.
.
"Kyuhyun!" pekik Sungmin girang saat tiba-tiba pria 'pengasuhnya'itu muncul dari daun sangat girang apalagi dengan apa yang dibawa olehnya seekor anak anjing yang sempat mereka temukan ditaman sebulan yang lalu.
"namanya Minnie" ucap Kyuhyun dan memberikan anjing berbulu halus itu kepada Sungmin. Yang diberi tentu senang bukan kepalang, ia memekik kanget saat ekor kecilnya dikibas-kibasnya ke tangan Sungmin,"Lucu sekali" kekeh Sungmin sembari memainkan bulu-bulu anjing itu.
"aigoo, kau merawatnya dengan sangat baik ya Kyuhyun" ucap Sungmin dan membuat pria pencinta game itu mendelik tidak percaya akan apa yang barusan dikatannya bukan,Sungmin terlihat seperti orang normal tadi. Kyuhyun kembali menatap Sungmin lekat, memperhatikan bagaimana gadis itu berinteraksi dengan anjing kecilnya,dan gotcha kembali pria itu menemukan kejanggalan seperti bukan Sungmin…
"Ming kau?" cicit Kyuhyun,
"Nde?" jawabnya menanggapi tersenyum manis sekali dan nyaris saja Kyuhyun membeku dibuatnya,"ani,ani, dimana ommamu?" Tanya nya lagi,"oh tadi keluar katanya memanggil dokter" jawab Sungmin lagi dengan aksen seperti orang dewasa,
"Sungmin, kalau bicara mu seperti ini kau seperti, eee kau seperti, eee…"
"Normal" ucap Sungmin dan sontak membuat Kyuhyun hamper terlonjak saat menyadari jika posisi wajah mereka terlampau dekat. Wajah Kyuhyun tiba-tiba menjadi merona saat tiba-tiba Sungmin menarik tengkuknya dan berbisik halus,"aku memang tidak gila tuan Cho Kyuhyun" dan 'CHUP' satu kecupan lolos dibibir sang master game.
Jantung Kyuhyun berpacu begitu cepat, tubuhnya bagai tersengat jutaan volt listrik ia demam dan merona hebat Mingnya menciumnya dan itu di bibir, aigoo itu adalah first kissnya dan dibuat oleh cinta pertamanya. Jantungnya kembali berpacu cepat saat Sungmin memeluknya dan berterimakasih atas perlakuan Kyuhyun padanya.
Demi semua level yang sudah pernah ia menangkan dan skor tertinggi yang sudah pernah ia pecahkan disemua gamenya, ini sangat membuatnya bingung kembali Kyuhyun mencoba menyetabilkan degup jantunganya dengan menarik nafas panjang lalu ,
"Ming,minimin kau sedang tidak , aishh apa kau bilang tadi kau seperti orang normal, ani bukan maksudku tapi ini ,,," Kyuhyun dibuat kelabakan dengan pertanyaan sendiri,
"ani, dari awal aku memang tidak gila, kau mengira aku benar-benar idiot ya?" jawab Sungmin tersenyum, dan malah Kyuhyun mendelik lagi, "jadi selama ini kau?" cicitnya terbata-bata,
"aku lee Sungmin tentu saja aku ini normal, karena selama ini aku memang tidak sakit" jawab Sungmin,
"MWO?" mata Kyuhyun melotot dan mulutnya setengah terbuka.
.
_eclipse of memory_
Written by hye jin park 2014©
Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.
Warning : Gs|OOC|KyuMin|Typo|family_tragedy-hurt|Gaje|Bad dict| Don't like don't read|
Don't bash if you dont like this fanfiction, but you can leave a review or comment
Cast's: all coup
Genre : romance tragedy
Leght : chaptered
Rate : T
Happy Reading
Sungmin masih terpejam saat dokter memeriksanya di ruang UGD sebenarnya ia sudah sadar saat ayahnya itu menggendongnya menuju mobil saat dirumah tadi. Hanya saja badannya meman terasa lemas sampai ia malas untuk membuka , sensasi dingin dari stetoskop menjalar diatas tubuhnya saat ia diperiksa dokter. Ia sudah ingin bangun namun kembali lagi ia merasa malas kalau bangn sekarang sekalian saja fikirnya.
"aku tahu kau sudah bangun Sungmin-sshi" ucap dokter Choi berbisik pada Sungmin. "apa perlu aku mengecup sang puteri ini agar bangun dari tidurnya ehm?" canda dokter itu lagi dan langsung mendapat mega death glare dari Sungmin seketika yang membuka matanya."Yak!jangan macam-macam jika tidak ingin dibunuh ayahku" desis Sungmin tidak kalah Choi tersenyum lalu meminta perawat untuk memindahkan Sungmin ke ruang perawatan " nanti kita bicara lagi, kau tidurlah dulu " pintanya dan Sungmin menurut.
"Sungmin-sshi hanya kelelahan karena anemianya kambuh dan juga hanya tinggal menunggu pemeriksaan kepala dan organ dalam lainnya saja selebihnya ia tidak apa-apa sekarang." Jelas dokter Choi pada keluarga lee, ibunya sekarang bisa bernafas lega dan Kangin memintanya untuk menemani Sungmin duluan karena ia akan mengurus administrasi . Ya, mengurus administrasi setelah ia dan dokter Choi berbicara empat mata tanpa Leeteuk ketahui.
"Ah, sepertinya puterimu itu suka sekali membuat orang cemas ya, tuan Lee " kikik dokter Choi seraya memasukkan kedua tangannya di saku celana.
Kangin mengerinyit dan faham betul akana sifat puterinya itu, "ya, tapi ia anemianya benar kambuh kok, ia beneran sakit" bela dokter itu lagi,"hah, anak itu,, semalam sebelumnya ia merengek menemuiku membahas soal Yesung" ucap kangin kemudian duduk mengeluarkan sebatang rokoknya.
"kau tahu, Sungmin sudah mengetahuinya sejak orang itu kembali dari Jepang, aku jadi merasa bersalah pada ibu dan kakaknya" sesal Kangin yang tengah asik menghisap asap tembakau itu.
"Kau tahu dokter, bagaimana kondisi Sungmin usai kecelakaan itukan aku hanya tidak mau puteriku mendapat luka tembak lagi, makanya aku menyuruhnya seperti itu agar ia aman. Dasar, bukannya menentang ia malah antusias awalnya aku mengira ia akan marah dan sedih" kekeh Kangin lagi, dokter berdimple itu kemudian berjalan menghadap jendela melihat pantulan awan siang yang sedikit mendung di langit lalu tersenyum dan mengatakan jika Yesung ada dirumah sakit ini dan tengah mengawasi puterinya.
Kangin terkekeh dan mematikan rokoknya kemudian menghampiri dokter Choi, "biarkan saja, yang bisa kita lakukan sekarang hanya tinggal menunggu dan melihat" ucap Kangin menepuk bahu kekar dokter itu.
.
.
.
"Jadi selama ini kau?" cicit Kyuhyun menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Sungmin hanya tersenyum dan menggapai tangan Kyuhyun untuk dekat dengannya,"jangan bilang ommaku ya, ini rahasia kita" bisik Sungmin tepat di telinga kanan Kyuhyun dan membuat bulu roma pria itu bergidik ,ia menelan salivanya kasar jarak wajahnya sangat dekat dengan Sungmin hingga,"kau sudah bangun Min-a?" suara pekikan leeteuk membuyarkan Kyuhyun.
"omma" ucap Sungmin senang dan berlari memeluk ibunya.
Untuk kesekiankalinya Kyuhyun terpekur hebat sekali acting Sungminnya ini tunggu barusan Sungmin bilang jika ini adalah rahasia kita, dirinya dan Sungmin punya rahasia. Aigoo! Bagai tersengat listrik jutaan kupu-kupu menari diperutnya, rahasia mereka saling berbagi rahasia,omo!Kyuhyun sangat senang sekarang persetan dengan kenyataan apa yang membuat Sungmin sampai harus berpura-pura idiot, bodo amat, yang penting Sungminnya masih menganggapnya,,,"cinta memang buta" monolog Kyuhyun senang.
"Kyuhyun " panggil Leeteuk saat melihat pria itu tengah tersenyum sendiri.
"Yak!siapa yang mengijinkan hewan masuk ke sini" pekik sang perawat saat melihat anjing kecil itu tengah meringkuk di bawah meja,"bawa keluar ini bisa menganggu pasien" perintahnya galak.
Kyuhyun bersungut karena fantasinya terganggu oleh pekikan itu, "mianhae aku akan membawanya keluar, mianhae" ucap kyuhyun memaksakan senyumnya.
"minhae Minnie-a oppa membawamu keluar sekarang, tapi tenang saja besok kita bertemu lagi dengan Sungmin nde setelah ia pulang" ucap Kyuhyun manja pada anjing kecilnya,"eh bukankah dia "
"Hyung!Siwon hyung" panggil Kyuhyun pada seorang dokter yang berjalan beriringan dengan kangin,"eh , ajhusi" panggil Kyuhyun lagi saat ia menghampiri mereka.
"kau kenal dengan bocah ini tuan lee" Tanya dokter Choi,
"nde, Kyuhyun yang selama ini menemani Sungmin saat ia dan ibunya dirawat sebulan yang lalu" ucap Kangin," kau hyung?"
"oh, kakaknya seorang perawat disini jadi ia sering kesini" jelasnya kemudian,
"kau membawa anjing Kyu?" Tanya Siwon lagi, "nde tapi perawat itu mengusir kami, ah Sungmin sudah bangun dia sedang bersama ajhuma kalau begitu aku pulang dulu , hyung" ucap Kyuhyun membungkuk pada dua orang itu beranjak pergi.
.
.
.
Yesung berjalan pelan memasuki lorong apartementnya menekan digit angka password pintu rumahnya dan gelap. Keadaan gelap menyambutnya seketika ia sadar akan Ryeowook, ia terpekik dan "saengil cukha hamnida, saengil cukha hamnida,saranghaneun uri Ryeowook saengil cukha hamnida" tiba-tiba Ryeowook datang membawa kue tart yang diterangi lilin, menyanyikan lagu ulang tahun untuk dirinya sendiri dan tersenyum lebar pada yesung yang masih kaget.
Yesung kemudian tersenyum dan mencari saklar lampu meniup lilin itu untuk Ryeowook dan mengecup kening wanita itu. Bagaimana ia bisa lupa ulang tahunnya, "maaf aku tidak sempat beli kado" ucap Yesung . Ryeowook menggeleng dan bilang jika ia sudah mendapat kado terindah dari yesung.
wanita penyuka jerapah itu lalu mengambil tangan yesung dan meletakkannya di perutnya yang masih datar,"enam minggu" ucap Ryeowook bangga.
Sadar akan situasi ini Yesung terpekik dan langsung memeluk Ryeowook erat hingga ia hampir kehabisan nafas terlampau senang tampaknya.
"gomawo" ucap yesung dan langsung dihadiahi kecupan beruntun Ryeowook," setelah ini selesai kita kembali ke Jepang dan menikah disana hm" ucap Yesung .
Ryeowook menggeleng, "setelah anak kita lahir saja" ucapnya "hah?kenapa?"
"aku tidak mau kelihatan jelek saat pakai gaun pengantin, jadi tunggu sampai ia lahir saja yah oppa" aegyo Ryeowook ,"dasar kau ini, arasseo terserah apa kata omma saja" ucap yesung dan memeluknya lagi.
"kau serius?" ucap Ryeowook tidak percaya saat yesung menceritakan apa yang dilihatnya hari ini. Ryeowook sudah bersiap akan marah tapi ia kemudian sadar Ia tidak boleh terlalu emosi ini akan berdampak buruk pada anaknya.
"lalu oppa "
"ani" bantah Yesung akan fikiran macam-macam Ryeowook,"kau tahu aku ini jahat sekali" ucap yesung lagi ,"bagaimana mungkin aku meninggalkanmu dan calon anak kita jadi jangan berfikir yang macam-macam araseeo" ucapnya lagi dan membenarkan letak selimut Ryeowook,"oppa kita harus menyelesaikan ini secepatnya, aku ingin anak ini aman"pintanya dan diangguki yesung.
.
.
.
Sungmin berdiri diatap gedung rumah sakit menatap keindahan lembayung senja hari ini, sudah dua tahun berlalu tapi ia belum bisa melepas perasaanya pada Yesung. Masih ada sedikit ruang dihatinya yang terisi Yesung.
"appa, sampai kapan harus begini" Tanya Sungmin pada Kangin yang sejak tadi disampingnya,"mollayo" jawab kangin sekenanya bermaksud menggoda sang puteri, "aisshhh,,, appa kau tidak kasihan pada omma apa?mereka mengira jika Lee Sungmin benar-benar idiot, kau bahkan tega mengurungku dalam kamar,appa pikir tidak bosan apa?" keluh Sungmin
"tapi kau terlihat antusias sekali , kau bahkan sering mengerjai appa" kekeh kangin,"tunggulah sebentar lagi jika appa sudah membuatmu aman" ucap kangin.
"appa tadi aku lihat yesung oppa sepertinya dia ikut mengawasiku,benar juga ikatan benang merah kami belum putus" ucap Sungmin ngawur menyatukan kedua telapak tangannya dan terdengar suara tepukan yang cukup keras.
Kangin geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya itu ,"lihatlah anak ini, sepertinya syarafmu beneran rusak apa dokter choi salah ya?" ucap kangin lagi dan meninggalkan Sungmin sendirian,"jangan lama-lama diluar udranya dingin" ucap Kangin lalu benar-benar pergi.
"Cho Kyuhyun,kenapa ada orang yang begitu naïf " ucap Sungmin.
.
.
.
.
Tbc.
Yang berminat silahkan Review^^ dan terimakasih sudah membaca^^.
Sign
Hyejinpark
.
