Disclaimer: Masashi Kishimoto
Jealous?
xxx
Akhirnya tibalah hari pertandingan renang yang diikuti Kushina dan Minato. Sepasang sejoli itu tengah duduk di bangku yang ada di sekeliling kolam renang yang dijadikan arena pertarungan para atlet renang untuk mengadu kecepatan dan kemampuan mereka dalam berenang. Keduanya tengah menunggu giliran untuk maju dan bertanding.
"Mereka hebat-hebat," gumam Kushina melihat para peserta putri yang tengah bertanding di kolam renang. Tidak main-main, mereka semua berenang dengan cepat, namun terlihat elegan dan enak dipandang.
"Kau juga hebat," sahut Minato.
"Entahlah. Aku kurang yakin kalau aku bisa menang," kata Kushina. Memang ia dikenal sebagai gadis penuh percaya diri, namun melihat saingannya hari ini, Kushina sedikit pesimis.
"Kau pasti bisa. Percayalah padaku, kau lebih cepat daripada mereka." Minato nyengir lebar pada Kushina, memberikan semangat pada teman seperjuangannya dalam mengharumkan nama sekolah itu.
Kushina menatap Minato. "Memangnya kau tahu?"
"Aku menghitung waktumu saat berlatih. Kau cepat sekali, tahu," jawab Minato. "Kurasa para perenang lelaki dari sekolah kita juga bisa kalah."
"Hah, aku paling ingin mengalahkan Uchiha sialan itu."
"Kau pernah bertanding melawannya?" tanya Minato terkejut.
Kushina mengangguk. "Ya, aku pernah, dan aku kalah. Menyebalkan, hanya karena dia lebih kuat secara fisik, maka aku kalah. Dan kurasa itu juga berarti aku bisa kalah olehmu. Kau lebih cepat bukan, dibandingkan dengan Uchiha itu?"
Minato meringis mendengar ucapan Kushina. "Yah… Kami hanya bertanding sekali saat penyisihan saja," jawabnya jujur.
Kushina mengangguk-angguk paham. Ia sendiri pernah melihat bagaimana Minato berenang. Minato benar-benar cepat saat berenang, tidak kalah dengan kecepatan larinya yang terkenal sangat cepat.
"Baguslah kalau begitu! Berarti paling tidak sekolah kita memiiliki satu pemenang pasti!" kata Kushina dengan ceria. "Setidaknya kau bisa memenangkan lomba ini, Minato."
"Dua pemenang," koreksi Minato. "Kau pasti juga bisa memenangkannya."
"Kedengarannya, kau sangat yakin dengan hal itu, Minato."
"Aku percaya pada kemampuanmu," balas Minato sambil tersenyum lebar.
Kushina menyeringai mendengar ucapan Minato. "Kuanggap kau menantangku kalau begitu."
"Anggap saja begitu." Minato tertawa. Bila mendengar kata tantangan, Kushina menjadi sangat bersemangat untuk menang. Jiwa kompetitif yang tinggi, menurut Minato. Itu adalah salah satu poin yang menarik dari seorang Kushina Uzumaki yang sangat berbeda daripada para gadis pada umumnya.
"Bagus! Kalau begitu aku akan memenangkannya! Lihat saja, Minato, aku akan mengalahkan kecepatanmu!" kata Kushina dengan semangat yang berapi-api.
Minato tertawa mendengar ucapan Kushina yang terdengar sangat membara. Gadis itu tersenyum lebar pada Minato. Ia benar-benar beruntung mengikuti lomba ini dengan Minato, karena Minato menyemangatinya seperti itu. Coba saja kalau ia ikut dengan yang lain, tidak akan ada yang menyemangatinya seperti Minato menyemangatinya.
"Kalau kita menang, ayo minta Jiraiya-sensei untuk mentraktir! Guru mesum itu tidak pernah memberikan apa-apa walaupun kita sudah lelah berlatih!" ujar Kushina lagi.
"Ayo. Kurasa ia berhutang banyak pada kita kalau kita menang."
"Panggilan untuk peserta perenang putri selanjutnya, Kushina Uzumaki…."
"Ah!"
Nama Kushina pun sudah dipanggil, artinya ia akan segera bertanding selanjutnya. Kushina pun beranjak berdiri, lalu meregangkan tubuhnya sebentar supaya tidak terlalu kaku. Ia tersenyum pada Minato. "Aku akan berusaha sebaik mungkin, dattebane!"
"Ganbatte!" kata Minato memberi semangat.
Kushina tersenyum melihatnya, lalu ia pergi dari tempat itu menuju ke tempat start. Minato memperhatikan Kushina terus. Mata safirnya menatap lekat pada sosok gadis yang sangat menarik itu.
"Lho? Sudah mulai?"
Minato mengalihkan pandangannya dari Kushina. Gurunya, Jiraiya kini tengah berdiri di sampingnya sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling arena pertandingan renang.
"Kau terlambat, Sensei," kata Minato sambil menghela napas. Bisakah gurunya yang satu ini tidak membuat ulah atau tidak terlambat?
"Kupikir Uzumaki akan bertanding beberapa menit lagi," kata Jiraiya sambil duduk di samping Minato. "Setidaknya aku masih bisa melihatnya."
Minato hanya mengangguk. Ia fokus pada Kushina yang akan segera memulai pertandingannya. Kini para peserta tengah mengambil gaya start. Kushina berada di bagian tengah.
"Kau menyukainya?"
"Hah?" Minato tersentak mendengar pertanyaan mendadak dari Jiraiya. Jiraiya menatap Minato dengan seringai yang sulit diartikan bagi Minato.
"Kau menyukai Uzumaki?"
"Ke-Kenapa kau bertanya seperti itu, Sensei?" Minato menyembunyikan kegugupannya.
"Ck! Kau selalu memperhatikannya, dan caramu memandangnya seperti orang yang sedang jatuh cinta. Jadi, kesimpulannya, kau pasti menyukai Uzumaki."
" Se-Sensei, a-"
"Kuberitahu satu hal, Minato Namikaze, kalau kau menyukainya, cepat nyatakan perasaanmu sebelum terlambat."
Minato hanya diam mendengar ucapan Jiraiya. Memilih untuk tidak menjawabnya, dan memilih untuk menonton pertandingan Kushina. Kushina berada di depan, jauh dari peserta lainnya. Ia benar-benar cepat untuk hal ini. Melihatnya, Minato tersenyum. Kushina memang sangat menarik.
Dan Minato ingin Kushina menjadi miliknya.
"Sudah kubilang, kan, kita berdua akan menang."
Minato tersenyum pada Kushina. Di leher mereka kini terkalung medali emas karena mereka berdua sama-sama menempati tempat pertama alias memenangkan lomba renang ini. Keduanya sudah mengganti pakaian dengan pakaian sekolah biasa.
"Kau benar. Wah, tadi kau hebat sekali, Minato! Kau lebih cepat daripada saat latihan biasanya!" puji Kushina.
"Kau juga. Semua peserta melongo melihatmu. Bahkan juara tahun lalu pun kalah denganmu," balas Minato.
Kushina tersenyum lebar mendengar pujian Minato. Melihat senyuman itu, Minato jadi berpikir tentang perkataan Jiraiya tadi. Ia ingin menjadi alasan bagi Kushina untuk tersenyum. Ia bahagia bila melihat senyuman Kushina. Bayangan Kushina yang tertawa gembira bersama pria lain terlintas di pikirannya. Minato tidak mau itu terjadi.
Ia tidak mau Kushina menjadi milik orang lain.
"Ehm, aku ingin bicara sesuatu denganmu," kata Minato memberanikan dirinya.
"Ya?"
"Kyaaaaa! Minato-senpai!"
Baru saja Minato akan mengajak Kushina ke tempat yang sepi, mendadak serbuan dari para gadis berseragam SMA yang sama dengan Minato dan Kushina datang. Semuanya menyerbu ke arah Minato, bahkan Kushina sampai terdorong dari sisi Minato karenanya.
"Kyaaa, Senpai, kau keren sekali!"
"Selamat, Senpai atas kemenanganmu!"
"Aku mau jadi pacarmu, Senpai!"
"Senpai, maukah kau berkencan denganku?"
Kushina melotot melihat fans Minato yang mengerubungi Minato dan dengan enaknya mendorong Kushina. Hei, itu terlalu berlebihan! Minato bukan artis yang jarang mereka temui.
Serbesit api cemburu tersulut di hati Kushina melihat Minato dikelilingi para gadis. Ia tak suka dengan ini. Bukan, berbeda dengan yang dulu, kali ini ia tidak menyukainya karena Minato-nya dikelilingi para gadis. Dan ia akan semakin marah bila Minato akan mengabaikanya.
"Senpai, apa jawabanmu?"
"Senpai, ayolah!"
Minato hanya tersenyum canggung. Ia menoleh ke arah Kushina. Nampaknya gadis berambut merah itu tampak tidak suka dengan kondisinya. Kushina tampak memandangnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Mata violetnya melotot lebar dan menyiratkan ketidaksukaan.
Namun, jawaban Minato di detik berikutnya membuat mata violet Kushina melotot karena terkejut.
"Maaf, tapi aku memiliki orang yang kusukai."
Bersambung...
A/N: My apologize for the late update.
Sebenarnya udah rencana mau update hari Jumat, eh begitu Kamis malam nulis, author malah agak flu. Dan terus saja sampai hari ini ada halangan, dimulai dari tugas, acara, bad mood dan lainnya, jadi maaf untuk terlambatnya update kali ini. #bow Mohon dimaklumi karena kedua author adalah orang yang sibuk.
Jawaban untuk siapa author minggu lalu: Barbara123
Hint: Yang menulis, tahun ini kuliah :D
Dan seperti biasa, semakin banyak review, author semangat, update lebih cepat :D
