My Lovely Sunbae Tan
-Chapter 5-
Author : windywiwi
Author : WindyWiwi
Cast : Oh Sehun, Kai/kim jongin, Taemin, Luhan, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, kyungsoo, Xiumin, Kris/Wu Yifan, Minho, Oh Suho, Zang Yixing/Oh Yixing
Main Pair : Kaihun, Kaitae, chanbaek, 2min
Genre : Romantic, Angst(sedikit)
Rate : T
Warning : Genderswitch, highschool life, Typo bergentayangan hihi
Hello para readers mianhae ne aku update telat soalnya tugas kampus menumpuk heheehe, semoga masih ada yang nunggu ini epep.
Sekali lagi aku bilang ini GS YA, dan yang gak suka GS dan pairnya ga usah di baca. gomawo:D
Chapter 1
notes/yaoi-fanfiction-all-about-korean-almost-exo/ff-member-l-my-lovely-sunbae-tan-chapter-1-l-windywiwi/690728427616436
chapter 2
notes/yaoi-fanfiction-all-about-korean-almost-exo/ff-member-exo-my-lovely-sunbae-tan-chap-2-windywiwi/695246517164627
Chapter 3
notes/yaoi-fanfiction-all-about-korean-almost-exo/ff-member-l-my-lovely-sunbae-tan-chapter-3-l-windywiwi/698348696854409
Chapter 4
notes/yaoi-fanfiction-all-about-korean-almost-exo/ff-member-l-my-lovely-sunbae-tan-chapter-4-l-windywiwi/698354513520494
My Lovely Sunbae Tan
Author POV
Jam sekolah pun berakhir 30 menit yang lalu sebelum mereka berdua sampai di apartement jongin. Kini mereka memasuki lift dengan tangan jongin yang memegang lengan sehun. Lalu jongin menekan tombol 5, itu artinya mereka akan ke lantai lima.
Sehun memperhatikan gerak gerik jongin. Berharap otaknya bisa merekam kejadian yang baru saja jongin lakukan, mengingat otaknya harus diinstal ulang huhahaha. Jongin menekan tombol 5 dekat pintu lift dan setelah itu lift terbuka dan mereka pun sampai di lantai tujuannya. Jongin menggandeng tangan sehun dan mengajaknya untuk mengikutinya. Dan setelahnya mereka kini sampai di depan kamar 503.
Sehun memandang jongin dengan memiringkan kepalanya. Jongin yang tau maksud sehun dia pun membuka percakapan.
AUTHOR POV END
My Lovely Sunbae Tan
"ini apartementku, ayo kita masuk" ucap jongin dengan tangan yang masih menggandeng sehun.
"wooooahh oppa apartemenmu besar sekali, apa kau tinggal sendiri di apartement sebesar ini?" tanya sehun dengan mulut yang terbuka tanda dia kagum.
"ne aku hanya tinggal sendiri hunnie, kadang kadang taemin datang kemari dan tidur di apartementku saat liburan sekolah".
"menginap? Tidur bersama?" tanya sehun dengan cemberut.
"iya menginap hunnie, tapi kami tidur terpisah. Dan kenapa kau cemberut seperti itu eoh? Kau cemburu hunnie?" goda jongin dengan mencolek dagu sehun.
"anni bukan seperti itu, hanya – tidak pantas saja oppa" sehun menghentikan sejenak ucapannya saat ia akan mengatakan kata "tak pantas",
"arra manis, sekarang kau duduk dulu ya, oppa mau mengganti pakaian dulu ne. Kalau kau ingin minum atau ingin memakan sesuatu kau ambil saja di dapur ne". Jongin berlalu ke kamarnya.
"arraseo oppa" teriak sehun.
Karena sebesar besarnya apartement, tidak mungkin membuat sehun tersesat untuk mencari dapurnya.
NYEEESSSSS
Sehun membuka kulkas karena ia sedang kepanasan sekarang, mengingat sekarang adalah musim panas dan suhunya hari ini sanagt panas dari biasanya.
"woooahhh sejuknya hehehe" ucap sehun mencoba memasukkan kepalanya dalam kulkas.
"oh ya kkaebsong hunnie kau mengagetkanku" jongin yang sudah keluar dari kamarnya terkejut melihat sesuatu yang tidak ada kepalanya(kepalanya masuk kekulkas).
"eh oppa kau sudah selesai?"tanya sehun dengan cengirannya.
"kau sedang apa eoh? Kepanasan? Kenapa tidak kau nyalakan saja ac nya hunnie?" jongin merain remote ac dan mulai menghidupkan ac.
"oh aku tak melihatnya oppa hehe, oppa palli ceritakan oppa" sehun yang sudah mengambil minuman dikulkas langsung manarik jongin ke sofa.
"ne hunnie, kau mau oppa memulainya darimana?" tanya jongin
"semua tentangmu yang aku tidak ketahui oppa" sehun memandang jongin intens.
"arraseo oppa akan mulai cerita kau dengarkan baik baik ne karena oppa tidak akan mengulangnya" ucap jongin yang hanya dijawab anggukan oleh sehun. Dan jongin pun mulai cerita.
My Lovely Sunbae Tan
-Jongin Story-
4 tahun yang lalu eomma meninggal karena omma menderita penyakit liver yang sudah sangat parah sekali. Aku sangat dekat dengan ommaku hunnie, tapi orang yang paling dekat itu sekarang sudah tidak ada lagi. Aku anak tunggal dikeluargaku, maka dari itu aku adalah harapan ayahku untuk meneruskan bisnisnya.
Tidak lama setelah omma meninggal, 5 bulan kemudian appa menikah lagi. Aku kira appa orang yang setia pada eomma, nyatanya appa sama saja seperti lelaki belang diluar sana yang haus akan belaian wanita.
Appa menikah dengan yeoja turunan jepang, oleh karena itu appa menyuruhku untuk menetap di jepang dengannya dan belajar untuk mengurus bisnisnya. Tapi aku menolaknya, dan waktu itu appa sangat marah sekali dan mengancam nama oppa tidak ada di warisan keluarga. Oppa tidak mempermasalahkan itu, karena harta yang paling berharga adalah dekat dengan eomma. Aku pasti tidak akan bisa untuk bertemu eomma lagi jika aku tinggal disana, aku tahu appaku sekarang seperti apa. Dia berubah menjadi monster yang jahat hunnie, dia meninggalkan aku sendiri disini demi tinggal bersama keluarga barunya.
Alasanku untuk tidak mau menetap disana adalah karena eomma tiriku yang menurutku hanya mencari muka pada appa ku saja. Aku tidak bisa menggantikan eommaku dengannya hunnie. aku sangat rindu eomma hunnie, setiap aku mengingatnya dan rasanya disini sesak sekali. Jongin menunjuk tepat dihatinya.
"oppa" ucap sehun memeluk jongin.
HIKS HIKS HIKS
Jongin menangis terisak dipelukan sehun.
"oppa sudahlah tak usah menanggis lagi, aku juga akan menangis jika kau terus seperti ini" sehun mengusap ujung matanya yang mengeluarkan cairan bening.
"lalu oppa kenapa kau bisa tinggal di apartement mewah ini?" tanya sehun sambil terus menahan air matanya yang keluar.
"ini pemberian appa, aku terpaksa menerimanya karena rumah eomma terlalu besar untuk aku tinggali sendiri hunnie"
Saat appa akan meninggalkan korea, menginggalkanku, meninggalkan kenangan bersama eomma, aku meminta satu permintaan kepada appa. Aku ingin rumah kami yang dulu atas namaku (jadi milikku) karena aku berniat untuk membuat rumah panti asuhan. Awalnya appa tidak setuju, dan appa mengajukkan persyaratan dan akhirnya aku menyetujuinya dengan terpaksa. Dan sebagai hadiahnya appa memberikanku apartement ini untuk tempat aku tinggal.
"rumah panti? Ajak aku kerumahmu yang dulu oppa. Dan apa yang dimaksud dengan syarat? Syarat apa itu oppa?"sehun memiringkan kepalanya.
"aku akan memberitahukan mu saat waktunya tepat ne hunnie"
"tapi oppa aku ing-" belum sempat sehun menyelesaikan kalimatnya dan CHUP
Jongin mengecup bibir sehun. Tida ada pergerakan, hanya menempel saja. Setelah itu jongin mengalihkan bibirnya ke ceruk leher sehun dan jongin memeluknya.
Sehun membelalakan matanya, dan meronta minta dilepaskan ketika dia sudah sadar dari acara bengongnya.
"biarkan seperti ini sebentar hunnie, sebentar saja" jongin mengucapkan sesuatu di bahu sehun yang membuat sehun merinding, tapi detik berkutnya hatinya menghangat mendengar ucapan halus dari jongin. Tak sehun sangka ternyata dibalik wajah dinginnya, hati jongin serapuh ini ssekecewa ini. Ingin sekali sehun mengobati semua yang dirasakan oleh jongin , tapi dia hanyalah adik kelasnya saja tidak lebih.
"saranghae hunnie" ucap jongin
Sehun yang merasa telinganya hampir rusak karena ia mendengar kata kata yang indah dari ulut jongin untuknya.
"ommo jongin oppa tadi bilang apa? Saranghae katanya? Anni anni pasti telingaku sudah tuli" sehun berperang didalam hatinya.
"mwo oppa kau bicara apa?" ucap sehun memastikan.
Jongin melepas pelukkannya dan menatap lurus manik sehun.
"saranghae sehunnie, jongmall saranghae" jongin mengusap kedua pipi sehun dengan tangannya.
Sehun menundukkan kepanya malu menyembunyikan mukanya yang kini terlihat seperti udang rebus.
"oppa aku tidak salah dengar kan" ucap sehun malu malu masih dengan menundukkan kepalanya.
"anni hunnie, jangan menunduk. tatap aku!" perintah jongin yang dituruti oleh sehun.
"eh- eum n-nado oppa" jawab sehun terbata bata.
Jongin langsung memeluk sehun. Sehun pun tersenyum kesenangan.
"gomawo hunnie, sudah menjadi pendengar setiaku" ucap jongin ditengah pelukannya. Dan membuat sehun menjauhauhkan jarak mereka.
"tidak usah berterimakasih padaku oppa jika ingin bertemakasih kau cukup membuat dirimu terus tesenyum, bahagia dan ah satu lagi kau harus selalu dan terus mencintaiku arraseo!" ucap sehun penuh penekanan.
"arraseo hunnie aku akan terus mencintaimu, aku tidak akan menyerah dengan keadaan". Jongin mencubit kedua pipi sehunu dan menggoyangkannya kekiri dan ke kanan.
"oppa appo" sehun melepaskan lengan jongin dipipinya dan dia pun mengusap usap pipinya .
"mianhae chagi, sini oppa sembuhkan" jongin mengecup pipi sehun yang merah akibat cubitannya tadi.
"oppa sudah lah kau itu pervert selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan" sehun memukul bahu jongin dan jongin hanya senyum senyum.
"oppa apa sekarang kita berpacaran?" ucap sehun.
"iya hunnie kita berpacara. Lalu kau ingin status kita apa? bertunangan, atau ah menikah eoh?" jongin menggoda sehun.
"oppa jangan menggodaku terus" ucap sehun mempoutkan bibirnya lucu yang mmbuat jongin ingim menciumnya lagi.
"hunnie hentikan itu, atau kau ingin aku cium lagi eoh?" ancam jongin. Dan sehun langsung menghentikan aksi mempoutkan bibirnya itu.
"eh oppa apa kau mau mengantarkan aku bertemu kim ajjhumma? Aku ingin memberikan salam perkenalanku padanya"
"ne, tak usah disuruh pun aku pasti akan membawamu kesana, karena aku ingin memperkenalkan calon menantu untuknya" ucap jongin yang menunjukkan senyumnya. Yang dihadiahi jitakan halus dari sehun
PLETAK
"aw" ringis jongin ketika tanagn mulus sehun memukul kepalanya.
"yaah oppa dasar kau ini suka sekali menggodaku ya"
"hahaha" yang jongin lakukan sekarang hanya lah tertawa. Senang saat melihat sehunnya kesal dan malu saat dia menggodanya.
"OMMO SEKARANG JAM BERAPA OPPA?" sehun tersadar melihat jam tangan yang bertengger di lengannya. Dan oh sial jam tangannya tidak jalan, dia lupa membeli baterai untuk jamnya.
Jongin meraih ponselnya dan disana telah menunjukkan pukul 9 malam. Jongin memberikan ponselnya ke sehun, setelah sehun melihatnya dia langsung menutup telinganya erat karena teriakan sehun.
"AAAAAA TIDAK OMMA PASTI AKAN MARAH OPPA, OTTOKHAE? AH JINJJA ." Sehun mengacak rambutnya frustasi.
"CEPATANTARKANAKUPULANGOPPA" sehun mengucapkan kata kata terburu-buru.
"ne hunnie tenang saja aku yang akan bilang kepada eommamu nanti"
Merekapun pergi kerumah sehun menggunakan motor besar jongin.
My Lovely Sunbae Tan
Dirumah sehun
TONG TONG TING TONG
Bel rumah ditekan oleh yeoja bernama sehun tersebut.
"nuguseo?"ucap seseorang didalam rumahnya.
"ini sehun eomma bukakan palli"jawab orang yang berada di balik pintu tersebut.
CEKLEK, pintu itu pun terbuka dan memperlihatkan ajhumma yang mukanya cantik walaupun usianya sudah 39 tahun.
"eomma sehun pulang" teriak sehun dan langsung memeluk eommanya yang masih terlihat bingung.
"eomma gwenchana? Sehun melepas pelukannya pada sang eomma lalu melambaikan tangannya didepan muka sang eomma.
"Mianhae eomma aku telat pulang kerumah" sehun menunjukkan wajah bersalahnya pada sang eomma.
"annyeonghaseo ajhuma, joneun kim jongin imnida, senang berjumpa dengan anda. Sebelumnya saya ingin meminta maap soal keterlanvatan sehun ajhumma, karena sehun terlambat karena aku". Ucap jongin menundukkan kepalanya.
"tak apa apa jongin ah, tadi sehun sudah memberitahu bahwa dia akan pergi kerumah temannya jadi aku tidak khawatir lagi" ucap nyonya oh dengan senyumannya.
"maap ajhumma tapi mulai hari ini aku bukan saja temannya, tapi aku sudah menjadi orang yang akan menjaganya dari apapun dan yang akan memberikan kebahagiaan kepadanya" ucap jongin kepada eomma sehun.
"maksud kau jonginah?"eomma sehun masih tidak mengerti ucapan jongin yang sedikit berbelit belit.
"bisakah aku meminta restu untuk menjadi pacar anak ajhumma yang bernama oh sehun?" jongin berucap sambil memegang tangan eomma sehun.
"eh" jawab ibu dan anak itu berbarengan.
"oppa kenapa kau bilang eomma sekarang? Aku jadi malu." Sehun berbisik ditelinga jongin yang hanya di jawab jongin dengan senyuman saja.
"ajhumma bisakah?"jongin memastikan lagi.
"aku mengijinkannya asal anakku bahagia bersamamu dan aku yakin kau pasti adalah sumber dari kebahagiaannya. Ah ada satu hal lagi. Kau harus berjanji bahwa kau tidak akan menyakiti hati sehunnieku" ucap nyonya oh penuh penekanan.
"aku berjanji ajhumma" jawab jongin dengan memegang tangan nyonya oh dan memberikan senyuman tulusnya.
"kau sekarang adalah pacar sehun, aku ingin kau memanggilku eomma saja seperti sehun memanggilku" ucap eomma sehun yang sedang membelai rambun jongin.
"bolehkah sehunnie?"jongin bertanya kepada sehun.
"tentu oppa, eommaku juga eommamu. Jadi sekarang kau tidak merasa kesepian lagi bukan?" ucap sehun dengan senyumannya kearah jongin.
"eomma gomawo, hunnie gomawo"jongin mentikan air matanya dan memeluk mereka berdua(SO SWEET)
"tidak masalah chagi"
"kau sudah makan hunnie?jongie?" ucap eomma sehun.
"belum eomma aku terburu buru ingin sampai rumah jadi aku lupa makan hehehe, tadi aku sedang asik dengan pacar baruku hehehe" ucap sehun yang dihadiahi cubitan dari eommanya.
"kau ini centil sekali hunnie, bagaimana jika jongie ilfeell dengan sikapmu itu?"
"hahaha mana bisa aku ilfeel dengan pacarku yang selalu membuat hati senang eomma? Bagiku apapun yg dilakukannya sangatlah menyenangkan" jawab jongin sambil merangkul pinggang sehun. (ini masih di depan eomma sehun loh udah main peluk aje dasar pervert kkamjong)
"ommo ya ampun kau ini romantis sekali jongie, sehunnie kau beruntung sekali bisa mendapatkan hatinya" nyonya oh senyun senyum sendiri sambil menaruh tangan didagunya lalu mengedip-ngedipkan matanya.
"Apa kau tidak salah memilih pacar jongie? Sehun ini sangat malas juga manja, jika dia meminta sesuatu pasti harus dituruti segera"nyunya oh mempoutkan pipinya.
"eomma" sehun menarik baju eommanya selesai nyonya oh berbicara.
"hahaha ternyata kebiasaan sehun mempoutkan pipinya begitu adalah turunan darimu eomma. Anni, aku tidak salah eomma. Bagiku sehun adalah malaikat yang datang ketika aku terpuruk, dan siap untuk membuat kebahagiaanku kembali". Jongin memegang tangan sehun.
"ah ya sudahlah ayo kita masuk, udaranya dingin sekali" nyonya oh menarik kedua remaja itu kedalam rumah.
"kau harus makan yang banyak ya jongie sehunnie. Hari ini eomma memasak chiken dan juga kimchi"
Sekarang merka sudah duduk di meja makan.
"wooah eomma chiken ini adalah makanan kesukaanku. Aku bisa menghabiskan chiken ini semua jika eomma mengijinkannya" ucap jongin senang karena bertemu dengan teman perutnya hohoho.
"jinjja oppa kau suka chiken? Wah kau sama sekali dengan appaku dia suka sekali dengan chiken dan kimchi. Chiken ? kimchi? Eoh emma kau memasak makanan kesukaan appa, apakah kau sedang merindukannya eum?" goda sehun.
Eomma sehun tidak menjawab pertanyaan sehun yang jawabannya sudah pasti iya. Dia menundukan kepalanya malu dan mukanya terlihat merah sekali.
"hunnie sudah kau jangan menggoda terus kasian eomma dia malu" ucap jongin dan sehun pun hanya cemberut.
"eomma jika kau merindukan appa kenapa kau tidak meneleponnya saja?"ucap sehun sambil tangannya menuangkan nasi ke piring untuk dirinya dan jongin.
"tadi eomma sudah mengobrol ditelepon dengan appamu hunnie, katanya dia akan pulang 3 hari lagi" eomma sehun senyum senyum sendiri seperti orang baru jatuh cinta.
"eomma kau seperti gadis yang baru saja jatuh cinta" jawab sehun yang sedang menuangkan lauk ke piring mereka berdua.
"eomma kau tak makan? Lulu oppa kemana? Tumben rusa itu tidak berisik" sehun celingukan mencari batang hidung luhan.
"eomma sudah makan bersama oppamu tadi, sekarang oppamu sudah tidur hunnie. dia bilang besok dia piket jadi dia harus datang pagi untuk membersihkah kelasnya" ucap nyonya oh yang hanya dijawab anggukan oleh sehun.
"oppa makan yang banyak ne, kalau perlu habiskan saja ayamnya hehehe" ucap sehun dan jongin hanya tersenyum.
"eomma tinggal kekamar ne jongie hunnie, eomma masih kangen dengan appa mu hehe, maap eomma tidak bisa mengantarmu pulang jongie, hati hati dijalan ne jangan ngebut naik motornya" ucap nyonya oh sambil berdiri dari kursinya.
"siap eomma aku tidak akan ngebut, selamat kangen kangenan eomma, salam untuk suami eomma ne eheehe"
"haha iya nanti eomma sampaikan salammu kepada appa sehun ne, pai pai" nyonya oh berlalu meninggalkan mereka berdua.
My Lovely Sunbae Tan
"Huaaaaaaaah kenyang sekali hunnie, chikennya lezat teryata" jongin mengusap usap perutnya.
"bukannya chikennya lezat, tapi kaunya saja yang maniak chiken" sehun mendengus.
Setelah kenyang jongin pun pamit pulang kepada sehun.
CHU jongin mencium pucuk kepala sehun.
"mimpi indah ne hunnie. nanti besok aku jemput kau kesekolah. Jangan sampai tidak tidur karena memikirkan aku ne" ucap jongin mengacak acak rambut sehun.
"ne oppa hati hati dijalan ne jika sudah sampai kabari aku" ucap sehun melambaikan tangannya melihat jongin makin menjauh darinya.
Jongin sudah naik motor dan memakai helm. Dia membuka kaca helmnya dan berbicara
"ne pai pai hunnie malaikatku" jongin melambaikan tangannya, kemudian sehun pun ikut melambaikan tangannya juga.
My Lovely Sunbae Tan
~~ESOK HARINYA~~
Pagi-pagi sekali sehun bangun karena dia sudah berpesankepada eommanya untuk dibangunkan pagi pagi karena dia ingin membuatkan jongin makan siang. Ga ribet sih Cuma buat ayam goreng tepung doang. Tapi karena sehun dasarnya tidak bisa masak dan dikarenakan juga tadi dia terkena minyak saat memasukkan ayam ke penggorengan, makannya nyonya oh menggantikannya memasak. Alhasil bekal itu buatan eommanya bukan dirinya.
"nah sudah siap bekalnya, sekarang aku tinggal menunggu oppa menjemput saja"sehun memaskkan bekal itu ke tas sekolahnya dan dia menunggu jongin menjemput di ruang tamu.
"hunnie, tumben sekali kau pagi pagi sudah bangun, rpanya si kkamjong itu membawa pengaruh baik padamu ne hahaha" ucap luhan sambil memakai sepatunya.
"kkamjong eoh? Panggilan macam apa itu? Dasar rusa" sehun tak terima pacarnya di panggil seperti itu.
"pacarnya marah rupanya huhahaa"
Belum sembat sehun menjawab suara klakson motor jongin membuatya berlari kedepan rumah.
TIN TIN TIN
"iya tunggu sebentar oppa" sehun teriak di dalam rumah.
"yaah hunnie suaramu cempreng sekali, kau ngim membuat aku tuli eoh?"
"wle" sehun menjulurkan lidahnya kearah luhan yang membuat luhan hanya menggeleng gelangkan kepalanya saja.
"eomma sehun berangkat ne, pai pai eomma"
"eomma aku juga berangkat ne"ucap luhan tak mau kalah.
"ne hati hati kalian dijalan. Belajar yang rajin" ucap nyonya oh yang hanya didengar oleh luhan karena sehun sudah pergi sebelum nyonya oh menjawabnya.
"ne eomma annyeong" luhan melanbaikan tangannya.
My Lovely Sunbae Tan
~~AT XOXO HIGH SCHOOL~
Sehun dan jongin sudah sampai di parkiran sekolah dan mereka langsung disambut dengan teriakan seorang gadis imut.
"jongie" panggil taemin sambil berlari menuju tempat jongin dan sehun berdiri.
HOSH HOSH
"aduh capek sekali olahraga pagi itu, eoh ada sehunnie rupanya" ucap taemin tesenyum.
"annyeong eonni" sehun melambai lambaikan tangannya.
"ne anyeong-" ucapan taemin terhenti karena jngin memotongnya.
"waeyo minnie, kenapa kau sampai berlari eum?"
"jongie aku ingin membicarakan sesuatu denganmu tapi bisakah hanya berdua saja" taemin melirik sehun dengan perasaan tidak enak.
Sehun yang tau dirinya ditatap begitu dan hanya menjadi pengganggu, dia pun permisi meninggalkan mereka berdua.
"eoh mianhae jika aku mengganggu, aku akan kekelas annyeong.
Sehun buru pergi meninggalkan kedua insan itu dengan hati yang campur aduk. Jongin yang ingin menarik lengan sehun pun niatnya diurungkan karena taemin yang menarik lengannya.
"ikut aku, kita bicarakan di tempat sepi" ucap taemin yang masih menarik lengan sehun menuju taman belakang sekolah.
SKIPPPPPPPPPPPPPPPPPPP
My Lovely Sunbae Tan
Pada saat jam pelajaran sedang berlangsung, jongin tak konsentrasi belajar karena perkataan taemin tadi terngiang terus ditelinganya.
Flashback on.
"Jongie kenapa kau tidak mengangkat panggilan kim ajjushi? Dia meneleponku katanya dia akan menagih janjimu kepadanya. 3 hari lagi dia akan kembali ke korea dengan keluarga barunya dan akan menetap dikorea selama beberapa tahun, dia bilang semoga kau tidak lupa dengan janjimu."
"jongie kau serius akan menikah dengan orang yang akan dijodohkan oleh appamu nanti? Bagaimana dengan sehunnie? Apa kau tega menyakiti hatinya?"
Flashback off.
My Lovely Sunbae Tan
Jongin mengacak rambutnya asal dan teeet bunyi bel istirahat pun berbunyi. Dan jongin pun masih bengong di bangkunya sebelum sebuah suara menyadarkannya.
"permisi jongin, ini ada titipan untukmu dari yeoja itu" tunjuk orang itu kearah sehun yang berjalan menjauhi mereka.
"gomawo"ucap jongin dan dia pun langsung keluar kelas dan berlari kearah sehun dengan tangannya yang memegang bekal dari sehun.
GREEEP
jongin menarik lengan sehun, tepat dilorong yang akan menuju taman belakang sekolah.
"hunnie kenapa kau tidak memberikannya sendiri eum? Ucap jongin yang membelakangi sehun sambil tangnnya terus memegang lengan sehun.
"aku takut mengganggu kau yang sibuk melamun, aku hanya tidak ingin mengganggu saja. Begitu lebih baik" ucap sehun denagn tatapannya yang terus kedepan tak menghiraukan tatapan jongin.
"hunnie kau kenapa? Kalau berbicara tatap aku" jongin meraih dagu sehun dan mengarahkan nya ke depan mukanya.
Saat jongin menghadapkan muka sehun ke hadapannya, dia terkejut melihat cairan bening membasahi pipi mulus sehun.
"ommo hunnie kenapa kau menangis? Maapkan aku jika kau menangis karenaku" jongin mengusap air mata sehun dan memeluk sehun.
"a-aku hanya tidak mau menjadi pengganggu antara kalian" jika aku mengganggu kalian aku minta maap, maap jika kehadiranku menjadi pengganggu untuk kalian" ucap sehun sambil terus terisak di perlukan jongin.
"kau bicara apa hunnie? kau sama sekali tak mengganggu, tak ada yang merasa terganggu. Kau harus percaya padaku hunnie, jika saatnya tiba aku alkan memberitahukanmu. Aku sangat mencintaimu hunnie, kau jangan menangis seperti ini, ini akan membuat aku menyesali diriku sendiri hunnie" jongin mengelus elus rambut sehun yang tergerai.
"nado saranghae, tapi oppa harus janji tidak akan meninggalkan aku ne apapun alasannya. Oppa juga harus menceritakannya padaku suatu saat nanti, aku pasti menuggunya".
"ne sekarang ayo kita duduk dibawah pohon dan makan bekal buatanmu ini"
Jongin menarik lengan sehun menuju ke pohon besr belakang sekolah yang menjadi tempat favorit jongin selama ia bersekolah disini.
"eum sebenarnya bukan aku yang memasaknya, memang sih tadinya aku yang ingin memasak tapi oppa lihat tanganku terkena minya waktu aku memasukkan ayamnya ke penggorengan" sehun menunjukkan luka nya dan meniup niupnya.
"oh ya kkaebsong, pacar oppa kasian sekali" sekarang lengan sehun di pegang jongin dan jongin meniup niup luka sehun seperti yang dilakukan sehun tadi.
"ini sakit oppa dan makanan ini tidak gratis, kau harus menggantinya. Pulang sekolah nanti kau harus mentraktirku bubble tea 2 cup. Ini perintah tidak ada penolakkan. Arraseo?"
"ne kapten hehehe" jongin hormat di hadapan sehun dan membuat sehun kembali tersenyum.
Saat pulang sekolah
"akhirnya selesai juga pelajaran hari ini hoooaaaam"ucao yeoja mungil.
"baeki kau pulang dengan siapa?"tanya yeoja yang memiliki mata bulat.
"aku pulang sendiri. Ayo kita pulang bersama kyungie"
"tak bisa begitu baeki, kau harus pulang bersamaku. Karena kau kalah taruhan denganku hehehe" ucap chanyeol sambil merengkul pundak baekhyun.
"yaah kau ini selalu sok akrab, sireo aku tidak ingin pulang bersamamu. Kau ini berisik sekali mengoceh sepanjang jalan dan membuat aku pusing" ucap baekhyun memegang kepalanya mengingat saat mereka pulang bersama waktu itu membuat kepalanya pusing.
"tidak bisa baeki, kau kan sudah berjanji. Jika tim bola ke sukaanmu kalah maka kau akan pulang bareng berdua denganku baeki" chanyeol menunjukkan cengirannya.
"oh kyunggie sehunnie, tolong aku" aku tidak bisa terus menerus mendengar ocehannya sepanjang jalan"
"jika dia mengoceh lagi kau sumpal saja mulutnya dengan kaos kakimu baeki hahaha" ucap sehun tertawa.
"aku janji baeki aku akan mengurangi ocehanku sedikit" ucap chanyeol
"sedikit? Banyak saja sekalian" ucap baeki marah
"kajja kita pulang baeki canti" chanyeol lalu menarik lengan baekhyun dan mereka pun pemit meninggalkan kyongsoo dan sehun.
Pada saat sehun akan beranjak dari kursinya dan akan meninggalkan kelas yang sudah sepi dan hanya ada dia dan kyungsoo saja, sebuah suara memanggilnya.
"hai cantik, kau masih ingat janjimu kan? Sekarang aku ingin menagihnya. Ikut aku sekarang" ucap namja tampan yan bernama kris tersebut.
"maap oppa sekarang aku tidak bisa, aku sudah ada janji dengan-" belum sempat sehun menjawabnya, jongin sudah datang kekelasnya untuk menjemputnya.
"dengar aku kris, sekarang sehun pacarku. Kau jangan mengganggu pacar orang lain. Dan jika kau ingin mengancamnya, silahkan saja. Aku pastikan kau tidak akan selamat" ucap jongin menarik lengan sehun.
Saat lengannya ditarik keluar kelas sehun berteriak.
"oppa, kyungie sebaiknya kalian pulang bersama saja"
Kris dan kyungsoo pun berpandang pandangan. Kris menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sedangkan kyungsoo mukanya sangat merah sekali menahan malu.
"kajja sebaiknya kita pulang, sekolah sudah sepi. Aku akan mengantarmu pulang.
"gomawo kris sunbae" kyungsoo tersenyum manis dan dapat kris lihat.
Mereka pun pulang dengan kris yang mengantarkan kyungsoo ke rumahnya dengan motor hitam merahnya kris.
Mereka kini telah sampai di kedai bubble tea, seperti biasa mereka duduk di tempat favorit jongin. Dan sekarang sehun dan jongin tengah meminum bubble tea kesukaannya masing-masing. Sehun membuka percakapannya karena dia melihat jongin yang sedang memandangi wajahnya.
"oppa kenapa memandangku terus eum? Apa ada kotoran diwajahku?" sehun mengibas ngibaskan jari-jarinya ke mukanya.
jongin menghentikan aktivitas yang sedang dilakukan sehun, menghentikan tangan sehun yang sedang berusaha mencari dan membersihkan kotoran dimukanya.
"anni hunnie, aku sedang mengagumi ciptaan-Nya, kau sangat sempurna sekali" jongin tersenyum.
"kau baru sadar sekarang ini ya oppa kalau aku sangat cantik? Dulu kau kemana saja? bahkan kau dulu pernah membentakku gara-gara taemin eonni, kau menyebalkan sekali" sehun memanyunkan bibirnya.
"hahahaha mianhae chagi, sekarang hati oppa penuh dengan namamu" jongin mengelus surai sehun.
Ditengah percakapan mereka tiba-tiba pnsel jongin bergetar.
DRRRRTTTTT DRRRRTTTT
Jongin melirik sekilas ponselnya yang ia letakkan di meja untuk melihat nama seseorang yang tengah meneleponnya. Dan ternyata yang meneleponnya adalah orang yang selama ini melukai hatinya. Sehun pun yang melihat jongin yang hanya melihat ponselnya saja tanpa ada niat untuk mengangkatnya pun bingung.
"oppa kenapa tak diangkat?"
"biarkan saja hunnie bukan orang penting"
"tapi oppa siapa tahu dia ingin bicara sesuatu yang penting, memangnya dari siapa?" ucap sehun, dan membuat jongin terdiam
"oppa sebenarnya ada apa? Bisakah aku tahu? Bisakah kau percaya padaku oppa?" ucap sehun memegang tangan jongin.
"hunnie sebenarnya aku eum aku—"jongin tidak melanjutkan perkataannya dia menundukan kepalanya.
"kau kenapa oppa" sehun masih memegang erat tangan jongin seolah ia ingin membagi yang dirasakan jongin kedirinya.
"appa kembali kekorea dan dia menagih janjiku kepadanya" jongin mulai bercerita dan dapat jongin lihat wajah sehun yang kebingungan dan penuh tanda Tanya. Dan jongin pun melanjutkan ceritanya.
"perjanjian yang aku buat dengan appa waktu itu syaratnya adalah aku harus menerima perjodohan yang telah appa rencanakan dengan teman bisnis appa yang berada di china".
Ucap jongin yang dapat jongin lihat wajah sehun yang sedih ingin menangis.
"j-j-jadi kau akan menikah dengan orang china dank au akan pergi ke hina oppa?"
"anni hunnie oppa tidak akan menikah dengan orang lain selain kau, oppa akan menolaknya"
"ttapi bagaimana dengan perjanjiannya, oppa?, bagaimnapun juga janji adalah janji. Kau harus menepatinya oppa" ucap sehun mencba tersenyum.
"aku tidak bisa memaksakan hatiku hunnie, hatiku bukan untuk diperjual belikan"
"t-tapi opa-" sebelum sehun beralasan lebih lanjut. Jongin memotong ucapannya.
"aku tak akan pernah melepaskan malaikatku" ucap jongin menggenggam erat kedua lengan sehun.
My Lovely Sunbae Tan
Percakapan mereka sore itu berhenti saat jongin memeluk sehun. Dan jongin mengajak sehun untuk pulang. Diperjalanan keduanya tidak ada yang membuka suara, hening. Dan akhirnya mereka kini telah sampai di rumah sehun tepat pukul 5 sore.
"selamat istirahat hunnie" jongin mengecup pucuk kepala sehun setelah sehun membuka helmnya.
"ne hati hati oppa, jangat mengebut" ucap sehun yang hanya diangguki oleh jongin. Dan setelahnya jongin berlalu pergi setelah melambai lambaikan tangannya.
My Lovely Sunbae Tan
Pahi harinya sehun berangkat kesekolah bersama oppanya karena dia mendapat kabar dari jongin bahwa dirinya tidak bisa menjemput sehun karena ada urusan.
Mereka berdua pun telah sampai disekolah.
"hunnie belajar yang benar, pai pai." ucap luhan
"ne oppa, oh iya oppa jika kau bertemu jongin oppa tlong beritahu dia bahwa aku menghawatirkannya ya"
"oke hunnie jika aku bertemu si hitam itu aku pasti sampaikan"
"ya sudah aku masuk kelas dulu" sehun meninggalkan luhan di depan kelasnya.
"ada apa dengan anak itu, kenapam dia tidak bersemangat sekali hari ini? Bukankah hari ini appa pulang? Biasanya dia yang paling bersemangat" ucap luhan menggaruk tengkuknya dan pergi dari tempatnya.
Sehun POV
Sehun berada di kelasnya sekarang tetapi dia tidak dapat mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung, karena dia sedang khawatir pada kekasihnya, karena kekasihnya sejak semalam tidak menghubunginya dan ponselnya pun tidak dapat dihubungi.
"oppa kau kenapa? Kenapa membuat aku khawatir"gumam sehun dalam hati.
Baekhyun yang sejak tadi mendengar sehun yang membuang napas berulang ulang bahkan mendecih saat pelajaran pun menengok ke belakang mejanya. Dia pun menulis sesuatu di kertas. Sebelum akhirnya diberikan pada sehun.
PLUUK
Sehun kaget, ada kertas yang jatuh di mejanya, dia pun langsung membukanya. Ternyata suratnya dari baekhyun.
"Hunnie waaeyo? Kau ada masalah? Kenapa mukamu seperti itu?"
Itu yang baekhyun tulis dikertas tersebut, dan sehun pun membalasnya. Saat akan member surat balasan utnuk baekhyun, tiba tiba ponselnya bergetar.
DDDRRRRRTTTT, ada pesan masuk. Sehun pun dengan semangat membukanya, dan saat sehun tau ternyata itu dari lulu oppa dia langsung cemberut membacanya.
"hunnie, jongin tidak masuk hari ini, kata taemin dia ijin sekolah karena ada urusan penting" sehun membaca pesan yang dikirim dari lulu oppa, dia pun menghela napas.
"ternyata bukan dari jongie oppa" ucap sehun dalam hati.
DRRRTT DRRRTTTT, ponsel sehun pun bordering kembali dan saat dia lihat nama yang tertera di ponselnya dia pun tersenyum. Andai saja ini bukan di saat pelajaran sedang berlangsung, sehun pasti akan teriak.
Dengan cepat sehun membaca pesan dari kekasihnya itu.
"aku merindukanmu hunnie, pulang sekolah aku jemput ne. tunggu aku!"
Sehun pun langsung membalas pesan itu "nado oppa, aku menghawatirkanmu. Aku tunggu di gerbang sekolah ne"
-TBC-
Huhahahaha gimana gimana? Penasaran kah? Tunggu chapter berikutnya ne hahaha, jangan lupa RCL ne, yang chapter kemarin turun nih RCL nya. RCL itu penting loh buat para autor karena dengan kalian RCL kalian menghargai hasil karya author walaupun ceritanya pasaran gini hehehe. Makasih yang udah RCL kemarin….
Annyeong tunggu autor di chapter 6 pai pai ^-^
