Present
~ SEMUA BISA DIPERBAIKI, SAYANG ~
EXO FANFICTION
Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun as Park Baekhyun, Oh Sehun as Park Sehun (1st child of Park family) and Do Kyungsoo as Park Kyungsoo (2nd child of Park family), Xiumin (Kim Minseok) as Kyungsoo's school mate, Kai (Wu Jongin) and Chen (Kim Jongdae) as Sehun's best friend, Tao (Wu Zitao), Kris (Wu Yi Fan) dan Luhan (Wu Luhan)
Main Cast : PARK FAMILY
Rated: T
Genre : Friendship, Family, Romance
Warning : Genderswitch, Typo(s) anywhere, Failed Humor, Boring, alur absurd dan kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D
~Don't Like Don't Read~
Hai-hai! Hira datang lagi nih masih adakah yang menunggu tulisan-tulisan hira ini? Yah entah lah hheee.. eh iya hira bikin ff ini sih maksudnya humor rada galau gitu tapi ga tau lah apakah feelnya sampai ke chingu semua atau tidak, semoga ajja nyampe hhheee..tanpa cing-cong lagi mending kita langsung ajja ke inti nde :D *BOW
Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini :D
Summarry :
"Sehun diam tak berteriak-teriak lagi dan Chen melepasnya "Jangan mengataiku manis lagi kalau kau tak mau aku gampar" ucapnya dingin namun hanya dibalas kekehan dan anggukan Chen. "Arra..arra Kalau kau tak jadi suami Luhan kau akan jadi istrinya Kai pewaris utama EXO group dude kau harus ingat itu dan aku tak mau mengganggu babynya Kai hhhhaaaa" ucapnya menggoda Sehun." Park family Chanbaek, HunHan, Kaisoo, Chenmin and other/ GS/ Frendship/ Romance/ Family/ DLDR!
Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D
It's official couple and genderswitch
Hope you like it and Happy Reading ^_^
Sub title : KaiHun Scandal
.
.
.
Tahun pertama telah berlalu berganti tahun kedua, kini Kai dan Sehun sudah naik ke tingkat 2 di sekolah, Kyungsoo yang sudah menjalani pengobatan akibat kecelakaanpun sudah sembuh dan naik ke ingkat dua Junior High dan masih berjodoh dengan Xiumin sahabatnya untuk duduk di kelas yang sama. Dan otomatis Luhan yang sudah lulus Junior High sudah dua minggu ini memulai harinya di sekolah baru setelah memutuskan untuk masuk ke sekolah yang sama dengan oppanya kini ia menjadi hoobae Kai dan Sehun.
Luhan sudah duduk di kelas satu SMA sekarang, tubuhnya yang mungil dan rambut yang berkuncir kuda tak menghilangkan kesan anggun pada yeoja bersurai caramel dengan panjang sepinggang dan poni miring itu oh jangan lupakan seragam barunya yang membuat ia tampak sedikit lebih dewasa :D
"KYAA! ITU KAI/KAI SUNBAEEEE!"
"Ohok!" Luhan tersedak ludahnya sendiri ketika mendengar teriakan para murid yeoja tak hanya seangkatan Kai tapi juga kakak tingkat dan murid baru seperti dirinya meneriakan nama sang oppa.
"KYA! SEHUNNNN/SEHUN SUNBAEEE!"
BYURRR!
Belum sempat menenangkan diri dengan acara terkejut karena nama sang oppa kini Luhan terkejut karena para yeoja yang memekik nama Sehun, teman oppanya sendiri jadilah minumannya bercecer kemana-mana, oh bisa bayangkan gadis itu seperti orang konyol sekarang.
Ia langsung berlari secepat mungkin kekelasnya tanpa mendengar teriakan selanjutnya para siswa dan siswi setelahnya.
"KYA! KAIHUN!"
"AIIIHHH MEREKA SERASI!"
"APA-APAAN KAU MEREKA ITU NORMAL!"
"TIDAK MEREKA ITU SEPASANG KEKASIH!"
"MWOO APA-APAAN KALIAN!"
Dan begitulah teriakan-teriakan it uterus menggema di sepanjang koridor sekolah Seoul International School membuat orang yang mereka teriaki menghela nafas jengah.
.
.
.
TENG~~~TONG~~~TENG~~~TONG~~~
Suara bell rumah berbunyi dengan sangat ganas membuat sudut simpang empat seorang yeoja mungil nan cantik yang tengah meletakkan secangkir teh di meja tempat suaminya tengah membaca majalah menyembul.
"Ya! Sebentar"
CEKLEK
Kunci terbuka namun alih-alih si orang luar mengucapkan salam, ia langsung menerobos masuk tanpa berkata sepatah katapun pada yeoja yang ia lewati begitu saja yang menatapnya kaget.
"YA! Sehun sopanlah sedikit pada orang tua" suara namja yang tengah membaca majalah tadi menginterrupsi dengan nada sedikit meninggi. Namun alih-alih sang putra menjawab, yang ada ia hanya di acuhkan.
"Ada apa sebenarnya dengan anak itu" Chanyeol berdiri dengan tergesa menggulung majalahnya sepertinya ia akan memukul anak paling besarnya itu dan siap melangkah menyusul Sehun bermaksud memarahinya kalau saja tangan mungil istrinya tak menahan dada bidangnya.
"Wae?" Baekhyun menggeleng dan tersenyum lembut pada sang suami "Biarkan saja, mungkin dia sedang ada masalah. Kau duduklah disini biar aku yang melihatnya" Chanyeol hanya menurut.
Ucapan penenang dari yeoja yang dinikahinya itu selalu berhasil membuatnya bertekuk lutut tak mau melawan. "Lebih baik aku jemput Kyungie saja kalau begitu" Baekhyun mengangguk "Itu lebih baik sayang".
CHUP!
Kecupan dibibir Baekhyun dapatkan dari suaminya sebelum ia melenggang ke lantai atas dimana kamar anak-anaknya berada.
Suara mesin mobil yang keluar dari pekaranagan rumah yang tak terlalu besar itu lambat laun menghilang, kini Baekhyun berdiri di depan pintu berwarna cokelat bertuliskan - Dunia Sehun – unik memang mengingat tulisan itu adalah Kyungsoo yang menempelkannya.
CEKLEK!
Baekhyun menghela nafas ketika melihat putranya kini duduk di bingkai jendela yang ia buka, membiarkan angin sepoi-sepoi membelai surai dark brownnya dan membuat kemeja sekolahnya bergoyang sedikit.
"Hunna!" panggil sang ibu selembut mungkin. Pasalnya jika Sehun sudah begini, ia pasti tengah mengalami masalah. "Kau kenapa eum?" tanya Baekhyun sambil mengusap surai putranya penuh sayang.
"Ani eomma" jawaban singkat dan lirih yang Baekhyun terima. "Jika kau jawab begitu pada adikmu yang polos sudah pasti ia akan percaya kalau kau tak kenapa-napa tapi jika eomma yang bertanya seharusnya kau lebih pintar lagi menyembunyikan semuanya".
Kini Sehun beringsut turun dari jendela dan bertelungkup di kasur dengan bantal yang menutupi seluruh kepalanya "AAAAAAAA MENYEBALKAN KENAPA HARUS KAI!" teriaknya sekencang mungkin ketika bantal itu ia pakai sebagai peredam suaranya. Namun Baekhyun masih bisa mendengarnya "Kai? Maksudnya Jongin?" tanya Baekhyun tak tahu situasi pada putranya.
"Aisshhh iya eomma siapa lagi" jawab Sehun dengan nada kesal "Wae? Bukankan kalian adalah sahabat? Kenapa Jongin kau sebut menyebalkan?" tanya Baekhyun penasaran.
"Aishhh eomma, aku tak mau cerita pada eomma" Baekhyun mengerut keningnya "Wae? Kenapa harus tak mau cerita pada eommamu sendiri?". Sehun mengubah posisi menjadi duduk, kini ia berhadap-hadapan dengan sang eomma.
"Aku akan cerita pada appa saja nanti" putusnya "Terlambat, appa sudah marah padamu karena kau tidak sopan saat pulang tadi dan kini ia sedang menjemput Kyungie disekolah. Dan mungkin mereka akan jalan-jalan, kau tahu sendiri appamu kalau sudah berduaan dengan adikmu pasti akan mampir ke toko boneka atau beli es krim untuk sedikit berkencan".
Sehun cemberut, ia jadi menyesal melakukannya dan tak bisa pergi kencan bertiga dengan appanya dan juga dongsaengnya. "Eomma kirim pesan pada appa untuk membelikanku buble tea".
"Telpon saja sendiri bukankah kau tak butuh eomma?" ucap Baekhyun sambil cemberut. Modus memang, Baekhyun sebenarnya hanya ingin Sehun bercerita padanya hingga ia berbicara begitu pada putranya.
"Baiklah aku cerita tapi eomma kirim pesan dulu pada appa sekarang" Baekhyun mengangguk, segera ia mengeluarkan ponsel putihnya dan mengetik sesuatu disana "Cha! Sudah" memperlihatkan ponselnya yang tengah Sending process.
"Eomma! Apakah aku ini cantik? Manis? Tidak manly?" tanya Sehun sungguh-sungguh. Namun apa yang ia dapat?
"BWAHAHAHAHAHAHAHA!" tawa keras dari mulut Baekhyun menjawab semua pertanyaan Sehun.
"Ck. Sudah kuduga akan begini" Baekhyun mencoba sekeras mungkin untuk berhenti tertawa dan mengusap sudut matanya yang berair akibat tertawa "Apakah harus eomma jawab?" Sehun mengangguk jengah "KAu ini tampan bukan cantik, manis? Nde anak eomma memang maniiissss sekali" tuturnya berlebhan "Kalau manly? Hunie manly kok buktinya Hunie selalu jadi pelindung eomma dan Kyungie jika appa tidak ada".
Sehun tersenyum mendengar ucapan terakhir sang eomma "Kalau dibandingkan dengan Kai?" Baekhyun berpikir sejenak "Jongin ya? Hmmm.. Jongin itu Manly, seksi jika dilihat-lihat dengan kulitnya yang membuatnya semakin gagah, dia tampan, berkharisma apa lagi ya?". Sehun mengacak rambutnya frustasi.
"Aisshhh eomma kenapa kau memuji anak orang sampai sebegitunya?" Baekhyun mengerjap polos "Loh bukannya Hunie tadi bertanya pada eomma?" sehun mendengus kasar salahnya sendiri malah bertanya.
"Kalau Jongin jadi menantu eomma apa eomma mau?"
"Ha?.."
"Jawab saja eomma" tuntut Sehun.
"Siapa yang tidak mau pada Jongin eoh? Eomma tak akan menolak jika Jongin menikah dengan Kyungie. Aaahh manisnyaaaa" Baekhyun berbinar terlihat sekali kini a tengah membayangkan Kyungsoo menikah dengan Kai.
"Bukan Kyungie tapi Aku"
PRANG!
Hancur sudah imajinasi yeoja ber-eyesmile itu, senyumnya kini merosot 180 derajat kebawah. "YA! Apa maksudmu eoh?" teriak Baekhyun saking terkejutnya.
"Kau dan Jongin berhubungan lebih eoh?" tudingnya "Tidak eomma hanya saja…"
"Hanya saja apa?" Baekhyun gemas sendiri jika sudah begini.
"Hampir satu sekolah tahu kalau aku dan Kai itu sepasang kekasih" ucapnya lemas.
"MWO? Bagaimana bisa? Jadi selama ini kau bercerita tentang Luhan adalah pujaan hatimu itu hanya kedok belaka Sehun?" Sehun menggeleng keras atas tuduhan sang eomma.
"Lalu apa? Kenapa kau dan Jongin bisa jadi sepasang kekasih? Walaupun eomma suka pasangan sesama itu hanya didunia maya jangan kau aplikasikan di dunia nyata Sehun!" ucap BAekhyun ambil mencubit kecil-kecil lengan putranya (Terus ini dunia nyata gitu? -_-" *pura2nya ajja deh :D)
"Sakit eomma, bukan begitu yang terjadi sebenarnya"
"Lalu apa eoh?"
"Baiklah aku akan cerita tapi eomma dengarkan baik-baik nde jangan memotong" BAekhyun mengangguk.
Semua ini berawal satu bulan yang lalu..
Flashback on
Dua orang namja kini tengah duduk berhadapan "Sehun" panggil namja Tan memulai "Apa? Kau mau melakukannya lagi?" Kai mengangguk sebagai jawaban "Ya sudah mulai saja kalau begitu" tanpa ragu Kai meraih dua tangan dihadapannya dan menggenggamnya cukup erat "Lakukan dengan lembut" protes Sehun ketika Kai menggenggam tangannya terlalu erat.
Kai melonggarkan sedikit genggamannya dan mencoba selembut mungkin hingga tak terdengar lagi protes dari namja dihadapannya.
"Ak-aku…"
Sehun menundukan pandangannya "Lihat aku" ucap Kai lembut hingga Sehun balik menatapnya. "Aku ingin menyampaikan hal penting padamu, aku memang bukan namja yang romantis" mulainya.
"Aku tahu kau belum boleh menjalin hubungan dengan siapapun oleh keluargamu tapi satu hal yang ingin aku ucapkan.." detik itu juga bersamaan para murid yang berlarian masuk ke kelas tambahan dan..
"Saranghae…."/ SRAK!
Keheningan seketika menyapa, para siswa yang tadi berlomba-lomba masuk kekelas dan membuka pintu dengan sangat kasar hanya diam mematung melihat dua namja yang kini tengah saling menggenggam tangan dan oh jangan lupakan kata terakhir yang mereka dengar.
"Apa-apaan ini?" Tanya salah satu siswi. Dengan gelagapan Kai dan Sehun melepas genggaman tangan mereka karena baru tersadar.
Dan setelah itu para siswa dan siswi menjerit histeris..
"KYAA! KAIHUN!" pekik sebagian besar yeoja dan namja
"APA-APAAN MEREKA SUKA SESAMA NAMJA?, MENJIJIKAN!" ini lah ucapan sebagian kecil dari mereka
"KYA! KAI KAU MANLY SEKALI PASTI SEHUN ITU UKE KARENA DIA MANIS"!
Pekik salah satu yeoja antusias dan di angguki kawannya.
'UEKK!' sungguh hanya itu yang ada di benak Kai dan Sehun.
"Bu-bukan kalian salah…"
Kai mencoba mengelak tapi, para siswa berebut kursi karena guru telah datang. Dan dimulailah hari dengan segala kesalah fahaman itu.
Flashback off
Baekhyun sedikit terkikik mendengarnya. "Itu baru prolog eomma jangan dulu membuat mood ku buruk dengan tawa eomma" ucap Sehun kesal dan ia melanjutkan bercerita. "Hal kedua yang terjadi setelah itu adalah"
Flash back on
"Hun.." kini mereka tengah berdiri menatap jendela karena kelas kosong saat ini karena jam istirahat "Apa?" jawab Sehun singkat "Kau menyesal tidak?" Sehun memutar bola matanya malas.
"Menyesal untuk apa?" jawab Sehun sambil memandang Kai penuh tanda tanya hingga tak menyadari seorang namja berteriak dari luar.
"AWAS SEHUN!" pekiknya, Kai yang menyadari itu langsung menarik tubuh Sehun agar bola yang hamper mengenainya tadi tidak mendarat indah di kepala sahabatnya ini.
BUGH!
Suara dua tubuh beradu cukup keras, lagi-lagi kejadian ini membuat para siswa-siswi menganga, tak hanya yang akan masuk ke kelas tapi juga anak-anak yang berada dilapangan tadi. Posisi Kai dan Sehun sangatlah strategis untuk mereka mengira jika Kai amat sangat protektif, lengannya yang memegang pinggang Sehun sementara kedua tangan Sehun memegang bahu Kai reflek, oh jangan lupakan jarak wajah mereka yang hanya beberapa senti dan deru nafas mereka yang terasa di wajah masing-masing dapat menjadi saksi betapa dekatnya wajah Sehun dan Kai saat ini.
JEPRET!
JEPRET!
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan para yeoja dan namja berstatus fujoshi dan fujodanshi mengabadikan foto mereka berdua.
"KYA! KAI KAU MEMANG SEME IDAMAN!" pekik para fujoshi dan fujodanshi itu.
"KYAAA! KENAPA TIDAK AKU SAJA YANG KAU PERLAKUKAN SEPERTI ITU?" pekik para yeoja
"AHH! SUNGGUH ROMANTIS!" teriak kawan-kawan sekelasnya.
Kai dan Sehun melepaskan skinship mereka yang tak disengaja tadi dengan wajah yang pucat.
.
KRAK!
Terdengar suara kerikil ditendang "Kai sekarang kita harus bagaimana?" tanya Sehun pada Kai yang tengah bersandar di cup mobil sambil menunggu Chen datang membawakan minuman ke parkiran karena Kai dan Sehun menitip padanya "Bagaimana apanya?" tanya Kai bingung.
"Aisshhhh skandal Kai, skandal itu" Sehun jadi geram sendiri dengan sahabatnya ini. "Aku juga tidak tahu Hun kenapa kita bisa jadi seperti ini ya?" tanyanya sambil menerawang ke kejadian tadi pagi.
Flashback
Kai tengah berjalan melewati halaman sekolah dengan cueknya tak menghiraukan semua tatapan dan teriakan yang tertuju padanya seperti biasa. Hingga langkahnya terhenti melihat adegan namja dengan namja dihadapannya.
"APA-APAAN INI? KAIHUN SKANDAL? YANG BENAR SAJA" teriak seorang namja sambil menenteng Koran sekolah pagi ini dan membukanya lebar-lebar pada namja yang satunya lagi.
"Tenanglah Hun kau ini seperti sedang PMS saja" oh namja yang sedang berteriak-teriak itu Sehun ternyata. "YA CHEN HYUNG AKU SEDANG TIDAK PMS AKU INI NAMJA, NAMJAAAAA!" teriakya tepat dikuping namja yang tadi mengatainya PMS yaitu Chen.
Kai hanya memandang mereka tak mengerti. "Artikel macam apa ini? Kalau Luhan lihat bagaimana? Nanti aku tak bisa jadi suaminya bagaiamana?" Chen sudah jengah dengan Sehun yang berteriak bak orang kesurupan dipagi hari, akhirnya menutup wajah Sehun dengan sebelah tangannya.
"YA! Apa-apaan kau" ucap Sehun berusaha melepaskan cengraman Chen dari wajahnya. "Kau diam dulu baru kulepaskan, manis" Sehun ingin sekali mencakar-cakar wajah Chen karena dikatai manis dengan aksen namja mesumnya.
Sehun diam tak berteriak-teriak lagi dan Chen melepasnya "Jangan mengataiku manis lagi kalau kau tak mau aku gampar" ucapnya dingin namun hanya dibalas kekehan dan anggukan Chen. "Arra..arra Kalau kau tak jadi suami Luhan kau akan jadi istrinya Kai pewaris utama EXO group dude kau harus ingat itu dan aku tak mau mengganggu babynya Kai hhhhaaaa" ucapnya menggoda Sehun.
"YA! HYUNG!" Sehun segera berlari ingin menghajar Chen tapi langkahnya terhenti karena seseorang menahan bahunya. "Wae? Biarkan aku menghajar Chen hyung, Kai" oh ternyata itu Kai.
"Sudahlah kau ini pagi-pagi sudah berisik" Sehun memutar bola matanya malas "Ya! Kau lihat saja sendiri" Sehun menyodorkan sebuah Koran sekolah pada Kai dan berlalu pergi mengejar Chen.
Kai membuka lembaran itu dan…
"MWO! APA-APAAN INI?" teriaknya tak kalah terkejut dari Sehun ia membaca kata-perkata dari judul Koran tersebut "KAIHUN SKANDAL" tercetak besar disana danjangan lupa foto yang mereka buat adalah foto-foto adegan tidak sengaja seperti Kai yang tengah menembak Sehun di kelas waktu itu dan mencoba melindungi Sehun dari bola. Ia mencengkram Koran sekolahnya dan masuk kedalam kelas dengan nafas yang memburu karena marah.
Flashback off
"Ini minumannya" Chen menyodorkan minuman itu pada Kai dan Sehun "Sudahlah jangan banyak dipikirkan" KaiHun hanya mendelik tajam pada Chen "Kalau memang aku harus punya teman seperti kalian, aku tidak apa-apa sungguh" ucapnya mendramatisir tak memperbaiki keadaan sedikitpun "Dan aku berdoa semoga Peniel dan Sungjae bisa membahagiakan Luhan dan Kyungsoo" tambahnya lagi. Tak menyadari dua namja didekatnya kini sudah mengeluarkan asap tebal berwarna hitam yang siap menyemburkan lahar panas ke wajah Chen.
GREP!
"YA!YAA!" Chen gelagapan karena kedua sahabatnya kini tengah menarik kerah seragamnya bersamaan "Kai kita pakan si bebek menyebalkan ini eoh?" tanya Sehun dengan pocker facenya "Sepertinya kita harus membawanya restaurant China penyedia bebek pecking untuk dimasak" ucap Kai tak kalah dingin dari Sehun.
"Tapi sebelum itu kita harus mengetes kualitas dagingnya" Kai mengangguk "Ayo" dan..
BUGH!
BUGH!
BUGH!
Pukulan-pukulan kecil mereka layangkan pada Chen "YA! YA! Ampun-ampun aku kan hanya bercanda HENTIKAH!" pekiknya "Sekali lagi kau ucap nama menyebalkan itu akan kumasukan juga kau dalam black list ku" ucap Kai "Hhheee akukan hanya bercanda".
"KAU TAHU INI HAL SERIUS" ucap KaiHun berbarengan membuat Chen hanya mengangguk kecil.
Flashback off
"BWAHAHAHAHAHAHA kalian teganya memukul Chen seperti itu" Sehun mendelik pada eommanya "Eomma ini belum selesai!" Baekhyun mengangguk dan berusaha diam.
"Kejadian ketiga yang paling parah"
Flashback on
Sehun masih duduk bersama Kai di dalam kelasnya. Sore ini Kai memutuskan menunggu Luhan yang sedang mengikuti kelas tambahan menyanyi sementara Kai dan Sehun sudah selesai dengan basketnya "Kai" Kai menoleh mendengar Sehun memanggilnya.
Luhan berjalan dengan riang di sore yang masih cerah ini, latihan vokalnya di kelas menyanyi selesai lebih cepat dan itu akan membuat Kai tak lama menunggunya. Luhan terus berjalan dengan tenag hingga saat akan masuk kekelas Kai ia menghentikan langkahnya karena mendengar suara yang ia kenali tengah berbicara. Ia mengurungkan niatnya untuk masuk dan berdiri dibalik pintu.
"Bagaimana ini?" Kai hanya menghela nafas jengah "BAgaimana apanya?" tanya Kai "KAu ini sudah jelas kejadian kau menembakku dan semua orang yang berkata kita sepasang kekasih Kai!" Luhan membeku dengan namja yang kini tengah meneriaki oppanya.
Ia tahu itu suara Sehun. 'Jongie oppa dan Sehun oppa? Menembak? Sepasang kekasih?' batinnya miris. Luhan tersenyum kecut mendengar teriakan Sehun pada Kai. Dadanya seperti terhimpit karena sangat sesak rasanya mendengar Kai, oppa yang ia sayangi dan namja yang bernama Sehun yang diam-diam Luhan sukai semasa orientasi siswa di SMA ternyata mempunyai penyimpangan yang tak pernah Luhan ketahui dari dulu.
"Kau melindungiku dan tak lihatkah kau dengan foto di Koran sekolah yang memperlihatkan kita berpelukan gara-gara kau melindungiku dari bola sepak waktu itu?".
Lagi..
Suara itu terdengar sampai ke telinga Luhan. "YA! Jadi kau menyesal eoh dengan semua ini?" tanya Kai ikut berteriak "Aku tidak menyesal sama sekali Kai, tapi apa kita akan diam saja? Semua orang harus tahu bahwa kita…..".
'Apa? Mereka mau berbuat apa lagi?' batin Luhan bergejolak 'Tidak..ini tidak boleh terjadi' ucapnya dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan jangan lupa kepalan tangan yang menguat. Akhirnya ia memberanikan diri untuk mencegah mereka melakukan apa yang menurutnya nekat.
Kai berjalan mendekati mejanya dengan Sehun karena sedari tadi Kai duduk di kursi guru. Ia melangkah dengan tidak hati-hati hingga..
BRUGH!
Kai tersandung kaki meja dan tubuhnya menimpa tubuh Sehun yang terduduk. posisi mereka sekarang seperti Kai yang mesum akan menerjang tubuh Sehun. Lagi mereka merada djavu dengan situasi seperti ini "Mi-mianhae" ucap Kai "Ughh kau berat Jongin" ucap Sehun.
"O..oppa" Sehun dan Kai tercengang dengan suara yang sangat familiar itu. Kai dan Sehun yangbaru sadar tiba-tiba bangkit dari posisi mereka yang terbilang agak errrrr… mengundang banyak salah faham.
"L-lu" Kai memanggil sang adik namun betapa terkejutnya Kai melihat pipi Luhan sudah basah dnegan air mata "L-lu apa kau…"
Luhan menggeleng dan berlari sekencang yang ia bisa. "Lu kau mau kemana?" teriak Kai diambang pintu, ia tak bisa mengejar Luhan karena Sehun mencengkram pundaknya "Minggir Sehun!" pekiknya "Kita harus jelaskan pada luhan sekarang" ucap Sehun sambil menyerahkan tas sekolah Kai.
Kai mengangguk dan mereka mulai mengejar Luhan yang menghilang diujung koridor.
"Kenapa larinya cepat sekali ya?" gumam Sehun.
Flashback off
"Ja-jadi Luhan melihatnya? Dan ia salah faham begitu?" Sehun mengangguk frustasi.
"Hwaaaa! Bagaimana ini eomma!" Sehun berguling-guling random di kasurnya sementara Baekhyun hanya memandang jengah tingkah ajaib putranya. Hingga suara mobil menderu di pekarangan rumahnya terdengar.
"HWAAAA! HUNIE OPPA MEMANG JAHAT!" BAekhyun terdiam sesaat mendengar jeritan dan tangisan memilukan itu. Ia segera berlari kearah jendela untuk melihat keadaan diluar. Dan benar saja kini Chanyeol tengah menggendong Kyungsoo yang menangis hebat.
"Ada apa lagi ini" gumamnya lalu segera berlari kebawah. Namun belum sampai dipintu ia terkejut melihat anak bungsunya sudah berderai air mata dan berlari sekencang mungkin.
"Ada apa dengan Kyungie? Kenapa kalian pulang cepat sekali?" tanyanya pada Chanyeol yang tengah menggendong tas Kyungsoo dan merapikan sepatunya ke rak.
"Aku tidak tahu, saat aku menjemputnya ia sudah menangis hebat bersama Luhan. Aku yang tak mengerti apapun mencoba bertanya tapi yang Kyungie katakana adalah 'Sehun oppa jahat' dan terus begitu sampai kami tiba disini" BAekhyun menganguk dan mengambil alih tas Kyungsoo dari Chanyeol "Lalu bagaimana dengan Luhan?".
Chanyeol mengendikan bahunya "Aku tidak tahu, saat Kris menemukan Luhan ia langsung menggandengnya menuju mobil dan pamit padaku. Dan aku harus menghajar Sehun sekarang karena dia Kyungie jadi menangis tak jelas seperti ini".
Chanyeol meraih majalah yang tadi digulungnya dan berjalan dnegan cepat kelantai atas "Oh tidak Sehun dalam masalah besar" Baekhyun segera berlari mengejar Chanyeol.
Saat sudah sampai di depan pintu kamar Sehun, Baekhyun terheran dengan Chanyeol yang tidak masuk "YA! APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA ORANG JAHAT!" Baekhyun tercengang kaget mendengar teriakan Kyungsoo "MAKSUDMU APA ANAK KECIL?" kini Sehun yang berteriak, tersulut emosi sepertinya.
"YA! KAU MELUKAI TEMANKU PABBO!"
Baekhyun mendekat pada Chanyeol dan melihat kedua anaknya bertengkar hebat. Jujur Chanyeol dan BAekhyun kaget dengan semua ini, ini adalah kali pertama Sehun dan Kyungsoo bertengkar sehebat ini dalam hidup mereka.
"KAU MENYAKITI TEMANKU, KAU NAMJA ATAU YEOJA HUH? KENAPA HARUS DENGAN SAHABATMU SENDIRI? KAU MELUKAI AKU SEBAGAI ADIKMU OPPA! KYUNGIE BENCI OPPA!" racau Kyungsoo pada Sehun.
"YA! MAKSUDMU APA? AKU MENYAKITI SIAPA? PERGI KAU! AKU SEDANG STRESS DAN KAU MEMPERBURUK KEADAAN DENGAN ADA DISINI!" bentak Sehun tak mau kalah.
"LUHAN EONNI DATANG PADAKU DIA BILANG…HIKSS…DIA BILANG..HIKSS…" Sehun membeku mendengar nama Luhan disebut-sebut 'Jadi Luhan menghilang dan datang pada Kyungie?' pikirnya "OPPA ADALAH KEKASIH JONGIN OPPA! DIA KECEWA TERNYATA OPPANYA DAN OPPAKU PUNYA HUBUNGAN GELAP! HIKSSS..OPPA JAHAT"
Sehun hanya bisa melongo dengan apa yang Kyungsoo ucapkan 'Jadi benar Luhan salah faham' pikirnya lagi dan BAekhyun hanya terkiki geli dibelakang Chanyeol.
"Wae yeobo? Kenapa kau tertawa?" tanya Chanyeol dengan wajah bingung "Kyungie, dia salah faham sayang" Chanyeol mengerut keningnya tak mengerti.
"Sebaiknya kita tenangkan dulu mereka" Chanyeol mengangguk, ia memberikan majalah yang ia gulung untuk memukul Sehun tad pada Baekhyun.
"Sudah bertengkarnya?" suara berat sang appa menginterrupsi, walaupun Chanyeol selalu hangat tapi jangan pernah membantah jika ia sudah serius seperti ini atau ia akan marah.
"Kyungie masuk ke kamar cepat dan Sehun kau mandi sekarang"
"TAPI APPA!" ucap keduanya dan Chanyeol hanya memandang dingin keduanya. "Baiklah" ucap kedua adik kakak tersebut.
Sementara itu…
"HWAAAAA! HWAAA! JONGIE OPPA NAMJA BERENGSEK!" lengkingan nona muda di kediaman mansion keluarga Wu menggema membuat Tao sang eomma yang tengah menata makanan di meja makan terlonjak kaget dengan suara itu.
Sementara Kris sang tuan besar hanya bisa menghela nafasnya jengah, ia tak tahu apa yang membuat putrinya ini menangis dan meracau menyebut oppanya berengsek.
Kai yang tengah berada di ruang tamu mengerut kening tak mengerti mengapa dia disebut berengsek?. Ketika akan masuk kekamar, Luhan mendapati sang oppa tengah duduk diam diruang tamu tanpa melakukan apapun. Dnegan amarah yang memuncak ia berdiri dengan berani dihadapan Kai.
"YA! NAPPEUN NAMJA!" teriaknya membuat Kris yang baru mau masuk keruang tamu melotot dengan ucapan Luhan. Perasaan ia tak pernah mengajarkan putrinya memaki orang begitu juga Tao sang istri. Kai yang tengah pusing sontak menegakan tubuhnya dan berteriak juga "YA! APA MAKSUDMU EOH?".
"YA! KAU NAMJA BERENGSEK TEGA-TEGANYA KAU MERUSAK KEPERCAYAANKU, APPA DAN EOMMA EOH?" Kris hanya bisa memijat pelipisnya, ia membutuhkan Tao sekarang dan untunglh ia melihat yeoja itu menghampiri nya.
"Ada apa?" Kris hanya mengendikan bahunya "Mereka terus saling berteriak aku juga tak mengerti" Tao mengerut keningnya "Apa yang terjadi pada Lulu?" Kris menghela nafas "Aku tidak tahu yang pasti ketika aku datang ia sedang menangis hebat bersama Kyungsoo dan di perjalanan ia meremat-remat dokumen-dokumenku yang ada di dalam mobil sambil menangis dan mengatai kalau Jojngin berengsek. Huppfff untung saja dokumen itu tidak penting" Tao mengusap pundaknya dan menlepas jas yang masih melekat di tubuh sang suami.
"YA! MERUSAK KEPERCAYAAN APANYA? DASAR KAU ANAK KECIL APA YANG KAU TAHU DARI KATA BERENGSEK EOH? JANGAN ASAL BICARA KAU!" teriak Kai.
"AKU SUDAH DENGAR SEMUANYA DAN AKU SUDAH MELIHAT APA YANG KAU LAKUKAN, KENAPA? KENAPA OPPA BEGITU EOH? AKU BENCI OPPA!" Kris dan Tao segera menghampiri kedua anak mereka yang tengah bertengkar hebat.
"Sssstttt… sudahlah Luhanie kau ini kenapa eum?" tanya Tao lembut sambil memeluk Luhan "DIA EOMMA! DIA BERENGSEK! DIA PUNYA HUBUNGAN KHUSUS DENGAN SEHUN OPPA, DIA KEKASIH SEHUN OPPA!"
JDER!
Terasa di sambar petir di siang bolong Kris dan Tao membeku di tempat. Mereka tidak percaya dengan apa yang luhan ucapkan, tapi mana mungkin Luhan sampai menangis seperti ini jika ia berbohong.
GYUT~~~~~
"AWWWW AWWWW APPO APPA!" Kai berteriak kesakitan saat sang appa menjewer kupingnya "Kau… apa benar seperti yang Luhan katakan?" tanya Kris dingin tanpa peduli dengan rintihan Kai "Yeobo lepaskan tanganmu dari kupingnya" ucap Tao lembut. Namun Kris tak mau mendnegarnya, ia hanya ingin jawaban dari putranya itu.
"Jawab" perintahnya.
"Ani appa aku tidak.."
"Dia bohong appa Lulu melihatnya dengan mata kepala Lulu sendiri" Luhan membela diri.
"BAiklah lebih baik kita buktikan sekarang juga, yeobo coba kau hubungi keluarga Park. Katakana kita sedang dalam perjalanan kesana" Melihat mode marah suaminya Tao hanya bisa menurut. Ia berjalan dnegan masih merangkul Luhan sementara Kai dusah di seret oleh Kris dengan tangan yang masih dnegan indahnya bertengger di telinga sang putra tanpa mempedulikan rintihan Kai yang meminta di lepaskan.
.
.
"BWAHAHAHAHAHAHAHA! Jadi begitu kejadiannya?" BAekhyun mengangguk sementara Chanyeol dan Kris sudah tertawa keras. Tao yang terkikik geli mendnegar seluruh cerita Baekhyun saat Sehun menceritakan semua kejadian yang sebenarnya.
Sehun dan Kai yang duduk bersebelahan hanya memasang muka malas, sedangkan Luhan? Dia sudah menunduk dalam. Ya sejak tadi sore Kris datangbersama keluarganya untuk menyelesaikan masalah Kai dan Sehun juga Kyungsoo dan Luhan yang salah faham.
Dan disinilah mereka berakhir, duduk bersama sambil tertawa terbahak-bahak mendengar dan membayangkan apa yang sudah terjadi pada kedua putra sulung mereka.
"Jadi Kai waktu itu sedang latihan confess untuk Kyungsoo dan Sehun jadi korbannya?" KAiHun mengangguk sebagai jawaban "Lalu kalian kepergok dan jadilah KaiHun scandal dengan di perkuat oleh Kai yang melindungimu dari bola?" mereka kembali mengangguk lagi atas ucapan Chanyeol.
"Dan Chen bilang kalau Sehun tak jadi suami Luhan ia akan jadi istri Jongin sang pewaris Exo corp begitu katanya" tambah Baekhyun yang membuat Kris dan Chanyeol makin terpingkal dan Tao yang tertawa makin puas.
Sementara Luhan, wajahnya sudah seperti kepiting rebus karena ucapan Baekhyun yang menceritakan perihal tentang ucapan Chen.
"YA! Appa sudah tertawanya!" pekik Kai tak terima karena sejak tadi selalu jadi bahan tertawaan. "Eomma! Appa! hentikan" kini Sehun yang angkat bicara.
PLETAK!
"Sopan sedikit pada orang tua Sehun" Chanyeol memukulkan majalah kekepala Sehun.
"Eomma! Ada apa ini? Kenapa ramai sekali?" satu suara menginterrupsi acara tertawa mereka. "Eh Kyungie sudah bangun dan sudah mandi eoh?" Kyungsoo mengangguk dan berjalan mendekati mereka. Setelah mengucap salam pada Tao dan Kris, ia duduk di dekat sang eomma.
Namun amarahnya tersulut kembali ketika melihat dua namja yang tengah duduk berdampingan "YA! BERANINYA KALIAN DISINI!" pekiknya.
"Sabar sayang" Baekhyun merangkul dan mengusap punggungnya "Kyungie salah faham pada Hunie oppa dan Jongin oppa" Kyungsoo diam tak mengerti, pandangannya beralih pada Luhan yang menatapnya sendu dan Luhan mengangguk tanda mengiyakan ucapan BAekhyun.
"Salah faham bagaimana?" tanyanya bingung "Sehun oppa dan Jongie oppa tidak ada hubungan apa-apa sayang, mereka hanya korban dari kesalah fahaman kawan-kawannya" jelas Tao sambil tersenyum dan menahan gemas melihat ekspresi Kyungsoo dengan mata bulatnya dan wajahnya yang kelewat polos itu sangat imut dimata Tao.
"Tapi Lu eonni bilang Jongin oppa nembak oppa Kyungie ajhuma" terang Kyungsoo "Itu karena Jongin oppa tengah menyukai seseorang sayang" tambah BAekhyun "Tapi Jongin oppa suka sama yeoja kan?" tanyanya polos. Oh kalau saja Kyungsoo ada disana mungkin dia akan tahu bahwa yang Kai sukai itu yeoja bermata besar ini.
"Nde tentu saja yeoja, dan yeoja itu…"
"EKHEM! EKHEM!" Tao menggantungkan ucapannya saat putranya berdehem keras "Yeoja itu apa ajhuma?" tanya Kyungsoo tak mengerti.
"YA yeoja itu sangat special buat Jongie oppa sampai Jongie oppa bingung bagaimana mengungkapkannya dan Sehun oppa jadi tempat Jongie oppa untuk berlatih mengungkapkan perasaanya, begitu sayang" jelas Tao dan Kyungsoo hanya mengangguk mengerti.
"Huppfff untunglah kalau begitu Kyungie jadi lega" senyum berbentuk hati itu mengembang dibibir Kyungsoo "Aisshhh neomu kyeopta" puji Tao dan mencubit pipi gembil Kyungsoo lembut.
"Tapi aku bingung eomma" Sehun angkat bicara "Skandal itu susah dihilangkan" Kai menganguk meng'iya kan "Aku bingung harus bagaimana memperbaiki nama baikku di hadapan teman-teman" tambah Sehun lagi.
"Tenanglah, semua bisa diperbaiki selama kalian berada di jalur yang benar sayang" jawab Baekhyun "Nde besok Appamu akan datang ke sekolah dan menjelaskan semuanya" ucap Tao enteng "MWO! Kenapa harus aku? Andwae! Bisar Jongin selesaikan sendiri" elak Kris "Iya tenang saja appamu juga akan kesana" tambah BAekhyun membuat Chanyeol melotot kaget.
"Kenapa harus aku?" tanya Chanyeol mengutip jawaban Kris "Karena kau appanya" jawab Baekhyun dan Tao bersamaan.
"BAiklah kalau begitu aku akan melakukannya" ucap KrisYeol berbarengan. Setelah lama mengobrol Luhan memberanikan diri mendekati Kai.
GREP! Tiba-tiba ia memeluk oppanya "Oppa Lulu minta maaf nde sudah salah faham dan marah-marah sama oppa terlebih lagi Lulu bicara kasar" ucapnya "Nde gwenchana Lu, oppa mengerti kau pasti kecewa saat itu. Tapi oppa mohon lain kali dengarkanpenjelasan oppa dulu baru kau pergi dan marah" Luhan mengangguk dalam pelukan Kai.
"Mianhae, jeongmal mianhae oppa" tambahnya "Nde oppa sudah memaafkanmu, sekarang minta maaflah pada calon suamimu".
BLUSH!
Wajah Sehun dan Luhan memerah, mereka sangat malu digoda seperti itu dihadapan orang tua mereka "YA Kai!" Sehun diam ketika Kai menunjukan telunjuknya di bibir meminta Sehun untuk diam.
Semua tersenyum dan Luhan melepas pelukannya pada Kai "Oppa, mianhae nde!" ucapnya sambil membungkuk sopan dhadapan Sehun "Nde oppa sudah memaafkanmu Lu, lagi pula itu hanya salah faham" jawabnya gerogi.
"Eomma apa Hunie oppa akan menikah dengan Lu eonni?" tanya Kyungsoo polos, semua orang terdiam 'terlalu dini membicarakan hal semacam itu bagi mereka' batin semua orang tua disana. "Hunie oppa ternyata menyukai Lu eonni sayang" jawaban Tao diangguki oleh Baekhyun "Oooooo.. YEAy! Akhirnya Kyungie bisa punya kakak perempuan" pekik Kyungsoo senang, Kyungsoo begitu lugu, ia hanya senang dengan apa yang Tao ucapkan walaupun belum tentu ia mengerti.
"Sudah-sudah lebih baik sekarang kita makan malam bersama disini saja" tawar Chanyeol. Dan berakhrlah keributan sejak tadi sore dengan berkumpulnya mereka di meja makan.
.
.
"Jadi dengan kedatangan saya kemari untuk memperjelas masalah putra saya dengan Tn. Park, bahwa putra kami tidak mempunyai hubungan dekat seperti sepasang kekasih, mereka hanya sahabat karena Sehun aku minta untuk berteman baik dengan putraku" terang Kris pada kepala sekolah "Nde jadi saya mohon Koran-koran yang menyebarkan berita itu di hancurkan dan tolong beri tahu semua murid disini secepatnya" pinta Kris lagi.
"Baiklah Kris-ssi, Chanyeol-ssi, saya akan membersihkan nama putra anda sekalian" Kris dan Chanyeol mengangguk senang.
"Terima kasih sudah mau datang dan memberi penjelasan kepada saya, karena saya berniat memanggil anda sekalian perihal kelainan orientasi pada Jongin dan Sehun. Tapi syukurlah kalau itu tidak benar sama sekali. Ternyata anda sekalian sangatlah memperhatikan mereka" jelas dan puji sang kepala sekolah.
"Nde kalau begitu kami permisi dulu".
.
Kris dan Chanyeol kini sudah berada di luar gerbang sekolah kedua putra mereka "Hupff akhirnya selesai juga sajangnim" ucap Chanyeol "Ini bukan dikantor Yeol" jawab Kris "Nde hyung, dan lagi jika mengingat kejadian mereka, aku jadi teringat kasus mu dan Suho hyung, kalian punya kenangan yang sama sebagai KrisHo skandal dan itu membuat Tao menangis seharian hhhaaaa".
"YA! Jangan kau ungkit masalah itu lagi" ancam Kris "Tapi itu terulang, terulang pada anak-anak kita" elak Chanyeol "Hhahaaaa benar juga ya! Lagi pula keturunanku sepertinya memang cocok jadi seme hhhaaaa" Chanyeol meninju lengan Kris agak keras "YA! Anakku juga pantas jadi seme tahu".
"YA tapi untuk ukuran Jongin, ia akan jadi ukenya" Chanyeol berpikir sejenak "YA! yA sudahlah ayo kita kembali kekantor jangan berbicara lagi tentang KaiHun skandal yang menyebalkan itu" kesal Chanyeol "Okke! Kau bawalah mobilnya" Kris menyerahkan kunci mobil pada Chanyeol.
Lagi..
Mereka meninggalkan sekolah Kai dan Sehun dengan masalah yang sudah terselesaikan.
END
Hwaaaaaaa… ff apa ini? Cerita apa ini? Aishhh jeongmal mianhae kalo ceritanya absurd banget chingu, ceritanya hira pengen bikin humor disini tapi entahlah apakah itu sampai atau tidak buat chingu yang baca. Tapi semoga saja ini ga terlalu keliatan maksain hiranya hhee… akhir kata Jeongmal mianhae dan gomawo untuk chingu yang baca, fav, follow dan review. Untuk chapter ini hira tunggu review, saran dan pendapat chingu sekalian.
*BOW
Review's Reply:
Zoldyk: Thank's a lot if you love it very much :D
Hldjmsbkr: Iya di maafin hhheee.. gomawo kalo ff hira jadi salah satu yang chingu suka dan dianggap bagus :D iya kan KyungKyung jadi korban disini hheee.. Nde gomawo moga chingu juga sukses terus nde :D and ga lupa untuk tetep kasih review di chap ini.
ArraHyeri2: Hwaaaa.. hira juga sama chingu, jujur pas hira ngeik bagian Baekhyun ma Kyungsoo yang ketemu dimimpi ga tau kenapa air mata hira keluar gitu aja, sempet berenti ngetik sih tapi akhirnya hira terusin lagi. Berarti chap.3 sukses menggaet rasa haru chingu yang baca sekalian donk :D *akusenengakuseneng Gomawo kalo cerita hira bagus dan keren berarti hira ada perubahan donk :D cip cip hira pasti semangat. Mahkanya semangatin pake reviewnya nde :D
Puputkyungsoo: Iya ya konfliknya ekstrim :D emang sengaja hira bikin kaya gini. Nde ini udah dilanjut kok. Kalo udah bikin berkaca-kaca ga menutup kemungkinan chingu nangis donk? *naik turunin alis. Kalo pas melukis cinta itu rasanya menyentuh abis kalo buat hira pas hir baca.
Kaosooship: Aisshh Baek mah kan emang gitu kalo marah wkwkwkwkwwkwk *dilempar Baekhyun. Ini udah dilanjut dengan cerita baru :D
Mela querer chanBaekYeol: Gomawo chingu, sweet ya :D pasti ngiri. And gomawo atas usulnya :D
Nur991fah: Aduh cup cup cup mian hira ga bisa ngasih tisu soalnya tisunya udah hira pake buat ngelap air mata sendiri. Jujur, hira juga ga tau kenapa tiba-tiba air mata keluar as lagi ngetik Baekhyun yang dalam mimpi bareng Kyungsoo. Gomawo kalo kalo gitu ff hira sukses menggaet esmosi :D
Kaishuteru: ini udah dilanjut kok :D keep review nde!
Wanny: Wah berarti hira sukses menggaet esmosi donk :D ff hira mnyentuh relung hati terdalam chingu :D iya sih nyesek banget apa lagi pas liat Baekhyun yang kehilangan setengah cahaya kehidupannya pas KyungKyung sakit. Iya donk Kyung kan kuat jadi sembuh :D kalo end tiap sesi juga ini end chingu hhheeee…
Guest: Cup..cup..cup ayo nangis lagi *plak. Gomawo kalo ceritanya bikin mengharu biru chingu. Ini udah ada ep. Baru kok :D
3K121418: Kaisoo emang ada kok walaupun nyempilnyempil hhheeee.. Gomawo kalo chingu nangis berarti ceritanya sukses menggaet emosi para pembacanya :D *plak
t.a: Jeongmal gomawo kalau menyentuh dan chingu suka :D
SyJessi22: Iya hira pengennya moment keluarga selalu ada and pengen bikin konflik yang berbeda juga dari yang sebelumnya jadilah cerita di chap.3 itu :D iya Kai ikhlas banget ttu mintanya pas di r.s. mau gimana lagi? Kebutuhan lakinya udah keluar yam au gam au :D
Edogawa ruffy: Gomawo chingu kalo ceritanya Daebak ampe bikin chingu speechless gitu dengan perasaan campur aduk :D
.
.
Nah selesai sudah hira balas review chingu untuk episode 'Mianhae Yeobo kemaren' Hira seneng banget dengan respon baik yang chingu semua ungkapkan apa lagi yang rata-rata bilang kalo ini bikin nangis dan mengharu biru. Bukan maksud hira bikin nangis chingu atau seneng chingu nangis hhheee.. tapi hira jadi tahu respon chingu semua hheee hanya itu tidak lebih :D
Jeongmal Gamsahamnida, Keep review selalu and sampai jumpa di ff hira yang berikutnya
*deep bow bareng seluruh cast :D
REVIEW LAGI YAAA! :D
