Disiang itu terdengar suara gaduh, lagi.
Seperti biasa perbedaan pendapat terjadi diantara kedua belah pihak, Takane Enomoto, salah satu seniorku memandang atau lebih tepatnya menyorotkan pandangan matanya yang tajam kepada temanku, Shintaro Kisaragi.
Shintaro, hanya menjawab ocehan-ocehan Takane dengan padat, singkat, dan jelas layaknya seperti orang yang sedang bertelepon, walaupun orang yang bertelepon tidak akan menjawab sesingkat seperti jawabannya.
"Pokoknya walaupun aku kalah bermain game melawanmu, aku akan tetap memilih nomor 1!" Tegas Takane sembari mengangkat tinggi jari telunjuknya mengarah kelangit yang lalu Ia arahkan tepat didepan muka lawan gamenya itu yang sekaligus menarik perhatian orang-orang yang berada ditaman itu.
"Menyerahlah, Pilih saja nomor 2." Senyuman menyeringai, itulah senyuman yang ditunjukan Shintaro saat ini, merasa bangga atas kemenangan dari game yang baru ia menangkan. Game portable yang berada ditangannya menunjukkan tulisan 'Perfect' berwarna emas, entah game apa yang mereka mainkan tapi sepertinya game itu sama seperti sewaktu festival sekolah beberapa tahun yang lalu.
Jadi sebenarnya, hal yang mereka ributkan saat ini adalah tentang Pilpres. Dari sisi pandangku mungkin peraturannya itu bagi siapa yang kalah harus memilih nomor yang sama dengan sipemenang.
"Heey! Shintaro-kun, Takane-san! Kalian hampir menarik semua perhatian orang-orang yang berada ditaman ini. Kalau kalian ribut seperti itu, kapan kalian akan memilihnya?" Ucapku dengan baik-baik bertujuan untuk membuat mereka akur tapi alhasil aku hanya diberi tatapan tajam dari kedua orang itu, seperti memberikan kode untukku agar tidak ikut campur urusan mereka.
Aku hanya tertawa kecil seraya mengganggukkan kepalaku dengan pelan.
"Ayano-chan ... tidak memilih?" Terdengar dari suaranya, seniorku yang satunya lagi ini, Haruka Kokonose, dia sedikit bingung. Ia menatapku dengan tatapan polosnya tapi sepertinya itu adalah tatapan khasnya. Dibanding yang lain sepertinya postur tubuh Haruka-san lah yang paling tinggi disini.
"Umm.. Untung saja tahun ini aku masih belum bisa untuk memilih." Aku menghela nafas lega dan membenarkan syal merah yang biasa kukenakan ini, setidaknya aku tidak harus memihak salah satu dari mereka. Umurku ditahun ini terhitung masih 15, aku bersyukur ditempat itu waktu tidak berjalan sama sekali.
Aku mengambil beberapa langkah mundur dan kukeluarkan ponselku. "pstt Haruka-san!" Aku memberi tanda agar Haruka berbalik dan melihat kearahku. Klik!. Kini dilayar ponselku Tertampak foto Haruka yang tersenyum polos dan dibelakangnya terlihat Takane dan Shintaro yang masih meributkan hal itu.
Setidaknya aku ingin mengabadikan saat ini, saat dimana kami berempat masih bisa berkumpul bersama.
Rasanya seperti mimpi.
Aku, Ayano Tateyama senang sekali masih bisa hidup disini.
Halo haloo~! ini fanfic yang dibuat mungpung lagi ada ide tentang pilpres(?) oh iya ini fic yang bisa dibaca dari atas kebawah atau dari bawah keatas, atau apa itu namanya aku gahapal thehee.
