.

.

"Kim Yesung kita akhiri saja semuanya. Kau tahu ini takkan berlangsung lama sejak awal aku tahu ini takkan berlangsung lama." Ucap Sungmin tiba-tiba membuat Yesung terkejut. "aku sudah dengar semuanya, gadis itu maksudku Kim Ryeowook kau harus menjaganya, kita berpisah saja dengan begitu semuanya akan aman…." Lee Sungmin

.

_eclipse of memory_

Written by hye jin park 2014©

Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.

Warning : Gs|OOC|KyuMin|Typo|family_tragedy-hurt|Gaje|Bad dict| Don't like don't read|

Don't bash if you dont like this fanfiction, but you can leave a review or comment

Cast's: all coup

Genre : romance tragedy

Leght : chaptered

Rate : T

Happy Reading

.

.

Musim gugur dua tahun lalu,

Audy hitam itu tampak melaju dengan kecepatan tinggi sesekali mobil itu menukik tajam menyalip deretan mobil-mobil lain didepannya. Dua orang yang didalam tampak biasa saja si wanita tidak memprotes akan laju cepat mobil yang dikemudikan oleh si tanpa ada percakapan yang berarti, hanya terdengar deru mesin mobil yang sedang melaju. Sungmin masih menatap lurus jalanan didepannya dan Yesung tampak santai mengendalikan kecepatan mobil itu.

'dor'

Bunyi tembakan terdengar mendengung di telinga Sungmin ,mobil yang dibelakang mereka berhasil menyusul dan menyalip mobil-mobil didepannya. Tapi tidak ada tanda-tanda kepanikan diantara keduanya. Yesung berdehem saat ia akan menancap gas menambah kecepatan, "kau masih marah?" tanya yesung memulai percakapan dengan itu masih diam seraya mengerucutkan bibirnya sesekali ia berpegangan saat mobil yang mereka tumpangi kembali menyalip dan menukik, "ani!" jawab Sungmin tegas.

"kami tidak ada hubungan apa-apa,sungguh" ucap yesung dan kemudian menatap Sungmin dalam. Jujur saja ia sangat mencintai Sungmin ia tidak mau hal-hal buruk terjadi padanya.

Tanpa Yesung sadari gadis itu kini tengah mendekatkan posisinya sontak hal tersebut membuat konsentrasi menyetirnya terganggu mobil mereka oleng hampir saja menabrak pembatas jalan. Untung saja Yesung tanggap sehingga hal tersebut bisa dihindari. Sungmin terkikik melihat ekspresi serius Yesung saat ini. Ia jarang sekali melihatnya seserius ini. "yeobo!"panggil Sungmin dengan muka memerah malu ,"ck, tidak sadar kondisi!" balas Yesung tersenyum simpul.

"yeobo,yeobo,yeobo…" ucap Sungmin berkali-kali hingga membuat pria itu jengah, "nde,nde,nde…." Jawabnya. Suasanapun kembali mencair seperti sedia kala meskipun dalam kondisi genting seperti ini mereka berdua masih dapat tersenyum riang. Obrolan-obrolan kecil juga turut mewarnai aksi kejar-kejaran dua mobil itu, memang tidak sadar kondisi sepertinya.

Yesung menceritakan dari awal pertemuannya dengan Ryeowook, saat gadis itu menceritakan tentang kejadian yang menimpa keluarganya. Sungmin bertanya seberapa banyak yang Yesung tahu tentang keluarganya dan Ryeowook, "semuanya aku sudah tahu semuanya" ucap Yesung dengan raut serius mengemudi.

.

.

.

Ryeowook melenguh pelan ia merasakan pusing dikepalanya, kejadian yang terakhir ia ingat saat kepalanya seperti dihantam sesuatu lalu semuanya tiba-tiba gelap dan "oppa!" pekik nya teringat akan Yesung.

Shindong pria bertubuh gempal yang membawanya kemari datang membawakan segelas air dan makanan, sudah dua jam Ryeowook pingsan ia bersukur akhirnya gadis itu sadar juga. Kemudian Shindong menyuruh gadis itu untuk minum karena haus Ryeowookpun tidak menolak ia tahu dan kenal dengan Shindong mereka pernah bertemu satu kali Yesung sendiri yang mengenalkan mereka.

Ryeowook yang merasa cemas memborong sejuta pertanyaan pada Shindong namun ia hanya mendapat jawaban kosong ,kosong karena Shindong sebenarnya tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi. Ia hanya menjelaskan jika dia disuruh Yesung untuk membawa gadis bermanik caramel itu juga bilang tidak usah cemas semuanya pasti akan baik- baik saja, yah paling tidak itu yang menjadi doa Ryeowook.

.

.

.

Saat ini mereka tengah menepi di jalanan yang terbilang sepi. Mobil yang mengejar mereka pun tidak Nampak atau mungkin belum Nampak? Molla, berdoa saja agar tidak Nampak begitulah isi fikiran Yesung sekarang. Ia ingin meluruskan semuanya sekarang mengatakan kebenaran pada Sungmin.

Menceritakan tentang awal pertemuanya dengan Ryeowook hingga gadis itu tinggal dirumahnya, namun ada satu yang tidak bisa diterima Sungmin, tunangannya itu sudah merahasiakannya selama tiga tahun tidak habis fikir, monolog Sungmin namun gadis itu masih dapat mengendalikan emosinya sampai Yesung mengecup bibir Sungmin tiba-tiba, membuat gadis itu terkejut senang. Yesung sungguh tahu celah mengendalikan moodnya.

"Kim Yesung kita akhiri saja semuanya. Kau tahu ini takkan berlangsung lama sejak awal aku tahu ini takkan berlangsung lama." Ucap Sungmin tiba-tiba membuat Yesung terkejut. "aku sudah dengar semuanya, gadis itu maksudku Kim Ryeowook kau harus menjaganya, kita berpisah saja dengan begitu semuanya akan aman " lanjut Sungmin lagi.

"Hei! Lee Sungmin" pekik Yesung namun,

'dor'

Percikapan api dan timah panas kembali terdengar,Yesung kembali menancap gas dan melajukan mobilnya namun naas ia kurang memperhatikan celah jalan, audy hitam itu terguling hingga menabrak pebatas jalan, Sungmin yang tidak memakai sabuk pengaman dengan baik terpental ke luar namun ia masih bisa mengendalikan kesadarannya, sedangkan yesung, pria penyuka kura-kura itu terjepit badan mobil dengan darah yang mengalir deras di dahi dan bagian tubuhnya yang lain.

Sungmin perlahan bangkit ia berjalan terseok kearah mobil yang mau meledak itu. Dengan sedikit tenaga yang tersisa dan jarak hanya kurang dari semeter tiba-tiba saja ia merasakan dentuman peluru melintasi pendengarannya dekat sekali, dan semuanya gelap, Sungmin limbung dengan darah yang mengalir dipelipisnya.

Dua orang itu kini tengah di dorong cepat menuju ruang operasi, keadannya benar-benar gawat. Kangin tanpa lelah memanggil-manggil nama puterinya itu. Dua orang itu dibaringkan dalam ruangan yang hanya dibatasi oleh sket tipis.

"AF! AFF! RJP SEGERA! SIAPKAN MESIN DEFIB!"

"VT!VT! DEFIB 120 JOULE!"

"SEMUA CLEAR!"

"TAK ADA RESPON!"

"RJP! AMIODARON!"

"TAK ADA RESPON, DOK!"

"DEFIB 360 JOULE!"

"ASISTOL!"

"ADRENALIN!"

"TAK ADA RESPON!"

"LAKUKAN SEKALI LAGI!"

"dokter mereka kembali"

.

End flashback

.

Sungmin duduk di kafertaria rumah sakit, sesekali gadis itu menyesap kopinya. Sudah lama sekali ia tidak duduk dan menikmati kopinya seperti ini. Manik rubahnya menatap gembira para perawat yang mengajak pasien anak-anak untuk bermain taman rumah sakit dari kaca jendela.

"sudah lama sekali" panggil Yesung tiba-tiba mengejutkannya dan duduk berhadapan.

Untung saja Sungmin bisa mengendalikan dirinya jadi gadis itu bisa dapat lebih tenang meskipun jantungnya sejak tadi tidak berhenti berdegup kencang. Sungmin tersenyum dan menawarkan kopi, langsung saja pria dengan mata segaris itu meneguk kopi miliknya tidak bersisa.

"tsk" Sungmin mendeci lirih saat membalik cangkirnya, kopinya tidak bersisa." Sehaus itukah?" tanyanya lagi dan Yesung menggeleng,"ani, bibirmu masih terasa manis" ucap Yesung dan langsung mendapat pukulan dilengannya, "Hei!" teriak Sungmin maju melancarkan aksinya memukul lengan Yesung.

Suasana kembali tenang sekarang. Diantara mereka berdua tidak ada yang memulai percakapan lagi. Hingga wanita mungil itu datang menghampiri mereka dan menambah suasana hening yang mungkin tak berujung.

"kami akan segera menjadi orangtua" ucap Ryeowook tiba-tiba ditengah keheningan itu.

Sungmin mendongak memandang Ryeowook yang masih beta berdiri sejak tadi, melihat wanita itu mengelus perutnya yang masih terlihat datar. Sungmin tertegun maniknya mendadak sayu ,dan liahnya kelu namun ia masih tetap berusaha tenang. Sedangkan Yesung ia hanya bisa diam dan kikuk.

"jeongmal? Cukha,cukha" ucap Sungmin lagi kemudian meninggalkan mereka berdua untuk bicara,"oppa kita sambung lain kali, aku pergi. Ryeowook-ssi semoga kalian selalu sehat" .

Sungmin berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan langkah pelan. Kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku baju pasiennya, rambutnya yang panjang ia biarkan tergerai begitu saja. Ia tersenyum kecut, seraya mengerucutkan bibirnya imut. "tsk" mendecih lagi dan tersenyum lagi.

Berhenti di depan pintu kamarnya ia kembali mengurungkan niatnya untuk membuka knop pintu itu. iaa putuskan untuk berbalik dan Kyuhyun tiba-tiba sudah ada di dihadapannya saat ia berbalik.

Kyuhyun tersenyum begitu tulus dan melebarkan lengannya menawarkan pelukan untuk Sungmin.

"tsk" ia mendecih lagi namun langsung menerima rentangan tangan itu membawa mereka dalam pelukan yang menenangkan. Cukup lama berpelukan didepan pintu kamarnya, Sungmin memutuskan untuk masuk namun kondisi mereka masih saling berpelukan, mereka menjatuhkan diri di ranjang pasien Sungmin.

"Minimin, gwanchana masih ada aku disini" bisik Kyuhyun mengecup kening gadis itu. Ia berkata lagi jika ia sudah mendengar semuanya dari Kangin, karena selama ini Kyuhyunlah yang ditugaskan untuk menjaganya.

Sungmin terkejut saat Kyuhyun mengatakan yang sebenarnya jika selama ini Kyuhyun adalah orang suruhan ayahnya,dan ia juga yang bertugas mencari bukti dan tersangka dalam kasus yang dihadapi ayahnya.

"Napeun nom!" pekik Sungmin dan mencubit keras pinggangnya hingga pria itu berjengit sakit. "sejak kapan?Hei!kenapa kalian membuatku terlihat begitu bodoh sih, aku kira Cuma aku yang membohongi kalian tapi ternyata aku yang dibohongi! Jinjja?" Sungmin bangkit dan mengacak rambutnya. Kyuhyun yang masih berbaring hanya bisa terkekeh melihat tingkahnya.

"jangan tertawa!" pekik Sungmin lagi namun ,"Kubilang berhenti tertawa Cho Kyuhyun!"

Dan 'cup' lengkingan sungmin itu teredam oleh ciuman dibibirnya, nafas Kyuhyun terasa berat dan panas di wajah Sungmin yang merona, "sudah lama aku ingin membungkam si cerewet ini" desah Kyuhun dan kembali mengecup lagi bibir orang itu larut dalam kegiatan mereka. Saling bertaut dan tidak ada yang mau mengalah.

"dua tahun yang lalu saat kejadian itu terjadi. Aku yang ditugaskan ayahmu untuk membututimu, namun aku tidak berhasil membawa Yesung turut serta bersama kita, ia dilarikan kerumah sakit yang berbeda"

"kenapa tidak muncul dari dulu?kenapa baru-baru ini?" tanya Sungmin lagi. Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya ia berbisik lagi ," kau tahu Minimin bukan hanya kau tertembak tapi juga aku, peluru itu mengenai ku dulu sebelumnya"

Dan berarti yang berada bersamanya diruang UGD waktu itu bukan Yesung melainkan Kyuhyun…

'deg'

Sungmin terpekur menyadari jika Kyuhyunlah yang menjadi tameng untuknya saat peristiwa itu terjadi,pantas saja temabakan itu tidak sampai benar-benar mengenai kepalanya waktu itu, "aku koma selama berbulan-bulan dan saat aku sadar ayahmu sudah membuat scenario ini ,baru beberapa bulan ini aku kembali ke Korea setelah menyelesaikan semua urusan, kau hanya tinggal duduk diam saja dan menunggu" putus Kyuhyun membalik Sungmin agar menghadapnya dan mencium bibirnya lagi.

Jadi selama ini ayahnyalah dan Kyuhyun yang bergerak secara diam-diam tanpa sepengetahuannya, Sungmin merasa jika ia benar-benar dibodohi sesuai dengan perannya selama ini. Ia terpejam menikmati setiap jengkal kelembutan yang diberikan Kyuhyun untuknya, ia baru sadar akan sesuatu jika selama ini orang yang ia lihat ditengah gerimis itu dia, Cho Kyuhyun. Pria yang menawarkannya payung ditengah gerimis dalam hujan waktu itu. Sungmin menangis meneteskan airmatanya,menyadari seseorang itu begitu dekat dengannya selama ini, ia meraih tengkuk Kyuhyun untuk semakin dekat dengannya, memukul kecil dada pria itu dan bersandar dalam dadanya yang hangat.

"saranghae Minimin"

.

.

.

Tbc

.

.

.

Yang berminat silahkan REVIEW ^^ dan terimakasih sudah membaca^^.

Mian for typo.

.sign.

.hyejinpark.

.