Chapter 2

.

ooo000ooo

.

Length : Two-Shot

Main cast : Sungmin || Kyuhyun ||

Other cast : other member Super Junior ||SNSD ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves.

Genre : ||Frendship || Romance||

Warning : || GS|| Gaje || typo's || alur kecepetan ||

\(w)/~ Happy Reading ~\(^0^)9

.

ooo000ooo

.

-Sungmin POV-

Aish, menyebalkan sekali mereka. Bukankah kalian tahu jika aku ini hanya fans rahasianya, berkat kalian aku bukan lagi fans rahasianya melainkan fans seperti kebanyakan yeoja-yeoja seonbae atau hobae yang mencari perhatian darinya. Bahkan anak sekelasanpun belum ada yang tahu perihal aku menyukai Lee seonbae, bagaimana jika Sunny mengetahuinya? Apakah dia akan marah padaku?

"ayo, ini kesempatan bagus."

"ya, kalian. Kenapa tidak bilang padaku? Bagaimana jika Sunny tau?" Sunny temanku sejak kami duduk di bangku Junior High School. Sewaktu kami duduk bersama saat kami baru masuk ke sekolah ini ia selalu meceritakan Cho Seonbae padaku, sebelumnya aku tidak mengetahui jika namja yang kami suka ternyata adalah orang yang sama.

Karena alasan itu aku merahasiaannya, sebenarnya hanya Kibum yang mengetahui rahasia ini, tapi lama kelamaan Ryeowook dan Heechul mengetahuinya juga hingga saat ini, semua akan mengetahuinya. ANDWEEE!

"semua rahasia akan terbongkar cepat atau lambat." nasihat Kibum.

"Kalian... "

"Kajja Sungmin." seseorang meraih tangan kiriku untuk menyuruhku mengikutinya. Heechul? Kapan dia kembali? Bukannya ia akan menunggu disana?

"kalian ayo, bantu aku."

"Ya! Ya! Apa yang kalian lakukan, aku nggak mau..." mereka bertiga sudah berada di tempatnya masing-masing. Heechul memegang tangan kiriku, Ryeowook memegang tangan kananku, dan Kibum mendorong punggungku sambil mengalungkan kamera.

"ahh, andwe... Andwe..."

"ayo, aku udah bilang padanya. Jangan buat aku malu." ucap Heechul

"lagian aku tidak menyuruhmu."

"tapi kami tidak tega melihatmu."

"ahhh... Akukan tadi hanya bercanda."

"ini kesempatan bagus, dia bilang mau."

"lagipula kapan lagi ini bisa terjadi, Sungmin." kini beralih Ryeowook yang berkomentar.

"andwe... Aku malu." tolakku lagi pada tiga sahabatku ini.

"eh? Kalo dia nggak mau nggak apa-apa kok." ucap salah satu Seonbae yang menghampiri kami. Namja tampan yang sedang berdiri di samping yeoja itu tampak heran melihat kami berempat. Sepertinya aku mengenalnya, ah ya dia kan namja yang di sukai oleh Tiffany. Donghaeyang tampil juga saat modelling, sepertinya yeoja di sampingnya adalah patnernya, ia masih memakai pakaian casual.

"anni, bukan dia kok seonbae. Yang mau di foto ada di kelas. Bukan dia." jelas Heechul saat seobae yang memang sedang berjalan ke kelas kami melihat kita sedang tarik-menarik(?), sepertinya mereka salah sangka.

"oh, baiklah." jawab yeoja itu santai dan berjalan melewati kami. Begitupun sang namja. Terlihat yeoja itu bergelajut manja di lengan Donghae seonbae, namun Lee seonbae tidak menyukai tindakan yang di berikan yeoja itu. Terlihat jelas jika ia menolaknya.

"ya! Kau mau kemana, Min?" tanya Kibum saat melihatku ingin melarikan diri, namun sayang tangan Kibum telah menggenggam tanganku secara paksa.

"ahh, tamat riwayatku."umpatku.

"hei, ini kesempatan. Jangan sia-siakan ini." Ryeowook menasihati. Dan kembali menggenggam tanganku diikuti oleh yang lain.

"ahhh... Shirou..."

.

.

"jadi ini yang mau foto?" tanya seorang namja yang lebih tinggi dariku. Anni, maksudku memang ia tinggi melebihiku. Ah aku tahu dia kan sahabatnya Cho seonbae. Choi Siwon.

"nde, Cho Seonbaenya mana?" tanya Heechul.

"Hyo..." ucapku manja pada Heechul. Memang terlihat sedikit sepi di luar kelasnya berbanding terbalik dengan kelasku yang ramai dengan pekikan-pekikkan yang tidak jelas yang terdengar dari luar kelas. Tak jarang segelintir orang yang memandang ke arahku, mungkin mereka adalah teman sekelasnya.

"dia di dalam." ucapnya.

"kajja..." Heechul memberi intruksi pada kami.

Aku menggelengkan kepala dengan kuat, dan mempertahankan tubuhku untuk tidak lagi mengikuti kemauan mereka. Jika tidak mau toh, aku sudah ketahuan bukan? Tapi dengarlah suara jantungku ini yang berdetak dua kali lipat, padahal hanya berfoto dengannya.

"ayo..."Ryeowook berusaha menarikku.

"andwe..." mohonku, dan itu membuat Siwon seonbae mengerutkan keningnya bingung.

"sudahlah." mereka akhirnya melepas kedua tanganku.

Bruk...

"ahhh..." aku seperti di dorong dari belakang dan mau tak mau, akhirnya aku masuk kedalam kelas. aku memalingkan kepalaku, mencari tahu siapa yang mendorongku dan terlihat Kibum mengibaskan tangannya kepadaku sambil tersenyum memamerkan giginya yang terlihat putih.

"bagus, Kibum." Heechul menepuk pundak Kibum.

"jadi dia?" aku memalingkan pandanganku ke sumber suara, dan aku melihat sosoknya. Sosok yang kini membuat ku malu dengan tingkahku tadi, sosok yang membuatku menjadi lemas seketika, sosok yang membuat jantungku berdebar lebih cepat sekarang.

"annyeong..." sapanya sambil memamerkan gigi putihnya yang terlihat rapi.

Aku tak bisa menggerakkan mulutku, aku tak bisa menggerakkan tubuhku. ya ampun aku hanya bisa memandangnya.

"siapa namamu?" tanya Cho seonbae lagi.

"S... Sung... Sungmin." jawabku tergagap.

"ayo seonbae, kita langsung saja."Heechul menyelamatkanku.

"nde, baiklah. dimulai darimana?"

"berpelukan saja." ucap Ryeowook.

"eh?!" seketika aku langsung memandang Ryeowook dengan tatapan membunuh. Apa dia bilang?

"eh, maksudnya berdampingan saja." Kibum meralat ucapan Ryeowook. Ryeowook seakan tak mempermasalahkan ucapan itu dia malah sedikit cekikikan sendiri, begitupun Heechul.

"baiklah." Cho seonbae mendekatiku, kami kini hanya berjarak 50 cm saja.

Klik.

Kibum yang mengambil gambar kami.

"dekatan lagi dong Min..." komentar Heechul.

"Min, senyum dikit napa, jangan gugup gitu." kali ini Kibum berkomentar di balik kamera.

Cho seonbae mendekat kearahku. Oh Tuhan, jangan izinkan aku pingsan sekarang. Biasanya aku hanya melihatnya dari kejauhan, sekarang ia berada dekat denganku. Oh... Demi apapun ini nyatakan?

"nah, bagus." Heechul memberi satu ibujarinya kearahku.

Klik.

"bisa geser dikit Cho seonbae." Komentar Kibum sopan

"begini?"

Aku merasakan ada sesuatu yang berada di bahu kiriku, saat aku melihatnya... Ya ampun... Rasanya aku ingin pengsan sekarang. Dia merangkulku, tangan kirinya berada di bahuku.

Klik.

Tanpa sadar, Kibum memotretku saat aku masih melihat tangannya yang masih berada di bahu kiriku. Aku lalu mengalihkan pandanganku ke kamera.

"aku tahu, kau selalu memperhatikanku belakangan ini bukan?" bisiknya, aku melirikan mata kearahnya, ia juga tak mengalihkan pandangan ke kamera.

Ya ampun ternyata dia mengetahuinya.

" Kau juga seharian ini memotretku secara diam-diam bukan? Bersama dia? Orang yang memotret kita."

Klik.

"mianhae..." desisku takut. Cho seonbae tersenyum singkat.

"sekarang jangan lakukan itu lagi, arrachi?"

Aku hanya bisa mengangguk dengan gugup.

Klik.

-Author POV-

"ohh, mereka mesra sekali..." gumam Heechul.

"apa yang mereka bicarakan?" Ryeowook sedikit penasaran.

"mollayo."

"apa kau menyukaiku?" tanya Sungmin tiba-tiba.

Seketika itu juga Sungmin menoleh kearah Kyuhyun dan juga memundurkan badannya dengan refleks. Dia mengetahuinya umpat Sungmin.

"sepertinya pembicaraannya semakin serius, ayo kita keluar saja." Ryeowook menghentikan kegiatan Kibum memotretnya dan menyuruh dua sahabatnya pergi dari kelas yang sudah sepi ini.

"tap..." tolak Kibum yang belum selesai dengan kegiatannya.

"ayooo..."

Klek.

Pintu sudah tertutup rapat, kini hanya ada Kyuhyun dan Sungmin saja yang menghuni kelas kosong ini.

"i... itu... itu..."

"jinjja? Kau menyukaiku?"

"aku... Aku..."

Seketika itu juga Kyuhyun memotong kegagapan Sungmin dengan mencium bibirnya dengan lembut. Sungmin yang belum siap dengan sikap Kyuhyun hanya bisa membelalakkan matanya, ia tidak bisa berkata apa-apa bahkan saat Kyuhyun sudah melepas tautannya.

"Kalau itu benar..."

"ciuman pertamaku." Sungmin memegang bibirnya sendiri. Pipinya tampak bersemu merah.

"mianhae." Kyuhyun meminta maaf atas yang terjadi, namun yang diminta maaf hanya bisa diam membisu memegang bibirnya sendiri.

"kau tahu. Tiap kali kau mencuri untuk menatapku, mengikutiku, tersenyum atas tindakanku, semua yang kau lakukan itu membuatku gila meski kau melakukannya hanya diam-diam. Itu membuatku selalu memikirkan tingkah konyolmu." pengakuan tersebut terlontar begitu saja dari mulut Kyuhyun.

"saranghamnida."

Sungmin masih terdiam dengan pengakuan Kyuhyun, terlalu banyak yang harus dicerna di otaknya. Ini tidak masuk akal Kyuhyun seonbae yang ia cintai, ternyata mencintai dirinya juga? Tidak bisa di percaya.

"apa kau mau menjadi yeojachinguku?"

"Lee Sungmin." perlahan Kyuhyun mendekat, mensejajarkan wajahnya dengan Sungmin. Mengikis jarak antara mereka, dan Kyuhyun bisa melihat rona merah yang menghiasi wajah Sungmin, dan itu membuat dirinya nampak manis.

"kau mendengarkan aku?" Sungmin mengangguk pelan.

"jadi?"

"bukankah seonbae sudah mengetahuinya?" entah mendapat keberanian darimana Sungmin bisa mengatakan kalimat itu.

Kyuhyun hanya bisa tersenyum senang mendapatkan jawaban yang pasti dari Sungmin. Dan ia mulai mendekatkan wajahnya kembali mengikis jarak diantara mereka, Sungminpun mulai memejamkan matanya...

"YAAA kalian..." pekikan yang terdengar memekakkan telinga mengintrupsi kegiatan Kyuhyun dan Sungmin. Secara refleks keduanya mundur dua langkah begitu mendengar suara yang sebenarnya mereka ketahui dari mana asalnya.

"dunia seperti milik berdua saja." canda Heechul.

"jadi sudah terbalas nih cintanya?" kini beralih Siwon yang entah datang dari mana berkomentar.

"ehm... ehm"

"a... aku..." Kyuhyun menoleh kearah Sungmin yang tengah menundukkan kepala dan tengah meremas rok sekolahnya.

"aku... aku... Akan kembali kekelas saja." pamit Sungmin dan langsung berlari keluar dari kelas itu menuju kelasnya yang berada di lantai dua.

"kenapa dia?" tanya Kibum polos, saat melihat Sungmin pergi menerobos dirinya dan yang lain.

"kau ini masa tidak mengerti?"

"sudahlah Ryeowook nanti Kibum akan tahu pada waktunya." jelas Heechul saat mengetahui kekesalan Ryeowook saat Kibum tak mengerti ini.

"kau hebat Kyu. Kau melakukannya dengan benar." Siwon menyenggol bahu Kyuhyun.

"aish..." Kyuhyun kini mengacak-acak rambutnya atas kesalahan mereka yang telah merusak suasana romantis mereka berdua.

.

END

.

balasan:

kyuxmine : maaf kalau bahasanya kurang baku, maklum ff dadakan.

sparkyumin : silakan baca, semoga menghibur dan jangan lupa tinggalkan jejak.

fitri : oke ini di lanjut...

.

Big thanks untuk yang memberi kritik dan saran... dan yang membaca ff ini terimakasih banyak.

.

.

Annyeong *lambai-lambai*

Ahhh, beginilah endingnya. Bagaimana? Baguskah atau tidak? Ahh sepertinya kurang baik untukk endingnya. Sebenarnya ide ini di dapat dari pengalamanku, namun tidak begini sih endingnya. Hehehe...

oke di tunggu kritik dan sarannya di kotak review ya.

Sampai jumpa di cerita-cerita berikutnya.

RnR...

.

\(w)/~Kamsahamnida~\(^0^)/

.