambil sebuah pisau lipat di dalam saku celana nya.
SREETT
"Akh!" Kyuhyun merobek T-shir yang dikenakan Sungmin dan tak sengaja menggores kulit putih mulus namja manis di bawah tindihan nya ini. Darah mengalir begitu saja dari goresan luka di perut Sungmin.
"Ssshh..." Sungmin mendesis pelan saat Kyuhyun menjilati darah dan luka goresan nya. Sambil menjilati luka Sungmin, tangan Kyuhyun kini beralih membuka celana jeans beserta dalaman yang di pakai Sungmin dalam satu tarikan. Kini Sungmin full naked, lain hal nya dengan Kyuhyun yang masih half naked.
"Eungghhh... andwee~" Sungmin menggeliat-liat kan tubuh nya resah saat Kyuhyun memasukan jari telunjuk nya ke dalam hole sempit Sungmin tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Kyuhyun benar-benar dikuasai hasrat sex saat ini, dan itu benar-benar mengerikan. Sungmin menggerak-gerak kan tangan nya mencoba untuk berontak. Namun percuma saja, pemberontakan nya itu tak membuat Kyuhyun menghentikan aksinya. Yang ada, Kyuhyun malah memasukan ke tiga jari kiri nya ke dalam mulut Sungmin, sedangkan dua jari tangan kanan nya kini berada di dalam hole Sungmin.
"Hhhnnggnn..." Sungmin menangis, tubuh bagian bawah nya terasa perih. Belum lagi dengan pergelangan tangan nya yang lecet akibat gesekan antara kulit dan ikat pinggang Kyuhyun saat ia berontak. Belum pernah sekali pun Sungmin membayang kan jika ia akan mengalami hal se-menjijikan seperti ini. Dicumbui oleh seorang namja yang bahkan masih ber-status asing bagi hidup nya.
"Hnngrrrnn..." mau tak mau Sungmin menghisap ketiga jari Kyuhyun yang berada dalam mulut nya guna melampiaskan perasaan aneh saat Kyuhyun memasukan satu jari nya ke dalam hole sempit nya menjadi tiga.
"Ngghhnnn~" Kyuhyun menggerekan ketiga jari nya dengan gerakan in-out. Leher mulus Sungmin yang sempat terabaikan oleh Kyuhyun kini menjadi sasaran. Kyuhyun menggigit leher Sungmin kuat lalu mengemut nya kasar membuat Sungmin hanya mampu memejamkan mata nya rapat merakan gejolak aneh yang melanda tubuh nya.
.
HaeHyuk side
.
"Akkhh..." Eunhyuk mencengkram bahu Donghae kuat, tubuh nya bergerak liar, kaki nya bergerak resah. Eunhyuk menggesekan kakinya ke kasur king size tersebut. Meronta dan terus meronta. Donghae melemparkan baju Eunhyuk yang baru saja dirobek nya secara paksa ke sembarang arah, tangan nya kemudian ia gunakan untuk meraba dan mengelus dada bidang dan perut abs Eunhyuk.
"Tak seharus nya kau memiliki abs ini Hyukkie-ah. Kau tak cocok dengan bentuk kotak-kotak pada perut mu ini! Sungguh tak sesuai dengan image ashli mu!"
"Mmmpp..." Eunhyuk menggigit bibir bawahnya, mencoba manahan suara yang akan keluar dari mulut nya. Kepalanya terus bergerak, menggeleng ke kanan dan ke kiri guna menghindari Donghae yang hendak mencium bibir nya. Bibir cherry nya memucat saat Donghae menangkup kedua pipi nya agar tak bisa bergerak dan menghindar lagi.
"Aku tak suka bermain-main! Kau sudah berjanji padaku! Kau sudah menjual tubuh mu padaku! Diamlah dan nikmati saja..." Donghae meremas rambut Eunhyuk kuat seraya melumat bibir nya kasar. Eunhyuk kini menyerah dan tak lagi mengatup kan mulut nya, perkataan Donghae memang benar. Ia sudah menjual tubuh nya, ia juga sudah berjanji untuk menepati perjanjian yang Donghae buat.
"Anngghh..." Eunhyuk mendesah saat merasakan daging tak bertulang milik Donghae menggelitik langit-langit mulut nya. Donghae menggerak kan lidah nya liar, mencari sang pemilik rumah untuk diajak beradu. Gotcha! Donghae menemukan sang pemilik rumah dan mencoba untuk mengajak nya beradu, namun Eunhyuk tak menerima ajakan Donghae. Lidah nya tetap terdiam tak memberikan respon sedikit pun.
"Akhh!" Donghae menggigit ujung lidah Eunhyuk dengan gemas karena tak mendapatkan balasan dari lawan nya. Eunhyuk yang merasa kesal dengan Donghae pun akhir nya memutuskan untuk membalas perlakuan Donghae. Eunhyuk mulai menggerak kan lidah nya, mencoba melawan lidah namja yang sedang menindih tubuh nya. Donghae menyeringai saat Eunhyuk mencoba mengalahkan lidah nya.
"Ahhh..hhaahh..." untuk urusan ini, jujur Dongahe akui bahwa Eunhyuk melakukan nya dengan sangat baik. Mereka terus beradu lidah dalam rongga mulut Eunhyuk yang hangat, manis dan lembut itu. Tak ingin membuat tangan nya menganggur, Donghae pun menggerak kan tangan nya dan meraba nipple Eunhyuk yang sedari tadi sudah menegang dan minta dimanjakan.
"Angghhrrgghh.." entah sadar atau tidak, Eunhyuk baru saja mengeluarkan erangan nikmat nya saat Donghae mengelus dan dengan sengaja memelintir nipple nya yang sudah tegang kini semakin tegang saja. Tangan Donghae terus memelintir nipple tegang itu, membuat tubuh Eunhyuk menegang sempurna. Sedangkan tangan yang satunya mengelus selangkangan Eunhyuk.
"nggh...hhh~" merasa menang mengalahkan lidah lawan main nya, kini Donghae memilih Eunhyuk menggigit-gigit kecil ceruk leher Eunhyuk. Tak puas hanya sampai menggigit, kini Donghae melumat ceruk nya sampai meninggalkan tanda kepemilikan disana.
Tanpa disadari Eunhyuk, Donghae kini tengah menyiapkan junior berukuran besar nya tepat di depan lubang hole Eunhyuk yang sedikit basah.
"AAKHHH! HNGGGMMPHH—" Donghae memasukan junior besar nya ke dalam hole sempit Eunhyuk yang belum pernah terjamah oleh siapapun tanpa persiapan terlebih dahulu. Jangan kan persiapan, pemanasan saja tak Donghae berikan untuk hole Eunhyuk. Bibir cherry Eunhyuk yang membengkak itu pun kini menjadi sasaran Donghae untuk yang kesekian kalinya. Donghae melumat bibir itu ganas, berusaha meredam jeritan Eunhyuk dengan lumatan ter-panas nya. Eunhyuk memejamkan mata nya rapat. Setetes air mata keluar dari mata sipit Eunhyuk begitu saja, disusul dengan tetesan-tetesan air mata yang mulai mengalir keluar dari mata Eunhyuk.
"Ngghh... s-sakitt!" seru Eunhyuk saat Donghae melepaskan lumatan nya. Donghae menatap Eunhyuk seraya menggerak kan junior nya maju-mundur dengan gerakan cepat, kasar dan terkesan liar.
"Ahh.. eungghh.. akh! H-hentikan~ ahh.." ingin sekali Eunhyuk merutuki air mata yang baru saja beberapa hari yang lalu keluar dari mata nya. Ia tak bisa, ia tak bisa menangis di depan orang lain untuk yang kedua kalinya. Terlebih lagi, sekarang ia menangis di bawah tubuh Donghae. Ia menangis karena merasakan sakit saat berhubungan sex. Ini benar-benar memalukan! Donghae sukses membuat harga dirinya jatuh dan terinjak-injak. Ia bagaikan sampah sekarang. Sangat menjijikan, dan benar-benar menjijikan. Ingin sekali ia menghentikan tangisan nya ini, namun ia tak bisa. Rasa sakit pada bagian bawah tubuh nya melebihi rasa sakit luka memborok yang ditaburi garam dan air lemon. Rasa panas bagian bawah tubuh nya melebihi rasa panas ketika putung rokok yang masih menyala mengenai permukaan kulit. Bagian bawah tubuh nya serasa dirobek dan terbelah menjadi dua seperti pakaian yang yang dirobek paksa oleh Donghae tadi.
"Hikss.. eungghh... s-sakit!" Donghae tak mendengarkan isakan Eunhyuk. Ia bertingkah seolah-olah bahwa ia tuli saat ini.
"A-aahhh... ohhh.. nnghhh~" Bukan nya ia tega dan ingin menyiksa Eunhyuk atau apa, namun Donghae melakukan semua ini bukan karena hasrat sex semata. Melainkan Donghae ingin memberikan sedikit pelajaran terhadap Eunhyuk. Donghae ingin Eunhyuk sadar bahwa yeoja-yeoja yang selama ini selalu ia ajak untuk melakukan sex bersama nya tak sepenuh nya menikmati kegiatan sex tersebut. Donghae juga ingin Eunhyuk sadar bahwa 'sex' tak sebagus yang ia pikirkan selama ini. Donghae ingin Eunhyuk sadar akan hal itu. Donghae ingin membuat Eunhyuk berhenti dan menghilangkan anggapan bahwa bergonta-ganti pasangan sex itu menyenangkan. Justru bergonta-ganti pasangan sex itu membahayakan kesehatan nya, terlebih lagi membahayakan pasangan yang ia ajak untuk melakukan sex.
"Kau merasakan nya bukan? Keluarkan desahan mu Lee Hyukjae! Desahkan namaku!" perintah Donghae seraya menggenjot hole ketat Eunhyuk dengan brutal. Eunhyuk merasa bahwa tubuh bagian bawah nya benar-benar sakit, dan ia ingin menghentikan semua ini.
"Haeehh.. ouhh... Lee Donghae~ angghhnnn.. akh!" Donghae mencium bibir Eunhyuk, mengulumnya dan menggigit bibir bagian bawah Eunhyuk, membuat Eunhyuk terkejut dan refleks memeluk leher Donghae dengan erat. Donghae merasa bahwa bahu nya yang sedari tadi sudah basah akibat keringat kini semakin basah oleh air mata Eunhyuk.
Sifat sehari-hari nya yang selalu terlihat manly, seseorang yang bad boy, keras kepala dan tak ber-attitude kini hilang entah kemana. Yang Donghae hadapi saat ini adalah sosok Eunhyuk yang sebenarnya, sosok yang rapuh dan lemah. Donghae pun berinisiatif untuk mengecupi punggung Eunhyuk sayang. Ia juga merasa tak tega jika terus-terusan mengasari Eunhyuk seperti ini. Namun apa ada? Sebagian hasrat sex nya kini sudah menguasai tubuh nya.
"Hikss.. kumohon Hae, cukup... cukup!... hiks..." Eunhyuk kembali memohon dan menangis, air matanya sudah tak terbendung lagi.
"Ahh..ahh...hahh..uughh..Haehh.. ahhnn..." Donghae benar –benar tidak mendengarkan tangisan, permohonan dan tatapan mengiba dari Eunhyuk. Donghae masih saja menggenjot hole panas Eunhyuk hingga akhir nya Donghae menemukan apa yang sedari tadi ia cari.
"Akhh!" Eunhyuk berseru nikmat bercampur sakit. Ia terus menangis, namun ia bingung menangis karena apa. Rasa sakit nya memang belum hilang, namun rasa nikmat yang diberikan Donghae barusan dengan cara menumbuk titik kenikmatan nya. Eunhyuk benar-benar bingung diantara rasa sakit dan nikmat nya. Pasal nya, ini adalah kali pertamanya Eunhyuk merasakan perasaan membingungkan nan menyiksa seperti ini.
"H-hae, ahh... a-aku... ak—"
"Nngggrrhh..." Eunhyuk mengerang tak terima saat Donghae menutup lubang kecil kenikmatan nya untuk mengeluarkan segala hasrat yang sedari tadi dirasakan nya menggunakan ibu jari miliknya.
"Tahan sebentar chagi, kita akan menyelesaikan semua ini secara bersama-sama." Donghae melingkarkan kaki kiri Eunhyuk pada pinggang nya, sedangkan kaki kanan Eunhyuk ia simpan pada bahu kirinya. Donghae melingkarkan kedua tangan nya pada pinggang Eunhyuk lalu mengangkat tubuh ramping itu dan menghentak kan nya pada dinding kamar.
"Akhhh... perihh! Ughhh... eunghhh.. sakit!" Donghae terus menghentak kan junior nya pada hole sempit Eunhyuk. Menumbuk satu titik empuk yang sama secara terus menerus. Eunhyuk begitu erat memeluk leher nya. Ia meneggelamkan wajah nya pada ceruk leher Donghae.
"H-haehh... p-pleasee~ jangan siksa aku, ngghh..." mohon Eunhyuk dengan desahan erotis nan menyakitkan nya.
"Sabar Hyukkie-ah... aku sedang berusaha! Oh my~ so tight!" racau Donghae saat merasakan bahwa hole Eunhyuk kian menyempit saja. Ini benar-benar sex ter nikmat bagi Donghae. Remasan dinding hole Eunhyuk terhadap junior nya, pinjatan-pijatan kecil dinding nya sebagai respon terhadap junior besar nya membuat Donghae menjadi gila. Ini adalah kenikmatan yang luar biasa!
Merasa orgaseme nya sudah semakin dekat, Donghae kembali melumat bibir Eunhyuk lebih ganas dari sebelum nya, sampai-sampai saliva mereka berdua berceceran turun membasahi dahu, leher dan dada Eunhyuk.
"Arrrgghhh... ouhhh~"
"Lee Hyukjae! Ahhh~" erangan nikmat akhirnya keluar dari mulut Eunhyuk dan Donghae secara bersamaan. Eunhyuk akhirnya merasa lega bisa menuntaskan hasratnya. Begitu pun dengan Donghae yang mendapatkan kenikmatan nya tersendiri. Sperma Eunhyuk keluar deras membasahi perutnya dan perut Donghae. Lain hal nya dengan Donghae yang menembak kan semua sperma nya ke dalam tubuh Eunhyuk, membuat Eunhyuk merasa hangat dan penuh pada perut nya. Terlihat beberapa tetesan sperma berceceran mengotori lantai saking banyak nya sperma yang dikeluarkan oleh Donghae.
Detik berikut nya, Donghae kembali membawa tubuh Eunhyuk ke atas ranjang dan membaringkan tubuh lemah itu secara lembut tanpa mengeluarkan junior nya dari dalam hole Eunhyuk. Donghae masih ingin merasakan hangat nya pasca orgasme dalam hole sempit milik Eunhyuk.
"Tidurlah..." Donghae menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka. Eunhyuk masih tetap menangis dengan posisi membelakangi Donghae. Mendengar isakan Eunhyuk yang tak berhenti, Donghae memutuskan untuk memeluk tubuh Eunhyuk seducive dan mengecupi pundak nya sayang.
.
[Skip Time]
.
Other side
.
"Aisshh jinja! Mana anak itu?" Jb melirik jam tangan silver berkualitas nya sekilas, kemudian ia kembali memperhatikan setiap sudut cafe ini. Tak lama kemudian, ekor mata nya melihat sesosok namja yang telah memaksanya untuk datang ke cafe ini.
"YA! YA! Kau tau ini jam berapa? Aku sudah lama menunggu mu di cafe ini! Kau bilang kau akan datang jam sepuluh, tapi apa nyata nya? Sekarang sudah jam sebelas! Kau telat satu jam! Kau yang membuat janji tapi kenapa malah kau yang telat menepati janji? Lain kali aku tak ingin lagi membuat janji dengan mu, Lee Ho Wo-sshi!" Jb melipatkan kedua tangan nya di depan dada seraya menyandarkan punggung nya yang terasa pegal pada sandaran sofa. Lain hal nya dengan namja yang kini mendelik kesal ke arah Jb. Bagaimana ia tak kesal jika baru saja datang dengan nafas yang memburu, ia langsung dimarahi seenak jidat nya oleh namja tak punya sopan santun seperti Jb.
"Kau ini! Harus nya kau diam dan dengarkan aku dulu!" seru Hoya. Jb hanya melirik Hoya malas dan kembali memakan guava avocado ice nya yang sempat tertunda.
"Ini!" Jb menghentikan aktivitas memakan guava avocado ice nya saat Hoya tiba-tiba saja menaruh sebauh photo di atas meja. Matanya hanya melirik photo tersebut, lalu melanjutkan kembali acara memakan ice nya.
"Aku terlambat datang ke sini karena orang dalam photo itu, aku membuat janji dengan mu karena orang itu. Dan tujuan ku membuat janji dengan mu karena aku ingin kau membantu ku menemukan orang itu!" kini Jb benar-benar menghentikan aktivitas nya dan beralih mengambil photo tersebut.
"Orang itu membuat ku kesal! Otak ku rasanya mau meledak, dan gendang telinga ku terasa panas saat eomma terus-terus an meminta ku untuk menemukan namja jalang itu!" seru Hoya dengan amarah yang menggebu-gebu. Ia mengambil guava avocado milik Jb dan memakan nya begitu saja. Hoya mengeryitkan alis nya heran mendapati Jb yang terlihat serius memandangi photo yang diberikan nya. Pasal nya, saat mereka masih bersama-sama di bangku SMA, Jb pasti akan memarahi nya jika dirinya mengambil sesuatu yang memang adalah milik nya. Sedikit pemberitahuan saja, tahun ini seharus nya Hoya dan Jb masih satu angkatan, berada di tingkat akhir sekolah menengah atas. Namun karena Hoya memiliki kelebihan lebih yang patut di acungi jempol, ia melangkah dua langkah lebih dulu melewati Jb. Ia bisa loncat kelas dan mendahului Jb untuk masuk ke sebuah universitas. Dan hari ini, mereka kembali dipertemukan dalam kondisi dan status yang berbeda.
"Kau terlihat serius sekali!" sindir Hoya yang merasa jengah diacuhkan oleh Jb. Sedangkan yang disindir kini mendelik kesal ke arah Hoya kemudian menyimpan photo yang tadi diberikan oleh Hoya ke tempat nya semula, ke atas meja.
"Ada urusan apa kau dengan namja itu? Eomma mu bermasalah dengan namja itu?" tanya Jb.
"Aniya, justru namja jalang itulah yang bermasalah dengan ku! Dia... hyung tiri ku." jawab Hoya disertai seringai nya. Awalnya, Jb menatap Hoya tak percaya. Namun detik berikut nya Jb menatap Hoya seperti biasa.
"Sebenarnya, aku sangat malas membantu mu karena sikap mu itu!" ujar Jb jujur. "Tapi..." Jb menggantungkan kalimat nya, Hoya menatap Jb intens. Menunggu dengan sabar apa yang akan diakatakan Jb selanjut nya.
"Jika untuk mencari namja ini, sepertinya aku bisa! Meskipun aku tak tau namja itu sekarang berada dimana, namun aku yakin bahwa aku dapat menemukan nya dalam kurun waktu yang bisa dibilang singkat."
"Seyakin itukah dirimu?" ejek Hoya ragu. Jb menyeringai sebagai jawaban seraya berdiri dari duduk nya.
"Aku yakin, amat sangat yakin! Tapi..."
"Apa yang ku dapat jika aku membantu mu?" diambil nya photo itu dan menatap sosok dalam photo itu dengan tatapan tajam.
"Apapun yang kau mau, akan ku berikan..." jawab Hoya santai. Jb mendecih pelan lalu pergi meninggalkan Hoya yang masih setia duduk di sofa dengan mangkuk ice yang kini kosong tak terisikan oleh apapun.
Jb melangkah keluar dari cafe tersebut. Ekor matanya tak sengaja melihat seorang namja yang terlihat sangat gelisah. Jb mendecih pelan, ternyata banyak sekali orang yang sedang mendapat masalah. Begitulah pikir Jb.
Lain hal nya dengan namja yang terlihat gelisah itu. Ponsel nya terus ia tempat kan di dekat telinga nya, menunggu seseorang untuk mengangkat panggilan nya.
"Aisshh... kemana si kuda itu?" In Guk menatap ponsel nya kesal. Ia sudah lelah terus-terus an melakukan panggilan yang tak mendapat jawaban dari seseorang yang dihubungi nya. Kaki nya melangkah masuk ke dalam sebuah cafe yang tadi sempat di datangi Jb. Matanya melirik ke sana ke mari, mencari sofa kosong untuk ia tempati. Setelah menemukan sofa yang kosong, In Guk pun melangkah kan kakinya kembali menuju sofa sasaran nya.
BRUKK
"Ah, mianhae aku sedang terburu-buru!" namja yang bertubrukan dengan In Guk barusan kabur begitu saja. In Guk menaikan sebelah alis nya merasa familiar dengan namja yang baru saja bertabrakan dengan nya.
'Hoya?' batin nya menerka-nerka. In Guk menghela nafas nya lelah dan berniat untuk kembali berjalan menuju sofa incaran nya. Namun gerakan nya terhenti saat kakinya tak sengaja meninjak sebuah kertas menyerupai photo. Diambil nya kertas itu dan dugaan nya 100% benar. Kertas yang diinjak nya itu adalah sebuah photo. Photo seorang namja yang sangat ia hafal karena sosok dalam photo tersebut merupakan sahabat nya, sekaligus namja yang dicintai nya secara diam-diam. In Guk membalikan photo tersebut dan mendapati sebuah tulisan yang membuat hatinya terasa panas.
'Lee Hyukjae... namja jalang!'
.
.
.
TBC
.
.
.
mianhae untuk sekarang-sekarang Naka ngga bisa bales review-an kalian..
tapi tetep loh review nya selalu Naka baca ^_^
Naka akan balas review readers nya nanti di chapter 13 kalo bisa :)
tapi tetep yah~ usahakan review ff Naka di setiap chapternya loh~~~ ;)
