.

_eclipse of memory_

Written by hye jin park 2014©

Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.

Warning : Gs|OOC|KyuMin|Typo|family_tragedy-hurt|Gaje|Bad dict| Don't like don't read|

Don't bash if you dont like this fanfiction, but you can leave a review or comment

Cast's: all coup

Genre : romance tragedy

Leght : chaptered

Rate : T

Summary :

Sungmin yang mendadak menjadi seseorang yang menderita keterbelangkangan mental karena "Kejadian" di hari pertunangannya dan harus kembali bersikap seperti anak balita. Entah apa yang dialaminya saat itu sehingga mambuatnya lupa akan semuanya dan menjadi orang yang baru, "neomu apa!"

Happy Reading

.

.

Perlahan bayangan yang menutupi matahari mulai bergerak,menampakkan secercah sinar kebenaran yang mulai terkuak...

Siang hari yang mendung di hari Jumat, terdengar suara dentuman keras dari sebuah ruangan yang terletak di lantai atas rumah besar keluarga lee, apalagi jika bukan karena ulah Sungmin. Ia kembali mengamuk lantaran sebab yang tak jelas. Sejak tadi tangan itu tidak berhenti terus menggedor pintu dari dalam kamarnya.

"hiks,omma bukaaaaaaa!" teriaknya lagi, kurang dari dua jam Sungmin berteriak tanpa putus

Yang bisa Leeteuk lakukan saat ini hanya diam terisak mendengar miris rintihan puterinya yang minta dibukakan pintu. Ingin rasanya mendobrak pintu kokoh itu dan lanngsung menenangkan Sungmin,memeluk dan mendekapnya hangat,namun apa dayanya,jika Kangin sudah membuat keputusan tidak ada yang berani melawan.

"omma" lirih Sungmin sangat lirih hingga jatuh tertidur di lantai kamarnya.

Sementara itu langkah lebar seorang Cho Kyuhyun tampak begitu riang menyusuri jalan ke kediaman keluarga Lee. Sambil menggendong seekor anjing kecil yang ia taruh di sela mantelnya tidak hentinya Kyuhyun menggumam tentang rencana yang akan ia dan Sungmin lakukan hari ini,

"Minnie-a kau akan kukenalkan dengan Sungminku eh tapi kenapa namanya mirip ya?molla tapi aku suka itu,nama kalian begitu mirip hehehe,Minimin, aigoo rasanya terdengar pas di telingaku" gumam Kyuhyun tanpa ia sadari jika dibelakangnya kini tengah melaju audi hitam dengan kecepatan sedang yanghampir saja menyempetnya.

'tin' klakson sang pengemudi yang diketahui adalah Kim Yesung. Kyuhyun nyengir dan menundukkan tubuhnya seraya minta maaf karena berjalan ditengah, Yesungpun menanggapinya dengan santai dan melanjutkan kembali laju mobilnya.

"wajahnya familiar sekali,seperti pernah lihat tapi dimana?"Kyuhyun tertegun sejenak diam berfikir mengingat dimana ia pernah melihat wajah Yesung sebelumnya," ah,tidak ingat" ucapnya lagi dan bergegas kerumah Sungmin keburu siang fikirnya.

Leeteuk sejak tadi mondar-mandir di depan pintu kamar Sungmin sudah lewat tiga puluh menit puterinya itu tidak bersuara,ia tahu jika puterinya tengah tertidur,ia juga mencoba untuk meminta kunci pada Kangin namun sayang tampaknya pria bertubuh besar itu belum mau membukakan pintu.

"Yeobo?" pinta Leeteuk berharap,"Ani, kau tidak ingat jika anak itu bisa berpura-pura juga, kau takut jika membukakan pintu sekarang ia akan kembali mencoba kabur dan mengundang tetangga Teuki-ah kau tidak malu?" ucapnya sarkastik,

"apa?malu katamu,kau malu memiliki Sungmin. Ya!Lee Kangin kau malu dengan puterimu sendiri hah?kau fikir Sungmin kita begini karena siapa?" ucap Leeteuk masih dalam irama tenang namun syarat akan kemarahan tersirat dari nyala matanya yang memanas.

Kangin gusar tahu jika salah bicara jika sudah begini bukan hanya sekedar menenangkan Sungmin saja tapi juga istrinya perlu diketahui jika Nyonya Lee sudah marah maka bisa dipastikan si rakun tua itu tidak akan mendapatkan pelayanan selama sebulana penuh.

"Yeobo,mianhe bukan begitu maksudku tadi aku hanya salah bicara tadi akku,aku…" kelah Kangin,

"KUNCINYA! Ketus Leeteuk meminta pada suaminya itu,

'glek' terdengar saliva yang tertelan kasar saat melihat wajah istri malaikatnya itu mengeras padanya,"igeo"cicit Kangin kemudian.

Tanpa fikir panjang lagi, Leeteuk langsung membuka pintu kamar puterinya itu dan alangkah terkejutnya ia saat mendapati Sungminnya tergeletak dilantai dengan suhu badan cukup tinggi.

"rumah sakit Kangin-ah"

Tanpa diperintahpun pria yang terkenal dengan ketahanan fisiknya saat sekolah dulu itu langsung merengkuh tubuh Sungmin membawanya ke mobil disusul pula oleh Leeteuk.

.

.

.

Yesung menatap ragu dari dalam mobil bangunan yang notabenenya adalah kediaman mantan calon istrinya itu. Beberapa kali ia menghembuskan nafas untuk tenang namun bukannya tenang malah bertambah grogi.

Ia sudah memantapkan hatinya untuk meminta maaf dan menyelesaikan masalah yang tertunda bukan maksudnya meluruskan kesalahpahaman agar tidak berlarut-larut. Ia sudah akan keluar namun ia urungkan karena terkejut saat melihat mantan calon mertua membopong Sungmin ke dalam mobil,"Sungmin?" pekiknya dalam hati.

Sementara itu Kyuhyun yang baru sampai depan pagar dibuat terkejut pula oleh pekikkan Leeteuk yang menyuruhnya untuk mengunci gerbang,

"Kyuhyun-a tolong kunci rumah dan gerbangnya" ujar Leeteuk kalab melempar kunci begitu saja dan langsung menyusul Kangin ke mobil,

"ajhuma" Kyuhyun cengo untuk sesaat,ketika menyadari jika Sungmin tengah di bopong,

"SUNGMIN!" pekiknya dan membangunkan Minnie yang tengah tertidur di dalam mantelnya,

"aigoo!mianhe Minnie kau jadi bangun, kkaja tidur lagi eoh, cup cup cup, arraseeo kunci pintu dan gerbangnya dulu , baru menyusul Sungmin."putusnya kemudian.

Masih dengan wajah penuh dengantanda Tanya, Yesung mengikuti mobil yang membawa SUngmin ke rumah sakit. Pria yang kini berkacamata itu sesekali menyalib mobil didepannya agar tidak ketinggalan jejak mereka.

Ponsel Yesung bordering tahu jika Ryeowook yang menelpon pria itu bergegas menjawab panggilan itu,"oppa eodiseo?" Tanya Ryeowook .Sedangkan yang ditelpon masih dengan raut seriusnya melajukan mobil membuntuti arah mobil Kangin.

"Ryeonggi-a nanti oppa telepon lagi nde" jawabnya singkat seraya menutup telephonenya.

Gadis bermanik caramel itu mengerucutkan bibirnya,tangannya mengelus pelan perutnya yang masih datar,menghembuskan nafas perlahan ia menunduk melihat sebuah benda persegi dengan dua garis merah ditengahnya yang sedari tadi ia pegang di tangan kirinya sejak ia keluar dari kamar mandi tadi ,"padahal aku ingin memberitahunya" ucapnya datar.

Seol International Hospital

Para perawat dan dokter yang berjaga sudah bersiap di pintu ruang UGD saat sebelumnya Kangin sudah menelpon pihak rumah sakit perihal Sungmin. Orang tuanya tampak begitu cemas melihat puterimereka tengah tergolek lemas di dorong ke ruang perawatan. Dokter Choi, dokter muda yang ikut menangani kasus Sungmin dua tahun lalu itu juga tampak berlari menghampiri Sungmin.

"semuanya akan baik-baik saja" ucapnya menepuk bahu Kangin sebelum masuk kedalam.

Kangin jatuh dan disusul oleh pelukan hangat Leeteuk ikut berdoa semoga kondisi puteri mereka baik-baik saja. "Yeobo, seandainya tadi aku tidak memarahinya,seandainya tadi aku mengizinkannya untuk ikut Donghae ke Jepang, Sungmin pasti tidak akan ribut,dan mengamuk, ia pasti tidak akan pingsan lagi,,, bagaimana ini Teeuki-a uri Sungmin keadaanya" rancau Kangin dan hanya dibalas oleh anggukkan dan isakan cemas istrinya itu.

Tanpa mereka sadari jika yesung kini tengah berdiri menatap mereka, bingung tentang apa yang terjadi tidak sadarkan ia bahwa hal yang menimpa Sungmin juga berkaitan dengan hal yang menimpanya beberapa tahun lalu.

Tiba-tiba saja yesung yang masih betah mematung ditabrak bahunya oleh Kyuhyun yang berlari,sebenarnya cenderung tidak sengaja mengingat pemuda itu berlari tanpa melihat arah, tujuannya Cuma satu bertemu Sungmin dan mengetahui kondisinya.

"ajhuma!"pekik Kyuhyun ikut berjongkok padahalkan ada beberapa kursi berderet di sana,mungkin karena mereka terlalu cemas sehingga tidak menyadari itu.

"igeo" masih sempat juga Kyuhyun mengembalikan kunci rumah mereka,lalu bertanya tentang keadaan Sungmin. Ibunya hanya memintanya untuk berdoa yesung masih terpekur seperti orang bodoh berdiri disudut tanpa seorang pun tahu akan keberadaaanya.

.

.

.

Musim gugur dua tahun lalu

"SaranghaeYesungOppa" ucap Sungmin dengan cepat seraya langsung menutup sambungan terkiki senang dengan rona merah dipipinya, kakinya menedang-nendang ke udara diselingi kikikan-kikikan kecil dari bibir shape-M-nya.

Ditangannya kini sudah ada beberapa daftar barang untuk acara pernikahannya dua bulan dari undangan,tempat resepsi dan gereja,tiket perjalanan bulan madu,sepatu,catering,tata arias,dan gaun,semuanya telah siap hanya tinggal menunggu waktu beberapa persiapan penting saja.

Sungmin merona sejadi-jadinya saat melihat hasil jepretan photonya tadi siang. Yesungnya terlihat tampan denan balutan tuxedo hitam tampak serasi dengan Sungmin.

"hehehe" kekehnya lagi melihat lekat-lekat photo itu. Sebuah idepun terlintas di kepalanya, mengirimkan Yesungnya kimchi dan tulang iga sapi sengaja untuk memamerkan kemampuan memasaknya di rumah Yesung.

"oppa " cicit Sungmin lagi dan bergegas menyiapkan semuanya.

.

.

"Aku sudah bilang padamu kan biar aku saja " ucap Yesung tenang saat melihat Ryeowook tengah kepayahan mengangkat barang belanjaannya untuk keperluan tiga bulan kedepan.

"kenapa tidak menungguku?kita biasanya pergi bersama kan?kau marah padaku?" tanyanya memberondong,tapi yang ditanya hanya diam tidak tahu jika gadis itu tengah ngambek karena ditinggalnya seharian ini.

"Ryeongie-a, mianhe oppa sangat sibuk hari ini kau tahu kan jika sebentar lagi …" belum sempat Yesung melanjutkan ucapannya langsung dibungkam oleh bibir lembut gadis itu.

"apa kau masih akan melanjutkannya ?" Tanya gadis itu sarkastik dengan manik penuh dengan kemarahan dan terdiam membisu tidak tahu harus menjawab apa tangannya seperti kaku tetap diam dengan posisi saling berpelukan di bawah lantai dapur.

Cukup lama mereka terdiam tanpa meyadari jika Sungmin sudah bersembunyi dibalik tembok melihat dan mendengar percakapan mereka.

"oppa,Kim Kangin orang itu yang sudah membunuh appa dan ommaku,dia orang itu yang sudah membuatku sendirian dank au juga mau meninggalkanku?kau bilang akan selamanya menemaniku,kau juga bilang pernikahan ini hanya sementara,kau bilang kau mau membantu membalas dendam,kau bilang kau mmmpphtttt…"

Tak tahan dengan suara nyaring Ryeowook pria bermata segaris itupun membungkamnya dengan sebuah ciuman juga, SUngmin menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya,menatap nanar adegan yang tersaji didepannya,dengan cepat dan tanpa bersuara ia pun langsung meninggalkan apartement Yesung dan beralih ke kantor ayahnya.

"mianhae,aku tidak bisa melakukannya Sungmin dia aku maksudku kami saling mencintai jadi "

'plak'

Satu tamparan mendarat mulus dipipi seorang kim Yesung,gadis itu dengan emosi memukul-mukul dada bidangnya meluapkan semua yang ada di dadanya yang sesak,"tidak seharusnya dulu kau menolongku oppa, kenapa kau tidak membiarkan aku bunuh diri saja di sungai waktu itu kau yang menawarkan semuanya padaku,dan sekarang kau juga yang melanggarnya" ucap Ryeowook sesunggukan,merasa tidak tega yesung hanya bisa memeluk gadis itu dengan sayang dan berjanji akan mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Sungmin duduk termenung menangis diruang rahasia ayahnya di yang biasa dipakai oleh ayahnya untuk beristirahat dan hanya mereka yang kangin,pria itu hanya dapat merangkul pundak Sungmin sesekali menepuk-nepuk atau tahu apa yang sebenarnya terjadi gadis itu hanya bisa diam.

"Gadis itu mengira kalau aku yang membunuh ayahnya Min-a, aku tidak menyangka jika selama ini ia tinggal dengan Yesung kami sudah mencarinya kemana-mana tampaknya calon menantuku itu menjaganya cukup baik"kekeh Kangin.

"apa Yeung oppa tahu tentang kajadian yang sebenarnya?" Tanya Sungmin.

"molla tapi kurasa tidak mengingat tentang apa yang tadi kau ceritakan diawal ehmm kau bilang Yesungmu mencium gadis itu" ucap Kangin dan mendapat hadiah pukulan gratis dari puterinya itu,

"APPA"

.

.

Sungmin sudah memikirkannya semalaman ia bahkan tidak tidur, pikirannya terlalu ruwet rasa cemburu dan kasihan bercampur jadi satu. Kesal memang saat melihat calon suaminya mencium dan berpelukan dengan gadis lain,iah dia telah bertekad untuk datang lagi menemui mereka dan menceritakan semuanya. Berulang kali ia memutar mutar cincin pertuanangannya dengan yesung memantapkan hatinya untuk hal ini,ia mencintai Yesung titik.

Namun dalam perjalanan tanpa Sungmin sadari jika orang kepercayaan ayahnya membututinya untuk membawa pulang kembali Ryeowook.

Ukuran pagi yang hening, tidak sperti pagi yang biasanya Ryeowook gadis itu biasanya akan cerewet menceramahi Yesung. Sejak semalam yang mereka lakukan hanya diam di lantai dapur.

Sungmin tiba-tiba masuk dan menuju dapur. Alangkah terkejutnya mereka saat melihat Sungmin yang masuk dengan santai seperti tidak terjadi apa-apa , gadis bermata rubah itu malah menyiapakan sarapan dan menganggap dua orang itu hanya angin kali yesung mencoba menjelaskan namun Sungmin hanya mengangkat telapak tangannya keatas dan bilang jangan ribut. Merasa tidak enak merekapun hanya diam dan melihat gadis itu menyiapkan sarapan.

"otthe?" Tanya Sungmin pada Yesung yang ia suruh untuk mencicipi supnya, Yesung mengangguk tanda enak lalu menyuruh Ryeowook makan juga.

"oppa kau yang cuci piring !" ucapnya setelah selesai sarapan.

"Sungmin, " cicit Yesung dan lagi hanya ditanggapi oleh telapak tangannya.

Sungmin kemudian menyuruh Ryeowook duduk di sofa ruang tengah dan baru saat ia akan bercerita tiba-tiba saja pintunya didobrak oleh sekumpulan orang berseragam hitam. Sungmin tahu jika orang –orang ini bukan suruhan ayahnya sebab orang suruhan ayahnya sudah ia suruh pulang sebelum ia masuk kedalam apartement yesung.

Bermodalkan martial art yang ia pelajari saat sekolah dulu sedikit-sedikit ia berhasil keluar dengan tetap menggenggam tangan Ryeowook yang ikiut bersamanya. Tidak lama yesung menyusul.

Mereka yang cemas akan keselamatan Ryeowook kemudian menyembunyikan gadis itu di dalam bagasi mobil Yesung setelah sebelumnya membuatnya pingsan. Sebagai gantinya mereka masuk ke mobil mengecoh kejaran orang-orang itu.

"Shindong-a ini aku, bisa tolong bantu aku aku akan mengirimkan alamatnya padamu tolong kau kerumahku dan bawa seorang gadis yang kusimpan di bagasi mobil,ppali arraseo nanti aku akan menjelaskan padamu,jebal "

"Yak apa maksudmu hah, yak Kim YESUNG?"

"oppa mereka masih mengejar" panik Sungmin.

"gwanchana kita akan sampai lebih dulu" ucap yesung,"mianhe aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan padamu aku aku.."

"gumanhae,tidak bermaksud tapi kenapa menyembunyikannya begitu lama?kau sadar apa yang kau lakukan yak Kim YESUNG sebetar lagi kita segera menikah dank au masih sempatnya berciuman dengan wanita lain neo nappeun nom!"

"mwo kau bagaiman kau tahu?" panic yesung saat melihat kemilau cahaya di mata Sungmin.

"semalam aku kesana, dan melihat kalian lalu,"

'DOR'

"oppa mereka bawa pistol" ucap Sungmin lagi, yesung mencoba cepat namun naas mobil yang mereka tumpangi tersalip dan tergelincir sehingga terguling, Sungmin yang sempat terlempar keluar berusaha bangkit namun gagal setelah peluru panas meluncur lurus ke kepalanya dan semuanya gelap. Sedangkan yesung yang terjebak dalam mobil telah pingsan lebih dulu.

.

.

.

Seol International Hospital, present

Keluarga lee sudah bisa bernafas lega pasalnya puteri mereka sudah baik-baik saja hanya sedikit demam karena kelalahan dan anemianya kambuh, tinggal menunggu hasil rontgen hasil kepala Sungmin.

ia juga sudah sadar tapi masih diam menatap sekeliling, dan hal tersebut membuat Leeteuk cemas lagi.

Kyuhyun sedang menemui kakanya yang juga bekerja dirumah sakit ini,seadngkan kangin pulang kerumah mengambil baju ganti Sungmin.

"Yesung oppa" cicit Sungmin tidak percaya dan membuat Leeteuk mendelik kaget mendengar nama itu kembali keluar dari mulut Sungmin.

"Min-a?" Tanya Leeteuk,

"omma,tadi aku melihat yesung oppa" ucap Sungmin lagi.

.

.

.

Tbc

.

.

Yang berminat silahkan REVIEW dan terimakasih sudah membaca.^^.

Sign

Hyejinpark

.