Story About Hyukjae's Love And Life
Romance, Family, Hurt/Comfort [M]
Lee Donghae, Lee Hyukjae, Seo In Guk, Lee Ho-Won(Hoya Infinite), Lee Sungmin, Choi Siwon, Cho Kyuhyun. (dan akan berubah/bertambah seiring berjaln nya cerita)
DISCLAIMER : Semua pemain yang ada dalam fanfic ini hanya Milik Tuhan dan kedua orang tuanya. Disini, saya hanya meminjam nama serta bayangan sosok mereka untuk kebutuhan fanfic.
WARNING : AU, YAOI, TYPOS(s), Bishouneun, Conventional Couple, Fluffy Angst, Klise, OOC(Out Of Character), WIP(Work In Progress), little Whumpage(maybe), NO EDITING, dll
.
.
.
Happy Reading
.
Chap 7
.
Author POV
.
Hari ini adalah hari yang sangat cerah, secerah suasana hati namja pervert yang masih enggan untuk melepaskan pelukan nya terhadap tubuh naked seorang namja manis yang masih terlelap dalam tidur nya. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam berlalu dengan sangat cepat. Cahaya matahari semakin terang saja, semua itu tak membuat Donghae mau melepaskan junior besar nya dari dalam hole sempit Eunhyuk. Ia merasa nyaman dan tak ingin mengeluarkan junior nya dari dalam hole sempit Eunhyuk. Bagi Donghae, suasana pagi ini adalah suasana pagi terindah yang selama ini ia tunggu-tunggu. Seulas senyum terkembang dibibir nya tatkala jemari nya menyentuh kulit lembut seputih susu milik Eunhyuk. Ia menggunakan jari telunjuk dan jari tengah nya untuk menelusuri lekuk wajah Eunhyuk. Ibu jari nya kini ia gunakan untuk menyentuh bibir cherry kissable yang sudah menjadi candu bagi nya sejak beberapa hari yang lalu. Dengan penuh keberanian, Donghae mendekatkan wajah nya pada wajah Eunhyuk. Memperhatikan nya dengan lekat sebelum akhirnya Donghae memutuskan untuk kembali merasakan manis dan lembut nya bibir cherry kissable milik Eunhyuk. Awal nya Donghae hanya mengecup nya saja, namun karena bibir Eunhyuk yang memang diciptakan memiliki bentuk dan rasa yang menggoda, Donghae pun kini memberikan sedikit lumatan-lumatan pada bibir atas Eunhyuk.
"Ammphh..." lenguhan tanpa sadar Eunhyuk sukses membuat Donghae menghentikan lumatan nya. Ia tak boleh melakukan nya jika Eunhyuk sedang dalam keadaan tak sadar. Ia harus membangkun kan namja manis yang berstatus sebagai 'mainan' nya terlebih dahulu. Sebuah ide nakal terlintas di otak Donghae begitu saja. Ia tau cara nikmat yang tepat untuk membangun kan Eunhyuk. Seringaingan terlukis begitu saja saat Donghae sedikit mengangkat tubuh nya dan sedikit menyibak kan selimut yang selama semalaman menjadi kain penutup tubuh nya dan tubuh Eunhyuk. Namun entah menagapa, saat ia berniat menyentak kan junior nya untuk membangunkan Eunhyuk, ekor mata nya langsung menemukan darah kering pada sudut bibir Eunhyuk. Tak hanya itu, Donghae juga menemukan beberapa kissmark yang warna nya berbeda dengan warna kissmark yang lain nya, yakni berwarna merah seperti darah. Melihat itu, Donghae menyibakan selimut tebal nya kasar dan langsung mendapati beberapa bercak darah pada seprai dan juga selimut yang kebetulan berwarna putih. Rasa bersalah timbul begitu saja dalam hati Donghae. Ia jadi tak tega untuk membangun kan Eunhyuk dengan cara nista yang terlintas di otak nya tadi.
Perlahan, Donghae melepaskan junior nya dari dalam hole Eunhyuk dengan sangat pelan dan terkesan hati-hati. Ia tak ingin membuat Eunhyuk terbangun dan merasa sakit pada hole nya.
"A-aigo!" Donghae menatap junior nya tak percaya. Rupanya, bukan hanya cairan sperma saja yang mengotori junior nya, namun cairan merah kental pun ikut mengotori junior milik Donghae.
"Apa aku benar-benar kasar padanya?" tanya Donghae entah pada siapa. Ia melirik wajah Eunhyuk yang masih tertidur dengan tatapan yang sarat akan penyesalan.
"Mianhae..." lirih Donghae seraya mengusap pipi tirus Eunhyuk. "Aku hilang kendali..." dikecup nya bibir cherry kissable itu dengan lembut, amat sangat lembut. Setelah puas mengecup bibir Eunhyuk, Donghae bangkit dari atas tubuh Eunhyuk dan turun dari ranjang secara perlahan. Kaki nya ia langkah kan menuju kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuh nya dari rasa lengket dan bau khas orang habis bercinta.
15 menit berlalu dengan sangat cepat, Donghae keluar dari kamar mandi dengan keadaan tubuh yang bersih dan segar. Tak ada lagi kotoran yang menempel pada tubuh nya, aroma tubuh nya pun kini menjadi wangi. Tak lagi bebrbau sperma. Donghae membuka lemari pakaian nya, memilah dan memilih pakaian yang akan ia kenakan hari ini. Sebuah T-shirt biru dengan celana jeans Donghae pilih untuk hari ini. Ia memperhatikan duplikan dirinya dalam cermin, kemudian diambil nya sebuah jelly rambut. Diambilnya sedikit jelly itu dan mengolehkan nya pada ujung ranmbut depan nya guna menambah kesan tampan pada wajah nya yang sudah sangat tampan. Ekor mata nya melirik tubuh Eunhyuk yang masih tertidur dan tak memberikan tanda-tanda bahwa ia akan terbangun. Donghae mengalihkan pandangan nya ke arah tas punggung Eunhyuk yang berada di atas sofa. Dihampiri nya tas itu, kemudian ia buka resleting nya dan mengambil benda yang telah membuat nya menjadi seperti ini, yakni diary Eunhyuk. Meskipun Donghae sudah mengetahui isi diary itu, namun ia masih ingin melihat-lihat dan membaca isi nya kembali. Siapa tau saja ada hal yang terlewatkan oleh nya.
Lembar demi lembar ia buka, kata demi kata yang tersusun menjadi sebuah kalimat hingga akhirnya menjadi sebuah paragraf Donghae baca dengan seksama. Hingga akhirnya gerakan nya terhenti pada sebuah halaman ber-tanggal kan '04-03-2013'
Dear Diary
Hhh~ hari ini aku senang! Amat sangat senang..
Kau tau kenapa diary? Tak tau? Baiklah, akan kuberi tau..
Mmp, hari ini Gukkie mentraktir ku pancake dan strawberry caramel ice cream!
Kau pasti tau kan apa yang membuat ku senang, diary? Bukan! Bukan karena Gukkie mentraktir ku, tapi... karena makanan nya... itu adalah makanan ringan kesukaan ku.
Pancake dan strawberry caramel ice cream. Eomma selalu membelikan ku keuda makanan itu ketika kami jalan-jalan dulu. Ya, dulu... sekarang sudah tak lagi.
Tapi tak apa, aku tetap senang. Aku benar-benar berterimakasih pada Gukkie. Berkat dia, rasa rindu ku pada eomma bisa sedikit diobati oleh kedua makanan itu :)
Aku berharap, semoga akan ada seseorang lagi yang memberikan ku kedua makanan itu. Entah dia yeoja ataupun namja, yang terpenting... dia haruslah orang special! Dia harus memberikan kedua makanan itu dengan kedua tangan nya sendiri, dan... harus memasukan cinta dalam kedua makanan itu...
"Memasukan cinta?" Donghae menaikan alis nya, namun detik berikut nya seulas senyuman bahagia langsung terkembang pada bibir nya. "Akan ku lakukan, Hyukkie-ah..."
.
Other Side
.
Sungmin menangis dalam diam. Ia menatap miris keadaan di sekeliling nya, terlebih lagi saat menatap tubuh nya sendiri. Tubuh yang selama ini ia jaga untuk seorang yeoja yang akan dinikahi nya malah hancur sia-sia. Tubuh nya kini berubah menjadi kotor dan menjijikan. Dan semua itu di karenakan oleh namja gay kurang ajar yang mem-prioritaskan uang dan status social dalam kehidupan nya untuk membuat orang ber-ekonomi rendah seperti dirinya bisa tunduk dalam permainan nista nya.
CEKLEK
Sungmin mengallihkan pandangan nya ke arah pintu yang baru saja dibuka oleh seorang namja yang telah mengotori tubuh nya. Sungmin menatap namja itu berang, penuh dengan kebencian dalam sorot matanya. Namja itu tersenyum ditatap seperti itu oleh Sungmin. Senyum yang penuh dengan ejekan, seolah senang atas apa yang telah ia lakukan terhadap Sungmin yang menatap nya berang.
"Tak ada yang perlu ditangisi, semua nya telah terjadi." Namja itu berkata dengan santai, ia berjalan ke arah lemari pakaian dengan handuk yang melingkar di perut nya sambil menggosok-gosok kan sebuah handuk kecil pada rambut nya yang basah. Namja itu membuka lemari pakaian nya lebar-lebar, bermaksud menunjukan beberapa koleksi pakaian nya yang terkesan mahal dan berkualitas. Merasa tak mendapat respon apapun dari namja yang telah di tiduri nya semalam, namja itu melirik sekilas ke arah Sungmin yang sedang menunduk kan kepalanya. Hanya melirik, tak berniat untuk membuka pembicaraan. Ia memilih untuk menunggu 'mainan' nya itu untuk berbicara terlebih dahulu. Namja itu kembali pada aktivitas nya yang kini mulai memilah dan memilih baju terbaik yang dimilikinya.
"Kyuhyun-sshi..." merasa nama nya dipanggil, Kyuhyun menghentikan aktivitas nya sebentar kemudian kembali pada aktivitas nya tanpa menjawab panggilan dari Sungmin. Merasa diacuhkan, Sungmin mendongkak kan kepala nya dan mendapati Kyuhyun yang sedang asik dalam memilah-milih pakaian nya.
"Kyuhyun-sshi!" seru Sungmin kesal. Kyuhyun membalikan badan nya dan menatap Sungmin dengan sebelah alis yang terangkat. Sekarang, giliran Sungmin yang terdiam. Ia tak membalas respon yang diberikan oleh Kyuhyun dan kembali menundukan kepala nya.
"Waeyo?" tanya Kyuhyun pada akhirnya karena merasa jengah dengan Sungmin yang hanya diam menunduk kan kepalanya.
"B-begini Kyuhyun-sshi a—"
"Jangan panggil aku dengan embel-embel 'sshi'. Kau ini 'mainan' ku, aku bahkan sudah memainkan 'mainan' ku tadi malam. Dan beberapa detik yang lalu kau dengan berani nya memanggil namaku dengan embel-embel 'sshi'? Seperti orang yang masih terasa asing saja." Potong Kyuhyun.
"Kyuhyun-ah, aku ingin be—"
"Kau ini tak sopan sekali! Angkat wajah mu! Tatap lawan bicara mu!" potong Kyuhyun untuk yang kedua kalinya. Sungmin menurut, ia mengangkat wajah nya sesuai apa yang diperintah kan oleh Kyuhyun. Seulas senyum kemenangan terlukis begitu saja di bibir Kyuhyun saat melihat tatapan Sungmin terhadap dirinya yang kini menatap wajah tampan nya sendu, bukan menatap nya berang seperti tadi.
"Aku ingin bertanya padamu, Kyuhyun-ah..." Kyuhyun tersenyum mendengar nya seraya melipatkan kedua tangan nya di depan dada.
"Apa kau akan menepati janji mu?" Sungmin bertanya dengan suara pelan, berterima kasih lah pada keadaan di apartement Kyuhyun yang sunyi senyap, sehingga sang empunya apartement dapat mendengar nya.
"Janji? Janji yang mana?" tanya balik Kyuhyun. Masih dengan keadaan half naked, Kyuhyun ber-pose seolah-olah ia sedang mengingat sebuah janji yang diucapkan Sungmin tadi. Lain hal nya dengan Sungmin yang kini merasa kesal dan mengepalkan kedua tangan nya. Sungmin menarik nafas nya dalam lalu menghenpaskan nya secara perlahan. Ia harus bisa menahan dan mengendalikan emosi nya untuk menghadapi makhluk kurang aja ini.
"Kau berjanji, jika aku memberikan tubuh ku padamu, maka kau akan melunasi semua hutang keluarga Eunhyukkie..." mendengar itu, Kyuhyun berjalan ke arah Sungmin. Ia naik ke atas ranjang dan mendorong tubuh Sungmin hingga tertidur. Kyuhyun menindih tubuh Sungmin, kemudian ia mendekatkan wajah nya pada telinga Sungmin. Sungmin bergirik geli saat Kyuhyun menghembuskan nafas nya pada telinga nya.
"Selagi kau menjadi anak yang penurut..." Kyuhyun menggantungkan kalimat nya, ia menjilati daun telinga Sungmin terlebih dahulu, membuat Sungmin menggigit bibir nya kuat agar tak mengeluarkan desahan.
"...dan jangan membicarakan hal ini pada siapapun. Termasuk Eunhyuk! Arra?"
"Arraseo..." Kyuhyun menyeringai setan mendengar jawaban yang diberikan Sungmin. Ia mendekatkan wajah nya pada wajah Sungmin, kedua matanya kini menatap sepasang bola mata yang dimiliki Sungmin. Mata dingin yang seolah berkata 'sayangi aku'. Mata yang membuat Kyuhyun merasa bahwa dirinya jatuh di dalam bola mata tersebut. Detik berikut nya Kyuhyun benar-benar menghapus jarak di antara mereka dan mengecup lembut bibir Sungmin. Sedikit lumatan Kyuhyun berikan pada bibir plump itu, ia benar-benar menyukai rasa manis pada bibir lembut Sungmin. Lebih manis dari seluruh permen yang pernah ia rasakan saat ia masih kecil.
"Mmphh..." Sungmin mendorong dada Kyuhyun pelan. Ia merasa bahwa untuk ciuman kali ini sudah cukup. Entah malaikat apa yang sedang merasuki Kyuhyun, ia menuruti permintaan gerak tubuh Sungmin. Kyuhyun mengakhiri luamatan nya, menghasilkan sebuah benang saliva yang mengkilat dan indah karena terkena sinar matahari. Kyuhyun bangkit dari atas tubuh Sungmin dan turun dari ranjang, ia melangkah menuju lemari pakaian nya untuk melanjutkan aktivitas nya yang sempat tertunda. Lagi pula, ia juga harus segera ber-pakaian untuk pergi kuliah.
"Hari ini kau ada jam siang kan? Cepat mandi, pakai baju yang sudah kusediakan di kamar mandi. Dan makan lah..." ucap Kyuhyun sambil memakai pakaian nya. Sungmin melirik sekilas ke arah meja yang berada di dekat sofa. Disana sudah terdapat paket sarapan pagi yang terlihat, mmp.. enak dan mahal.
"Aku harus berangkat ke kampus sekarang." Sungmin mengalihkan pandangan nya ke arah Kyuhyun yang sedang bersiap-siap dengan tas punggung nya.
"Kau berangkat naik taxi saja." Ujar Kyuhyun dingin. Sungmin tersenyum kecut sebagai respon. Detik berikut nya, Kyuhyun benar-benar pergi tanpa mengucap kan apapun lagi.
.
HaeHyuk Side
.
Cahaya matahari yang terasa panas rupa nya mampu mengusik Eunhyuk dari tidur nyenyak nya. Mata sipit yang sedari tadi tertutup rapat kini menjadi terbuka secara perlahan.
"Isshh..." rasa sakit pada bagian bawah tubuh nya saat mencoba untuk bergerak membuat Eunhyuk mendesis kesakitan. Ia mencoba mengubah posisi nya menjadi setengah duduk di atas ranjang dengan bersandar pada sandaran kepala ranjang.
"Kau sudah bangun?" Eunhyuk menolehkan pandangan nya kearah namja yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk yang melingkar di pinggang nya.
"Untuk apa kau menanyakan sesuatu yang jelas-jelas kau dapat melihat dan mengetahui apa yang kau tanyakan? Bodoh!" Donghae tersenyum mendengarnya, ia berjalan ke arah lemari pakaian dan mengambil pakaian yang akan dikenakan nya hari ini. Eunhyuk memalingkan wajah nya ketika Donghae mulai melepaskan handuk dari pinggang nya. Terlihat kini Donghae sedang memakai celana dalam nya, disusul dengan celana jeans nya.
"Aku ingin berangkat ke kampus!" seru Eunhyuk tiba-tiba membuat Donghae menghentikan aktivitas nya dan berbalik menatap Eunhyuk.
"Lalu?" tanya Donghae dengan nada santai yang membuat Eunhyuk menatap Donghae tajam.
"Lalu katamu? Setelah kau merobek pakaian ku saat malam, kau bertanya 'lalu?' dengan santai nya? Jelas saja aku membutuhkan pakaian! Mana mungkin aku berangkat ke kampus tanpa mengenakan sehelai pakaian pun." Ujar Eunhyuk dengan nada sinis andalan nya.
"Arra... arra... tak usah sinis seperti itu kepada ku! Lagi pula, aku tak mau 'barang' kepunyaan ku dilihat banyak orang! Cukup aku saja yang melihat nya, dan juga..." Donghae menghentikan kalimat nya, ia berjalan mendekati Eunhyuk dengan keadaan half naked.
"Y-YA! Mau apa kau? Jangan macam-macam!" Eunhyuk menarik selimutnya sampai menutup bagian lehernya, ia berusaha memberikan tatapan ter-sinis yang ia bisa agar Donghae takut kepadanya dan tak berani melakukan hal yang macam-macam. Namun se-sinis apapun tatapan mata yang Eunhyuk berikan itu tak membuat Donghae takut akan dirinya. Donghae malah semakin senang jika Eunhyuk menatap nya sinis seperti itu, seperti ada daya tarik tersendiri di mata Donghae.
"...hanya aku yang boleh 'menikmati' barang yang sudah kubeli dengan uang ku sendiri!" Donghae sedikit menundukan badan nya, menatap wajah namja manis yang selalu bersikap sebagai namja kuat di mata orang lain.
"Eungghh..." lenguhan erotis di pagi menjelang siang ini keluar dari mulut Eunhyuk saat Donghae menjilat daun telinganya. Perlahan, Donghae mencengkram kedua lengan Eunhyuk dan memaksa tubuh namja manis itu untuk kembali terbaring di atas ranjang. Masih dengan menjilati daun telinga Eunhyuk, tangan nakal Donghae kini mulai turun membelai dada Eunhyuk dan menyentil kedua nipple kecil Eunhyuk dengan gemas.
"Isshh... jangan melakukan nya lagi!" seru Eunhyuk tak suka atas perlakuan Donghae. Namun, seruanya barusan malah membuat Donghae makin menurunkan tangan nya menjadi mengelus permukaan perut putih nya yang sudah ternodai dengan beberapa kissmark bekas kegiatan semalam.
"Y-YA! Jangan melakukan nya sekarang! Lubang ku masih sakit, bodoh!" teriak Eunhyuk saat Donghae mulai meraba selangkangan nya. Untuk kali ini, karena merasa iba akhirnya Donghae pun menghentikan aktivitasnya. Ia sedikit melumat bibir atas Eunhyuk sebelum akhirnya ia bangkit dari tubuh namja manis itu dan kembali pada kegiatan nya semula, memakai pakaian atas nya.
"Cepatlah mandi, kita akan berangkat ke kampus bersama."
"Bersama?" tanya Eunhyuk memastikan.
"Ne? Bersama! Apa ada yang salah dengan kata itu?" tanya Donghae seraya merapihkan beberapa buku untuk dimasuk kan kedalam tas nya.
"Aku ingin naik taxi saja! Tak usah repot-repot untuk berangkat bersama ku, dan tak usah mengatur hidup ku!" Donghae memutar bola matanya malas, sepertinya ia belum berhasil membuat Eunhyuk berubah. Apa karena ia tak terlalu kejam? Atau karena ini masih permulaan? Entahlah...
"YA! Kau ini milik ku! Semua yang ada padamu itu milik ku, jadi aku bebas melakukan apa saja terhadap mu, aku juga bebas mengatur hidup mu sesuka hati ku! Kau pikir uang yang akan kau terima itu sedikit, eoh? Jangan bertingkah yang macam-macam terhadap ku!" Donghae berjalan ke arah sofa yang bersebrangan dengan ranjang yang sedang ditiduri Eunhyuk.
"Cepatlah mandi! Aku akan menunggumu!" Eunhyuk kalah, jika Donghae sudah menyangkut pautkan pembicaraan mereka dengan 'uang', maka Eunhyuk hanya bisa mengalah dan menuruti apa yang dikatakan oleh Donghae karena semua itu memang benar. Uang yang akan diterima nya bukan lah uang yang sedikit, melainkan uang yang amat sangat banyak.
"Tak usah ditutup! Aku sudah melihat setiap inches tubuh mu." Ujar Donghae saat melihat Eunhyuk berniat untuk menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut. Eunhyuk hanya bisa mendengus sebal mendengarnya. Dengan perasaan sedikit malu, Eunhyuk bangkit dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi dengan tubuh naked, melewati Donghae yang hanya bisa terkagum-kagum atas tubuh yang dimiliki oleh Eunhyuk.
Naneun jichyeoga na honjaseoman kkumeul kkugo innabwa
Sege heundeureo nareul kkaewojugenni kkaewojugenni i'm trapped i'm trapped
Nan nareul irheoga neo eobsin naui ireum jocha gieogi an na
Ijen ne aneseo nareul nohajugenni—klik
"Yeoboseyo? Nuguya?" Donghae mengangkat panggilan yang masuk kedalam ponsel nya dengan sebuah nomor yang tak ia kenal.
"..."
"Rupanya kau! Kupikir siapa." Donghae meraih cangkir berisikan teh didepan nya lalu meminum nya. "Informasi apa yang kau bawa sampai-sampai kau menelpon ku?"
"..."
"Ibu tiri? Namdongsaeng tiri?"
"..."
"Choi Siwon? Lee Sungmin? Seo In Guk? Teman dekat Hyukjae?"
"..."
"Hanya itu? Arra, jangan telepon aku jika tak ada informasi yang baru. Gomawo ne!pipp—" Donghae memutuskan sambungan nya secara sepihak.
CEKLEK!
Buru-buru Donghae menyimpan ponsel nya dan bersikap seperti biasa. Eunhyuk berjalan menuju lemari pakaian Donghae.
"Yang mana yang harus kupakai?" Donghae bangkit dari duduknya seraya berjalan menghampiri Eunhyuk. Ia berdiri tepat dibelakang tubuh Eunhyuk yang hanya ditutupi oleh handuk kecil pada bagian bawah tubuh nya.
"Eungghh... Apa yang kau lakukan?" tanya Eunhyuk tak suka saat Donghae memeluk pinggang nya dari belakang dan mulai melumat pundak nya yang masih terdapat kissmark bekas kegiatan semalam. Donghae terus melumat pundak serta leher Eunhyuk, menggigit leher itu membuat noda kissmark semalam menjadi berwarna pekat. Tanpa Eunhyuk sadari, rupanya Donghae sedang mengalihkan perhatian nya. Dongahae mengeluarkan sebuah suntikan berisi cairan bening dan—
"Akh!" Donghae menusuk kan nya pada pinggang ramping Eunhyuk. Perlahan, pandangan Eunhyuk mulai memburam, tubuh nya menjadi lemas hingga akhirnya pandangan nya menjadi gelap dan ia ambruk dalam dekapan Donghae.
.
.
"Hyukkie-ah!" terlihat Donghae menepuk-nepuk pipi Eunhyuk pelan di dalam mobil. Eunhyuk masih tak sadar kan diri semenjak kejadian di kamar Donghae tadi. Entah apa sebenarnya yang Donghae lakukan, yang jelas itu bukanlah hal yang baik bagi Eunhyuk. Mereka berdua sudah ada di area parkir kampus sejak 15 menit yang lalu.
"YA! Hyukkie-ah! Ireona!" kali ini Donghae menepuk pipi Eunhyuk dengan keras karena sebal atas Eunhyuk yang tak kunjung membuka matanya. Namun tetap, Eunhyuk masih belum membuka matanya. Eunhyuk hanya memberikan respon berupa geliatan tak nyaman. Sebuah ide nakal melintas di otak Donghae begitu saja. Ia sedikit menggeserkan tubuh nya agar lebih dekat dengan Eunhyuk. Diremasnya junior Eunhyuk dengan pelan seraya melumat bibir Eunhyuk dengan sedikit kasar agar namja manis itu segera membuka matanya.
"Nnggrrhh..." Eunhyuk menggeliat tak nyaman. Masih dengan mata yang terpejam, tangan nya tiba-tiba saja mengalung pada leher Donghae. Donghae menyeringai di sela-sela lumatan nya. Ia sedikit menaikan intesitas remasan nya pada junior Eunhyuk. Lumatan nya kini beralih pada leher jenjang Eunhyuk. Digigit nya leher itu, dan menegmutnya sampai membuat kissmark yang sebelumnya sudah ada berubah warna menjadi lebih pekat.
"Ngghhh~" Eunhyuk kembali melenguh nikmat tanpa sadar, Donghae kini mengemut leher bagian bawah jakun kecil nya. Perlahan, mata yang sedari tadi tertutup rapat kini mejadi terbuka sempurna. Eunhyuk membelalakan matanya kaget saat melihat Donghae yang sedang mencumbui leher dan junior nya.
"Ahhh... b-berhenti!" perintah Eunhyuk cepat. Donghae menurut, ia menghentikan aktivitas nya dan kembali duduk dengan santai nya.
"Dasar mesum! Tak bisakah kau untuk tak melakukan hal 'itu'? aishh..." Eunhyuk mencoba untuk mengatur nafas nya yang terasa memburu. Donghae tiba-tiba saja pindah ke bangku belakang, Eunhyuk hanya mengikuti pergerakan Donghae dengan ekor matanya saja. Seketika itu pula, Eunhyuk membelalakan matanya lebar saat Donghae membuka celana nya tiba-tiba dan menampakan junior miliknya yang sudah mengacung tegak.
"Manjakan dia!" perintah Donghae.
"M-mwo?"
"Nikmati dia layaknya kau menikmati lollipop saat kau masih kecil!"
"Aku tak pernah makan lollipop!"
"Terserah, nikmati junior ku dan puas kan aku sekarang juga!" perintah Donghae tak sabaran.
"Mana uang yang kau janjikan?"
"Uang itu untuk membayar hutang kan? Biar aku saja yang mengurusnya, kau hanya perlu diam, melayani ku dengan tubuh mu dan menuruti setiap permintaan dan perintah yang ku katakan!"
"Hhh~ terserah!" Eunhyuk memutar bola matanya malas seraya mengikuti Donghae pindah ke bangku belakang.
"Ngh..." lenguh Donghae saat Eunhyuk mulai meremas dan mengocok juniornya. Eunhyuk mengubah posisi nya menjadi menungging didepan Donghae. Kepalanya menghadap junior Donghae, Eunhyuk mengecup junior Donghae yang telah menegang.
"Cepat masukan Lee Hyukjae!" seru Donghae tak sabaran seraya meremas rambut Donghae dan menarik paksa kepala Eunhyuk untuk segera memasukan junior nya ke dalam mulut Eunhyuk.
"Mmpphh.." dengan mengesampingkan harga dirinya, Eunhyuk memasukkan junior Donghae yang berukuran besar ke dalam mulutnya. Karena rongga mulut Eunhyuk yang kecil, ia tak dapat memasuk kan semua bagian dari junior Donghae. Eunhyuk pun ber-inisiatif untuk menggantikannya dengan remasan tangannya.
"enghh~ akh...jangan digigit Hyukkie~" ujar Donghae saat Eunhyuk menggigit kepala junior nya dengan agak keras. Eunhyuk tersenyum meremehkan disela-sela aktivitas mengulum kejantanan Donghae. Ia hisap kuat-kuat bagai lollipop, sebenarnya Eunhyuk berbohong saat mengatakan bahwa ia tak pernah memakan lollipop, dan Donghae tau akan hal itu. Eunhyuk terus menghisap junior Donghae dan meremas batang nya kuat, merangsang cairan di dalamnya agar segera keluar. Tangan nakal Donghae membuka celana jeans yang dikenakan Eunhyuk. Ia membuka belahan pantat Eunhyuk.
"Nggghh..." perlahan Donghae memasukkan satu jari ke dalam hole Eunhyuk.
"Annggrrhhh!" Eunhyuk mengerang dan tanpa sengaja mengeluarkan junior Donghae dari dalam mulutnya. Kedua tangannya pun refleks meremas junior Donghae semakin keras. Donghae melenguh, jarinya berusaha masuk lebih dalam untuk menjangkau sweet spot Eunhyuk.
"Ahhh!" sebuah desahan lolos dari bibir Eunhyuk. Rasa sakit dan nikmat menyatu kembali ia rasakan saat Donghae menyentuh sweet spot-nya.
'Ketemu!' batin Donghae senang. Ia menambahkan dua jarinya sekaligus ke dalam hole Eunhyuk.
"Eunnggrrhh~ Hae~" Eunhyuk mengerang keras. Donghae menusuk berkali-kali sweet spot-nya tanpa jeda. Membuatnya tak dapat menutup mulutnya barang sedetik karena tak bisa berhenti mendesah.
"Ahh...ahh...ugh...ahh...uhh~" Donghae mengocok junior Eunhyuk yang terabaikan dan memompanya sesuai ritme tusukannya.
'Sadar Lee Hyukjae! Ini salah! Benar-benar salah!' Eunhyuk terus saja merapalkan kalimat itu dalam hatinya setiap kali tubuh nya merasakan sensasi aneh yang terkesan nikmat.
"Arrggh! Wae?" tanya Eunhyuk sinis saat Donghae menghentikan aktivitas nya dan menarik kedua jarinya secara tiba-tiba. Dongahe tak menjawab, melainkan menarik tubuh Eunhyuk untuk duduk membelakangi nya, pantat Eunhyuk kini tepat di atas junior nya. Donghae menghirup dalam-dalam wangi tubuh Eunhyuk. Hidungnya bergerak menggelitik leher Eunhyuk yang telah penuh dengan kissmark. Tanpa Eunhyuk sadari, Donghae menuntun juniornya untuk memasuki hole sempit nya.
"Arrgghh! Sshhh…" Eunhyuk mendesis dan menutup rapat matanya. Rasa perih melingkupi lubangnya saat Donghae mencoba memasukkan junior nya yang berukuran berkali lipat lebih besar dari juniornya. Donghae meremas rambut Eunhyuk dan membalikan kepalanya secara paksa. Donghae melumat bibir Eunhyuk untuk meredam rasa sakitnya. Sebelah tangannya memilin nipple Eunhyuk yang masih terbungkus dengan kain untuk mengalihkan perhatian. Setelah kepala kejantanannya masuk, Donghae segera memasukkan seluruh junior nya kedalam lubang Eunhyuk dalam sekali hentakan.
"ANGGHH!" Airmata Eunhyuk tumpah. Ia ingin berteriak namun Donhgae masih tetap melumat bibirnya. Menggoda langit-langit rongga mulutnya dengan lidahnya yang panjang.
"Hmmpphh…hnngghh..." Eunhyuk mendesah dalam lumatannya setelah junior Donghae benar-benar tertanam sepenuhnya di lubang nya. Setidaknya, itu membuat rasa sakitnya sedikit hilang. Ia tak boleh terlihat lemah di hadapan Donghae. Apalagi terlihat lemah saat melakukan hubungan sex. Donghae membiarkan tubuh Eunhyuk untuk beradaptasi dengan kejantanan nya terlebih dahulu.
"Ummhhh... appoyo~" Eunhyuk meremas kemeja yang dikenakan nya erat-erat saat merasakan daging keras yang menyatu dalam tubuhnya mulai bergerak. Bergesekan dengan dinding-dinding rectumnya yang sempit dan sensitive. Donghae mengecupi leher Eunhyuk dan menggigitnya sedikit keras. Donghae sedikit mengangkat tubuh Eunhyuk dan mengubah posisi namja manis itu menjadi menungging, Donghae memilih doggy style untuk hubungan sex nya kali ini
"Mmpphh…arrrggghh.." Eunhyuk merasa bahwa lehernya terasa panas namun kembali terasa dingin saat lidah Donghae menjilati bekas gigitan nya. Donghae tersenyum simpul, ia mengeluarkan kejantanannya dan menyisakan kepalanya saja lalu menghujam lubang sempit Eunhyuk dalam sekali hentakan.
"Arrrggghhh!" Eunhyuk berteriak. Hujaman Donghae yang begitu telak berhasil membuatnya klimaks tanpa persiapan untuk yang pertama kalinya.
"Klimaks eoh? Sensitive sekali!" cibir Donghae dan kembali menghujam hole Eunhyuk dengan keras dan bertubi-tubi.
"Arrgghhh… ah-ah-ah… ummhh… ah-ah-ah.. uh-uh-ooohh~" Eunhyuk mengepalkan kedua tangan nya, ia menundukan wajah nya dan tak berani untuk menengadah. Donghae meremas kejantanan Eunhyuk yang sempat terabaikan, mengurut nya dengan keras dan mengocoknya.
"Ahh.. uuhh… Hae-ahhh… a-aku jadi… ummmhh… mau keluar lagiii… ahh.. uhh…"
Donghae lagi-lagi tersenyum meremehkan. "Keluarkan saja..." Donghae menaikkan tempo permainan nya. Hole Eunhyuk semakin mengetat, memijat dan meremas junior Donghae dengan dinding hole nya.
"Uhh… ahh… ughh...Lee Donghae!"
"Hyukkie-ahhh~" Eunhyuk mencapai klimaksnya. Begitu pun dengan Donghae, ia juga mencapai klimaks nya. Ia menusuk kan junior nya lebih dalam agar sperma nya sepenuh nya masuk ke dalam hole Eunhyuk dan menyentuh prostatnya. Detik berikut nya, Donghae mendorong tubuh Eunhyuk dan mencabut junior nya cepat.
"Isshhh! Dasar tak berperasaan!" Eunhyuk mendelik kesal ke arah Dongahe yang malah bertingkah biasa saja seolah tak melakukan kesalahan. Diamblinya sebuah sapu tangan dari dalam tas Donghae untuk membersihkan sperma dari junior nya dan celana nya yang terkena sperma nya dan juga sperma Eunhyuk. Eunhyuk pun demikian, ia mengambil beberapa tissue yang tersedia di dalam mobil Dongahe. Donghae dan Eunhyuk kini sama-sama memakai celana mereka. Setelah nya, Eunhyuk membuka pintu mobil Donghae dan keluar dari dalam nya. Ia sedikit membanting pintu mobil Donghae dan berjalan dengan langkah terpincang, meninggalkan Donghae yang kini tengah menyeringai mesum menatap lapar akan tubuh nya.
"Hhh~ kenapa rasanya sungguh memabuk kan?!"
.
.
'Ada apa dengan ku? Kenapa aku sedikit menikmatinya? Kenapa aku menyukai sentuhan nya? Arrrghhh!'
'Namja mesum! Namja aneh! Gila! Kurang ajar! Bajingan! Mengendalikan ku dengan seenak jidat nya! Dia pikir aku ini boneka?'
"Hhh~" Eunhyuk menghela nafas lelah.
'Tapi jika dipikir-pikir aku ini memang boneka milik nya, dia bahkan sudah menjamah seluruh tubuh ku!'
"Aisshhh..." Eunhyuk mengacak-ngacak rambut nya frustasi karena merasa berat hati untuk menerima kenyataan bahwa dirinya memanglah 'boneka' milik Donghae, lebih tepat nya 'boneka sex' milik Donghae. Perilaku Eunhyuk tersebut dan cara berjalan Eunhyuk yang terpincang-pincang menimbulkan tatapan aneh dan bingung dari orang-orang yang berdiri di koridor kampus.
'Tunggu! Kenapa aku bisa berada di kampus? Bukankah tadi...' ingatan nya kembali pada saat selesai mandi di apartement Donghae. Ia berjalan menuju lemari pakaian Donghae dan menanyakan pakaian yang mana yang harus dikenakan nya dan...
"Aiisshh.. jinja! Namja mesum itu benar-benar keterlaluan!"
"Hyukkie hyung!" Eunhyuk menghentikan langkah nya begitu saja. Ia menolehkan kepalanya ke belakang dengan ekspresi yang amat mengerikan. Aura yang dikeluarkan nya benar-benar berwarna hitam pekat, membuat orang yang memanggil nya barusan bergidik ngeri melihat ekspresi sahabat sekaligus orang yang dicintai nya ber-ekspresi seperti itu. Namja itu berjalan mendekati Eunhyuk dengan senyum kikuk yang membuat Eunhyuk menatap nya aneh.
"YA! Hyung! Jangan menatap ku seperti itu! Wajah mu benar-benar menakutkan!" seru namja itu seraya memukul lengan Eunhyuk pelan.
"Ah ne, mianhae Gukkie-ah..."
"Kau mau kemana hyung?" tanya Gukkie heran. Eunhyuk menaikan sebelah alisnya sebagai respon. "Mau kemana katamu? Kemana lagi jika bukan ke kelas?!"
"Ke kelas? Ahahahaa~ ya hyung! Kau ini kenapa, eoh?" In Guk tertawa renyah mendengarnya seraya menempelkan punggung tangan nya pada dahi Eunhyuk, bermaksud mengukur suhu tubuh hyung yang dicintai nya tersebut apakah ada yang salah atau tidak, dan itu Eunhyuk menatap In Guk heran.
"Aisshh.. kau ini apa-apaan? Kenapa tertawa? Apanya yang lucu?" tanya Eunhyuk bertubi-tubi. Bukan nya menjawab, In Guk malah menarik pergelangan tangan Eunhyuk dan berlari menelusuri koridor yang berlawanan arah dengan koridor yang tadi dituju Eunhyuk.
"YA! Aku harus ke kelas!"
"Mau apa kau ke kelas hyung? Belajar sendirian? Kelasmu dan Siwon hyung sudah berakhir 1 jam yang lalu!"
"M-MWO?" mata sipitnya membelalak tak percaya. Berarti, hari ini ia tak mengikuti jam pelajaran. Dan semua itu gara-gara namja mesum yang membuatnya merasa menjadi namja yang benar-benar malang di dunia.
BRUKK!
"Mianhae ne~" In Guk menabrak seorang namja dan malah terus berlari bersama Eunhyuk dengan hanya meminta maaf tanpa membantu nya berdiri seperti semula. Mungkin, untuk sebagian orang yang di tabrak seperti itu akan langsung marah dan merutuki orang yang telah membuatnya jatuh ke lantai kampus dengan bokong yang mendarat terlebih dahulu. Namun namja yang di tabrak In Guk ini berbeda, ia tak marah. Tak juga merutuki In Guk dengan kata-kata kasar. Namja itu malah membelalakan matanya tak percaya.
"H-Hyukjae? Lee Hyukjae? Namja jalang?" namja itu mengucek-ngucek matanya cepat dan kembali memandang namja yang ditarik oleh In Guk.
"Aisshh... jinja! Namja jalang itu!" seru namja yang ditabrak In Guk. Buru-buru namja itu bangkit dari jatuh nya dan hendak berlari mengejar In Guk dan namja yang dipanggil nya 'jalang' itu. Namun sebelum ia hendak berlari, seseorang sudah terlebih dahulu menahan pergelangan tangan nya.
"YA! Lee Hoya! Kau mau kemana eoh?"
"K-Kyuhyun sunbae?" Hoya menatap Kyuhyun dengan tatapan tak percaya. Pasalnya, semenjak ia masuk ke universitas ini, ia tak bisa lepas dari pengawasan seseorang yang amat sangat tak ingin dijumpai nya.
"Urusan kita belum selesai!"
.
.
.
In Guk dan Eunhyuk berlari memasuki kantin. Mereka berdua berlari kecil menghampiri dua sahabat mereka yang sudah menunggu kedatangan mereka sedari tadi.
"Aisshh... bokong ku perih!" seru Eunhyuk tak sadar, In Guk yang mendengar nya langsung menatap bokong Eunhyuk. Pikiran-pikiran kotor mulai menyergap otak In Guk, namun dengan cepat dihilangkan nya pikiran kotor itu dan memilih duduk di kursi kosong depan Siwon.
"Kau darimana saja hyung? Hari ini kau tak mengikuti jam pelajaran!" tanya dan seru Siwon saat In Guk dan Eunhyuk ikut bergabung di meja nya dan Sungmin. Eunhyuk tak langsung menjawab, ia malah merebut kaleng soft drink yang hendak diminum Sungmin dan langsung meminumnya.
"Haa~hh... leganya!" seru Eunhyuk senang, membuat Siwon menatap Eunhyuk sebal karena pertanyaan nya tak dijawab sama sekali. Siwon kembali membuka mulutnya, hendak melontarkan pertanyaan yang tadi belum sempat di jawab Eunhyuk, namun seruan Eunhyuk membuat ia kembali menutup mulut nya rapat.
"Aisshhh... jinja! YA! Kenapa harus berlari, eoh? Jalan ke kantin juga bisa kan? Tak usah berlari seperti tadi! Bokong ku masih sakit dan perih!" teriak Eunhyuk seraya mengusap-ngusap bokong nya.
"MWO? BOKONG?" kaget Siwon, In Guk dan Sungmin secara bersamaan. Mata Eunhyuk membulat sempurna, mulut nya tertutup rapat, tangan nya kini sudah berhenti mengusap-ngusap bokong nya dan kembali duduk se-normal mungkin seperti biasanya.
"Bokong mu kenapa hyung?" tanya Siwon khawatir.
"Siapa yang melukai bokong mu?" tanya In Guk dengan nada serius.
"Kau habis bersetubuh dengan namja? Dengan siapa, eoh?" pertanyaan Sungmin barusan sukses membuat Siwon dan In Guk menatap Sungmin penuh tanya. Lain hal nya dengan Eunhyuk yang terlihat gusar, bola matanya bergerak menatap barang-barang yang berada di sekeliling nya. Beda lagi dengan Sungmin yang merutuki pertanyaan yang baru saja keluar dari mulut nya. Pertanyaan barusan bisa saja membuat rahasia nya terbongkar. Bisa-bisa nya ia mengeluarkan pertanyaan seperti itu jika dirinya sendiri telah berhubungan dengan seorang namja. Lee Sungmin! Namja yang selama ini diketahui ber-status straight telah bersetubuh dengan seorang namja! Bisa hancur image nya di mata sahabat-sahabat nya. Meskipun Sungmin sendiri tau bahwa In Guk dan Siwon adalah namja gay yang sama-sama menyukai Eunhyuk, namun sahabat-sahabat nya tak boleh tau jika ia telah berhubungan dengan seorang namja, meskipun niatan nya baik dan tulus. Terlebih lagi jika sahabat-sahabat nya tau namja brengsek yang telah bersetubuh dengan nya adalah Kyuhyun.
"YA! Lee Sungmin! Pertanyaan bodoh macam apa itu eoh? Bokong ku sakit karena aku ketahuan sedang mengintip seorang yeoja di ruang ganti. Yeoja-yeoja jalang itu memukul ku, sampai ada beberapa yeoja menendang bokong ku berkali-kali! Hhh~ padahal saat rambut ku masih belum ber-poni seperti ini mereka mengejar-ngejar ku, menyembah-nyembah ku, bahkan memaksa ku untuk bersetubuh dengan mereka! Hhh~ tapi sekarang, mereka menghina ku! Aisshh..." dusta Eunhyuk panjang lebar membuat Siwon menatap Eunhyuk kecewa, In Guk menatap Eunhyuk tak suka, dan Sungmin... menatap Eunhyuk curiga.
.
.
"Hyung dan dongsaeng sama saja! Sama-sama selalu menghindar! Apa keuntungan yang kau dapat dari menghindari ku, eoh?"
"Sudah kubilang berkali-kali aku bukan dongsaeng namja jalang itu!" Hoya berteriak keras, beruntunglah Kyuhyun membawa Hoya ke dalam mobil nya, sehingga orang-orang tak dapat mendengar Hoya yang baru saja berteriak.
Tok! Tok! Tok!
Kyuhyun mendelik kesal ke arah Hoya, seseorang baru saja mengetuk-ngetuk kaca mobil nya.
"Nuguseyo?" tanya Kyuhyun datar saat membuka kaca mobil nya. Namja yang baru saja mengetuk-ngetuk kaca mobil milik Kyuhyun menatap sang empunya mobil dengan tatapan tajam. Namja itu tiba-tiba saja menyerahkan dua buah koper ke dalam mobil Kyuhyun. Kyuhyun membuka koper itu dan matanya langsung terbelalak lebar karena di dalam koper tersebut terdapat uang yang amat sangat banyak. Hoya pun ikut memperhatikan koper yang satunya lagi, dan matanya dan juga Kyuhyun kembali terbelalak lebar saat tau bahwa kedua koper tersebut berisikan uang yang sangat banyak.
"Apa maksud nya ini?" tanya Kyuhyun sinis, menatap namja di hadapan nya dengan tajam nan menusuk.
"Mulai detik ini, Lee Hyukjae dan keluarga nya sudah tak memiliki hutang apa-apa terhadap keluarga mu!"
.
.
TBC
.
.
mian kalo dalam setiap chap dalam ff Naka terdapat kesalahan #bow atau malah banyak kesalahan #bow
mianhae untuk sekarang-sekarang Naka ngga bisa bales review-an kalian..
tapi tetep loh review nya selalu Naka baca ^_^
Naka akan balas review readers nya nanti di chapter 13 kalo bisa :)
tapi tetep yah~ usahakan review ff Naka di setiap chapternya loh~~~ ;)
