Present

SEMUA BISA DIPERBAIKI, SAYANG~~ -

EXO FANFICTION

Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun as Park Baekhyun, Oh Sehun as Park Sehun (1st child of Park family) and Do Kyungsoo as Park Kyungsoo (2nd child of Park family), Xiumin (Kim Minseok) as Kyungsoo's school mate, Kai (Wu Jongin) as Sehun's best friend

Main Cast : PARK FAMILY

Rated: T

Genre : Friendship, Family, Romance

Warning : Genderswitch, Typo(s) anywhere, Failed Humor, Boring, alur absurd dan kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D

~Don't Like Don't Read~

Hai-hai! Hira datang lagi dengan episode onesooh kedua nih hhheee..JEONGMAL GAMSAHAMNIDA untuk REVIEW di episode sebelumnya, hira sangat senang sekali dengan respon yang chingu semua berikan :D KEEP REVIEW YANG BANYAK YA YANG UDAH BACA FF ABSURD NAN MEMUSINGKAN INI :D *BOW

Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini :D

Summarry :

""Kyung ingat tidak eomma selalu bicara apa?" Kyungsoo diam "Semuanya bisa di perbaiki sayang" Kyungsoo tersentak dengan ucapan Sehun ia makin mengeratkan pelukannya "Selama kita mencoba memperbaikinya tidak ada yang tidak bisa di perbaiki. Makanya harusnya Kyungie bilang sama oppa buktinya mobilnya bisa di perbaiki walaupun itu Kai hhheeee.." Kyungsoo mengangguk. "Kalau Kyungie bilang dari awal, semuanya bisa diperbaiki lebih cepat, kadang apa yang menurut kita sulit dan tak bisa di perbaiki belum tentu menurut orang lain. Buktinya malah selesai masalahnya"" Park family Chanbaek, Sehun, Kyungsoo and other/ GS/ Frendship/ Romance/ Family/ DLDR!

Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D

It's official couple and genderswitch

Hope you like it and Happy Reading ^_^

Sub title : Gomawo oppa!
.

.

.

"AKH! menyebalkan" terlihat seorang yeoja kini tengah mengutak-atik sesuatu yang sejak tadi sore ia tekuni namun sepertinya setelah berjam-jam mencoba ia masih mendesis kecewa.

"Aduuhh kenapa susah sekali sih? Aku benar-benar tak bisa melakukannya" monolognya lagi dan.

TRAK!

"Aisshhh gagal lagi, gagal lagi" ucapnya di tengah keheningan sambil merapikan kepingan-kepingan sesuatu yang tengah ia rakit hingga tiba-tiba suara seseorang menginterrupsinya "KYUNGIE! CEPAT TURUN MAKAN MALAM SUDAH SIAP" suara pria meneriakinya "NE OPPA NANTI SEBENTAR LAGI" balasnya sambil berteriak dan merapikan kepingan-kepingan gagal tersebut kedalam kardus dan menyembunyikannya.

.

.

"Bagaimana Kyung? Apa sudah selesai?" Tanya Xiumin. Kini mereka tengah berada di dalam kelas yang sepi karena teman-teman yang lain saat istirahat begini lebih memilih pergi ke kantin untuk menyelesaikan urusan masing-masing dengan perut mereka. Sedang Kyungsoo sedari tadi hanya menekuk wajahnya dan menempelkan dagunya pada meja tanpa menyentuh bahkan membuka bekalnyapun tidak.

"Gagal Min" ucapnya lesu "Aishhh menyusahkan sekali sih namja itu, padahal kan kau tidak sengaja kenapa Sungjae sampai marah seperti itu sih!" wajah Kyungsoo makin sendu "Sudahlah kau makan dulu nanti kau sakit, dilihat-lihat sejak kejadian itu kantung matamu makin besar saja dan kau tak pernah menyentuh bekalmu" tambah Xiumin.

Ya, Xiumin sangat mengerti dengan keadaan sahabatnya saat ini, semua ini dimulai dari kejadian tiga hari yang lalu dimana Kyungsoo yang ceria mulai berubah menjadi lesu setiap hari dengan senyum yang selalu dipaksakan.

.

.

Bel sekolah membuat seorang namja dengan cepat merapikan peralatan sekolahnya. "Kau kenapa buru-buru?" Tanya seorang namja yang tak lain adalah teman sebangkunya "Ah tidak apa Kai hanya saja aku diminta eomma menjemput adikku karena belakangan ini dia kurang sehat" namja yang di sapa Kai tadi mengangguk mengerti.

"Kalau begitu pulang bersamaku saja bagaimana? Aku akan mengantarmu dan adikmu pulang dengan mobilku" tawarnya. Sehun terlihat berpikir sejenak, ya di sekolah Sehun ada beberapa murid yang datang ke sekolah dengan menggunakan mobil pribadi setelah Jongdae atau sahabat Sehun yang biasa di sapa Chen, Kai atau nama aslinya Wu Jongin adalah salah satu yang suka membawa mobil pribadi, Kai anak dari presedir Wu Yi Fan atau biasa disapa Kris pemilik EXO Corp yang sudah tak terhitung berapa kerja sama yang dimiliki dan seberapa kaya rayanya seorang Wu Yi Fan yang tak lain dan tak bukan adalah bos di tempat appanya bekerja.

Karena Kai adalah anak tunggal Kris, tentu saja tak sedikit orang-orang yang tidak suka padanya bahkan hingga tak jarang ingin mencelakainya dengan mencelakai keluarganya ataupun menyelundupkan sesuatu di perusahaan bahkan menjebak Kris sekalipun. Makanya demi keselamatan Kai, Kris memberinya sebuah mobil dengan ketahanan yang sangat baik namun tak membuat temanya minder karena Kris tak mendidik Kai untuk bermewah-mewah maka mobil Kai terlihat biasa-biasa saja padahal entah berapa uang yang Kris keluarkan untuk biaya daya tahan mobil putranya tersebut.

Berbeda dengan Kai, Sehun selalu pulang pergi naik bis atau kadang naik sepeda bersama Kyungsoo karena keluarganya hanya punya satu mobil yang selalu Chanyeol pakai kerja dan satu sepeda motor yang digunakan apabila Baekhyun sang eomma akan bepergian jauh maka Chanyeol akan berangkat kerja dengan sepeda motor dan Sehun yang menjadi supir Baekhyun karena sang eomma tidak bisa menyetir apa lagi Kyungsoo.

"Gomawo Kai tapi sepertinya lain kali saja karena sepertinya aku dan Kyungsoo butuh waktu berdua hhhee.." Kai mendengus sebal "Ya! Kenapa harus butuh waktu berdua eoh? Kau jangan macam-macam dia adikmu Park!" Sehun terkekeh, walaupun ia dan Kai baru bertemu satu sama lain saat senior high school karena Kai murid pindahan Canada tapi mereka sudah saling terbuka.

"Ck aku oppanya Kai kau tak perlu cemburu begitu" Ya, Sehun tahu Kai sangatlah menyukai sang adik –Kyungsoo-hanya saja waktu itu Kai sangat malu mengakui ia jatuh cinta pada Kyungsoo mengingat bahwa Kyungsoo adalah anak elementary school dan tak tahu bahwa Kyungsoo adalah adik seorang Park Sehun yang ternyata sudah duduk di bangku junior high school.

Semua berawal dari kegiatan OSPEK di sekolah yang mereka jalani, mereka merasakan susah senang bersama dari mulai saling bantu dalam membeli barang, bahan-bahan hingga bertukar sepatu jika mereka salah pakai. Dan satu yang tak bisa mereka pungkiri adalah mereka sama-sama saling menyukai saudara masing-masing, Sehun yang menyukai Luhan, sepupu Kai yang kini berada di tingkat akhir Junior high school sementara Kai yang menyukai Kyungsoo adik kandung Sehun.

Mereka saling tahu kartu AS masing-masing, namun saking dekatnya riwayat percintaan mereka hampir sama yaitu belum berani menyatakan perasaannya pada target masing-masing karena belum begitu dekat.

.

.

"Sudah ya aku harus pergi" ucapnya meninggalkan Kai yang kini berjalan berlawanan arah dengan Sehun untuk berlatih Basket, ekstrakurikuler yang diikutinya dengan Sehun.

.

.

"Kajja kita pulang" Sehun menggamit lengan Kyungsoo saat Kyungsoo sampai di depan sekolah. Xiumin hari ini di jemput eommanya Lay saat jam istirahat karena ada kepentingan keluarga jadi mereka tidak bersama.

Sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam, dan Sehun merasakan keanehan pada sang adik . tak biasanya Kyungsoo sediam ini, yang ia tahu Kyungsoo itu anak yang aktif, ceria bahkan cerewet tapi harus Sehun akui adiknya ini walaupun mirip appanya pesonanya memikat seperti sang eomma. Semua yang dilakukan sangatlah lucu dan menggemaskan. Sehun mulai menduga bahwa sang adik sedang ada masalah.

"Wae gure Kyung?" tanyanya mencoba memastikan, Kyungsoo mendongak menatap oppanya yang lebih tinggi "A-ani op-pa tidak apa-apa" ucapnya lemah dan kembali menunduk. 'Berbohong eoh?' batin Sehun

Tak habis ide Sehun agar mengetahui kebohongan sang adik, ia berpikir dan berpikir hingga akhirnya memutuskan untuk mengajak Kyungsoo ke kedai es krim, ia tahu adiknya ini pecinta es krim dan takkan mungkin menolak ajakannya. "Bagaimana kalau kita beli es krim dulu" tawarya. Namun mood Kyungsoo yang sedang buruk tak mau menerima apapun kedalam perutnya bahkan es krim yang ia cinta-cinta melebihi cinta pada oppanya ini ia tolak.

"Ani kita pulang saja Kyungie tidak mau makan apa-apa" Sehun berhenti berjalan membuat kyungsoo keheranan. "Kena kau!" ucapnya sambil mensejajarkan wajahnya dengan Kyungsoo "Kau sedang berbohong eoh?" Kyungsoo mulai berkeringat.

"A-ani a-aku hanya ingin.." GREP!

Tiba-tiba Sehun menggendong Kyungsoo bridal style "KYA! OPPA TURUNKAN AKU!" teriaknya "Ani kau harus ceritakan pada oppa apa yang terjadi baru oppa mau menurunkanmu" Kyungsoo menggeleng, ia masih belum mau menceritakan masalahnya pada Sehun karena ia takut akan menyusahkan sang oppa.

"Ani nanti saja kalau Kyungie mau cerita akan Kyungie ceritakan. Kalau oppa mau gendong. Gendong saja sampai rumah hhheee.." Sehun cemberut kali ini, tangan Kyungsoo sudah berada di lehernya dan ia tak memberontak lagi malah menyamankan dirinya dalam gendongan sang oppa.

"YA! KAU!" baru saja Sehun akan melepaskan tangannya tiba-tiba ia merasakan pipinya yang menempel dengan kening Kyungsoo agak panas. "Oppa jangan bilang-bilang eomma dan appa nde!" ucapnya pelan.

Sehun hanya diam dan kembali meneruskan perjalanannya menuju rumah dengan Kyungsoo dalam gendongannya. "Kau demam Kyung!" ucapnya pelan saat Kyungsoo terlelap.

.

.

Siang ini Sehun sudah berada tepat didepan sekolah Kyungsoo. Ia tahu Kyungsoo akan pulang sore karena kelas menyanyi yang ia ikuti sementara Xiumin bolos kelas menari karena Sehun memberinya pesan tadi pagi agar menemuinya tepat setelah pelajaran usai.

"Minnie-ah" panggil Sehun saat ia melihat yeoja itu tengah celingak-celinguk di depan gerbang sekolahnya. "Oppa mianhae Minnie baru selesai kelas dan mencari alasan saat Kyungsoo mencegatku hhhee" Sehun mengangguk mengerti Kyungsoo memang begitu pada sahabatnya selalu mengkhawatirkannya begitu juga sebaliknya.

"Bagaimana kalau kita mengobrol di café ujung sana" Xiumin mengangguk "Okke!" setelah memesan Sehun mulai bertanya. "Kau apa yang terjadi pada Kyungsoo lima hari ini?" Tanya Sehun to the point "Maksud oppa?" Xiumin balik bertanya "Kau tahu tidak, akhir-akhir ini Kyungie sangat aneh. Ia jadi lebih sering mengurung diri di dalam kamar setelah puang sekolah, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi aku selalu memperhatikannya Min".

Xiumin manggut-manggut, yeoja itu sepertinya sudah mengerti arah pertanyaan Sehun "Dan tak jarang juga aku mendengarnya mendesis, setengah berteriak bahkan bunyi-bunyi yang lain seperti barang yang retak atau apalah itu aku tak tahu. Lalu ia jadi jarang makan, murung, pendiam dan kau lihat sendiri sahabatmu itu seperti hantu yang lingkar matanya tebal".

"Ish oppa dia itu adikmu, kalau adikmu hantu berarti oppa rajanya hantu" Sehun hampir saja menjitak Xiumin jika saja ia tidak ingat misinya mendatangi yeoja itu ke sekolahnya.

"Apa oppa sudah bertanya padanya?" Sehun mengangguk "Sudah ku bujuk berkali-kali tapi tetap tak mau cerita, dia selalu berbohong dengan bilang baik-baik saja padahal apanya yang baik" Xiumin berpikir sejenak dan akhirnya memutuskan lebih baik menceritakan pada Sehun karena se-evil apapun Park Sehun. Dimata Xiumin Sehun adalah orang yang dapat di percaya dan pelindung yang bisa diandalkan.

"Baiklah aku akan cerita yang sebenarnya tapi oppa harus janji pura-pura tidak tahu dan jangan marah" Sehun dengan segala keringanan hati menganggukan kepalanya.

"Semua itu berawal dari kedajian lima hari yang lalu saat aku dan Kyungsoo sedang asik mengobrol dalam perjalanan kekelas"

Flashback on

"Bagaimana tulisanku yang kemarin Min?" Kyungsoo bertanya seperti biasa tentang fiksinya yang Xiumin baca "Sangat bagus Soo, aku senang tokoh Yoochun yang sangat gagah dan bertaggung jawab penuh pada keluarganya" Kyungsoo mengangguk antusias dengan ucapan Xiumin.

"Kyungsoo jjang" ucap Xiumin lagi sambil mengacungkan jempolnya "Hhee.. gomawo". Saking asiknya mengobrol dan tertawa satu sama lain Kyungsoo dan Xiumin tidak memperhatikan sekitar dan..

"YA! AWAS!" teriak seseorang sekaligus dengan terdengarnya bunyi TRAK! Yang cukup keras di sekitar mereka. Kyungsoo dan Xiumin sama-sama menoleh kearah seseorang yang berteriak dan itu adalah Sungjae teman satu sekolahnya namun berbeda kelas karena Sungjae berada di kelas sebelah Kyungsoo.

Setelah menatap pada Sungjae mereka mengalihkan pandangannya kea rah bunyi tadi yang sepertinya dari bawah kaki Kyungsoo "YA! KAU MERUSAKNYA!" teriak Sungjae membuat Kyungsoo dan Xiumin mendongak menatapnya karena Sungjae bertubuh tinggi.

"Mi-mianhae Sungjae-ah aku tidak sengaja" ucap Kyungsoo, terlihat sekali jika yeoja itu sangatlah menyesal sedangkan Xiumin hanya memandangnya kasihan "Nee Sungjae kami minta maaf, sungguh kami tidak sengaja" kini Xiuminlah yang meminta maaf.

"YA! ALASAN SAJA MAKANYA KALAU JALAN LIHAT-LIHAT" mata kedua yeoja itu mulai berkaca-kaca karena Sungjae membentaknya terus. Xiumin hanya bisa meremas tangan Kyungsoo yang ia pegang, sedang Kyungsoo meremas-remas roknya saking takutnya. Kedua yeoja itu ingin menangis namun mereka menahannya.

"Nee kami terlalu asik mengobrol jadi tak lihat-lihat jalan" tambah Kyungsoo lagi. Ya mereka merasa bersalah karena mobil rakitan Sungjae tidak mungkin bisa disalahkan karena Sungjae meletakannya di tempat yang aman terhindar dari pejalan kaki, namun Kyungsoo dan Xiumin yang tengah asik mengobrol sambil berjalan tak memperhatikan arah jalan mereka hingga mereka menginjak mobil rakitan Sungjae.

"YA! KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB" tunjuknya pada Kyungsoo "N..ne aku akan menggantinya" ucap Kyungsoo "SHIREO!" Sungjae membentak lagi "AKU INGIN KAU MERAKITNYA KEMBALI, TAK PERLU BELI YANG BARU, KAU TAHU SUDAH SUSAH PAYAH AKU MERAKITNYA DAN KAU MERUSAKNYA".

Kyungsoo makin tertunduk dalam "Igeo!" Sungjae menyerahkan mobil rakitan yang hancur itu pada Kyungsoo "Ini tidak hancur kepingannya hanya hancur bangunannya jadi kau rakit saja lagi untuk memperbaikinya tak perlu membeli karena ini sudah tak dijual lagi arrachi, jika kau berhasil maka aku akan memaafkanmu" ujarnya sambil berlalu pergi meninggalkan Kyungsoo dan Xiumin yang masih memucat.

Sejak saat itulah Kyungsoo selalu begadang tiap malam dan menerlantarkan waktu makannya karena selalu gagal dalam merakit mobil rakitan Sungjae. Xiumin sudah sering menawarinya bantuan namun Kyungsoo selalu menolaknya, ia merasa tidak enak jika Xiumin ikut mnanggung kesalahannya walaupun Xiumin merasa dia bersalah tapi Kyungsoo tetap tidak mau karena Kyungsoo tahu merakit mobil-mobilan Sungjae itu sangatlah susah, jika Xiumin membantunya bisa-bisa ia sakit lagi karena kemarin Xiumin baru sembuh sakit.

Flashback off

"Hmm.. jadi karena itu!" Xiumin mengangguk. "Yah bagaimana bisa ia melakukannya jika ia tidak mengerti cara merakit" ucap Sehun agak kesal "Sungjae memberikan buku pedomannya hanya saja sudah lusuh tak terbaca" ucap Xiumin sedih. "Op-appa jangan marah sama Kyungie nde" Sehun menatap Xiumin yang matanya kini mulai berkaca-kaca takut Sehun marah dan akhirnya memarahi Kyungsoo karena ia menceritakan hal yang sebenarnya "Nde aku janji tidak akan marah, gomawo sudah memberiku penjelasan. Sekarang lebih baik kita pulang sepertinya Kyungsoo sudah dirumah".

.

.

Hari ini hari minggu sudah genap enam hari Sehun mendengar bunyi-bunyian tak jelas dan suara frustasi Kyungsoo setiap malam. Dan siang yang cerah ini Sehun kembali mendengarnya lagi ia sudah berjanji pada Xiumin untuk pura-pura tidak tahu dan selalu mencari celah agar ia bisa membantu dang adik tapi Kyungsoo terlalu sulit di tembus karena selalu terjaga.

Sehun merasa bosan hari ini biasanya hari minggu begini rumahnya akan menjadi lebih ramai karena mereka berempat berkumpul bersama atu jalan-jalan keluar bersama. Lain dengan hari ini, eomma dan appa mereka sedang pergi ke rumah nenek mereka yang sedang sakit di Jeongeup dan rencananya lusa baru akan pulang maka ia hanya berdua saja dengan Kyungsoo, sambil menunggu Kai datang untuk mengerjakan tugas bersama, ia tidur-tiduran di atas tempat tidurnya.

BRAK!

Baru saja akan memejamkan matanya Sehun sudah dikejutkan dengan suara pintu yang dibuka kasar ia tahu itu pasti Kyungsoo karena seorang tuan muda seperti Kai tak mungkin masuk kerumahnya tanpa memencet bell atau mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Hikss..hikss.." Sehun langsung terduduk ketika mendengar suara isakan, ia melihat Kyungsoo berjalan kearahnya "Oppa~~ hiks..hiks.." Sehun menarik Kyungsoo duduk dipangkuannya, ia bingung apa yang sebenarnya terjadi dengan Kyungsoo.

"Wae heum? Kenapa Kyungie menangis?" tanyanya selembut mungkin "Kepala Kyungie hiks..hiks..sakit sekali hiks.." Sehun mengusap-usap punggung Kyungsoo "Kalau sakit sebaiknya Kyungie tidur" Kyungsoo menggeleng "A-ani…Kyungie tidak bisa tidur oppa kepala Kyungie terlalu sakit hiks..hiks.."

Sehun bingung harus berbuat apa, ia belum pernah merawat orang sakit dan kini Kyungsoo sakit dan eommanya taka da dirumah. "Ya sudah oppa ambil obat dulu setelah itu Kyungie tidur nee" Kyungsoo menggeleng lagi, Sehun makin mnegrutkan keningnya "A—ani hiks.. nanti..hiks.. mobil rakitannya tidak selesai…hiks.." 'Baru kau jujur jika sudah begini anak kecil' batin Sehun.

"Nanti saja di teruskan, oppa akan bantu Kyungie" Kyungsoo menggeleng lagi. Lama-lama Sehun jadi pusing melihat sang adik terus-terusan menggelengkan kepalanya "Hwee…oppa sakiittt" tangis Kyungsoo makin kencang. Kepanikan Sehun meningkat karena hidung Kyungsoo yang mulai mengeluarkan darah.

"K-kyungie tenang nde oppa ambilkan obat dulu" memposisikan Kyungsoo di ranjangnya dan segera berlari menuju dapur dengan ponsel yang bersarang di telinganya.

.

.

"Wae yeobo? Kenapa kau gelisah sekali?" Tanya Chanyeol pada sang istri yang kini sedang mondar-mandir tak jelas di hadapan Chanyeol. "Entahlah Chan perasaanku tidak enak" ucapnya pada sang suami. "Kau khawatir apa lagi? Kau lihat sendiri keadaan eomma sudah sangat membaik setelah kau merawatnya. Kenapa kau masih resah?".

"Aku ingin.."

Belum selesai baekhyun berbicara ponsel Chanyeol sudah berbunyi memperlihatkan nama si penelpon 'Nae Hunie' is calling begitulah yang tertera di layar ponsel Chanyeol.

"Sehun" Baekhyun merebut ponsel Chanyeol seketika "Yeobose.."

"Eomma Kyungsoo sakit kepala, tubuhnya panas sekali sampai-sampai mimisan" ucap Sehun segera tanpa sempat Baekhyun menyelesaikan kata-katanya.

"Ambil obat penurun panas di lemari P3K di dapur" ucap Baekhyun, kentara sekali nada cemas yang keluar dari bibir mungilnya. "Yang mana eomma? Disini banyak sekali botol-botol obat" ucap Sehun tak kalah panic "Botol hijau Sehunie itu adalah obat penurun panas dan ambil tablet yang bungkusnya merah muda disitu obat sakit kepalanya jangan lupa suruh Kyungie makan dulu" Sehun mengambil obat yang disebutkan eommanya dari lemari P3K.

"Eomma tidak ada bubur di rumah" ucap Sehun lagi masih dengan paniknya "Suruh Kyungie makan nasi dulu sedikit dan setelah itu kau beri obatnya. Eomma sampai jam.7 malam nanti".

.

.

"Ni Hun buburnya" Kai menyodorkan seplastik makanan yang sudah pasti itu bubur pesanan Sehun. Sehun segera menghubungi Kai saat ia akan berangkat dari rumah, mendapat pesan Sehun yang bilang ia minta tolong belikan bubur karena Kyungsoo yang panas tinggi dan mimisan Kai segera melajukan mobilnya secepat mungkin tak lupa dengan bubur yang ia beli di perjalanan.

"Gomawo Kai, kau keatas lah dulu aku ambil minum dulu" Kai mengangguk ia segera berjalan ke kamar Sehun di lantai dua. Matanya seakan mau keluar ketika ia menyaksikan pujaan hatinya ternyata tengah tertidur di ranjang Sehun belum lagi ia memakai jaket yang sangat kedodoran, sudah pasti itu milik Sehun.

Kai mulai mendekati Kyungsoo yang tengah tertidur dengan posisi seperti bayi dalam kandungan ibunya tanpa selimut 'Sehun terlalu panic mungkin' pikirnya. Ia mengernyit ketika menempelkan telapak tangannya pada kening Kyungsoo "Panas sekali" ucapnya pelan.

Kai memperhatikan Kyungsoo yang tengah terlelap, sehabis Sehun menyuapinya makan dan memberinya obat gadis mungil itu akhirnya tertidur 'Kyeopta' batin Kai. Cukup lama ia memperthatikan Kyungsoo hingga tiba-tiba Sehun datang dengan membawa minuman dan kardus di tangan sebelahnya.

"Kau ini Kai malah memandanginya bagaimana kalau dia meleleh kena sinar laser dari matamu" Kai mendeathglare Sehun yang masih sempat-sempatnya melucu padahal Kai sangat yakin ketika ia memberi pesan ia panic setegah mati.

"Untuk apa kardus itu?" Tanya Kai pada Sehun yang kini tengah membenah posisi tidur Kyungsoo "Itu penyebab adikku sakit begini" kening Kai berkerut kemudian membul dus yang tadi Sehun bawa "Wow mobil rakitan" ucap Kai saat Sehun mulai mendudukan bokongnya di karpet dekat ranjangnya bersama Kai "Kyungsoo suka yang seperti ini?" Sehun memutar bola matanya malas.

"Kyungsoo itu walaupun suka nonton balapan tapi dia tak suka koleksi seperti ini dia lebih baik membeli pororo dan keluarganya dari pada harus membeli benda macam begini" jelas Sehun "Lalu ini apa?".

"Ia tak sengaja menginjak rakitan temannya saat berjalan dengan Xiumin. Sungjae pemilik mobil rakitan ini membentak-bentak Kyungsoo dan memintanya bertanggung jawab untuk merakit kembali" Kai manggut-manggut tanda mengerti "Ya sudah pasti minta dirakit kembali karena mobil-mobilan seperti ini kan sudah tidak ada yang jual karena penjualannya hanya 100 buah Hun" kini Sehun yang manggut-manggut.

"Kau punya mobil seperti ini juga?" Kai mengangguk "Lalu siapa yang rakit?" Kai memutar bola matanya malas "Ya siapa lagi? Kau ini.. aku yang beli sudah pasti aku yang merakitnya bodoh….eemmppphhh" Sehun membekap mulut Kai "Sssttt.. Kyungie baru tertidur kau mau bikin dia bangun lagi dan tambah sakit eoh?" Kai menggeleng.

Akhirnya mereka memutuskan untuk menyelesaikan mobil rakitan Sungjae dulu sebelum mengerjakan tugas mereka dalam keheningan.

.

.

Bugh!

Chanyeol segera berlari menuju pintu mobil sebelahnya tempat sambil menyodorkan payung untuk melindungi mereka dari hujan. Ya, hujan hari ini sangatlah deras dan entah mengapa berubah berangin kencang seperti ini. Namun Baekhyun yang ngotot karena khawatir dengan putrinya yang sakit memaksa pada Chanyeol untuk pulang walau harus memakan waktu 5 jam di perjalanan karena harus hati-hati melaju dalam badai.

Di depan mereka Sehun sudah membukakan pintu "Ku kira eomma tak jadi pulang karena badai" ucap Sehun saat kedua orang tuanya berjalan kedalam rumah "Mana Kyungie?" Potong Bakhyun cepat tanpa menjawab pernyataan Sehun "Ada dikamarku eomma". Baekhyun segera berlari ke kamar Sehun meninggalkan Chanyeol, Sehun dan Kai di lantai bawah "Eomma mu sangat khawatir jadi kami memutuskan pulang. Eh iya yang didepan itu mobil Jongin?" Sehun mengangguk atas ucapan appanya "Sebaiknya Jongin pulang besok saja, berbahaya jika pulang dengan cuaca begini" nasihat Chanyeol yang sekarang mendudukan dirinya di sofa berhadapan dengan Kai.

"Tidak apa-apa ajushi saya akan hati-hati" Chanyeol menggeleng "Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu Jongin, kalau mau lebih baik kau pulang berteleportasi saja itu lebih aman" Kai dan Sehun terkekeh mendengar jawaban Chanyeol. Sementara Kai hanya bisa pasrah saja ia harus menginap dirumah Sehun hari ini dan harus rela di interrogasi eommanya di telpon nanti.

Saat mereka sedang mengobrol Baekhyun tiba-tiba menginterrupsi "Apa kalian sudah makan?" Sehun dan Kai saling bertatapan sejenak kemudian menggeleng bersamaan. "Baiklah eomma masakan sesuatu dulu nee" Baekhyun melenggang meninggalkan dapur dan mulai memasak.

Makan malam mereka lalui dengan tenang dan sesekali terdengar gurauan dan perselisihan dari mulut Sehun dan Kai. "Ya kalian kalau berdebat mirip sekali dengan sepasang kekasih" celetuk Chanyeol ketika Sehun dan Kai mulai berdebat lagi "Aisshhh menjiikan" ucapnya bersamaan "Eomma suka loh pasangan sesama laki-laki" Baekhyun mengerling menggoda Kai dan Sehun seketika keduanya bergidik dan ChanBaek tertawa.

"Eomma~~" semua yang ada di meja makan menoleh serempak mendengar suara khas bangun tidur terdengar. "Kyungie bangun eum!" Kyungsoo mengangguk mendengar suara sang ibu, ia berjalan mendekati Chanyeol sang appa "Kenapa eum?" Tanya Chanyeol lembut sambil memposisikan Kyungsoo di pangkuannya dan memegang kening putrinya "Panasmu belum juga turun" tambahnya.

Ya, walaupun Kyungsoo sudah kelas 1 junior high school appa, eomma dan oppanya selalu menganggap Kyungsoo anak SD karena tubuh, wajah dan sifat polosnya "Kyungie ingin tidur sama eomma" izinnya pada Chanyeol sambil memeluk leher appanya, kebiasaan saat Kyungsoo sakit adalah Bekhyun selalu ingin tidur bersamanya dan itu sangatlah mujarab, keesokan paginya panas Kyungsoo menurun walaupun Baekhyun harus memeluk Kyungsoo semalaman hingga pakaiannya basah oleh keringat Kyungsoo.

"Nde Kyungie nanti tidur sama eomma" ucap Baekhyun, Kyungsoo mengangguk "Sekarang Kyungie makan dulu" Chanyeol menyodorkan sesendok bubur yang tadi Kai bawa dan sudah di hangatkan Baekhyun, namun Kyungsoo menggeleng "Tidak mau, Kyungie mau muntah appa" rengeknya.

Chanyeol bangkit dan menggendong Kyungsoo ke kamar mandi. Setelah memuntahkan isi perutnya yang entah ada isinya atau tidak Chanyeol kembali membawa Kyungsoo ke meja makan dan Baekhyun dengan telaten mengeringkan wajah Kyungsoo dengan handuk.

"Igeo" mata Kyungsoo yang semula layu kini berbinar, Sehun menyodorkan mobil-mobilan yang sudah di rakit dengan apik "O-oppa" Sehun meletakannya di pangkuan Kyungsoo "Kai yang merakit mobil terkutuk yang membuatmu sakit seperti ini Kyung dan aku hanya membantu sedikit, berteriakasihlah pada Kai" perintah Sehun "T-tidak perlu itu biasa saja kok" Kai terlihat sekali kegugupannya ketika Kyungsoo akan beranjak turun dari pangkuan Chanyeol.

"Ayo bilang terimakasih" perintah Sehun "Oppa jeongmal gamsahamnida" ucap Kyungsoo lemah "Nde, cheonma Kyungsoo, tak perlu seformal itu pada oppa nde!" Kyungsoo menggeleng "Kalau tidak sopan nanti appa kyungie dipecat bagaimana?" Chanyeol tersenyum simpul "Memangnya ada berbicara pada temannya sendiri dengan tidak sopan appanya terancam di pecat? Dasar anak kecil" sela Sehun.

"Sehun kau tahu kan Kyungie masih sakit" Sehun mengangguk atas ucapan Baekhyun "Diam dan jangan mengganggu adikmu terus" Sehun membisu sementara Kai dan Chanyeol menahan tawa.

"Jongin oppa mau apa kalau Kyungie sembuh".

"Ee?" Kai bingung,tiba-tiba, Kyungsoo sang pujaan hatinya memintanya mengajukan permintaan. "T-idak perlu Kyung" Sehun mendelik mendengarnya "Sudahlah cepat katakan kau tak perlu malu-malu kuda begitu" celetuknya "Tidak apa-apa tapi jangan macam-macam nde" peringat Chanyeol "N-nanti oppa pikirkan" Kyungsoo mengangguk.

Kyungsoo beranjak dari duduknya dan menghampiri Sehun yang tengah memakan makanannya.

GREP!

CHUP!

Kyungsoo melingkarkan tangannya ke leher Sehun dan mengecup pipinya membuat Sehun terheran-heran "Mianhae oppa dan gomawo sudah membantuku" Sehun balas memeluk Kyungsoo, memindahkannya kepangkuannya "Minta maaf untuk apa?" Kyungsoo masih menyembunyikan wajahnya di eruk leher Sehun "Karena Kyungie tidak mau cerita yang sebenarnya pada oppa, Kyungie takut oppa marah dan jadi repot makanya Kyungie mencobanya sendiri hingga Kyungie merasa kalau itu tidak bisa diperbaiki" ucapnya bergetar terdengar ingin menangis tapi ia tahan.

Sehun mengusap punggung adik kesayangannya dengan lembut "Kyung ingat tidak eomma selalu bicara apa?" Kyungsoo diam "Semuanya bisa di perbaiki sayang" Kyungsoo tersentak dengan ucapan Sehun ia makin mengeratkan pelukannya "Selama kita mencoba memperbaikinya tidak ada yang tidak bisa di perbaiki. Makanya harusnya Kyungie bilang sama oppa buktinya mobilnya bisa di perbaiki walaupun itu Kai hhheeee.." Kyungsoo mengangguk. "Kalau Kyungie bilang dari awal, semuanya bisa diperbaiki lebih cepat, kadang apa yang menurut kita sulit dan tak bisa di perbaiki belum tentu menurut orang lain. Buktinya malah selesai masalahnya" Kyungsoo hanya bisa diam karena ucapan oppanya memang benar.

"Tidak ada yang tidak bisa diperbaiki selagi kita terus mencoba memperbaiki, tapi ingat Kyungie kita butuh orang lain untuk membantu. Besok oppa akan memberikannya pada Sungjae nde!" Kyungsoo menatap Sehun "Da-darimana oppa tahu?" Sehun mengacak rambut legam itu sayang "Oppamu tidak bodoh sayang, tentu saja oppa cari tahu" Kyugsoo mempoutkan bibirnya lucu "Pasti Xiumin" gerutunya.

"Nde oppa tahu darinya hhhee"

CHUP!
CHUP!

CHUP!

Sehun mengecup pipi, kening dan hidung Kyungsoo berkali-kali membuat sang adik kegelian "Hhhaaa oppa sudah!".

"Habisnya adik kecil oppa menyebalkan, menggemaskan dan menyusahkan" Kyungsoo menangkup wajah Sehun "Tapi oppa tetep sayang Kyungie hhhee" Sehun mengangguk.

"Oppa mobilnya biar besok Kyungie kasih sendiri saja pada Sungjae".

"Tidak bisa besok Kyungie harus istirahat dirumah, kau tahu badanmu panas sayang" sela Chanyeol cepat "Kyungie kan punya obat mujarab appa" ucapnya sambil melirik Baekhyun "Tetap saja walaupun eommamu mujarab kau harus istirahat dulu sayang" tambah Chanyeo lagi. "Ani pokoknya Kyngie mau sekolah besok appa jeball" rengeknya.

"Baiklah appa akan antar Kyungie tapi hanay untuk memberikan mainan Sungjae saja setelah itu langsung pulang lagi ke rumah" Kyungsoo mempoutkan bibirnya lagi "Appa kan harus kerja" balas Kyungsoo "Sudah appa besok biar Kyungie aku saja yang antar, besok sekolahku libur karena ada rapat besar katanya" Kai mengangguk meng'iyakan "Kau antar Kyungie pakai sepeda eoh?" Sehun mengangguk "Kau hanya ingin adikmu tambah sakit saja kalau begitu" Sehun ikut pouting.

"Sudah besok Kyungie sama appa saja titik"

Ucapan sang kepala keluarga menutup perdebatan untuk esok hari yang tak pernah kita tahu apa yang akan terjadi.

.

.

"Igeo!" Kyungsoo menyerahkan mobil-mobilan itu pada Sungjae, sementara Chanyeol menunggu di dalam mobil "Mianhae kalau kau menunggu lama" ucapnya lagi "Nde tidak apa-apa Kyung, aku juga mau minta maaf karena telah membentakmu waktu itu dan juga kau jadi sakit seperti ini seharusnya aku tak jahat seperti itu" Kyungsoo menggeleng "Tidak perlu dipikirkan Sungjae memang aku yang salah" Sungjae menunduk "Kyung rakitanmu apik sekali sepertinya ini tak akan hancur lagi seperti kemarin" ucapnya senang "Syukurlah kalau begitu. Seseorang membantuku kemarin jadilah seperti itu".

"Waahh orang itu hebat bisa merakit ini dengan sangat baik" Kyungsoo mengangguk "Kalau begitu aku pulang dulu nde, appa tidak memperbolehkan aku sekolah dulu karena aku masih sakit" Sungjae mengangguk dan..

CHUP!

Dia mencium pipi Kyungsoo kilat membuat mata Kyungsoo membulat sempurna.

Oh sepertinya bukan hanya mata Kyungsoo tapi seseorang yang sedang menunggu didalam mobil juga membulatkan matanya dan segera mendorong pintu mobilnya kasar "YA! Kau anak kecil beraninya mencium putriku eoh!" teriaknya smabil berlari menghampiri dua anak yang tengah berdiri didepan gerbang sekolah.

"Bye Kyung! Lain kali kita pergi bersama nde sebagai permintaan terima kasihku" teriak Sungjae sambil berlari masuk kedalam sekolah sebelum Chanyeol menghabisinya ditempat.

"AIGOO! Pipi anak appa sudah tidak bersih lagi" ucapnya sambil mengelap bekas bibir Sungjae di pipi Kyungsoo "Tidak apa-apa appa, Sungjae terlalu senang jadi cium pipi Kyungie lagi pula appa, eomma, oppa, ajhuma dan haraboji juga kan melakukannya"

'Aigooo anakku masih polos sekali kenapa dia tidak tahu gelagat bocah mesum tadi' batin Chanyeol "Sudah yuk kita pulang" Kyungsoo menarik tangan Chanyeol menuju mobil.

Mobil mereka melaju menjauh dari daerah sekolah Kyungsoo, meninggalkan kejadian yang sudah terselesaikan disana menuju rumah.

END

KYA~~~ ini udah end lagi :D Semoga cerita di episode ini ga garing nde! Hhhee…

KEEP REVIEW PLEASE *BOW and kecup with all casts

Reply Reviews :

hldjbkr : gomawo :D iya ini udah bikin lagi oneshootnya :D semoga suka and keep review ndee..

loveHEENJABUJA : hhhaaa iya ya sweet be ge te, iya Chanyeol ga banyak peran coz kan kerja jadi pulangnya malem *apa hubungannya? Hhheee

ArraHyeri2 :iya udah unyu-unyu sweet-sweet lagi Haha. Gomawo kalo suka :D iya Kyungsoo yg jadi anaknyaudah cute, ngegemesin bikin gereget hhheee..

SyJessi22 : iya disini hira bikin Baekie kayak gitu karena ya tiap orang pasti ada sisi dewasa dan berubahnya hhheee… suruh siapa ngatain eommanya seksi ya jadi ditimpuk dah ma bapaknya hhhaaa nur991fah : Gomawo kalo bagus.. ini udah lanjut keep review ea eaaa

Mela querer chanBaekYeol : gomawooooo chingu kalo suka :D ini udah di sambung ceritanya kok, castnya udah ada Kai disini hhheee Keep review ndee..

Guest : Iya kasian siapa suruh mulutnya yang nista itu gak mau diem wkwkwkwkwkwkwkk.. ini nih udah dilanjut, gomawo udah review keep review terus ya chingu :D