My Lovely Sunbae Tan
-Chapter 3-
Author : windywiwi
Author : WindyWiwi
Cast : Oh Sehun, Kai/kim jongin, Taemin, Luhan, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, kyungsoo, Xiumin, Kris/Wu Yifan, Minho, Oh Suho, Zang Yixing/Oh Yixing
Main Pair : Kaihun, Kaitae, chanbaek, 2min
Warning : Genderswitch, highschool life, Typo bergentayangan hihi
Genre : T
Chapter 1
notes/yaoi-fanfiction-all-about-korean-almost-exo/ff-member-l-my-lovely-sunbae-tan-chapter-1-l-windywiwi/690728427616436
chapter 2
notes/yaoi-fanfiction-all-about-korean-almost-exo/ff-member-exo-my-lovely-sunbae-tan-chap-2-windywiwi/695246517164627
My Lovely Sunbae Tan
"apa oppa pernah melihat sesuatu yang rahasia antara merka? Tanya sehun penuh selidik.
"sesuatu yang rahasia? Hmmm oiya oppa ingat, tapi kau janji tidak akan bilang siapapun ya!" luhan mengacungkan kelingkingnya
"janji oppa" sehun menyambut kelingking luhan dan menyatukan kelingkingnya dengan punya oppanya.
"aku melihat mereka...ah lebih tepatnya jongin sedang..."
My Lovely Sunbae Tan
-Chapter 3-
ChenKaiD.o.t
Saat ini sehun dengan hati gelisah sedang berjalan sendiri menyelusuri koridor sekolah dengan melamun, masih jelas terasa perkataan oppa nya waktu di kantin tadi. Dan mendengar hal itu sehun bagaikan di samber petir. (Hahahaha kasian delu)
Flashback on.
"oppa melihat jongin sedang, jjjjongin sedang men-mencium taemin ketika taemin tengah tertidur dikelas pada saat semua orang pergi istirahat, saat itu oppa kembali kekelas karena oppa lupa membawa uang hunnie" luhan berucap ragu-ragu karena ia takut menyakiti hati dongsaeng tercintanya.
Dapat luhan lihat diwajah dongsaengnya sebuah kekecewaan dan rasanya luhan menyesal telah menatakan hal ini pada dongsaengnya tersebut.
"hunnie gwencana?"luhan mengibas-ngibaskan tangannya didepan muka imut sehun.
"nne oppa aku tidak apa-apa, tapi oppa kenapa disini rasanya sesak sekali ya?"jawab sehun dengan muka murung menunjuk tanggannya ke arah dadanya.
"hunnie mianhae, oppa tidak bermaksud untuk menakiti hatimu dan membuat harapanmu pudar. Oppa akan mendukungmu, oppa yakin si jongin yang hitam itu akan bertekuk lutut pada perincess hunnie hahaha" luhan memberikan semangat pada sehun.
Dapat dilihatnya senyum tulus dari seorang dongsaegnya. "gomawo oppa" jawab sehun memeluk oppanya. Tak sehun pedulikan bahwa banyak mata yang bertanya tanya akan hubungannya dengan luhan oppanya sendiri.
Author jelasin sekali lagi yang baru tahu bahwa sehun dongsaengnya tersebut hanya taemin, dan chanyeol saja.
"luhannie ommo kau sedang apa? Xiumin melotot tak percaya atas pemandangan yang sedang sehun lakukan kepada oppanya.
"xiuminie sini aku bisikkan" luahan membisikan sesuatu yang membuat xiumin melotot lagi.
"eoh luhannie jadi ini hunnie, yang sering kau ceritakan padaku? Bahkan dia lebih manis dari pada foto yang kau lihatkan padaku"
"tentu saja xiumine, di foto itu kan dia masih sangat kecil berbeda dengan sekarang. Bahkan dia sudah mengerti cinta" ucap luhan sambil menyenggol bahu sehun.
"oppa" sehun mengembungkan pipinya.
"oh iya hannie aku mencarimu untuk memberitahukan padamu kalau kita sekarang disuruh berkumpul untuk rapat pembimbing sekarang, semua orang telah menuggumu hannie".
"eoh jinjja? Kajja kita kumpul" luhan berdiri memegang tangan xiumin.
"hunnie tak apa kan oppa tinggalkan? Oppa harus rapat dahulu, kau bisa kekelas sendirikan?"
"gwencana oppa aku tak appa, sudah sana pergi kau ditunggu banyak orang" sehun berucap dengan tangannya mengusir ngusir oppanya.
"yaah hunnie aku bukan kucing yang sedang kau usir"luhan marah.
"hahaha memang buka oppa, kau ini rusa hahaha"sehun tertawa terbahak yang membuat xiumin yang disebalah luhan ikut tertawa.
"hahaha sudah kajja hannie, jangan marah-marah" xiumin menarik lengan luhan dan akan membawanya pergi dari kantin.
"hunnie, kita pergi dulu" kata xiumin.
"ne eoni, bawa rusa ini sana hahaha"
"yaah hunnie awas saja kau" sebelum luhan marah marah xiumin langsung membawanya pergi menjauh dari kantin lebih tepatnya sehun.
Flashback off
Karena itu sekarang ini dia berjalan kekelasnya sendiri dan tidak bersama oppanya yang bawel itu.
BRUKKK ! GUBRAK !
"awwww appo" sehun merintih, dia menabrak seseorang dan jeng jeng ynag dia tabrak adalah namja yang tadi dilamunkannya.
"yaah kau lagi kau lagi, apa kau mempunyai kebiasaan menabrak orang ya?" jongin bangun dengan mengibas-ngibaskan seragamnya yang kotor. Dia berlalu pergi, dan saat dia akan melangkah suara sehun memenggilnya.
"jjjjongin sunbae, mianhae jika membuatmu marah. Tapi bisakah kau membantuku berdiri? Kakiku sakit sekali. Sepertinya terkilir". Sehun memohon degan suara yang manis sekali. Oh ayolah siapa sih yang tahan dengan suara sehun yang terdengar lembut dan manis, mendengarnya saja sudah bikin gemas.
Jongin berbalik dan menampakkan wajah hangatnya menurut sehun jongin itu sangat hangat. (APANYA YANG HANGAT? AUTHOR BINGUNG)
Jongin membawa sehun ala bridal stylemenuju ruang UKS yang membuat orang-oang yang berada di sana menatap dengan sangat tidak percaya. Seorang kim jongin yang ganteng dan sekseh yang terkenal tertutup dan dingin kepada semua orang kecuali taemin, sekarang dia malah begitu terhadap siswi baru.
Mereka telah tiba diruang UKS jongin membaringkan tubuh sehun dikasur.
"ommo kenapa dia jongin?" sebuah suara membuat jongin memabalikkan badannya. Tampaknya ada seseorang yang baru masuk ruang UKS. Dia tiffany saem yang selalu membantu anak anak yang sedang sakit di sekolah mereka.
"dia bilang dia keseleo saem jadi aku bawa kemari"
"siapa namamu cantik? Tiffany menanyakan pada sehun.
"sehun saem, aku siswi baru disekolah ini"
"eoh kau manis sekali, bair aku panggil kau hunnie saja ya dan kau tidak perlu memnggilku saem. Panggil saja aku eonni"
"n-ne tiffani eonni" sehun mengembangkan senyumnya yang membuat matanya membentuk bulan sabit. Dan jongin melihat itu yang membuat perasaannya tidak karuan.
Kriiiiiing
Kriiiing (anggep bunyi bel masuk ya)
"jonginah, kau kembalilah kekelas biar aku yang akan mengobati sehun"
"ne saem" jongin membungkukkan badannya pada tiffany saem dan berlalu pergi. Saat akan membuka pintu UKS suara sehun memnggilnya.
"jongin sunbae" suara tersebut membuat jongin mengghentikan langkahnya.
"gomawoyo ne sudah membantuku, kau orang yang baik" sehun melanjutkan ucapannya dengan menunjukkan senyumannya yang manis hanya saja sayangnya senyuman itu tidak jongin lihat karena jongin membelakangi sehun.
Jongin menampikan senyumannnya yang sama sekali tak terlihat oleh sehun maupun oleh tiffany saem, dan jongin berlalu pergi meninggalkan ruang UKS menuju ke kelasnya tanpa berniat membalas ucapan sehun.
Author POV
Kaki panjang jongin berjalan menyelusuri koridor sekolah menuju kekelasnya, senyuman yang sedari tadi idak pernah luntur dari bibir kisablenya itu membuat dia terlihat semakin tampan bagi siapa saja yang melihatnya saat in.i Tiba-tiba saja ada yang menarik tangannya.
Jongin POV
SREEET cengkram, tarik, tarik
"YAAH NEO, eoh taeminah lepaskan tanganku" jongin marah karena tangannya ditarik oleh seseorang yang berapa menit yang lalu sudah melukai hatinya.
Jongin mengibaskan tangannya, dan hendak berlalu pergi. Tapi sebuah tangan menariknya kembali. Dan membuat jongin diam sejenak.
"jonginie, kau masih marah padaku?" taemin berucap dengan wajahnya yang sembab karea ia habis menangis tadi ditaman belakang sekolah.
Jongin tetap diam, tak membalas dan juga menghiraukan pertanyaan taemin.
"jonginie aku ingin bertanya satu hal padamu"
Jongin tidak bertanya, dia hanya menaikkan alisnya.
"kenapa kau tak mengijinkanku menyukai orang lain?"taemin bertanya dengan wajah polosnya yang manis.
"kau ingin tahu taeminah? Jadi selama kita bersama kau tidak bisa merasakan apa yang aku rasakan kepadamu? jongin menjawab dengan nada dingin.
"anni jonggie, miane karena aku tidak peka terhadapmu, sekarang jebbal beritahu aku" taemin menggoyang-goyangkan tangan jongin.
"bagus sekali, jadi ini yang kau bilang sahabat? bahkan kau tidak peka terhadapku. Apa ini bisa dibilang sahabat ya". Jongin berucap menertawakan kebodohannya.
"miane jongie ini salahku" taemin menundukkan kepalanya
"kau tahu mengapa aku memperlakukan kau berbeda dengan yang lainnya? Dan dengan pertanyaan itu taemin menjawabnya hanya dengan gelengan.
"itu karena aku menyayangimu lebih dari seorang sahabat, karena aku menyukaimu lebih dari seorang sahabat dan yang pasti aku mencintaimu Lee Taemin, dan aku ingin melindungimu lebih dari seorang sahat, kau megerti nona?" ucap kai dengan nada meninggi.
JEDEEEERRRRR
Bagai kesambar petir taemin mendengar ucapan jonginnya tadi. Ia tidak percaya sungguh tidak percaya , tolong siapapun bantu aku terbangun dari mimpi ini, batinnya.
"ja ja jadi kkkau selama ini menyukaiku, anni lebih tepatnya mencintaiku?" ucap taemin terbata-bata.
"ne dan kau sama sekali tidak peka, daebakk"
"mianhae jongie tapi aku hanya mengganggapmu sebagai sodaraku, aku juga menyayangimu tapi perasaan itu tidaklah lebih dari seorang saudara".
"arra aku juga tidak memaksa dan mulai saat ini aku akan berusaha melupakan perasaan ini padamu taeminah". Ucap jongin tetap dengan nada dingin.
"tapi jongie kau jangan menghindariku, tetaplah disisiku seperti dahulu aku sungguh tak bisa kehilanganmu". taemin memeluk dada bidang jongin dan menangis dipelukan jongin.
"itu tidak akan terjadi taeminah, aku akan tetap disisimu sebagai seorang sahabat, sebagai seorang saudara". Jongin melunak karena taemin menangis. Lalu jongin melepas pelukan taemin dan menghapus air mata taemin lalu mengusap usap kepala taemin dengan penuh kasih sayang.
"gomawo jongie, maafan aku telah membuatmu sedih". Taemin menatap jongin dengan mata yang berkaca-kaca.
"sudah tidak usah dibahas lagi, aku tidak apa-apa asalkan kau bisa mendapatkan kebahagiaanmu taeminah, kejarlah dia, tapi jika dia menyakitimu kau bilang padaku ne. nanti akan ku bunuh dia jika dia berani menyakitimu".
"siap bos dan kau pun harus berjanji akan menemukan kebahagiaanmu sendiri" taemin hormat kepada jongin sambil tersenyum dengan manis.
"kajja kita masuk kelas, aku sudah banyak membolos dan aku tidak mau dipanggil keruangan si botak itu hahaha" jongin menarik tangan taemin sambil tertawa.
SKIIIP
Author POV
KRIIIIING
Jam pelajaran telah usai dan saatnya semua siswa dan siswi di sekolah ini untuk pulang kerumahnya masing-masing.
Setelah mendapatkan kabar dari penjaga UKS bahwa dongsaengnya ada di UKS, namja berwajah manis itu langsung terburu-buru manuju ke ruang UKS.
BRAKKKK
Pintu ruang UKS dibuka dengan tidak elitnya oleh namja tersebut.
"sehunnie, gwenchana?" ucap luhan panic.
"oppa kau mengagetkanku". Sehun mengelus dadanya.
"mengapa kau seperti ini? Kau jatuh?" luhan menanyai dongsanengnya dan memegang kaki sehun.
"aww oppa appoyo jangan dipegang, ini masih ngilu walaupun tadi sempat di urut oleh fany eonni, tapi masih tearsa ngilu" sehun meringis kesakitan.
"miane hehehehe, kajja kita pulang. Oppa akan menggendongmu, kita naik taxi saja ne" luhan membungkukkan badannya dan sehun pun naik siap di gendong oppanya.
"kajja oppa hahaha" sehun loncat-loncat girang di gendongan oppanya.
"yaah sehunie diamlah kau tidak tau appa badanmu seberat gajah" luhan tertawa.
PLAAK
Sehun memukul pipi oppanya.
"aw sakit hunnie" luhan meringis
"makannya jangan mengejekku, rasakan akibatnya hahah"
Sehun dan luhan tiba di tempat parkir sekolah dan sedang menunggu taxi yang sudah ia pesan sebelumnya. Tiba-tiba saja siluet mata sehun melihat orang yang disukainya.
"oppa" sehun berucap lesu
"ne, waeyo?" tak ada jawaban dari sehun, maka dia melihat tatapan mata sehun dan luhan melihat bahwa dongsaengnya sedang melihat jongin dan taemin di parkiran motor. Dan eoh lihat itu jongin tengah memakaikan helm ke kepada taemin. Itu dengan jarak yang sangat dekat.
"sehunnie sudahlah jangan sedih"
Sebelum sehun menjawab, taxi yang mereka pesan sudah datang, dan luhanpun mendudukkan sehun di kursi belakang. Menyusul dirinya sendiri yang duduk di samping sehun.
SKIIIIP
AT RUMAH SEHUN
"eomma kami pulang" teriak luhan
"ommo kau kenapa hunnie, kenapa kau di gendong? Cepat bawa kekamarnya hannie". nyonya oh kaget melihat anak bungsunya sedang digendong oleh oppanya dan menyuruh luhan membawa sehun kekamar sehun. Dan jangan lupakan muka sehu yang sedari tadi sedih dan cemberut.
"gwenchana omma hanya terkilir tadi, tapi sudah di obati oleh fanny eoni" sehun senyum dipaksakan.
"kalau ditak apa-apa kenapa wajahmu ditekuk begitu sayang?"
"aku sedang dalam mood buruk eomma".
Mereka tiba dikamar sehun.
"hannie kau kembali kekamarmu, istirahatlah kau pasti lelah seharian di sekolah, biar eomma yang mengurus adikmu".
"ne eomma aku memang mengantuk hehhe, sehunnie kau harus cerita nanti malam yah" luhan mengedipkan matanya kepada sehun.
"sireooo kau menyebalkan tidak mau menemani dongsaengmu dan lebih memikirkan matamu itu" sehun mempoutkan bibirnya.
"miane chagi oppa sangat lelah sekarang dan ingin segera meluncur ke alam mimpi hehehe". Luhan menggaruk kepalanya.
"sana kau pergi menyebalkan"
Ucapan sehun membuat eommanya mengintrupsinya.
"hunnie tidak boleh berbicara seperti itu pada oppamu".
"ne eomma tapi dia oppa yang menyebalkan"
"ya sudah kan sekarang ada eomma yang menjagamu sampai kau tidur. Apa itu tidak cukup untukmu? Hannie sudah kau ganti baju dan makan. Eomma sudah menyiapkan makanan untuk kalian".
"ne arraseo eomma" luhan mencium pipi eommanya dan mengacak rambut sehun, setelah itu ia berlalu pergi.
"aish oppa mau membuatnya berantakan kan" sehun marah entah pada siapa karena luhan sudah pergi kekamarnya.
"hunnie kau pakai dress ini dan eomma akan kedapur mengambilkan kau makanan" nyonya oh menyerahkan dress kepada sehun.
"ne eomma"
Nyonya oh berlalu dari kamar sehun, dan sehun mulai memakai dress yang diberika eommanya. Ia tidak kesulitan memakainya karena untungnya eommanya mengerti dan membrikannya dress sehingga ia mudah memakainya.
"Hunnie eomma datang, ini eomma membawakan makanan untukmu. Kau makanlah setelah itu kau bisa tidur". Nyonya oh duduk di samping ranjang sehun dan memberikan makanannya kepada sehun.
Sehun menolaknya "anni eomma aku tidak mau makan sendiri, aku ingin disuapi". Sehun menunjukkan aegyonya yang membuat nyonya oh tidak bisa menolak permintaanya.
"ya ampun hunnie kau ini sudah besar, masih saja disuapi seperti anak kecil saja. Bagaimana jika pacarmu tahu eum?" nyonya oh mengelus kepala sehun sayang dan menyuapi sehun.
"hunnie memang masih kecil eomma tidak seperti lulu oppa yang sudah tua hahah, dan aku belum memiliki pacar eomma." Wajah sehun yang tadinya tertawa mendadak menjadi sedih sambil mengunyah makanan dalam mulutnya dan itu membuat nyonya oh tersenyum.
"aigooo anak eomma tidak usah sedih seperti itu, kau itu manis jadi pasti nanti banyak orang akan menyukaimu" nyonya oh tersenyum.
"aku tidak butuh semua orang suka aku eomma, cukup dia saja yang menyukai aku" lagi lagi sehun berucap dengan sedih.
"dia? Nugu hunnie?"
Sehun pun bercerita panjang lebar kepada eommanya. Sehun memang sangat dekat dengan anggota keluarganya apalagi eomma dan oppanya, kalau appa nya sehun juga dekat hanya saja karena sang appa jarang dirumah sehun juga jarang bercerita.
"aigoo hunnie kau bercerita panjang lebar tak terasa makanannya sudah habis" kata nyonya oh yang hendak mengambil nasi dengan sendok.
"kau harus percaya diri hunnie kalau kau memang pantas ia cintai" kata nyonya oh sambil menyodorkan minum kepada anak bungsunya.
"ne eomma aku akan berusaha, dukung aku terus ne heheh"
"ne hunnie selamat berjuang sayang, sekarang kau tidur besok jika kakimu belum baikan kau tidak usah keselah lagi nanti eomma akan membuat surat dan oppamu nanti yang akan memberikannya"
"arraseo eomma, jaljayo" sehun mencium pipi eommanya dan setah itu menarik selimutnya.
"jaljayo hunnie" lalu nyonya oh pergi meninggalkan kamar sehun.
Besok paginya sehun bilang kaknya masih sakit, eommanya pun melarang sehun untuk kesekolah. Dia pun tidak masuk sekolah dan bermalas-malasan dirumah. Sebenarnya kaki sehun seudah sembuh, hanya saja dia malas untuk mengikuti masa orientasi disekolahnya. Selain itu dia juga senang karena saat dia sakit eommanya sangat memanjakannya jadi dia menggunakan cara ini untuk mendapatkan perhatian lebih dari eommanya.
SKIIIP
Esok harinya saat masa orientasi sudah selesai.
"eomma aku sudah sembuh, aku ingin pergi sekolah dengan lulu oppa" sehun telah siap memakai seragamnya dan hendak sarapan bersama eomma dan oppanya.
"jinjja hunnie? yehet akhirnya aku ada teman pergi ke sekolah. Pulang sekolah aku akan mengajakmu ke kedai bubble tea dekat sekolah" ucap luhan kegirangan.
"jinjja? Asal kau yang traktir oppa hehehe" sehu loncat loncat di kursi.
"ne hunnie oppa yang traktir" ujar luhan.
"oppa siapkan uang yang banyak jika ingin mentraktir ku bubble tea" ucap sehun dengan smirik andalannya.
"eits oppa akan mentraktir untuk satu kantong bubble tea saja hunni yang cantik hehehe" luhan membalas dengan cengiran yang membuat sehu ntidak bisa berkata lagi.
"hahah kalian ini suka sekali begitu, sudah cepat habiskan makanannya. Nanti kalian terlambat" ujar nyonya oh.
"eomma karena ada hunnie boleh ya aku memakai motor ke sekolah" ujar luhan sambil memakai aegyonya yang ia pelajari dari sehun.
Luhan baru saja dibelikan motor oleh appanya saat appanya pulang ke rumahnya, tapi appanya berpesan agar luhan memakai motornya kesekolah setelah sehun masuk kesekolah yang sama dengannya. Jadi selama ini dia hanya memakai motornya itu jika ia disuruh eommanya pergi ke supermarket atau mengantar sehun dan eommanya jika mereka butuh bantuan hehehehe LOL (poor luhan)
"ne hannie tapi kau harus hati hati ya" nyonya oh berpesan pada luhan.
"siap eomma aku akan hati-hati dan aku akan menjaga hunnie, dan yang paling penting aku tidak akan terlibat dalam geng motor hehehe"
"kau bisa saja, ya sudah sana kalian berangkat nanti terlambat".
"ne eomma, kami berangkat dulu. Ujar luhan dan sehun bangkit dari kursi dan langung mencium pipi eommanya dan langsung menuju garasi.
"eomma kami pergi" teriak keduanya sambil melambaikan tangan.
"ne hati hati chagiya" teriak eomma sehun.
Mereka telah sampai di sekolah dan merka pun berpisah karena ruang kelas mereka yang berbeda.
Dikelas sehun
"hai sehun kau suda baikan" sapa teman didepan bangku sehun.
"ne aku sudah tidak apa apa , maap aku belum sempat berkenalan denganmu secara langsung ya. Kenalkan namaku sehun, kau sudah mengetahuinya.
"aku byun baekhyun"jawab yeoja cantik itu.
"ah aku panggil kau baekie saja ne heheh"
"iya terserah kau saja sehun" baekhyun tersenyum
"anni jangan panggil aku sehun, panggil aku hunnie saja ne itu terdengar lebih akrab". Sehun memprotes.
"ne hunnie. oh iya dan ini kenalkan dia kyungsoo" tunjuk baekhyun kepada sehun yang membuat kyungso yang namanya dipanggil menoleh dan maelambaikan tangan kepada sehun. Sehun pun membalasnya.
Percakapan mereka terhenti karena seorang seongsangnim datang ke kelasnya dan mengintrupsi kelas dengan pelajaran yang menurut sehun sagat membosankan itu, yaaah itu pelajaran matematika dan sehun sangat membenci pelajaran itu. Cukup lama sehun menguap terus dan akhirnya
KRIIIIING KRIIING bunyi bel istorahat pun menggema dan membuat selurauh siswa dikelas sehun berteriak senaang.
"yehet akhirnya istirahat tiba juga" ujar sehun.
"hunnie apakah kau mau ikut kekantin bersama kami?" ucap baekhyun.
"ne tentu saja, aku akan pergi bersama siapa lagi?"
"Kupikir kau akan pergi bersama pacarmu" ujar baekhyun
"pacar? Nuguya? Appa yang kau maksud pacar itu sunbae yang waktu itu mengajakku ke kantin bersama?"
"ne hunnie, pacarmu itu sangat perhatian sekali waktu tau kau ada di UKS dia langsung terburu-buru kesana." Ujar baekhyun
"huhahahah, dia itu oppaku baeki wajar jika dia menghawatirkanku"
"jinjja? Eoh kukira itu pacarmu hunnie hahha" bekhyun ikut tertawa.
"sampai kapan kalian akan mengobrol? Perutku sudah tidak sabar ingin diisi". Ucap yeija bermata besar.
"eih kyungie miane aku asik mengobrol, kajja kita makan" baekhyun menarik lengan sehun dan kyungsoo.
Saat mereka sedang asik menunggu makanan, seseorang menghampiri mejanya.
"boleh aku duduk disini?" Suara itu membuat baekhyun kyungsoo dan sehun terkejut.
" jongin sunbae" ucap sehun kaget ternyata yang didepannya ini adalah orang yang membuat hati sehun berbunga bunga beberapa hari terakhir ini.
"bboleh" jawab kyungsoo dan baekhyun barengan
Jongin menatap baekhyun dan kyungsoo bergantian, tatapannya itu adalah tatapan menyuruh mereka pergi meninggalkan sehu dengannya.
"hunnie-ah aku dan kyungie akan duduk disana ne, kau diam disini saja" ucap baekyun sampil menunjuk bangku yang terletak di pojok kantin. Mereka pun segera pergi, takut jongin memakannya hahaha LOL
"Yaah baeki kyungie apa apaan kalian meninggalkanku sendiri" ujar sehuntapi tak di pedulikan oleh teman temannya itu.
DIAM SUNYI tak ada yang memulai pembicaraan. Sampai akhirnya sehun yang memulai percapakan itu.
"jongin sunbae ada apa kau menemuiku?"ujar sehun.
"mana pacarmu sehun? Kenapa kau tidak pergi makan siang bersamanya?" ujar jongin berkilah mengalihkan pembicaraan sehun.
"siapa yang kau maksud pacar sunbae? apa itu luhan oppa?"sehun memastikan.
"ne si rusa itu, kau mengenalnya dimana? Bukankah dia sedang dekat dengan xiumin kenapa dia selingkuh denganmu?"
"ah lulu oppa adalah kakakku sunbae bukan pacarku, kau salah paham jongin sunbae"? ucap sehun tersenyum manis.
Uhuk jongin terbatuk.
"gwenchana sunbae" ujar sehu kawatir.
"ne gwenchana, jinjja benarkah si rusa itu kakakmu?" ujar jongin memastikan apakah dia tidak salah dengar dengan ucapan sehun barusan.
"ne sunbae, tapi kenapa kau bertanya seperti seolah olah kau cemburu padanya?" kau cemburu sunbae? sehun memastikan.
"anni aku hanya tidak ingin kau disakiti olehnya karena yang kutahu luhan itu menyukai xiumin". Jongin malu malu menjawabnya.
"jinjja? Ku pikir kau cemburu sunbae. sehun mempoutkan bibirnya lucu membuat jongin gemas menahan tangannya untuk mencubit pipi sehun.
Eitsss apa yang terjadi dengan jongin ya? Kenapa jong in jadi seperti ini?
Tunggu kelanjutannya neee hehehe annyong ^-^
-TBC-
Annyong para readers maap aku update telat ne, semoga kalian tetap menyukai epepku yang absurd ini hehehehe, dan makasih yang udah mau review ne hehe itu buat aku semangat lanjutin ep ep nya. sampai ketemu di chap berikutnya ne, tetap review karena itu sangat berarti untuk aku melanjutkan epep ini hehehe annyong...
