Present
SEMUA BISA DIPERBAIKI, SAYANG~~ -
EXO FANFICTION
Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun as Park Baekhyun, Oh Sehun as Park Sehun (1st child of Park family) and Do Kyungsoo as Park Kyungsoo (2nd child of Park family), Xiumin (Kim Minseok) as Kyungsoo's school mate, Kai (Wu Jongin) as Sehun's best friend, Tao (Wu Zitao), Kris (Wu Yi Fan) dan Luhan (Wu Luhan)
Main Cast : PARK FAMILY
Rated: T
Genre : Friendship, Family, Romance
Warning : Genderswitch, Typo(s) anywhere, Failed Humor, Boring, alur absurd dan kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D
~Don't Like Don't Read~
Hai-hai! Hira datang lagi nih masih adakah yang menunggu tulisan-tulisan hira ini? Yah entah lah tapi sebelumnya hira mau minta maaf karena udah lamaaa banget kayaknya ga buka-buka disini karena hira sebenernya terkena gangguan keyakinan dan hamper menyerah dengan tulisan-tulisan yang hira buat ini. Jadi ajja mau publish sempet gak yakin tapiii…..
REEVIEW chingu semua yang akhirnya menyemangati hira untuk menulis lagi sedikit-sedikit :D GOMAWO atas REVIEW yang selalu jadi SEMANGAT buat hira :D JEONGMAL GAMSAHAMNIDA dan tanpa cing-cong lagi mending kita langsung ajja ke inti nde :D *BOW
Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini :D
Summarry :
""Eomma bilang semua bisa diperbaiki, dan appa ingin meperbaiki semuanya. Ia bersungguh-sungguh eomma" Baekhyun membelai rambut panjang Kyungsoo yang terurai indah. "Lalu apakah semua akan kembali seperti semula? Kejadian yang menimpamu adalah hal yang paling berat dalam hidupku sayang, aku mencintaimu, sangat mencintaimu dan aku sangatlah mencintai kalian semua. Oppamu dan juga appamu sepenuh hati?" kini airmata menetes membasahi pipi BAekhyun." Park family Chanbaek, Sehun, Kyungsoo and other/ GS/ Frendship/ Romance/ Family/ DLDR!
Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D
It's official couple and genderswitch
Hope you like it and Happy Reading ^_^
Sub title : Mianhae yeobo!
.
.
.
"SUDAH KU BILANG YEOL SEBAIKNYA HENTIKAN SAJA KERJA SAMAMU DENGAN ORANG ITU!"
Lagi..
Teriakan Baekhyun menggema di kamar mereka. "SUDAHLAH BAEK AKU LELAH KAU SELALU SEPERTI INI" kini suara tinggi Chanyeol yang terdengar.
"AKU TAK AKAN BERHENTI SEBELUM KAU MEMUTUSKAN" Chanyeol mengacak rambutnya frustasi, sungguh ia tak mengerti apa yang terjadi dengan istrinya kini.
"Sudahlah yeobo itu hanya perasaanmu saja" ucapan Chanyeol mulai melembut tapi…
"ANIYA! KAU TAK PERCAYA PADAKU EOH?" Baekhyun tak sedikitpun menurunkan volume suaranya. Tepat setelah teriakan Baekhyun, Kyungsoo sang anak bungsu yang melewati kamar mereka menghentikan langkahnya. Yeoja mungil itu menatap nanar pintu kamar appa dan eommanya yang tengah terdengar suara bentakan-bentakan keduanya.
'Eomma….appa…meusun irya?' batinnya. Kyungsoo tak mengerti apa yang tengah terjadi, yang ia tahu eommanya berubah semenjak kejadian beberapa hari lalu sejak Kyungsoo mendapatkan luka kening yang cukup besar hingga perbannya masih melekat sampai saat ini.
Flash back on
"Yeoboseyo"
"Yeoboseyo apakah benar ini dengan kediaman keluarga Park?"
"Nde! Saya Park Baekhyun, nuguseyo?"
"Oh baguslah jika aku berbicara dengan orang yang tepat" Baekhyun mengernyit bingung 'Apa maksud orang ini?' batinnya.
"Dengarkan aku baik-baik nyonya. Sebaiknya suami anda cepat membatalkan tender projek yang akan di jalinnya bersama tuan Bang, karena dia adalah orang yang sangat licik. Pada awalnya dia memang akan memberi bayang-bayang manis tapi setelahnya jika nanti tuan Park tidak mau mengikuti permainannya akan terjadi bencana yang akan menimpanya. Tuan Bang tak akan segan-segan menyakiti orang lain termasuk keluarga mereka jika tak ingin mengikuti aturan mainnya".
"Mianhae, maksud anda apa?" Tanya Baekhyun yang memotong ucapan namja misterius di seberang teleponnya.
"Aku adalah korbannya dan aku hanya tidak ingin melihat kalian menjadi korban selanjutnya. Aku adalah orang yang telah kehilangan segalanya, harta, jabatan bahkan keluargaku telah direnggut paksa nyawanya oleh mereka. Anakku saat itu baru masuk sekolah dasar dan taman kanak-kanak namun dengan tak berperikemanusiaan ia menabrak putriku yang masih TK bersama istriku dan putriku yang masih di sekolah dasar ia tembak dengan sembunyi-sembunyi didepan mataku dan setelah aku mengikuti keinginannya ia hampir membuatku meregang nyawa. Jadi berhati-hatilah nyonya Park. Putra putrimu begitu berharga dan putrimu begitu lugu dan manis mengingatkanku pada anak-anakku. Jika anda tidak percaya, silahkan saja tapi aku sudah mengingatkanmu".
Tutttt…ttuuuutt..tuuuuttttt…
Belum sempat Baekhyun membuka mulut namja misterius itu sudah memutus sambungan teleponnya.
Sejak hari itu Baekhyun selalu was-was dan cemas jika mengingat-ngingat ucapan namja misterius itu.
.
"Aku ingin kau batalkan kontrak kerja sama mu dengan Kira corp itu yeobo" Chanyeol mengernyit bingung dengan ucapan istrinya. Kini mereka tengah berbincang di kamar mereka dengan Chanyeol dan Baekhyun yang duduk di samping ranjang dengan berseberangan "Wae? Kenapa kau tiba-tiba meminta hal seperti itu?" Baekhyun diam sejenak "Entahlah aku merasakan firasat buruk ketika kau bercerita tentang perusahaan yang akan kau tangani proyeknya" Chanyeol beringsut naik ke ranjang kemudian menarik istrinya untuk mendekat dan memeluknya.
"Tenanglah semua akan baik-baik saja, itu hanya sebatas perasaanmu saja" Baekhyun tersenyum miris dengan ucapan sang suami 'Kau tak mengerti yeobo', yeoja itu hanya bisa terdiam dan memaksakan matanya untuk tertidur ketika suaminya memeluknya untuk tidur.
.
.
BYURRR!
"YAK! KAU JOROK WU!" teriak Sehun ketika dengan sangat tidak elitnya Kai menyemburkan minuman yang ada dimulutnya untunglah Sehun ada di samping bukan dihadapannya.
"APA MAKSUDMU PARK?" Tanya Kai dengan nada yang sama tingginya seperti Sehun "Maksudku? Kau masih bertanya Wu? Kan sudah kubilang Kyungsoo akan pergi dengan Sungjae dan eomma mengizinkannya dengan sangat senang hati dan melarang keras aku dan appa untuk menemani bahkan eomma mengancam jika aku dan appa sampai membuntuti mereka".
PRANG!
Kai melempar kasar kaleng minuman yang ia minum tadi "Aishhh.. dasar bocah tengik, pokoknya kita harus cari cara Hun supaya kita bisa memata-matai mereka" Sehun memberi tatapan mengintimidasi pada Kai "Memang apa rencanamu? Sudah lah Kai lebih baik kau ikhlaskan saja Kyungie ku dengan si Sungjae pergi kali ini" Kai melotot mendengarnya "Enak saja kau, tidak bisa! kau tahu kan aku sudah jatuh cinta pada adikmu yang bak anak SD itu" Sehun mencibir "Kau menyukai tapi menghina Wu, sadar diri dengan Luhan memang dia terlihat seperti anak mau lulus SMP? Dia bahkan masih seperti murid pertengahan SMP".
"YA! Kenapa kau jadi mengomentari adikku eoh? Kau juga jatuh cinta padanya Park".
"Ya! Kau yang mulai Wu!"
SRAK!
Terdengar suara pintu kelas dibuka dengan kasar mengagetkan dua pasangan yaoi yang tengah berdebat ini kaget.
BRAK!
Orang itu mendudukan dirinya dengan kasar di mejanya "Wae Chen hyung?" Tanya Sehun sedikit khawatir akan sahabatnya. Ya, bagi mereka Chen itu sudah seperti seorang hyung maka mereka memanggilnya hyung walaupun berada di tingkat dan kelas yang sama.
"Aku sedang kesal Hun, si Ilhoon sudah berani mengajak Minie untuk ikut kencan ganda dengan Sungjae dan Kyungsoo" mereka manggut-manggut mendengar keluhan Chen "Dari mana hyung tahu?" kini Kai yang bertanya "Luhan memberi tahuku karena dia juga akan ikut pergi dengan mereka nantinya".
"MWO!" kini Sehun yang berteriak "Iya dia di ajak Donggeun kesana untuk ikut juga" Kai Nampak berpikir "Donggeun? Peniel maksud hyung?" Chen mengangguk "Akh jangan ditanya dia'kan selalu modus pada Luhan".
"Apa maksudmu Wu?" Tanya Sehun "Aduh Park kau tahu sendiri anak itu punya perasaan lebih pada Luhan" ucap Kai jengkel "Tapi yang aku bingung mengapa Kyungsoo biasa saja malah dengan polosnya dia mengajak Minie pergi dan bilang kalau itu hanya bermain?" Tanya Chen. "Itu memang pikiran murni Kyungsoo, dia tidak mengerti hal semacam itu hyung karena eomma, appa dan aku tak pernah membicarakan hal-hal hubungan pria dan wanita. Jadi ia biasa-biasa saja saat Sungjae menciumnya padahal appa sudah sangat marah besar tapi ia menanggapi karena Sungjae sedang senang sama ketika aku, eomma dan appa sedang dan gemas padanya".
"YA! BOCAH ITU MENCIUM KYUNGIEKU!" pekik Kai "Aishh jinjja berhubungan dengan orang polos itu harus ekstra hati-hati" Kai dan Sehun mengangguk sebagai tanda setuju.
.
.
"Kyung, jadi hari minggu pergi dengan Sungjae?"
Kyungsoo mengangguk, kini Kyungsoo dan Xiumin tengah berjalan menuju halte bis untuk pulang "Waahhh kenapa kau harus mengajakku juga?" Xiumin Nampak bingung "Ilhoon juga ingin ikut dan memintaku untuk mengajakmu ikut Min yah, meskipun awalnya Sungjae melarang tapi aku tetap saja bingung kenapa Sungjae melarang Ilhoon maka aku angguki saja permintaannya. Lu eonni juga ikut kok hheee" Xiumin manggut-manggut dengan wajah yang lucu dan rambut pony tailnyapun bergoyang.
.
.
"Cha sudah selesai" Kyungsoo tersenyum ketika Baekhyun selesai mengikat pita belakang kimononya rambutnya di cepol tinggi-tinggi khas anak jepang dengan pita pink tersimpul di rambutnya. Minggu ini ia akan pergi ke Japanese festival yang berada di area dekat sungai Han bersama Sungjae, Ilhoon, Xiumin, Peniel dan Luhan. Karena mereka pergi ke Japanese Fest. Mereka memutuskan untuk memakai kimono kesana, dengan rambut dikepang dan di sampirkan kesamping membuat Kyungsoo terlihat sangat cantik, lucu dan menggemaskan.
"Aigooo! Anak eomma neomu kyeopta" sambil mencubit kecil hidung Kyungsoo "Hhheee.. lucu kan eomma" Baekhyun menngangguk "Hati-hati dijalan nde, jangan pulang terlalu sore ingat sebelum jam.6 harus sudah dirumah" peringat Baekhyun pada Sungjae yang menjemput Kyungsoo. "Nde ajhuma kami pamit dulu" Baekhyun mengangguk dan melambaikan tangan ketika Kyungsoo melambai tangan padanya.
"Eh? Kau mau pergi kemana Huna?" Tanya Baekhyun ketika Sehun tengah memakai sepatunya dan berdandan rapih "Main sama Kai dan Chen hyung" Baekhyun mengangguk saja "Ingat…".
"Nde eomma aku takkan pulang terlambat. Sebelum jam.6 kan?" potong Sehun cepat dan diangguki Baekhyun.
CHUP~~~
"Nyeong eomma tercinta, Hunie pergi duluu".
.
.
"Aisshhh kurang ajar sekali itu si Sungjae pegang-pegang dan tarik-tarik tangan Kyungie" ujar Sehun dan Kai.
"Aisshhh apa-apaan dia? Beraninya merangkul Luhan samapai seperti itu" masih Kai dan Sehun yang berucap.
"Aisshhh ingin ku patahkan tangannya eoh yang pegang-pegag Minie sembarangan" Kini Chen yang mengumpat.
Ya. Setelah keluar dari rumah masing-masing, disinilah mereka berakhir seperti seorang penguntit yang tengah membuntuti kemana 3 pasang namja dan yeoja itu pergi.
Dan dari awal mereka menemukan Kyungsoo dkk mereka selalu mengeluarkan ungkapan-ungkapan kasarnya, padahal Kyungsoo, Sungjae, Xiumin, Ilhoon, Luhan dan Peniel hanya berjalan beriringan, mengobrol, dan tertawa bersama. Walaupun terkarang mereka menyentuh yeoja itu ataupun merangkulnya itu hanya sesekali saja.
"Lihat Kai, Hun si Sungjae menggandeng tangan Kyungsoo" pekikan Chen membuat Kai dan Sehun mempercepat langkahnya. Terlihat Sungjae yang menggandeng tangan Kyungsoo ketika akan menyeberang jalan ditengah kerumunan orang yang berdesakan menunggu giliran menyeberang. Kai tanpa sadar mengepalkan tangannya kuat-kuat sementara Sehun menatap sinis pada Sungjae karena adiknya yang polos dipegang-pegang pria lain.
"Ayo Kyung" Sungjae mulai menuntun tangan Kyungsoo hingga tiba-tiba…
BRUK!
Debuman cukup keras mengejutkan Sungjae yang kini tengah di tahan Ilhoon karena hamper terjatuh. Tapi tangan Kyungsoo kini sudah tak berada digenggamannnya lagi, melainkan yeoja itu sudah tersungkur di aspal dengan kepala yang jatuh duluan, semua orang yang melihat amat sangat kaget dengan kejadian tiba-tiba itu.
Darah segar Kyungsoo mengalir dengan derasnya di aspal tersebut.
"KYA! KYUNGSOO!".
Mendengar jeritan Xiumin sontak Sehun, Kai dan Chen bereaksi. Mereka berlari sekencang mungkin menerobos kerumunan orang-orang yang akan menyeberang tadi. Mata ketiganya membulat sempurna sementara Sehun segera meraih tubuh sang adik yang kini setengah sadar dengan nafas yang terengah dan darah mengalir di kening sebelah kirinya.
"KYUNGIE! KYUNGIE!" jeritnya memanggil nama sang adik dengan mata yang berkaca-kaca. Oh, bagaimana Sehun tak ingin menangis, wajah Kyungsoo sudah setengah merah karena darah yang memenuhi setengah wajahnya.
"Cepat bawa rumah sakit!" Kai mengambil alih Kyungsoo dan meggendongnya bridal style karena Sehun yang masih sangat shock dengan kejadian itu. Luhan dan Xiumin membantu Sehun yang masih terkejut dan diam kedalam mobil Kai. Dengan itu Kai melajukan mobilnya sekencang mungkin ke rumah sakit.
.
.
Drap! Drap! Drap!
Suara kaki yang tengah berlari itu menggema di koridor rumah sakit Seoul Internasional Hospital. "Bagaimana Kyungie?" Tanya Baekhyun ketika menemukan Kai, yang sedang duduk tempat menunggu dan Sehun yang masih berjongkok dekat pintu UGD dimana sang adik berada.
"Entah ajhuma, kami belum tahu karena dokter belum keluar" jawab Kai. Sementara di bagian samping Kai ada Luhan, Xiumin, Ilhoon, Peniel dan Sungjae yang sedari tadi menundukkan kepalanya.
Drrttttt…Drrrttt..
Baekhyun segera menjauh dari Sehun dan yang lainnya ketika ada penelpon yang merahasiakan identitasnya di layar.
"Yeoboseyo" sapanya.
"Yeoboseyo. Nyonya semuanya barulah dimulai apa yang terjadi pada puterimu itu baru permulaan" Baekhyun mengerutkan keningnya. Itu suara namja misterius yang waktu itu menelponnya.
"Bagaimana…"
Tuuttt…tuttt…tutt…
Lagi.
Belum sempat membuka mulut, namja itu sudah memutus telponnya.
"Sungjae kenapa Kyungie bisa seperti ini?" Tanya Baekhyun lembut ketika Sungjae tengah menunduk dalam "Mianhae ajhuma. Ini semua salahku" ucapnya dnegan nada bersalah yang teramat sangat "Itu bukan salah Sungjae" kini suara Xiuminlah yang keluar "Tadi Sungjae sudah menjaga Kyungie dengan baik ajhuma, Sungjae menggandeng tangan Kyungie ketika akan menyeberang namun tiba-tiba ada seorang ajushi berpakaian aneh menubruk Sungjae dan Kyungsoo dengan keras sehingga Sungjae hampir terjatuh jika tidak ditahan Ilhoon, tapi Kyungie..hiks..hiks.. dia yang jatuh".
Baekhyun mengusap punggung Xiumin yang tengah menangis, ia mengerti ini bukan salah Sungjae. Ini pastilah sesuatu yang berhubungan dengan apa yang penelpon misterius itu katakan.
Flash back off
Semenjak saat itu Baekhyun selalu meminta Chanyeol berhenti dengan tendernya, tapi Chanyeol selalu menepis kata-kata Baekhyun dan hanya bilang 'Itu hanya perasaanmu saja yeobo' membuat Baekhyun kesal dan merasa dirinya tak dipercaya suaminya sendiri. Dan berakhirlah seperti ini. Mereka hamper setiap hari bertengkar dan tak jarang pula saling mendiamkan ketika berada dihadapan anak-anak mereka.
.
.
CEKLEK!
Sehun yang tengah belajar menolehkan kepalanya kearah pintu ketika mendengar suara derit dari benda itu. "Oppa!" Sehun hanya memandangnya dalam diam. Sudah berhari-hari Kyungsoo datang ke kamarnya dengan mata yang berkaca-kaca, gadis polos itu pasti mendengar kembali pertegkaran kedua orang tuanya yang membuatnya jengah.
"Kyungie belum tidur?" Tanya Sehun lembut dijawab dengan gelengan oleh Kyungsoo. "Eomma… appa.." lirihnya sambil menundukan kepalanya. "Hei, sudahlah eomma dan appa hanya ada sedikit masalah" ucap Sehun sambil menangkup pipi gembil sang adik. "T-tapi ini sudah hampir seminggu oppa" ucapnya dengan suara bergetar menahan tangis.
Sungguh Sehun sangat kesal dengan kedua orang tuanya saat ini. Tak biasanya mereka bertengkar selama ini apa lagi sampai saling membentak, ingin rasanya Sehun menyumpal mulut keduanya agar Kyungsoo tak mendengar semua keributan yang mereka ucapkan. Tapi apa daya pikiran jahat Sehun tak akan pernah terlaksana karena ia takut durhaka pada orang tua.
"Mungkin kita belum mengerti apa yang tengah mereka bicarakan sayang, jadi biarkan mereka menyelesaikan semuanya nde?" kyungsoo menggeleng "Ap-apa ini gara-gara Kyungie?" lagi…
Pertanyaan itu keluar dari mulut adik polosnya "Kyungie terjatuh dan eomma marah-marah sama appa harusnya eomma marah sama Kyungie hiks.." isakan lolos begitu saja dari mulut Kyungsoo, Sehun yang mendengarnya segera meraih tubuh mungil itu dalam pelukannya. "Ani, Kyungie tidak salah apa-apa. Sudah oppa bilang kalau mereka ada masalah lain jadi Kyungie tak perlu minta maaf, lagipula kejadian Kyungie jatuh itu bukan karena salah Kyungie itu salah orang yang menyeggol badan Kyungie. Jadi berhentilah menyalahkan diri karena oppa akan sedih".
Kyungsoo mengangguk patuh, ia tak mau menambah beban oppanya ketika Baekhyun dan Chanyeol sedang bertengkar. Setelah lama menangis Kyungsoo akhirnya terlelap dalam dekapan sang oppa.
Sehun membaringkan tubuh Kyungsoo diranjangnya, biarlah Kyungsoo tidur dengannya malam ini setelah malam-malam belakangan ini Baekhyun sang eomma selalu tidur bersama Kyungsoo. "Aigoooo..bahkan perbanmu belum diganti" ucapnya pelan. Ia kemudian beranjak ke kamar Kyungsoo dan mengambil perban dan obat-obat yang diperlukan.
.
.
"Bagaimana ini eonni? Aku sudah mencoba meyakinkan Chanyeol tapi dia tetap pada pendiriannya". Adu Baekhyun pada yeoja bermata panda dihadapannya. Ya hari ini Baekhyun keluar rumah mendatangi sebuah café untuk bertemu dengan Tao, istri Kris sekaligus ibu dari Kai.
"Hupffff~~" helaan nafas keluar dari mulut Tao "Aku sudah pusing dengan Kris, dia tetap saja mempertahankan tender tuan Bang itu. Padahal aku sudah memintanya untuk memutuskan kontrak kerjanya" ucap Tao yang kini tengah memijit pelipisnya. Tak jauh dengan Baekhyun Tao juga mengalami hal yang sama, memang Tao sudah sering menghadapi ini dan Kai selalu selamat tapi bukan berarti ia akan berhenti khawatir dengan keadaan putranya. Dan kini kekhawatirannya bertambah, karena Kyungsoo dan Sehun terlibat didalamnya dan jika itu terjadi Tao tak akan bisa memaafkan dirinya karena secara tidak langsung suaminya –Kris juga penyebab dari semua ini.
"Apa Luhan mengalami sesuatu?" Tao menggeleng sebagai jawaban. Ya, Baekhyun tahu tentang silsilah Luhan yang merupakan adik Kai walau berbeda ibu dan ayah. Luhan sudah Tao anggap seperti anaknya sendiri karena adik Tao yang taklain adalah ibu kandung Luhan telah mempercayakan Luhan padanya sebelum ia meninggal. Dan Tao sangatlah menjaga Luhan yang sudah ia anggap adik kandung Kai. Walaupun Luhan terancam, Tao bisa dengan mudah mengatur Luhan untuk menurut padanya karena pengalaman yang Luhan alami dulu, ketika ia diculik dan di siksa habis-habisan oleh orang-orang yang ingin menghancurkan Kris. Maka Luhan lebih bisa menurut dibanding Kai yang laki-laki.
"Syukurlah" ucap Baekhyun. "Apa kau masih menerima telepon-telepon itu?" Baekhyun mengangguk "Akupun sama, namja itu seperti alarm bahaya". Ya, telepon itu selalu mengingatkan Tao untuk melindungi putera satu-satunya.
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada anak-anakku, haruskah aku membawa mereka pergi jauh?" ucap Baekhyun lirih sambil menerawang keluar jendela. Tao yang melihat Baekhyun seperti itu hanya bisa diam, ia tidak bisa melakukan apapun selain merasa perihatin pada Baekhyun. Tao merasakan apa yang Baekhyun rasakan bahkan ia sangat mengerti karena Tao sudah sering mengalami, tapi semua akan selalu tersa berat jika itu menyangkut anak-anakmu, bukan?. Harta yang paling berharga yang sudah susah payah kau menunggu dan selalu kau nantikan menghirup udara di dunia dan melengkapi hari-harimu sebagai seorang ibu.
"Baekie" Baekhyun menoleh ketika merasakan tangannya di genggam hangat dan melihat yeoja itu tersenyum hangat padanya "Aku mengerti perasaanmu, amat sangat mengerti. Tapi aku beri satu kenyataan yang harus kau tahu. Sejauh apapun kau berlari mereka pasti akan menemukanmu. Dulu aku pernah melakukannya, membawa kabur Jongin ketika ia masih merah dari rumah sakit karena sehabis aku melahirkan Jongin, orang itu hampir saja membunuh putraku".
Baekhyun membulatkan matanya, ia tak habis pikir sebegitu beratnya kehidupan Tao padahal ia adalah orang yang berada, sangat berada malah.
"Aku terpaksa membawa Jongin keluar walaupun darahku terus mengalir karena baru melahirkan satu hari sebelumnya. Tapi untunglah aku dan Jongin bisa selamat. Dan setelah hal tersebut terjadi barulah Kris merasa curiga. Begitupun dengan kejadian Luhan. Tiga bulan baru Kris menyadari ketika Luhan diculik. Kau tahu bagaimana perasaanku saat itu?" Baekhyun hanya diam menunggu kelanjutan cerita Tao.
"Aku marah besar, aku menangis, aku sangat frustasi dengan semuanya hingga aku menghancurkan segala perabot yang ada dirumah. Dan Kris barulah bertindak setelah banyak orang yang tak aku kenal mengantar Jongin pulang dengan keadaan yang mengenaskan, tulang kakinya patah tapi untungnya itu hanya patah ringan, bajunya basah dan terdapat lebam dimana-mana karena mobilnya jatuh ke sungai padahal mobil itu sangatlah aman karena Kris menghabiskan milyaran uangnya untuk mobil Jongin dan ia sempat kritis selama tiga hari. Dan semua orang bilang aku seperti orang gila ketika di rumah sakit sedang menjaga Jongin" Baekhyun menggenggam erat tangan yang tadi menggenggamnya ketika kristal-kristal bening itu keluar dari mata yeoja di seberangnya.
"Kau harus kuat Baek, lindungi anak-anakmu hingga akhir apapun yang terjadi, walaupun suamimu selalu mengatakan hal yang sama dan seakan tak percaya padamu. Maafkan aku yang tak berguna ini sehingga tak bisa membantumu menghentikan Kris…hiks.." baekhyun menggeleng. "Ani eonni, aku sangat berterimakasih kau telah memberiku nasihat. Aku janji aku akan lebih menjaga Sehun dan Kyungsoo dan kau sangat membantu dengan semuanya. Kita berjuang sama-sama nde..".
Tao mengusap air matanya kemudian mengangguk. "Ini sudah sore sebaiknya kita pulang, aku ingin menjemput Kyungie" Tao mengangguk dan merekapun beranjak dari kursi dan meninggalkan café setelah membayar pesanan mereka terlebih dahulu.
.
.
~maaf telpon yang ada tuju sedang berada diluar jangkauan silahkan coba beberapa saat lagi~
"Aishhh.. kemana kau Luhanie" geram Kai karena sedari tadi sang adik tak menganggakt teleponnya sekalipun. Sehun berlari menghampiri Kai yang ada di seberang jalan sekolah Kyungsoo dan Luhan "Bagaimana Hun?" Sehun menggeleng sambil mengatur nafas. "Tadi Sungjae bilang padaku kalau Kyungie pergi dengan Lulu dan Minnie ke took buku karena Lulu memaksa mereka untuk menemaninya" Kai mendengus sebal mendengar nama Sungjae disebut-sebut, sungguh nama itu sudah masuk dalam Black List seorang Wu Jongin sejak hari dimana ia melihat betapa modusnya Sungjae kitika berada di Japanese Fest kepada Kyungsoo.
"Aishhh kenapa dia tak bilang padaku" Kai mengacak rambutnya frustasi. Masalahnya Tao sang eomma selalu memberi ceramah dua hari dua malam sampai Kai pusing jika ia tak mengerjakan perintahnya dengan baik, walaupun itu adalah kesalahan Luhan tetap saja Kai yang selau kena getahnya karena ia adalah kakak Luhan.
"Sudahlah Jong, kita cari saja mereka" Kai mengangguk.
Setelah memarkirkan mobilnya Kai dan Sehun memutuskan berjalan kaki agar dapat dengan mudah memasuki took buku yang biasa Luhan kunjungi. Tapi na'as sudah lelah mencari ternyata mereka tak menemukan adik mereka masing-masing. "Aisshhhhh aku lelah Jong beli minum sana!" Kai mendelik pada Sehun "Ya! Enak saja kau memerintahku, kau tak lihat apa aku juga lelah" balasnya sambil mengusap peluh.
"Ya sudah beli sama-sama tapi kau yang bayar ya!" tambah Sehun "Kajja" Kai yang sudah lemas berjalan sambil menyenggol bahu Sehun pelan.
Selesai membeli minum mereka meneruskan pencarian sang adik namun di tengah jalan mereka menemukan dua sosok yeoja cantik yang mengalihkan dunia mereka sesaat. "EOMMA!" pekik Kai dan Sehun bersamaan.
Kedua yeoja itu menoleh kearah suara berasal "Sehun/Jongin" panggil keduanya. Sehun dan Kai segera menghampiri Tao dan Baekhyun "Eomma dari mana?" Tanya Sehun "Menghirup udara segar bersama Tao ajhuma" Sehun mengangguk tanda mengerti, sepertinya eommanya memang memerlukan hal seperti ini ketimbang harus marah-marah terus dirumah.
"Mana Kyungie?" kini Sehun diam membatu "Eh iya mana Lulu?" Tao tersadar ketika Baekhyun bertanya keberadaan Kyungsoo, Kai dan Sehun saling menyilkut "A-anu eomma, tadi Hunie sudah ke sekolah tapi Kyungie tidak ada katanya pergi dengan Luhan yang memintanya menemani ke toko buku" Kai mengangguk meng-iyakan ucapan sahabatnya. "Dengan Minnie juga?" keduanya mengangguk atas pertanyaan Baekhyun.
"Ya sudah kajja kita cari mereka". Baekhyun, Tao, Sehun dan Kai berjalan beriringan menuju mobil Kai untuk mencari Kyungsoo dkk.
.
.
.
"Waaahhh ini enak sekali eonni, gomawo nde sudah mentraktir kami buble tea" ucap Kyungsoo sambil terus menyeruput buble teanya "Ani Kyung harusnya aku yang berterimakasih pada kau dan Minnie hhhee" Xiumin yang tadi anteng menyeruput buble tea akhirnya melepas sedotannya dari mulutnya "Wae eonni? Kenapa harus berterimakasih?". Luhan tersenyum "Karena kalian sudah mau aku paksa menemaniku membeli novel baru hhheeee…" Kyungsoo dan Xiumin tersenyum "Cheonmaneyo eonni itu tak seberapa" ucap keduanya berbarengan. Mereka terus berjalan dengan riang sambil sesekali tertawa dengan candaan yang keluar dari mulut ketiganya.
Ketika sedang berjalan kaki, sekilas mereka melihat siluet orang-orang yang mereka sayangi. Luhan dan Xiumin yang tengah kejar-kejaran mendahului Kyungsoo yang tertinggal dibelakang memutuskan untuk menghampiri mereka diam-diam. Sementara Kyungsoo memekik girang melihat yeoja tersayangnya tengah tersenyum yang belakangan ini jarang sekali dia lihat "EOMMA!" pekiknya dari seberang.
Baekhyun tersenyum dan melambaikan tangan pada Kyungsoo, dan Kyungsoo mulai berlari untuk menghampiri mereka. Baekhyun mengikuti arah lari Kyungsoo, entahlah perasaan tak enak tiba-tiba mennyelimutinya Baekhyun tiba-tiba ingin menangis melihat putrinya di seberang sana. Setelah lampu tanda pejalan kaki menyala Kyungsoo berlari secepat yang ia bisa karena jalanan yang sangat lengang saat itu.
Tanpa ia sadari sebuah mobil melaju dengan sangat kencang. Dan….
BRUK!
BRAK!
Senyum riang Kyungsoo hilang dihadapan Baekhyun. Dunia terasa berhenti bagi Baekhyun setelah mobil itu menabrak putrinya dengan sangat kencang hingga Kyungsoo tersungkur di pinggir jalan karena terpental sejauh 5 meter.
"KYUNGSOO!" Baekhyun berlari menghampiri tubuh mungil yang tersungkur itu dan ia menjerit histeris.
"KYUNGIE EOMMA, BANGUN NAK!"
"BANGUN SAYANG!"
"KYUNGIE BANGUN!"
"BANGUN KYUNG!" jeritnya.
Semua orang yang berada disana langsung mengerubungi tubuh mungil yang sudah bersimbah darah dimana-mana dengan mata terpejam tak sadarkan diri secara total di pangkuan sang eomma yang terus menjerit histeris memanggil, mengusap kepalanya dan memeluknya posesive tak dipedulikan darah Kyungsoo yang menempel di tangan, baju dan wajahnya. Tao berlari menyusul Sehun setelah sadar dari keterkejutannya sementara Xiumin dan Luhan diam mematung, Kai yang berlari menuju mobilnya dan Sehun yang menghampiri sang eomma yang terus menjerit-jerit.
"PUTRIKU!"
Baekhyun menjerit ketika Sehun mengambil alih Kyungsoo dari dekapan BAekhyun. Seketika ia merasakan basah disekitar tangan dan dadanya akibat darah Kyungsoo yang merembes dengan cepat di sela-sela kain seragamnya. Sehun berusaha untuk tenang, sementara dibelakang Tao tengah memapah Baekhyun. Dengan cekatan Kai memposisikan mobil dihadapan Sehun tanpa melepas dekapannya Sehun terus memangku Kyungsoo didalam mobil dan secepat mungkin Kai melajukan mobilnya ke rumah sakit. Ia tahu Tao akan menyusul bersama Baekhyun, Luhan dan Xiumin dengan mobilnya sendiri. Yang terpenting sekarang adalah Kyungsoo.
.
.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" jerit itu kembali menggema di lorong rumah sakit. Terlihat Baekhyun menjambak rambutnya frustasi ketika dokter memberi tahu keadaan sang putri. Tao memeluk BAekhyun, mencoba menenangkan sementara tubuh Sehun merosot seketika. Keadaan keluarga Park saat ini sangatlah memilukan.
Luhan dan Xiumin yang menangis dan saling memeluk, sementara Kai ia mengusap wajahnya kasar. Sedih dengan keadaan yang sedang terjadi saat ini. Ya setelah dilarikan ke rumah sakit Kyungsoo segera di tangani oleh sang dokter namun kecelakaannya sangatlah parah, terjadi beberapa patah tulang yang cukup serius pada Kyungsoo, kehilangan banyak darah dan benturan di kepala yang cukup serius dan dokter yang menangani Kyungsoo sudah berusaha semaksimal mungkin dan inilah hasilnya Kyungsoo koma dan dokter tak memberikan harapan lebih pada mereka dikarenakan tubuh Kyungsoo yang terhempas jauh dan mobil yang menabrak Kyungsoo dengan sangat kencangnya tak menutup kemungkinan Kyungsoo akan tutup usia dalam waktu dekat.
.
.
"KEMBALIKAN KYUNGIE KU UISAA!" jerit Baekhyun lagi. Namun sekeras apapun Tao menenangkan Baekhyun itu tak akan membantu banyak mengingat buah hatimu tengah berjuang di dalam sana karena nyawanya berada dalam penentuan tuhan saat ini.
.
.
"Hallo sayang~~" sudah tiga hari suara itu menggema di ruang rawat VIP spring nomor 1216. Semenjak Kyungsoo divonis koma dan tak banyak harapan yang dokter bisa berikan, Baekhyun tidak mau beranjak sedikitpun dari sisi katil Kyungsoo. Dunia terasa gelap, hanya ada dirinya dan Kyungsoo.
Chanyeol yang kini berada di ambang pintu hanya diam mematung melihat istrinya. Jika dibawa keluar sedikit saja maka ia akan mengamuk, sungguh semua itu membuat Chanyeol sesak terlebih lagi putrinya yang belum juga sadarkan diri dan ia tak akan pernah tahu apakah Kyungsoo akan sadar atau tidak.
Ya, setelah Tao menelponnya dan mengabari keadaan Kyungsoo, Chanyeol segera berlari dari ruang meeting dikantornya. Padahal meeting itu adalah meeting yang sangat penting bagi kelanjutan tender tuan Tan yang akan memakai jasa perusahaan EXO.
Dan betapa ingin matinya Chanyeol ketika mengetahui Kyungsoonya belum tentu bisa menghirup udara bersamanya lagi, tubuhnya merosot kelantai ia menangis tersedu-sedu mengetahui kenyataan yang terjadi sementara Baekhyun terus memakinya dengan kata-kata yang menyesakkan .
"KAU PEMBUNUH!" itulah kalimat pertama yang Chanyeol dengar dari Baekhyun.
"KAU ENCOBA MEMBUNUH ANAKKU!" kembali istrinya membentaknya sementara Sehun sang anak sulung memeluk sang ibu erat-erat mencoba menenangkan tapi…..
"KAU PENYEBAB IA MENJADI SEPERTI INI!" tudingnya lagi.
"KAU TAKKAN PERNAH KU MAAFKAN JIKA SAMPAI SESUATU TERJADI PADA KYUNGIEKU!" walaupun Chanyeol mencoba memeluk Baekhyun, yeoja itu tetaplah memberontak.
"YAAAAA! KEMBALIKAN PUTRIKU PEMBUNUH!" jeritnya semakin histeris dan mencengkeram kerah kemeja Chanyeol, tapi Chanyeol hanya diam malah kini ia bersimpuh di kaki BAekhyun namun Baekhyun berusaha menepisnya.
"Mianhae Baek, aku tidak tahu kenapa bisa sampai seperti ini" ucapnya disela tangisnya "SUDAH KUKATAKAN PUTUSKAN HUBUNGAN KERJASAMAMU DENGAN TUAN BANG ITU BERENGSEK! KAU TAK MAU MENDENGARKU EOH? INILAH AKIBATNYA" Chanyeol hanya diam jujur ia tak tahu harus berbuat apa "Baiklah aku akan menghentikannya".
"TIDAK PERLU, SUDAH TERLAMBAT KAU TUNGGU SAJA SAMPAI AKU MATI!".
PLAK!
Sehun membulatkan matanya melihat perbuatan sang appa pada eommanya.
Chanyeol reflek menampar pipi istrinya. Baekhyun terdiam mengusap pipinya yang terasa panas saat ini. Sakit yang dihasilkan Chanyeol sudah sangatlah fatal di hati kini ia menambahnya di pipi. Chanyeol tertegun sungguh ia tak sadar sudah menampar yeoja yang sangat ia cintai. "Ye-yeobo… mi-mian…" terlambat Bakehyun sudah berbalik meninggalkannya. Chanyeol hanya bisa menatap nanar punggung yeoja mungil yang makin lama makin tenggelam di balik pintu kamar rawat putrinya.
Ia mengacak rambutnya frustasi, sementara Sehun hanya memandang nanar keduanya.
"Kyungie~~~ sayang~~ ayo bangun ini sudah siang, Kyungie mau ketemu Minnie di sekolah kan? Kyungie kan suka sekolah, disekolah Kyungie bisa menyanyi, memasak, belajar dan bermain bersama teman-teman Kyungie.. eomma kangen Kyungie, kita main sama-sama lagi nde! Nanti kita melukis cinta lagi mau kan?" ucap Baekhyun sambil mengusap kepala Kyungsoo yang tertutupi perban dengan hati-hati. Baekhyun selalu mengajak sang putri bicara walaupun pada kenyataannya Kyungsoo tak merespon apa-apa hanya suara mesin mendeteksi jantung yang menyapa pendengarannya.
.
.
"Chan, harusnya kau percaya pada istrimu" Chanyeol masih terduduk dengan kepala yang menunduk dalam di hadapan seorang yeoja. Namja yang ada disamping yeoja itupun melakukan hal yang sama seperti Chanyeol. Tak mereka pedulikan orang-orang di café yang memperhatikan mereka. Mereka hanya terlarut dalam perbincangan mereka saat ini.
"Ja-jadi Baekhyun.." Tao, yeoja yang ada dihadapan Chanyeol mengangguk. Ya, setelah Tao menceritakan hal-hal yang ia dan BAekhyun alami, Kris dan Chanyeol hanya bisa diam seperti terdakwa yang sudah benar-benar dipojokan akan kebenaran dari kesalahannya. "Kalau kau.. ah ani tapi kalian tidak percaya, silahkan cobalah untuk diam di rumah selama seharian dan bawa ponsel kami kemanapun kalian pergi" Tao meletakkan ponsel Baekhyun dihadapan Chanyeol yang ia pegangi ketika Bakehyun mengamuk dirumah sakit dan meletakan ponselnya dihadapan Kris – suaminya.
"Aku pergi dulu nde, aku harus jemput Jongin dan Luhan di sekolah". Langkah yeoja itu terhenti ketika merasakan tangan kekar memegangi lengannya "A-aku ikut" Tao tersenyum dan menggeleng "Biar aku pergi sendiri saja, sebelum semuanya terbukti lebih baik aku melindungi anak-anakku sampai akhir".
JLEB!
JLEB!
Bagaikan ribuan bambu yang menusuk tepat ke jantung. Kris dan Chanyeol hanya bisa mematung tanpa bergeming sama sekali hingga Tao menghilang dari hadapan mereka. Sementara Kris dan Chanyeol makin tertegun dan menundukan kepalanya dalam.
Namun baru juga sesaat Tao meninggalkannya ponsel Baekhyun berbunyi menampilkan nomor tak dikenal tertera dilayar, Chanyeol segera mengangkat telpon tersebut takut-takut ada sesuatu yang penting.
"Yeoboseo nyonya Park" Chanyeol terdiam sesaat tanpa menjawab sapaan si penelpon "Bagaimana keadaan putrimu? Apa yang aku katakana ternyata terbukti kebenarannya kan?" Chanyeol teringat ucapan Tao, segera ia mensetting menjadi Loudspeaker agar Kris bisa mendengarnya.
"Nyonya kau harus berhati-hati, mata-mata tuan Bang ada dimana-mana dan sekarang ia terlihat tengah memasuki areal rumah sakit tempat kau dan putrimu berada juga di sekolah tempat putra anda. Sepertinya ia tahu bahwa keadaan keluarga anda sangatlah lemah dan menguntungkannya. Ku beri tahu sekali lagi jaga anak-anakmu. Aku tahu mereka sangatlah berharga bagimu"
PIP!
Sambungat terputus. Kris segera menuju mobil dan Chanyeol berlari ke rumah sakit. Takut sesuatu akan terjadi disana.
.
.
SREEETTTTTT CKIIITTTTT *backsound gagal.
Mobil Kris menghalangi mobil Tao yang tengah di serang gerombolan orang yang tak di kenal yang terus menembaki mobil Tao "YA! KELUAR KALIAN!" teriaknya. Namun mobil komplotan itu telah menghilang. Tak lupa Kris menulis plat mobilnya agar mudah di lacak.
Untung Kris segera datang ketika mobil Tao yang di dalamnya ada kedua anaknya dan Sehun di serang orang jahat 'Ternyata pria itu benar' batinnya. "Appa kenapa bisa ada disini?" Tanya Kai ketika keluar dari mobilnya "Mana eommamu?" Kai mengalihkan pandangannya kearah mobil. Kris membuka pintu belakang mobil dan menemukan Tao sedang memeluk Luhan yang ketakutan. "Appa" Luhan menghambur kepelukan Kris, tentu saja Kris segera meraih tubuh putrinya dan memeluk Tao juga. Ia tahu, istrinya pastilah sangat ketakutan saat ini.
Namun karena putranya yang gila, mengembudi secara ugal-ugalan seperti tadi patut Kris syukuri karena mereka tidak ada yang terluka. "Sepertinya aku harus menyelesaikan semua ini" ucapnya sambil mencium pucuk kepala Tao dan Luhan bergantian.
.
.
"YA! MAU APA KAU DISINI EOH?"
BUGH!
Satu pukulan mendarat di perut sang pria misterius yang kini tengah melucuti semua peralatan medis Kyungsoo setelah ia mengikat dan membungkam mulut Baekhyun. "KAU HARUS MATI!" pekiknya dan memukul pria tak dikenal itu dengan membabi buta, dokter dan suster yang melihatnya segera mengamankan Chanyeol "BAWA DIA KE KANTOR POLISI" pekiknya lagi "LIHAT APA YANG DILAKUKAN PADA ISTRI DAN ANAKKU" semua yang melihat hanya bisa memandang miris. Dokter segera menangani Kyungsoo dengan alat medis yang namja tak dikenal itu cabut paksa dan meninggalkan darah di bagian-bagian tertentu.
Sementara Chanyeol melepaskan tali yang mengikat istrinya. "BAekie" ucapnya sambil memeluk tubuh Baekhyun yangbergetar hebat. "KYUNGIE!" Baekhyun berteriak kembali.
"KYUNGIEKU? KUMOHON JANGAN SAKITI DIA!" lagi Baekhyun berteriak dan mulai memukul dada bidang suaminya namun Chanyeol kembali mengertakan pelukannya, berusaha menyalurkan rasa aman dan ketenangan untuk sang istri. Setelah lama memberontak, berteriak dan menangis Baekhyun akhirnya tertidur.
Para dokter yang telah selesai memasang dan memeriksa kembali Kyungsoo segera pergi dari ruangan tersebut karena dirasa Baekhyun butuh ketenangan bersama Chanyeol.
.
.
"Appa!"
Chanyeol menoleh kearah suara berasal. Sehun tengah berlari kearahnya, Chanyeol segera berdiri dan memeluk putra sulungnya erat "Syukurlah kau baik-baik saja" ucapnya sambil menepuk punggung sang putra sayang.
"Nde tadi Kris ajushi datang menyelamatkan kami" Chanyeol mengangguk "Baiklah kalau begitu appa pergi dulu nde! Kau jagalah eomma dan adikmu. Appa tidak lama kok, jangan lupa suruh eommamu istirahat Hun".
"Appa mau kemana?" Chanyeol membelai kepala Sehun, sayang "Appa ada urusan sebentar. Selama appa pergi kau jaga eomma dan Kyungie nde. Jangan sampai eomma tak makan dan istirahat" Sehun mengangguk atas pesan sang ayah. Chanyeol melenggang pergi setelah mengecup kepala putranya, Sehun hanya terdiam memandangi tubuh tegap itu lama-kelamaan menjauh.
.
.
Hari-hari berlalu. Sudah seminggu lamanya Kyungsoo belum sadarkan diri, dan sudah selama Sehun terakhir bertemu appanya, appanya belum juga kembali. Itu artinya sudah 4 hari appanya tidak terlihat di pandangannya.
"Eomma, makan dulu nde" Baekhyun menoleh kearah Sehun yang memegangi pundaknya dan tersenyum "Eomma tidak lapar, sayang" ucapnya selalu sama selama seminggu ini. "Eomma jarang makan, tubuh eomma makin kurus" Baekhyun hanya memandang Kyungsoo memilih memalingkan wajahnya dari Sehun.
"Hunie mohon setidaknya eomma makan sedikit. Kasihan Kyungie kalau eomma sakit" Baekhyun kini tertarik dengan apa yang Sehun ucapkan "Eomma…apa eomma sayang Hunie?" Baekhyun mengerutkan keningnya bingung "Tentu saja sayang, eomma sayang Hunie, eomma sayang dan sangat mencintai kalian. Kau dan Kyungie harta eomma yang amat-sangat berharga" jelasnya.
"Lalu kenapa Hunie minta eomma makan, eomma tidak mau?" melihat wajah sedih Sehun, Baekhyun merasa sangat sedih dan sakit hati, tak rela melihat anaknya tersakiti olehnya "Mianhae.." lirihnya "Ani eomma, eomma tidak salah kok" Baekhyun menangkup pipi Sehun "Mianhe nde.. eomma sudah menyakitimu. Eomma egois dan tak pernah memperhatikanmu belakangan ini tapi eomma berharap kau mengerti" Sehun mengangguk patuh.
"Eomma mau makan tapi Hunie suapi eomma nde?" Senyum cerah Sehun bersemi. Ia mengangguk dan mulai menyendok nasi dan menyupkannya pada mulut sang eomma.
.
.
.
.
Chanyeol membuka sedikit pintu ruang rawat Kyungsoo, mencoba mengintip apa yang sedang dilakukan Baekhyun. Dan ia mendapati sang istri tengah berbicara senidri tanpa Kyungsoo bisa menjawab dan menggenggam tangan putrinya.
"Kenapa tidak masuk?" Tanya Tao yang entah sejak kapan sudah berada dibelakangnya dengan posisi seperti seorang pengintip dibelakang Chanyeol "Kau ini mengagetkanku saja" Tao hanya terkekeh "Aku tak mau membuat keributan disini jadi lebih baik aku melihatnya dari jauh" Tao mengangguk. Ia mengikuti Chanyeol dan terdengarlah apa yang Baekhyun katakan.
Baekhyun kini tengah membelai Kyungsoo, ia terus saja membelainya dan memanggil-manggil ingatan tentang apa yang pernah dilakukan bersama sang buah hati. "Kyungie…" panggilnya.
"Kyungie bangun yuk, kita melukis cinta lagi Kyungi mau kan?" ucapnya dengan pikiran yang melayang ke kejadian yang telah berlalu.
Flash back on
Dua orang anak yang menempati ranjang yang sama dan ia tengah menyelimuti mereka yang akan tidur, namun si anak bungsu tiba-tiba bersuara..
"Eomma.." panggil Kyungsoo kecil
"Apakah cinta itu?" tanyanya.
"Kyungie dan Hunie mau melihat cinta?" Tanya Baekhyun "Mau" Kyungsoo dan Sehun mengangguk antusias.
"Yuk kita melukis cinta" Lanjut Baekhyun sambil tersenyum dan mengambil beberapa krayon dan kertas lebar lalu mulai menggambar.
"Cinta adalah…." ucapnya
"Matahari pagi yang berwarna keemasan dilangit membangunkanmu bersama angin semilir yang sepoi-sepoi. CINTA tersenyum menyapa fajar ".
Baekhyun mengganti kertas "Cinta adalah…." Katanya sambil mulai menggambar
"Titik-titik hujan yang jatuh dari langit. Bunga bermekaran dan kupu-kupu menari-nari di sekelilingnya. Pelangi yang melengkung indah dan kamu berkecipak-kecipuk di tanah basah."
Baekhyun mengganti kertas lagi "Cinta adalah…
Belajar dan bermain di sekolah. Menyapa guru dan sahabat sehati…
Menjelajah, bertanya dan ingin tahu segala. Berharap suatu hari tak akan pernah berhenti" Baekhyun memandang Kyungsoo dan Sehun bergantian.
"Hunie dan Kyungie ingin melukis cinta, sayang?" tanyanya "Mau eomma" Kyungsoo dan Sehun mengambil krayon dan secarik kertas.
"Cinta adalah….." mulainya Kyungsoo sambil menggambar
"Tidak memilih teman waktu bermain bersama. Hitam-putih, besar-kecil, gemuk-kurus, tinggi-rendah. Semua teman unik dan istimewa" Baekhyun membelai rambut putrinya sayang "Bagus, anak pintar".
"Sekarang giliran eomma" ucap Kyungsoo. Baekhyun kemudian mengambil kertas lagi "Cinta adalah...
Kue tart cokelat besar ditengah meja. Donat, kembang gula, dan brownies yang disantap bersama sahabat dan keluarga. Berbagi senyum, tawa juga air mata"
Kini Sehun yang berucap "Cinta adalah….
Bulan yang bersinar dilangit malam bersama sejuta bintang menemani mereka yang akan terbang ke alam mimpi. Karena bulan yang dilihat disana sama dengan bulan yang dilihat disini"
Baekhyun memuji "Bagus sekali, anak eomma pintar" Kyungsoo dan Sehun membawa kertas lagi "Kyungie dan Oppa masih punya satu lagi eomma!" ucapnya.
"Apa itu?" Tanya Baekhyun dan Kyungsoo juga Sehun mulai menggambar kembali "Cinta adalah…" katanya.
"Saat aku gembira dan sedih, eomma memeluk dan menciumku. Mengatakan semua akan baik-baik saja. Sehingga aku dapat tidur dengan aman sampai pagi tiba" Baekhyun tersenyum dengan ucapan Kyungsoo "Dan ketika sebuah salah terjadi maka eomma akan mengatakan Semua bisa diperbaiki sayang dengan senyum lembut yang menenangkan hati. Sehingga semua akan menjadi lebih baik di kemudian" tambah Sehun.
Baekhyun yang melihat kedua aegyanya terpejam mulai mencium satu persatu kening mereka "Jaljjayo Hunie, Kyungie" mengusap surai mereka dan menarik selimut hingga batas leher mereka.
Flash back off
"Hiks…" kembali, air mata dan isak itu terdengar. "Kyungie cinta eomma kan?" tanyanya entah pada siapa "Kalau Kyungie cinta eomma, eomma ingin Kyungie seperti matahari yang setip hari menyapa fajar sama ketika Kyungie menyapa eomma setiap hari".
Tangis Baekhyun makin kencang, Tao yang mendengar ucapan Bekhyun hanya bisa menangis. Sedang Chanyeol hanya terdiam.
Mereka terus memperhatikan hingga Baekhyun berteriak-teriak tidak jelas dan berlari kearah pintu. Sontak Tao dan Chanyeol langsung membuka pintu "UISA! UISA!" teriaknya "Ada apa sayang?" Tanya Chanyeol "KYUNGIE! TOLONG KYUNGIE!" jeritnya lagi. Chanyeol segera berlari memanggil dokter.
.
.
"AAAAAAAKKKKKKKKKHHHHHHHH! BIARKAN AKU PERGI CHANYEOL!" jerit Baekhyun yang kini berada di pelukan Chanyeol. "Tidak BAek, kau harus istirahat dirumah itu yang uisa katakan" Baekhyun menggeleng "AKU MAU BERSAMA KYUNGIE!" pekiknya namun Chanyeol menghiraukannya.
Setelah kejadian BAekhyun berteriak-teriak tak jelas, Chanyeol diminta membawa Baekhyun pulang untuk beristirahat karena kondisi mentalnya saat ini tengah lemah. Baekhyun menjerit meminta di panggilkan dokter, tapi sebenarnya tak terjadi apa-apa dengan putrinya. Tak ada reaksi apapun yang di tunjukan Kyungsoo tapi Baekhyun berteriak seolah-olah keadaan Kyungsoo gawat.
"Sebaiknya Ny. Park istirahat dulu dirumah agar ia bisa tenang tuan. Jiwanya yang terguncang dan kurangnya istirahat dan makan membuat ia menjadi seperti ini, paranoid dan membayangkan hal-hal yang tidak-tidak" Chanyeol mengangguk atas ucapan sang dokter dan berakhir memaksa Baekhyun keluar ruang rawat Kyungsoo setelah meminta Sehun menjaganya walaupun Baekhyun terus berteriak dan menangis seperti orang gila.
"Baekie aku minta maaf sayang, tolonglah kau istirahat nde!" Baekhyun menggeleng dalam pelukan Chanyeol "Aku sidah memutuskan hubungan kerja dengan tn. Bang dan mereka sekarang sudah berada di tangan polisi sayang, kau benar aku berengsek, aku bodoh karena tak percaya padamu. Tolonglah biarkan aku memperbaiki semuanya sayang".
Baekhyun menangis makin kencang "KENAPA? KENAPA HARUS SEPERTI INI DULU BARU KAU MENGERTI?" bentaknya sambil memukul punggung Chanyeol "Mianhae yeobo…Mianhae…" ucapnya lirih sambil mencium kepala sang istri yang sangat dirindukannya belakangan ini. Namun gelengan keras yang ia dapat dari istrinya.
"AKU MEMBENCIMU" pekiknya "Nde kau pasti membenciku tapi kumohon biarkan aku bersamamu terus sayang" Baekhyun menggeleng "BIARKAN AKU MATI SAJA MAKA KAU….hhhmmmmmmmmmmppppttttt".
Tak tahan dengan ucapan istrinya, Chanyeol membungkam bibir Baekhyun dengan menciumnya. Baekhyun memberontak namun Chanyeol tak meresponnya, ia malah makin melumat bibir tipis Baekhyun dan mengulum bibir atas dan bawahnya dengan kuat.
Ia tak mau menampar pipi istrinya seperti di rumah sakit waktu itu dan beginilah yang ia lakukan. Menciumnya panas dan tanpa sadar meminta lebih dari istrinya yang kini memukul punggungnya karena ia butuh oksigen.
"Le..lepashh!" desahan itu lolos begitu saja karena Chanyeol kini tengah menghisap bagian sensitive di lehernya dan tubuh mereka menimpa ranjang dengan posisi Chanyeol berada diatas BAekhyun.
"Ahhh…sssshhh" Baekhyun menangis, berusaha mendorong Cahnyeol sekuat yang ia bisa namun apa yang bisa ia lakukan dengan tubuh lemahnya. Ia hanya bisa menangis, menjerit-jerit ketika Chanyeol yang sudah diambang nafsu. Chanyeol membuka kancing baju Baekhyun dengan kasar dan memaksa walau tangan istrinya sudah menahannya.
Dan ia tak bisa menghindari ketika aktivitas ranjang itu terjadi, tangisan dan jeritan itu bercampur dengan desahan dan erangan yang keluar dari mulutnya karena sensasi yang menyapa tubuhnya.
.
.
"Sehun" suara seseorang membuyarkan keheningan yang menyapa ruangan rawat Kyungsoo "Igeo, makanlah kau pasti lapar" Kai menyodorkan sekantung makanan untuk Sehun "Makanlah selagi masih hangat" Sehun mengangguk.
Setelah appanya menyuruhnya menjaga Kyungsoo seharian Sehun langsung datang tandap mengganti sergam sekolahnya karena terlalu panic dengan kejadian eommanya. "Eommaku memintaku membawa pakain untukmu, pakailah! Seragammu bau" Sehun mengangguk "Gomawo Kai, sampaikan terimakasihku pada eommamu" Kai megangguk.
Kai menarik kursi dan duduk di samping Sehun yang kini tengah membuka mulutnya, memasukan makanan kedalam sana "Kau hari ini yang menjaga Kyungie sampai pagi?" Sehun mengangguk sebagai jawaban. "Pasti ini tentang kejadian eomamu tadi sore?" Sehun mengangguk lagi, ia suda h tidak terkejut akan ucapan Kai karena ia tahu pasti Tao yang sudah memberi tahunya.
"Kalau begitu aku ikutan ya Hun" Sehun diam "Untuk apa? Nanti eommamu mencarimu Kai" Kai menggeleng "Eomma yang menyuruhku menemanimu disini, karena besok libur dan appa mengizinkan" Sehun hanya bisa mengangguk sebagai jawaban. Jika Tao sudah berucap maka ia hanya bisa menurut sama seperti Kai, karena yeoja itu sangatlah pemaksa namun memaksa untuk kebaikan.
Setelah makan Sehun mengganti baju yang diberikan Tao, dan ia hanya terdiam ketika Kai yang membelakanginya kini tengah membelai kepala Kyungsoo sayang "Soo… kau sedang apa sekarang? Apa mimpimu terlalu indah sampai-sampai kau tak mau membuka mata eum?" walaupun pelan tapi Sehun masih bisa mendengarnya dengan jelas "Soo harus cepat bangun, kasihan eomma, appa dan Sehun oppa mereka sangat membutuhkanmu Soo".
Sehun hanya diam melihat kelakuan Kai yang biasanya kekanak-kanakan sama seperti dirinya kini sangatlah lembut dan dewasa "Kau harus ingat janjimu padaku, kau akan mengabulkan satu permintaanku dan itu masih belum terlaksana" ucapnya lagi.
"Dan aku akan mengatakannya sekarang, permintaanku adalah aku ingin kau sembuh" Sehun hanya memandang nanar pada sahabatnya. Ia tahu Kai tak main-main saat ia berucap mencintai adiknya dan sekarang, ia rela menukar apapun termasuk permintaan yang Kyungsoo akan kabulkan padanya "Hanya satu yang aku inginkan dan itu adalah kau kembali bersama eomma, appa dan oppamu".
"Semoga Kyungie mendengarnya" Kai menoleh kearah suara yang tiba-tiba mengejutkannya lalu tersenyum dan mengangguk. Tapi senyum itu tidaklah bertahan lama, pendeteksi jantung Kyungsoo berubah putus-putus. Menyadari itu, Kai dan Sehun menjadi panic "KYUNGIE! KYUNGIE!" Sehun mengguncang tubuh sang adik sementara Kai berlari keluar mencari bantuan medis.
"UISA! UISA!"
.
.
Baekhyun kini tengah berada di sebuah padang rumput yang sangat luas dan indah, banyak bunga-bunga bermekaran diantara rumput yang hijau. Melihat danau yang berada di tengah-tengahnya dan kupu-kupu cantik dengan cahaya hanga matahari yang nyaman.
"Surga…" gumamnya hingga suara seseorang menyadarkan keterpesonaannya "EOMMA!" Baekhyun menajamkan penglihatannya, mencari-cari sosok yang tengah memanggilnya dengan suara yang sangat ia kenali "EOMMA!".
Senyum Baekhyun mengembang ketika menemukan sosok yang selama ini dirindukannya kini tengah berlari kearahnya, segera ia merentangkan tangannya ketka yeoja kecil itu merentangkan tangan sambil berlari dan…
Hup..
Tubuh mungil itu kini berada dalam dekapannya. "Kyungie bogoshippo" ucapnya. "Eomma kita duduk disana yuk" Baekhyun mengangguk ketika yeoja itu menariknya ke dekat danau mereka duduk bersisian.
"Eomma.." Baekhyun menjawab dengan gumaman "Eomma masih marah pada appa eoh?" BAekhyun tersenyum tipis "Entahlah sayang, eomma begitu terpukul dengan segalanya" ucapnya "Appa-kan sudah menyesali semuanya eomma" Baekhyun mengangguk "Eomma bilang semua bisa diperbaiki, dan appa ingin meperbaiki semuanya. Ia bersungguh-sungguh eomma" Baekhyun membelai rambut panjang Kyungsoo yang terurai indah "Kadang kau butuh waktu untuk mengerti semuanya sayang, memang semuanya bisa diperbaiki tapi untuk hal seperti ini eomma butuh waktu"
"Eomma sudah mendapatkannya, dua minggu apa tidak cukup untuk eomma memikirkan segala yang appa katakan waktu itu dan yang terakhir appa ucapkan?" potong Kyungsoo cepat "Lalu apakah semua akan kembali seperti semula? Kejadian yang menimpamu adalah hal yang paling berat dalam hidupku sayang, aku mencintaimu, sangat mencintaimu dan aku sangatlah mencintai kalian semua. Oppamu dan juga appamu sepenuh hati" kini airmata menetes membasahi pipi BAekhyun.
"Eomma tahu, eomma egois tapi apa salah jika eomma seperti ini? Kau tahu nak, melihat belahan jiwamu yang sakit membuat hati eomma sesak dan hidup ini terasa berat" kyungsoo menangkup pipi sang eomma dan menghapus lembut air matanya.
"Mianhae eomma, Kyungie bikin eomma menangis" BAekhyun menggeleng "Tidak nak, kau sudah seharusnya tahu, memang semuanya bisa diperbaiki tapi eomma benar-benar butuh waktu" Kyungsoo mengangguk "Tapi Kyungie harap eomma tak membenci appa" Baekhyun menganguk.
"Eomma takan pernah bisa membencinya sayang" Kyungsoo tersenyum "Apa yang terjadi padaku, pada keluarga kita itu sudah menjadi takdir tuhan eomma. Sekalipun orang itu menabraku atau tidak tapi jika Tuhan sudah mentakdirkan maka aku akan celaka dengan apapun caranya" Baekhyun diam "Eomma, Kyungie ingin pulang" ucapnya sambil tersenyum "Tapi Kyungie tidak bisa pulang kalau eomma masih marah sama appa, Kyungie tidak mau pulang kalau eomma dan appa masih bertengkar" ucapnya sambil menunduk dengan wajah sedih.
"Kyungie ingin pulang tanpa ada keributan lagi, eomma mau tidak mengabulkannya?" Baekhyun kini menutup mulutnya menahan isakan-isakan kecilnya "Eomma akan bersama Kyungie disini nde" Kyungsoo menggeleng, "Eomma tidak boleh ada disini, appa dan Hunie oppa belum eomma ajak lagi pula Kyungie juga hanya mampir, dan Kyungie sekarang mau pulang ya!" Baekhyun menggamit tangan Kyungsoo dan menggeleng "Kyungie pulang sama eomma nde" mohon Baekhyun. "Kyungie tidak mau pulang kalau eomma masih marah sama appa, dah eomma" genggaman tangan Baekhyun terlepas ia berdiri dan berusaha mengejar putrinya, namun langkahnya sangatlah berat "KYUNGIE! KYUNGIE! KEMBALI NAK!" teriaknya.
.
.
"KYUNGIE! KEMBALI NAK!" mata yang terpejam dengan tubuh polos yang hanya tertutupi selimut itu terbuka seiring dengan teriakan melengking yang keluar dari mulutnya. Matanya melotot dengan keringat bercucuran deras dan menetes di pelipisnya, ya.. Baekhyun telah terbangun dari mimpinya. Nafasnya memburu tak teratur "KAu kenapa sayang?" Tanya Chanyeol yang sama terkejut dengan teriakan sang istri yang sedari tadi tidur di sebelahnya "Minumlah" Baekhyun menurut ketika Chanyeol mendekatkan gelas ke mulutnya.
"Kungie.." gumamnya lalu menyibak selimutnya kasar dan memunguti pakaiannya yang berceceran di lantai dan memakainya dengan tergesa "Kau mau kemana sayang?" Tanya Chanyeol bingung sambil beringsut memakai memakai pakaian bersih dan berjalan ke arah lemari, mengambil pakan bersih untuk Baekhyun yang tengah kesulitan memakai pakaiannya.
"Gantilah bajumu dengan yang ini" Baekhyun hanya diam ketika suaminya memakaikannya pakaian "Aku mau ke rumah sakit" ucapnya dingin "Besok saja sayang, ini sudah malam nanti…"
"SEKARANG!" bentaknya "BAek kau sebaiknya…." ~~My baby..baby..baby..manhaejo nage what is….
Baekhyun segera mengambil ponsel Chanyeol yang berbunyi di atas nakas dan menekan gambar yes pada ponselnya ketika nama Sehun tertera dilayar "EOMMA! Eomma Kyungie eomma~~" ucap Sehun dengan suara bergetar "Wae Hunie, Kyungie kenapa?" tanyanya mencoba setenang mungkin.
"Kyungie masuk ICU! Keadaannya gawat eomma"
PRAK!
Mengerti dengan ekspresi sang istri Chanyeol menggandeng tangan Baekhyun dan membawanya keluar "Kita kerumah sakit sekarang!" ucapnya.
.
.
"KYUNGIE!" teriak Baekhyun ketika sampai dirumah sakit "Tenanglah eomma dokter sedang menanganinya" ucap Sehun yang sedari tadi duduk lemas dilantai dan Kai yang mondar-mandir tak jelas di depan pintu ICU. "Kyungie" panggilnya lirih. Baekhyun memandang lurus kearah pintu tersebut, ucapan Kyungsoo dalam mimpinya barusan selalu terngiang-ngiang "Kyungie marah sama eomma?" tanyanya entah pada siapa.
"Chan.." Chanyeol menoleh melihat istrinya "Kyungie marah padaku, Chan" Chanyeol menarik Baekhyun dapam peluknya dan menggeleng "Dia tidak marah sayang, ia hanya ingin kau mengerti apa yang ia inginkan" Baekhyun diam mencerna kata-kata suaminya "Ap…apakah.." Chanyeol mengangguk dan menatap lembut pada sang istri ketika ia mendongakkan wajahnya "Nde.. Kyungie hanya ingin kau mengerti apa yang telah ia katakana padamu sayang, akupun merasa sangat bersalah pada kau, juga Sehun dan Kungsoo karena aku selalu bertengkar baik dihadapan mereka maupun di belakang mereka dan aku benar-benar minta maaf".
Baekhyun membalas pelukan Chanyeol ia mengerti sekarang, keinginan Kyungsoo hanya satu pulang dengan keadaan keluarga yang tenang maka dari itu hatinya akan senang. "Aku ingin memperbaiki semuanya sayang" BAekhyun tersentak dengan ucapan Chanyeol 'Kyungie.. jika..jika.. hiks.. ini yang kau mau, eomma..eomma sudah memaafkan appamu, eomma tulus memaafkan appamu sayang, karena eomma takan pernah bisa mebenci appamu. Eomma.. tahu semua bisa diperbaiki jika eomma mau membuka hati dan berlapang dada dan eomma yakin semuanya akan menjadi baik setelah ini. Eomma tulus memaafkannya, mianhae atas segala keegoisan eomma nde' ucapnya dalam hati.
.
.
"Eomma~~~~ kyungie mau pulang sekarang..kenapa harus tunggu sampai sore" rengekan itu menyapa tellinga Baekhyun yang tengah mengemas pakaian "Tunggu appamu pulang dari kantor sayang" ucapnya dengan tangan yang masih telaten memasukan pakaian kedalam tas pakaian.
Setelah Baekhyun berucap dengan tulus ketika berada di depan ruang ICU, kabar melegakan datang ketika dokter keluar dari ruangan itu dan menyatakan Kyungsoo sudah stabil kembali. Dan kabar lebih menggembirakan lagi dua hari setelah kejadian itu, Kyungsoo siuman dan pulih dengan baik.
Baekhyun begitu bersyukur, ternyata yang Kyungsoo maksud dengan pulang adalah pulang kembali kepelukannya dan namun tak ingin lagi mendengar pertengkaran eomma dan appanya lagi. Baekhyun akui ucapan Kyungsoo padanya benar, semua masih bisa diperbaiki selama kita mau membuka hati dan beginilah sekarang. Perasaan bahagia karena keluarga utuhnya sudah kembalilah yang menyelimutinya.
"APPA!" pekik Kyungsoo girang melihat sosok yang ia lihat kini berjalan menghampirinya "Wae? Kau semangat sekali appa datang" ucapnya sambil mengecup pucuk kepala Kyungsoo "Bagaimana tidak senang, sedari tadi ia terus-terusan merengek minta pulang" Kyungsoo mempoutkan bibirnya dengan ucapan nyata sang oppa yang sedari tadi membantu eommanya.
"Baiklah kajja kita pulaaaaanggg!" seru Chanyeol merengkuh Kyungsoo dalam gendongannya, ia tak mau repot-repon memakai kuris roda cukup Kyungsoo berada dalam dekapannya saja.
"YEEIIIIYYYYY!" pekik Kyungsoo saat mengeratkan tangannya di leher sang appa. Mereka berjalan beriringan selama di koridor rumah sakit menuju tempat parker "Gomawo nde Kyungie, mau kembali pada appa yang sudah bikin Kyungie sakit" bisiknya di telinga Kyungsoo "Anni appa, justru ketulusan appalah yang membuat Kyungie kembali" Chanyeol mencium pipi kyungsoo "Setelah ini appa janji semua akan menjadi lebih baik lagi, appa janji untuk memperbaiki segalanya bersama eomma" Kyungsoo tersenyum "Nde.. appa sayang".
Kalimat itu menutup semua rasa duka yang sudah beberapa minggu belakangan ini dialami oleh keluarga Park. Mereka kini berjalan menyongsong hari baru dengan memperbaiki segalanya walaupun kenyataannya tak mudah namun mereka akan berusaha di setiap kesempatan yang Tuhan berikan.
END
Hwaaaaa….akhirnya ending lagi.. oh iya untuk info hhee untuk Baekhyun yang tengah melukis cinta bersama Kyungsoo dan Sehun itu terinspirasi dari buku karangan Clara Ny yang judulnya melukis cinta dan aku contek tata-katanya walaupun agak ada yang di rubah dan di tambah. Tapi cerita ini murni ff dari pikiran hira ya say :D
BIG THANKS to :
SyJessi22, AhrastringsElf, ArraHyeri2, ellaelysia, edogawa ruffy, Mela querer chanBaekYeol, puputkyungsoo, nur991fah, ecca, fridaydayyy, Guest, Mwinss, Wanny, Kim Leera, Al, Kaishuteru
yang sudah REVIEW, ataupun BACA and JEONGMAL MIANHAE kalau kalian harus lama menunggu :D. Mian kalo hira belum bisa balas revie kalian satu-satu nde.. karena hira udah ditereakin mama suruh bantu-bantu :D KEEP REVIEW NDE! Next chap mudah-mudahan hira balas review seperti biasa
SEE YOU *BOW
