A/N: Oke, Meiko di sini~
Maafkan karena sangat amat terlambat updatenya. Ternyata dari Februari, saya tertimpa banyak kesibukan hingga UN, hingga baru bisa menuliskan chapter barunya sekarang. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Now, enjoy the fic! :D
Disclaimer: Masashi Kishimoto
xxx
Roller Coaster
Minato menatap arloji yang bertengger manis di pergelangan tangannya. Pukul sepuluh pagi. Seharusnya Kushina sudah ada di sini. Lelaki tampan itu duduk di dekat vending machine yang tak jauh dari pintu masuk sebuah taman rekreasi besar.
Oh, benar. Minato akan berkencan dengan Kushina. Setelah ia pulang dari desa terpencil itu, ia memberanikan diri untuk mengajak Kushina berkencan. Ia ingin meyakinkan Kushina bahwa ia benar-benar menyukai Kushina. Dan Kushina menerima ajakan kencannya.
Minato berharap ini akan menjadi lampu hijau baginya.
"Dor!"
Minato terlonjak kaget dan tersadar dari lamunannya. Ia menoleh ke belakang, ke asal suara yang tadi mengejutkannya. Ia melihat Kushina sedang tersenyum lebar kepadanya.
"Kau melamun, ttebane."
Minato tertawa malu.
"Aku terlambat ya?" tanya Kushina.
"Tidak," jawab Minato sambil mengamati Kushina dari atas sampai bawah.
Kushina mengenakan t-shirt berwarna putih dan hoodie tanpa lengan berwarna merah. Ia tidak menrisleting hoodie itu. Kakinya terbalut oleh jeans dan beralaskan sepatu kets warna putih. Penampilan yang melenceng untuk kencan, sebenarnya, karena pada umumnya, perempuan seumurannya akan mengenakan dress kasual untuk kencan.
Minato sedikit kecewa juga, karena ia ingin melihat Kushina mengenakan dress. Tapi, itu bukan style Kushina Uzumaki dan Minato memilih untuk tidak memprotes hal itu.
"Kupikir aku terlambat, ttebane. Tadi Mikoto mengomeliku dan menyuruhku mengganti bajuku dengan dress," kata Kushina.
Minato tertawa mendengar penjelasan Kushina. "Kau sangat tidak suka memakai rok ya?"
"Aku tidak bisa bermain dan berlari dengan bebas kalau aku memakai rok di taman ini," jawab Kushina.
"Nah, kau ingin ke mana sekarang?" tanya Minato sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Aku tidak tahu. Kau?"
"Roller coaster?"
"Jangan!"
Minato mengernyit heran mendengar penolakan dari Kushina. Ia pikir Kushina pasti suka menaiki roller coaster, tapi Kushina malah langsung menolak ajakannya. Tidak mungkin Kushina takut naik roller coaster dan bilang ia takut ketinggian, bukan?
"Nanti saja, Minato. Tidak seru kalau kita langsung naik roller coaster, ttebane!" jelas Kushina dengan wajah yang bersemu merah.
Bersemu merah? Seorang Kushina Uzumaki?
Yah, itu ada alasannya. Kushina bermaksud untuk membalas pernyataan Minato hari ini. Mikoto mengusulkan padanya untuk membalasnya ketika mereka menaiki ferris wheel supaya romantis, namun Kushina menolak usul itu. Kushina memilih untuk membalas pernyataan cinta Minato di tengah-tengah permainan roller coaster.
Nah, itu memang sedikit "abnormal" karena biasanya orang hanya akan berteriak di atas roller coaster tanpa sempat mengatakan kata-kata lain.
Tapi, yah maru kita lihat saja bagaimana cara Kushina menyatakan perasaannya pada Minato.
"Benar juga. Ayo kita cari wahana yang lain dulu," ajak Minato sambil tersenyum lebar.
Kushina mengangguk, lalu tersenyum lebar. "Ayo, ttebane!"
Minato dan Kushina benar-benar menikmati waktu mereka. Mereka sudah menghabiskan banyak waktu di taman rekreasi, entah berapa jam lamanya dan sudah menaiki banyak wahana. Matahari pun hendak meninggalkan singgasananya, hendak digantikan oleh sang bulan.
'Sudah waktunya,' batin Kushina.
Jantungnya berdetak sangat kencang. Ini pertama kalinya ia akan menyatakan perasaannya pada lelaki yang disukainya. Entah mengapa Kushina merasa ia seperti gadis remaja pada umumnya saat ini. Damn, Minato adalah satu-satunya lelaki yang berhasil membuatnya seperti ini.
"Minato?"
"Ya?"
"Ayo… kita naik roller coaster," kata Kushina. Ia berusaha untuk bersikap biasa, namun tetap saja, rona merah menghias wajahnya.
Minato tersenyum lembut pada Kushina. Ia tidak tahu apa yang diinginkan Kushina. Just let it flow, prinsip Minato. Terburu-buru hanya akan menghasilkan hasil yang buruk. Ia tidak mau memaksa Kushina.
"Oke."
Minato dan Kushina pun pergi ke wahana roller coaster. Roller coaster yang cukup tinggi dan memiliki lintasan yang panjang. Salah satu wahana yang ekstrem, tapi menyenangkan untuk mereka berdua. Setidaknya tempat ini akan menjadi salah satu tempat yang istimewa untuk mereka.
Setelah mengantri, mereka berdua pun mendapatkan giliran untuk menaiki roller coaster. Minato dan Kushina memilih tempat duduk yang paling depan. Setelah memasangkan pengaman dan lainnya, roller coaster pun siap untuk diberangkatkan.
Kushina memegang pegangan yang ada di depannya. Gadis berambut merah itu menarik napasnya dalam-dalam. Ia tidak melirik Minato sedikit pun. Ia harus berani. Ya, ia harus menyatakannya sekarang. Sekarang atau tidak sama sekali. Kalau ia tidak segera mengucapkannya, bisa-bisa Minato bosan padanya dan Minato akan meninggalkannya untuk gadis lain.
Petugas yang berjaga di roller coaster pun menyalakan mesin roller coaster, membuat kereta roller coaster itu berjalan perlahan, menanjak lintasannya yang tinggi.
"Minato," panggil Kushina ketika mereka akan mencapai puncak tanjakan itu sebelum meluncur turun.
"Ya?" Minato tersenyum sambil menatap Kushina dengan mata safirnya yang teduh.
Kushina pun balas menatap Minato. Ia menelan ludahnya.
"Aku menyukaimu," katanya dengan suara yang pelan. Sialan, di mana suara kerasnya? Kenapa ia jadi bicara dengan suara yang pelan seperti ini?
"Ya?"
Minato tak bisa mendengar ucapan Kushina karena bunyi mesin yang semakin keras dan suara berisik para penumpang lain. Apalagi Kushina bicara dalam suara yang pelan.
"Aku menyuka- KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Kushina menjerit kencang karena kaget. Ia tak sadar bahwa saat ia bicara, kereta sudah sampai puncaknya dan sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, roller coaster itu sudah meluncur dengan cepat, menuruni lintasannya.
Roller coaster itu meluncur dengan cepat melalui lintasannya. Kushina tak sanggup berkata-kata lagi. Jantungnya berdetak kencang, ia tak bisa membedakannya karena Minato atau karena roller coaster. Ia hanya mendengar jeritan-jeritan, namun ia tak tahu siapa yang menjerit atau Minato menjerit. Ia sendiri juga menjerit kaget berulang kali.
Hingga akhirnya roller coaster itu berhenti.
"Kushina? Kau tak apa-apa?"
Kushina menoleh ke arah Minato. Minato tengah menatapnya dengan cemas. "Wajahmu merah dan dari tadi kau berteriak."
"Oh… Aku tidak apa-apa, sungguh," sahut Kushina.
"Begitukah? Aku takut ada sesuatu yang buruk terjadi padamu," kata Minato.
"Aku baik-baik saja," jawab Kushina. 'Kecuali jantungku,' tambahnya di dalam hati.
"Baiklah. Tadi kau mau bilang apa, Kushina? Saat roller coasternya naik."
"Kau tidak mendengarnya?" tanya Kushina.
"Aku tidak mendengarnya," jawab Minato sambil mengernyitkan dahinya.
Kushina menghela napas. Mungkin tadi ia terlalu gugup.
"Aku menyukaimu," katanya dengan paras yang memerah.
"Hm?"
"Aku menyukaimu, Minato Namikaze!" Kushina akhirnya menjerit.
Syok.
Kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan Minato saat ini. Mata biru safirnya membelalak lebar dan mulutnya sedikit menganga, terkejut oleh pengakuan Kushina yang baru saja dijeritkan oleh gadis itu.
Menyukainya? Kushina menyukainya?
Kushina pun menundukkan kepalanya sambil membekap mulutnya. Wajahnya seperti kepiting yang baru direbus dengan air panas. Ia menjeritkannya di depan banyak orang. Kalau ada lubang di bawah kakinya, Kushina ingin melompat ke lubang itu dan menghilang.
"Benarkah?" tanya Minato, setelah syoknya menghilang. Ia tak memedulikan dengan orang-orang yang berkerumun.
Kushina mengangguk. Detik berikutnya, ia merasakan tangannya ditarik oleh Minato. Ia tak sadar Minato sudah melepaskan pengaman mereka berdua, dan tak sadar juga bahwa kini mereka telah menembus kerumunan orang-orang yang mengelilingi mereka tadi.
"Romantis sekali~"
"Mereka sangat serasi!"
"Anak muda jaman sekarang, benar-benar."
Kushina ingin menyembunyikan wajahnya sekarang mendengar komentar orang-orang. Ia hanya menundukkan kepalanya, mengikuti ke mana Minato menariknya. Hingga mereka berdua berada di sudut yang sepi di taman rekreasi itu.
Dan…
Minato memeluknya.
"Mi-Minato?"
Kushina gelagapan. Jantungnya berdetak kencang, membentuk irama yang tak beraturan sama sekali.
"Terima kasih, Kushina."
Minato sangat, sangat bahagia. Ia memeluk Kushina semakin erat. Ia tak menyangka Kushina akan membalas perasaannya juga. Senyuman menghias wajah tampannya.
Kushina pun akhirnya tersenyum. Ia balas memeluk Minato dengan erat. Menyandarkan kepalanya di bahu lebar Minato. Rasanya sangat nyaman.
Pelukan Minato yang erat, nyaman serta hangat. Tangan Minato yang seakan tak akan pernah melepasnya dan selalu merengkuhnya. Punggung lebar yang akan selalu menjadi tempatnya bersandar. Dan… detak jantung Minato yang berlomba dengan detak jantungnya, menciptakan melodi yang begitu indah.
"Kurasa, aku adalah orang yang paling bahagia," kata Minato.
"Kenapa?"
Minato tersenyum lebar. "Karena kau menyukaiku. Aku sangat bahagia menjadi orang yang kau sukai."
Kushina tertawa mendengarnya. "Aku juga, Minato."
Minato pun melonggarkan pelukannya. Ia menatap Kushina dan tersenyum. Senyuman spesialnya, hanya untuk Kushina. Kushina balas tersenyum. Senyuman yang indah dan cantik.
"Tapi aku terkejut dengan pernyataanmu. Aku tak menyangka kau akan mengatakannya di roller coaster. Jadi ini alasanmu tak mau naik roller coaster dulu?" tanya Minato.
"Karena menyatakan perasaan di ferris wheel itu terlalu biasa."
Minato tertawa mendengar penjelasan Kushina. Gadis itu selalu penuh dengan kejutan yang tak bisa diduganya. Salah satu alasan mengapa Kushina berhasil merebut hatinya.
"Dan kau gadis yang luar biasa, Kushina."
Pernyataan perasaan yang hebat, bukan?
A/N: Semoga semua suka dengan chapter ini ya :D
Oh ya, kami berdua mengadakan challenge. Berikut infonya:
FanFic MinatoxKushina Canon Challenge
Ketentuannya sebagai berikut;
1. HARUS Canon. Ditulis di setting canon. Namun, tidak perlu mengikuti alur canon di animanga. (Contoh, author bisa menulis tentang kehidupan Minato dan Kushina setelah menikah atau Minato dan Kushina yang tetap hidup meski sudah ada penyerangan Kyuubi)
2. Fiction harus ditulis sesuai tema. Ada 4 tema tersembunyi di empat nomor ini. (1, 8, 13, 27) Tema ini rahasia. Jika ada yang mau ikut challenge, hubungi juri (Barbara123 dan Meiko Hoshiyori) untuk tahu isi tema. Bisa hubungi lewat PM FFN atau FB message. Masing-masing author pilih 2 nomor. Namun dalam menulis fiction, cuma boleh menggunakan satu tema. Tidak ada batas dalam menulis fiction. Author boleh menulis lebih dari satu fiction.
3. Oneshot. Minimum 1000 kata, maksimum 5000 kata.
4. Rating boleh dari K sampai T. M dilarang.
5. No plagiat, bashing chara, SARA
6. Pairing lain dan OC diijinkan, tapi MinaKushi harus tetap jadi pairing utama.
7. Fictions dipublish pada tanggal 15 Mei dan 30 Mei. Cantumkan 'MinaKushi Canon Challenge' di summary. Setelah fictionnya di publish, mohon kirimkan link-nya pada juri. Jika pada 2 tanggal itu ada yang berhalangan, silahkan publish di hari lain tapi dengan pengetahuan para juri.
Penentuan pemenang;
Akan diambil pemenang dari setiap 5 peserta. Jadi, jika cuma ada 5 peserta, cuma satu pemenang yang diambil. Jika ada 10 peserta, 2 pemenang akan diambil. Jika ada 15+ peserta, juara tiga akan diambil.
Juara 1: Pulsa RP 50,000
Juara 2: Pulsa RP 30,000
Juara 3: Pulsa RP 10,000
Setiap karya peserta akan direview, dan setiap pemenang akan di fave dan di-promote fictionnya
Juri: Barbara123 dan Meiko Hoshiyori. Silahkan hubungi kami kalau ada pertanyaan
Jadi, silakan berpartisipasi! :D
Hope u enjoy the fanfic!
Habanero Yellow Flash
