Get well soon

~By: Nohe~

~Chapter 2~

Chara ini bukan punya saya,

Disini Kuroko itu jadi cewek

Warning : OOC, banyak banget typo, gaje, abal.

Normal POV [28 juli 2008]

Bel sebentar lagi akan berbunyi. Kuroko memutuskan untuk kembali ke kelas. Sebenarnya Kuroko tidak mau bersekolah hari ini, bagaimana tidak? Setelah kemarin pagi Akashi memutuskan hubungan mereka, malam harinya Akashi langsung berpacaran dengan Kise. Kuroko mengetahui semuanya melalui bio twitter milik Kise. Kuroko berjalan santai di koridor sekolah, sesekali Kuroko melihat keluar jendela berharap mencari ketenangan dari pemandangan indah diluar sana. Akhirnya Kuroko sampai di depan kelasnya, Kuroko berdiam diri tepat di depan pintu kelas. 'hufft, alm down Kuroko' batin Kuroko dalam hatinya. KRIEEEEEK, pintu kelas tergeser, langsung menampilkan pemandangan yang begitu mengganggu bagi Kuroko. Lihat saja ke bangku sang emperor, kini dia sedang menggenggam tangan Kise.

"Ah, ohayou tet-chan!" sapa Sakurai pada Kuroko, tak lupa senyum manis berkembang di wajah Sakurai. Akashi langsung melepas genggaman tangannya pada Kise saat mendengar Sakurai menyapa Kise.'Hei,aku sudah putus dengannya. Kenapa aku harus takut seperti ini.'batin Akashi.

"Um, ohayou mo Sakurai-chan" jawab Kuroko dengan anggukan. Ingin sekali Kuroko menangis saat ini, namun untunggnya airmata tak mau keluar sekarang.

"Ohayou Kuro-chin" sapa pemuda tinggi besar dengan surai berwarna ungu, Murasakibara.

"Oh, Ohayou Tetsu!"sapa pemuda tinggi berkulit dim, Aomine.

"Ohayou Tetsuya" sapa Akashi dengan sedikit khawatir.

"Ohayou Murasakibara-kun, Aomine-kun, Akashi-san" jawab Kuroko tenang, padahal dalam hatinya tidak tenang. Akashi sedikit terkejut, terasa asing saat Kuroko menyapanya bukan dengan 'sei-kun', bahkan Kuroko sekarang memanggilnya 'Askashi-san'. Oh iya, sebenarnya hanya sedikit orang yang mengetahui hubungan Kuroko dan Akashi dulu. Akashi sengajatidak ingin membeberkannya, alasannya dulu sih 'Aku tak ingin Tetsuya diapa-apakan oleh Fans fanatik pengganggu ku.' Tapi kenapa kalau dengan Kise, Akashi malah terang-terangan menyatakan hubungannya dengan Kise?.

Kuroko duduk di bangkunya.

"Oh iya, Sakurai-chan aku mendapat pesan dari Kasamatsu-senpai, katanya tadi kau pingsan? Bagaimana keadaanmu?" tanya Kuroko dengan cemas, pasalnya Sakurai adalah sahabat Kuroko dari kecil, Kuroko sudang menganggapnya seperti saudara.

"un, aku baik-baik saja Tet-chan, vertigo ku kambuh lagi tadi...lalu...Tetsuya bagaimana?" tanya Sakurai, Kuroko tahu maksud pertanyaan dari Sakurai.

"Bohong bila aku baik-baik saja bukan?" ucap Kuroko dengan senyum miris lalu menatap keluar jendela. " Eh iya, Sakurai-chan! Tadi saat aku berlatih di gedung musik, aku bertemu seseorang, bisa kau tebak siapa?" tanya Kuroko.

"Siapa memangnya Tet-chan?" tanya Sakurai penasaran.

"Pengarang lagu Hope, aku sempat berkenlan dengannya"

"KYYYYAAAA! Tet-chan benarkah?"Pekik Sakurai sangat keras, wajar saja, Sakurai memang mengidolakan sosok Kagami. Aomine menepuk puncak Sakurai.

"Sayang, jangan berteriak seperti itu, kau ketularan virus berisiknya Kise ya?" tanya Aomine polos sambil mengorek telinganya yang sedikit berjenging akibat teriakan Sakurai. Kise yang mendengar itu mengerucutkan bibir nya.

"Aominechi Hidoi- ssu!" Rajuknya manja. Aomine hanya tersenyum meremehkan.

"Ah, gomen ne Daiki-kun, sakit ya?" Jawab Sakurai sambil mengelus telinga Aomine. Aomine tersenyum lembut dan menepuk kepala Sakurai dengan lembut. Sakurai mengalihkan pandangannya pada Kuroko lagi.

"Ne Tet-chan! Bagaimana rupanya?" tanya Sakurai dengan penasaran. Kuroko memejamkan matanya dan membayangkan sosok Kagami, dan tanpa sadar Kuroko menjawab sambil terseyum lembut.

"Hangat, dan berkharisma"jawabnya lembut namun lantang. Akashi terkejut mendengar jawaban Kuroko, refleks kepala sang emperor berbalik, dan mendapatkan Kuroko tersenyum lembut, senyum yang hanya di tunjukkan pada seorang Aksahi- dulunya. Harus Akashi akui, hatinya sakit melihat Kuroko tersenyum lembut untuk orang lain. Bel berbunyi, Kise dan Murasakibara kembali ke kelas nya. Beberapa menit kemudian pintu kelas tergeser memperlihatkan seorang pria berkacamata dengan surai hijau lumut dan membawa barang aneh di tangannya, ternyata itu Midorima Shintarou, sang guru wali kelas.

"Ohayou sensei!" seru semua murid.

"Ohayou mo anak-anak. Hari ini ada anak baru yang aka bergabung di kelas ini"

"Pindahan dari mana sensei?" celetuk salah salu siswa.

"Dari Amerika" jawab Midorima sambil membenarkan letak kacamatanya.

"HWWOAAA!" semua murid memekik kompak. Aomine langsung tahu siapa anak baru di kelas mereka. Dan pasti para reader juga tahu bukan?

"Nah, kau anak baru, ayo masuk dan perkenalkan dirimu" ajak Midorima. TAP TAP TAP TAP TAP, masuklah seorang pemuda tinggi nan gagah, dengan surai merah kehitaman, wajahnya berkharisma.

"em, Hai, Kagami Taiga desu, yoroshiku minna" sapa Kagami dengan senyum menawannya. Semua siswi kecuali Kuroko memekik kencang "Kyaaaaaaa! Tampannya!" . Kuroko membelalakkan matanya 'kagami ku?'batinnya, tak menyangka kalau akan sekelas dengan Kagami.

Midorima dan para siswa menggelengkan kepala 'dasar wanita' batin Midorima. Kagami mengedarkan pandangannya keseluruh kelas, dan pandangannya langsung berhenti ketika mendapati Kuroko, 'Sekelas dengan Kuroko! Wah Kami-sama sangat baik padaku!' batinnya begitu senang. Pandangan Kuroko dan Kagami bertemu, biru langit dan merah api saling terpesona. Akashi menaikan alisnya saat melihat Kagami memandang ke satu arah sambil tersenyum lembut, Akashi mengikuti arah pandangan Kagami dan... BINGO! Kagami berpandangan dengan Kuroko.

DEG! Akashi tak suka Kuroko dipandangi seperti itu, Akashi menggertakan gigi-giginya, matanya berkilat tajam pada Kagami, pensil yang berada di genggaman Akashi terbelah. Aomine yang ada di samping Akashi mengangkat alisnya, 'Kenapa si Akashi terlihat marah, sumpah aura ini menyeramkan, hiiiiii' batin Aomine. Aomine pun mengikuti arah pandang Akashi dan berakhir pada Kagami yang sedang melamun sambil ternyum bodoh, Aomine makin mengerutkan alisnya, lalu sekali lagi mengikuti arah pandangn Kagami, dan berakhir pada Kuroko. Dahi Aomine makin berkedut.

'Tunggu, Akashi memandang si Bakagami dengan tatapan seorang suami yang sedang cemburu hebat, lalu si Bakagami memandang Tetsu dengan tampang bodoh seperti itu, mana ada aura love dan bunga bunga menggelikan lagi!,... Heh!? Si Boncel monster itu jangan-jangan cemburu ya? Dan si Bakagami! Dia tertarik pada Tetsu! Eh!? Otak ku mikir apa sih, eh tapi teori ku nyambung ah, ...eh tapi kan Akashi bukannya sudah pacaran dengan si Kuning berisik itu? Gaaaah, aku mikir apa sih.' Batin Aomine frustasi.

Sakurai sedari tadi melihat kekasihnya dengan tampang heran.

"Daiki-kun?' panggilnya, Aomine tersentak dan melihat kekasihnya,

"E-eh ada apa sayang?" tanya Aomine salah tingkah 'Sakurai melihat tampang idiot ku tadi tidak ya?' batinnya, Ck ck dasar aomine.

"Daiki-kun kenapa? Mules? Kok alisnya berkkedut-kedut seperti tadi?" tanya Sakurai dengan polos.

"Eh? Hehehe i-itu, Ah! Aku sedang melakukan senam alis!" jawabnya.

"Senam Alis? Memangnya ada?" tanya Sakurai lagi pada Aomine.

" Iya seperti ini..." Kagami mengkedut-kedutkan alisnya, Sakurai tertawa manis melihat kelakuan bodoh kekasihnya ini.

"hihi Daiki-kun ada-ada saja deh, Memangnya ada khasiatnya ya Daiki-kun?" tanya Sakurai.

"Tentu saja ada, ini mencegah penuaan dini dan memperlambat timbulnya keriput, sayangku" Jawab aomine sok tahu.

"Eh? Benarkah?" tanya Sakurai, aomine menggangguk mantap.

"Kalau begitu nanti aku mau coba di rumah ah" GUBRAAAK aomine hampir terjatuh dari bangkunya 'aduh, kekasihku kelewat polos'.

Midorima yang mulai jengah melihat situasi kelas yang makin tidak jelas langsung menggebrak meja,

"Nah, Kagami ada 3 bangku yang kosong, kau mau duduk di mana?"tanya Midorima.

Kagami tersenyum senang dan menunjuk ke arah...

"Kuroko! Aku ingin duduk dengan Kuroko Tetsuya"jawabnya mantap.

JELEGEEEEEER! Akashi makin kesal, pensilnya sudah patah jadi 4 bagian sekarang.

"EEEEEEEHHHHHHHHHH! Kalian saling kenal?" semua siswa dan siswi memekik kaget, tak menyangka atas tindakan Kagami.

Sedangkan Kuroko hanya membelalakkan matanya.

TBC

Hehe, makin gaje aja ini ceritanya.