My Lovely Sunbae Tan
-Chapter 8-
Author : windywiwi
My Lovely Sunbae Tan
Chapter 8
Author : WindyWiwi
Cast : Oh Sehun, Kai/kim jongin, Taemin, Luhan, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, kyungsoo, Xiumin, Kris/Wu Yifan, Minho, Oh Suho, Zang Yixing/Oh Yixing, taeyeon
Main Pair : Kaihun, Kaitae, Krishun, chanbaek, 2min
Warning : Genderswitch, highschool life, Typo bergentayangan hihi
Genre : T
GS
.
.
GS
My Lovely Sunbae Tan
"lepaskan aku dasar ajjhusi mesum!" sehun memukul orang yang memeluknya dari belakang menggunakan siku tangannya.
"hey chagi tenanglah ini aku jonginmu" jongin semakin mengeratkan pelukannya.
"oppaaaaaaaa"
~~~~~~~~~~MY LOVELY SUNBAE TAN~~~~~~~~~
CHAPTER 8
ChenKaiDo.t
"oppa mianhae, kau tidak apa apa kan?"sehun membolak balikan badan kekasihnya itu dengan muka panik"
"ah ini sakit hunnie" jongin menggigit bibirnya yang tentu saja sebenarnya tidak merasakan sakit sama sekali, dia hanya ingin memberi hukuman kepada kekasihnya yang sangat imut itu.
"ah maapkan aku oppa aku benar-benar tidak sengaja, aku obati luka diperutmu ya oppa" sehun menarik jongin ke tempat tunggu penumpang.
"sini oppa buka bajunya biar aku lihat" sehun berbicara dengan muka polosnya.
"tidak usah hunnie, perutku tidak sakit kok"
"lalu apa yang sakit oppa?" tanya sehun memiringkan kepalanya.
"bibirku yang sakit chagi-ah"telunjuk jongin menunjuk bibirnya dan jonginpun memanyunkan bibirnya.
PLAK
"appo hunnie, kenapa memukulku?" jongin mengelus bibirnya yang kena tamparan sehun.
"kau memasang muka ingin di tampar oppa, kau benar benar menyebalkan" sehun memalingkan mukanya dari jongin.
"apanya yang menyebalkan hunnie? Aku melakukan ini pada pacarku sendiri, apa itu salah?" suara jongin meninggi, dan jongin pun beranjak pergi dari kusi penumpang.
GREEP
Tangan jongin pun ditahan oleh sehun dan sehun membalikkan badan jongin sehingga mereka berdua saling berhadapan. Sehun merangkul bahu jongin hingga tinggi badannya sama dengan jongin dan CHUP
Sehun mengecup bibir pacarnya itu, hanya mengecup saja tak ada pergerakan lain sebelum jongin menekan tengguk sehun dan membuat bibir keduanya semakin menempel dan jongin mulai melumat bibir sehun dan sehun pun mulai membalas ciuman kekasihnya itu.
Saat jongin dan sehun merasakan dunia hanya milik mereka berdua ada pengganggu yang merusak acara mereka berdua.
"jonginah mau sampai kau begitu? Apa tak malu dilihat orang-orang? Yah kau hunnie, sepertinya dirimu sangat menikmati itu. Lihatlah kau sekarang jadi santapan srigala hitam lapar itu" ucap luhan dan mendapatkan jitakan spesial dari eommanya.
Jongin melepaskan ciumannya dengan terpaksa. Muka sehun pun memerah bak kepiting rebus. Dapat dilihatnya tidak jauh dari tempat merka berdiri ada keluarga sehun, appanya dan taemin yang sedang melihatnya mencium sehun.
"jonginah kau seorang good kisser yang baik" ucap tuan kim menggoda anaknya seraya mengangkat ibu jarinya dan mengedipkan matanya.
"buah tidak jatuh jauh dari induknya appa" ucap jongin menarik lengan sehun dan berjalan kearah sekumpulan keluarganya (keluarga sehun dan jongin).
Dengan ucapan jongin yang blak blakan, semua orang ikut tertawa begitupun sehun.
"kajja sudah waktunya kita berangkat" ucap tuan kim.
"sebentar appa aku ingin bicara dengan hunnie dulu" jongin menggenggam lengan sehun kuat dan menatap mata sayu sehun.
"hunnie, tunggulah aku pulang ne, kau harus menjaga dirimu. Baik baiklah disini, ingat pesanku jangan terlalu dekat dengan kris maupun namja genit lainnya ne. Kau milikku, ingat kau milikku. Aku akan segera kembali, untuk itu aku harus fokus terhadap apa yang aku pelajari di jepang sana agar aku bisa segera kembali. Dan kau, tugasmu hanya harus menyelesaikan sekolahmu dengan baik dan menjaga dirimu mengerti? Aku pasti akan sangat merindukanmu chagi" jongin menempelkan keningnya dengan kening sehun.
"aku mengerti oppa, aku hanya milikmu, dan hanya milikmu. Kau jangan mencari gadis atau tante tante genit disana ne. Aku pasti akan menyelesaikan sekolahku dengan baik, kau tidak perlu kawatir. Dan kau juga harus menjaga dirimu dengan baik ne" sehun memeluk bidang datar jongin dan menggelamkan kepalanya disana. Jongin mengelus pucuk rambut sehun dan merasakan aroma strawberry milik kekasihnya tersebut.
"jonginah ayo cepat, pesawat akan berangkat" ucap apaa jongin.
Jongin melepaskan pelukannya pada sehun dan mulai mendekati appa dan eomma jongin.
"jonginnie, eomma pasti akan sangat merindukanmu, jaga dirimu baik baik" ucap eomma sehun sambil memeluk jongin erat. Jongin mengusap air matanya yang hendak keluar. Jongin telah mengganggap eomma sehun seperti eommanya sendiri. Dia sangat menyayangi ibu cantik ini.
Setelah itu jongin berpamitan pada appa sehun "jadilah anak yang membanggakan orang tua" ucap appa sehun mengelus pundak jongin. Jongin mengangguk anggukkan kepalanya
"hei jong walaupun kau terlihat dingin tapi tadi aku melihatmu menangis, itu bagus bro" luhan menepuk pundak pacar adiknya itu.
"yaah apa katamu rusa? Aku juga manusia. Oh iya aku titip sehunku padamu ne, jaga dia selama aku pergi"
"hei hei kau tidak ingat kau sedang bicara dengan siapa sekarang. Dan apa katamu tadi? Sehunku? Ohcidakbisa sehun itu milikku. Tidak usah kau suruhpun pasti aku menjaga dia dengan baik" ucap luhan berkoar koar menahan amarahnya.
"hahaha santai bro, dikira kau akan berpaling untuk menjadi pengawalnya xiumin" jongin tertawa melihat luhan yang hanya bisa menahan amarahnya.
"yaaaak apa katamu, sudah cepat kau pergi. Lama lama aku kesal melihatmu disini, dan aku heran kepada hunnie bisa tahan dengan makhluk sepertimu"
"oppa" sehun menatap oppanya tersebut dan menggelengkan kepalanya agar luhan segera menyumpal mulut embernya. Dan sepertinya usaha sehun menghentikan pertengkaran antara kedua orang orang yang disayanginya itu berhasil untuk membuat luhan tidak bicara lagi.
Sekarang jongin tepat di oarang terakhir yang mengantarnya ke bandara, yaitu dia temin sahabat kecilnya.
"taeminnie, jaga dirimu baik baik ne. Setelah aku pulang aku ingin mendengarkan ceritamu dengan pangeranmu itu" jongin mengacak acak rambut sambil tersenyum menggoda teman kecilnya itu.
"cepatlah kembali, aku pasti akan sangat merindukanmu bodoh"
"arra, aku titip sehunnie ne" saat jongin akan memeluk sahabatnya itu, mereka langsung dipisahkan oleh tangan jahil.
"yaaak kau, didepan dongsaengku kau masih bisa bisanya akan memeluk orang lain" dasar kim jongin kau masih saja tidak berubah.
Sehun langsung membekup mulu luhan dengan tangannya agar rusa itu tidak bicara lagi.
"lepaskan hunnie, sesak" luhan bicara tak jelas karena mulutnya masih di bekap oleh sehun.
"aku tak mendengarnya oppa, kau bicara apa?"
Hahaha semuanya tertawa atas kelakuan kakak beradik itu.
"hahha kajja jonginah kita harus pergi, pesawat akan berangkat sebentar lagi" tuan kim menari tangan jongin.
Jongin dan ayahnya membungkuk sebagai salam perpisahan mereka, saat jongin baru melangkahkan kaki nya terdengar suara sehun memanggilnya.
"oppa"
Jongin menoleh dan sehun melanjutkan perkataannya "eum saranghae"
Jongin tersenyum manis "nado" ucapnya. Dan merekapun berlalu pergi.
My Lovely Sunbae Tan
-6 bulan akan datang-
Sehun akhir akhir ini tengah sibuk mempersiapkan diri mengikuti ujian sekolah, dia harus membuktikan kepada jongin bahwa dia bisa mendapatkan nilai yang bagus walaupun tidak sempurna. Semenjak ditinggal oleh jongin ke jepang sehun semakin rajin belajar dan rajin galau, karena jongin samasekali tidak pernah membalas pesan sehun maupun telepon dari sehun. Cuma sekali jongin mengirim pesan singkat untuk mengabarkan bahwa dia dan ayahnya sudah sampai di jepang, setelah itu jongin menghilang bagaikan ditelan bumi.
Sekarang ini sehun rajin sekali mengunjungi perpustakaan sekolah pada jam istirahat ditemani oleh kedua temannya itu.
"hunnie aku lapar sekali, kita ke kantin sebentar saja yu aku ingin membeli roti" ucap baekhyun memegangi perutnya yang terasa lapar.
"sebentar baeki aku sedang seru membaca, kau pergi dengan kyungie saja ne" sehun masih tetap dengan matanya yang menatap buku yang menurut beakhyun akhir akhir ini membosankan.
"ah kita pergi bersama-sama saja ayo. Kasihan badanmu itu makin hari makin kurus saja" baekhyun menarik narik tangan sehun.
"yaaak kau ini tidak bisa melihat orang sedang belajar ya? Ya sudah ayo cepat kita ke kantin. Ayo kyungie" sehun menarik lengan kyungsoo yang sedang asik membaca buku.
Mereke bertiga pun pergi ke kantin sekolah. Sampai di kantin sekolah mereka mencari tempat yang kosong.
"kajja hunnie di sana saja yang kosong"teriak baekhyun menunjuk tempat paling pojok kantin.
"baeki kau tidak usah teriak teriak begitu, kasihan kupingku kalau harus tuli karena teriakanmu setiap hari" kyungsoo mengusap usap daun telinga dengan tangannya.
Baekhyun yang mendengar itu hanya cengengesan tidak jelas dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sehun pun yang melihat itu hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
Sekarang mereka sedang menikmati makannan yang mereka pesan sebelumnya.
"hunnie bagaimana kabar jongin sunbae? apa kau sudah mendapatkan kabar darinya?" ucap kyungso yang sedang memakan burgernya.
Sehun hanya menggeleng kepalanya lemah dengan muka sedih menatap kedua temannya itu.
Baekyun memegang tangan sehun dan mengelus elusnya. "tak usah sedih hunnie, aku yakin sunbae sedang fokus kepada bisnisnya agar dia bisa cepat menemuimu, iya kan kyungie" ucap baekhyun menginjak kaki kyungsoo dibawah meja sana.
Kyungsoo hanya meringis menahan sakit "ah iya benar sekali apa yang baeki katakan hunnie". kyungsoo bersumpah dia akan menginjak kaki mungil baekhyun setelah ini.
"ah kyungie setelah ini ujian sejarah korea, aku masih belum paham asal usul negara korea kyungie. Dinasti dinasti apalah itu kyungie aku sungguh tidak bisa mengingatnya, nanti aku lihat jawabanmu ne kyungie yang cantik" baekhyun menunjukkan aegyonya didepan kyungsoo.
"yaaah sekali lagi kau menunjukkan wajah seperti itu aku akan menirammu dengan jus strawberry" ucap kyungsoo melotototkan kedua matanya kearah bekhyun, dan baekhyun pun hanya nyengir kuda.
"ayolah kyungie kau ini temanku bukan, sehunnie kau juga harus membantuku ya" baekhyun menggoyang goyang lengan sehun.
"makannya kau belajar baeki, baru sebentar belajar diperpus kau sudah merenggek minta ke kantin, bagaimana kau mau pintar jika di otakmu hanya ada chanyeol dan makanan saja. Minta tolong saja sana pada chanyeol"
"kalo minta tolong pada yeolli saja saja artinya aku bunuh diri nyonya oh" baehyun memanyunkan bibirnya.
TENG TENG TENG (bel sekolah)
"kajja kita masuk kelas, ujian akan segara dimulai" ucap kyungso berjalan meninggalkan kantin diikuti dengam kedua yeoja dibelakangnya.
My Lovely Sunbae Tan
-Pulang sekolah-
"oh untung saja ujian terkhir itu sehunnie memberikan aku anugerah, terimakasih hunnie" sehun dipeluk baekhyun.
"yaak itu tidak gratis baeki, setelah ini kau harus merelakan uang jajanmu selama seminggu untuk mentraktirku bubble tea, arraseo!"
"hah seminggu hunnie? kau tega sekali. Yeolli tolong aku sehunnie jahat padaku" baekhyun mengadu pada chanyeol yang berada disamping sehun.
"ah maapkan aku baeki kali ini aku tidak bisa membantumu, sehun akan memakanku jika aku membantumu" chanyeol menampilkan gigi kudanya yang rapin dengan tangannya yang membentuk PEACE.
"oh ya kalian ingin melanjutkan kuliah dimana? Aku akan melanjutkan kuliah dibusan karena appa ku dipindahtugaskan disana" ucap kyungsoo.
"yaaah aku akan kehilangan teman curhat yang paling bawel nanti, aku ingin melanjutkan kuliah di universitas seni Seoul jurusan vocal. Aku kira kau juga ingin meneruskannya disana" ucap baekhyun dengan muka sedih.
"ah kita beda sekolah baeki, aku akan kuliah di Seoul National University, aku ingin lancar berbahasa inggris hehehe tapi kita tetap akan sering bertemu kan baeki?"
"huh aku tidak janji ya yeol, kau saja tadi tidak membelaku di depan sehun" baehyun memelingkan wajahnya yang sedang di tatap oleh chanyeol.
"baeki aku minta maap tadi itu aku benar benar tidak bisa membelamu"
"ah kalian itu berisik sekali sih, sehunnie kau ingin meneruskan dimana?"ucap kyungsoo
"aku tidak tahu kyungie, aku ingin meneruskan sekolah di jurusan seni, mungkin dance tapi aku belum memutuskan akan meneruskan di universitas apa."
"ah kalau gitu bagaimana kalau bersamaku saja hunnie, disana juga ada jurusan dancenya kok, kata orang orang jurusan dance disana sangat bagus" ucap yeoja bermata sipit itu gembira.
"ah tapi aku masih bingung baeki, aku mau meneruskan disini atau aku kembali ke china saja" sehun memasang muka murungnya.
"kenapa kau harus ke tempat kelahiran ibumu hunnie, disini pun kau mempunyai banyak temankan? Atau kau begini gara gara sunbae?" ucap baekhun memiringkan kepalanya dan disambut dengan senyuman oleh chanyeol.
"ah sudahlah baeki jangan ingatkan aku dengan oppa terus"
"mianhae hunnie, oh iya hari sabtu nanti malam kelulusan kita kau ingin datang memakai baju apa? Bagaimana kalau kita belanja hari ini sekalian merayakan hari ulangan terakhir kita di sekolah.
"eum kurasa aku tidak perlu ikut berbelanja baeki, aku pulang dulu ne" ucap chanyeol melambaikan tangannya kepada ketiga yeoja tersebut.
"maap semuanya aku tidak bisa ikut, eomma menyuruhku untuk pulang cepat" sehun berbohong kepada teman temannya karena jika tidak beralasan seperti itu, dia pasti akan dipaksa ikut oleh teman temannya itu.
"ah hunnie kau tidak kompak masa ita Cuma berdua saja belanjanya" baekhyun mempoutkan bibirnya.
"sudah hunnie kau jangan pedulikan baeki, kau pulang saja ne" kyungsoo tersenyum kepada sehun. Kyungsoo mengerti bahwa sehun sedang ingin sendiri.
"terimakasih kyungie kau memeng mengerti aku"sehun memeluk kyungsoo.
"ya sudah cepat pulang anti eomma mu marah, hati hati ne"
"iya bye bye baeki kyungi" sehun melambaikan tangannnya
My Lovely Sunbae Tan
-Dirumah sehun-
Sesampainya dirumah sehun dikejutkan dengan kelakuan oppanya yang sedang kencan dengan pacar barunya xiumin.
"oppa bisa tidak jangan bermesraan di depan mataku aaaaaaaaaa" sehun yang beru tiba di rumah berlari ke kamarnya yang ada dilantai dua.
"dia kenapa minnie?apa dia kesambet hantu siang siang begini?" ucap luhan menggeleng gelangkan kepala nya melihat kelakuaan adiknya yang belakangan ini sangat aneh.
"eum mungkin dia sedikit iri hannie, dia merindukan jongin mungkin" ucap xiumin
"hannie apa tadi itu hunnie sudah pulang?" eomma sehun yang baru saja selesai memasak bertanya kepada anak lelakinya itu.
"iya eomma, tapi aku tidak tahu kenapa tadi itu di marah marah sendiri, coba eomma bujuk sehun kekamar"
"ya sudah eomma ka kamar adikmu dulu" nyonya oh melepas celemeknya dan menaruhnya di dekat meja ruang tamu.
TOK TOK TOK
"hunnie, ini eomma. Bolehkah eomma masuk chagi?"
"iya eomma masuk saja pintunya tidak dikunci ko" sehun masih setia merepatkan tubuhnya di dalam selimut kesayangannya.
"anak eomma sudah pulang rupanya, bagaimana ujiannya tadi chagi? Sukses?"
Sehun hanya mengangguk dan sedikit menggeserkan tubuhnya kepada paha eommanya dan menggunakan paha eommanya sebagai bantalan kepalanya. Sehun sangat suka posisi seperti ini tidur di paha eommanya dan eommanya akan menyisir rambut sehun dengan jari jarinya.
"anak eomma kenapa sedih? Eomaa boleh tau sayang?"
"eomma aku merindukan jongin oppa, sangat merindukannya. Mengapa oppa tidak menghubungiku eomma? Apa dia sudah melupakanku?" ucap sehun sambil memainkan boneka pnku pinku ditangannya.
"ssttt anak eomma tidak boleh bicara seprti itu, eomma yakin jongie pun merindukan hunnie. hanya saja mungkin keadaan yang memaksanya begitu. Anak eomma yang sabar ne, jongie yang eomma kenal bukan anak yang seperti itu. Dia sangat menyayangi, ani mungki lebih tepatnya mencintai hunnie.
Sehun hanya mengangguk angkukan kepalanya dan memeluk boneka kesayangannya itu.
"kapan pengumuman kelulusanmu sayang?"
"itu mungkin sabtu pagi eomma, karena sabu malamnya sekolah akan mengadakan pesta kelulusan"
Nyonya oh hanya tersenyum dan lebih tepatnya menyeringai.
Skiiippppp
My Lovely Sunbae Tan
-Di Malam pesta kelulusan-
"hunnie disini" teriak yeoja bermata sipit melambai lambaikan tangannya.
"waah baeki kau imut sekali, aku yakin yeolli terpesona sekali denga tampilanmu yang seperti ini" ucap sehun yang baru tiba di pesta kelulusan.
"hunnie bukan hanya aku loh, lihat kyungie juga sangat manis bukan? Coba saja jika kris oppa ada disini, pasti dia akan terpesona melihatmu"
"baeki diamlah, dan lihat bahkan sehun yang lebih canik dari kita. Gaun putih selutut dengan rambut di ikat kesamping makin memperlihatkan kulit putihnhnya. Dan itu sangat seksi bukan baeki?" ucap kyungsoo jujur.
Sehun membekap mulut kyungso dengan tangannya dan membisikkan sesuatu disana tetapi tetap saja terdengar oleh baekhyun "kyungi tidak perlu menambahkan seksinya"
"hahahaha hunnie, jangan dengarkan kyungie. Ayo kita ambil minuman ke sana" tunjuk baekhyun ke arah minuman yang berjejer didepannya.
"kyungie kau kapan kebusan?" ucap sehun memecah keheningan.
"eum mungkin 2 minggu lagi hunnie, tapi kalau kau membutuhkanku aku siap 24 jam untukmu hunnie. kau tinggal menghubungi nomorku saja ne hehehe"
"ah kyungie aku pasti akan merindukanmu" ucap baekhyun memeluk kedua temannya itu dan sekarang mereka sedang berpelukan sperti teletubies.
DRRRTTTT DRTTTT ( getar hp sehun)
"eum sebentar ne, hapeku bergetar" sehu mengambil hp nya yang bergetrar dari dalam tasnya.
"yeoboseo eomma, waeyo?
"arraseo eomma sentar lagi aku pulang" ucap sehu menutup sabungan teleponnya secara sepihak.
"mianhae kyungie baeki, aku harus pulang eomma bilang aku harus segera pulang. Appa ku baru saja pulang dari dinas luar kotanya, dia ingin memberikanku kejutan katanya"
"eum arraseo hunnie ka hati hati ne, kau pulang dengan siapa?" ucap baekyun
"kata eomma supir appa yang baru akan menjemputku. Dia akan kemari nanti"
DRRRTT (pesan hp sehun)
Pesan dari nomor baru masuk ke hp sehun, sehun sudah menduga pasti ini adalah orang suruhan appanya.
From :0976xxxxxxxx
"aggashi aku sudah didepan gedung sekolahmu, aku tunggu diluar"
Sehun membalasnya
to: 0976xxxxxxxx
"sebentar aku segera kesana"
"aku pulang dulu ne, kalian jangan pualng terlalu malah, hati hati pulangnya" sehun memeluk kedua temannya itu.
"iya kau juga hati hati ne, sampai ketemu lagi"
Sehun sudah didepan gedung sekolahnya, kepalanya celingukan mencari cari keberadaan mobil ayahnya.
"ah itu dia" sehun menghampiri mobil ayahnya dan membuka pintu mobil yang sengaja tidak dikunci oleh supirnya.
"kau supir baru appaku? Kenapa wajahmu kau tutupi? Dan kenapa kau memakai kacamata hitam didalam mobil pada malam hari? Sungguh aneh sekali"
"maafkan saya aggashi" ucap supir itu dengan nada berat.
"kenapa minta maaf padaku? Memangnya kau punya slaah padaku?"
"eum itu saya telah membua anda tidak nyaman aggashi"
"ya sudah tidak apa apa kalau ini memang style mu, aku menghargainya, ayo kita berangkat. Appa pasti sudah menungguku pulang"
"baik aggashi" ucap supir itu menyalakan mesin mobil dan mulai menjalankannya
Sehun berucap dalam hati " aneh sekali aku rasa aku sangat mengenal suara yang seprti ini, tapi siapa ya? Ah ya sudahlah mungkin mirip pelayan bubble tea"
Mobil sehun melaju ke arah yang berlawanan dengan rumah sehun, dan sehu baru menyadarinya.
"hei ini kan bukan jalan untuk pulang kerumah? Kenapa kau membawaku kesini? Kau ingin menculikku? Cepat hentikkan mobilnya atau aku teriak" ucap sehun memukul mukul pundak supir baru ayahnya.
"hentikan aggashi kalau kau tidak ingin kita kecelakaan" supir tersebut memegang lengan sehun.
"lepaskan tolong tolong tolong aku" sehun teriak teriak didalam mobil dan mengetuk ngetuk pintu mobil. Karena supirnya sengaja mengunci rapat jendela mobilnya.
"ya tuhan tolonglah aku, bahkan aku sampai sekarang masih menjadi anak yang berbakti kepada eomma dan appa. Aku juga setia meunggu jongin oppa pulang. Tolong aku tuhan hueeeeee" sehun menangis di dalam mobil dan itu membuat supirnya sakit perut menahan tawanya.
CKIIIITTT
Mobil tersebut berhenti di depan gedung yang terlihat megah, yang dipenuhi oleh banyak orang. Sehun memendang tidak percaya, dan bicara dalam hati sebenarnya ini acara apa dan untuk siapa?
"kenapa kau membawaku kesini?awas saja kau nanti aku beri pelajaran" sehun memicingkan matanya ke arah sopir yang terlihat norakl didepannya.
"ayo aggashi, ikut aku" supir tersebut menggenggam tangan sehun dan menarik sehun agar sehun mengikuti langkahnya.
"yah bisa pelan sedikit, kakiku sakit"
My Lovely Sunbae Tan
Setelah mereka sampain di tengah gedung itu, sehun melihat baekhyun kyugsoo dan chanyeol yang sedang asik mengobrol. Sehun sangat ingin sekali memanggil temen temannya itu dan meminta tolong, dan sepertinya suara bising di tempat ini memekan teriakan nya sehingga tidak ada satupun orang kecuali dirinya dan supir tersebut yang mendengarnya.
Mereka sudah tida di salahsatu ruangan yang berisi oarang orang yang memegang alas rias dan gaun pengantin. Dan hei sehun pikir ini siapa yang akan menikah? Dirinyakah? Lalu dia harus menikah dengan siapa? Bahkan pacarnyapun belum pulang.
"aku serahkan dia pada kalian" ucap supir tersebut lalu meninggalkan ruangan.
Didalam ruangan sehun berteriak
"yaah kenapa namja norak itu meninggalkanku sendiri disini ya ampun kenapa ada orang seperti dia" sehun mengacak acak rambutnya.
My Lovely Sunbae Tan
-Didalam ruangan rias yang lain-
"bagaimana apa sudah selesai?" ucap namja yang merupakan calon kakak iparnya.
"beres, jongin dilawan"
"bagaimana jika sehu marah pada kita semua?"
"aku yang akan mengatasinya" jongin menyeringai.
"ya sudah cepat beresi penampilanmu itu"
"kalian buat dia agar tidak hitam lagi" ucap luhan kepada para perias yang hanya diangguki oleh para perias itu.
"aku tunggu diluar jong" ucap luah berlalu pergi dari ruangan itu.
"bagaimana hannie? Apa sehun sudah sampai? Ucap nyonya oh yang diangguki oleh anak lelakinya.
SEHUN POV
Sehun telah selesai berganti baju dan rambutnya yang tadi acak acakan pun sudah dirapihkan. Dia terkejut melihat appanya di depan ruangan yang ditempatinya tadi.
"appa kenapa aku di dandani seperti ini? Memangnya aku akan dinikahkan dengan siapa? Aku kan sudah bilang aku tidak ingin menikah kecuali denga jongin oppa. Kenapa appa memaksaku?" sehun mempoutkan bibirnya.
" maap hunnie appa hanya ingin kau bahagia. ayo"
Sehun menunduk dan memegang ragu tangan appanya.
"kenapa appa lakukan ini padaku? Aku sangat sedih sekarang. Bagaimana jika jongin oppa telah kembali dan menemukanku sudah diperistri orang lain?"
"maapkan appa hunnie"
"sudahlah akan terjadi bukan, untuk apa minta maap padaku?" sehun marah.
SEHUN POV END
My Lovely Sunbae Tan
Sekarang mereka di tengah aula gedung yang dikerumuni banyak orang, sehun hanya menunduk tidak mau menatap kedepan. Sehun malu kepada teman temannya. Dirinya akan dinikahkan secara paksa oleh kedua orang tuanya. Dia marah kepada ayahnya yang tidak bisa menepati janji.
Sampai di depan gedung tersebut ayahnya melepaskan tangan sehun, sehun yakin sekarang ini didepannya ada seorang pateur dan calon suaminya mungkin. Dia semakin menunduk. Tangan sehun dipegang oleh seseorang.
"ini kah caramu menyambut kedatanganku hunnie? kenapa kau menunduk? Kau tidak mau menatap wajah calon suamimu hunnie?" ucap seseorang yang sedang memegang lengan sehun.
Sepertinya aku mengenal suara ini, suara seseorang yang aku tunggu kedatangannya. Kuberanikan wajahku mendongak ke atas dan menatap orang yang sedang memegang tanganku ini.
"oppa" sehun terkejut menutup mulutnya yang terbuka dengan telapak tangannya.
"annyeong hunnie apa kabarmu?" jongin menunjukkan senyumnya, senyum yang selama ini sehun rindukan.
"oppa kapan kau sampai? Kenapa tidak memberiku kabar? kau sungguh jahat, Dan apa itu tadi kau mengerjaiku sampai ketakutan begitu. Kau menyuruh orang untuk menjemputku dan membawaku lari ke tempat ini"
"eum itu nanti saja dijelaskan ya hunnie, sekarang bisa kita mulai acaranya?" ucap jongin memegang lengan sehun saling berhadapan.
"acara? Sebenarnya ada apa ini oppa?" sehun bertanya terus menerus namun tidak mendapatkan jawaban dari jongin.
"bisa kita mulai tuan?" ucap pasteur tersebut kepada jongin.
"tentu saja kita bisa mulai sekarang pak"
"tuan kim jongin apa anda bersedia mencintai bla bla bla bla..."
"ya saya bersedia" jongin berucap mantap.
"nyonya oh sehu apa anda bersedia mencintai bla bla bla bla..."
TIK TOK TIK TOK tidak ada jawaban dari sehun, sehun sedang asik melamun dengan dunianya sendiri
"hunnie" tidak ada jawaban.
"oh sehun" ucap jongin lagi.
"nnnneee" ucap sehun terbata bata.
Sehun celingak celinguk melihat kesana kemari, dan dia melihat mulut jongin seperti sedang mengucapkan sesuatu. Sehun pun mengikuti ucapan jongin.
"a aku b berrr se dia" ucap sehun. Dia tidak sadar sedang mengucapkan janji suci dengan jongin.
ya ampun apa aku bermimpi sekarang ini aku sudah menjadi istri sah seorang kim jongin. Aku menjadi seorang istri dari kimjongin. Kimjongin mempunyai istri, akulah istri dari kim jongin. Teriak sehun dalam hati.
GREEEP sehun yang sedang melamun terkejut ada tangan yang menarik pinggulnya, bukan hanya manariknya bahkan mencium bibirnya. Sehun bangun dari lamunannya, dan melepaskan ciuman jongin.
"mptttt oppa lep askh" ucap sehun
Jongin melepaskan ciumannya dengan sehun dan membisikkan sesuatu di telinga sehun.
"hunnie kau jangan mendesah seperti itu, kau membuat aku tidak sabar untuk nanti sabar baby" ucap jongin menggoda sehun.
"andweeeeee" teriak sehun menggema di gedung tersebut dan menbuat semua orang di gedung tersebut tertawa terbahak bahak.
Kalian semua hutang penjelasan padaku arraseo! Teriak sehun dalam hati.
Hai reders tercinta maap ya Ceritanya makin absurd hahahaha, maklum ya kurang inspirasi nih. Sempat bingung juga sbenernya mau di end sekarang atau review nya ya yang sudah baca, karena review itu sangat berharga untuk aku, itung itung hadiah menulis epep deh hehe. Ini beneran end loh tapi kalau ada yang minta sequel, insyaallah aku buatin. Itu aku agak ragu pas bagian ngucapin janji suci aku pake titik titik soalnya aku ga tau harus ngisi apaan hahaha. makasih ya yang udah review dari chapter 1-7, dan yang untuk yang baru review juga aku ucapin makasih :). maap aku ga bisa balas review kalian ya hehehe. tapi aku doain semoga kalian dapet pahala yang banyak karena udah mau review hehehe. Ya udah langsung aja ne chapter 8 nya jangan lupa review ne !
