Chapter4
Last memories
Written by hye jin park 2013©
Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.
Warning : Gs|OOC|KyuMin|Typo|family_tragedy-hurt|Gaje|Bad dict| Don't like don't read|
Don't bash if you dont like this fanfiction, but you can leave a review or comment
Cast's: all coup
Genre : romance tragedy
Leght : chaptered
Rate : T
Summary :
Sungmin yang mendadak menjadi seseorang yang menderita keterbelangkangan mental karena "Kejadian" di hari pertunangannya dan harus kembali bersikap seperti anak balita. Entah apa yang dialaminya saat itu sehingga mambuatnya lupa akan semuanya dan menjadi orang yang baru, "neomu apa!"
Happy Reading
_last memories_
.
"hueee... ommaaaa!, hiks hiks, om..maahh.. hiks hiks huee "
"aigo Min-ah jangan menangis ne nanti cantiknya berkurang loh, cup cup, Min-ah uljima nak uljima!"
"hiks,, omma Sungmin mau ikut omma ajumma hiks, hiks"
"ne, nanti kita susul omma sama ajumma otthe? Uljima ne lihat matamu sudah bengkak uljima uljima ne"
"jinjja?, ajjuma yaksok nanti susul omma ya"
"ne, yaksokhae "
Pagi ini belum terlalu siang untuk sebuah kekacauan yang diperbuat oleh seorang lee Sungmin. Setelah insiden oli pagi tadi, Leeteuk yang sedang menemani Sungmin untuk mencari Sen sang kucing kesayangannya tidak sengaja terjatuh hingga pergelangan kaki wanita cantik itu terkilir cukup parah.
Hal ini dikarenakan Leeteuk yang melihat Sungmin yang berusaha memanjat pagar pembatas belakang rumahnya dengan tangga , ketika gadis itu melihat Sen lompat keluar. Dan ketika kaki Sungmin sudah akan naik ke sisi pagar, sontak Leeteuk menjerit melihat adegan berbahaya puterinya itu.
Mungkin karena sama sama kaget pegangan Sungmin terlepas hingga ia terhuyung akan jatuh, dan dengan sigap Leeteuk berlari menangkap Sungmin hingga kakinya terkelir.
Sedangkan Sungmin, ia hanya mengerjap polos tanpa tau jika ibunya sekarang sedang merintih kesakitan di bawahnya. Ya, Sungmin mendarat tepat pada perut sang ibu dengan posisi terduduk.
Kangin yang mendengar keributan itupun langsung berlari ke arah sumber keributan. Terkejut, cemas, dan kesal mewarnai perasaanya kala dengan tenang, pria bertubuh besar itu mengelus rambut Sungmin yang berantakan lalu memindahkannya dari atas perut leeteuk lalu memanggil Donghae untuk menyiapkan mobil.
Sang omma hanya dapat mengerang ketika sakit menyerang kaki serta punggungnya. Sungmin, gadis itu masih mengerjap polos tidak menyadari situasi yang terjadi saat itu.
Barulah pada saat sang ayah membawa ibunya ke rumah sakit tangis Sungmin pecah tidak mau ditinggal orang tuanya.
Sungmin sudah tenag sekarang mungkin ia lelah karena menagis sejak pagi tadi. Mata rubahnya kini sudah bengkak dengan hidung yang memerah ia lebih terlihat lucu seperti itu. sesekali tangan bibi Jung mengusap keringat yang muncul dari balik keningnya. Poninya sedikit basah karena keringat.
"apa kau demam nak?" ucap bibi Jung seraya memastikan suhu Sungmin
"omo, kau agak demam pantas saja berkeringat dingin seperti ini" bergegas, bibi Jung mengambilkan kompresan dan obat penurun panas untuk Sungmin.
"omma, hiks " sungmin mengigau saat handuk basah itu mengenai keningnya.
"ssshh, gwanchana"
Untuk beberapa saat bibi Jung mengusap –usap Sungmin agar dia tenang dan kembali tidur. Setelah ia benar-benar tidur barulah bibi Jung memasakkan bubur untuknya.
"hiks, omma..."
Igau Sungmin lagi ketika sudah tidak ada tangan hangat bibi Jung yang mengusap keningnya.
.
.
.
Donghae terlihat cemas di ruangan tunggu rumah sakit, pria kalem melankolis itu sejak tadi duduk disana sambil terus menggoyang goyangkann kakinya sesekali ia juga menggigit kukunya.
Ini sudah beberapa jam sejak ibunya di dalam dan sang ayah belum juga keluar dari dalam sana.
'kruukk'
Suara perut lapar Donghae menghentikan kegiatannya. Ia baru ingat ia belum makan dari tadi siang dan sekarang sudah akan sore.
Cari makanan sebentar tak apa fikirnya, ia pun menuju cafetaria rumah sakit. Secangkir kopi dan roti hanya itu yang ia butuhkan untuk mengisi perutnya.
'drt, drt,'
"ne appa omma bagaimana?"
"kau dimana Lee Donghae?, omma mu baik baik saja hanya perlu dirawat semalam"
"oh, syukurlah aku di cafertaria rumah sakit appa , "
"yei, dasar anak ini, ya sudah appa akan pulang sebentar mengambil baju ganti omma, sehabis makan jaga omma sebentar ara!"
"ne,"
'pip'
Pesanan datang dan terlihat Donghae sangat menikmati kopinya sore ini. Hatinya sekarang sudah lega mendengar ibunya baik baik saja.
Hah, andai saja Sungmin sekarang sehat pasti gadis itu yang mengurus serta memperhatikan mereka. Namun sayang karena ulah pria bodohh itu Sungmin jadi begini sekarang.
Eh ngomong-ngomong tentang dia, bukankah seseorang yang duduk dekat jendela itu dia...
Bukan, itu memang dia pria bodoh itu ada disini di korea ,tapi bukanakah ia sudah meninggalkan korea sejak kejadian itu dan apa yang dilakukannya di sini dengan seragam rumah sakit...
"uhuk, uhuk"
Donghae hampir saja tersedak karena melihat wajah yang sangat familiar dimatanya itu. berulang kali ia memastikan apa matanya yang salah namun sosok itu benar benar dia,
"kim Yesung!" ucap Donghae
.
.
.
Kangin yang baru memakirkan mobilnya dibuat terkejut oleh bibi Jung yang panik. Sungmin badanya panas tuan, ia terus menggigil saya sudah memberinya obat tapi dia menolaknya buburnya juga tidak dimakan ia terus menginggau memanggil ibunya.
Begitulah kata sambutan yang kangin terima ketika membuka pintu rumahnya.
"aigo, kenapa appa bisa lupa dengan kondisi mu nak!"
Dan langsung Kangin membawa Sungmin ke mobil setelah sebelumnya menyuruh bibi Jung menyiapkan beberapa pakaian Sungmin dan Leeteuk.
"omma" igau Sungmin lagi saat kangin berhenti di lampu merah. Bibir Sungmin pucat dan agak biru mungkin karena ia mengigil . keringat juga tak lelah membasihi dahi dan pelipisnya. Bibir plumnya merancau tak jelas saat tangan besar Kangin meraba Suhunya.
Panas, puterinya demam paling tidak tiga puluh sembilan derajat suhunya. Lampu kembali hijau mobil kangin kembali melaju cepat menuju rumah sakit.
Sementara tangan kanannya menyetir, tangan kiri Kangin ia fokuskan untuk memeriksakening Sungmin.
Cemas dan takut menghantui fikiran Kangin sekarang. Hei ini emang cuma demam biasa tetapi jika mengingat kondisi Sungmin dan benturan di kepalanya, tidak kangin menggeleng menepis fikiran buruknya.
Hingga laju mobilnya melambat di sebuah parkiran rumah sakit. Perlahan Kangin melepaskan safe belt Sungmin berniat menggendongnya tetapi niat itu terhenti ketika mendengar igauan Sungmin.
Seketika Kangin terkejut ia merasakan lemas ketika kata itu keluar dari bibir plum Sungmin.
" yesung oppa"
Lirih Sungmin , kata yang membuat Kangin sempat tercekat. Puterinya mengigau nama orang itu. Orang yang bahkan Sungmin lupakan sosoknya selam dua tahun ini. Dan sekarang ia mengiggaukan namanya meskipun dalam keadaan tidak sadar ,
"Sungmin kau mengingatnya nak!" lirih kangin yang lagsung membawa Sungmin untuk ditangani.
.
.
.
Donghae masih terpekur melihat kondisi tesung saat ini. Teman yang dulu menjadi sahabat baiknya, teman yangg sudah seprti saudara, dan teman yang dicintai adiknya kini tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain.
Buta, tepatnya. Setelah kejadian itu, Yesung menjadi buta dan Sungmin yang harus kehilangan ingatannya.
"kau pasti terkejut Hae, gwanchana toh aku masih bisa menggunakan inderaku yang lain saat saat awal memang sulit tapi lama lama aku terbiasa , lagi pula ini sudah hampir dua tahun kan " ucap yesung seraya meraba cangkir kopinya.
Donghae masih kaget tidak tahu harus berkata apa. Yang Donghae dengar sejak kejadian itu Yesung di bawa ke Jepang dan hidup bersama Kim Ryeowook. tapi kenapa ia ada dikorea sekarang dan kondisinya tunggu dia bilang dua tahun itu berarti ini karena kejadian itu... ini terlalu membingungkan untuk Donghae.
" jangan memasang wajah seperti hae!" tegur Yesung dan membuat Donghae terpekur dibuatnya. Tunggu ia bilang wajahku bukankah dia buta ralat bukankah dia tidak bisa melihat.
Yesung hanya terkekeh merasakan keheningan antara mereka.
"aku tahu itu dari suara kakimu, tsk kau tidak berubah yah masih sama. Apa kau meremehkan tuna netra ini Lee Donghae!"
"anni, hyung aku hanya terkejut, terlalu banyak pertanyaan yang muncul di otakku Hyung"
"hyung, " hati Yesung sedikit mencelos ketika mendengar kata itu.
" anni, yang kau fikirkan memang benar, sebulan setelah kecelakaan itu aku pergi dengan ryeowook ke Jepang dengan keadaanku yang seprti sekarang hae- ah"
Kaget, kembali Donghae kaget mendengar ucapan yesung setelah tahu expresi wajahnya kini ia pria itu menjawab pertanyaan yang belum ia utarakan.
Yesung benar- benar pandai membaca fikiran orang tidak pernah berubah sedikit pun.
"hyung"
.
.
.
"aigoo nuna kenapa tidak bilang sih kalau mau shift malam kan aku jadi repot begini!" pekik Kyuhyun pada seorang perawat yang dia panggil nuna.
'pletak'
"aww, appo yo nuna kau sadis sekali oh pada adikmu tsk benar benar bukan sikap seorang perawat"
Kembali ucapan Kyuhyun mendapat deathglare gratis dari sang nuna Seohyun.
Kyuhyun memang sering mengantarkan baju ganti atau sekedar mengantarkan makanan jika sang kakak mendapat shift malam.
"seo- shi ada pasien darurat dia pasien dokter Choi segera hubungi dia dan susul kami ke ruang UGD" pekik seorang perawat.
"nugu nuna?, apakah segawat itu kondisinya hingga kalian harus menghubungi Dokter Choi"
"hm, dia pasien yang ditangani nya dua tahun yang lalu effect dari kecelakkan itu cukup parah pada tubuhnya , yak Cho Kyuhyun kenapa mengajakku mengobrol kka! Aku sedang sibuk sekarang!"
Usir Seohyun dan langsung ditanggapi cemberut oleh Kyuhyun.
"dasar nuna , aku kan sudah repot repot kemari dan meninggalkan Minnie ku sendirian dirumah kau malah mengusirku oh, dasar tidak berterimakasih! Minnie, eh bukankah gadis yang sedang didorong itu... Lee Sungmin"
Kyuhyun masih terpekur melihat kesibukan perawat yang menangani Sungmin. Benar dia Lee Sungmin gadis yang ia temui di taman itu gadis yang memperbolehkannya merawat seekor anjing kecil yang ia beri nama "Minnie", tunggu kenapa ujung namanya terdengar sama, aishh, nanti sajalah memikirkannya tapi kenapa ,
"oh Siwon Hyung!" gumam Kyuhyun saat Siwon melintasinya begitu saja. Dokter itu langsung menghampiri Sungmin dan memeriksa keadaanya.
.
.
.
"oppa!,kenapa berlama lama diluar ayo kuantar kau kekamarmu"
"kau, Kim Ryeowook"
"eh, Lee donghae kenapa kau ..."
_ last memories_
.
.
.
Tbc.
Oke yang berminat silahkan mereview ! ^^
Terimakasih sudah membaca.
Sign
Hye jin park.
