Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujumaki. Maksud membuat fanfik ini adalah untuk kesenangan semata tanpa maksud mengambil apapun
Story By Me
Main Chara: Wakamatsu Kousuke-Momoi Satsuki
.
.
'Sweet Pea'
.
.
.
"Satsuki!"
Bibirnya merengut begitu mendengar teriakan khas seseorang dari depan pintu apartemenya, sudah menebak siapa karena dari dulu hanya dia yang selalu berteriak–teriak mengganggu setiap datang kemari. Bukan bel, tapi mulut yang digunakan. Padahal sudah diingatkan tetap saja.
"Satsuki!"
"Aku dengar Kou-kun." Sahutnya acuh sibuk dengan toples makanan dan acara tv didepan.
Wakamatsu Kousuke langsung duduk disamping gadis berambut merah muda tersebut, menggerutu tidak jelas.
"Apa sih?" Nada Momoi Satsuki meninggi saat kepala lelaki tinggi besar ini disandarkan pada bahunya, masih tetap manja dari dulu hingga sekarang. Tidak pernah lihat diri yang besar seperti monster.
"Satsuki, ayo kita keluar sebentar."
"Kemana?"
"Jalan-jalan."
Satsuki kembali mengabaikan, menghadap ke tv. Tapi Kousuke tidak pernah menyerah nampaknya untuk menarik perhatiannya.
Agak malas sebenarnya Satsuki keluar pada jam segini, sudah panas, nanti Kousuke meminta yang tidak-tidak padanya. Menjadi bagian hidup seorang Wakamatsu Kousuke memang harus memiliki ekstra kesabaran. Tingkahnya yang tempramen, berisik dan kadang manja ini selalu membuat Satsuki geram, marah dan membuat dirinya jadi ikut tempramen.
Lama-lama Satsuki bisa meminta memutuskan pertunangan mereka kalau Kousuke tetap seperti ini.
"Satsuki, ayolah." Masih merajuk, sekarang ditambah gerakan kepala yang diusap-usapkan seperti kucing ke lengan.
Satsuki menghela nafas kasar, mendorong kepala pirang itu menjauh lalu bangkit menuju kamar yang ditutup keras.
Ngambek, Kousuke tahu itu. Karena sudah tipikal seorang Satsuki jika marah pasti diam tapi perlikunya langsung kasar. Dia mendekat ke pintu kamar tunangannya, mengetuk pelan beberapa kali sembari memanggil nama Satsuki dan meminta maaf. Tetap saja tak ada respon, Satsuki masih diam di dalam.
"Aku kan hanya ingin menghabiskan waktu denganmu, Satsuki. Ayolah."
"Disaat seperti ini, Kou-kun? Tidak lihat apa panas-panas seperti ini keluar?"
"Toh tetap didalam, didalam mobil dan didalam ruangan. Apa bedanya dengan dirumah? Kecuali aku mengajakmu ke pantai atau ke gurun pasir kau boleh protes."
Beberapa menit kemudian Satsuki keluar, masih memanyunkan bibirnya. "Mau kemana sih?!" Tanyanya.
"Kau pasti akan tahu, ayo."
.
.
.
Mereka berhenti di depan sebuah gym sekolah, Satsuki kenal gym ini. Bagaimana tidak selama tiga tahun dia siang-malam berada disini melihat belasan lelaki berlarian, berkeringat dan bercapek ria, sedangkan ia harus berpaku pada data.
"Aku merindukan tempat ini, bagaimana denganmu?" Tangan besarnya menarik tangan Satsuki masuk ke dalam gym yang kebetulan sepi karena ini masih liburan musim panas. Berkat ijin dari satpam yang kebetulan kenal betul dengan Kousuke akhirnya mereka diperbolehkan masuk.
"Disini aku memimpin selama satu tahun, menjadi center―"
"Dan ini tempat suaramu menggelegar saat berteriak tidak jelas dan marah-marah ke siapapun."
Kousuke diam, perkataan Satsuki kena telak.
Satsuki kadang bingung, lelaki ini selalu membuatnya kesal namun tidak pernah sekalipun ia berpikir untuk menyerah bersamanya. Karena bagi Satsuki, Kousuke adalah lelaki pertama yang membuatnya tertarik luar dalam.
"Ini, untukmu." Ketika dirinya sedang mengelilingi gym basket tersebut tiba-tiba Kousuke menyodorkan sebuket bunga padanya yang sudah ia siapkan sebelum mereka tiba ke gym. Satsuki menerima lalu memperhatikan isi aneka bunga apa saja yang tunangannya ini beri.
Ada bunga berbentuk seperti kipas berwarna ungu yang dibungkus dengan plastik bening didalam, bentuknya indah dan harum. Alisnya terangkat sebelah, biasanya seorang lelaki akan memberikan pada seorang gadis bunga mawar sebagai pernyataan sayang atau cinta, tapi Kousuke memberikannya bunga ini yang Satsuki sendiri tidak tahu namanya.
"Itu namanya Sweet Pea." Jelas Kousuke menjawab pertanyaan dalam benak Satsuki. Kepalanya sontak terangkat, memperhatikan lelaki berambut pirang itu.
"Yang kata si penjual bunga artinya 'terima kasih untuk waktu yang menyenangkan', Satsuki."
"Bagaimana kau bisa sepercaya itu pada si penjual bunganya kalau bunga ini artinya seperti itu?"
"Karena yang menjelaskan itu si penjual bunga, Satsuki! Kalau penjual roti mana aku percaya!" Kousuke menarik nafas panjang, selalu saja ia marah-marah padahal ini hal sepele. Baru sebentar nada bicaranya langsung meninggi.
Terkikik mendengar jawaban tunangannya, Satsuki nampak memainkan kelopak bunga tersebut.
"Aku memberikannya karena selama ini, walau aku selalu membuatmu marah dan kesal padaku tapi kau tetap saja bersabar, memberikan waktu yang membuatku senang padahal aku sepertinya belum pernah membuatmu senang."
Satsuki tersenyum menunjukkan lengkungan bibir tersebut pada Kousuke, sebelah tangan terangkat mengusap pelan pipi kekasih. "Tanpa kau sadari, aku sudah senang dari dulu bersamamu."
Dalam hati Wakamatsu Kousuke berjanji, akan memberikan waktu semenyenangkan mungkin untuk Momoi Satsuki.
.
.
.
.
.
.
.
A/N:
Saya lagi galau fanfiction di PC saya gak bisa dibuka. TwT Btw lama banget updatenya ya? Niatnya sih mau tanggal 12 April kemarin pas ulang tahunnya Wakamatsu, tapi eror gak berhenti-berhenti.
Btw kemarin ada yang minta Wakamatsu? Hai' douzo... Sekarang giliran kapten baru Touou kita :D Oh ya, ini dibilang AU juga ngga, Canon juga ngga. Makanya ngga ngasih warning. Silahkan diperkirakan sendiri. Hakhakhakhak... Agak OOC(banget) ya? Yah saya kan gak bisa bikin IC ;w; Dan pengetahuan bunga saya juga ngga begitu ngerti, ini sebatas info dari temen.
Boleh minta repiu buat konkritnya? Dan Permintaan untuk selanjutnya siapa yang harus saya buat, sisa Aomine, Imayoshi dan Susa .
