Happy Reading ^^
Forest Fantasy. Adalah dimensi lain yang bisa dimasuki dari berbagai hutan bagi yang menemukannya. Jika menemukan gerbang dimensi menuju Forest fantasy, maka bisa terhubung dengan hutan-hutan lain di dunia karena memang gerbangnya ada di berbagai hutan di dunia ini. Keluar dari gerbang dimensi Forest Fantasypun, dia bisa tiba-tiba berada di hutan yang tidak di kenal. Misalnya seseorang memasukinya melalui hutan di Korea, keluar dari gerbang dimensi seseorang itu bisa saja muncul di hutan tak di kenalnya misalnya hutan di Jepang.
Penghuni forest fantasy adalah para tokoh cerita dongeng yang kini sudah tidak terikat dengan penulisnya. Mereka bebas melakukan apa saja dengan sesama tokoh dari cerita dongengnya, ataupun tokoh dari cerita dongeng lainnya.
Salah satu dari sekian banyaknya kebebasan itu adalah apa yang dilakukan oleh Serigala dan si kerudung merah dari dongeng The Wolf and The Little Red Ridding Hood. Serigala membentuk sebuah kerajaan dengan anggota kerajaan yang bisa merubah wujudnya menyerupai manusia. Selain itu, tanpa sepengetahuan rakyatnya dan anggota kerajaan lain, sang raja pada keturunan ke 6 menikahi si kerudung merah dan memiliki spesies baru yang bahkan kekuatannya lebih kuat dari serigala-serigala lain. Spesies baru itu memiliki dua kepribadian yang hanya di sadari oleh darah serigala mereka. mulai sejak itu, raja-raja keturunan selanjutnya melakukan hal yang sama dengan raja-raja sebelumnya.
Hanya saja, kebanyakan di ungsikan ke dunia manusia dan hidup sebagai manusia biasa. Hanya ketika kepribadian dengan darah manusia mereka dalam keadaan bahaya saja mereka bertukar kepribadian.
Sedangkan si kerudung merah, untuk meneruskan renkanasinya menikah dengan manusia lain di forest fantasy. Sebagian dari keturunannya juga dibawa ke dunia manusia dan hidup seperti manusia biasa yang tidak memiliki sihir sepertinya. Hanya saja, dengan mudah keturunannya akan menemukan gerbang dimensi menuju Forest fantasy jika ingin 'pulang' ke 'rumah'nya.
.
.
.
"Jong In.." Baekhyun dan Kyungsoo sudah berulang kali meneriaki nama Jong In di depan gerbang rumahnya. Setelah berusaha memanggilnya selama 10 menit, akhirnya pintu rumah Jong Inpun terbuka.
"Jong In-ah.. mau ikut kami membeli makanan untuk camping lusa?"
"Masuklah, aku akan mengganti pakaianku dulu" Baekhyun dan Kyungsoopun membuka gerbang rumah Jong In yang ternyata tidak di kunci itu. Menyebalkan. Tahu begini tadi mereka memasuki halaman rumah Jong In dan memanggilnya dari depan pintu rumahnya. Ck,
Kedua pria dengan tubuh yang lebih pendek itu menatap takjub rumah Jong In. Terlihat kecil dari depan, tapi memiliki tangga menuju ruang bawah tanah. Tidak, bukannya rumah itu memiliki ruangan rahasia di bawah tanah. Hanya saja, setelah melewati pintu rumah Jong In, bukan sebuah ruangan yang menyapa mereka. melainkan tangga menuju ke ruangan bawah yang terdekor seperti ruang tamu. Nyatanya itu memang ruang tamu. Sulit menjelaskan dekorasi rumah Jong In. Pantas saja sejak tadi Jong In tidak mendengar mereka yang sudah lebih dari 10 menit berteriak di depan pagar rumahnya.
"Kenapa rumahmu seperti ini Jong In-ah?" tanya Baekhyun.
"Kim ahjumma bilang untuk menghindari maling masuk" itu Jong In yang sudah berganti pakaian. Pemuda tan itu terlihat lebih normal daripada ketika berada di sekolah. Justru membuatnya terlihat lebih tampan dan lebih manis, apalagi dengan senyum yang setia dia berikan dari bibir seksinya.
"Dimana orang tuamu?" tanya si pemilik bibir yang tak kalah seksi, Kyungsoo.
"Mereka.. ada di dunia lain. Kim ahjummalah yang merawatku sejak masih bayi" jawab Jong In sambil menundukkan kepalanya. Baekhyun menyikut pinggang Kyungsoo karena merasa tak enak telah menanyakan hal yang sepertinya sensitif itu.
"Mian.."
"Gwenchana.. ayo kita berangkat" Baekhyun dan Kyungsoo mengangguk semangat.
Ketiganya pergi ke sebuah mall. Membeli berbagai peralatan yang sekiranya dibutuhkan saat camping, karena tak tahu mereka membeli yang mereka tahu saja. karena sepertinya sekolah akan menyediakan peralatan yang di butuhkan untuk para peserta camping nanti. Baekhyun dan Kyungsoo membeli banyak makanan ringan. Karena Kyungsoo pandai memasak, dia membeli beberapa bahan makanan yang bisa dibawanya sebagai bekal.
"Kau suka memasak?" tanya Jong In.
"Sangat Jong In-ah, cita-citaku kan memang menjadi seorang koki.." Jong In mengangguk mengerti dan terus mengikuti kedua temannya berkeliling mall. Mereka tidak tahu, bahwa sejak beberapa saat lalu beberapa pasang kaki mengikuti mereka dari belakang. Wajah yang tidak akan asing jika mereka mengetahuinya itu memasang smirk yang tidak mengurangi ketampanan mereka.
Setelah lelah berkeliling, Baekhyun, Kyungsoo, dan Jong Inpun memutuskan untuk pulang. Menaiki taksi dan turun di area rumah Jong In. Baekhyun dan Kyungsoo memutuskan untuk mengantar pulang Jong In terlebih dahulu karena mereka yang mengajak Jong In. Lagipula Jong In itu orang baru, siapa tahu dia tersesat. Meskipun itu tidak mungkin karena Jong In sudah hafal daerah sekitar rumahnya, ingatannya kan cukup tajam.
Ketiga pemuda itu turun dari taksi tak jauh dari rumah Jong In.
"Tidak langsung pulang?"
"Kami menginap saja"
"Kenapa tiba-tiba?" Baekhyun dan Kyungsoo menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal.
"Tiba-tiba aku merasa akan terjadi sesuatu" jawab Baekhyun
"Benar, dan kurasa hal itu bukan hal yang baik. Jong In-ah, firasat kami selalu benar. Kau tahu, terdengar aneh ketika seorang Kris dan kawan-kawannya tidak mengerjaimu sama sekali sejak kau pindah ke sekolah. Padahal kau tahu bahwa Kris sangat membenci seorang nerd berada di sekolahnya" Kyungsoo mengeluarkan uneg-unegnya selama ini. Memang aneh, karena memang Kris sudah merencanakannya.
Jong In merasakan tubuhnya dingin dan tiba-tiba menggigil, membuat Baekhyun dan Kyungsoo langsung berlari ke arahnya setelah menggeletakkan belanjaan mereka sembarangan di jalanan. Sebuah mobil sport berhenti di hadapan mereka. Dan muncul 3 sosok pemuda dengan pakaian mereka yang terlihat keren dan tentu saja smirk mereka. si penguntit.
"Selamat malam tuan-tuan..." itu si pemuda yang paling tinggi di SHS, Kris. Suho dan Taopun juga tengah bersamanya. Baekhyun dan Kyungsoo berdecak kesal. Disaat kondisi Jong In yang tidak menguntungkan, ketiga pemuda populer di SHS itu justru muncul di hadapan mereka.
"Mau apa kalian?" tanya Baekhyun yang sebenarnya sudah tahu apa yang ketiga orang itu ingin lakukan.
"Seperti yang biasa kulakukan pada nerd lain, kau tahu lah..." Kris melirik ke arah Tao seperti memberi sinyal pada pemuda dengan mata panda itu untuk melaksanakan tugasnya.
Jong In merasakan tubuhnya semakin dingin dan membuatnya menggigil hebat. Baekhyun dan Kyungsoo bingung, akhirnya Baekhyunpun berdiri dan membiarkan Kyungsoo menjaga Jong In. Kecil-kecil begitu, Baekhyun adalah ahli hapkido. Mungkin tidak sehebat Tao dalam wushu.. tapi siapa tahu dia bisa menang melawan Tao. Mengingat sejak masuk SMA dia sudah tidak melatih kemampuan hapkidonya sama sekali.
"Oh.. si berisik ingin mencoba melawanku?" Tao bersuara dengan nada meremehkan. Berusaha bersikap keren, Baekhyun meludah ke samping kanannya. Kyungsoo memutar mata bulatnya malas melihat Baekhyun yang masih sempat-sempatnya bersikap sok keren. Padahal dia yakin Baekhyun sebenarnya juga sedang takut setengah mati, karena yang akan dilawannya itu master wushu di sekolah.
"Aigoo Byun Baekhyun, kau selalu terlihat keren. Meskipun sebenarnya sekarang aku sedang takut. Eomma.. wajah anakmu tidak akan tampan lagi setelah ini" batin Baekhyun.
Tendangan pertama dari Tao masih bisa di tangkis oleh Baekhyun dengan tendangannya juga. Karena lengah, Baekhyun mendapat satu pukulan di wajahnya imutnya. Tepatnya di sudut bibirnya, sampai mengeluarkan darah pula. Tao tersenyum remeh penuh kemenangan. Mata Jong In sudah memerah dan sepertinya sebentar lagi pemuda tan itu kehilangan kendali. Kyungsoo tak menyadarinya karena terlalu fokus dengan perkelahian Baekhyun dan Tao. Berbeda dengan Suho yang melihat mata merah, tatapan dingin, dan seringai mengerikan dari wajah Jong In. Tapi pria paling pendek diantara teman-temannya itu hanya diam dan menyeringai di dalam hati.
PUK
Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Tao dan Jong In bersamaan. Kedua pelaku penepukan pundak itu memasang senyum manis yang justru membuat keduanya terlihat menyeramkan.
"Kuharap kalian tidak merusak nama baik sekolah dengan berkelahi di depan umum. Baekhyun-sshi, lihatlah bibirmu yang sudah mengeluarkan darah. Lebih baik kalian hentikan saja" kata si penepuk pundak Tao, dia adalah... Sehun. Kalimat terpanjang yang pernah di katakan Sehun padanya. Baekhyun menatap Sehun dengan mata berbinarnya, membuat pemuda itu memasang wajah datarnya seperti biasa.
"Jong In-ah.. kau baik-baik saja?" tanya orang yang menepuk pundak Jong In, Luhan. Disampingnya juga ada Mnhyun yang tersenyum manis padanya. Mata Jong In yang semula berwarna merah mendadak kembali berwarna hitam dengan ekspresi wajah yang kembali normal. Tubuhnyapun juga sudah tidak menggigil lagi.
Keenam orang itu menatap ketiga orang yang baru hadir itu dengan tatapan bingung. Sejak kapan mereka berada di situ? Padahal sejak tadi sama sekali tidak terdengar langkah orang yang mendekat ke arah mereka.
"Kita kembali besok Tao.." Kris, Tao, dan Suho memasuki mobil mereka lagi. Sebelum benar-benar pergi, Suho menatap Jong In lama dengan tatapan yang sulit di artikan. Minhyun memandangnya tajam seperti sifat aslinya sebelum mengenal Jong In. Suho mengeluarkan smirknya karena sepertinya dia mengetahui suatu rahasia tentang Jong In.
"Kau masih kedinginan?" tanya Minhyun.
Jong In menggeleng, lalu membulatkan matanya setelah menyadari sesuatu "Darimana kau tahu?"
Minhyun tersenyum penuh arti sambil menggedikkan bahunya.
TBC
Udah keliatan jalan ceritanya kah? Membingungkan atau gimana?
Comment juseyo...
