Present

~ SEMUA BISA DIPERBAIKI, SAYANG ~

EXO FANFICTION

Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun as Park Baekhyun, Oh Sehun as Park Sehun (1st child of Park family) and Do Kyungsoo as Park Kyungsoo (2nd child of Park family), Xiumin (Kim Minseok) as Kyungsoo's school mate, Kai (Wu Jongin) and Chen (Kim Jongdae) as Sehun's best friend, Tao (Wu Zitao), Kris (Wu Yi Fan) dan Luhan (Wu Luhan)

Main Cast : PARK FAMILY

Rated: T

Genre : Friendship, Family, Romance

Warning : Genderswitch, Typo(s) anywhere, Failed Humor, Boring, alur absurd dan kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D

~Don't Like Don't Read~

Hai-hai! Hira datang lagi nih masih adakah yang menunggu tulisan-tulisan hira ini? Yah entah lah hheee.. eh iya hira bikin ff ini sih maksudnya humor rada galau gitu tapi ga tau lah apakah feelnya sampai ke chingu semua atau tidak, semoga ajja nyampe hhheee..tanpa cing-cong lagi mending kita langsung ajja ke inti nde :D *BOW

Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini :D

Summarry :

"YA! MAU KEMANA KAU"- Chanyeol/"HEI! JANGAN LARI" –Kris /"YA! KEMARI KAU!"- Suho/ "BAGAIMANA INI EONNI!" teriak Xiumin masih dengan larinya yang kencang "UWAA! AKU TAK MAU KETAHUAN APPA!" teriak Kyungsoo masih sambil berlari "BAIKLAH BERPENCAR!" titah Luhan dan merekapun berpencar. Park family Chanbaek, HunHan, Kaisoo, Chenmin and other/ GS/ Frendship/ Romance/ Family/ DLDR!

Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D

It's official couple and genderswitch

Hope you like it and Happy Reading ^_^

Sub title : Little Eomma

.

.

TENG~~~TENG~~~

Waktu menunjukkan pukul 4 sore dan terdengar suara bell sekolah berbunyi menandakan kegiatan sekolah sudah berakhir untuk hari ini seluruh siswa di dalam kelas berlomba-lomba membereskan buku-buku sekolahnya dan berlari keluar kelas setelah sebelumnya membungkuk sopan pada sosaengnim mereka.

"Hei Jong" seseorang menginterrupsi seorang pemuda tan yang kini berjalan tergesa "Apa?" tanya Kai setelah mengetahui siapa sang penyapa "Buru-buru sekali, memangnya ada apa?" Kai mendengus sebal "Sehun, Kau ini pabbo eoh? Aku sudah cerita kemarin aku harus pulang bersama Luhan kalau tidak nanti dia pulang malam lagi" jelasnya.

"Ah iya aku lupa hhheee.." Kai memutar bola matanya malas "Tapi.."

Drrrrtt~~drrrtt~~

Belum sempat Sehun mengucap kata, handphone Kai bergetar menandakan sebuah pesan masuk

From: Luhannie

To: Jongie oppa

Oppa hari ini aku pulang duluan, aku ada urusan dengan Kyungie nanti kalau sudah selesai aku minta jemput oppa nde, paipai :*

Begitulah isi pesan sang adik.

"Aduuuhh.. pergi dengan orang yang sama lagi" ucap Kai membuat Sehun menautkan alisnya "Maksudmu Luhan pergi dengan Kyungie lagi?" Kai mengangguk sebagai jawaban.

"Apa adikmu itu memang suka bermain dengan anak kecil macam Kyungie dan Xiumin?" Kai mengendikan bahunya tanda tak mengerti "Huppff…kali ini pergi kemana lagi mereka?" tanya Sehun namun tak mendapat jawaban apapun karena Kai juga tidak tahu. "sudah seminggu lamanya dan mereka selalu merahasiakan kemana mereka pergi dan pulang malam" tambahnya.

Ya sudah seminggu ini Luhan, Kyungsoo dan Xiumin selalu pergi bersama, mereka akan menghilang ketika bell sekolah berbunyi dan pulang dengan segala omelan dari eomma mereka masing-masing karena mereka pulang kelewat malam untuk jam anak sekolah piker eommanya karena mereka selalu pulang jam.10 malam dan itu amat sangat membuat keuarga mereka khawatir.

Dan Baekhyun, Tao dan Lay tidak mungkin untuk tidak mengomel pada putri mereka. Mau tahu apa yang sebenarnya ketiga yeoja imut ini lakukan? Mari kita berpindah setting kkkkeee~~

"Lu eonni mana sih?" keluh Xiumin yang mulai merasa gerah yang sangat karena mereka menunggu di taman belakang sekolah, walaupun mereka ada dibawah pohon tetap saja terik matahari tak bisa mengalahkannya "Sabar, sebentar lagi pasti datang" hibur Kyungsoo dan…

"KYUNGIE~~~XIUMIN~~~" sebuah teriakan nyaring mengenai pendengaran mereka. Terlihat Luhan yang tengah berlari menghampiri mereka "Mianh..hoshh~~~hosh~~" ucapnya sambil mngatur nafas yang memburu akibat habis berlari tadi.

"Eonni kau lama~~" Xiumin mulai merengek "Nde mian, tadi sosaengnim di kelas mengambil waktu lebih jadi agak lama" Kyungsoo menyodorkan sebotol air minum pada Luhan dan kemudian air itu habis setengahnya.

"Gomawo" Kyungsoo tersenyum dan mengangguk "Nah kajja kita pergi, Sungjae, Ilhoon dan Peniel oppa pasti sudah menunggu" Luhan dan Kyungsoo mengangguk mendengar ucapan Xiumin. Mereka berjalan beriringan ke suatu tempat yang masih rahasia.

.

.

"Igeo, aku hanya bisa memberikan ini karena ini pakaian yang tak terpakai yang aku punya" Sungjae menyodorkan satu kardus pakaian, celana dan mainan beggitupun dengan Ilhoon dan Peniel "Ah aku lupa ini ada sedikit dariku, semoga bisa membantu" Peniel menyodorkan sebuah amplop cokelat kearah Luhan.

"Jeongmal gomawo" ucap Xiumin, Kyungsoo dan luhan bersamaan. "Ah ini kami juga punya" ucap Sungjae dan Ihoon bersamaan "Didalamnya ada uang jajanku dan Sungjae, kami menggabungkannya dalam satu amplop tak apa kan? Yah walaupun sedikit tapi semoga bisa membantu" ketiga yeoja itu mengangguk ketika Ilhoon memberi amplop juga.

"Wah ini semua pasti sangatlah membantu, gomawo Songjae, Ilhoon dan Paeniel oppa" ucap Xiumin dan ketiga namja itu mengangguk senang.

"Apa kalian tidak lelah?" tanya Sungjae ketika melihat Kyungsoo yang tengah mengelap keringatnya "Iya, kalian bahkan masih pakai seragam sekolah dan pasti kalian akan pulang malam lagi" tambah Ilhoon.

Ya, Sungjae, Ilhoon dan Peniel tahu apa yang ketiga yeoja itu lakukan karena mereka menjelaskan mengapa mereka mengumpulkan barang-barang seperti pakaian layak yang sudah tak terpakai, berjualan demi mendapatkan uang setelah pulang sekolah, dan tak jarang pula mereka mendapatkan uang secara Cuma-Cuma seperti saat ini yang mereka dapatkan dari ketiga namja yang duduk dihadapan mereka.

"Kami harus bagaimana lagi? Kalau pulang ke rumah itu akan sangat menyita waktu" terang Xiumin. "Berapa banyak yang sudah kalian dpatkan? Apakah masih kurang untuk kebutuhan anak-anak itu? Dan bagaimana tentang tempat tinggal yang akan digusur itu?".

Ketiga yeoja itu terdiam atas pertanyaan Peniel "Kalau untuk pakaian dan makanan kurasa itu sudah terpenuhi" ucap Xiumin "Tapi kalau untuk tempat tinggal….." Luhan kini menunduk dalam merasa berat akan kata yang harus ia lanjutkan "Uang yang kami dapatkan masih jauh dari cukup" lanjutnya.

"Tapi kami akan berusaha! Ya kami akan berusaha untuk mencari cara mendapatkan tempat baru, iyakan eonni? Xiu?" ucap Kyungsoo dengan semangatnya membuat Xiumin dan Luhan yang tadi tertunduk menatap heran yeoja mungil bermata bulat adik Park Sehun itu.

"Pasti selalu ada jalan ketika kita berusaha, aku yakin itu jadi kita harus terus semangat demi anak-anak itu" ucap Kyungsoo penuh ceria, menghantarkan semangat pada Luhan dan Xiumin yang melihatnya "eum" Luhan dan Xiumin tersenyum dan mengangguk semangat "YE kita harus semangat" ucap Luhan sambil mengegpalkan tangannya keudara "YE~~HWITING!" teriak mereka bertiga membuat namja-namja dihadapannya tersenyum.

"Kalau begitu apa boleh aku ikut membantu?" tawar Ilhoon "Kami juga mau membantu" ucap Sungjae dan Peniel bersamaan. "Tapi kami hanya bisa membantu semampunya karena kalian tahu senrdiri aku tidak mungkin melakukan hal yang kalian lakukan karena kalian tahu sendiri" tambah Peniel.

Ketiga yeoja itu mengangguk mengerti karena namja dihadapan mereka ini adlaah namja yang super sibuk, Peniel sebagai anggota baru di club rapper sekolah dan juga OSIS yang waktunya banyak tersita oleh sekolah, Sungjae wakil ketua club vocal di sekolah karena menggantikan ketua sebelumnya yang terkena kecelakaan dan harus diwakilkan oleh Sungjae. Sedang Ilhoon sibuk dengan dance dan rappnya di sekolah karena aka nada lomba.

"Baiklah, Sungjae-ah apa boleh kami membuka stand di dekat tokomu? Lumayankan tokomu dekat dengan taman dan kami bisa berkeliling taman dan berjualan disana" Sungjae menimbang perkataan Luhan barusan "Baiklah nanti aku bicarakan pada appa" Luhan mengangguk.

"Dan oppa, kalau boleh kami minta file ini di revisi ya?" pinta Xiumin yang menyodorkan sebuah flashdisk pada Peniel "Dengan senang hati, dan akan aku cetak untukmu" Xiumin mengangguk antusias.

"Dan untuk Ilhoon, kami ingin meminjam alat-alat bazar yang waktu festival kemarin" Ilhoon mengangguk "Baiklah nanti aku bersihkan dan aku akan pasang bersama Sungjae dekat tokonya, bagaimana?" Kyungsoo mengangguk.

"Jeongmal gomawo" ucap ketiga yeoja itu "Anything for you, itulah gunanya teman" ucap ketiga namja itu. Hingga suara cempreng menginterrupsinya "EOMMA!" semua mata mengarah pada dua sosok yeoja mungil, lebih mungil dari Kyungsoo tengah berjalan kearah mereka.

"Eoh? Zelo? Ren?" ucap Kyungsoo pada dua yeoja itu "Kalian darimana saja? Kenapa pakaian kalian kotor begini?" tanya Kyungsoo sambil meneliti atas sampai bawah tubuh dua yeoja itu.

"Pulang sekolah tadi kami melihat ajushi-ajushi datang ke rumah dan mereka marah-marah meminta agar Luna eomma segera meninggalkan rumah hiks..hiks.." jelas Zelo sambil menangis. Kedua bocah kelas tiga SD itu adalah salah satu bagian dari hal yang Luhan, Kyungsoo dan Xumin bicarakan pada Sungjae, Peniel dan Ilhoon.

Ya, Kyungsoo, Luhan dan Xiumin sebenarnya tengah melakukan suatu usaha menyelamtakan sebuah panti asuhan yang berada di tengah kota namun keadaannya sangatlah mengenaskan. Sekitar tiga puluh anak berumur 6-12 tahun harus hidup dengan perihatin sementara 5 bayi dan 5 balita usia 1,5-5 tahun harus rela di asuh oleh anak-anak berusial 10-12 tahun itu. Sedangkan Luna eomma yang selalu mereka ceritakan kini terbaring di rumah sakit karena kecelakaan yang dialaminya.

Rumah yang mereka tempati sudah sangat tak terawatt dengan bocor dimana-mana, dinding yang lapuk, penerangan yang mulai minim dan jendela-jndela yang bobrok. Tak lupa pakaian lusuh yang mereka miliki karena sudah lama tak diganti, tempat tidur yang sudah lepek dan tak terasa nyaman dan hangat untuk mereka berlindung dari rasa dingin, makanan yang sedikit dan seadanya juga tempat yang akan di gusur karena akan ada pembangunan tempat perbelanjaan disana membuat anak-anak itu selalu merasa ketakutan karena hampir dua minggu sekali mereka dimaki-maki oleh ajushi-ajushi berjas hitam yang mengusir mereka secara terang-terangan.

Dan Kyungsoo, Xiumin juga Luhan yang waktu itu tak sengaja lewat dan melihat kejadian itu akhirnya merasa kesal dan melawan para ajushi itu dengan ucapan sepedas mungkin.

Namun sang ajushi itu hanya tertawa meremehkan pada mereka dan memberi waktu dua bulan agar anak-anak di panti itu pergi mengosongkan tempat jika tidak mereka akan mengusirnya lebih kasar lagi. Dan seak saat itulah Kyungsoo dkk selalu mencari cara bagaimana membuat mereka selamat. Terlebih setelah mengetahui keadaan mengenaskan yang mereka alami, ketiganyapun menangis perihatin. Dan hanya bisa bersyukur karena mereka lahir dengan keadaan yang baik. Bahkan jauh lebih baik dari pada anak-anak itu.

"Ha? Bukankah kita masih ada waktu 7 minggu lagi? Kenapa ajushi itu datang lagi? aishhh" Xiumin mengacak rambut panjangnya frustasi.

"Baiklah lebih baik kita pulang dulu sekarang, kalian sudah makan belum?" Rend an Zelo menggeleng mendengar pertanyaan Kyungsoo "Baiklah eomma akan memasak dan hari ini akan ada pakaian baru untuk kalian" Zelo dan Ren tersenyum senang "Kajja eomma semuanya pasti sudah lapar" Ren dan Zelo menarik legan Kyungsoo penuh semangat.

"Tapi sebelumnya berterimakasih dulu pada tiga oppa yang berada disana karena mereka yang telah membantu kita" terang Luhan dan kedua bocah itu berlari dan membungkuk sopan pada tigan namja itu "Gomawo oppa" Sungjae mengusak rambut Ren "Cheonma, dan kami akan ikut mengantarkan kardus-kardus ini".

Akhirnya mereka pergi bersama ke tempat dimana anak-anak itu tinggal.

.

.

"Aku pulang~" suara seorang yeoja terdengar lirih sambil mengendap-ngendap kedalam rumah dan…

TREK!

Ruangan yang tadinya gelap kini tiba-tiba terang mengejutkannya dan disana berdiri wanita dewasa dengan piama soft pink berbahan sutera tengah melipat kedua tangannya didada "Dari mana saja Park Kyungsoo? Jam sebelas malam baru pulang" Kyungsoo meneguk salivanya kasar "Hhhee tadi keasikan main dengan Xiumin dan Luhan eonni eomma".

Namun sang eomma tetap dengan wajah dinginnya, auranya begitu menusuk hingga membuat yeoja mungil itu merinding "Kau mau jadi apa eoh? Hunie oppa yang laki-laki saja tak pulang semalam ini dan kau putri eomma baru pulang karena keasikan main?" kini suara sang eomma sedikit meninggi membuat Kyungsoo tersentak kaget.

"Katakan dari mana saja?" Kyungsoo memutar bola matanya mencari alasan "D-di rumah Xiumin" Baekhyun hanya diam tak merespon apapun, ia baru melihat seperti ini Kyungsoonya berbohong, sementara ia sudah hafal betul anaknya yang tak pandai berbohong namun ia hanya diam melihat sudah seminggu ini putrinya terus-terusan mengeluarkan kebohongan.

'Ada apa dengan putriku ini Tuhan' batinnya. "Sudah makan?" ucapnya melembut sambil menghampiri putrinya dan merangkulnya masuk lebih dalam rumah itu, tidak, Baekhyun tidak ingin meledak dulu untuk saat ini, ia akan bergerak hati-hati untuk mencari tahu mengapa putrinya seperti ini. "Belum eomma, tapi Kyungie tidak lapar" terangnya "Kyungie harus makan dulu, baru naik ke kamar dan cuci muka lalu istirahat" terangnya menuntun sang putri ke dapur.

"Appa sudah pulang?" Baekhyun mengangguk "Appa sudah tidur mungkin kelelahan karena pekerjaan diluar kota" Kyungsoo mengangguk, appanya memang pergi keluar kota selama seminggu kemarin tapi sekarang sudah pulang dan ini bencana bagi Kyungsoo.

Appanya terlalu ketat untuk sekedar ditembus, lain dengan eommanya yang selalu pura-pura tidak tahu tapi sebenarnya mencari tahu secara diam-diam, sang appa adalah tipe orang yang sekali merasakan kejanggalan maka ia tak segan-segan marah dan menutup semua akses keluar untuknya secara langsung.

.

.

"Hei, kau dari mana saja?" suara berat menginterrupsi ketika Luhan hendak membuka pintu kamarnya "Oppa belum tidur? Aku baru pulang dari rumah Kyungie tadi hhhee.. sudah ya aku mau tidur, capek" Luhan terburu-buru menutup pintu sebelum eommanya Zitao datang dan berceramah panjang lebar tentang ke khawatirannya.

Luhan tahu, walaupun Luhan sebenarnya adalah sepupu Kai, karena eomma Luhan adalah adik kandung Zitao, namun Tao menyayangi Luhan seperti anak kandungnya sendiri, ketika orang tua Luhan meninggal karena kecelakaan ketika ia berusia 4 tahun, Taolah yang selalu ada disampingnya dan memberinya perlindungan dan rasa aman dan nyaman, ketika ia merasa sedih dan amat terpuruk Tao selalu ada untuknya dan Luhan amat sangat mencintai Tao seperti ibunya sendiri.

Maka, ketika tao memintanya untuk memanggil eomma dengan senang hati Luhan melakukannya, Luhan yang polos dan masih sangat kecil begitu senang dan bahagia ketikaTao memintanya begitu dan berjanji merawat Luhan, seketika beban kepedihannya terangkat berganti rasa baru yang sangat menyenangkan. Luhan mengenal kakak ibunya yang begitu baik, ramah, perhatian dan lembut. Luhan begitu mencintai Tao sama seperti Luhan mencintai eommanya, dan surat terakhir yang eomma Luhan berikan adalah agar Luhan hidup bahagia dan menganggap Tao dan Kris sebagai orangtua Luhan yang sebenarnya, walalupun pada kenyataannya bukan, namun Luhan tetap melakukannya karena Luhan mencintai eommanya dan juga Tao.

Dan kini perasaan bersalah selalu menghantuinya. Luhan selalu merasa bersalah ketika berbohong pada Tao akan kegiatannya selama seminggu ini yang selalu ia tutupi karena tak mau merepotkan keluarga. Namun sepertinya itu bukanlah sesuatu yang bisa membuat hati Luhan lega.

"Eomma mianhae" gumamnya yang tentu saja tak bisa terdengar oleh Tao, airmata mulai membasahi pipinya. Sungguh, Luhan merasa sesak setiap harus berbohong pada Tao, setelah berganti pakaian dan mencuci muka yeoja rusa itu mulai terbang kea lam mimpi berharap sesaknya menghilang esok hari.

.

.

"Xeokie! Ayo turun sayang sebentar lagi kau harus sekolah appa sudah menunggu dibawah" suara lembut nan merdu milik sang eomma tepat menghampiri gendang telinga putrinya yang kini tengah menyeret tasnya dengan malas.

"Ye eomma biar appa pergi duluan saja" ucapnya dari dalam, namun…

CEKLEK!

"Kenapa berjalan malas begitu?" tanya Lay atau Zhang Yixing, sang eomma yang melihat putrinya berjalan gontai. Ia sudah hafal ada yang tidak beres dari putri semata wayangnya ini. "Aku tak mau pergi dengan appa, appa menyebalkan" Lay hanya menggeleng-gelengkan kepalanya maklum. Beginilah Xiumin jika sedang marah dengan appanya Suho atau bernama lengkap Kim Junmyeon.

"Hupff~~" Lay sudah tahu kenapa putrinya ini mendadak bad mood. Ya, kalau Kyungsoo kepergok eommanya, Luhan kepergok oppanya lain dengan Xiumin yang langsung kepergok Suho sang appa.

Flashback on

"Aku pulang" Xiumin berbisik di tengah keheningan, menutup pintu dengan hati-hati. Dan mulai berjalan mengendap-ngendap. Mana mungkin ia berteriak ini sudah pukul 11 malam dan ia takut orang yang ada dirumah bangun karena dirinya dan Lay eommanya yang lembut akan mengomel lagi.

"Sudah puas mainnya? Dari mana saja putri kecilku?"Saat kakinya hendak mencapai tangga pertama, ia dikejutkan oleh suara seseorang. Xiumin menoleh dan keringat mulai bermunculan di keningnya.

"Ini masih terlalu pagi untuk pulang sayang, kenapa tak pulang esok hari saja?" suara itu, walaupun santai tapi terdengar sangat menyindir dan Xiumin hanya meneguk salivanya berat. Di ruang tamu sana, Suho sang appa tengah duduk menghadap laptop tanpa pencahayaan apapun dari lampu. Sepertinya ia tengah mengedit dokumennya.

"A-aku.."

Suho yang sedari tadi berbicara tanpa berbalik badan kini mulai mengeluarkan atensi matanya untuk menatap putri kecilnya.

"Aku keasikan main dirumah Luhan eonni appa hheee.. kami sedang membuat mainan bersama.. ya membuat mainan jadi lama hhheee" jawabnya dengan gugup.

"Baiklah mulai besok appa akan menelponmu lima jam sekali, deal!" putus Suho secara sepihak dan ini membuat Xiumin cemberut akut.

Flash back off

"Berangkatlah dengan appamu" perintah Lay dan Xiumin hanya berjalan tanpa menjawab sambil menghentak-hentakkan kakinya.

.

.

"YA! CEPAT KALIAN PERGI DARI SINI" bentak salah seorang pria paruh baya berjas hitam kepada LuMinSoo.

"Kan kalian sudah bilang dalam dua bulan ini kami harus cari tempat lain? Kenapa baru dua minggu datang lagi?" tanya Luhan sedikit ngotot 'Pria ini bodoh atau apa?' pikirnya.

"Kami akan segera memakai tempat ini jadi cepatlah pergi" Xiumin menggeleng "Sekali dua bulan tetap dua bulan ajushi iini bodoh atau apa sih?" Xiumin menyuarakan isi pikiran luhan.

"Baiklah kalau begitu tanda tangani perjanjian ini maka kami akan datang tepat pada waktunya" setelah membaca isi berkas tersebut dengan cermat walaupun sempat protes karena dalam surat perjanjian mereka hanya memiliki waktu empat minggu lagi dan itu artinya mereka harus cepat-cepat cari cara agar dapat tempat baru, akhirnya Luhan menandatanganinya.

"Well sepertinya pergi lebih cepat lebih baik" mereka mengangguki karena taka da pilihan lain. "Sepertinya mulai besok aku akan izin dari sekolah eonni" Kyungsoo buka suara ketika dot yang tadinya di hisap oleh bayi mungil yang ia gendong kini terlepas menandakan bayi itu sudah terlelap.

"Wae? Kenapa harus izin segala?" tanya Xiumin "Aku akan mencoba kerja lebih keras dari pagi agar uang kita terkumpul dan mulai menyebarkan proposal pada perusahaan atau toko-toko yang setidaknya bisa diminta bantuannya" Luhan mengangguk. Memang hanya itulah satu-satunya cara agar kondisi seperti ini dapat diperbaiki.

"TApi kalau tak sekolah nanti Baekie ajhuma marah Kyung" Kyungsoo tersenyum "KAu izinkan aku nde aku hanya akan pura-pura pergi kesekolah dengan begitu eomma tak akan mengetahuinya hhheee" Luhan mengangguk "Aku juga mau ikut bolos ah" kedua yeoja yang labih muda kini menatap Luhan "Andwae eonni tidak boleh bolos nanti ketahuan Jongin oppa" sergah Kyungsoo.

"Ah benar juga, padahal aku ingin membantu ugh~~kenapa harus satu sekolah dengan oppaku" sesal Luhan "Tak apa eonni, Xiu nanti tolong izinkan aku ya? Aku akan menjaga mereka dengan baik" Luhan menghembus nafasnya dan mengangguk pasrah "KAlau begitu aku juga akan bolos sama dengan Kyungie saja, setidaknya bekerja berdua lebih baik dari pada sendiri. Nanti pada saat kita mengumpulkan sumbangan siang hari biar Lu eonni yang bergerak sebar proposalnya, bagaimana? Aku tak mau kalian menolak keputusanku" tegas Xiumin.

"BAiklah-baiklah" jawab LuSoo.

.

.

Tak terasa hari begitu cepat berlalu, sudah empat hari Kyungsoo dan Xiumin bekerja keras dari pagi hingga gelap hari tanpa masuk sekolah. Mereka selalu berangkat sangat pagi tanpa berakhir disekolah tapi berakhir mengganti pakaian di panti asuhan dan berkeliling sana-sini menyebarkan proposal bantuan dana. Sementara Luhan, sesudah selesai pelajaran ia akan menghilang melanjutkan pekerjaan MinSoo menyebar proposal sementara dua yeoja yang lebih muda darinya mengumpulkan sumbangan dengan menjual minuman. Karena MinSoo bekerja dari pagi hingga jam.7 malam Luhan harus mengulur waktu pulangnya lebih lama, ia akan pulang jam.9 malam setiap harinya.

.

.

"Bagaimana ini eonni?" tanya Baekhyun yang kini duduk bersebrangan dengan Tao dan Lay. Oh jangan lupakan para suami mereka dan juga Kai dan Sehun yang sudah duduk bersamaan, mereka membentuk lingkaran di kediaman Lay.

Kebetulan hari ini mereka memang sengaja untuk bertemu dan itu dirumah kediaman Kim.

"Akhir-akhir ini Kyungsoo sering merepotan dirumahmu eonni, aku minta maaf" ucap Baekhyun sambil membukukan badannya "Loh? Kyungsoo tak pernah main kemari kok Baek, karena Xiumin selalu main kerumah Luhan" ujar Lay "Jijie apa-apaan? Xiumin tak pernah main ke rumahku karena Lulu selalu main kerumah BAekie akhir-akhir ini sampai tak ingat waktu pulang" jawab Tao "Loh? Main apanya? Kyungie selalu pulang malam dan Luhan tak pernah main kerumah kami" sergah Baekhyun.

Seketika semua orang yang ada diruangan tersebut terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing. "Jadi kalau taka da dirumah salah satu dari kita berarti dimana mereka?" Suho buka suara sejak hening beberapa lama tadi.

"Apakah mereka membohongi kita?" ini Chanyeol yang berucap.

"Kai kau perhatikan adikmu di sekolah tidak?" tanya Kris "Aku memperhatikannya appa tapi Luhan sering sekali menghilang saat selesai jam pelajaran" jawab Kai.

"Lalu bagaimana ini? Kenapa Kyungie sampai membohongiku seperti ini?" mata Baekhyun mulai berkaca-kaca seluruh isi pikirannya hanya hal-hal negative saat ini.

"Eomma, tenang ya. Kita cari tahu bersama bagaimana?" tanya Sehun dan semuanya mengangguk. Jujur saja Sehun sebenarnya sudah merasa curiga dengan Kyungsoo sejak lama namun ia urungkan niatnya untuk memberi tahu apa yang Sungmin, guru BK dari sekolah Kyungsoo padanya, ia hanya ingin mencri tahu lebih dalam lagi tetang rahasia Kyungsoo dan kawan-kawannya.

.

.

"Bagaimana Kai? Apa kita sebaiknya buntuti mereka mulai besok?" tanya Sehun. Kini mereka tengah duduk di tepi sungai sambil memandang langit memerah yang begitu indah sore ini. "Sebenarnya apa yang Sungmin sosaengnim katakana padamu tadi?" tanya namja troll di debelah Sehun -Chen- .

"Oh aku lupa belum cerita pada kalian" Sehun memulai ceritanya tentang pertemuannya bersama Sungmin tadi siang.

Flashback on

Sehun dan Kai kini tengah mendengarkan guru matematikanya dengan baik, mereka tak mau kena omel lagi ketika berbincang mengenai adik-adik mereka yang belakangan ini tak beres kelakuannya hingga terdengar suara seorang wanita menyapa kelas mereka "Permisi" ucapnya memecah konsentrasi guru matematika yang tengah menjelaskan.

"Eoh? Sungmin sosaengnim" yeoja yang menyapa tadi membungkuk hormat sementara para muris mengerutkan alis mereka, 'untuk apa guru BK SMP tempat Kyungsoo sekolah kemari' pikir Sehun"Mian Han sosaengnim saya ada perlu dengan Park Sehun sebentar" pintanya.

"Silahkan, Park Sehun kau diijinkan keluar" Sehun menganguk berdiri dan mengikuti kemana guru cantik itu membawanya.

"Sehun apakah Kyungie sakit akhir-akhir ini?" tanya Sungmin ketika mereka berada di ruang konseling, karena Sungmin meminta izin pada sekolah untuk menggunakannya.

"Ani sosaengnim, yeodongsaeng saya sehat-sehat saja dan pergi kesekolah seperti biasanya. Malahan akhir-akhir ini dia rajin sekali berangkat sekokah terlalu pagi" jelas Sehun.

"Apa kau tidak melihat adanya perubahan pada Kyungsoo?" Sehun terdiam.

"Eumm…ada sih dia hanya jadi sering pulang malam, menurutku kelewat malam untuk yeoja sekecil dia" Sungmin mengangguk mengerti "Apa wangi pakaiannya mencurigakan? Eumm… maksud saem…" "Maksud saem wangi parfum lain begitu?" Sungmin mengangguk, Sehun cepat tanggap akan ucapannya.

"Sepertinya tidak saem, malah yang ada bau keringat menyebalkan" Sungmin terkikik sesaat.

"Baiklah kalau begitu. Aku hanya ingin memberi tahumu kalau sudah 5 hari Kyungsoo tidak masuk sekolah"

"MWO?" sehun reflex menjerit pasalnya tidak mungkin Kyungsoo berangkat pagi dengan seragam lengkap kalau tidak pegi sekolah. Ia hafal betul Kyungsoo anak yang rajin.

"Aku akan mencari tahu tentang ini, sebaiknya kau juga membantuku" pinta Sungmin "Kyungsoo dan Minseok tidak masuk dihari yang sama selama 5 hari ini, aku khawatir".

Sehun kini hanya menggeram tertahan tadi Kyungsoo dan ternyata kini Xiumin juga. sepertinya benar-benar ada yang tak beres dengan sang adik. "Baiklah saem serahkan padaku akan ku hajar mereka berdua" ucap Sehun dengan kekesalan yang kentara.

"Sabarlah Hun, semua pasti ada alasannya. Kyungsoo dan Xiumin adalah anak-anak yang baik dan mereka adalah salah satu murid favoritku" ujar Sungmin. Tapi Sehun Nampak tak mempedulikannya, sungguh kemarahannya kini sudah naik ke ubun-ubun ia tak menyangka adiknya adalah seorang pembohong akhir-akhir ini.

Setelah berpamitan Sehun kembali kekelasnya, melanjutkan pelajaran yang dengan tidak sabaran ingin segera berakhir.

Flash back off

"Hmm..jadi begitu?" Kai manggut-manggut "Baiklah kalau begitu kita selesaikan secepatnya, kita mulai besok saja karena hari ini sudah gelap" ujar Kai lagi diangguki oleh kedua temannya.

.

.

Cuaca yang terik di tengah hari yang sibuk dan padat seperti siang ini, seoul adalah kota yang tak pernah mati sepertinya karena selalu ramai.

"Gamsahamnida!" terlihat dua yeoja yang tengah membungkuk pada orang-orang sekitar yang tadi telah membeli minumannya sambil sesekali mengipasi wajah mereka yang berkeringat. Rambut panjang yang sudah mereka cepol tinggi-tinggi tak mengindahkan rasa panas hari ini.

"Igeo uangnya dan pesanan strawberry teanya dua lagi" ucap Luhan menyodorkan nampan yang sudah kosong. Ya, hari ini Luhan memutuskan untuk bolos sekolah karena guru sekolahnya tengah mengadakan rapat, dari pada berdiam diri di sekolah lebih baik ia membantu Xiumin dan kyungsoo berjualan-begitulah pikirnya. Dengan gaya rambut yang sama Luhan bertugas berkeliling taman berganitan dengan dua kawannya yang lebih muda.

"Eh iya bagaimana isi kotak sumbangan kita?" Kyungsoo menggeleng atas pertanyaan Xiumin. Ia memandangi dua kotak sumbangan dengan ukuran besar yang mereka buat di depannya. Tidak tahu, belum aku buka hari ini. Xiumin mengangguk "Hupff..ya sudah biarkan saja dulu" kini Luhan yang bersuara setelah tadi pergi sebentar mengantar pesanan.

.

.

"Ahhh akhirnya setelah sekian jam akhirnya mereka mau tanda tangan juga" terlihat tiga orang pria yang kini telah keluar dari sebuah restaurant mewah "Benar, untunglah presentasi yang tadi sempat kacau cepat teratasi" tambah pria yang satunya lagi "Dan kebetulan Suho hyung ada disini jadi sekalian traktiran makan dan kumpul-kumpul mengingat masa kuliah hhhaaa" pria dengan tawa lebar itu berseru senang.

"Ish.. kau ini tenang sedikit, sadar usiamu berapa Park" Suho berucap dengan Kris yang mengangguk setuju "Hyung yang namanya semangat itu tak pandang usia" Chanyeol membela diri karena merasa dirinya dipojokan dan secara tak langsung dikatai kekanak-kanakan.

"Iya tapi tak berlebihan" kini Kris yang berucap dan langsung berjalan mendahului mereka "Yak!" Chanyeol menyusul kedua pria yang lebih Tua darinya. Karena hari masih siang dan kebetulan mereka bertemu Suho, mereka memutuskan jalan-jalan sebentar hitung-hitung menghabiskan waktu sampai jam istirahat selesai.

"BAgaimana kalau kita duduk di taman itu saja? Sepertinya ramai dan kita bisa beli minuman juga" usul Suho. Kris dan Chanyeol saling berpandangan namun Kris hanya mengendikan bahunya "Kau ingin mengulang KrisHo skandal ya hyung?" tanya Chanyeol polos namun sempang empat telah muncul di dahi dua namja beda tinggi badan di hadapannya.

"Jangan macam-macam Park Chanyeol kalau tidak…"

"Ye, ye hyung mian aku hanya bercanda ayo kita kesana" sebelum keduanya meledak Chanyeol lebih memilih mengalihkan perhatian.

Cukup lama mereka berjalan sambil mengobrol dansesekali tertawa bersama, membuat jaanan yang mereka lewati terasa seperti milik mereka bertiga tanpa memperhatikan mata-mata yang memandang mereka kagum, karena ptiga pria itu sangatlah tampan.

Kini mereka tengah menunggu lampu hijau untuk berjalan, namun sesuatu mengalihkan pandangan Kris "Kyungsoo" gumam Kris saat memperhatikan sekitar jalan yang mereka lewati sementara Chanyeol dan Suho asyik mengobrol.

"Chan..Chan" panggil Kris sambil menarik lengan jas Chanyeol "Wae hyung?" Suho dan Chanyeol mengerut alis mereka, heran dengan tindakan Kris yang tiba-tiba seperti orang yang tengah menyelidik. "Apa Kyungsoo tidak sekolah?" tanya Kris.

"Maksudmu anakku bolos? Enak saja, tentu ia sedang sekolah sekarang" bela Chanyeol tak terima "Tapi kenapa aku seperti melihatnya disana?" ChanHo mengikuti arah tunjuk Kris, namun mereka kembali terheran-heran "Loh bukankah itu Luhan ya?" ucap ChanHo berbarengan.

"Luhan dimana? Kau ini lihat baik-baik dan lagi anakku tak mungkin bolos sekolah" kini Kris yang tak terima "Akh makanya lihat baik-baik hyung" ucap Suho.

Dan dalam sekejap mata ketig appa itu membulat sempurna setelah berdebat kecil mereka menolehkan pandangan bersamaan ke satu arah, dan betapa terkejutnya ketika mereka melihat tiga orang yeoja yang masih remaja itu tengah merapikan tempat minuman dan mengangkut dua kotak yang bertuliskan Care Box.

Dengan langkah tergesa mereka menyeret kaki dengan pasti dan nafas yang memburu "Kyungsoo/Luhan/Xiumin" panggil ketiga appa itu berbarengan. XiuLuSoo yang kaget mendengar suara horror itu langsung berbalik kebelakang dan…

1 detik..

2 detik..

3 detik..

"Appa" gumam ketiganya dan..

"YA! MAU KEMANA KAU"- teriak Chanyeol

"HEI! JANGAN LARI" –Kris yang berteriak

"YA! KEMARI KAU!" ini terakan Suho.

Ketiga anak itu lari pontang panting karena dikejar pria tinggi berjas yang tak lain adalah appa mereka. "BAGAIMANA INI EONNI!" teriak Xiumin masih dengan larinya yang kencang "UWAA! AKU TAK MAU KETAHUAN APPA!" teriak Kyungsoo masih sambil berlari "BAIKLAH BERPENCAR!" titah Luhan dan merekapun berpencar.

"SIAL!KITA TAK BOLEH KALAH!" teriak Chanyeol berapi-api. Ketiga appa itu langsung berpencar mengikuti kemana putri mereka lari.

Chanyeol tiba disebuah tikungan jalan besar namun sepi, tangannya bertumpu pada lutut sementara nafasnya begitu memburu karena kelelahan berlari 'Anak itu larinya cepat juga' batinnya, sementara seseotrang kini tengah memperhatikannya dari atas dengan menutup hidung agar nafasnya yang sama memburu seperti Chanyeol teredam.

"Kyungie! Appa tahu kau disini, keluar sekarang!" titahnya. Inilah kelemahan Kyungsoo, appanya, jika sudah marah appanya akan sangat menyeramkan bagginya.

Namun yeoja itu masih tak bergeming, ia masih dengan gerakan perlahan menyeret kaki-kaki mungilnya diatas benteng yang cukup tinggi hingga..

Pluk!

Pluk!

Pluk!

Chanyeol mendengar kerikil-kerikil kecil yang berjatuhan padahal taka da angina saat itu. Pandangannya yang terasa ganjil itu terbawa keatas tembok yang membentengi sebuah rumah dan..

"YA! Turun sekarang Kyungie!" tegasnya. Tentu saja Kyungsoo yang mendengar suara berat itu menoleh, sudah tertangkap basah rupanya "Hhheee..appa" ucapnya sambil tersenyum kikuk. Sementara wajah sang appa sudah sangat kesal, terlihat dari matanya dan wajahnya yang memerah menahan marah.

"TURUN!" pekiknya.

"APPA JANGAN BERTERIAK" Kyungsoo balik berteriak karena kaget dan ia hampir terjatuh.

"BAGAIMANA APPA TAK BERTERIAK KAU BANDEL EOH!" Chanyeol masih dengan nada tingginya.

"SHIREO! APPA JANGAN BERTERIAK KYUNGIE TIDAK BISA TURUN" teriak Kyungsoo lagi. "Arasso..arasso appa tak berteriak sekarang turun oke!" ucapnya melemah sambil menadah tangannya bermaksud menangkap putrinya ketika turun.

"APPA! KYUNGIE TAKUT" pekik Kyungsoo panic "Kau ini bagaimana? Bisa naik tak bisa turun? Aigoo! Ayo lompat sekarang" Kyungsoo menggeleng "Appa marah sama Kyungie nanti Kyungie lompat appa biarkan" Chanyeol mendengus kasar 'Sayangnya aku terlalu sayang padamu jadi tak mungkin kulakukan' batinnya.

"Appa tidak marah Kyung" Chanyeol berusaha menenangkan putrinya yang kini matanya mulai berkaca-kaca dan Chanyeol sangat lemah dengan putrinya yang menangis.

"Tadi…tadi appa berteriak" ucap Kyungsoo dengan nada bergetar "Mianhae tadi appa takut Kyungi jatuh, ayo sayang lompatlah appa akan menangkap Kyungie".

"GUK..GUK..GRRR.." gonggongan anjing sukses mengagetkan Kyungsoo dan "AAAAAA~~~~~" Kyungsoo berteriak saat ia terpeleset kaget dengan suara itu.

"HUP!" Chanyeol menangkap tubuh mungil putrinya dengan sempurna, tanpa berkata apa-apa lagi Chanyeol menggendong Kyungsoo bridal style menuju terminal bis terdekat. Tanpa ingat ia pergi dengan siapa, dan mobilnya yang masih ada di kantor Chanyeol membawa Kyungsoo pulang naik bis.

.

"YA! XIUMIN TURUN KAU SEKARANG!" tegas Suho karena putrinya tengah naik ke atas pohon.

"ANI! APPA MARAH!" teriak Xiumin sambil kembali memanjat pohon untuk lebih tinggi lagi.

"YA! TURUN SEKARANG, NANTI KAU JATUH!" teriak Suho.

"KALAU APPA MARAH AKU LOMPAT SAJA KESANA!" balas Xiumin sambil menunjuk danau yang ada dibawah batang pohon yang ia pijak sekarang.

"KAU MENGANCAM APPA EOH!" Xiumin mengangguk kemudian menggeleng cepat.

"ANI XIU TAK MENGANCAM" Suho panic sekarang, putrinya ini sangatlah nekat jika ia bilang akan melompat, maka tak segan-segan ia akan melompat dan yang Suho takutkan putrinya ini masih cidera pundak maka ia takkan bisa berenang yanga da ia malah akan tenggelam.

"BA- baiklah appa tidak marah sayang, appa hanya takut kau jatuh. Sekarang Minnie turun nde!" ucapnya memohon, ia tak mau terjadi apa-apa pada putri semata wayangnya ini, walaupun sekarang kemarahannya telah sampai keubun-ubun ia harus menampik egonya dulu.

"Jinjja? Appa tidak marah?" Suho mengangguk pasrah.

"Baiklah, TANGKAAAAPPP!" Xiumin melompat dari pohon kearah sang appa dan..

HUP! Suho berhasil menangkap putrinya, tanpa melepaskan gendongannya ia segera berjalan menuju tempat dimana mobilnya diparkirkan.

.

Sementara kedua appa itu sudah berhasil menangkap putrinya, Kris kini tengah bermain petak umpet dengan putrinya di sebuah gang sempit.

"YA! LUHAN KELUAR SEKARANG JUGA!" teriaknya, senemtara Luhan yang tengah bersembunyi di dekat tong sampah berdoa agar appanya tak menemukannya.

Kris yang sudah berkali-kali berteriak tak Luhan indahkan "WU LUHAN!" teriaknya lagi, namun tak ada jawaban. Namun tanpa sengaja ia melihat bayangan seseorang dibalik tempat sampah, Kris menyeringai 'Kena kau' batinnya. Ia mencari-cari sesuatu untuk memancing putrinya keluar dan..

GOTCHA!

Ia melihat seekor cicak dan..

PLUK!

Luhan merasakan sesuatu hinggap dipundaknya dan..

"AAAAAA~~~~" teriakan melengking sukses tertangkap oleh telinga Kris.

"BWAHAHAHAHAHAHAHAHA! Kena kau" Kris tertawa puas telah berhasil mengerjai putrinya "Sekarang ikut appa pulang"seketika nada suaranya berubah dingin, ia menyeret Luhan untuk pulang bersamanya.

.

.

.

Seminggu sudah berlalu semenjak kejadian kejar-kejaran antara KrisChanHo dan LuMinSoo. Setelah pulang, rumah mereka terasa lebih angker karena para kepala keluarga yang meledak-ledak marah. Tak jarang para istri mereka terkena imbas kemarahan suami mereka. Kai dan Sehun pun kena imbasnya karena mereka tak becus menjaga adik mereka sehingga terjadi hal yang tak diinginkan.

"Chanyeol mengurung Kyungie dirumah setelah ia menjemputnya dari sekolah" curhat Baekhyun pada dua yeoja yang lebih tua darinya "Chanyeol benar-benar marah dan tak mau mendengar penjelasan apapun dari Kyungie" tambahnya lagi.

"Myeoni juga sama, bedanya ia selalu ngotot padaku untuk cepat-cepat menjemput Xiumin disekolah setiap hari. Hupf.. kejadian ini membuat emosinya meledak-ledak tak jelas akhir-akhir ini" keluh Lay sambil menumpu dagunya pada sebelah tangannya.

"Ah Kris juga sama saja, dia jadi lebih sensitive jika menyinggung masalah Luhan dan setiap hari menjadi agenda wajib mengantar dan menjemput Luhan. Bukan hanya Luhan tapi Oppanya juga kena imbasnya, Luhan pernah mencoba untuk kabur dan Kris membentak Luhan begitu saja, dan setelah selesai membentak Luhan ia marah-marah padaku dan berceramah panjang lebar pada Jongin" curhat Tao.

"Huppff…." Ketiga ibu itu menghela nafas bersamaan.

"Ada apa sebenarnya dengan mereka? Kenapa mereka susah sekali percaya pada anak-anak kita?" tanya Tao dengan wajah lesunya.

"Iya padahal Xiumin sudah menjelaskan segalanya padaku" Baekhyun dan Tao mengangguk setuju. Ya, Luhan, Kyungsoo dan Xiumin memang sudah bercerita yang sebenar-benarnya pada sang ibu, tapi kali ini mereka tak bisa membantu putri mereka karena langkah awal yang sudah mereka ambil itu adalah salah dimata siapapun.

"Aku sudah bilang berkali-kali dan mencoba menjelaskan tapi Chanyeol marah-marah" tambah Baekhyun "Jelas marah, Kyungsoo dan Xiumin selalu berbohong. Kau tahu seminggu mereka membohogi kalian dengan pura-pura masuk sekolah padahal mereka tak pernah benar-benar masuk sekolah" kali ini Lay dan BAekhyun yang mengangguk lesu.

"Luhan saja yang bolos sehari dan itu tak ada pelajaran sudah dihukum seperti ini apa lagi kedua anak kalian" Baekhyun dan Lay makin menunduk lesu.

"Bahkan Sehun kini lebih dingin pada Kyungie, dia selalu mendiamkan adiknya dan marah-marah dan mengatai Kyungie itu pembohong aishh..eottokhae?" Baekhyun kini merasa putus asa untuk mempersatukan anak dan appanya.

"Sama, Jongin juga begitu. Dia jadi bersikap acuh pada Luhan hupff…" ketiga ibu tersebut menempelkan kepala mereka diatas meja ruang keluarga kediaman Wu.

.

.

.

To: Lu eonni

To: Xiuminie

Bagaimana ini? Apakah mereka baik-baik saja? Hiks.. :'(

From: Kyungie

Kedua yeoja yang kini tengah melamun didalam kamar merasakan membuka pesan yang kyungsoo berikan.

To: Kyungie

To: Lu eonni

Aku tidak tahu, aku bingung bagaimana ya? Aku takut ajushi-ajushi itu mengusir mereka, kau tahu kan tiga hari lagi kita harus mengosongkan tempat itu. Karena ajushi itu tak sedikitpun konsisten. Aishh menyebalkan

From : Xiuminnie

Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing sambil menatap keluar jendela yang menampakkan langit gelap akhir-akhir ini. "Sepertinya akan badai lagi" gumam ketiga yeoja itu di tempat yang berlainan.

To: Kyungie

To: Xiuminnie

Kita kabur saja, bagaimana? mereka pasti mencari kita. Dan lagi aku khawatir. Besok kita harus segera pergi untuk mengosongkan rumah tua nan bobrok itu, dan Peniel sudah mau menampung anak-anak sementara waktu di toko neneknya, yah, walaupun kotor dan using tempat itu masih sedikit layak di pakai. Kalau kalian tak mau, biar aku saja. Serahkan semuanya padaku.^^v

From: Lu eonni

Begitulah isi pesan balasan dari Luhan ada keduanya.

Hujan mulai turun dengan derasnya walaupun tak ada petir. Meninggalkan Luhan, Kyungsoo dan Xiumin yang merenungkan nasib anak-anak panti yang sekarang pastilah mereka merasa kedinginan dan kelaparan.

.

.

"YA! MANA EOMMA CILIK KALIAN EOH?" kini tiga pria besar yang dengan dandanan yang sama tengah membentak anak-anak panti. Mereka semua meringkuk ketakutan di karena bentakan-bentakan kaar pria-pria dihadapannya.

"Ka-kami tidak tahu ajushi" jawab salah seorang anak laki-laki.

BRUK!

BRAK!

BRAK!

Pria-pria itu membanting kursi, meja dan apapun benda yang ada dihadapannya.

"Mulai besok kalian harus enyah dari sini . kami tak mau tahu kalian akan tidur dan tinggal dimana. Beritahu itu pada Luna" pria-pria itupun meninggalkan mereka yang tengah ketakutan "Bagaimana ini Ren?" Ren menggeleng atas pertanyaan Zelo.

'Eomma..eottokhae?'-batin Ren.

.

.

Pagi yang mendung dengan hati yang murung, kini tengah Kyungsoo rasakan. Chanyeol yang menyetir hanya mengacuhkan ekspresi putrinya yang kini menatap jalanan tanpa canda tawa yang seperti biasa ia lontarkan. Sehun, kini sibuk dengan ponselnya, ia berkirim pesan dengan Chen dan Kai.

Ketika tengah menatapi jalanan, tak sengaja Kyungsoo melihat sosok mungil yang tengah berjalan kearah sekolahnya "Kwangmin..Youngmin.." lirihnya hingga Sehun dan Chanyeol tak dapat mendengarnya.

To: Xiuminnie

Xiu aku lihat Kwang dan Young menuju sekolah kita

Send

Kyungsoo sesegera mungkin mengirim pesan pada Xiumin.

From: Xiumin

Aku akan mengamankan mereka. Kita bertemu di taman belakang sekolah.

Balasan Xiumin membuatnya lega, setidaknya sahabatnya itu akan mengamankan keduanya ketika sampai belakang sekolah.

"Ingat Kyung..appa akan menjemput seperti biasa" interrupsi tegas sang appa membuatnya hanya bisa mengangguk lemah.

Setelah mobil melaju meninggalkan sekolah, Kyungsoo segera berlari ke taman belakang sekolah.

"MWO! Ajushi-ajushi itu menghancurkan rumah?" Xiumin memekik kencang sementara dua bocah berbeda gender itu hanya mengangguk. Pakaian mereka kumal, dengan wajah yang kotor sana-sini, sepertinya mereka berlari untuk sampai kesini.

"Eomma adik bayi sakit disana, badannya panas" ucap Youngmin "Nugu?" tanya Kyungsoo "Taehyun, Jongkook dan Sulli" jawabnya "Apa kalian sudah makan?" tanya Kyungsoo lagi.

KRIUKKKK~~~~KRIUK~~~

Suara nyaring itu jelas terdengar dari perut kedua bocah itu. Tak perlu dijawab mereka sudah tahu jawabannya "Berapa hari kalian tidak makan?" tanya Xiumin, namun keduanya hanya diam "JAwab eomma Kwang, Young" namun kedua bocah itu makin menunduk.

"Eomma tidak akan marah" tambah Kyungsoo "T-tiga hari" Kwangmin –sang yeoja angkat bicara. "MWO!" XiuSoo berteriak bersamaan.

"Di-dirumah tidak ada lagi yang bisa kami makan, adik bayi sakit uang sudah habis kami belikan obat, susu dan makanan adik bayi" terang Youngmin.

"Arasso! Sekarang kita pulang nde! Eomma akan beli makanan untuk kalian" ucap Xiumin.

"Bukannya eomma harus sekolah?" tanya Youngmin, Xiumin mengacak rambutnya gemas. Walaupun Youngmin masih kelas 5 SD tapi ia sangatlah pintar dan pengertian "Kajja sebaiknya kita pulang dan cepat berkemas sebelum ajushi galak itu datang lagi dan melempar semua barang kita keluar" putus Xiumin.

"Kyung aku mau ikut Lu eonni saja, tadi aku sudah mengirim pesan padanya dan sebentar lagi ia akan datang kemari" Kyungsoo terdiam sejenak.

"Kyung..Min." sampai suara Luhan menyadarkannya "LULU EOMMA!" teriak Kwang dan Young senang "Aigo! Kalian disini eoh? Kajja kita pulang" ajak Luhan masih lengkap dengan seragam sekolahnya.

"Eonni aku ikut" ujar Xiumin membuahkan pandangan heran Luhan "Aku ambil tas dulu" Xiumin berlalu kedalam untuk mengambil tasnya.

"Lu eonni, aku pergi belanja bahan makanan dulu nanti aku menyusul" tiba-tiba kyungsoo bersuara "Eoh? Kau juga.."

"Nde aku akan ikut kalian. Aku pergi duluan ya!" Kyungsoo berjalan kearah sebrang sekolah "Kyung!" Kyungsoo menoleh kebelakang saat Luhan memanggilnya "Igeo" menyerahkan lembaran won yang ia punya ke tangan Kyungsoo "Itu semua uang jajanku dari appa, belanjalah yang banyak untuk keperluan hari ini. Aku percaya padamu" Kyungsoo mengangguk.

"Young mau ikut Kyungie eomma" ucap namja kecil itu "Nde Young jangan nakal nde. Bantu Kyungie eomma" pesan luhan yang diangguki Youngmin.

.

.

"BAGAIMANA PUTRIKU BISA TIDAK ADA DISEKOLAH HAH? JELAS-JELAS PAGI TADI IA KUANTAR KEMARI!" Chanyeol menggeram marah sementara Kibum sang guru hanya diam.

"Kami sudah mencari mereka tapi sejak pagi Kyungsoo memang tak masuk. Xiuminpun absen dari pelajaran pertama. Ia bilang tak enak badan tapi dia tidak ada di UKS" terangnya. Lay yang duduk disebelah Chanyeol memijit letih pelipisnya 'Tamatlah kau Zhang Yixing. Myeoni pasti marah besar lagi' batinnya.

"AISSHHh kemana anak itu" geram Chanyeol "Baiklah kami akan mencarinya sekarang, gamsahamnida sosaengnim" ucap Lay sambil emnyeret Chanyeol keluar dari ruang guru. Percuma saja jika mereka berlama-lama disana tanpa mencarinya.

.

"Aishhh..menyebalkan" gerutu Kai di belakang kemudi. Ini sudah sore, sementara hujan sangatlah deras. Setelah Chanyeol menelpon Sehun dan marah-marah tak jelas Kris datang ke sekolah untuk memastikan Luhan ada disekolah tapi nyatanya? Luhan hilang bagai ditelan bumi. Dan Kris mendatangi kelas Kai dan marah-marah tak jelas juga padanya. Dan disinilah mereka berakhir dijalanan untuk mencari adik-adik cantik mereka.

"Aigooo! Sudah tahu dimarahi masih saja kabur-kaburan" suara Chen memecah keheningan di dalam mobil.

"Benar, dan ini sangatlah menyebalkan. Aku harus melihat eomma dimarah-marahi oleh appa lalu mereka semua menghilang mencari anak kecil yang benar-benar menyebalkan untuk saat ini" tambah Kai.

"Sudahlah kita cari saja mereka" ucap Sehun.

Setelah lama mencari, dengan pakaian yang sudah basah di beberapa tempat Chanyeol menjambak rambutnya frustasi "Tenanglah sayang, Kyungie pasti kita temukan" Bekhyun menenangkan suaminya "Apanya yang tenang hah? Kalau Kyungie tak pulang bagaimana? Akh!" BAekhyun hanya memandang perihatin suaminya. Ia tahu, Chanyeol bukanlah tipe orang yang suka dibohongi. Dan Kyungsoo memanglah keterlaluan saat ini, tapi itu hanya bentuk pembelaan dirinya-pikir Baekhyun.

Drrrttt~~~Drrrtt~~~

Tiba-tiba ponsel Chanyeol bergetar, disana terpampaang jelas nama Suho.

"Yeoboseyo!"

"…."

"Nde hyung aku akan segera kesana" tanpa sempat berkata apa-apa Chayeol menarik tangan istrinya untuk mempercepat langkah mereka menuju tempat dimana Suho dan Lay berada.

.

"Jadi dimana Kyungie?" tanya Chanyeol dingin. Kini Kris, Tao, Suho, Lay, Baekhyun, Chanyeol, Sehun, Kai dan Chen tengah duduk berkeliling di toko Sungjae karena Sungjae tak sengaja bertemu Lay ketika tengah mencari Xiumin.

Dan bogem mentah hampir saja Chanyeo layangkan pada anak ini, karena perkara bahwa ia yang selalu menutupi ketidak hadiran Kyungsoo dan Xiumin disekolah, kurang ajar sekali bukan.

"Aku akan memberi tahu tapi anda semua jangan banyak bertanya" ucapnya.

"BAiklah kami setuju" jawab para ibu bersamaan. Setelahnya mereka keluar menggunakan mobil masing-masing sementara Sungjae ada di mobil Kris menunjukan arah jalan.

.

BRUK!

BRAK!

Terdengar debuman barang-barang yang dilempar keluar rumah dengan keras "YA! CEPAT PERGI DARI SINI" bentak seorang pria pada Kyungsoo "YA! AJUSHI INI SEDANG HUJAN TUNGGU REDA DULU" bentak Kyungsoo.

"PERGI SEKARANG ANAK KECIL!" bentaknya lagi "KAU TAHU TIGA BAYI INI SAKIT DASAR TAK PUNYA PERASAAN" Kyungsoo balik membentak lagi.

"Cepat keluar SANA!" pria itu mendorong Kyungsoo dan Luhan kasar.

"YA! AJUSHI TIDAK LIHAT KAMI SEDANG BERES-BERES!" kini Peniel yang membentak, ia sudah sabar sedari tadi hanya saja sang ajushi-ajushi itu makin keterlaluan. Sementara para anak-anak kecil itu kini menggigil kedinginan karena hujan dan lapar.

Makanan yang mereka makan, sengaja diobrak-abrik dengan tak berperikemanusiaan oleh tiga pria yang tiba-tiba datang mengusir mereka. Melempar semua pakaian, kursi, lemari kecil keluar tanpa ampun. Sementara Xiumin, Kyungsoo, Luhan, Kwangmin dan Ren segera menggendong bayi-bayi mungil yang belum bisa berjalan. Dua bayi yang sehat dipegang Rend an Kwangmin sementara yang sakit di pegang LuMinSoo.

Penile dan Ilhoon yang akan membantu kepindahan mereka hanya diam mengambil barang-barang dan menenangkan anak- anak yang ketakutan. Tapi sekarang habis sudah kesabaran dua namja ini.

.

"Berhenti disini saja tuan" ucap Sungjae. "Apa? Kau mau berbohong lagi eoh?" tanya Kris ketus "Yeobo…" ucapan Tao terputus karena kris yang menatapnya tajam.

"Aku tidak.."

BRUK!

BRAK!

Belum sempat meneruskan ucapannya, Sungjae sudah dikejutkan dengan seuara debuman yang sangat keras, oh sepertinya bukan hanya Sungjae tapi kedua orang dewasa yang sedang bersamanya juga ikut terkejut.

"YA! AJUSHI KAU INI SUNGGUH KEJAM" teriak seorang yeoja 'Luhan' batin Tao dan Kris.

"KAU TIDAK LIHAT EOH? MEREKA KEDINGINAN" itu 'Xiumin?' batin mereka lagi. Dan terakhir ia dikejutkan dengan Kyungsoo yang didorong kejalan hingga terjatuh smenetara ia tengah menggendong bayi.

BUGH!

Sungjae segera berlari keluar tanpa permisi "KYUNGSOO!" teriaknya, membuat semua orang yang tengah berada di dalam mobil ikut keluar. Dan mata mereka seketika membulat sempurna "Sa-sayang sejak kapan kita punya cucu" gumam Chanyeol namun masih terdengar oleh Baekhyun saat melihat Sungjae menolong Kyungsoo yang tengah menggendong bayi untuk berdiri.

"Kita perjelas nanti saja" Baekhyun segera berlari menerobos hujan untuk ikut membantu mereka. Saat para orang dewasa datang, mereka mendengar makian dan bentakan-bentakan tiga pria yang mereka tidak tahu itu siapa dan jangan lupakan aksi kasar yang keterlaluan.

Anak-anak yang berada disana hanya bisa menangis karena mereka kini tak punya tempat tinggal, mereka memohon-mohon pada pria-pria itu namun hanya makian yang mereka dapat.

Melihat aksi tak wajar itu Kris akhirnya angkat bicara "YA! KALIAN!" semuanya sontak terkejut dengan suara berat itu "Appa" gumam Luhan. Dan ketiga yeoja itupun membulatkan matanya ketika orang tua mereka ada disini tak lupa dengan kakak mereka.

"Ttuan Wu?" gumam salah seorang pria yang mengetahui rupa dari pengusaha nomor satu itu. "A-ah kami hanya menyingkirkan orang-orang tak berguna ini" ucap namja yang satunya ketika telah menyadari siapa Kris Wu.

"Maksudmu apa dengan tak berguna eoh?" Ketus Luhan "Ya! DIAM KAU ANAK KECIL, URUSI SAJA ANAKMU ITU DAN DUA TEMANMU YANG SAMA SAMPAHNYA DENGANMU" tak rela dikatai anaknya adalah sampah ketiga appa itu langsung menggamit kerah kemeja pria-pria jahat itu.

"SEKALI LAGI KAU BILANG ANAKKU SAMPAH KAU MATI DI TANGANKU" bentak Suho tak terima dan pria-pria itu makin melotot melihat seorang Presedir Kim ada di hadapan mereka, sementara Chanyeol sudah memukul pria kurang ajar itu.

"KAU TAHU, YEOJA YANG KAU BENTAK BARUSAN ADALAH PUTRIKU, YANG KAU KATAI SAMAPAH" si pria yang ada di tangan Kris meneguk salivanya berat. Sungguh mereka tidak tahu bahwa salah satu diantara mereka adalah anak orang nomor satu di EXO group Korea.

"Mi-mianhae sa-sajangnim" ucapnya dengan keringat bercucuran dimana-mana karena takut. Dua orang nomor satu itu tengah menjadi rival mereka.

.

.

.

"Cha!MAKANAN SUDAH SIAP!" teriak Kyungsoo dari arah dapur. Setelah kejadian barusan yang mereka alami, kini mereka tengah berada di toko lama milik keluarga Peniel. Sementara Kyungsoo sibuk di dapur sendirian karena ia menolak bantuan para orang tua yang ada disana. Sementara yang lain sibuk bersih-bersih dan beres-beres rumah. Luhan yang memnadikan anak-anak yang belum bisa mandi sendiri, sementara Xiumin membantu membenahi ruangan tempat mereka akan tinggal sementara disini sambil sesekali mengecek keadaan bayi yang sakit.

Kini semuanya sudah selesai, selama para orang dewasa membantu, Xiumin, Luhan dan Kyungsoo enggan untuk berbicara pada appa mereka juga Sehun dan Kai. Chanyeol kini merasa sangat bersalah pada Kyungsoo. Ya, tadi ia sudah mendengarkan semua penjelasan dari Youngmin dan Kwangmin dan mereka merasa sungguh sangat bersalah pada putri mereka, tapi semuanya tetap lah ada kesalahan.

"YEE! MAKANAN!" suara derap kaki yang berlari seketika menghujani seisi ruangan itu. "Eomma kita makan dicini?" tanya Jimin yang masih berusia 5 tahun itu "Nde kita makan disini nde" Semuanya menganguk. Makan malam yang ramai dengan semua candaan yang keluar dari mulut anak-anak tak berdosa itu mengembangkan senyum Kyungsoo, Luhan dan Xiumin.

Namun menambah senyum tulus para eomma mereka,sungguh ketiga putri mereka sangatlah membuat mereka bangga. Sedangkan para appa tersenyum miris, mereka sama sekali tak menyangka telah tak mempercayai putri mereka.

Dan ketiga namja remaja –Sehun, Kai dan Chen- hanya memandang tak suka pada rival mereka –Peniel, Sungjae dan Ilhoon-.

Setelah acara makan malam yang ramai, menidurkan anak-anak kecil dan menyelimuti mereka. Akhirnya Sungjae, Ilhoon dan Peniel pulang, LuMinSoo lebih memilih menginap bersama anak-anak lainnya.

"Eomma tidak pulang?" tanya Xiumin pada Lay dan Suho yang kini tengah duduk di ruang tamu "Ani, eomma mau disini sama Xeokie" ucap Lay sambil menepuk tempat disampingnya agar sang putri duduk di dekatnya "Disini dingin eomma" Lay menggeleng "Anak eomma saja kuat disini, dan disini tidak dingin. Disini hangat" Xiumin mempererat pelukannya pada pinggang sang eomma.

"Eomma, ternyata menjadi seorang eomma itu berat ya? Makanya luar biasa sekali wanita yang mengembannya dan betapa luar baisanya dia mendapat tugas mulia dari Tuhan untuk menjaga kepercayaan yang telah tuhan berikan" Lay kembali tersenyum mendengarkan kata-kata sang putri "Mianhae eomma, Xeokie salah" ucapnya degan nada bergetar, Lay tersenyum lembut. "MAkanya Xeokie jangan nakal nde" Xiumin mengangguk pasti.

"Mianhae, gara-gara Xeokie, eomma jadi sering dimarahi appa" Lay membelai surai Xiumin lembut "Aku tahu kalau aku salah eomma. Tapi sungguh Xeokie tak ingin membebani eomma dengan Xeokie yang berurusan dengan ajushi tadi" Lay mengangguk.

"Eomma, apa appa masih marah?" tanya Xiumin "Tidak, appa sudah tidak marah" kini Suho yang menjawab "Apa Xeokie masih bisa memperbaiki semuanya?" tanyanya "Tentu. Xeokie masih sangat bisa memperbaiki semuanya. Tapi ingat satu hal, jujurlah apapun yang terjadi pada appa dan eomma" pinta sang appa.

"Nde appa, Xeokie janji demi eomma yang Xeokie cintai ini" ujarnya riang "Jadi appa tidak dicintai eoh?" Suho memasang wajah kecewa "Xeokie juga sayang appa, karena appa adalah guardian eomma dan Xeokie. Mianhae appa, jeongmal mianhae" Suho mengangguk sambil mengacak rambut Xiumin.

"Sekarang appa yang minta maaf sama eomma" Suho menautkan alisnya bingung "Appa kita sama-sama punya dosa pada eomma, Xeokie sudah menebus dosa dengan minta maaf dan berjanji pada eomma dan sekarang giliran appa, dosa appa kan banyak karena sering marah-marah sama eomma" Suho dan Lay terkekeh.

"Arasso appa akan minta maaf pada eomma secara khusus kalau sudah dirumah dan kau terlelap" Lay menyenggol perut Suho dengan sikunya "Wae yeobo?" tanyanya sok polos "Jangan bicara macam-macam"Lay mendesis "Baiklah appa minta maaf eomma" Mereka akhirnya tertawa bersama.

.

Tao terdiam, yeoja itu kini tengah menatap langit-langit putih sementara Kai yang sedari tadi menjaganya hanya menggenggam tangan sang eomm. Karena Tao sempat pingsan karena kelelahan dan banyak pikiran yang menderanya akhir-akhir ini, jadilah ia terbaring di ruangan yang cukup luas yang tadinya akan dipakai tidur oleh putrinya dan dua temannya.

"Eomma sudah merasa enakan?" tanya Kai dan Tao hanya tersenyum sebagai jawaban yang menandakan ia sudah baikan "Mana adik dan appamu?" tanya Tao "Appa sedang keluar, menenangkan diri sepertinya, Luhan? Dia sedang menemani babynya tidur".

Tao mengangguk danmereka terdiam kembali. Cukup lama keheningan menyelimuti mereka hingga satu suara mengejutkan "Eomma" itu suara Luhan. Tao tersenyum lembut pada anak bungsunya "Kemari nak" titahnya, dan Luhan segera menghambur kepelukan Tao.

"Mianhae eomma hiks..hiks..Lulu salah..hiks..hiks..aku membuat eomma seperti ini" Tao menggeleng sambil mengelus surai lembut putrinya.

"Ani.."

"Lulu tahu cara yang Lulu ambil salah, tidak seharusnya menyimpan rahasia dari eomma tapi Lulu hanya tidak ingin eomma khawatir hiks..Lulu sayang eomma, eomma jangan sakit. Jeongmal mianhae eomma" Luhan makin menangis. Luhan merasa sangat bersalah pada eommanya ini, ia tahu Tao tak boleh stress berat dan kini ia sendiri yang membuat sang eomma pingsan gara-gara tekanan yang ia pikul.

"Eomma dimarahi appa, itu semua salah Lulu. Jongin oppa selalu diceramahi dan mengacuhkan Lulu itu semua karena Lulu sendiri eomma..hiks.." mendengar tangis putrinya Taopun akhirnya meneteskan air mata.

"Nde, eomma sudah maafkan Lulu. Tapi janji jangan diulangi nde?" Luhan mengangguk dalam dekapan sang eomma "Appa marah karena ia terlalu khawatir padamu, kau paham kan maksud appa?" Luhan mengangguk lagi "Eomma..apa..apa Lulu masih bisa mendapat kepercayaan kalian lagi?" Tao kini mengecup puncak kepala Luhan sayang.

"Tentu sayang, semua masih bisa diperbaiki. Apa lagi ini yang hanya salah paham saja" Luhan kini berhenti menangis di sambung dnegan Tao yang melonggarkan pelukannya dan menangkup pipi basah sang putri "Jangan menangis nde? Lulu kan eomma yang kuat" Luhan menggeleng.

"Ani, Lulu bukan eomma yang kuat. Tapi eomma lah yang kuat. Lulu sadar jika menjadi eomma itu sangatlah berat dan bukan pekerjaan yang sepele dan eomma sangatlah luar biasa yang sudah mau mengemban tugas berat seumur hidup. Lulu sayang eomma" Tao mengangguk.

"Dan cobalah untuk selalu jujur pada apapun sayang, karena tugas seorang eomma adalah menjaga kepercayaan. Baik pada pasangan maupun aegyanya" Luhan mengangguk mengerti.

"Jangan buat appa dan eommamu khawatir lagi" kini suara lain menginterrupsi mereka. "Yeobo, sejak kapan kau disitu?" Kris tak menjawab, ia malahmenghampiri keluarga kecilnya "Appa disana sejak Luhan memeluk eomma dan mulai menangis" Kai yang menjawab.

"Appa.. jeongmal mianhae, Luhan salah" Kris mengangguk "Nado, mianhae nde kalau appa langsung marah waktu itu dan tak mau mendengarkan penjelasan Lulu" Luhan mengangguk "Lu sudah maafkan appa" kemudian menghambur kepelukan sang appa.

.

"Kyung" panggil Sehun namun ia masih saja diacuhkan "Appa dan eomma juga opppa sebaiknya cepat pulang. aku, Lu eonni dan Xeokie akan menginap disini" ucap Kyungsoo ketika menghampiri keluarganya yang tengah berdiam di halaman depan tempat yang mereka tinggali sementara sekarang.

"Disini dingin, Kyungie tidak mau eomma sakit" sambungnya.

"Kau mengusir kami eoh?" tanya Sehun "Ani aku hanya tidak mau kalian sakit" jawabnya. "Sudahlah, kalau begitu kami pulang" ucap BAekhyun, ia tak tahu harus berbuat apa selain menuruti apa kata putrinya.

Mereka akan beranjak pergi namun sesuatu menahan BAekhyun.

GREP!

Kyungsoo memeluk Baekhyun dari belakang "Eomma, mianhe..jeongmal mianhae..Kuyngie tidak bermaksud membohongi eomma. Tapi jujur hanya itu yang terpikir oleh Kyungie, Kyungie tahu itu salah tapi Kyungie tidak mau eomma, appa dan Hunie oppa khawatir dengan Kyungie yang berurusan dengan ajushi jahat nan menyebalkan itu"

TEs!

Tes!

Tak sengaja air mata Baekhyun menetes ke tangan Kyungsoo "Eomma sudah memaafkan Kyungie, tapi janji jangan pernah berbohong lagi pada eomma. Kau tahu, eomma sangat khawatir padamu sayang" terasa kepala Kyungsoo mengangguk di punggung BAekhyun "Eomma, ternyata menjadi seorang eomma itu berat maka menjadi mulia lah seorang wanita. Kyungie sayang eomma" Baekyun mengangguk "Jangan kecewakan yang kau sayang dan kau katai mulia sayang" Kyungsoo mengangguk.

Kini Baekhyun membalik badan "Kyungie adalah eomma yang kuat dan mulia juga untuk mereka" Kyungsoo tahu siapa yang Baekhyun maksud mereka "Ani, eomma lah yang paling kuat. Karena apa? Karena eomma selalu jadi penenang untuk kami semua, eomma selalu berusaha menjaga kepercayaan appa dan menjadi yang paling dingin ketika semuanya menjadi api yang snagat panas bagi eomma" Kyungsoo menghapus airmata yang mengalir di pipi eommanya.

"Jangan menangis eomma, itu sangat menyakitkan" ucap Kyungsoo yang tanpa ia sadari pipinyapun dusah dialiri sungai kecil "Kau mengatai eomma sementara ini apa eoh?" Baekhyun kini menangkup pipi anaknya dan menghapus air mata yang mengalir di pipi gemuknya.

"Hhheee.." Kyungsoo tersenyum salah tingkah.

Chanyeol yang melihat adegan istri dan anaknya pun mengusak kepala Kyungsoo "Mianhae appa, Kyungie salah" Chanyeol mengangguk dan tersenyum lembut "Apa Kyungie masih bisa memperbaiki semuanya?" tanya Kyungsoo dengan posisi menengadah, mencoba menatap mata sang appa.

"Tentu saja sayang, ingat kata eomma kan? Semua bisa diperbaiki. Lagi pula semua ini hanya salah faham karena appa yang tak mau mendengar. Mianhae appa salah dan egois" Kyungsoo menggeleng "Appa marah dan egois karena khawatir dan sayang Kyungie" Chanyeol tersenyum, putrinya begitu polos dan cepat mengerti akan maksud dari yang ia lakukan.

"Aigoo anak appa pintar sekali, siapa yang mengajarimu eoh?" Kyungsoo melirik BAekhyun sesaat "Tentu saja malaikat yang melahirkan dan selalu menjaga Kyungie" jawabnya dengan senyum lebarnya.

"Ya, tentu saja malaikat yang selalu di marahi appa akhir-akhir ini juga" tambah Sehun "Nde sayangnya malaikat itu melahirkan oppa yang bukan malaikat melainkan setan ckckckck..kasihan malaikat Kyungie" berbaikan bukan berarti selalu dimulai dengan kata maaf melainkan ejekan dan godaan jika kitamelihat Sehun dan Kyungsoo.

"YA! Apa kau bilang? Mana ada setan yang setampan aku?" Sehun mulai geram "Ada, buktinya ini didepan Kyungie wlleeeeee.." Kyungsoo mehrong.

"YA! SINI KAU ANAK KECIL" Sehun mulai berlari mengejar Kyungsoo membuat dua orang dewasa menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ckckckckck dimana saja dan kapan saja mereka selalu begitu" ucap Chanyeol "Begitulah anak kita" tambah Baekhyun "Mianhae sayang, aku selalu marah-marah padamu akhir-akhir ini dan tak mendengarkanmu sama sekali" Baekhyun mengangguk, ia mencari kehangatan dengan melingkarkan lengannua di pinggang sang suami.

"Aku smengerti, hanya saja tolong tenangkan diri dan cobalah mendengarkanku lebih baik lagi" Chanyeol mengangguk "Nde, aku akan lebih berusaha lagi" ucapnya.

"WLLLEEEE AYO SETAN TAMPAN SINI KEJAR MALAIKAT CANTIK INI" ucap Kyungsoo mengejek Sehun dengan pose-pose lucunya. Baekhyun dan Chanyeol yang melihatnya hanya tersenyum senang.

.

.

.

"Dengan ini Little eomma orphan house resmi dibuka"

PROK!

PROK!

PROK!

Riuh tepuk tangan menggema setelah Suho menyelesaikan pidatonya karena Kris dan Chanyeol datang terlambat karena urusan mendadak jadilah disana hanya ada Suho yang diberi tanggung jawab meresmikan bangunan luas dan berfasilitas lengkap untuk anak-anak panti asuhan yang sempat KyuMin Lu urus beberapa waktu lalu.

Kris, Suho mau menanda tangani proposal pengajuan sumbangan yang Chanyeol usulkan pada mereka. Dan jadilah panti asuhan yang megah dengan fasilitas yang nyaman bagi anak-anak dan otomatis mereka menjadi donatur tetap disana.

"HOREE! AKHIRNYA KITA PUNYA TEMPAT TINGGAL YANG TAK AKAN KENA GUSUR LAGI" pekik anak-anak bersamaan. LuMinSoo mengangguk antusias. Kini Luna telah sembuh dari sakitnya dan anak-anak yang sempat sakit pun sudah sehat kembali dan mereka akan memulai sekolah yang sempat tertunda.

Tiga eomma kecil ini tersenyum melihat kini semua berbahagia, bahagia yang baru saja mereka dapatkan dan patut mereka syukuri selama hidup mereka. Semua oarng tersenyum senang, masalah yang terselesaikan, kesalahan yang dapat diperbaiki dan di maafkan. Pelajaran berharga akan ketulusan, kepercayaan dan cinta yang mereka dapatkan. Menjadi penutup kisah mereka hari ini, dan pembuka kisah selanjutnya yang masih bias di depan mata.

END

Finaly END deh untuk Oneshoot kali ini :D semoga ga gaje dan maksain ya. :D

Buat yang Review kemarin, mianhae hira belum bisa bales Review kalian satu-satu dikarenakan kondisi hira yang belum memungkinkan. As usual I hope you like it :D.

BIG THANKS TO:

kyeoptafadila, ellaelysia, ArraHyeri2, hldjmsbkr, charliemartinbewley, Emiliakim, Kaisooship, younlaycious88, puputkyungsoo, Little Pororo, Kiyomi Fujoshi, dumzie, Kaishuteru, nur991fah, Tania3424, [AKU FANS MUUUU harthart: HUAAAA GEMEEEES AKUUU GEMESSS GAKUAAAT TTTT AKU DIABETES MENDADAAAAK OMAGAWWWWHUAAAA GEMEEEES AKUUU GEMESSS GAKUAAAT TTTT AKU DIABETES MENDADAAAAK OMAGAWWWWWD. DUUUHHHH GAKUAT AKU AMA PARK FAM, TERUTAMA AMA KYUNGIE .
HUHUHUU AUTHOR-NIM AKU FANSMUUU! FFNYA INI DIUPDATE TERUS YAA, AKU SUK] mian untuk yang nulis review ini hira ga tahu namanya soalnya ga ketulis namanya chingu jadi hira tulis reviewnya :D, Noname, Wanny, Guest, t.a, chanbaek line, Al, yolachan227, FFreaders, Syfaslsb, cutelol, yulli yamazaki, Hyomilulu, kyungie1293, oh chaca, sarah kim.

See you all in the next fic yawh :D

*Bow bareng semua cast sambil dadah dadah.