"Rooftop Love"
Pair : KaiSoo, Other EXO and SM Member.
Rate : M(?)
Warn : Typo(s), Yaoi, BL, OOC, Mature Content, Cerita gaje, dll.
Happy Reading, Guys!
Chapter 6
.
.
.
Sudah sekitar dua jam yang lalu, Kyungsoo hanya duduk terdiam disamping ranjang Jongin. Menatap wajah malaikat yang sedang tertidur itu. Tangan Kyungsoo tidak melepaskan genggamannya dari tangan Jongin.
"Jongin-ah, ireona~" hanya satu kata yang sedari tadi keluar dari mulut Kyungsoo.
"Jongin-ah, ireona~" Kyungsoo terdiam, menggenggam tangan Jongin makin kuat.
"Jongin-ah, kau ingin makan apa eoh? Spaghetti? Kimbab? Hyung akan membuatkannya untukmu, tapi bangunlah.." Kyungsoo tersenyum kecut sambil menatap wajah Jongin lekat-lekat.
Kyungsoo mendongakkan kepala, menahan air matanya yang akan keluar entah untuk kesekian kalinya. Ia mengelus tangan Jongin, menciumnya lembut, dan tidak ingin beranjak sedikitpun.
Diluar kamar, Baekhyun dan Chanyeol menjadi saksi diantara keheningan itu. Baekhyun sudah menyerah membujuk Kyungsoo makan. Jangankan pergi, mengalihkan pandangan dari Jongin saja ia tak mau.
Chanyeol yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya mondar-mandir dan sibuk menghubungi keluarga Jongin serta pihak kampus untuk meminta perizinan bagi mereka berempat. Tentu saja, Baekhyun dan Chanyeol tidak dapat meninggalkan mereka dalam keadaan seperti ini.
"Baekhyun-ah, aku telah menghubungi rumahnya." Chanyeol berjalan mendekati Baekhyun.
"Lalu bagaimana?" Baekhyun mengangkat kepalanya yang tertunduk lemas.
"Hyung dan Eommanya akan datang kesini. Appanya sedang pergi ke luar negeri." Jelas Chanyeol saat duduk di sebelah Baekhyun, "Ah, ini semua karena ide gila Moonkyu hyung. Perlukah kita memberinya kabar?"
Baekhyun menggeleng, "Molla~"
Sekilas mereka berdua terdiam, tampak lelah dengan pikiran masing-masing.
"Tapi aku rasa, kita tidak perlu mengabari sepupunya itu." Baekhyun memecahkan keheningan
Chanyeol masih terdiam, enggan menjawab komentar Baekhyun.
"Dia tidak perlu tau masalah ini.." Lanjutnya.
Chanyeol menghembuskan napas berat dan menyandarkan kepalanya di tembok.
"Jongin-ah… Jongin-ah…" suara khas wanita usia lanjut terdengar di koridor rumah sakit.
Chanyeol yang mengenali betul suara itu langsung berdiri dan mencari arah suara itu, "Eoh, Annyeong haseyo, ahjumma.." Chanyeol menundukkan badannya.
Baekhyun yang menyadari dia adalah istri pemilik kampus, refleks ikut membungkuk.
"Chanyeol-ah, dimana Jongin?" Taeyeon tampak panik ketika telah bertemu Chanyeol
"Eomma tenanglah, Jongin telah mendapatkan perawatan." Jongdae merangkul pundak eommanya.
"Maaf Sajangnim, Jongin telah mendapat perawatan yang baik dari dokter. Tapi, mungkin lebih baik jika Sajangnim tidak masuk dulu kedalam kamar Jongin." Baekhyun membuka suara dan membuat Jongdae serta Taeyeon menatap Baekhyun.
Baekhyun membungkuk ketika merasa ditatap oleh mereka, "Annyeong Haseumnika, Sajangnim. Saya Byun Baekhyun mahasiswa kelas vokal semester tiga."
"Baekhyun ini sahabat Kyungsoo, ahjumma.." Chanyeol menambahkan
"Kyungsoo?" Taeyeon mengerutkan keningnya.
"Duduklah, eomma.." Jongdae menuntun eommanya duduk dan menenangkannya. "Biarkan Chanyeol menceritakan semuanya."
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Taeyeon merasa makin kebingungan.
"Ini semua gara-gara Moonkyu, eomma." Jongdae menjawabnya enteng.
Chanyeol membulatkan matanya. "Kau… bagaimana kau bisa tahu, hyung?"
Jongdae tersenyum tipis dan menunduk sebentar, "Maafkan aku, sebenarnya aku dari awal sudah mengetahui rencana Moonkyu. Aku kira hal ini tidak akan terjadi."
"Hah?" Baekhyun dan Chanyeol sama sama tidak mengerti
Flashback
Kim Jongdae dan Kim Moonkyu. Dua sepupu ini sedang berjalan sembari bersendau gurau sepulangnya mereka dari toko buku. Ya, mereka berdua memiliki hobby dan selera yang sama yaitu membaca buku roman terjemahan.
Kedua sepupu Kim ini memutuskan untuk pergi ke toko buku dan menikmati jalanan Seoul setelah mampir ke acara Open House kampus mereka, SM University.
"Hyung, aku akan membeli serial novel itu." Moonkyu bertekad.
"Ah, aku tidak begitu tertarik dengan–"
"Hyung! Lihat hyung!" Moonkyu memotong kalimat Jongdae saat mereka berhenti didekat halte bus pinggir kota.
"Apa yang ka– eh? Bukankah itu Jongin?" Jongdae membulatkan matanya seolah tidak percaya.
"Dan… itu adalah Kyungsoo." Tambah Moonkyu.
"Kyungsoo? Sepertinya aku tidak asing dengan nama itu, siapa dia?" Tanya Jongdae pada Moonkyu yang masih asik memperhatikan mereka.
Moonkyu mengangguk, "Dia mahasiswa kelas vokal, teman seangkatanku hyung."
"Untuk apa mereka berdua disitu?" Jongdae Berjalan semakin dekat
Dan dengan sigap Moonkyu menariknya untuk bersembunyi dibelakang kotak pos "Hyung, mau kemana dia?"
Moonkyu dan Jongdae mengikuti arah langkah Jongin yang ternyata mampir ke sebuah toko minuman dan keluar dengan membawa dua cup minuman hangat, entah apa itu.
"Ini sulit dipercaya.." Jongdae makin mengerutkan keningnya
"Kenapa, hyung?" Moonkyu memasang wajah tidak mengerti
"Aku sangat mengenali Jongin. Tidak pernah dia memperlakukan orang seperti itu sebelumnya.." Jongdae menatap Moonkyu lekat, "Kau tahu? Bahkan mantan kekasihnya tidak ada yang pernah ia tatap sedalam itu.."
Moonkyu menutup mulutnya menahan tawa, "Kau mengira Jongin menyukai Kyungsoo?"
"Bisa ja– Tunggu dulu! Kyungsoo kan namja (laki-laki), Jongin…." Jongdae masih bingung dengan semua ini.
"Perlukah kita buktikan ini hyung?" Moonkyu dengan senyum evilnya mulai berpikir jahil
"Buktikan apa?" Jongdae masih menatap tidak mengerti
"Aish kau ini lemot sekali hyung.." Moonkyu menjitak kepala Jongdae
"Ya! Tidak sopan sekali dengan hyungmu!" Jongdae mengelus kepalanya, "Jadi apa rencanamu?"
Moonkyu menurunkan volume suaranya, "Begini hyung, Jongin pasti juga akan diterima di SM University kan?"
Jongdae mengangguk.
"Nah, maka dari itu dia pasti akan bertemu dengan Kyungsoo disana!" Moonkyu melipat dua tangannya, "Aku akan mengajaknya bertaruhan."
"Maksudmu? Taruhan tentang apa?"
"Tentang dia Gay… atau bukan!" Moonkyu menatap Jongdae serius, "Hyung, apa kau kira Jongin mencintai Kyungsoo?"
Jongdae mengalihkan pandangannya kearah halte bus, matanya membulat sempurna. "Moonkyu! Ya! Ya! Lihat mereka!"
Moonkyu yg awalnya malas mengalihkan pandangannya, langsung menatap halte dengan mata membulat yang tidak beda dengan Jongdae. Menatap adegan yang sangat mencengangkan itu. Ketika wajah Jongin makin dekat makin dekat dan semakin dekat dengan wajah Kyungsoo.
Tin. Tin.
Jongin dan Kyungsoo tersentak kaget begitu pula Jongdae dan Moonkyu yang ikut tersentak kaget karena klakson bus itu.
"Aku benar-benar tidak menyangka jika Jongin…" Moonkyu masih mengerjapkan matanya
"Moonkyu-ya.." Jongdae yang masih menatap Kyungsoo yang sudah kian menghilang dalam bus dan Jongin yang tersenyum ketika melihat Kyungsoo.
"Ya, hyung?"
Jongdae menatap Moonkyu, "Apa kau yakin taruhanmu dengannya akan berhasil?"
Flashback end.
Chanyeol terkaget dengan mulut menganga. Baekhyun membulatkan matanya dan mengerjap seolah tidak percaya. Taeyeon menatap Jongdae dengan pandangan sulit diartikan. Dan Jongdae, merasa terhakimi dengan tatapan-tatapan itu.
"W…wae?" Jongdae gelagapan
"Hyung, aku tidak percaya jika dari awal kau mengetahui semua ini.." Chanyeol masih memasang wajah idiotnya.
Baekhyun mengerutkan kening, seolah ada cerita yang belum tuntas. "Lalu, wanita yang bersama Jongin itu? Apakah benar?"
Jongdae mengerutkan kening, "Wanita siapa?"
"Itu hyung, mahasiswa kelas Female Dance. Wajahnya mirip sekali dengan bintang iklan kosmetik B yang cantik itu." Chanyeol memejamkan matanya sambil memegang pelipisnya, "Namanya.. Jung…"
"Jung Soojung?" Jongdae memotong
"Eoh?" Chanyeol dan Baekhyun terkaget bersama
Jongdae hanya bisa meringis.
Flashback
Jongdae baru saja menginjakkan kakinya di Incheon Airport. Ia sengaja pulang ke Seoul karena memerlukan beberapa dokumen kuliah yang belum sempat dia urus disini. Ia memutuskan akan kembali ke Beijing pada awal bulan depan.
Taksi yang mengantarnya telah sampai didepan pintu gerbang SM University, kampus almamater Jongdae. Setelah membayar taksi, Jongdae berjalan menuju bagian kemahasiswaan dan mengurus legalisir berkasnya. Ah, prosesnya cepat juga ternyata.
"Hyung!" suara itu terderngar familiar baginya, "Jongdae Hyung!"
Teriakan terakhir membuat Jongdae mantap untuk membalikkan tubuhnya, "Moonkyu-ya!"
Moonkyu tersenyum dan mereka saling memberikan salam dan berpelukan ala seorang namja yang biasa mereka lakukan.
"Bibi Kim bilang kau berada di Beijing, eoh?" Moonkyu menatap aneh
"Ne, kemarin aku hanya sehari berada di Beijing untuk mengurus pekerjaanku. Aku sengaja pulang dan akan mulai ke Beijing awal bulan depan." Jongdae menepuk pundak Moonkyu, "Bagaimana kuliahmu?"
"Lancar, hyung. Aku baru saja selesai mengikuti kelas pertamaku disemester ini."
Moonkyu memang sangat akrab dengan Jongdae. Tidak seperti dengan Jongin, mereka hanya akan saling menghina sepanjang hari.
Jongdae tertawa renyah sebelum akhirnya tawa itu menghilang saat melihat sosok namja dari kelas sebelah Moonkyu yang berperawakan kecil sedang berjalan melewati mereka dengan kepala tertunduk.
"Moonkyu, bukankah itu Kyungsoo?" Bisik Jongdae
Moonkyu mengangguk, "Mau kemana dia hyung?"
"Entahlah.."
Dengan naluri penasaran yang dimiliki kedua sepupu Kim itu, mereka dengan memberanikan diri mengikuti Kyungsoo yang menaiki tangga menuju atap kampus. Jongdae mengerutkan keningnya dan menatap Moonkyu seolah bertanya, Moonkyu sendiri hanya mengangkat bahunya pertanda ia juga tidak tahu.
Setelah memastikan Kyungsoo benar-benar hilang mereka memberanikan diri untuk naik dan ternyata diluar sedang turun hujan dengan bermodalkan payung kecil yang dibawa Moonkyu, mereka naik keatas atap.
Moonkyu diam. Jongdae juga diam.
Kali ini bukan ilusi, ini nyata. Jongin mencium Kyungsoo? Astaga apa yang sedang mereka lakukan? Jongdae menepuk pundak Moonkyu dan menyuruhnya untuk kembali turun.
"Kurasa… Jongin benar-benar menyukai Kyungsoo." Moonkyu berbicara sendiri ketika mereka menuruni tangga terakhir.
"Aku juga tidak menyangka jika–"
"Kim Jongdae?"
Suara itu membuat Jongdae membalikkan tubuhnya. Dua wanita cantik berambut pirang dan hitam berdiri dibelakang mereka, salah satunya adalah teman sekelas Jongdae dulu.
"Jung Sooyeon?"
Acara reuni pun dimulai. Jongdae asik bercerita dengan Sooyeon yang ternyata adalah seorang model iklan sebuah kosmetik yang sedang booming di Seoul.
"Aku sudah melihat iklan terbarumu Sooyeon, dan kau cantik sekali disana.." Jongdae memuji
"Ah terimakasih.." Sooyeon tersenyum malu-malu, hingga akhirnya menyadari keberadaan wanita berambut hitam disampingnya.
"Ah iya Jongdae, kenalkan ini adikku namanya Jung Soojung."
Soojung tersenyum dan membungkuk.
"Dia akan kuliah disini, Mahasiswa Baru dikelas Female Dance." Jelas Sooyeon.
"Ah sama seperti adikku, dia juga Mahasiswa Baru kelas Male Dance." Jongdae teringat dengan Jongin, adik semata wayangnya.
"Dan… dia kah orangnya?" Sooyeon mengarahkan matanya kepada Moonkyu
"Ah bukan, kebetulan dia sepupuku. Kenalkan namanya Kim Moonkyu." Jongdae merangkul pundak Moonkyu.
Moonkyu tersenyum dan membungkuk. Ketika itu, jelas terlihat bahwa Soojung tersenyum melihat Moonkyu.
Mereka akhirnya sekedar berbasa-basi sambil saling bertukar nomor ponsel. Ya, memang hanya Jongdae dan Sooyeon sebenarnya. Moonkyu dan Soojung hanya dapat saling memandang dan semua tersipu malu.
"Baiklah Jongdae, aku pamit dulu ya?" Sooyeon tersenyum dan kembali merangkul adiknya
"Baiklah, aku akan menelponmu nanti malam. Annyeong~" Jongdae membungkuk, diikuti Moonkyu.
Jung Sister ini ikut membungkuk seraya berlalu dari hadapan mereka.
"Astaga, cantik sekali dia sekarang." Jongdae menggeleng pelan dan menunduk melihat nomor ponsel Sooyeon.
"Hyung… aku punya ide gila!" Moonkyu melayangkan smirk-nya
"Apa?" Jongdae menatap Moonkyu dengan mengerutkan kening.
"Soojung…."
Dan Moonkyu menceritakan semua rencananya, Jongdae hanya mendengus. Ia tahu betul, Moonkyu dan Jongin memiliki persamaan. Sama-sama keras kepala.
Flashback end.
Taeyeon yang baru mengetahui semuanya langsung menjitak kepala Jongdae, "Kau dan Moonkyu nakal sekali, eoh?"
Baekhyun dan Chanyeol masih terdiam. Mencerna semua kalimat-kalimat Jongdae tentang sandiwara ini, semuanya terasa mengalir begitu saja.
"Eomma akan adukan Kau dan Moonkyu pada Bibi Jinhye!" Taeyeon mengancam
"Eomma-ya~ jangan~" Jongdae mengeluarkan jurus aegyonya
Taeyeon menghela napas, "Kalau begitu minta maaflah dengan Jongin, sebelum eomma menceritakan semuanya kepada Appa."
"Arraso.." Jongdae mengangguk dan tiba-tiba pikirannya mencetuskan sesuatu, "Oh, aku punya sebuah ide untuk Jongin dan Kyungsoo!"
Semua mata menatap Jongdae, dan menyimak rencananya.
.
.
Jongin membuka matanya perlahan, kepala dengan balutan perban itu terasa sangat sakit saat ia berusaha bangkit dari tidurnya. Nyeri itu membuatnya mendesis pelan. Sekilas Jongin melihat sekitar, menelaah dimana dia sekarang dan apa yang terjadi barusan kepadanya.
Mata Jongin masih menelusuri seluruh ruangan hingga sampai di sosok seorang namja kecil yang sedang tertidur dengan kepala menopang di ranjangnya. Tangan kecilnya sedang menggenggam tangan Jongin kuat.
"H..Hyung?" Kepala Jongin masih sedikit sakit hingga dia merasa masih susah mentap wajahnya.
Tubuh kecil itu bergerak gusar, kini Jongin dapat melihat wajah Kyungsoo. Senyum diwajah Jongin mengembang, tidak bisa dipungkiri rasa bahagianya membuncah ketika melihat wajah Kyungsoo tertidur.
"Hyung, Bogoshippoyo.." Jongin mengusap kepala Kyungsoo dengan tangan sebelahnya
Kyungsoo yang merasa tidurnya mulai tidak nyaman mengangkat kepalanya, matanya membulat ketika melihat Jongin sudah sadar.
"Hyung…" Jongin tersenyum ketika mereka mendapat kontak mata.
Kyungsoo terdiam, lagi-lagi matanya mulai panas.
"Kau tidak apa-apa kan, hyung?" Jongin memperhatikan seluruh tubuh Kyungsoo ketika ia berdiri dan mendekati Jongin.
"Kenapa? Kenapa Jongin?" Kyungsoo menatap Jongin dalam-dalam
"Kenapa kau melakukan ini, Kim Jongin? Kenapa?" mata Kyungsoo sudah memanas, ia tidak tahan lagi ingin menangis.
"Hyung…." Tatapan Jongin mulai sayu.
"Kenapa Kim Jongin? Kenapa kau rela membahayakan dirimu hanya untuk aku? Kenapa? Kenapa kau tidak biarkan aku mati saja? Kenapa….."
Kali ini Kyungsoo sudah tidak bisa menahan tangisnya, Jongin merasa hatinya perih melihat Kyungsoo menangis.
Entah keajaiban darimana, rasa sakit di kepala Jongin seketika hilang saat dia berusaha duduk dan megusap pipi Kyungsoo dengan lembut, "Hyung…"
"Hiks.. Hiks.. Kau bodoh sekali! Bodoh!" Kyungsoo memukul-mukul dada Jongin dan Jongin hanya membiarkan Hyung kesayangannya itu berulah.
GREP.
Jongin menegakkan duduknya dan memeluk Kyungsoo. Pelukan mendadak Jongin membuat Kyungsoo yang baru bisa berdiri terduduk di ranjang Jongin.
"Bisakah kau tidak membahas itu Hyung?" Jongin berbicara diantara pelukan mereka.
Kyungsoo masih terdiam, enggan membalas pelukan Jongin.
"Bisakah kau tidak membahas itu untuk kali ini saja, hyung.." Jongin mengeratkan pelukannya
Kyungsoo memejamkan matanya. Sejujurnya dia sangat merindukan ini, pelukan dari Jongin yang hangat, aroma khas tubuhnya. Dia merindukan semuanya.
"Kau kemana saja hyung? Tak tahukah kau jika aku sangat merindukanmu?" Jongin mengusap leher belakang Kyungsoo dan mencium leher Kyungsoo lembut.
Kyungsoo masih memejamkan mata. Perlahan tapi pasti dia mulai membalas pelukan Jongin.
"Lalu kenapa kau begitu, hyung? Disaat aku menemukanmu, kau sedang dalam wajah pucat dengan seragam rumah sakit. Kau sakit apa, hyung? Kenapa kau tidak memberitahuku?" suara Jongin makin melemah.
Kini tangan Kyungsoo telah menyentuh punggung Jongin, "Jongin-ah.."
"Kenapa kau mengusirku hyung? Apa salahku hyung?" Jongin tidak dapat menahan airmatanya.
Merasakan bahunya basah, kini Kyungsoo mantap untuk membalas pelukan Jongin.
Jongin tersenyum merasakan usapan lembut tangan Kyungsoo pada dirinya, hal ini sangat dirindukan oleh Jongin.
"Maafkan Hyung.." Kyungsoo berbisik tepat ditelinga Jongin, membuatnya bergetar.
"Why do you do this to me, hyung? Apa salahku?" Jongin memeluk Kyungsoo makin erat. Tapi berbeda dengan Kyungsoo yang dengan perlahan melepaskan pelukan mereka dan saling menatap intens.
"Siapa wanita itu, Jongin?" Kyungsoo memberanikan diri untuk bertanya
Jongin mengerutkan kening, "Wanita siapa, Hyung?"
Kyungsoo mengalihkan pandangan sekilas sebelum akhirnya berbicara lirih, "Kata Baekhyun, dia melihatmu sedang bersama wanita lain. Kau dengan wanita itu berjalan menuju sebuah toko." Kyungsoo memberanikan diri menatap Jongin, "Siapa dia?"
Jongin mengerutkan dahinya, berusaha mengingat kejadian itu. Taman? Wanita? Toko?
"Eoh? Soojung maksud hyung?" Jongin menatap Kyungsoo
"Mungkin…" Kyungsoo menjawab acuh
Jongin tersenyum. Dia hafal betul sifat hyungnya ini, ngambek seperti anak kecil.
"Hyung, aku tidak ada apa-apa dengannya." Jawab Jongin dengan nada lembut.
Kyungsoo masih terdiam, memandang ke arah lain.
Jongin menggenggam tangan Kyungsoo, "Hyung, itu terjadi karena sebuah ketidak sengajaan. Aku sedang berjalan ditaman, dan aku menabraknya. Kameranya terjatuh dan saat itu aku hanya mengantarnya ke toko elektronik dan membelikannya kamera baru. Hanya itu hyung.."
Kyungsoo masih terdiam, walaupun sejujurnya hatinya merasa lega.
Jongin yang gemas dengan Kyungsoo segera menangkup pipi Kyungsoo agar dia menatapnya, "Hyung, kau percaya kan padaku?"
"Percaya apa?" Kyungsoo menatap innocent dengan mata bulatnya
"Percaya kalau…." Kali ini giliran Jongin yang sekilas menatap kearah lain.
Kyungsoo masih terdiam menatap Jongin yang kini balas menatapnya.
Jongin memasang tatapan dan ekspresi yang sulit diartikan bagi Kyungsoo. Sedikit demi sedikit, perlahan tapi pasti Jongin mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Kyungsoo. Kejadian ini terlalu cepat, Kyungsoo mematung. Tidak bisa melakukan apapun.
CHU~
Jongin mendaratkan ciuman lembutnya di bibir "Heart Shapes" milik Kyungsoo dan sekilas Jongin melumatnya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Kyungsoo tersenyum ditengah ciuman mereka, Kyungsoo hanya membalas perbuatan Jongin. Melumat bibir dengan lembut. Hal ini sangat menenangkan hati Kyungsoo.
Singkat tapi bermakna. Mereka melepaskan tautan bibir mereka yang menimbulkan bunyi "plop" dan menyisakan benang saliva. Beberapa saliva mengalir di ujung bibir Kyungsoo.
"Aku harap kau mengerti, Hyung. Izinkan aku melakukannya disaat yang tepat." Jongin berbicara sambil membersihkan sisa saliva diujung bibir Kyungsoo dengan ibu jarinya.
Kyungsoo bingung harus berbuat apa ketika Jongin memeluknya. Ia hanya bisa membalas pelukan itu seerat mungkin.
Jangan mengecewakanku lagi, Kim Jongin. Batin Kyungsoo.
.
.
"Welcome Home!" teriak Baekhyun dan Chanyeol yang telah siap didalam apartemen Jongin ketika Jongin bersama Kyungsoo sampai didepan apartemennya.
Kyungsoo tersenyum, "Sudah lama aku tidak melihat apartemenmu, Jongin."
Jongin mengelus kepala Kyungsoo lalu merangkulnya, "Kalau begitu masuklah, aku telah menyuruh Chanyeol dan Baekhyun menyiapkan makan malam."
Kyungsoo dan Jongin masuk kedalam apartemen Jongin. Kyungsoo masih saja terkagum dengan desain interior apartemen Jongin meskipun dia berkali-kali telah berkunjung kemari.
"Kyungie, bisakah kau membantuku memasak?" Baekhyun memasang wajah aegyonya
Jongin mengerutkan keningnya, "Jadi, kau belum menyiapkan makan malam?"
Baekhyun meringis lebar dan menyiku lengan Chanyeol.
"Hehehe, sebenarnya sudah. Hanya saja Baekhyun membuat makan malamnya menjadi gosong.." Chanyeol tersenyum memamerkan sederetan gigi putihnya.
"Aish, tapi hyung baru keluar dari rumah sakit ak–"
"Jongin-ah…" Kyungsoo mengelus lembut lengan Jongin, "Biarkan aku masak, ne? Aku janji tidak akan kelelahan lagi. Asmaku tidak akan kambuh.."
"Hyung.." Jongin menatap Kyungsoo dengan tatapan khawatir.
"Tenanglah.." Kyungsoo tersenyum dan mengecup bibir Jongin sekilas.
Chanyeol dan Baekhyun berdehem melihat pandangan didepannya ini. Jongin hanya bisa menatap dengan wajah innocent sedangkan Kyungsoo tersenyum lebar.
"Aku akan menyiapkan air panas dan baju, kau mandilah." Kyungsoo mengelus pipi Jongin, "Dan, bisakah kau menolongku untuk menyiapkan bahan-bahan?" Kyungsoo menatap Baekhyun
"Apa yang ingin kau masak?" Tanya Baekhyun
"Spaghetti." Jawab Kyungsoo polos. Sekilas senyuman tersinggung di bibir Jongin.
Baekhyun mengangguk kecil dan berjalan menuju dapur, Kyungsoo menuju kamar Jongin untuk menyiapkan perlatan mandi. Tersisa Jongin dan Chanyeol di ruang tengah.
Chanyeol menepuk pundak Jongin, "Kau tahu? Sesungguhnya aku iri sekali denganmu."
"Waeyo?" Jongin duduk di sofa dan diikuti Chanyeol
"Kau lihat betapa Kyungsoo sangat memperhatikanmu? Ah, senangnya."
Jongin tersenyum tipis, "He's my everything."
Chanyeol membulatkan matanya dan menatap Jongin meminta kejelasan, "Jong?"
"Aku rasa kau benar, Yeol." Jongin berdiri dan berjalan menuju jendela, menyaksikan hembusan angin kencang diluar sana. "Aku…. Mencintai Kyungsoo."
"Jong…"
Jongin menatap jendela dengan tatapan kosong, "Kau tahu, aku bisa gila tanpanya. Dia segalanya bagiku."
"Kim Jongin…"
"Eum?" Jongin mengalihkan pandangannya menuju Chanyeol.
Chanyeol mendekati Jongin dan menepu pundaknya, "Kau tahu? Kalimatmu barusan menunjukkan bahwa kau benar-benar seorang namja!"
Jongin tersenyum mendengarkan pujian sahabatnya, "Aku belum pantas untuk itu."
"Maksudmu?" Kali ini Chanyeol yg bingung dengan permainan kalimat Jongin.
"Jangan sebut aku namja, sebelum aku benar-benar akan memiliki Kyungsoo sebagai seorang kekasih." Jawab Jongin mantap
Kini hanya Chanyeol yang terdiam dengan mulut menganga, belum pernah Jongin seperti ini sebelumnya.
"Lusa, tepat tanggal 12 Januari perjanjianku dan Moonkyu akan berakhir." Jongin menatap Chanyeol, "Disaat itulah aku akan berkata pada Moonkyu bahwa aku kalah. Aku telah jatuh cinta pada Kyungsoo. Aku tidak bisa melepaskannya."
Hening. Chanyeol masih terdiam, Jongin sejenak menghembuskan napas.
"Dan tepat dihari itu, Kyungsoo berulangtahun. Aku akan menyatakan perasaanku saat itu juga. Aku akan memberinya hadiah. Dan dia akan menjadi milikku seutuhnya." Mata Jongin berbinar-binar setelah mendengar kalimat yang ia ucapkan sendiri.
Chanyeol mulai panik, dia menggigit bibir bawahnya sendiri.
Ini gawat, Jongin tidak boleh jadian dengan Kyungsoo Hyung besok lusa! Tidak bisa! Aku harus segera menelpon Jongdae hyung.
-to be continued-
.
.
Annyeong Readers ^^ *tebar cipok/?*
Akhirnya chapter 6 bisa fast update! Yehet ^^ berhubung author sedang libur semester jadinya nganggur dirumah jadi bisa update cepet hehe.
Oh iya, fast update ini juga author tujukan special buat readers yang kecewa sama chapter lalu. Karena banyak yang bilang chapter lima kurang bagus. Mianhae jeongmal mianhae *deep bow* semoga chapter ini bisa mengobati kekecewaan kalian, karena author lihat kalian semua pada banyak yang penasaran wkwk jadi di chapter ini author buka semua-muanya!
Oh iya, ditambah disini ada KaiSoo moment. Karena sejujurnya, author juga sedih buat para readers yang ikutan terharu(?) waktu KaiSoo sempat problem di chapter-chapter sebelumnya wkwk maafkan author ya, karena itu emang jalan ceritanya ^^
Besok end chapter ya, readers? ^^ karena sebagai permintaan maaf author, setelah chapter end bakal ada satu bonus chapter buat kalian. Isinya apa? Kita lihat saja besok wkwk.
Ya sudah, cukup dulu cuap-cuapnya. Pokoknya jangan lupa review, arraso? ^^
Gamsahamnida ^^ XOXO~
