Chapter6
Last memories
Written by hye jin park 2013©
Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.
Warning : Gs|OOC|KyuMin|Typo|family_tragedy-hurt|Gaje|Bad dict| Don't like don't read|
Don't bash if you dont like this fanfiction, but you can leave a review or comment
Cast's: all coup
Genre : romance tragedy
Leght : chaptered
Rate : T
Summary :
Sungmin yang mendadak menjadi seseorang yang menderita keterbelangkangan mental karena "Kejadian" di hari pertunangannya dan harus kembali bersikap seperti anak balita. Entah apa yang dialaminya saat itu sehingga mambuatnya lupa akan semuanya dan menjadi orang yang baru, "neomu apa!"
Happy Reading
.
.
.
"kyuuuuuuu...kembalikan !" Sungmin mengejar kyuhyun seraya mempoutkan bibirnya.
"shirio weee!, ayo kejar aku Minimin! Hehehe"
"omma! Kyuhyun nakal dia menyandera mr. Bunny omma!" Sungmin berteriak dan diikuti oleh derai tawa lepas kyuhyun karena tingkah Sungmin barusan yang menurutnya menggemaskan.
"kembalikan!" Sungmin merengek air matanya sudah akan tumpah saat ini, namun sayangnya kyuhyun masih ingin tetap menggoda Sungmin sampai gadis itu benar benar menangis.
Hening sejenak saat Sungmin diam mematung seraya menatap kyuhyun denagn tatapan penuh arti, gadis itu kesal karena boneka bunnynya tidak juga dikembalikan.
Sedangkan Kyuhyun, jangan ditanya karena rasa puasnya belum selesai untuk menggoda Sungmin ia masih saja mengumbar smirk evilnya,
Tubuh jangkungnya di rebahkannya di sofa panjang ruang tengah itu, gerakan tangan dan bibirnya dengan lihai bermainn dengan mr Bunny- boneka Sungmin.
Seperti seorang ventroulis ia tampak dengan 'lincah' mengobrol dengannya sesekali juga tertawa geli karena melihat raut wajah Sungmin sekarang.
"Sungmin bermainlah denganku!" ucap kyuhyun menirukan suara Mr. Bunny- Kelinci(?)
"hiks, hiks"
"eh, SUNGMIN!"
.
.
.
_Lost Memories_
.
.
.
Ryeowook menatap miris perban yang menutupi mata pria yang dicintainya itu. Yesung masih terbaring lemah pasca operasi transplantasi mata yang ia jalani dua hari yang lalu. Ryeowook masih setia menunggu Yesung disampingnya.
Manik caramelnya memejam merasakan hembusan nafas teratur dari Yesung, tangan mungilnya tak pernah lepas mendekap tangan itu,tangan yang selalu memberinya kehangatan.
Dipandanginya lekat wajah itu, wajah yang selalu hadir di setiap harinya wajah yang selalu memberikannya senyum keteduhan wajah yang mengenalkannya pada cinta, dan wajah yang menawarinya tentang balas dendam.
Terkadang terbesit rasa bersalah dalam diri Ryeowook namun ini terlalu terlambat untuk disesali yang terpenting baginya sekarang adalah kesembuhan Yesungnya...
Yah, Yesung miliknya bahkan sebelum kejadian itu terjadi Yesung sudah menjadi Milik Ryeowook sepenuhnya.
Perlahan jari –jari itu bergerak menghamburkan lamunan Ryeowook lalu dipencetnya langsung bel yang menghubungkannya dengan perawat dan dokter- memanggil mereka agar lekas datang.
Ryeowook kembali dilingkupi rasa tegang saat mendengar ringisan Yesung ketika pria itu sedang diperiksa. Ia maju selangkah untuk lebih dekat dengan yesungnya lalu mengelus punggungnya memberikan rasa aman sekaligus menengkannya dari pengaruh obat bius yang hilang.
"apakah sesakit itu?"
"ani! Tidak sesakit saat aku melihatmu menangis."
"pembohong!"
"jeongmal"
Yesung mencari wajah Ryeowook kemudian merabanya, ia sangat rindu dengan wajah itu – gadisnya.
"ini tak butuh waktu lama sampai aku bisa melihatmu lagi Ryeongie-ah"
"hm, oppa saranghae"
"nado".
Perlahan Ryeowook menuntun Yesung untuk lebih dekat dengannya, hembusan nafas teratus dari keduanya dan lelehan air mata yang sedikit membasahi perban Yesung tidak membuat mereka berhenti untuk saling melepas kata cinta.
Dengan lembut bibir keduanya menyatu saling merasakan satu sama lain, Yesung merasakan Ryeowook lebih dalam dibawanya tengkuk Ryeowook dalam posisi ternyaman. Meskipun dalam gelap tapi Yesung sudah hafal betul Ryeowooknya...
"oppa!"
"hm, jangan pergi ini !"
"neh..."
.
.
.
Senja sore yang indah di musim gugur. Sungmin dengan mata yang masih sembab dan hidung yang memerah tampak dengan ceria memakan coklat pemberian Kyuhyun.
Pemandangan itu membuat Kyuhyun terkikik geli. Bagaimana mungkin ia bisa seceria itu dengan cepat, tersenyum dan menikmati coklat dengan wajah yang sembab. Hal itu membuatnya tampak lucu.
Sungmin yang tiba tiba menangis akibat kejahilan Kyuhyun tadi pagi.
Saat itu Kyuhyun sempat panik karena tangisan Sungmin yang tidak kunjung berhenti, ia bahkan menawari Sungmin macam-macam, dari ice cream, coklat, mengembalikan yang ia sandera ,permen-permen manis serta tontonan kartun kesukaannya.
Sungmin tetap menangis sampai bibi Jung datang menawarinya coklat. Sementara leeteuk, kangin dan Donghae sedang pergi karena pekerjaan dan menitipkan Sungmin pada Kyuhyun.
Kyuhyun sempat mencelos saat itu karena coklat mahalnya tidak diterima sedangkan coklat warung yang diberikan bibi Jung langsung membuat Sungmin terdiam biarpun gadis itu masih terisak.
Bibi Jung pun memelototi Kyuhyun agar tidak membuatnya menangis karena jika itu terjadi akan sangat sulit untuk membuatnya tenang terlebih jika itu sampai membuat kepala gadis itu sakit entah apa yang akan terjadi pada Sungmin nantinya.
"apa seenak itu Min?"
"ne, Kyuhyun jangan minta!"
"hah.. ara untukmu saja"
Sungmin mempoutkan bibirnya ketika akan memakan potongan coklat itu lagi ke mulutnya ia sempat menatap kyuhyun,
"Kyuhyun jangan minta ini punya ku!"
Kyuhyun yang gemas langsung saja mengacak surai lembut Sungmin saat gadis itu mengunyah coklatnya.
"entah apa yang kau lihat saat itu Min hingga kau menghilangkan ingatannmu. Dan pria yang diceritakan Donghae itu apa yang difikirkannya hingga membuatmu seperti ini. Aku Cho Kyuhyun akan menjadi temanmu arachi Minimin"
Monolog Kyuhyun saat tangan tangan hangatnya tetap mengelus surai Sungmin.
Dan tanpa sadar Sungmin menikmati perlakuan Kyuhyun itu lalu menyenderkan kepalanya ke dada bidang Cho Kyuhyun dan tetap menikmati juga coklatnya.
Biarlah senja sore ini berakhir dengan dekapan manis seorang Cho Kyuhyun untuk lee Sungmin.
.
.
.
.
_Lost Memories_
.
.
.
Tubuh Donghae menegang seketika setelah membaca berkas dalam map biru di laci kerja ayahnya.
Rahangnya mengeras, tangannya mengepal menahan marah, ia harus sedih atau marah? Matanya terasa panas begitu mengetahui kenyataan itu.
Perlahan tubuh tegang itu melemas dan ambruk di lantai dingin marmer ruang kerja itu.
Sebuah tempat pena ikut terjatuh dengan tinta merah yang mengotori lantai hitam itu...
'ceklek'
Kangin masuk dan menemukan kondisi puteranya itu.
Donghae bahkan sudah tidak peduli lagi tentang apa yang akan terjadi dengannya nanti yang jelas ia hanya kejelasan bukan tapi kebenaran dari semuanya.
Tentang apa yang menimpa Sungmin, tentang Kim Yesung sahabatnya, dan nama itu Kim Ryeowook. Ia harus tahu apa hubungan puteri komisaris Kim dengan Yesung...
"Hae-ah kau!"
Ucap Kangin pada Donghae yang bersiap untuk menangis.
.
.
.
_Lost memories_
.
.
.
Tbc .
Oke yang berminat silahkan mereview!
Terimakasih sudah membaca.
Sign
Hye jin park.
Merry christmas for you you guys and happy new year.
Good bless you^6^.
