My Lovely Sunbae Tan
-Chapter 6-
Author : windywiwi
My Lovely Sunbae Tan
Chapter 6
Author : WindyWiwi
Cast : Oh Sehun, Kai/kim jongin, Taemin, Luhan, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, kyungsoo, Xiumin, Kris/Wu Yifan, Minho, Oh Suho, Zang Yixing/Oh Yixing, taeyeon
Main Pair : Kaihun, Kaitae, Krishun, chanbaek, 2min
Warning : Genderswitch, highschool life, Typo bergentayangan hihi
Genre : T
GS
.
.
GS
Sekali lagi aku bilang ini GS YA, dan yang gak suka GS dan pairnya ga usah di baca. gomawo :D
My Lovely Sunbae Tan
CHAPTER 6
My Lovely Sunbae Tan
Author POV
Didepan gerbang sekolah xoxo high school terlihat seorang yeoja bertubuh langsing dan tinggi semampai dengan rambut yang terurai sedang menunggu seseorang. Berkali-kali yeoja tersebut melihat jam yang bertengger di lengannya. Dia meloleh kesana kemari, berharap orang yang ia tunggu segera muncul. Yeoja tersebut sudah menunggu hampir 1 jam yang lalu. keadaan sekolah sangat sepi karena sudah 1 jam yang lalu siswa dan siswinya berhamburan untuk pulang kerumah masing-masing. Di sekolah hanya ada beberapa anak yang sedang mengikuti eskul menyanyi saja.
Author POV end
My Lovely Sunbae Tan
"oppa eodiga? Kenapa lama sekali ya?" sehun menghentak-hentakkan kakinya dan sesekali dia melihat jam tangannya.
"sehunnie kau sedang apa ? mengapa belum pulang?" ucap yeoja bermata sipit.
Sebuah suara mengalihkan perhatian sehun yang akan melihat kembali jam tangannya.
"eoh baeki, kyungie kalian sudah selesai ya latihnnya?" bukannya menjawab sehun malah mencari alasan.
"ne dan sekarang kita akan pulang bersama , kau sedang apa? Kenapa tak manjawab? Dan kenapa itu wajahmu ditekuk begitu?" ucap baekhyun lagi masih penasaran dengan sehun.
"jongin oppa belum datang, padahal ini sudah 1 jam lebih dari perjanjian kita" sehun cemberut menekuk wajah dan menunduk.
Kyungsoo dan baekhyun merangkul pundak sehun secara bersamaan.
"hmm mungkin jongin sunbae terkena macet hunnie" ucap kyungsoo dan hanya di angguki oleh baekyun.
"ne ne kyungie benar hunnie, dan eum mungkin juga ban motor nya pecah atau mungin bensinnya habis hunnie jadi dia terlambat hehhe" ucap baekhyun dan kyungsoo hanya mengangguki ucapan baekhyun.
Sehun masih tetap menunduk. Dia sedih sekaligus khawatir, dan tanpa mereka sadari sebuah mobil sudah berada didepannya.
Dan pada akhirnya seoreang dari 3 yeoja tersebut menyadari keberadaan mobil tersebut.
"ommo hunnie kyungie mobil siapa itu? Ucap yeoja bermata sipit itu dengan mulutnya yang terbuka lebar (ekspresi terkejut lebay hahaha)
Ucapan bakhyun tersebut membuat kedua yeoja yang masih belum sadar menoleh ke arah depan memastikan ucapan baekhyun.
Dan hasilnya mereka bertiga pun luar biasa terkejut saat pintu mobil tersebut dibuka oleh pemiliknya.
"oppa" ucap sehun terkejut dan kedua temannya pun tak kalah terkejutnya. Apalagi kyungsoo dengan mata bulanya yang hampir keluar dari tempat nya (hohoho seyeeem)
"jongin oppa keren sekali hunnie" bisik baekhyun pelan ditelinga sehun.
"annyeong hunnie dan teman-temannya" ucap jongin tersenyum manis sekali, dan membuat ketiga yeoja tersebut mematung kagum sambil tersenyum-senyum sendiri.
"hunnie, hunnie" panggil jongin dan dia mengibas-ngibaskan tangannya dideoan muka sehun. Tetapi tidak ada tanda-tanda sehun akan sadar dari lamunannya.
"tiba-tiba sisi jongin yang rada mesum pun muncul, dan..."
CHU
Hanya menempel dan tidak ada pergerakkan. Dan itu malah membuat sehun melebarkan matanya .
Jongin menjauhkan kepalanya dari bibir sehun dan menuju ke teling sehun dan setelah itu ia berbisik dengan suaranya yang berat. Dan itu membuat jongin terlihat seksi sekali.
"kau ingin aku melakukannya didepan teman-temanmu hunnie? jongin meyeringai
Dan binggo, dengan ucapan jongin barusan sehun mendorong dada jongin untuk menjauh darinya.
"yaaak oppa, apa yang kau lakukan?" muka sehun memerah seperti tomat yang sudah matang.
"hmmm hanya mencium kekasihku yang sedang melamunkan aku yang tamoan ini hehehe" jongin menyeringi kearah sehun.
"ekhem ekhem, spertinya kami harus pergi dulu hunnie" ucap baekhyun.
"ne baeki kyungi hati-hati dijalan ne" ucap sehun.
"ne hunnie, pai pai hunnie, jongin sunbae. kajja kyungie kita pulang" ucap baekhyun dan segera menarik lengan kyungsoo.
"on ne pai pai kyungi baeki" ucap sehun melambai-lambaikan tanganya melihat kedua sahabatnya makin menjauh.
Sehun melirik jongin yang sedang memperhatikan tingkah laku sehun sedari tadi.
"apa yang sedang kau lihat oppa?"sehun memicingkan mata kearah jongin yang sedang senyum senyum.
"aku hanya sedang mengagumi kecantikan yeoja chinguku saja" ucap jongin tersenyum.
Sehun memutar matanya malas, "kau selalu menggodaku oppa dah oh ini mobil siapa? Sejak kapan kau punya mobil?"ucap sehun sambil mendekati mobil didepannya sambil tangannya mengelus-elus mobil itu.
"kau berlebihan hunnie, ini mobilku. Tetapi aku jarang menggunakannya"
"lalu kenapa sekarang kau menggunakannya" ucap sehun berbalik badan menghadap jongin dengan kepala yang dimiringkan.
"aku ingin mengajakmu kesuatu tempat, ayo kita masuk"ucap jongin menarik lengan sehun kedalam mobil.
Perjalanan baru 30 menit dan sampai saat itu sehun masih saja menanyakan tujuan jongin.
"oppa kita mau kemana sebenernya? Kenapa kau tidak menjawabku? Kau sungguh menyebalkan" sehun mempoutkan bibirnya.
Jongin melihat sehun yang sedang marah dan dia pun langsung tersenyum. Jongin memegang sehun yang masih cemberut.
"jangam memasang wajah seperti itu hunnie, aku tak akan menculikmu, aku hanya ingin meminjammu dua hari satu malam untuk ke tempat yang sangat istimewa"
"menginap?tempat istimewa?" ucap sehun kaget.
"ne hunnie"
"yaaak oppa aku belum minta ijin eomma, dan bagaimana jika eomma khawatir? Dan eoh hari ini appa ku pulang oppa"
"kau tak senang pergi denganku? Aku sudah meminta ijin darinya tadi sebelum ku menemuimu"jongin melepaskan tangannya dari lengan sehun dan menunjukkan wajah sedih.
"anni anni oppa aku senang sekali. Tetapi oppa bisakah aku meminjam ponselmu? Aku ingin menghubungi eomma dan appa, aku sangat merindukan appa"
"kenapa tak gunakan ponselmu hunnie?"jongin memberi ponselnya dari saku celana kearah sehun.
"ponselku mati habis baterai oppa"
"yasudah hubungi eomma dan appa mu cepat"
"eoh"
TUUT TUUUT jaringan telepon tersebut tersambung dan tak lama kemudian terdengar suara dari line seberang sana.
"yeobo-" ucapan wanita paruh baya disebarang line telepon itu terputus karena teriakan dari orang yang sedang meneleponnya.
"eommaaaaaaaaaaaaaaaa" teriak sehun. Dan itu membuat yeoja paruh baya tersebut menjauhkan telinganya dari telepojn yang digenggamnya.
"eoh hunnie kau ini apa-apaan ingin membuat telinga eomma tuli eoh?"
"hahahah mian eomma, eomma apa appa sudah pulang? Aku ingin bicara dengannya eomma aku rindu sekali dengan appa" ucap sehun loncat loncat di kursi mobil. Dan jongin yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"ini appamu baru saja tiba eomma baru saja menjemputnya di bandara" nyonya oh menloadspeaker ponselnya agar tuan oh dapat mendengar ocehan anak bungsunya itu.
"hunnie, ini appa. Appa kabarmu chagi? Appa rindu padamu. Apa membelikanmu oleh oleh dari china hunnie"
"aaaa senang sekali appa, mian appa aku tidak bisa menyambut kedatanganmu" sehun menunjukkan wajah sedihnya dan tentu saja itu tidak kelihatan oleh kedua orang uanya, hanya jongin yang memperhatikannya.
"tak appa hunnie chagi, eomma sudah cerita. Kau harus mengenalkan namjachingu mu pada appa ne. Dan jika namja chingu mu menyalitimu kau bilang pada appa ne. Appa akan membunuhnya nanti hahaha"
"andwe appa, dia orang baik"
"arraseo hunnie, ya sudah ya hunnie chagi appa mu masih kangen pada eomma mu ini hahaha"
"yaak appa kau jangan menyakiti eomma lagi awas saja kau jika berani membuat eomma tidak bisa berjalan"
"hahaha ne ne kapten appa hanya bereusaha membuatkanmu dan lulu adik hehehe"
"sireo appa aku tidak ingin memilikinya, nanti kau tidak sayang padaku lagi" sehun berteriak didalam mobil dan membuat jongin yang sedang menyetir kaget.
"hhaha itu tidak akan terjadi hunnie. selamanya kau dan luhannie adalah malaikat appa dan eomma. Saranghae hunnie, sudah dulu ya sayang appa sibuk hehe. Sampai bertemu dirumah hunnie"
PIIP PIIP
Belum sempat menjawab, sambungn telepon itu diputus secaa sepihak oleh tuan oh. Dan itu membuat sehun kesal sendiri.
"yaaak apa apaan appa seenaknya mematikan teleponku. Memengnya siapa yang menelepon. Dia seenaknya saja. hais, appa keterlaluan.
"sudahlah babby jangan marah marah pada ponselku. Dia tak bersalah babby" jongin mengelus elus pipi sehun.
"tapi dia menyebalkan sekali oppa" sehun menggembungkan pipinya.
"hahaha kau ini" jongin menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.
My Lovely Sunbae Tan
Hari sudah sore dan matahari akan tenggelam sebentar lagi. Mobil hitam itu telah sampai di depan bukit. Udara disini sangat segar sekali beda dengan di seoul. Mereka sedang di Busan tempat eomma jongin di makamkan dan ini tempat kelahiran jongin.
"jja kita turun sudah sampai hunnie"
Sehun keluar dari mobil tersebut dengan muka bingung.
"oppa ini tempat appa? Kenapa kau mengajakku kemari?"
"jja kita harus berjalan dari sini"jongin menarik lengan sehun untuk menaiki bukit tersebut.
Mereka sudah sampai ditempat tujuannya, lebih tepat sih tujuan jongin. Karena sehun sama skali tidak tahu tempat tujuannya sedari tadi.
"ini eommaku hunnie, dan ini jga berarti calom mertuamu hunni ehehehe" jongin mearik lengan sehun untuk duduk disampingnya.
Dapat sehun lihat sebuah nama pada batu diatas gundukkan tersebut. Kim yoona. Itulah nama yang tertera pada batu tersebut.
"oppa ini kim ajjhuma? Oppa aku seang sekali kau membawaku kemari"
"ne hunnie, kenalkan ini eommaku. Dan eomma ini kenalkan sehun menamtu eomma kelak hehehe"
Tanpa jongin sadari sehun menitikan air matanya.
"kau mengapa menangis babby? Jangan memasang wajah seperti itu babby. Aku tidak suka kau menangis" jongin mengusap air mata sehun.
"aku hanya bahagia oppa aku tidak menyangka seumur hidupku aku akan berpacaran dengan orang yang aku sukai, dan sekarang orang itu bilang jika aku adalah calon istrinya, aku sangat senag dan terharu oppa" sehun menyandarkan kepalanya di bahu jongin, jongin membelai surai sehun.
"kim ajjhuma, anni eomma saja ne. Karena oppa emanggil eomma ku begitu, berarti aku juga berhak memanggil kau dengan sebutan eomma"
Jongin tersenyum melihat sehun yang sedang bercengkrama dengan makam ibunya.
"eomma gomawo karena kau telah melahirkan anak seperti jongin oppa, aku benar benar berterimakasih eomma. Jongin oppa anak yang baik, walaupun dia tertutup kepada orang lain dan pura pura terlihat tegar didepan semua orang. Tetapi kau tau tidak eomma? Dia ternyata anak yang cengeng loh hahhaa" sehun mencoba untuk mencairkan suasana yang tadi larut dalam kesedihan.
"yaak hunnie kau jangan mengadukan yang macam-macam pada eomma" jongin menarik telinga sehun dan sehun memekik kesakitan.
"awww appo oppa, eomma tolong aku. Jongin oppa jahat eomma" sehun berdiri dari duduknya disusul juga jongin. sehun meringis kesakitan dan mengelus-elus telinganya krtika jongin melepaskan tangannya.
"anni eomma aku tidak jahat, hunnie saja yang bandel tukang mengadu"
"tapi eomma walaupun begitu sebenarnya oppa juga sangat sayang padaku, iyakan oppa? Sehun menyenggol bahu jongin dengan bahunya sambil tersenyum malu.
"ne eomma yang ini baru benar, aku sangat menyayangi hunnie, bahkan leboh tepatnya mencintainya, aku akan mempertahankannya eomma untuk kebahagianku" jongin memeluk sehun posessive.
"kebahagiaanku? Aku tidak dianggap oppa?" sehun menoleh kebelakang
"ah iya kebahagiaan kita maksudnya hehehe" ucap jongin sambil mencubit hidung sehun.
"eomma besok pagi kita akan kembali lagi ke seoul. aku takut orang tua sehun khawatir anak gadisnya tak pulang pulang. Malam ini aku dan sehun akan menginap di rumah kita eomma"
"jinjja oppa"
"ne hunnie kajja kita berangkat, rumahnya tidak jauh dari sini"
"eomma kita pamit dulu ne, aku akan sering sering kemari nanti"
"ne eomma hunnie pamit dulu ne" kedua pasagan ibu menundukkan badannya dan berlalu pergi dari tempat itu.
My Lovely Sunbae Tan
Sekarang mereka telah sampai didepan rumah yang sangat luas sekali. Di depan gerbang rumah tersebut terpasang papan nama dengan tulisan "Rumah Harapan".
TET TET jongin membunyikan klakson, dan keluarlah seorang yang berbaju satpam. Jongin dan sehun pun keluar dari mobil.
"oh tuan, maaf tadi aku sedang keoilet"
"ne tak apa heenim ajjhussi, tolong kau parkirkan mobil ini. Hari ini aku dan yeojachinguku ingin menginap disini" jongin menyerahkan kunci mobil dan menunjuk kearah sehun.
"annyeong ajjushi aku sehun. Senang bertemu denganmu" sehun membungkukkan badannya begitu pula dengan pria itu.
"yasudah kita masuk dulu ajjushi, gomawo" ucap jongin.
"oppa ini rumahmu? Besar sekali oppa" sehun menutup mulutnya dengan telapk tangannya setelah mereka memasuki rumah itu.
"tadinya, tetapi sekarang ini adalah rumah harapan untuk orang yang tinggal didalamnya, harapan mereka yang tidak pernah merasakan kasih sayang orangtua".
My Lovely Sunbae Tan
Banyak yang berubah dari rumah tersebut, hanya kamar orang tuanya kamarnya dan ruang tengah yang tidak berubah.
"hunnie maaf, tidak ada kamar lagi. Terpaksa kita harus satu kamar" ucap jongin. Sebelum sehun menjawab ada yeoja yang usianya sama seperti tiffany saem menurut sehun datang mengintrupsi perkataan jongin.
"eoh jonginah, kapan kau datang? Lama tidak bertemu denganmu" ucap yeoja itu.
"ne taeyeon nunna, apa kabarmu?" jongin membungkukkan badannya.
"baik baik jongin, kau sendiri pasti sehat kan hahaha"
"hahaha ne nunna aku sehat dan sangat sehat, oh iya tae nunna kenalkan ini sehun yeojachinguku. Dan sehun ini taeyeon nunna, dia yang menjaga anak anak di panti ini dan dia sudah aku anggap kakakku sendiri"
"annyeong unnie, aku sehun panggil aku hunnie saja" sehun tersenyum manis menundukkan badannya begitupun dengan taeyeon. Dia juga membungkukkan badannya.
"ommo jongin pacarmu manis sekali dan senyumnya bisa membaut orang luluh" taeyeon memegang pipinya.
"iya dong pacar siapa dulu, memangnya kau nunna tidak laku-laku wle"jongi menjulurkan lidahnya mengejek taeyeon.
"yaak awas saja kau hitam berani beraninya kau menghina nunnamu yang kelewat imut ini" taeyeon memukul lengan jongin.
"sudah sudah jongie, unnie. Nanti anak-anak bangun lagi" ucap sehun meleri keduanya.
"ne umma" ucap jongin dan mendapatkan bogem mentah dari sehun.
"rasakan kau hahah, oh iya hunnie kau tidur dengan unnie saja. dan kau jangn coba coba menerima ajakannya untuk tidur bersamanya. Karena itu hanya akal bulusnya saja. hati-hati dengan otaknya yang pervert hunnie. bahaya menintaimu." Ucap taeyeon panjang lebar dan diberi tatapan tajam oleh jongin.
"kajja kita kekamar hunnie, kau memakai baju unnie saja ne" taeyon menarik lengan sehun. Dan jongin hanya menatap sendu punggung sehun yang kian menjauh darinya.
Skiiiiiiiiiiip
My Lovely Sunbae Tan
"ayo cepat bangun pemalas" ucap sehun sambil membuka jendela kamar.
Sinar matahari menembus jendela kamar yang sekarang ditiduri oleh pemuda berkulit tan.
"euugh" sbuah lenguhan terdengar dari mulut pemuda yang masih bergelung selimut dan mimpinya itu.
"oppa ayo bangun kita sarapan bersama" sehun menarik selimut yang sejak kapan menutupi muka jongin.
"5 menit lagi hunnie aku masih mangantuk"
"yasudah kalau begitu tidak ada kecupan lagi" ucap sehun sambil berdiri.
Mendengar kata iu jongin langsung bangun dan menarik sehun ke kasur. Dan sekarang tubuh jongin menghimpit tubuh ramping sehun.
"morning kiss hunnie"
CHU
Hanya sebentar sesudah itu jongin bangun dari kasurnya dan masuk kamar mandi.
"tunggu aku diruang makan hunnie, aku mandi dulu" teriak jongin dari dalam kamar mandi.
Sehun yang masih mematung ditempatnya langsung tersadar karena teriakan itu.
"aishh apa apaan dia membuat aku malu pagi pagi begini dasar" ucap sehun lalu beranjak dari kasur dan pergi dari kamar itu.
Saat sehun kembali kemeja makan dia ditanyai oleh anak kecil yang sangat imut.
"unnie unnie apakah jongin oppa sudah bangun? Aku sangat lapal unnie" ucap anak kecil tersebut mempoutkan bibirnya.
"ne seohyun-ah, kalau kalian sudah lapar kaliah bisa makan duluan saja"
"tidak unnie kita akan makan bersama sama" ucap anak kecil tersebut dan sehun hanya mangut-mangut.
"annyeong semuanya, sudah lapar kah. Ayo kalau begitu kita makan. Jinriah kau yang membimbing doanya. Jongin datang tanpa rasa bersalah karena telah membuat orang menunggu lama.
"ne oppa" ucap gadis tersebut. Dan merekapun mulai berdoa.
My Lovely Sunbae Tan
Selesai makanpun sehun dan jongin berpamitan kepada penghuni panti.
sehun saat ini tengah mangendong seorang anak kecil yang kira-kira umurnya baru masuk taman kanak-kanak.
"seohyun-ah unnie harus pulang, mian tidak bisa menemanimu bermain"
"ne unnie gwenchana, kapan-kapan unnie kecini lagi ne"
"unnie pasti akan menengokmu sayang"
"yakso unnie" anak itu mengangkat jari kelingkingnya.
"yakso" sehun mengaitkan jemari kelingkingnya dengan anak itu dan tersenyum.
Sehun dan jongin pun berpamitan pada seluruh panti, dan sekarang mereka sedang berpamitan kepada taeyeon.
"unnie" ucap sehun berlari kearah taeyeon
"jaga diri baik-baik ne, aku pasti akan merindukanmu"
"ne dan kau kamjong, kau harus lindungi dia jangan menyia-nyiakannya" ucap taeyeon ke arah jongin.
"arraeseo nunna cantik" jongin menggoda taeyeon.
"kau ini" taeyeon menggeleng-geleng kepalanya.
"ya sudah nunna kami pamit dulu ne, jaga diri kalian" ucap jongin menundukkan badan diikuti dengan sehun.
Jongin menarik sehun kedalam mobil, dan sehun pun membuka kaca mobil dan melanbaikan tangannya.
My Lovely Sunbae Tan
Jam sudah menunjukkan pukul 1.00 waktu korea. Mereka sudah 3,5 jam diperjalanan, dan sekarang mereka sudah sampai di depan rumah sehun. Jongin tak tega membangunkan sehun, karena sehun tidur sangat pulas sekali.
"euugh"sehun menggeliat dalam tidurnya, jongin hanya memperhatikannya denagn senyum yang mengembang diwajahnya.
"oppa apa sudah sampai?"ucap sehun dengan suara serak. sehun mengerjap-kerjapkan matanya lucu.
"ne babby, sudah puaskah tidurnya? Ayo kita masuk. Orangtuamu pasti sangat khawatir" ucap sehun membuka pintu mobil dan menarik sehun dari dalam mobil.
Ting tong ting tong
Bel kediaman keluarga oh pun berbunyi, dan terdengar teriakan seorang namja dari dalam.
"sebentar" ucap namja tersebut.
Ceklek, pintu pun terbuka dan terlihat dua orang remaja.
"hunnie, kau kemana saja? Hais ayo masuk" ucap sehun menark lengan sehun.
Sehun menolak ajakan luhan dan tetap berdiri di depan pintu.
"eommaaaaa"teriak sehun dari depan pintu.
Kedua orang tua sehun pun keluar dari tempat kerja appa sehun.
"ya ampun yeobo itu hunnie sudah datang ayo kita kebawah" ucap nyonya oh.
"ne kajja"
"eomma appa bogoshipeo"sehun memeluk kedua orangtuanya.
"ya ampun hunnie kau makin cantik saja"ucap appa sehun.
"siapa dulu dong eommanya"nyonya oh menyahut.
"oh iya appa, sini aku kenalkan. Ini jongin oppa dia eng-" sehun menghentikan ucapannya.
Tuan oh memiringkan kepalanya dan menatap intens namja yang dikenalkan sehun.
"dia orang spesial di hatiku appa"ucap sehun malu-malu.
Semua orang terkejut kecuali jongin dan sehun pastinya. Luhan sendiripun kaget melihat adknya jujur dengan malu-malu.
"eum aku jongin ajjushi senang berkenalan denganmu, aku ingin mengembalikan sehun sesuai janjiku, maaf aku harus pergi" ucap jongin menundukkan badannya.
"kenapa terburu-buru jongie" ucap eomma sehun.
"ne maap eomma aku harus pergi ada yang harus aku selesaikan. Aku pamit dulu eomma ajjushi, hunnie, luhan" jongin menundukkan badannya dan berlalu pergi.
sehun ingin mengejar jongin tapi lengannya ditarik oleh appanya.
"hunnie appa bawa oleh-oleh untukmu, kaja kita lihat" tuan oh menarik lengan sehun kedalam kamar sehun untuk membuka oleh oleh.
"appa ini kan tas aku inginkan oh bagus sekali appa, gomawo appa" sehun memeluk appanya dan appanya pun membalasnya.
"oh iya hunnie appa punya permintaan"
"apa itu appa?"
"appa ingin mengenalkanmu dengan seseorang anak kerabat appa, kau mau kan hunnie?
Sehun menjatuhkan oleh oleh dari appanya terkejut.
"mwo? Mengenalkan? Perjodohan maksud appa? Sireo aku tidak mau appa. Bukankah tadi aku sudah mengenalkan namjachinguku kepada appa. Kenapa appa masih tak faham? Aku menolak"
"bukan perjodohan hunnie, kau hanya perlu mengenalnya saja, jika kau tertarik maka akan dilanjutkan. Tetapi jika kau tetap tidak tertarik maka appa tidak memaksa. Dan itu membuat appa sedih" tuan oh menundukkan wajahnya.
"appa mianhae aku tak bermaksud membuatmu sedih, hanya saja aku tidak ingin menikah dengan orang lain kecuali dengan jongin oppa"
"arraseo hunnie dan mungkin sebentar lagi perusahaan kita akan bangkrut karena appa menolak permintaan rekan bisnis appa" tuan oh bangkit dari duduknya dan hendak keluar tetapi dicegah oleh sehun.
"appa tunggu, jadi appa menjualku kepada orang lain?" sehun menarik lengan appanya yang hendak keluar kamar.
Hening tak ada suara.
"arraseo appa, aku menerimanya, aku mengorbankan kebahagiaanku untuk keluarga ini, lakukan semua yang appa mau. Malam ini kita akan berangkat" ucap sehun meninggalkan appanya diluar kamar dan menutup pintunya.
"hunnie maapkan appa babby, appa terpaksa. Dan anak kerabat appa pun katanya sangat tampan. Kau pasti tidak akan menyesal hunnie" tuan oh mengetuk-ngetuk pintu kamar sehun.
"tampan?appa tahu darimana kalau dia tampan?"teriak sehun dari kamar
"eum itu appa melihat fotonya hunnie"
"ya sudah aku ingin istirahat, tinggalkan aku sendiri appa" teriak sehun lagi.
"arra hunnie appa tinggal ne" ucap tuan oh tetapi tak ada jawaban apapun dari anak bungsunya.
My Lovely Sunbae Tan
Malam hari telah tiba dan sekarang sehun dan keluarganya kecuali luhan karena dia sangat malas pergi ke acara yang seperti ini. Mereka telah sampai di depan restoran ternama, mereka pun turun dari mobil, sehun mengikuti dibelakang.
"hunnie mianhae eomma tidak bisa melakukan apa apa" ucap nyonya oh lirih.
"sudahlah eomma, bukankah sekatrang aku sudah disini?"ucap sehun malas.
Nyonya oh hanya diam, dan mereka pun telah sampai disatu ruangan khusus. Pelayan pun membukakan pintunya. Dapat dilihat bahwa didalamnya terdapat sebuah keluarga dan yang paling jelas sehun lihat adalah orang yang sepertinya akan dijodohkan dengannya.
"oppa"ucap sehun.
Namja yang dipanggil sehun pun mendongakkan kepalanya keatas.
"hunnie, sedang apa kau disini?" ucap namja itu kaget.
"aku datang bersama eomma dan appa, oppa sendiri mengapa disini?" ucap sehun memiringkan kepalanya.
"akuuu eng-"
TBC
Ohaaaa ohaaaa hahaha aku kambek dengan epep gajelas hehehe gimana masih penasaran siapa yang dijodohin sehun? Pantengin terus ya epep ini hehehe dan jangan bosen bosen ya buat review karena review kalian sanagt berarti buat aku (pelukreadersatuatu), tunggu chapter selanjutnya ne, kemungkinan ni epep bakalan berakhir di chap 8 atau 9. Jadi review terus ne :D. Pai pai
