~FlorezztAquaLib~ Present ...
I'M NOT ALONE ANYMORE
Main Cast ; Lee Sungmin (yeoja)
Cho Kyuhyun (namja)
Lee Hyukjae (yeoja)
Genre : Romance , Hurt
Rate : T
Length : twoshoot
Desclaimer : They are belong to God but this fanfic is mine.
Summary : Ia selalu sendirian semenjak Kyuhyun mengingkari janji yang mereka buat bersama. Ia tak pernah tahu bahwa ada seseorang di sampingnya yang kan memberikan penawar sakit hatinya. Summary tidak cocok dengan alurnya , maka dibaca ajja ya ...
Chapter 2
"minnie ..." bisiknya pilu.
Tak jauh dari tempat Sungmin berbaring , Eunhyuk berdiri disana dengan air mata yang juga mengikuti sahabatnya , ia melihat bagaimana Sungmin diacuhkan oleh lelaki brengsek bernama Kyuhyun itu. Ia sakit melihat sahabatnya seperti itu , menderita sendiri , menunggu seorang diri. Menyiksa dirinya , menutup hatinya untuk pria lain hanya demi lelaki brengsek yang bahkan telah bahagia di tempat lain. Terkadang ia marah dan benci pada sahabatnya itu tetapi rasa sayang yang dimilikinya mengalahkann rasa benci itu.
Dengan perlahan ia menghampiri Sungmin.
"hiks .. kyunnie" . isakan itu masih terdengar walau lemah."kyunnie , aku minta maaf kalau sudah membuatmu marah , aku mohon kembalilah..". Eunhyuk geram mendengarnya , untuk apa Sungmin minta maaf kalau ia tak bersalah. Justru bajingan itu yang harusnya minta maaf karena menelantarkan sahabatnya itu.
Setelah berada didekat Sungmin , Eunhyuk ikut membaringkan dirinya. Memeluk posesif Sungmin , menyalurkan kehangatan dan memberikan penghiburan walau hanya berupa tepukan ringan dipunggung gadis manis itu. Sungmin tak kaget mengetahui keberadaan Eunhyuk karena ia memang tak bisa memperdulikan apapun lagi kali ini. Ia hanya butuh menangis. Lama mereka dalam diam , hanya terdengar tangis Sungmin serta tepukan halus Eunhyuk dipunggung kecilnya.
"hyukkie .. hiks ... dia meninggalkan ku. hiks hiks ,,, kyunnie mengingkari janjinya padaku. Ia berjanji akan kembali padaku tapi kau tahu , hiks .. setelah 4 tahun berlalu .. hiks .. dia .. dia tak pernah datang" , akhirnya suara itu keluar .Sungmin mencurahkan semua sesak di dadanya. Ia tak sanggup lagi bertahan sendirian. Ia butuh teman berbagi kesedihannya .
"ne , min . aku tahu . karena itu kau harus belajar melupakannya" pinta Eunhyuk sambil tetap mengelus punggung rapuh itu.
'aku sudah belajar melupakannya tapi aku tak bisa .. hiks .. aku terlalu mencintainya .. disini sesak Hyuk .. hiks.." Sungmin kembali memukul dadanya , bahkan dengan lebih berusaha menahan gerakan tangan Sungmin yang brutal. Berusaha meyadarkannya akan aksi tubuh rapuh itu makin erat.
"hentikan min , ku mohon .. hiks .. jangan menyiksa dirimu lagi .. hiks" akhirnya Eunhyuk pun ikut menangis. Selama ini ia selalu menyaksikan sahabatnya menangis seorang diri tapi kini ia ingin sahabatnya itu tahu bahwa ia tak sendirian. Ia akan selalu bersamanya. "aku sahabatmu min .. hiks ., aku tak akan pernah meninggalkan mu seperti yang dilakukannya. Hiks .. Kau tak akan pernah sendirian karena aku tak akan membiarkan hal itu terjadi".
Eunhyuk menghapus air matanya , bangkit , duduk bersila kemudian membimbing Sungmin agar bangkit dan duduk dihadapannya. Ia menghapus jejak air mata di pipi Sungmin , dibelainya pipi itu dengan lembut. Menyalurkan sayangnya pada sahabatnya. Setelahnya , ia menyodorkan jari kelingkingnya , mengajak Sungmin untuk membuat pinky promise dengannya. Sungmin ragu karena ia tak mau lagi mengharapkan janji yang hanya akan diingkari nantinya. Eunhyuk masih menunggu jari Sungmin dengan sabar. Ia melihat Sungmin hanya menautkan kedua tangannya gemetar. Dengan tak sabar , ia menarik jari kelingking gadis itu dan menautkan dijarinya. Sungmin yang kaget berusaha melepasnya namun tak bisa karena ia kehilangan banyak tenaga setelah acara mari menangis bersama Eunhyuk.
"dengar min", Eunhyuk mulai berbicara. "aku mohon lupakan bajingan itu , ia sudah cukup menyakitimu dengan banyak kebohongan dan keegoisannya. Sekarang sudah waktunya bagimu untuk bahagia. Aku , Lee Hyukjae.." ditatapnya Sungmin dengan penuh sorot mata tegasnya "berjanji akan selalu bersama sahabatku , Lee sungmin ,, dan aku berjanji akan mencarikan seorang pangeran tampan dan baik hati untuknya. kelak ia akan berterima kasih padaku untuk itu" lanjutnya dengan senyum manisnya. Sungmin tersentuh , merasa bahwa ia sangat bodoh karena terus berpiikr bahwa ia seorang diri padahal ia memiliki sahabat yang sangat menyayanginya. Aku tak sendiri , pikirnya bahagia.
Sungmin tersenyum , membalas senyum manis milik sahabatnya. Ia membawa Eunhyuk dalamm sebuah pelukan sembari membisikkan kata terima kasih berulang kali yang ditanggapai dengan anggukan kepala Eunhyuk. 10 menit mereka berpelukan hingga Eunhyuk melepas pelukan itu , menatap Sungmin dengan wajah marahnya. Sungmin bingung , apa ia berbuat salah. Eunhyuk berdiri seraya menepuk pakaiannya , kemudian mengulurkan tangannya. Sungmin tetap duduk diam memperhatikan Eunhyuk dan tangan itu bergantian.
"aku lapar , ayo kita ke kantin" ajaknya.
"eoh?" , Sungmin membeo , sedikit bingung dengan kalimat Eunhyuk barusan.
"aku lelah menangis dan sekarang aku sangat lapar. Ayo kita makan. Apa kau tak tahu kalau cacing dalam perutku tengah melakukan konser besar .. ?"
Sungmin tetap diam memperhatikannya. "aish palli ..' dengan tak sabar Eunhyuk menarik tangan Sungmin , membimbingnya untuk berdiri dan mengajaknya berjalan di sampingnya. Tak ada percakapan selama perjalanan menuju kantin , hanya tautan tangan itu. Sungmin menatap tautan tangan itu dan sahabatnya bergantian . Kemudian melukis senyum manisnya. Ia bersyukur Tuhan mempertemukannya dengan gadis cantik ini dan menjadikan mereka sahabat karena kini ia benar – benar yakin bahwa ia tak sendirian lagi. Ia harus bisa move on agar sahabatnya tak ikut menangis seperti tadi. ia menatap lekat wajah sahabatnya.
"Hyukkie~ya .." panggilnya. Eunhyuk menoleh dan heran melihat Sungmin yang tengah tersenyum padanya. "perhatikan jalanmu , aku tak mau kau mencium pintu atau bahkan tiang nantinya" ucap Eunhyuk acuh.
"Hyukkie .." panggil Sunmgin lagi. Eunhyuk menolehkan kepalanya lagi namun tak menyahut panggilan itu.
"gomawo ne sudah menjadi sahabatku". Tulus , itulah yang diucapkannya.
"ne cheonman ..kau harus bangga memiliki sahabat sepertiku" ucapnya sembari memukul dadanya dengan tangan kirinya. "hehehe , tentu saja aku bangga padamu" , kekehnya senang.
"ah matta..' Sungmin berseru setelah mengingat suatu hal penting. Ia menghentikan langkahnya dan sukses membuat langkah Hyukkie ikut terhenti.
"waeyo min ?" tanya Eunhyuk heran.
"kau akan menepati janjimu kan Hyuk ? tentang mencarikanku seorang pangeran ?" , Sungmin mencoba mengingatkan Eunhyuk tentang janjinya.
"tentu saja" Eunhyuk memukul kepalanya pelan kemudian kembali menarik tangan Sungmin agar melanjutkan perjalanan mereka. "aku pasti akan menepatinya min. Kau tak perlu besok aku akan serius mengerjakan proyek baruku ini . kau harus mempercayaiku dan aku jamin , aku pasti berhasil. Karena itu kau harus menyiapkan fisikmu karena mulai besok kita akan sibuk" lanjutnya.
"tentu saja aku percaya padamu , tapi kenapa aku juga ikut sibuk ?"
'tentu saja kau harus ikut sibuk , kau kan pemeran utamanya. Kau harus memberikanku ide atau menggambarkan ciri – ciri pangeran yang kau mau".
"oooohhh , arraseo .."
"atau kau mau aku yang carikan saja ? kalau begitu aku tak akan segan memilih. Pasti ahjussi sebelah rumahmu itu mau menjadi pangeranmu, dia kan sangat terobsesi padamu" , ucapnya setengah mengejek. Hhaha , ia terkikik senang membayangkan bila Sungmin benar – benar menjadi princess untuk ahjussi itu.
'andwae ...! sirheo !1" Sungmin bergidik ngeri membayangkan ahjussi yang tinggal tepat di sebelah rumahnya. Ahjussi yang tak pernah lelah mengiriminya bunga. Ahjussi yang walaupun sudah berumur 45 tahun , tetap saja menawan. Sungmin dulunya sempat menyukainya tetapi begitu ia tahu betapa mesumnya ahjussi itu , dengan segera ia membuang rasa sayangnya. Ia tak suka dengan lelaki mesum. Hanya Kyuhyun yang boleh bersikap mesum padanya , tapi itu dulu , tidak sekarang. Tiba – tiba mereka terkikik bersama memikirkan paman mesum itu.
'kalau begitu" mereka saling melirik kemudian mengangkat genggaman tangan mereka , dan berseru semangat "MARI MENCARI PANGERAN" ..
Mereka melewati koridor kampus dengan raut bahagia , tak memperdulikan tatapan mahasiswa lain yang menatap aneh pada mata bengkak mereka . Ck, itu tak penting , yang penting sekarang adalan Mencari Pangeran , pikir keduanya acuh.
~ END ~
Note ; mohon maafkan segala kegajean fanfic ini.. dengan author yang masih baru , tentunya ff ini sangat jauh dari kata , after you read it ,, review please .. gomawo nee ..
Deeply thanks for vitahaemin and sparkyumin ...
Saranghae chingu-deul..
