"JINJJAYOOO?" Seru Kyuhyun. Manik coklatnya tak dapat terelak lagi untuk terbelalak. Ditatapnya bayi berusia 10 bulan itu dalam gendongan Siwon. Yup! Gerangan mana yang tak kaget akan pengakuan namja tampan satu ini. Untung hanya ada mereka bertiga diruang kerja Kyuhyun, bila tidak.. hancur sudah reputasi namja ikal tersebut sebagai 'prince' dirumah sakit ini.
"Itu dia masalahnya. Aku hanya melakukannya sekali, dan terlebih lagi aku sedang mabuk berat pada waktu itu. Aishh.. kenapa dia tak mengatakan bila ia hamil saat itu? Kenapa hanya anak ini yang ia tinggalkan padaku?" keluh Siwon. Kyuhyun terkikik geli mendengarnya, sampai-sampai ia memegang perutnya yang terasa kelu.
"Kau lucu sekali hyung! Kau bertanya kenapa itu semua terjadi? Kau pernah dengar bila laki-laki yang tengah mabuk, dan melakukan hubungan yang intim.. daya tampung spermanya jauh lebih banyak.." tutur Kyuhyun penuh keyakinan.
"Benarkah? Teori dari mana yang kau dapat? Kenapa aku baru dengar?" bingung Siwon. Kyuhyun terkikik geli kembali, dan dapat dipastikan bila ucapannya itu tak sepenuhnya benar. Kau benar-benar tuan Choi! Kejeniusanmu rupanya kandas disaat kau merasa genting. Lol
"Lalu? Apa yang harus kita perbuat?" Tanya Kyuhyun.
"Aku ingin melakukan tes DNA untuk memastikannya kembali."
"Arraseo.. Aku akan melakukannya! Yang jelas, aku memerlukan sample darahmu dan juga bayi itu sekarang. Dan hasilnya dapat kita lihat besok." Kata Kyuhyun. Siwon mengangguk pasti. Setidaknya hanya cara ini yang dapat dilakukannya! .
.
.
SUPER DAD OVER FLOWER
.
.
.
Main cast : Choi Siwon
Disclaimer : Super junior adalah milik keluarga mereka, ELF. Dan masih berharap bila Cho Kyuhyun akan menjadi suami saya nanti. #Plakkkk
Warning : Gaje, Abal-abal, OOC, TYPO, dll… Don't Read if You bash
.
.
Siwon berpangku tangan menatap Yoogeun yang tengah duduk diatas meja kerjanya. Dan dia juga membalas tatapannya dengan senyuman. Yoogeun? Siapa? Yeoja mana?
Stop! Tuuh bayi laki-laki yang udah jadi hak paten anaknya Siwon. Yoogeun! Itulah nama bayi tersebut yang tersemat pada kalung yang dikenakannya. "Heii.. kau begitu senang saat hasilnya mengatakan kau adalah anakku?" Tanya Siwon, lebih tepatnya bermonolog riang.
Yoogeun hanya cekikian geli, dengan sesekali bergoyang ke atas kebawah entah apa yang ia rasakan untuk melakukan itu. "Hah.. kalau aku pribadi tak terlalu bermasalah dengan adanya dirimu. Tapi bagaimana dengan halmoeni haraboejimu dan juga Ji En? Mereka pasti akan murka dengan kehadiranmu.." cerita Siwon.
Tok..
Siwon memejamkan matanya saat tangan mungil tersebut memukul kepalanya dengan pulpen kerjanya. Siwon tersenyum geram dalam pejaman matanya, dan Yoogeun malah terkikik geli dengan ulahnya sendiri.
"Kau senang? Bahagianya menjadi dirimu.. kau tak perlu berfikir keras harus melakukan apa untuk memperbaiki semua. Aku iri padamu.."
"CHOI SIWON!" seru yeoja paruh baya saat memasuki ruang kerja Siwon. Yoogeun terkejut hingga menangis dengan kencang. Siwon panic. Diangkatnya Yoogeun, lalu didekapnya dalam pelukannya guna menenangkan buah hatinya tersebut.
"Eomma! Dia terkejut karena suaramu" tegur Siwon setengah berbisik. Seolah tak peduli, yeoja yang ia panggil dengan 'eomma' tadi melangkah mendekati letak anaknya tersebut.
"Apa-apaan ini? Seisi rumah sakit gempar akan beritamu yang mengatakan kau mempunyai anak diluar nikah. Kau membuat wajahku dan juga ayahmu tercoreng Choi!" geram Ny. Choi.
"Aku juga bingung eomma.. Cup..Cup..cup~" jawab Siwon sembari membujuk Yoogeun. Bayi tersebut menangis sejadinya dalam gendongan Siwon. Ny. Choi gerah dengan tangisan Yoogeun yang semakin menjadi-jadi. Diraihnya Yoogeun dalam gendongan Siwon dan menidurinya diatas sofa ruang kerja namja tampan tersebut.
"Saat bayi menangis, hal pertama yang perlu kau lakukan adalah memeriksa popoknya~" saran seraya memeriksa popok yang Yoogeun kenakan. Ia menggeleng saat didapatinya popok yang dikenakannya sudah penuh dengan air. Terlihat pula ruam-ruam merah yang bertengger manis menyelimuti selangkangannya. mendesah berat melihat keteledoran dari anak tampannya itu.
"Sejak kapan popok ini dia kenakan?" Tanya Ny. Choi…lebih tepatnya menghakimi Siwon.
"Kemarin sore" jawab Siwon enteng. geram dengan melemparkan popok tersebut ke wajah Siwon. Siwon mengelak hingga adegan tragis yang dapat mengurangi nilai ketampanannya nanti tertunda.
"Kau bodoh atau apa? Pantas dia menangis kencang! Lihat ini! Kenapa kau tak menyadarinya Wonnie? Kau tentunya sudah professional menangani Ji En, tapi tak mengerti juga? Aigoo…" kesal Ny. Choi.
"Dia tak mengatakannya. Ji En bila merasa tidak nyaman dia akan mengatakannya eomma.. eomma memutar balikkan fakta. Jelas-jelas ia tadi baik-baik saja, ia menangis karena bentakkan eomma tadi." Bela Siwon pada dirinya sendiri. Ny. Choi tak mampu lagi untuk menjawab. Satu pernyataan yang ia katakan, 10 alasan yang Siwon berikan.. dan tak akan pernah berakhir bila mereka beradu mulut.
"Ne..ne..ne.. eomma lanjutkan kembali! Setelah kau mengganti popoknya, selanjutnya susui dia dan peluk dia.. lalu letakkan ia dan pijat perutnya dengan lembut. Selanjutnya dudukkan dia, dan tepuk perlahan punggungnya guna memberi rasa nyaman baginya. Sebelum kau memberinya susu, kalau kau tak yakin bila dia lapar.. letakkan jarimu dimulutnya seperti ini, kalau dia membuka mulutnya dan mengikuti jarimu..berarti dia lapar. Kau mengerti Choi?" Siwon mengangguk mantap.
"Baiklah kalau begitu, eomma pergi dahulu menjemput Ji En. Kasihan bila terlalu lama ditinggalkan di penitipan anak. Jaga anakmu baik-baik" ucap
"Tapi.."
"Sudah lupakan. Urusan appamu, biar eomma yang mengurusnya.."
Siwon tersenyum lembut mengiringi kepergian . Siwon memanggil ibunya dengan manja, hanya lambaian tangan yang menjadi jawaban atas panggilan namja tampan itu. "Simpan dahulu ucapan terima kasihmu itu Choi.."
"Eomma.." panggil Siwon.
"Apa lagi?" jawab Ny. Choi dengan nada masih berang.
"Apa tak apa-apa bila ia selalu kuberikan susu formula? Bukankah tak baik untuk perkembangannya nanti?" Ny. Choi berbalik, dan mendekati anak tampannya itu.
"Apa.. asi eomma masih bekerja baik?" Tanya Siwon hati-hati
Plakk..
Satu jitakan manis mengenai kening Siwon. Ia meringis menahan sakit. "Ya! Anak kurang kurang ajar! Asi bisa kau dapatkan dari ibu yang tengah menyusui. Sedangkan aku? Apa kau dan Minho masih menyusui hah?" erang
"Eomma.." rengek Siwon.
"Ini dia kesalahanku dulu, selalu menyuap pihak manapun demi mencapai keinginanku termasuk gelar yang kau dapat sebagai seorang dokter.. Omo! Tekanan darahku"
"Anni.. gelarku bukan didapat untuk dokter ibu dan anak. Aku dokter umum, eomma.. jadi aku tak terlalu memahami semua itu" elak Siwon. Ny. Choi geram dengan perlakuan anaknya itu dan berlalu pergi.
"Huh.. aku mengerti eomma. Yang aku inginkan, eomma dapat membantuku mendapatkan asi dari pasien yang baru melahirkan dirumah sakit ini. Aku terlalu malu untuk memintanya.." monolognya seorang.
.
.
Siwon tampak ragu didepan meja administrasi seraya menggendong Yoogeun dipunggungnya. Dilihatnya Yoogeun yang sudah terlelap dalam gendongannya. Jujur, ia merasa kasihan melihat anak laki-lakinya harus merasa ketidaknyamanan ini, terlebih lagi ini rumah sakit.. tempat yang tak baik untuk seorang bayi sepertinya.
"Anda kenapa dokter Choi?" Tanya seorang perawat yang duduk dibelakang meja admin. Wajar bila ia bertanya.. apalagi dengan ramah. Siapa yang tak tau dengan Choi Siwon? Dokter tampan yang merupakan anak sulung dari pemilik rumah sakit ini, yang notabennya penerus rumah sakit ini.
"Eh.. bisa kau memberitahuku pasien mana saja yang telah melahirkan 2 hari ini?" Tanya Siwon ragu. Perawat tersebut tersenyum mengerti akan arah pembicaraan Siwon. Dibukanya arsip dan dicarinya apa yang dipinta Siwon.
"Ny. Yoon, Ny. Kang, Ny. Im lalu~"
Siwon merebut arsip yang tengah dibaca perawat tersebut dan membawanya pergi. "Akan kukembalikan nanti." Ucapnya sembari tersenyum.
Degh!
Perawat tersebut terduduk ditempatnya, masih menatap kepergian Siwon. "Kau kenapa?" Tanya teman sepekerjaannya.
"Apa kau mencium bau hangus?"
"Tidak. Apa ada sesuatu yang terbakar?" Tanya perawat satunya. Perawat tersebut mengangguk pelan dengan senyum bahagia miliknya. "Hatiku! Hatiku sudah terbakar akibat senyumnya.. Oh Dokter Choi, walau kau sudah memiliki dua anak.. tapi ketampananmu itu tak pernah kandas dimataku.. akhh.." monolognya.
"Ehem!"
Perawat yang tengah dilanda asmara itu menoleh pada suara tadi. Ia terdiam, kembali dalam tata kramanya. Kyuhyun.. ya, namja ikal itu yang berdehem bersama Ny. Choi disampingnya. Perawat tersebut tertunduk malu dan merutuki dirinya seorang, "Apa aku akan dipecat?" tanyanya pada temannya.
"Kau berdoa saja. Sudah banyak perawat dirumah sakit ini yang dipecat karena hal sepele seperti tadi" jawab temannya. Bukannya memberi semangat, malah semakin menjatuhkan dan membuat perawat tersebut meringis mengasihani nasibnya.
.
.
"Annyeonghaseo ommonim.." sapa Siwon ramah saat membuka pintu ruang rawat khusus ibu-ibu yang telah melahirkan. Ruangan tersebut memang ruangan kelas 3 yang dapat menampung 8 pasien sekaligus, terkhusus ibu yang melahirkan.
Siwon memegang kedua tangannya kebelakang, menampung anak laki-lakinya itu agar tak terlalu merasa sakit kerena gendongan dipunggungnya. "Yoogeun-ah, sapa mereka sayang.. Annyeong ommonim.." tutur Siwon seraya menirukan suara anak-anak.
Ibu-ibu tersebut riuh memandang kearah mereka. Pujian berbagai pujian terlontar dari mulut mereka, baik teruntuk Siwon maupun anaknya.
"Dokter Choi.. anakmu tampan sekali! Sama seperti dirimu" jelas Siwon tersenyum akan pujian tersebut.
"Aigoo.. dia tertawa, tampaknya ia adalah duplicat dirimu saat kecil dokter.. " Siwon semakin merekah, yup! Siapa yang tak suka dipuji.. termasuk Author ehhe
"Kenapa bayi setampan ini ada dirumah sakit ini dokter Choi? Berlama-lama dirumah sakit, tak begitu bagus untuk kesehatan anak selucu itu Dokter Choi" tutur salah satu pasien. BINGO! Inilah yang ditunggu Siwon. Mulai beraksi dan menarik simpati serta empati dari yeoja-yeoja yang telah menjadi ibu ini, hingga tercapai tujuan utamanya.
"Hiks hikss… aku tak tau harus menitipkannya kemana.. Ibunya meninggal waktu melahirkannya.. Hiks hiks" actingnya mulai bermain. Siwon seolah-olah menangis dengan menunduk. Digoyang-goyangkannya Yoogeun dalam gendongan belakangnya.
"Setiap hari ia harus meminum susu formula hingga ia terus memuntahkan isi perutnya karena susu tersebut hiks.. hiks.. yang ia perlukan hanyalah ASI hiks.. hiks.. Anakku memang mempunyai selera yang baik hiks..hiks.. bisakah kalian semua membantuku? Hiks..hiks.." semua yeoja diruang tersebut mulai terpengaruh. Ada yang terharu mendengar cerita Siwon, ada yang menangis..bahkan ada yang sampai sesegukkan. Mungkin merasa kasihan dengan nasib namja tampan tersebut?
"Jadi, apa yang bisa kami bantu Dokter?"
BINGOOO!
Siwon berpura-pura mengusap wajahnya, seolah-olah tengah menyingkirkan airmata palsunya itu. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruang tersebut dengan wajah penuh harapnya. "Tolong berikan aku ASI kalian untuk kehidupan anakku… bila aku bisa sendiri memberinya ASI, aku tak akan meminta pada kalian semua ommonim.."
.
.
Siwon tersenyum lebar saat pintu rawat tersebut tertutup rapat. Diangkatnya tas jinjing bayi yang dipegangnya dari tadi. Dilihatnya 8 botol susu yang terisi penuh oleh ASI didalamnya. "Kau puas? Aku harus menjatuhkan harga diriku dahulu untuk memenuhi keinginanmu ini.." ujar Siwon pada anaknya yang bergelayut manja digendongan punggungnya.
"Cu..cu.." celotehnya riang.
"DADDY!" pekik Ji En sembari berlari dengan langkah kecilnya menuju Siwon. Ditangkapnya Ji En dalam gendongannya. Ji En mencium kedua pipi Siwon dan tertawa.
"Daddy.. Ji En tak suka dicana. Chingudeul celalu mejaili Ji En.." adunya pada Siwon.
"Hei, apa yang kau bawa itu hyung?" Tanya Kyuhyun. Diraihnya tas jinjing Siwon dan ditelisiknya isi tas tersebut. ditatapnya Siwon penuh curiga dan berganti menatap Yoogeun. "Formula? Atau yeoja?" Tanya Kyuhyun. Siwon hanya tersenyum penuh arti sebagai balasannya.
.
TBC
Singkat, jelas, padat! Benar-benar pendek ceritanya ihihii..
Oh ya, kalau ada yang bingung siapa Ji En dan Yoogeun.. pernah nonton drama Won yang 'Oh My Lady'? Ji En yang jadi anak Won. Kalau Yoogeun, pernah nonton acara reality 'Hello Baby with Shinee'? Yoogeun yang jadi anaknya member Shinee dan anak amoree juga tentunya ihihi..
.
Dan oh ya, ada sedikit typo dalam pemberian gelar tuk kedua anak Won yang seharusnya choi nih malah Kim. Mian, tapi dah amoree perbaiki kok :D
Kalau ada saran atau gimana, tolong tinggalkan jejak ne :D
Jangan jadi readers pasif yang bikin amoree bingung harus gimana kalau gak ada respon :D
