Last memories

Written by hye jin park 2013©

Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.

Warning : Gs|OOC|KyuMin|Typo|family_tragedy-hurt|Gaje|Bad dict| Don't like don't read|

Don't bash if you dont like this fanfiction, but you can leave a review or comment

Cast's: all coup

Genre : romance tragedy

Leght : chaptered

Rate : T

Summary :

Sungmin yang mendadak menjadi seseorang yang menderita keterbelangkangan mental karena "Kejadian" di hari pertunangannya dan harus kembali bersikap seperti anak balita. Entah apa yang dialaminya saat itu sehingga mambuatnya lupa akan semuanya dan menjadi orang yang baru, "neomu apa!"

Happy Reading

Aku begitu menyukainya tidak ralat bukan menyukainya tapi aku begitu mencintainya, kau benar-benar membuatku seperti orang bodoh Lee Sungmin...

Hujan di musim semi empat tahun yang lalu saat pertama aku bertemu denganmu. Apa kau mengingatnya? Kau ketakutan waktu itu, yah... aku mengingatnya sangat jelas, Sungminku yang berteduh di Halte Bus sendirian, Sungminku yang menahan dingin dengan menggosok-gosokkan telapak tangannya ke pipi, Sungminku yang terlihat ketakutan, dan Sungminku yang terlihat sangat imut dimataku.

Aku sangat merindukanmu Lee Sungmin.

-past spring day-

Awan bergerak lembut bersama sapuan angin yang membawa udara beku di langit, suasana kelabu yang berarak menyelimuti matahari meninggalkan jejak air mata yang disambut suka cita oleh 'kami'...

Hujan pertama musim semi-

Sungmin menatap takut jalanan disekitarnya, sepi tidak ada satupun bus yang lewat padahal ia sudah menunggu hampir satu setengah jam, seandainya ia bawa payung gumamnya kecewa.

Baju seragamnya sudah lembab terkena hujan, bibir juga sudah mulai menggigil kedinginan dan jangan lupakan ekspresi takutnya saat ini.

"omma!" desah Sungmin manja memanggil sang ibu Lee Teuk

Sungmin duduk dan menatap lesu kearah kaus sepatunya yang sudah basah karena hujan. Ia sedikit terisak dengan setetes liquid bening meluncur dari arah matanya.

"ayo biar aku antarkan ke sekolahmu!"

Tiba tiba datang seorang pria yang memakaikan jas hujan pada Sungmin.

Sungmin pun mendongak kaget dengan hidung yang sedikit memerah dan jangan lupakan matanya yang sudah mulai sembab. Ia masih menatap bingung pria itu. satu menit, dua menit, tiga menit, hingga...

"hei! Mari kuantar kesekolahmu kurasa ini belum terlambat bukan mengingat ini hari ini hujan dan..."

"sepatuku basah" ucap Sungmin memotong perkataan pria tadi

"eh,, "

"bisa tidak kau antarkan aku pulang saja , sepatuku basah aku takut masuk angin jika begini," ucap Sungmin tertunduk meraskan kakinya yang sudah mulai lembab. Sungmin memang lemah jika terkena hujan, ia akan demam atau terkena flu untuk beberapa hari jadi karena itu ia berfikir untuk pulang saja dari pada kesekolah dengan sepatu basah, toh ya ini sudah terlambat jadi ia bisa tidak masuk hari ini.

Sementara pria yang menawarkan ajakan itu masih berdiri dihadapanya dengan mata yang menatap lembut irish Sungmin yang terlihat polos. Seperti tersihir dengan itu, pria itu hanya mampu mengangguk dan mengajak Sungmin naik ke sepeda motornya.

Dalam hujan pertama musim semi semi aku bertemu denganmu, dalam hujan pertama musim semi aku membocengmu dengan motorku, dalam hujan pertama musim semi aku , aku, aku dapat dengan jelas menatap matamu dan mendengar suara mu, lee Sungmin ...

-past Spring Day, Lost memories-

"ommaaaaa..." pekik Sungmin begitu begitu sampai rumah

Ia tampak ketakutan dan kesal sekaligus saat ini, dengan sudut bibir dan beberapa tempat di pipi tembamnya yang terkena lelehan ice cream.

Sungmin berlari mencari ibunya keseuruh lantai di rumah itu, dengan terus berteriak tanpa memperhatikan wajah dan tangannya yang lengket terkena ice cream.

Sementara Donghae terlihat lebih kesal dan langsung menghempaskan dirinya ke sofa ruang tengah.

"aigoo, kenapa Sungmin berteriak seperti itu hae-yah?" tanya bibi Jung yang mendengar teriakann Sungmin dari luar.

Donghae tidak menjawab ia hanya menggidikkan bahunya dan berjalan malas menuju kamarnya. bibi Jung yang masing bingung akhirnya menyusul Sungmin yang masih berteriak memanggil-manggil ibunya.

"hiks, hiks, hiks, Ommaaaaaaa...!"

" aigoo... Min-ah, ommamu sedang pergi sebentar, Min-ah bersama ajumma saja ne!" ucap bibi jung lembut pada Sungmin yang merengut dan mencakar-cakar tangannya sendiri.

"kajja,, kita bersihkann wajah Min-ah dulu ya lalu ganti baju dan tunggu omma pulang, arrachi?"

Sungmin hanya diam diam saja saat tangan hangat bibi jung merangkul bahunya. Sambil sesunggukkan ia menggigit kecil bibirnya yang lengket terkena ice cream strawberry yang ia makan tadi.

Dengan telaten dan senyum yang tidak peernah pudar, bibi jung mengelap wajah Sungmin dan menggantikkan baju Sungmin dengan yang bersih. Tidak pula ia juga merapikan rambut sebahu Sungmin yang entah sudah berapa lama tak dirawatnya sendiri.

Sungin merasa sangat nyaman berada bersama bibi Jung, buktinya saat ia 'mengamuk' atau sedih, hanya bibi Junglah yang mampu menenangkannya saat ibunya tidak dirumah seperti sekarang ini.

Yah, bibi jung adalah pengasuh Sungmin saat gadis itu berusia lima tahun dan ia sudah berhenti mengasuh Sungmin saat ia masuk sekolah pertama.

Namun karena kejadian itu, bibi Jung kembali bekerja 'mengasuh' Sungmin lagi. Bibi Jung sendiri yang menawarkan jika ia ingin 'mengasuh' Sungmin saat mengetahui kondisi Sungmin pasca kejadian itu.

Ia merasa terpukul karenanya, ia sudah menganggap Sungmin sebagai anaknya sendiri, apalagi mengingat kebaikkan keluarga Lee yang diterimanya selama ini. Sehingga ia memutuskan untuk ikut menjaga Sungmin sampai ia sembuh kambali.

Dengan sayang bibi Jung mengusap kepala Sungmin yang berpangku di pahanya, ia menyanyikan lagu untuk membuat Sungmin tenang dan mengantuk berharap Sungmin lupa dengan ommanya.

" ajumma, oppa memarahiku hari ini" ucap Sungmin manja sembari menarik-narik hiasan kancing di baju bibi jung.

"jinja?, apa karena Min-ah nakal oh?"

"anni, aku hanya ingin ke taman dan naik ayunan disana seperti masya yang aku lihat di Tv itu ajumma, tapi oppa memarahiku uhhuhh..."

"Min-ah dengarkan ajumma ne, oppa bukanya marah tapi cemas karena Min-ah tidak menurut pada oppa hmm, lagi pula bukan cuman oppa yan cemas, omma , appa, dan ajumma juga sangat cemas dan sedih melihatmu seprti ini, jadi cepatlah sembuh ne... kembalilah menjadi Sungmin yang ajumma kenal dulu arachi min-ah..."

Ucap bibi Jung lemah sementara tangannya tak berhenti untuk mengusap rambut Sungmin. Tampak Sungmin yang sudah tertidur dipangkuan bibi Jung dengan wajah damainya.

Sementara Donghae yang akan mengambil mengambil minum tidak sengaja mendengar perkataan bibi Jung dan celotehan Sungmin mengenai dirinya sebelum gadis itu terlelap.

Donghae, pria itu hanya dapat mencengram gelas ditangannya dan menatap nanar dari jauh wajah adiknya itu. Tersirat rasa bersalah dan raut sedih dari wajahnya. Sambil berjalan lesu dan tertunduk ia kembali kekamarnya.

" maafkan oppa ne, Sungmin".

-lost memories-

"Apa kau serious , kau bilang kau mencintai adikku?, yahh! Kim Joong Woon kau , "

"Ne, Dong hae-yah, aku rasa, ania aku memang mencintai adikmu sejak ia masuk sekolah menengah atas , hehehe kuharap kau membantuku ne!"

"aishh, jinjja kau ini, Yaak jagalah Sungmin dengan baik ne jika kau membuatnya terluka dan menangis, kuhabisi kau kepala besar!"

"Arraseo, kakak ipar, hehehe..."

"aish jinjja neo! Hahahaaha..."

-lost memories-

Malam ini Sungmin menikmati makan malamnya dengan disuapi bibi Jung di ruang tengah, kepalanya mendongak melihat acara kartu kesukaannya 'Mashya and the Bear' yang ia sudah putar lebih dari sepuluh kali.

Sejak tadi siang bibi Jung tidak diperbolehkan Sungmin pulang, seisi rumah itu ingat betul saat bibi Jung mencoba mengendap-ngendap untuk pulang namun ketahuan olehnya, dan hasilnya Sungmin kembali mengamuk.

Mungkin ia masih kesal dengan Donghae dan ibunya nya yang pergi tanpa pamit dulu dengannya tadi pagi. Terbukti selepas makan siang tadi Sungmin dengan acuh mendiamkan ibunya yang baru pulang seusai keperluan bisnisnya. padahal siang tadi ibunya membawakan kue tart kesukaan Sungmin dengan topping buah kesukaannya.

Mungkin karena masih kesal, Sungmin hanya bergelanyut saja pada bibi Jung, sampai- sampai ia belum mandi sampai sekarang. Karena Sungmin tidak mau lepas darinya.

" Sungmin-ah, biarkan ajumma makan dulu nak, sini biar omma yang gantian menyuapimu hmm otte?"

"andwe!"

"gajja ajumma, kita bermain di kamarku! Sungmin sudah kenyang, anyeong omma!"

Ucap Sungmin dan langsung melenggang menuju kamarnya melewati ibu dan bibi Jung sendiri yang menatap Sungmin dengan lucu.

Bagaimana tidak lucu, Sungmin pergi dengan membawa kue yang tadi dibawa Lee teuk tadi berniat membunjuk Sungmin lagi dan menghampiri mereka diruang Tv.

Lalu, ia pergi dengan membawa semua remote dan tidak lupa mengeraskan volume sehingga suara percakapan dalam Tv itu terdengar sampai kamarnya.

Kedua wanita itu hanya saling menatap dan tersenyum.

"ajummaaaaa... sini!" teriak Sungmin lagi dari dalam kamar

"neeeeee...!" diselingi oleh kekehan geli kedua wanita paruh baya itu.

Sementara Donghae masih dengan tenang menyantap makan malamnya hari ini.

-tbc-

Oke yang berminat silahkan mereview^^

Terimakasih sudah membaca.