.
.
.
Musim semi 2015,
Mendung datang membawa tetes-tetes air hujan yang jatuh kebumi. Udara lembab nan dingin tidak membuat langkah kaki gadis itu terhenti. Lee Sungmin tertawa dengan riang saat merasakan basahnya air hujan dan asiknya bermain genangan air yang becek. Bagaikan menyatu dengan hujan dalam mata Sungmin nampak sebuah linangan pelangi dari retina manik rubah yang henti menyiarkan kebahagiaan itu. Bukan hujan yang deras namun hanya tinggal rintik gerimis yang membawa gadis itu kembali melemparkan payung putih transparannya. Mengajak pria yang sejak tadi hanya memandangnya geli, mereka berputar-putar dalam tengah gerimis siang itu. Sungmin hampir saja limbung jika saja Kyuhyun tidak tanggap menangkapnya.
Bibir berbentuk-M itu mengembangkan senyumnya yang termanis, pipi putih dan tembam itu memancarkan rona merah muda yang syarat akan sebuah rasa bahagia. Kyuhyun tertegun dibuatnya. Tanpa sadar tangannya menarik wajah kelinci putihnya, Sungmin tersipu malu dibuatnya. Wajah Kyuhyun semakin dekat ,nafasnya semakin terasa saat menerpa halus wajah Sungmin, hingga sebuah sentilan mendarat mulus di dahinya. Sungmin membesut mengelus dahinya yang hanya terasa geli,
"berhenti bermain-main!kau sudah sangat basah" ucap Kyuhyun sambil melepas mantelnya dan memakaikannya ke Sungmin.
"sebentar lagi, aku sangat jarang melakukan ini. Setelah pelangi muncul aku janji kita pulang." Kekeh Sungmin. Tidak sanggup menolak aegyo yang dibuat Sungmin kini giliran Kyuhyun yang membesut, mengeluh mengaku selalu kalah saat gadis itu meminta. "baiklah kau menang" putus Kyuhyun.
"Yeay! Saranghae Cho Kyuhyun!" pekik Sungmin mengecup pipi Kyuhyun dan langsung berlari. Kyuhyun terdiam sempat shock tentang apa yang barusan diterimanya, ia mengelus lembut bekas ciuman itu dan tersipu malu, bahkan rona wajahnya dapat terlihat dari wajah pucatnya.
"Hei!Minimin, awas jangan berlari seperti itu!Cho Sungmin!" pekik Kyuhyun mengejar Sungmin yang sudah menari-nari dibawah gerimis…
.
.
_eclipse of memory_
Written by hye jin park 2014©
Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.
Warning : Gs|OOC|KyuMin|Typo|family_tragedy-hurt|Gaje|Bad dict| Don't like don't read|
Don't bash if you dont like this fanfiction, but you can leave a review or comment
Cast's: all coup
Genre : romance tragedy
Leght : chaptered
Rate : T
Happy Reading
.
.
.
Seol International Hospital 2014,
"saranghae Lee Sungmin…"
Kedua orang itu masih dalam posisi menyamping dan saling memeluk, hening masih terasa hanya deru nafas halus yang terdengar samar. Sungmin hanya diam dan menikmati kehangatan dari pelukan Kyuhyun. Gadis itu bahkan memegang tangan Kyuhyun erat seakan takut jika pegangan itu hilang.
Setelah sekian lama kenapa baru sekarang ia menyadarinya, jika sosok yang selama ini berperan sebagai malaikat pelindungnya berada dekat dengannya, takdirnya memang terkesan rumit bahkan hidupnya selama beberapa tahun ini penuh dengan drama bagaikan panggung sandiwara tetapi tidak untuk cintanya, jodohnya tidak serumit terkekeh saat mengingat-ngingat wajah seseorang itu, seorang kakak yang menawarkannya payung ditengah hujan, seorang kakak yang mengantarkan pulang ke rumah, dan seseorang yang menyelamatkannya dari kematian.
"kenapa tertawa?" tanya Kyuhyun mengakhiri keheningan itu, Sungmin menggeleng dan berbalik kini posisi mereka saling berhadapan. Ia menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan, jika kyuhyun adalah orang sama selama ini itu berarti dia lebih tua darinya, "Kyu, berapa umurmu?" sontak pertanyaan Sungmin membuatnya mengerinyit heran, "kenapa?" balas tanya Kyuhyun, Sungmin menggeleng dan mempoutkan bibirnya,"ani,hanya mau tanya saja ".
"jika aku beritahu kau harus panggil aku oppa arrasso!" tawar Kyuhyun, Sungmin berfikir menimang-nimang kemudian dia menggeleng, lebih baik memanggilkannya Kyu saja kerena lebih nyaman jika begitu benaknya, "tidak usah aku lebih senang memanggilmu Kyuhyun, lagi pula akau tidak mau lagi memanggil orang lain oppa selain Donghae oppa" putus Sungmin.
"Hei!mana bisa begitu, mantan tunanganmu saja masih kau panggil oppa!" sungut Kyuhyun kesal, "tsk kalau yang itu lain urusannya" balas Sungmin. Kyuhyun semakin kesal melihat ekspresi datar Sungmin, gemas ia langsung melesakkan kepalanya ke leher gadis itu, ia menghembuskan nafas disana membuat Sungmin menggelinjang geli, Kyuhyun berbisik tepat ditelinga gadis itu,"lagi pula siapa yang orang lain ehm?" ucapnya.
Sungmin menggeliat minta dilepaskan dari kungkungan itu, Kyuhyun makin gencar mengeratkan pelukannya dan memaksa Sungmin untuk memanggilnya 'oppa', hingga pintu itu terbuka dan menampakan Kangin dengan raut terkejutnya akan apa yang dilihatnya saat ini. Sontak Kyuhyun sigap bangun dan berdiri meninggalkan Sungmin yang masih mengira jika Kyuhyun mengerjainya karena gadis itu masuk ke dalam selimut.
"ssttt" Kangin membuat isyarat diam , tentu saja Kyuhyun langsung mengangguk kikuk. Perlahan pria besar itu menyibak selimut Sungmin dan langsung menampilakan raut terkejut dan merona Sungmin.
"appa!" rengek Sungmin tidak nampak raut takut atau tegang yang diperlihatkan oleh Kyuhyun. Ayahnya itu hanya mendecih dan kembali menutup wajah putrinya itu dengan selimut sebelum pria itu pergi, ia bilang jika Sungmin harus bersiap-siap karena hari ini ia diperbolehkan pulang.
"Mwo!" kaget Sungmin,"biasanya seminggu ini bahkan belum tiga hari " tambahnya lagi. Kangin yang mau membuka pintu kemudian berbalik lagi dan tersenyum penuh arti,"kau sudah ketahuan cepat siap –siap! Omma menunggu dirumah" jawab kangin dan pergi.
"tsk padahal aku belum selesai bicara dengan Yesung oppa" sungut Sungmin yang kini sudah duduk di tepi ranjang.
Kyuhyun hanya menghela nafas lega melihat kepergian Kangin, yah biar bagaimana pun juga ia masih atasannya kan, dan ayah dari gadis yang disukainya ini. Kyuhyun menengok ke arah Sungmin yang sudah memakai sandalnya dan merapihkan rambutnya, seakan tahu pertanyaan Kyuhyun gadis itu langsung menjawab" menemui yesung oppa" ucapnya santai melenggang pergi meninggalkan Kyuhyun yang membeo.
'kriett' saat siluet Sungmin yang sudah menghilang dari pintu yang terbuka baru Kyuhyun sadar untuk menyusul gadis itu, "Hei! Lee Sungmin! Sudah kubilang berhenti memanggilnya oppa!"
.
.
.
Kangin mengakhiri panggilannya, itu dari Donghae yang mengabarkan jika acara pulangnya tertunda karena badai, tiga sampai empat hari lagi ia akan menunggu badai reda.
"maaf membuatmu menunggu lama" ucap Kangin pada seorang pria yang sejak tadi menunggunya di sana, Kim Yesung.
Dua orang beda generasi itu saling memasang ekspresi tegang. Bahkan tangan Yesung berkeringat dingin sejak tadi, Kangin berdehem menyeruput kopinya sedikit. "bagaimana keadaanmu,kudengar selama beberapa tahun terakhir kau mengalami kebutaan" mulainya membuka percakapan,Yesung seketika menegakkan posisi duduknya ia menunduk dan menjawab sopan pertanyaan mantan calon mertuanya itu.
"kudengar lagi jika kau telah berhubungan dengan puteri Kim Yunho bahkan sebelum kau dan Sungmin bertunangan" lanjut Kangin lagi, "hebat kau Kim Yesung bisa menyembunyikan puteri sahabatku itu sekian lama" sambungnya lagi dan kali ini dengan senyum penuh arti.
"nde, aku akan jelaskan semuanya, kami bertemu tidak sengaja. Saat ia mencoba bunuh diri di tepi sungai han, aku yang tidak sengaja lewat dan menyelamatkannya" jawab Yesung, "dan menahannya selama ini" lanjut Kangin.
"ajhusi bukan maksudku aku hanya"
"aku mengerti, kau tidak udah jelaskan lagi yang terpenting masalah utamanya sudah ku bereskan. Kau tidak perlu berkata apa-apa lagi, dan selamat kau akan jadi ayah sebentar lagi" sontak ucapan Kangin barusan membuat hati yesung sedikit tidak enak, biar bagaimana pun pria itu pernah akan menjadi ayah mertuanya, ia sangat tidak enak padahal tujuannya bertemu adalah ingin meluruskan semua kesalah pahaman selama ini, namun tampaknya pria itu sudah mengetahuinya lebih dulu, salahkan Yesung yang hanya mencoba bersikap baik selama ini. Ia hanya tidak mau menyakiti Ryeowook mengingat trauma yang diterima gadis itu terlampau parah hingga kebenaran apapun ditepis olehnya karena ia hanya menganggap satu-satunya kebenaran adalah hal yang dilihat dengan mata kepalanya sendiri.
"kembalilah ke Jepang dan jangan menampakkan diri lagi dihadapan Sungmin, anak itu sudah jauh lebih baik sekarang" ucap kangin dan pergi meninggalkannya tanpa sempat Yesung membungkuk memberi salam.
' .drt'
"yeoboseyo? Nde sebentar lagi oppa pulang. Araseo yogurt rasa pisang dan biscuit coklat nde akan oppa belikan hati-hatilah dirumah"
'flip' Yesung mengakhiri panggilannya dan memilih untuk cepat pulang karena Ryeowook sudah menunggunya di rumah.
.
.
.
Sungmin berdiri meneguk ludah di depan pintu apartement Yesung, telunjuk gadis itu maju mundur ragu untuk menekan bel. Hari sudah semakin sore dan ia masih berdiri disana terlebih ia masih mengenakan pakaian dan sandal rumah sakit padahal cuaca cukup dingin.
'glek'
Salivanya kembali tertelan saat menyadari Yesung berdiri maju kearahnya dengan membawa kantung belanjaan. Mereka berdua mencoba bersikap tenang. Yesung meletakkan kantung belanjaanya di depan pintu dan menggandeng tangan Sungmin untuk ikut keluar bersamanya ke suatu tempat. Sungmin hanya bisa nurut saat tangannya dituntun oleh Yesung.
"kenapa hanya pakai sweater yang tipis eoh?" Yesung membuka jaketnya dan memakaikannya ke Sungmin, gadis itu diam dan menerima saja. "igeo, kenapa tidak memberiku juga tadi" cicit Sungmin,
"uh,apa?" Yesung tidak mengerti, Sungmin mendecih dan cemberut, "yogurt aku bisa mencium baunya tadi di kantung belanjaan oppa" jawab Sungmin . "kau mau itu ,ara akan ku belikan" namun Sungmin mencegahnya "oppa lupa akukan tidak suka pisang, aku maunya stroberi. Lagian itu pasti untuk Ryeowook, yasudah lah biar aku beli sendiri saja nanti. Sekarang temani aku dulu ada hal yang mau kubicarakan!" putus Sungmin yang tidak bisa dibantah olehnya. Karena biar bagaimana pun sesungguhnya dalam hati kecilnya pria itu masih menyimpan ruang untuk rasa sukanya pada Sungmin.
"mengenai kata-kataku yang waktu itu… ternyata oppa benar-benar melakukannya ya?" ucap Sungmin tersenyum. Angin dingin tiba-tiba berhembus membuat Yesung reflek membenarkan letak jaketnya ditubuh Sungmin,mengeratkannya sampai batas leher.
Sungmin menghela nafasnya panjang, ia menatap kakinya yang sejak tadi ia mainkan, suasana mendadak canggung seketika. Hingga kembali lagi gadis itu membuka suara, "biar bagaimanapun waktu itu aku yang meminta oppa untuk menjaga Ryeowook jadi sekarang aku minta agar oppa tetap menjaganya, appa sudah menceritakan semuanya padaku jadi oppa tenang saja tidak usah berfikir yang macam-macam. Kembalilah ke Jepang dan jangan kesini lagi, Ryeowook akan aman disana" jelas Sungmin namun saat akan berdiri gadis itu sempat menghentikan langkahnya kembali menatap Yesung yang tersudut, gadis itu membungkuk di depan Yesung dan tersenyum, "kita bertemu baik-baik dan berpisah juga harus dengan baik, oppa anyeong!" ucap Sungmin dan Yesung melebarkan matanya saat merasakan lembutnya bibir Sungmin yang mendarat di keningnya.
"jadilah appa yang baik arachi! Pai-pai!" Sungmin berlari seraya melambaikan tangannya pada yesung masih betah terpaku.
Yesung berjalan dengan langkah lesu namun seketika lesunya hilang saat melihat Ryeowook yang celingukan mencarinya sambil membawa kantung belanjaan itu, "oppa dari mana saja?","ano… tadi mobilnya menghalangi orang parkir jadinya kebawah lagi, disini dingin cepat masuk", tapi, bukannya tadi oppa pakai jaket?" tanya Ryeowook bingung, "eh, ano.. tadi ketinggalan saat aku melepasnya di toilet supermarket, ppali udara semakin dingin"putus Yesung membawa Ryeowook masuk…
"kau melakukannya dengan baik Lee Sungmin" ujar Sungmin melangkah riang dengan masih mengenakan jaket milik Yesung. Tidak ia pedulikan tatapan orang –orang yang menganggapnya stress atau pasien yang kabur dari rumah sakit jiwa.
"wufuuuu! Yeay Lee Sungmin JJANG!" pekik Sungmin bangga namun sebenarnya gadis itu kini tengah melepas beban dihatinya.
"SUNGMIN JJAAAAAANG!" pekiknya lagi ditengah keramaian kota.
.
.
.
Musim semi 2015,
"Hei!Minimin, awas jangan berlari seperti itu, Berbahaya!Cho Sungmin!"
Kyuhyun berlari mengejar Sungmin yang sedang asyik menari-nari ditengah hujan. Pria itu berhasil menangkap kelinci nakal yang kabur itu dalam satu rengkuhan, "kena kau!" pekik Kyuhyun dan mengangkat gadis itu ke dalam gendongan ala pengantinnya membawa wanita yang enam bulan lalu itu sah menyandang marga Cho miliknya.
Sungmin terpekik senang saat bias-bias cahaya berpendar dalam tetes-tetes embun dari bajunya yang basah menyiprat ke arahnya. Sungmin berpegangan pada leher Kyuhyun menyisir rambut basah pria itu dan menempelkan dahi mereka, "turun" pinta Sungmin dengan pandangan mata yang dibuat-buat tegas.
Kyuhyun menggeleng, dan semakin mengencangkan gendongannya membawa mereka kembali ke mobil, namun Sungmin menggeleng dan memberontak di gendongan Kyuhyun, membuat pria itu kewalahan dan akhirnya menurunkannya, "shirio ajhusi!" ucap Sungmin manja, Kyuhyun melotot saat mendengar istrinya itu menyebutnya paman,Sungmin mengerling nakal dan memeletkan lidahnya,"kenapa?" tantang Sungmin dengan wajah imut, "Hei!awas kau ya kelinci gendut!" pekik Kyuhyun mengejar Sungmin yang sudah lari sejak tadi.
"hahahahaha,gumanhae geli, hahahahha geli, ajhusiiii!"
"panggil dulu yang benar!" ucap Kyuhyun tetap menggelitiknya, "shirio, ajhusi,ajhusi,ajhusi" kekeh Sungmin hingga manik rubahnya menangkap apa yang sejak tadi ingin dilihat oleh gadis itu, pelangi…"
"pelanginya sudah muncul appa!" ucap Sungmin lembut dengan tatapan terus mengarah pada maha karya Tuhan itu, Kyuhyunpun berhenti menggelitiktikinya memeluk Sungmin erat dari belakang, tangannya mengusap lembut perut Sungmin, ia pun menyandarkan kepalanya di bahu Sungmin, "aegya sudah melihat pelangikan sekarang pulang hem,aku tidak kalian sakit karena main hujan terlalu lama " bujuk Kyuhyun yang cemas karena tubuh Sungmin mulai dingin, "sebentar lagi nde!uri baby ingin melihatnya lebih lama" pinta Sungmin dan hanya dibalas anggukan Kyuhyun yang terus memeluknya dari belakang.
.
.
.
Epilog
.
.
Leeteuk, Kangin dan Donghae tampak mondar-mandir di luar ruang UGD. Sejak tadi tidak hentinya Kangin berdoa berharap keselamatan untuk puterinya yang tengah berjuang antara hidup dan mati didalam.
"kenapa belum juga lahir!Ia bahkan tidak tahu jika akan melahirkan aigoo!gadis itu" geleng Donghae tidak percaya dengan kemampuan adiknya didalam, leeteuk hanya diam celingukan di sekitar koridor menunggu menantunya datang. Sebab Kyuhyun tengah bertugas diluar kota dan sedang dalam perjalanan ke sana.
Kangin sudah pucat sejak tadi harap – harap cemas apalagi setelah pintu terbuka menampakan seorang wanita dengan masker, penutup kepala dan pakian sterilnya menanyakan keberadaan Kyuhyun,"pasien menanyakan suaminya" ucap dokter itu,
"suaminya, ah itu!" seru Leeteuk saat melihat Kyuhyun dengan tampilan berantakan berlari menghampiri mereka, "hosh,hosh, hosh, aku suaminya dokter!" ucap Kyuhyun terengah-engah dan langsung masuk kedalam dan langsung disambut oleh lengingan tenor Sungmin.
"engghhh, hah,hah, Hei!Cho Kyuhyun neo temune! Appo yo,hiks,ahhhhhhhgrhhh" Sungmin kepayahan bicara saat mengatur nafasnya , ini sudah empat jam ia mengalami kontraksi dan sekarang ia tengah berbaring bersiap untuk memulai persalinan pertamanya.
"chagia… Min,Minimin…" cemas Kyuhyun tidak tega melihat istrinya kesakitan, langsung saja ia meraup tangan sungmin yang memutih karena mencengkram begitu kuat bantal diatasnya, sambil mempraktekan pengaturan nafas kepala kyuhyun maju mundur karena jambakan yang terimanya dari Sungmin, bukan hanya Sungmin yang berteriak sakit tetapi juga Kyuhyun. Orang tua baru itu saling bersahutan mengatakan sakit dan memberi semangat di dalam ruang persalinan itu…
"yeobo, aku cemas sekali sekarang" ucap Leeteuk pada Kangin yang sudah mulai tenang, "aigoo !Kyuhyun sudah didalam pasti puteri kita dapat melahirkan dengan baik" ucap kangin menenangkannya, tapi masih ada raut ragu dimuka Leeteuk, "bukan Sungmin , tapi Kyuhyun. Aku hanya takut jika ia akan botak setelah ini…."cicit Leeteuk dan mendapat kekehan dari keduanya ditambah dengan Donghae.
"Kyu,sakiiiiit/Ming sakiiiit auw berhenti menjambak rambutku Ming",
"oek,oek,eok" tangis bahagia hadir melengkapi hidup pasangan Kyumin…
"yeobo, bayinya lahir!cucu kita lahir" pekik Leeteuk girang,dan mereka menunggu dengan suka cita diluar pintu.
Sungmin bersandar dengan nyaman dengan Kyuhyun yang sejak terus disampingnya,kini mereka telah sah menjadi orang tua baru untuk puteri pertama mereka. Wajah lesu Sungmin terlihat ribuan kali lipat cantik dimata Kyuhyun, mereka duduk dengan saling tersenyum pada sosok mungil nan rapuh itu yang terbungkus kain lembut berwarna pink, bibirnya mengerucut mencari-cari sumber makanannya,sesekali Kyuhyun jahil menempelkan telunjukknya di bibir mungil sang anak.
"Cho Sandeul, otte?" tanya Kyuhyun menatap Sungmin, ia sedkit berfikir dan menyambung senyumnya lagi, "cannie?" lalu keduanya terkekeh mengangguk dan mengelus surai lembut nan hitam yang cukup lebat untuk seukuran bayi yang baru lahir, "selamat datang Cannie-a" ucap keduanya bahagia.
.
.
.
End
.
.
.
Terimakasih sudah membaca dan yang berminat silahkan REVIEW ^^,
Happy and Congratulations For KYUMIN ^^…
Sign
.hyejinpark.
.
