My Lovely Sunbae Tan

-Chapter 4-

Author : windywiwi

My Lovely Sunbae Tan

Chapter 4

Author : WindyWiwi

Cast : Oh Sehun, Kai/kim jongin, Taemin, Luhan, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, kyungsoo, Xiumin, Kris/Wu Yifan, Minho, Oh Suho, Zang Yixing/Oh Yixing

Main Pair : Kaihun, Kaitae, Krishun, chanbaek, 2min

Warning : Genderswitch, highschool life, Typo bergentayangan hihi

Genre : T

GS

.

.

GS

Sekali lagi aku bilang ini GS YA, dan yang gak suka GS dan pairnya ga usah di baca. gomawo :D

My Lovely Sunbae Tan

CHAPTER 4

My Lovely Sunbae Tan

"Sunbae sunbae gwenchana? Sehun melambaikan tangannya di depan muka jongin.

Tak ada pergerakan dari jongin. Dia masih asik dengan lamunannya.

"sunbae, jongin sunbae" sehun menggoyangkan bahu jongin dan membuat orang yang di panggilnya tersadar dari lamunannya.

Jongin baru tersadar dari lamunannya karena pertanyaan sehun barusan.

"sunbae apa kau yakin tak cemburu? Bahkan kau baru saja melamunkan aku bukan?" sehun menepuk bahu jongin dengan tangannya berniat menggoda jongin yang sehun tahu bahwa ia sekarang sedang menahan malu.

"anni, aku sama sekali tidak cemburu" jongin terus berkilah.

"kalau kau tidak cemburu buat apa kau menghawatirkanku? Kau bahkan belum mengenalku." Ujar sehun cemberut.

"ah aku sudah tahu namamu waktu kau mengenalkan diri pada tiffany nonna diruang UKS" jawab jongin.

"ia tapi kita belum sempat berkenalan sunbae, kenalkan nama aku sehun". Sehun menjulurkan tangannya.

"buat apa berkenalan kalau kita sudah kenal?" ucap jongin datar.

"ayolah sunbae berikan tanganmu kemari"sehun meminta tangan jongin

"kau ini cerewet sekali seperti ajumma ajumma pasar tahu tidak?" ucap jongin tersenyum.

Jangan lupakan senyuman jongin yang pastinya membuat sehun terpesona.

"aku jongin, kim jongin" jongin menjulurkan tangannya.

saat mereka mengobrol ternyata ada seseorang yang memperhatikannya, dan orang itu berlalu pergi meninggalkan kantin.

My Lovely Sunbae Tan

Joongin dan sehun sudah berlalu dari kantin. Mereka sedang berjalan dikoridor sekolah, mereka tidak peduli kepada bisikan bisikan para murid yang berada di sekitar itu. Sebuah percakapan lagi lagi dimulai oleh sehun.

"sunbae kau belum memberitahuku tadi, kau ada perlu apa menemuiku di kanin?" sehun mengayunkan lengan jongin.

"kau ingin tahu? Sebenarnya itu bukan masalah yang gawat sih, hanya saja ingin mengetahui kabarmu karena setelah kejadian kemarin dan kau terkilir esok harinya kau tidak masuk sekolah. Apa separah itu ya terkilirmu?" jongin memesang wajah penuh tanya.

"hahahaha oh jadi begitu. Kau repot repot menemuiku dikantin hanya untuk mengetahui kabarku saja?" ucap sehun menggoda jongin.

"iya karena aku merasa bersalah telah menabrakmu, dan aku tidak ingin imageku rusak dengan kata "kim jongin namja yang cool adalah seorang namja yang tidak berkepriKAKIan hahha".

"huh ku kira kau tulus" sehun mengembungkan pipinya lucu.

"sebainya kau bermimpi saja" jongin berlalu dan sehun pun mengejarnya.

"sunbae bagaimana kalau pulang sekolah kita ke kedai bubble tea, oppa bilang didekat sekolah kita, ada penjual bubble tea. Ajak aku kesana ya sunbae." sehun lagi lagi merengek dan menggoyangkan lengan jongin.

"yaaah kenapa kau suka sekali menggoyangkan tangan sambil merengek. Hentikan itu." Jongin menarik lengannya dan sehun dengan terpaksa melepasnya.

"kau menyebalkan sunbae" setelah mengatakan itu sehun mendahului jongin dan berlajan menuju kelasnya.

Jongin terpaku di tempatnya dan menggaruk tengkuknya.

My Lovely Sunbae Tan

JONGIN POV

"Ommo sebenarnya apa yang terjadi padaku? Aku baru saja di tolak taemin. Tapi ini tidak membuatku sakit hati. Yeoja itu benar benar bisa membjuatku nyaman bahkan aku hampir luapa siapa aku saat aku bersamanya". Jongin pun berlalu menuju kelasnya.

Jongin pun tak sadar sudah mengukir senyum selama perjalanan menuju kelasnya yang membuat orang yang melihatnya bingung karena mereka hanya tau jongin yang dingin dan hanya akrab dengan taemin saja.

Sesampainya didepan kelas jongin sudah di tunggu orang yang selama ini dia sayang dan orang yang baru saja menolaknya, siapa lagi kalau bukan taemin.

"jonginie kau kenapa senyum-senyum senyum seperti itu?" ucap taemin pura-pura tidak tahu.

"taeminah kau sedang apa disini? Menungguku eoh?" Jongin gelagapan mencari alasan karena taemin baru saja mengetahui dirinya senyum senyum sendiri.

"lalu kalau bukan menunggumu aku menunggu siapa disini?" Taemin memenyunkan bibirnya.

"eoh nae taemin marah rupanya, jangan memasang wajah seperti itu atau kucium". Ucap jongin ditelinga taemin yang membuat taemin langsug mengubah ekspresinya.

"yaaah jongie awas saja kalau kau berani berbuat seperti itu aku adukan pada sehunnie" oopppps taemin keceplosan dan tangannya reflek menutup mulutnya rapat.

"sehun? Kau lihat kami tadi? Apa kau cemburu ya hahhaa?" jongin mencolek dagu taemin dan menampilkan smiriknya.

"eoh kau ingin ku cemburui ya mr jongin? Mimpi saja kau hahahah, dan jika benar terjadi sesuatu antara kau dan sehunnie aku adalah orang pertama yang mendukungmu jonginnie" taemin menampilkan senyumannya.

"kau senang sekali sepertinya kalau aku memiliki pacar ya hahaha, kau tahu jika aku sudah mencintai seseorang maka aku akan sangat sulit berpaling. Dan jika aku sudah mencintai sehun, maka itu tandanya kau tidak ada harapan lagi hahaha" jongin menggoda taemin dan dihadiahi jitakkan dari taemin dikepalanya.

"aw aw appo" jongin mengelus kepalanya.

"jongie denagrkan aku dulu, sebenarnya aku ke sini bukan ingin bertengkar denganmu, aku kesini karena ingin memberitahumu kalau aku tidak bisa pulang bersamamu"

"kau ingin pergi berkencan merayakan hari jadianmu dengan kekasihmu itu?" goda jongin.

"Kau bicara apa jongie, aku belum resmi berpacaran" taemin tersipu malu.

"eoh nae taemin malu rupanya hahaha" jongin terus menggoda temin.

"jongie sudah hentikan jangan menggodaku terus"

"arra arra, nanti aku bisa pulang sendiri hmmm atau mungkin bisa mengajak sehun pulang bersama" ucap jongin mengetuk mengetukkan jari telunjuknya di dagunya.

"hahaha kau ini awas saja kalu kau berani menyakiti hati sehunnie kau akan kubunuh" ancam taemin.

"aw menakutkan sekali" ucap jongin dibuat buat seolah olah dia takut pada ancaman yeoja didepannya itu.

"ya sudah jongie sebentar lagi masuk, aku kembali kekelas dulu ya pai pai jongie" taemin melambaikan tangannya dan berlalu meninggalkan jongoin.

JONGIN POV END

My Lovely Sunbae Tan

KRIIIIING

Bel masuk pun menggema. semua murid yang masih berkeliaran pun masuk ke kandangnya masing-masing (AUTHOR DITIMPUK BATA) sorry maksudnya kelas hehehe.

Di Kelas Sehun

"sehunnie kau sudah selesai? Tadi itu kan sunbae yang kau kirimkan surat waktu kita orientasi bukan?" tanya baekhyun.

"apa kau ada sesuatu dengannya?" kyungsoo ikut bergosip dan menarik kursinya sedikit ke meja baekyun.

"yaah bisakah pertanyaannya satu satu. Aku pusing menjawabnya." Sehun memanyunkan bibirnya.

"kau harus menjawab pertanyaanku dulu sehunie" ucap kyungsoo

"anni aku kan yang bertanya dahulu, jadi kau harus menjawab pertanyaanku dulu" jawab baekhyun tak mau kalah.

"aku" jawab kyungsoo

"aku" jawab baekhyun

"aku" jawab kyungsoo

"aku" jawab baekhyun

Mereka pun berebut sambil mendorong bahu satu sama lain.

STOOOOOOPPPPPP teriak sehun yang di hadiahi tatapan anak satu kelas.

"eh mianhae yeorobun" ucap sehun kepada seluruh siswa di kelasnya.

Setelah itu sehun langsung menatap kedua temannya horor, "ini gara gara kalian" setelah mengucapkan itu lalu sehun berbalik badan.

"yaah sehunie jawab dulu" ucap bakhyun masih penasaran sambil menggoyangkan bahu sehun.

"nanti aku akan cerita tapi tak sekarang, aku lagi sedang tidak mood". Jawab sehun.

Mereka pun kembali ke tempat duduknya masing masing karena seorang saem datang ke kelasnya.

Kriiiiiiiing

Bel pun terdengar dan itu berarti pelajaran untuk hari ini selesai.

"sehunnah apa kau hari ini pulang bersama oppamu lagi?" Tanya seseorang bermata sipit. Yang hanya dijawab anggukan oleh sehun.

"yaaah aku sendiri lagi deh" yeoja tersebut memanyunkan bibirnya.

"kan ada kyungsoo, baeki."ucap sehun.

"kyungsoo tidak bisa pulang sekarang sehunnah, dia harus mampir dulu ke supermarket untuk berbelanja". Ucap baekhyun.

"oh iya aku ada ide" sehun mengangkat jari telunjuknya keatas.

"yeol" panggil sehun.

" sehunnie kau mau apa yaaah" ucap baekhyun.

Merasa namanya di panggil chanyeol yang sedang menasukkan bukunya kedalam tas menjawab "ne sehunnah, waeyo?"

"kau mau mengantar baeki pulang kan? Kasian dia pulang sendiri." Ucap sehun menampilkan wajah sedihnya.

"tentu dengan senang hati" chanyeol menunjukkan cengiran khasnya, lalu berlari menuju baekhyun.

"kajja baeki" ucap chanyeol sambil menarik tangan baekhyun.

"awas saja kau hunnie besok" ucap baekhyun didalam hatinya.

Dan mereka pun pulang bersama~~~~~~~

SKIIIP

Sehun keluar dari kelasnya dan tiba tiba tangannya ditarik oleh seseorang dan membuatnya terkejut.

"ikut aku" ucap namja yang menarik tangannya menuju parkiran sekolah.

"sunbae, kita mau kemana? Ucap sehun.

"kita akan ke kedai bubble tea"

Hening tak ada percakapan dan mereka pun tiba di parkiran sekolah.

"pakai ini" jongin menyerahkan helm kepada sehun. Dan kalian tau helm itu adalah helm yang sering dipakai taemin ketika naik motor jongin.

"sireo" sehun menepisnya.

"pakai atau kau mau kita berurusan dengan polisi?"

"aku ingin helm yang baru, tidak mau yang ini. Sangat bau helmnya". Kilah sehun.

"nanti aku belikan helm yang baru, kau pakai dulu"

"sireooo aku mau pakai jika helmnya sudah diganti" sehun tetap keras kepala.

"kau ini ya sudah naik cepat kita akan beli helm di dekat sini" ucap jongin mengalah.

Sehun pun menurut, dan dia baru ingat bahwa ia ada janji dengan oppanya.

"ommo aku lupa, sebentar ne sunbae. aku ingin menelepon rusa oppa dulu" ucap sehun dan jongin pun mengangguk.

"oppa kau mentraktirku lain kali saja ne, aku sedang ada urusan sekarang dan tidak bisa pergi denganmu" ucap sehun kepada orang yang sedang diteleponnya di seberang sana.

"ne arraseo oppa sampai ketemu dirumah pai pai" sehun menutup panggilan teleponnya dan memasukkannya kedalam tasnya.

"kajja sunbae kita berangkat".

"pegang yang kuat" ucap jongin.

Sehun sebenarnya sangat gugup saat ini, begitu pula dengan jongin dia menutupi kegugupannya dengan berprilaku so cool kepada sehun.

My Lovely Sunbae Tan

Mereka telah sampai di kedai bubble tea, dan sebelumnya jongin sudah membelikan helm baru untuk sehun.

"kau ingim membeli rasa apa biar aku yang pesankan" Tanya jongin.

"aku ingin rasa coklat" jawab sehun.

"baiklah tunggu sebentar ne" jongin beranjak dari tempat duduknya.

Sekarang sehun sedang memandang keadaan di sekitar tempat duduknya, ternyata jongin pintar sekali memilih tempat. Jongin memilih tempat dipojok menghadap jendela dan di depannya ada tanaman bunga yang sangat cantik.

"ini pesananmu"ucap jongin kembali duduk.

"kau membeli rasa taro ya? Kau menyukainya?" tanya sehun.

"iya ini adalah minuman favoritku dan ini juga tempat favoritku" ucap jongin tetap dengan gayanya yang soo cool.

"uh kau selalu begitu, bisakah kita sedikit santai sekarang?" sehun mulai merajuk.

"maap sehun jika kau tidak nyaman bersamaku, seharusnya sedari awal kau tak usah menyukaiku lagi dan dekat dekat denganku" ucap jongin dengan wajah sedih.

"mianhae aku tak bermaksud menyinggungmu" sehun memegang tangan jongin.

"aku nyaman bersamamu, aku senang bisa bersamamu seperti ini sunbae. sungguh ini diluar dugaanku." Ucap sehun lagi.

"jinjja? Ucap jongin menampilkan sedikit senyumnya.

"ne buat apa aku berbohong" sehun bersemangat menjawabnya.

"Bisakah aku mempercayai orang yang baru kukenal ini? Ucap jongin memastikan lagi

"kau bisa mempercayaiku sunbae, dan kau bisa menceritakan padaku kenapa kau bisa menjadi seprti sekrang ini? Ekhm tak mempunyai teman kecuali taein eonni" sehun berdehem dan memegang tangan jongin.

"karena aku tidak bisa mempercayai orang lain kecuali taemin"

"tapi sekarang kau bisa mempercayaimu sunbae"

"jika kau ingin aku percaya maka jangan panggil aku sunbae, panggil aku jongin atau ekhm oppa". Jongin menghentikan ucapannya sejenak saat akan menyebutkan kata oppa.

"ah oppa ya hahah" sehun tersenyum terpaksa.

"Baiklah jongin oppa, mulai saat ini aku oh sehun bisa kau percayai". Sehun berucap dengan mengankat tangannya keatas.

Hahahaha ucap jongin tertawa mendengar sehun berucap begitu.

"oppa" sehun mengembungkan pipinya.

"baiklah sehun aku nanti akan cerita kepadamu, tapi tidak sekarang. Kurasa itu membutuhkan waktu yang panjang untuk bercerita".

"baiklah oppa, tapi kau harus janji akan menceritakannya padaku. Sebelum orang lain yang memberitahunya. Dan satu lagi, panggil aku sehunnie not sehu okayyy!"

Jonginpun mengacak rambut sehun dan memberikan senyumannya.

"ne sehunnie" Jawab jongin.

Percakapan mereka berakhir sampai situ dan pertemuan mereka hari ini berakhir dengan jongin yang mengantar sehun sampai depan rumahnya.

My Lovely Sunbae Tan

Sehun POV

Sehun sangat senang sekali karena tadi saat meraka sampai di depan rumah sehun, jongin berucap "besok aku jemput, tidak ada penolakan Ini perintah" ucap jongin dan setelah mengucapkan itu jongin berlalu pergi.

"eomma aku pulang" sehun berteriak dan berjalan menuju kamarnya, jangan lupakan senyuman yang sedari tadi menghiasi bibir tipisnya.

"sehunnie dari mana saja sayang? Apa sudah makan?" teriak nyonya oh tak kalah dari anaknya.

"sudah eomma tadi aku abis kekedai bubble tea dan makan bersama aaaaaaaa" sehu teriak karena dia menjadi teringat lagi kejadian tadi yang membuatnya senang dan tidak percaya.

"ya ampun hunnie kau mengagetka eomma saja" nyonya oh mengeluskan dadanya.

"sehunnie ada apa?"luhan masuk kekamar sehun dan memegagi dahi sehun dengan telapaknya.

"oppa aku tidak panas"

"iya dan sepertinya kau sakit jiwa hunnie" luhan menggempaskan tubuhnya di samping sehun.

"oppa aku sedang bahagia sekali" sehun memeluk oppanya

"kau harus menceritakannya padaku hunnie"

Dan bla bla bla...

"kau beruntung sekali hunnie, sepertinya dia juga menyukaimu. Tapi dia hanya takut dan belum bisa percaya kepadmu" nasihat luhan.

"ne oppa aku akan terus bersemangat, jadi jangan bilang hal ini kepada siapapun ne, yakso!"

"yakso hunnie"

Dan mereka pun tertidur diranjang sehun karena sehun yang bercerita terus terusan walaupun luhan sudah mengantuk.

SEHUN POV END

My Lovely Sunbae Tan

Paginya sehunpun berangkat sekolah dengan jongin yang menjempunya. Percakapan pun dimulai dengan sehun saat mereka sudah sampai di sekolah selamat dari hukuman satpam karena aegyo sehun.

"oppa mianhae ne gara gara aku kita jadi terlambat, padahal kau sudah menjemput pagi pagi sekali, ini juga salah luhan hyung tak membangun kan aku tadi pagi padahal semalam dia ketiduran dikamarku" ucap sehun panjang lebar.

"sudahlah tak apa apa hunnie, aku juga sudah sering terlambat tak usah merasa bersalah begitu. Kau tidur bersama dengan oppamu eum?"

"ah itu tidak sengaja karena saat aku pulang dia langsung kekamarku, biasalah oppa itu adalah salah satu diaryku hehehe" sehun tertawa

"ya sudah sana masuk hunnie pai pai" saat mereka sampai di depan kelas sehun.

"pai pai oppa belajar yang rajin" sehun tersenyum manis.

Beruntung saat keduanya masuk kelas, belum ada seosangnim yang masuk. Sehingga mereka tidak kena hukuman.

"sehunie kau sudah mengerjakan tugasmu?" tanya yeoja dibelakang tempat duduk sehun.

"ommo astaga aku lupa, bagaimana ini baeki?" sehun ketakutan sekarang.

"Kumpulkan pekerjaan rumah kalian sekarang"

Sehun semakin ketakutan mendengarnya, karena baeki bilang saemnya sangat galak sekali jika dia sedang marah.

"siapa yang tidak mengerjakan tugas dari saya?" saem itu berbicara lagi.

Dan kali ini sehun menganggkat tangannya dengan peluh yang bercucuran di keningnya.

"oh sehun keluar dari kelasku, dan berlali 5 putaran lapangan sekolah cepat" teriak saem itu yang membuat yang mendengarnya menutup rapat rapat telinganya.

My Lovely Sunbae Tan

HOSH HOSH HOSH

"cape sekali ini, ini bahkan baru satu putaran, mengapa lapangannya sangat luas sekali sial mana aku telat tadi pagi tidak sempat sarapan, sial" umpat sehun.

"sehun" sebuah suara membuat sehun mengangkat wajahnya.

"ne sunbae, kau yang waktu itu membimbing dikelasku kan? Sedang apa kau disini? Kau dihukum juga? " ucap sehun sambil terus berlari karena dia masih diperhatikan oleh krystal saem yang galak itu.

"ne aku dihukum karena tidak membuat tugas hahaha"tawa sunbae tersebut.

Kris berlari menyeimbangi sehun, dan dia berlari tepat disamping sehun.

"eum kalau boleh tau siapa namamu sunbae, miane aku lupa hehehe"

"kau sungguh lupa sehun? Jahat sekali kau. Akan ku buat kau ingat terus sehu. Kau ingin hukuman ini cepat selesai bukan?"

"ne sunbae"

"kalau begitu ikuti perintahku, dan kau ingat namaku wu yifan dan kau bisa memanggilku kris, kau harus ingat itu". Ucap kris menekankan sehun.

"ne kris sunbae, apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya sehun saat dirinya akan sampai keputaran ke dua.

"kau harus pura-pura pingsan arraeseo? Dan mukamu harus meyakinkan. Selanjutnya selesaikan semua masahnya kepadaku" ucap kris memerintah.

"kau yakin sunbae?" ucap sehun ragu ragu.

"iya dan kau harus pintar berakting, arra?" kris menekankan.

"arraseo sunbae, aku siap" ucap sehu dan dia pun mulai berakting pura pura pingsan.

TOLONG TOLONG saem teriak kris, krystal saem yang sedang memperhatikan sehun pun berlar menuju lapangan.

"kenapa dia kris?" Tanya krystal saem

"tiba tiba dia pingsan saem, wajahnya pucat sekali tadi sepertinya dia belum sarapan dirumahnya" bohong kris.

"ya sudah cepat bawa dia ke ruang UKS dan suruh tiffany eonni menjaganya dan kau kembali kelelasmu"

"ne saem" dan kris pun menggendongnya ala bridal syle.

Saat kris menuju ruang UKS, jongin teman sekelas kris yang baru selesai dari toilet melihat hal itu dan membuatnya penasaran, sehingga dia mengiuti kris keruang UKS.

My Lovely Sunbae Tan

AT UKS SCHOOL

BRAK

Pintu UKS dibuka paksa oleh kris, dan dia pun langsung merebahkan tubuh sehun di ranjang. Kris melihat kanan kirinya, dan beruntungnya tiffany nonna tidak ada disini ujarnya. Dan saat ini diruang UKS Cuma ada mereka.

"bukalah matamu sehun sudah aman sekarang" sebuah suara membuta sehun membuka matanya perlahan.

"kris sunbae kau memang daebakk hahah"

"jangan senang dulu karena kau berhutang kepadaku sehun" bisik kris ditelinganya kemudian dia menjauhkan kepalanya dan menunjukkan smiriknya.

"aaaapa itu sunbae?" jawab sehun gugup

"nanti ku beri tahu, sekarang pegang ini, supaya orang lain tidak curiga" kris memberikan minyak kayu putih kepada sehun yang diterima oleh sehun.

"ueek aku tidak suka baunya sunbae, ini buat perutku mual" ucap sehun menunjukkan ekspresi jijik.

"sudah jangan protes, lakukan saja" perntah kris.

Diluar ruang UKS tanpa mereka berdua sadari ternyata sosok jongin sedang memperhatikan gerak gerik mereka.

My Lovely Sunbae Tan

JONGIN POV

"eoh leganya" jongin selesai buang air kecil dan baru keluar dari toilet.

"sehunnie, itu sehunnie bukan?" tanyanya entah kepada siapa.

Sebaiknya aku kesana, siapa tahu sehun kenapa napa.

"bukalah matamu sehun sudah aman sekarang"

sebuah suara membuat jongin mengurungkan niatnya untuk membuka pinru UKS, dan lebih memilih mendengarkan percakapan antara makhluk yang berda didalamnya.

"kris sunbae kau memang daebakk hahah"

Suara itu, ya suara itu jongin sangat hapal suara itu adalah suara sehun. Deg deg.

"mereka sedang merencanakan apa?"

"Mengapa rasanya aku ingin sekali marah karena sehun berdekatan dengan kris ya?" jongin bergumam dalam hati.

Apa aku cemburu? Jongin bertanya-tanya dalam hatinya.

"jonginah, sedang apa kau" sebuah suara mengagetkanku.

"oh fanny nonna, jangan bilang kepada mereka ini aku ya" jongin memegang tangan tiffany nonna memohon, setelah itu ia berlalu pergi menuju kelasnya.

JONGIN POV END

My Lovely Sunbae Tan

Terdengar suara suara dari luar ruang UKS.

"sunbae, sepertinya ada orang ini bagaimana?" tanya sehun gugup.

"kau tenang, itu sepertinya tiffany nonna. Kau diam saja biar aku yang menjawab pertanyaannya"

CEKLEK

Pintu UKS pun terbuka dan terlihatlah sosok cantik nan seksi tersebut.

"eoh sehunnie, kau kenapa?" tiffany menatap sehu dan kris secara bergantian.

"dia pingsan sewaktu dihukum nonna, sepertinya dia belum sarapan karena wajahnya tadi pucat sekali". Jawab kris dengan wajahnya yang tenang.

"hunnie kau belum makan eoh? Aku punya sedikit makanan, bisa kau makan untuk menggisi perutmu sementara" fanny eonni menyerahkan roti kepadaku.

"gomawo eonni" sehun menerima roti tersebut kemudian memakannya.

Sebenarnya sehun tidak tega membohongi fanny eonni, karena menurutnya dia sudah di anggap sebagai eonninya sendiri. "mianhae ne eonni sudah membohongimu" ucap sehun dalam hatinya

"ne makan sampai habis ne hunnie" tiffany megusap rambut sehun dengan senyumannya yang dibalas sehun dengan senyuman juga.

kriiiiiing

"hunnie sudah istirahat, lebih baik kau makan di kantin biar kau kenyang dan tidak pingsan lagi ne" ucap tiffany.

Sehunpun yang dasarnya sehat dari tadi pun sangat girang mendengar bunyi bel istirahat, dan langsung beranjak dari tempat tidur UKS.

"asiik, gomawo ne fanny eonni rotinya, aku kekantin dulu. Jja kita pergi kris sunbae. sehun berpamitan kepada tiffany kemudian menarik lengan kris.

Mereka telah sampai di koridor sekolah yang menuju ke kantin dan tiba tangan sehun ditarik oleh namja berkulit tan berbalik arah.

"jjongin oppa, waeyo?"

"aku tidak suka" suara jongin terdengar menyeramkan menurut sehun tapi sehun tak peduli lagi, yang dia inginkan sekarang hanya makan mengisi perutnya yang sedari tadi kosong.

"kita mau kemana? Aku lapal cekali oppa belum makan daritadi pagi" sehun mencoba menggunakan aegyonya kepada jongin.

"kita akan ke taman belakang tapi sebelum itu kita ke kelasku dahulu" ucap jongin dingin

"oppa ayo kita makan ke kantin" sehun merengek menggoyangkan tangannya yang sedang di pegang jongin.

Mereka tiba dikelas jongin, dan jongin menuju mejanya dan mengambil tempat makanan dari dalam tasnya.

"ini kau jangan berisik, kau bisa memakannya setelah kita sampai di taman belakang sekolah" jongin menyodorkan dua kotak makanan dari dalam tasnya.

"woooah makanan, kajja kita ketaman oppa aku sagat lapar" sehun menarik tangan jongin tidak sabar untuk samoai ketaman belakang. KO GANTIAN YA TARIK TARIKANNYA LOL

"kau ini kalau sudah menyangkut makan dan bubble tea selalu bersemangat".

"apa ada bubble teanya oppa?"

"tak ada tapi nanti pulang sekolah kita beli ne"

"yakso oppa!" sehun menjulurkan jari kelingkingnya.

"ne yakso" jongin mengaitkan jari kelingkingnya kejari kelingking sehun.

My Lovely Sunbae Tan

Akhirnya mereka telah sampai ditempat yang mereka tuju, taman belakng sekolah. Tempat favorit jongin.

"huuuah akhirnya kita sampai oppa, jja kita makan oppa" sehun mendudukan badannya diatas rumput dibawah pohon.

"nyam nyam nyam" sehun mengunyah makananya.

"oppa kimchinya sangat enak apakah kau membuatnya sendiri?" jongin menjawabnya hanya dengan menganggukkan kepalanya.

"Jam berapa kau membuatnya? Bahkan kau harus menjemputku pagi tadi"

"sudahlah makan dulu hunnie nanti tersedak" ucap jongin penuh perhatian.

DRRRRTTTT DRRRRTTT

Ponsel sehun bergetar terus tanda ada panggilan masuk.

"hmmm lulu oppa" sehun menunjukkan muka sebal karena orang yang meneleponnya adalah orang yang tadi pagi meninggalkannya kesekolah.

"kenapa tidak diangkat eum? Ucap jongin memiringkan kepalanya.

"aku malas lulu oppa pasti ingin minta maap dan setelah itu dia pasti akan mengulangi kesalahannya lagi. Aku tidak suka orang yang seperti itu oppa" ucap sehun masih dengan mulut penuh makanan.

"hahhaha hunnie kau belepotan" jongin mengusap kotoran yang menempel pada pipi sehun. Dan uppppssss muka sehun merona merah seperti tomat matang.

"gomawo oppa" ucap sehun dengan pipi meronanya.

"eoh kau kenapa? Kau malu malu?"

"anni oppa aku terlampau senang karena aku tak menyangka bisa seperti ini bersamamu" ucap sehun dengan senyuman manisnya yang membuat matanya menbentuk garis lengkung.

"aku juga sangat senang hunnie, aku tak menyangka bisa seakrab ini bersama orang lain kecuali dengan taemin". Jongin mengusap rambut sehun.

DRRRRTTTT DRRRRTTT

Ponsel sehun bergetar dan dengan penelepon yang sama dengan yang tadi.

Sehun melihat ponselnya, dan hendak mengabaikannya sebelum sebuah suara menyuruhnya mengangkatnya.

"hunnie angkatlah, tak apa. Masa kau ingin terus bermusuhan dengan oppamu sendiri" ucap jongin.

"arra oppa" ucap sehun lesu.

"yeobo-" sehun menghentikan ucapannya dan menjauhkan teleponnya dari telinganya.

Sebuah suara dari line telepon ya ng berda di sebersang sana memutuskan ucapannya

"KEMANA SAJA KAU KENAPA TIDAK DIANGKAT?" ucap luhan dengan suara yang melengking.

"yaah kalu bicara bisa tidak pelan sedikit hah kau mau telingaku tuli eoh?" ucap sehun marah.

"mianhae hunnie oppa kawatir sekali" terdengar lagi suara dari line telepon.

"hah?kawatir? bukankah kau tadi meninggalkanku ya? Bahkan kau tidak membangunkanku? Ini yang disebut kawatir ya?" sehun berdecih.

"maap hunnie oppa lupa karena tadi sudah terlambat sekali dan oppa tidak pintar aegyo sepertimu, oppa tidak mau kena hukum hunnie hehehe"

"terserahmulah aku sedang marah, kau jangan telepon lagi, aku benci oppa"

TUUUT TUUUT TUUUT

Sambungan telepon diputus oleh sehun secara sepihak.

"hunnie sudah jangan ngambek lagi ne" jongin memeluk sehun bermaksud menenangkan sehun dengan menepuk nepuk pundak sehun.

DEG DEG DEG terdengar degupan jantung yang sangat kencang dan entah itu milik siapa karena keduanya kini merasakannya.

"hunnie" "oppa" ucap meraka barengan.

"kau merasakannya hunnie" ucap jongin sambil menjauhkan badannya dari badan sehun.

"ne oppa, itu punyamu atau punyaku?" tanya sehun dengan wajah yang polos.

"milik kita berdua" ucap jongin dengan senyumnya.

Wajah sehun merona sekali karena ucapan jongin barussan.

"jja makan lagi, sebentar lagi masuk". Ucap jongin yang di jawab anggukan oleh sehun.

"hunnie pulang sekolah maukah kau ke apartemen ku? Aku akan menceritakannya padamu disana".

"ne oppa tapi aku minta ijin eomma dulu ne" jawab sehun dengan senyuman manisnya.

Dan dapat jongin sadari ternyata yang membuat dirinya nyaman bersama sehun adalah karena senyuman manis sehun yang seperti bidadari.

Sebenarnya apa yang terjadi pada kehidupan jongin? Dan bagaimanakah lanjutan kisah mereka? Tunggu lanjutan kisahnya di chapter 5 To Be Continued !

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~TBC~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hallo para readers jangan bosen ya sama ini epep gaje, maap banyak typo yang bertebaran dan EYD yang amburadul hehehe. Tetep RCL ya HARUS WAJIB pokoknya.

Kalo ga RCL THEHUN BAKAL NANGITH NIH!

Kalo RCL nya banyak nih epep bakal oe lanjut, tapi kalo sedikit oe hapus aje kali ye (THEDIH DI PELUKAN THEHUN) timpuk autor pake bata nyoook hahaha somvlax

Oe tunggu RCL nya huhuhuhu pai pai mau menghayal bareng thehun sapa mau ikut nyoooook~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~