"Rooftop Love"

Pair : KaiSoo, Other EXO and SM Member.

Rate : M(?)

Warn : Typo(s), Yaoi, BL, OOC, Mature Content, Cerita gaje, dll.

Happy Reading, Guys!

Chapter 3

.

.

.

Rintik hujan masih terus membasahi SM University. Angin yang menusuk hingga tulang masih berhembus menemani dua orang yang duduk terdiam dibawah kanopi. Ya, orang itu adalan Jongin dan Kyungsoo.

Kyungsoo masih diam menatap awan dan sesekali menatap Jongin. Kepala Jongin diletakkan dipaha Kyungsoo, matanya terpejam damai. Kyungsoo hanya tersenyum menatap Jongin. Dia seperti malaikat jika sedang tertidur seperti ini.

Tanpa sadar, tangan Kyungsoo telah mendarat manis di kepala Jongin. Mengusap surai hitamnya dengan perlahan, sesekali mengelus pipi Jongin yang lembut.

"Jongin-ah, kau tertidur?" Kyungsoo masih memandang Jongin

Tidak ada jawaban.

Kyungsoo mengertukan kening, lalu tersenyum.

"Jongin-ah, kau tampak seperti malaikat jika sedang tertidur seperti ini." Kyungsoo terekeh pelan sambil mencubit lembut pipi Jongin.

"Kau tahu? Barusan itu….. ciuman pertamaku, hehe. Aku tidak menyangka, rasanya akan sangaaaat menyenangkan."

"Bibirmu sangat lembut Jongin, aku malu mengakuinya tapi….. aku sangat menyukai bibirmu." Kyungsoo dengan ragu-ragu mengusap pelan bibir merah muda Jongin.

"Kapan aku bisa merasakannya lagi–" Kyungsoo tiba-tiba tersentak, "Ya! Pabo pabo, apa yang kau pikirkan Do Kyungsoo!" ia memukul kepalanya sendiri dan kembali menatap Jongin dalam sunyi ditemani suara rintik hujan.

Tanpa disadari, seseorang yang sedari tadi dianggap tertidur mendengarkan semuanya. Mendengarkan dengan jelas apa yang baru saja dikatakan Kyungsoo, membuatnya enggan membuka mata.

.

.

"Hyung.." Jongin membuka suara

"Ne?" Kyungsoo mengalihkan pandagannya dari jendela, menatap Jongin yang sedang mengemudi disebelahnya.

"Kau… tidak lapar?"

Kyungsoo memutar bola matanya, berpikir. "Sedikit.."

Jongin menatap Kyungsoo, "Ingin mencoba restoran didekat sini?"

"Ani.."

Jongin mengerutkan keningnya, "Katanya tadi lapar?"

"Memang.." Kyungsoo tersenyum lebar

"Lalu?"

"Aku ingin memasak sendiri, Jongin-ah.."

"Kau bisa memasak, hyung?" Jongin menatap tidak percaya

"Kau meragukanku?" Kyungsoo mengangkat sebelah alisnya

Jongin hanya tersenyum tipis. Kyungsoo mempoutkan bibirnya.

"Hahaha, baiklah hyung aku akan mengantarkanmu membeli bahan-bahan yang kau butuhkan.." Jongin memutar balik mobilnya menuju supermarket.

Mobil Jongin telah terparkir rapih didepan supermarket, ia turun dari mobil yang disusul oleh Kyungsoo. Mereka berjalan berdampingan menyusuri supermarket. Jongin masih sibuk mengekori Kyungsoo dan mendorong ranjang belanja, sedangkan Kyungsoo berjalan lurus memilih sayuran dan makanan.

"Kau ingin makan apa?" Kyungsoo membalikkan badannya

"Masakan apa yang bisa kau buat?" Jongin membalikkan pertanyaan

Kyungsoo memiringkan kepalanya, "Aku tidak tahu makanan kesukaanmu."

Jongin berdecak, "Buatkan aku apapun, yang penting rasanya enak."

"Baiklah.."

Kyungsoo kembali asik dengan kegiatannya, Jongin hanya memandang Kyungsoo dari belakang. Tubuh mungilnya meliuk-liuk indah, leher jenjangnya terekspos bebas ketika kemejanya tersibak. Jongin bersusah payah menelan ludahnya, Kyungsoo benar-benar manis.

"Kajja ke kasir!" Kyungsoo mendorong punggung Jongin

Jongin hanya mengangguk dan berjalan menuju kasir. Masih ditatapnya namja mungil disebelahnya, tanpa sadar Jongin menyinggungkan senyumnya.

.

.

"Aku tidak tahu jika kau memiliki di apartemen.." Kyungsoo menatap Jongin ketika mobilnya terparkir di basement apartemennya.

Jongin tidak menjawab, dia hanya membuka sabuk pengamannya dan keluar dari mobil, berjalan mengitari mobil dan membukakan pintu Kyungsoo, "Keluarlah.."

Kyungsoo terdiam, dia segera melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.

Jongin menutup mobilnya dan membantu Kyungsoo membawa belanjaan mereka. Kyungsoo berjalan tertunduk mengikuti Jongin.

"Masuklah, hyung.."

Jongin membuka pintu apartemennya dan membawa belanjaan mereka menuju dapur. Kyungsoo masih menatap apartemmen Jongin dengan mata berbinar. Pasalnya, apartemen ini memiliki nuansa yang sangat natural.

Dinding berwarna coklat susu dengan perpaduan hijau mint, lukisan-lukisan dan ornamen anyaman terlihat dipenjuru apartemen ini. Tidak berbeda jauh dengan suasana kamar Jongin dirumahnya.

"Sampai kapan kau akan berdiri disitu?"

"Eoh?" Kyungsoo tersadar

"Ini sudah pukul 08.00 Malam dan aku lapar hyung~" Jongin memasang wajah memelas

Kyungsoo tertawa sembari berjalan menuju dapur, "Mandilah, aku akan membuat makan malam untukmu.."

Kyungsoo mulai sibuk dengan perkakas dapur dan bahan-bahan masakannya. Jongin hanya terdiam menyandarkan tubuhnya diambang pintu dapur, menangkap bayangan Kyungsoo yang sedang lincah memasak.

Pinggang ramping Kyungsoo.

Paha kecil Kyungsoo.

Pantat penuh Kyungsoo.

Semua yang kini ada didepan mata Jongin seolah memabukkannya. Belum pernah ia merasakan ini sebelumnya. Jongin susah payah menelan ludahnya sendiri. Rasa laparnya seketika hilang dan digantikan oleh….nafsu?

Dengan mengumpulkan tekad, Jongin berjalan mendekati Kyungsoo. Ia memeluk Kyungsoo dari belakang, menyandarkan kepalanya pada bahu Kyungsoo. Yang dipelukpun terkaget mendapat perlakuan tiba-tiba seperti ini.

"J-Jongin apa yang kau lakukan?" suara Kyungsoo bergetar karena merasakan deru nafas Jongin dilehernya, daerah sensitifnya.

"Aku lapar hyung.." suara purau Jongin merambat hingga telinga Kyungsoo

"Emhh.." Kyungsoo menahan rasa geli yang menjalar, "N-ne, tunggulah sebentar lagi.."

"Aku mau makan sekarang, hyung.."

Jongin mengelus pinggang ramping milik Kyungsoo. Refleks, Kyungsoo memejamkan mata dan menggigit bibirnya. Tak ayal, hal ini membuat Jongin merasa semakin "lapar".

Dengan lembut, Jongin memegang dagu Kyungsoo dan menautkan bibir mereka. Jongin mengecup bibir Kyungsoo dengan lembut, tangannya yang menganggur ia gunakan untuk mematikan kompor.

Kyungsoo terdiam. Otak dan tubuhnya sudah tidak bisa sinkron. Ia hanya memejamkan mata menikmati semua ini. Tanpa sadar, Kyungsoo mulai merasakan bibir plum Jongin melumat lembut bibirnya.

"Eungh.." Lenguhan Kyungsoo ditengah-tengah ciuman mereka.

Mendengar itu, Jongin semakin merasa panas. Tanpa melepas ciuman mereka, Jongin membalikkan tubuh Kyungsoo. Kini tangannya sudah mendarat dipinggang Kyungsoo dan tangan Kyungsoo sudah melingkar manis di leher Jongin.

Mereka berciuman dengan sangat lembut.

Sedikit cepat.

Cepat.

Makin cepat.

Dan lama kelamaan ciuman Jongin semakin menuntut Kyungsoo yang wajahnya sudah memerah karena kekurangan oksigen. Di remasnya rambut hitam Jongin. Mereka melepaskan tautan mereka dan mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.

Mereka saling bertatapan. Jongin menatap Kyungsoo dengan tatapan yang sulit diartikan. Kyungsoo pun begitu, menatap dalam ketidakpastian. Tapi, Kyungsoo mengelus pelan tengkuk Jongin seolah memberi isyarat.

Jongin tersenyum dan lagi, mereka saling berciuman. Kali ini bukan ciuman lembut lagi, lebih kepada ciuman panas yang menuntut.

"Eunghh… mphh.." suara terdengar dari mulut kecil Kyungsoo ketika Jongin mengangkat tubuhnya dan mendudukkannya diatas meja makan.

"Hyungh.." Jongin menciumi leher putih milik Kyungsoo. Menghirup wangi Kyungsoo dalam-dalam dan menghisapnya sehingga meninggalkan jejak merah keunguan disana.

Kyungsoo masih memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan yang Jongin berikan.

"J-Jongin-ah… hmph…" Kyungsoo menutup mulutnya ketika Jongin mulai membuka kancing kemeja Kyungsoo dan memelintir nipple coklat kemerahan milik Kyungsoo.

"Jangan kau tahan, hyung. Suaramu itu indah sekali.." Jongin mengecup nipple Kyungsoo

"Akh… mphh.."

Kyungsoo sedari tadi terus saja mendesah, membuat Jongin gemas karenanya. Digendongnya Kyungsoo ala bridal style menuju kamarnya. Kyungsoo masih mengalungkan tangannya pada leher Jongin dan menggeliat manja. Jangan ditanya bagaimana gemasnya Jongin melihat itu semua.

Jongin merebahkan Kyungsoo dikasur, kini ia bebas mengekspose dada putih milik Kyungsoo. Dijilatnya tonjolan itudengan lembut dan dielusnya pinggang ramping Kyungsoo.

"Ah…" Kyungsoo melengkungkan badannya, menikmati.

Sesuatu dalam diri Jongin mulai terasa berbeda. Bagian dibawahnya mulai menyempit padahal dia belum lama menyentuh Kyungsoo.

Masih sambil memainkan nipple Kyungsoo, mengemutnya seperti bayi menyusui. Tangan Jongin bergerak menuju celana Kyungsoo, membukanya perlahan dan tereksposlah seluruh tubuh Kyungsoo dihadapan Jongin.

Junior Kyungsoo yang berwarna putih telah menegang sempurna, ujungnya telah mengeluarkan sedikit precum. Jongin memegang junior itu dan mengocoknya pelan.

"Ah… Eungh.. f-faster Jongie~ aaah.." racau Kyungsoo tak jelas.

Dirasa sudah cukup tegang, Jongin memasukan junior Kyungsoo kedalam mulutnya. Mengulum, menyedot, serta menjilatnya dengan penuh napsu.

"Shit.. Ah, l-lagi ah.. mphhmm" desahan Kyungsoo makin tak tertahankan membuat Jongin kecil semakin mengeras.

"Jongie, a-aku…. Ah.."

"Keluarkan saja, hyung.." Jongin mempercepat kocokannya

"JONGIN!"

Orgasme pertama Kyungsoo. Jongin dengan senang hati menelannya. Ia menuju wajah Kyungsoo dan membagi cairannya.

"Kau sungguh manis, hyung.."

Ucap Jongin seduktif sembari membuka seluruh pakainnya. Kyungsoo yang menyaksikannya dengan cepat membulatkan matanya ketika mendapati Junior Jongin yang…bisa dibilang ukurannya sangat besar.

"Manjakan dia, hyungie~" suara manja Jongin serta juniornya yang sudah menegang membuat Kyungsoo tidak bisa menolaknya.

Didekatkannya wajahnya pada Junior Jongin. Kyungsoo mulai menjilati seluruh permukaan junior Jongin. Menjilat ujungnya. Mengulumnya. Serta memijat-mijat bagian junior Jongin yang tidak dapat masuk kedalam mulutnya.

"Shhh.. good baby.. fasteeer! Deeper! Akhh!" Jongin merasakan nikmat yang luar biasa ketika Kyungsoo melakukan servicenya.

"Eunghh.. mphh.." desahan Kyungsoo ketika melakukan service membuat junior Jongin semakin berkedut kencang.

"Hyungh…. Akhh… I wanna.."

Kyungsoo tidak menjawab, yang ada ia terus mengocok junior Jongin.

"Akhh.. Akuh– HYUUUUNGGG!"

"Uhk.." Kyungsoo menutup matanya.

Jongin mengeluarkan cairannya di mulut kecil Kyungsoo dan membuatnya tersedak. Jongin segera menarik tubuh Kyungsoo dan menciumnya, membantu menyalurkan cairannya.

Mereka saling menatap.

Jongin membaringkan tubuh Kyungsoo, "Bolehkah aku memilikimu, Hyung?" bisik Jongin lembut pada telina Kyungsoo.

Kyungsoo hanya menggangguk pelan dan mengelus surai hitam Jongin.

"Hyung, ini akan terasa sakit tapi nikmat. Bertahanlah.."

"Lakukan perlahan, Jongie~" pinta Kyungsoo dengan suara purau.

Jongin hanya tersenyum, ia menuju bagian bawah Kyungsoo. Ditatapnya lubang kemerahan yang sangat menggoda itu. Jongin mulai bermain disana, menjilat-jilat hole Kyungsoo dan memainkan lidahnya disana.

"Uh… Emhh.." Kyungsoo meremas rambut Jongin. Menandakan ia menikmatinya.

Perlahan Jongin memasukkan satu jarinya.

"Akhh! Appo Jongie~" Kyungsoo meneteskan airmatanya.

Jongin mencium Kyungsoo, berharap itu akan meringankan sakitnya. Lagi, Jongin melesakkan satu jarinya kedalam hole Kyungsoo dan membuat gerakan zigzag disana. Melonggarkan hole sempit Kyungsoo.

"Hmppp!" Kyungsoo meremas punggung Jongin dan menggigit bibir Jongin.

Tangan Jongin masih lincah didalam hole Kyungsoo, menumbuk dan melonggarkannya. Hole Kyungsoo yang berkedut dan menyedot jarinya kuat membuat Jongin tidak tahan untuk memasuki Kyungsoo.

Dilepasnya jari beserta ciumannya. Ia mengelus pipi Kyungsoo dengan lembut sambil mengarahkan penisnya ke hole Kyungsoo.

"Hyung, bertahanlah ini akan terasa sedikit sakit.."

"N-Ne, cepat lakukan Jongie, jangan membuatku tersiksaa!" Kyungsoo memukuli lengan Jongin ketika ia hanya menggesekkan penisnya pada hole Kyungsoo.

Merasa mendapatkan perintah, Jongin mulai melesakkan juniornya.

"AHHHH! APPO!" Kyungsoo menjerit hebat sambil mencakar punggung Jongin

"H-Hyunghh… Kau… terlaluhh sempithhh.." Jongin bersusah payah memasukkan juniornya.

Kyungsoo menggigit bibirnya dan memejamkan matanya. Bagian bawah tubuhnya terasa aneh ketika dimasuki Jongin. Seperti.. holenya sobek dan terbelah menjadi dua.

"AKHHH!" lagi-lagi Kyungsoo berteriak ketika Jongin mendorong penisnya sekali hentak.

Masih dengan mata terpejam. Air mana menetes lagi dari manik Kyungsoo.

"Hyung, mianhae jika aku menyakitimu.." Jongin dengan tulus menghapus airmata Kyungsoo, mencium kedua kelopak mata Kyungsoo dan mengelus pipi chubbynya.

Kyungsoo yang perlahan mulai terbiasa, berusaha membuka matanya. Ia mendapati sosok namja tan yang sedang menatapnya. Dengan senyum tipis Kyungsoo mengecup bibir Jongin.

"Bergeraklah, Jongie~"

Jongin tersenyum dan dengan perlahan ia menggerakkan juniornya.

"Ah… umhh… shhh…" Jongin tidak bisa menahan suaranya ketika merasakan juniornya benar-benar dijepit oleh hole Kyungsoo.

"Ah.. ah.. ah.." desahan Kyungsoo senada dengan tempo gerakan Jongin.

"f-faster.. unghh… ahhh!" racau Kyungsoo semakin menjadi

"Hyunghh, kau semp…pithhh akhhh!" Jongin makin tidak tahan dengan ini.

"Deeper! Deeper! Ohh.. akhh.."

Jongin hanya menuruti perintah Kyungsoo, ia menghentakkan penisnya semakin dalam hingga menumbuk sesuatu.

"There… akhh.. Jongie there!"

Jongin segera mengerti bahwa itu sweet spot Kyungsoo. Dihentaknya terus sweet spot milik Kyungsoo dan membuat Kyungsoo semakin merasa gila!

"Ohhh shitt… akhhh Jongiee umhh"

"Hyunghh kau nikmaaathhh!" Jongin memulai dirty talk-nya.

"You are…sooo bighhhh!" Kyungsoo meremas-remas lengan Jongin.

Kini Kyungsoo yang semakin merasa membara tidak tinggal diam. Ia menggerakkan pinggangnya berlawanan arah dengan Jongin.

"Akh! Good Job baby kyungie~"

"Ukhh.. Ukhh.." suara desahan imut Kyungsoo membakar birahi Jongin.

"Jongie.. a-akuhh…" suara Kyungsoo terdengar semakin serak

"Tahan hyunghh, bersamaa.."

Jongin semakin mempercepat temponya. Menumbuk sweet spot Kyungsoo berkali-kali.

"A-kuh sudah tidak tahanhhh akhhh.." Jongin terus meracau.

"Jongin, I'm close ahhhh.."

"HYUUUUNG!"

"JONGIN!"

Kyungsoo mengeluarkan cairan yang membasahi perutnya serta perut Jongin. Sedangkan Jongin, menumpahkan cairannya didalam hole Kyungsoo hingga beberapa mengalir keluar.

Jongin menjatuhkan tubuhnya disebelah Kyungsoo. Kyungsoo memiringkan badannya dan memeluk Jongin.

"Terimakasih, Jongin-ah.." Kyungsoo menempelkan kepalanya didada Jongin

Jongin balas memeluk Kyungsoo, ia menempelkan dagunya di puncak kepala Kyungsoo, "Aniya, Hyung. Harusnya aku yang berterimakasih padamu.." Jongin mengecup puncak kepala Kyungsoo.

"Pinggangku terasa sakit sekali, Jongie.." Rengek Kyungsoo.

Jongin melonggarkan pelukannya dan mengangkat dagu Kyungsoo. Menciumnya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Kyungsoo menikmatinya, kali ini ia benar-benar merasakan Jongin menciumnya dengan lembut.

"Itu akan segera sembuh, hyung." Tenang Jongin.

Kyungsoo kembali memeluk Jongin dengan manja. Jongin tersenyum melihat tingkah Kyungsoo. Ia memilih suasana hening yang ternyata dengan cepat menghantarkan Kyungsoo ke dunia mimpinya.

Jongin menatap Kyungsoo yang tertidur dengan damai. Seperti malaikat yang tidak berdosa. Sungguh, ilham darimana Jongin menjadi sangat mengagumi sosok manis didepannya ini.

Mata besarnya yang sungguh indah. Bibir plumnya yang tipis dan menggoda. Kulit seputih saljunya. Tubuh mungilnya. Pinggang rampingnya. Paha halusnya. Semuanya bagai candu bagi Jongin. Hatinya selalu berdebar ketika ia mengingat Kyungsoo.

Pandangan Jongin pun melayang. Memang ini bukan sex pertamanya, sebelumnya dia sering melakukannya dengan yeojanya dulu. Tapi kali ini, Jongin merasa berbeda. Sentuhan Kyungsoo pada dirinya sangat memabukkan.

Semua perasaan yang kali ini Jongin rasakan sangat berbeda dengan perasaan yang ada ketika dia berhubungan dengan mantan pacarnya.

Dreeet. Dreeet.

Suara getaran Handphone dari laci nakas disamping kasur membuat Jongin membuyarkan lamunannya. Ia mengulurkan tangannya dan mengambil ponselnya itu. Siapa orang gila yang malam-malam mengirimkan pesan?

Dilihatnya ponsel itu dan benar saja ada pesan masuk. Jongin membuka pesan itu.

Seketika ia mematung. Wajahnya memucat.

From: Kim Moonkyu

Ya Kkamjong-ah, sebentar lagi awal bulan.

Kau tidak lupa bukan dengan perjanjian kita?

Tentu saja Jongin melupakannya. Ia merutuki kebodohannya sendiri.

Ah! Apa yang harus kulakukan? Batinnya dalam hati.

-to be continued-

.

.

ANNYEONG READEEERS! *tebar cinta(?)*

Yey, Chap 3 Update! ^^

Maaf ya kalau lama, kemarin author sedang sibuk-sibuknya UTS jadi baru sempat menulis sekarang ini.

Buat chapter 3 ini, akhirnya aku bikin nc-nya KaiSoo. HAHAHA *evil laugh ala sehun(?)* tapi maaf kalo kurang hot, nanggung, aneh, geje dan sebagainya. Ini nc pertama author jadinya ngetiknya sambil keringet dingin dan gemeteran(?)

Mohon reviewnya chingu, karena review kalian sangat membantu^^

Chap 4 ditunggu ya! Gamshahamnida{}