Last memories

Written by hye jin park 2013©

Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.

Warning : Gs|OOC|KyuMin|Typo|family_tragedy-hurt|Gaje|Bad dict| Don't like don't read|

Don't bash if you dont like this fanfiction, but you can leave a review or comment

Cast's: all coup

Genre : romance tragedy

Leght : chaptered

Rate : T

Summary :

Sungmin yang mendadak menjadi seseorang yang menderita keterbelangkangan mental karena "Kejadian" di hari pertunangannya dan harus kembali bersikap seperti anak balita. Entah apa yang dialaminya saat itu sehingga mambuatnya lupa akan semuanya dan menjadi orang yang baru, "neomu apa!"

Happy Reading


-lost memories-

"Apa kau serious , kau bilang kau mencintai adikku?, yahh! Kim Joong Woon kau , "

"Ne, Dong hae-yah, aku rasa, ania aku memang mencintai adikmu sejak ia masuk sekolah menengah atas , hehehe kuharap kau membantuku ne!"

"aishh, jinjja kau ini, Yaak jagalah Sungmin dengan baik ne jika kau membuatnya terluka dan menangis, kuhabisi kau kepala besar!"

"Arraseo, kakak ipar, hehehe..."

"aish jinjja neo! Hahahaaha..."

Katakan padaku, apa yang membuatku begitu mencintaimu,

Katakan padaku , apa yang membuatku ingin memilikimu,

Katakan padaku, apa yang membuatku sangat merindukanmu,

Katakan padaku, apa yang membuatku selalu ingat padamu,

Katakan padaku, apa yang membuatku hingga gila seperti ini,

Mianhae' ... membuatmu 'hilang'

Lee Sung Min.

-Musim gugur, dua tahun lalu-

Selamat pagi...^^

Apa tidurmu nyenyak oppa, *^-^*

Haahhh,, aku benar-benar dimabuk cinta pagi ini. Benar, hari ini sudah masuk musim gugur dan orang yang aku suka itu begitu menyukai musim ini. Entah lah kenapa ia bisa menyukai musim gugur. Menurutku semua musim sama saja, memangnya apa yang membuat mereka berbeda? tapi dia menganggapnya berbeda dan aku menyukainya, orang itu...

"Apa kau tahu Min-ah, aku menyukai musim gugur itu semua karena mu. Kau ingat saat festival Gwacheon Hanmadang setahun yang lalu, tarianmu waktu itu yang membuatku jatuh cinta padamu. "

Aigoo jadi sejak itu dia menyukaiku, selama itukah tapi kenapa aku tidak menyadarinya "mollaseo" yang terpenting sekarang aku akan segera menjadi nyonya Kim, kkkkk... hahha senangnya , membayangkannya saja mukaku sudah merah apalagi, apalagi, ,,,

"aigoo, apa yang kupikirkan sih... sadarlah Lee Sungmin!"

-lost memories-

Pagi yang mendung menyambut angin musim gugur, jatuhnya daun- daun dari pohon maple membawa kepingan masa lalu yang sempat terlupakan. Hanya tinggal menunggu waktu hingga tunas baru kembali melengkapi kepingan demi kepingan ingatan yang terlupakan.

"Sen! Eodigaaaa?" suara tenor Sungmin menghiasi seluruh penjuru rumah. Ia terus berlari mengitari rumahnya untuk mencari keberadaan kucing kesayangannya itu pagi ini. Bahkan gudang dan garasi belakang tak luput dari pencariannya.

Alhasil, ketika ia mencari Sen di gudang, tubuhnya penuh dengan debu dan sarang laba-laba(?) dan yang lebih parah lagi saat ia menumpahkan beberapa liter oli mobil yang memang sengaja ditaruh dalam garasi itu sehingga membuat sang ayah kesal.

Kangin yang melihat 'kekacauan' itu langsung membawa Sungmin ke kamar mandi untuk membersihkan kekacauan di tubuh puterinya itu. Sungmin yang takut dengan deathglare sang ayah dan takut jika dikurung lagi hanya bisa diam dan menurut saat Kangin membersihkan oli dan sarang laba-laba yang menempel di tubuh Sungmin.

"yaa, Min-ah jangan bermain di gudang lagi disana kotor arachi!"

"hmm. Arachi..."

"selesai, minta pada omma untuk mengganti bajumu "

"ne appa, anyeong" dengan secepat kilat Sungmin berlari meninggalkan Kangin yang terkekeh dan masih memegang handuk basah.

" jangan buat appa merasa bersalah dengan tatapanmu nak! "

Ujar Kangin lirih seraya mencekram kuat handuk yang sudah hitam terkena oli tadi. Semenjak kejadian itu, Kangin merasa gagal menjadi ayah untuk Sungmin. Maka dari itu ia tidak sanggup jika harus melihat keadaan Sungmin yang sekarang.

Kangin hanya bisa mengurungnya jika Sungmin mengamuk lagi, hanya dengan cara itu ia bisa menghindari manik rubah Sungmin yang selalu membuat Kang in merasa bersalah.

Sedangkan Leeteuk hanya bisa menurut dan diam. Karena ia tahu Kangin lah yang lebih merasakan sakit saat melihat perubahan Sungmin setelah itu.

"apa semuanya sudah kau periksa Hae-ah?" tanya Lee teuk sambil memasukkan pakaian-pakain Donghae ke dalam koper besar.

"ne omma, tidak ada yang tertinggal hanya ini saja yang mau kubawa"

" ommaaaa..."

Suara tenor Sungmin kembali menghiasi rumah itu lagi .

"oh! Oppa mau kemana?" tanya Sungmin polos saat melintasi kamar Donghae dan melihat koper besar Donghae terbuka memamerkan beberapa potong pakaiannya.

Tiba –tiba muncul ide jahil Donghae untuk mengerjai sang adik, dengan sedikit sunggingannya Donghae mengubah cara bicaranya seperti Sungmin,

"oppa mau naik pesawat terbang!" jawabnya Singkat dengan nada dan expresi yang membuat Sungmin iri (?).

"jinja oppa? Aku juga mau ikut omma, boleh yah oppa!"

"andwe!" pekik Donghae dan Leeteuk bersamaan, dan waktu mata ibu dan putera ini bertemu mereka menyadari bahwa ada yang tidak beres pada Sungmin pagi ini, lagi!...

Baju Sungmin yang penuh oli... setelah Sungmin menjelaskan pada ibunya, langsung saja malikat tanpa sayap itu membawa sang puteri kekamarnya.

Dan Donghae kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat terganggu oleh Sungmin, masih ada beberapa yang harus ia kemas. Donghae membuka laci mejanya, sebuah catatan kecil bersampul merah muda , tangan itu mengepal dengan sempurna saat membuka lembar demi lembar dan foto itu, mengingatkannya pada orang itu...

Leeteuk hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat mendengar celotehan Sungmin. Seraya memakaikannya Hoodie berwarna pink pucat dengan hiasan kelinci kecil pada topi hoodie itu.

"omma," panggil Sungmin saat Leeteuk memakaikan celananya ,Leeteuk hanya berdehem lalu menatap lembut puterinya itu,

"jika mau ikut oppa jawabanya tidak boleh!"

"annie, bukan oppa tapi Sen omma! Dia hilang, Sungmin sudah mencarinya tapi tidak ada, omma" ucap Sungmin manja sepertinya ia sudah lupa dengan Donghae.

"arasseo!" Leeteuk bangkit dan membantu Sungmin untuk mencari keberadaan Sen. Mau bagaimana lagi, sen adalah satu-satunya penghibir bagi Sungmin jika gadis itu kembali dikurung oleg sang ayah.

Bukan karena KangIn kejam, namun kerena kondisi Sungmin yang memang tidak bisa dikendalikan disaat- saat tertentu.

Miris memang, saat kau harus mengurung puterimu sendiri, sudah berkali-kali Leeteuk memarahi Kangin tentang hal ini, namun jawaban kangin sama, ia tidak ingin Sungmin pergi lagi hanya itu.

Leeteuk pun hanya bisa pasrah dan menurut...

" Lee Young woon..." desah leeteuk lirih pada sosok suami kekarnya yang ia pandang dari balik kamar pintu Sungmin...


"aigoo minnie, come to me oh!"

Pria itu, Cho Kyuhyun tampak dengan riang disuasana mendung pagi ini. Ditangan kirinya terdapat sebuah bola kecil berwarna biru muda, yang akan siap ia lemparkan ke arah anjing kecil didepannya itu.

" tangkap!Min!" seru Kyuhyun saat melemparkan bola itu ...

"guk!" seperti merespon perintah sang majikan , anjing kecil itu berlari mengejar bola biru itu.

" good minnie-ah!"

Tangan putih pucat itu tampak sedang mengelus bulu-bulu halus Minnie, dan jangan lupakan dengan air liur yang sekarang terus mengalir dari wajah pemuda itu,

Apalagi jika bukan karena ulah si anjing kecil yang terus menjilati wajah stoik itu, toh ya si pemilik wajah tidak merasa keberatan dengan perlakuannya, ia terlihat senang , terlalu senang malahan.

Suasana pagi yang mendung masih menyelimuti musim gugur pagi ini...

Kyuhyun tampak mengeratkan jaket birunya sambil mendekap hangat si minnie yang ia taruh di dadanya. Seperti mendapatkan kehangatan tersendiri bagi anjing kecil itu, ia merasa sangat nyaman hingga mata bulatnya terasa berat lalu tertidur dalam dekap hangat sang majikan.

Langkah jenjang Kyuhyun terhenti pada sebuah pohon maple yang meranggas, dilihatnya betul setiap lekuk tubuh pohon besar itu... ada sebuah semak diantara pembatas pohon dan pagar taman itu, itu tempat ia bertemu dengan nya, gadis itu Lee Sungmin.

Manik rubah itu selalu mengintaiku,

Wajah innocent itu selalu mengitariku,

Tangan pucat itu selalu mengingatkanku akan kelembutan dirimu,

Dan jerit tenor itu selalu terngiang-ngiang

Lee sungmin,,, kita pasti bertemu lagi...

"ia kan Minnie-ah!" seru Kyuhyun seraya mengangkat tinggi-tinggi anjing yang tampak kaget dan memelas itu...

-Tbc-

Yang berminat silahkan review!

Terima kasih sudah membaca ^^

Sign

Hye jin park.

Gaje gaje gaje... mianhe!