Sakura's POV
'Kalau mau temanmu kembali, besok datang ke sekolah ini, jam 5 sore, bawalah teman yang kau perlukan'
Hah? What the hell? Besok? Jam 5 sore?! You serious?
Kalau saja semua mengerti kalau ada dunia yang lain, akan kubawa SEANTERO SEKOLAH melawan dia! Berhubung yang benar-benar tahu hanya beberapa saja, jadi buat apa kuceritakan ke orang lain? Memang aku mau bilang apa ke orang lain? Hei, kumohon, tolong aku, Hinata diculik bayangan hitam.. Kumohon... Haa? Yang ada aku diki―dimasukkan kotak, lalu dikirim ke ujung dunia.
Okay, now back to reality.
"Hei! Kau...!" teriakku, sambil berlari ke arah bayangan itu. But, argh! Bayangan itu menghilang lagi! Argh!
"Ugh.. Shit..!"
o0o
"Hhh... Naruto, Ino, Uchi―"
"Panggil saja Sasuke" potongnya.
"Oke, kalau begitu, Naruto, Ino, dan Sasuke" aku melirik Sasuke, "now, what...?"
"Hei, kita pasti bisa mendapatkan Hinata kembali"
"Hng... Dakeshi, dou?"
"Kita akan pikirkan itu nanti. Sekarang, kami akan menunjukkan kekuatan kita kepada kalian. Tolong pastikan ini sudah sepi, teme"
"Hn"
Setelah Sasuke kembali, barulah Naruto menunjukkannya.
"Rasengan!" Seketika itu juga, terlihat angin yang membentuk bola di tangannya. Lalu Naruto menghilangkannya.
"..." Ino dan aku terdiam.
"Sebenarnya aku mau menunjukkan satu jurus lagi, tapi sepertinya kalau disini, tempatnya tidak akan muat" jelas Naruto.
Aku dan Ino hanya ber-oh ria.
"Giliranmu, teme"
"Hn. Hanya seperlunya"
Lalu ia mengaktifkan sharingannya. Saat aku menatap matanya, aku seperti dibawa ke dimensi lain, lalu.. A-ada Hinata! Ta-tapi...
"Sudahi itu, teme"
Setelah itu, aku kembali. Kembali ke dunia yang sebenarnya.
'Jadi begitukah sharinganmu yang diceritakan baka Naruto itu, Sasuke-kun?' tanyaku dalam hati.
"Hmmm... Kalian juga sebenarnya mempunyai kekuatan kalian masing-masing, kok. Biasanya kekuatan itu akan muncul sendiri" kata Naruto.
"Lalu... Hinata?" tanyaku.
"Tenang saja, Sakura-chan. Kami akan membantu kalian. Kami akan berusaha semampu kami!"
"Baiklah... Tapi... Aku dan Ino? Kami bisa apa?"
"Kalau itu... pst... psst..." bisik Naruto.
"Oke! Kami akan berusaha!" kata Ino dengan (sangat) semangat.
o0o
"Tadaima..."
Seperti biasa, tidak ada jawaban. Kaa-san dan tou-san dinyatakan meninggal 3 tahun lalu. Aku tahu, mereka tidak meninggal. Mereka menghilang. Pertanyaannya adalah, kenapa? Itulah yang semua orang tidak tahu. Dan anehnya, nenekku juga menghilang 2 bulan setelah menghilangnya orang tuaku! Itulah yang membuatku terbiasa dengan keadaan seperti ini. Dan setahuku, Hinata juga senasib denganku. Bedanya, kakaknya menghilang 4 bulan setelah menghilangnya orang tua mereka. Kakek neneknya sudah meninggal.
Kau tahu apa yang diwariskan orang tuaku? Sebuah gulungan kertas dan sebuah panah juga 15 anak panah berwarna abu-abu. Aku sangat mengingat kata-kata terakhir mereka sebelum mereka menghilang.
~Flashback~
"Sakura-chan, ini kaasan berikan kepadamu. Tapi ingat, ya. Jangan dibuka sebelum Sakura-chan berumur 15. Setelah itu, Saki baru boleh menggunakannya saat berumur 16" kata kaasan.
"Memang isinya apa sih, kaasan?"
"Hei, hei. Kalau diberitahu sekarang namanya bukan kejutan, kan?" kata tousan.
"Iya, iya, ah!" kataku kesal.
"Oke, kalau begitu, Sakura-chan jaga diri yaaa...!" kata kaasanku itu.
"Eh? Mau kemana?"
"Rahasiaaa..." kata mereka.
"Ih, serius!"
"Kaasan juga serius, Saki"
"Ya sudah. Iya, aku akan jaga diri."
"Sayonara, Saki" kata mereka sambil keluar rumah.
"Jaa ne. Eh?"
KLEK
"Harusnya 'jaa' , kan? Dasar. Sering iseng"
~Flashback end~
"Haaah~ Hinata... Hinata. Kenapa bukan aku saja sih?"
Tiba-tiba handphoneku bergetar.
From : Hinataaa!
Sakura! Tolong aku! Aku... tidak tahu apa yang terjadi... a-aku ada di sekolah... aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi... tolong kesini.. sekarang... pintu gudang dikunci... dan disini sungguh dingin dan menyeramkan..
"HAH! SETAN SIALAN!"
Aku segera ganti pakaian, memakai jaket dan membawa satu lagi untuk Hinata. Dan juga membawa senter yang kumasukkan di tas selempangku.
Aku segera menelepon Ino.
"Ya? Konbanwa... Hoam..."
"INO! Hubungi Naruto, bilang, Hinata ketemu! Dia ada di sekolah. Cepatlah! Suruh dia kesini! Dan Ino, kumohon, tetaplah dirumahmu.."
"Ya...APA!? Hina―"
"Tidak ada waktu! Cepat!"
"H-ha'i. Jaa ne"
Aku mematikan teleponku. Aku bergegas turun, dan mengambil panah dan anak panahku. Aku segera meraih sepedaku dan menuju sekolahku.
Hinata... Tunggulah aku...
o0o
Setelah sampai sekolah, aku segera menuju gudang sekolah. Sepedaku kutinggalkan saja seenaknya. Yang utama adalah Hinata.
"Hinata...!" panggilku, tidak keras-keras agar bayangan hitam itu tidak muncul dan menyakiti Hinata.
Aku hanya memandang lurus kedepan. Kenapa? Kiri kananku... Banyak hantu. Mulai dari yang kepalanya hancur, menenteng kepala, tanpa muka, tanpa kepala, badannya hancur, badannya membusuk... ADA! Sungguh mengerikan disini...
"Uh... T-tolong aku..." lirih seseorang.
Itu... Itu suara HINATA!
Aku segera menuju ke tempat aku mendengar suara Hinata. Dan benar, ada Hinata.. Namun dia diikat! Lalu... Tadi siapa yang..?
Oh. Sial. Itu bayangan hitam yang mengirimkannya.
"Sudah terima SMS itu?"
"Kembalikan Hinata" kataku sambil bersiap untuk memanah bayangan itu.
"Oh. Kau mau bermain, ya? Lalu kau mau apa? Pikiran atau gerakan?" tanya bayangan hitam itu. Aku tahu, pasti aku telah terjebak.
"Kembalikan Hinata dan biarkan kami pergi."
"Yaah... Bagaimana kalau.." bayangan itu berubah menjadi seorang gadis berambut merah dan berkacamata. Karin. "..aku menjadi seperti ini?"
"Ka... Ka-karin?" Aku benar-benar tak percaya ini. Bayangan hitam itu ternyata teman sekelasku sendiri yang merupakan salah satu anak yang tidak percaya kalau ada yang hidup di dunia lain, alias hantu.
"Yeah, it's me. Sekarang kau mau apa, gadis lemah?" tantang Karin.
"Aku. Bukan. Gadis. Lemah" kataku, memberi penekanan pada setiap kata.
"Oh yeah? Kalau begitu buktikan kepadaku, gadis lemah"
Detik berikutnya... Semuanya gelap.
o0o
"...ra..."
"...ura..."
"...sakura..."
Siapa..?
"Sakura!"
Ah. Aku pasti bermimpi. Suara ini.. Suara Sasuke-kun. Sudah pasti ini mimpi. Mana mungkin Sasuke-kun memanggilku, kan? Haha. Lucu sekali.
'Tak kusangka, ternyata kau tahu Sasuke-kun, ya? Oh, let me guess. You like him, right?'
Hah? Kenapa... Oh yeah. Aku di dimensimu, kan, Karin? Semua yang kupikirkan pasti kau tahu, kan? Jadi aku tidak perlu membuang tenaga berbicara. Kalau begitu... Bagaimana kalau ini... Hum... Karin jelek, mentang-mentang lahir di... umm.. Oh iya! Lahir di London, tinggal di Amerika 3 tahun lalu sekolah di Jepang. Hahaha. Kupikir Sasuke-kun tidak punya pacar. Dia baru pindah, kan? Heh, lucu sekali.
'How dare you..'
Dare? Oh yeah. Akan kubalik. HOW DARE YOU! Berani-beraninya kau menculik Hinata, mengikatnya dan menjebakku? Kau pikir aku hanya sendiri? Dan kau pikir aku tidak punya teman? Yang peduli pada Hinata dan aku? Kau telah mengganggu kawanan serigala, Karin.
'Baiklah. Kau menang. Tapi takkan kubiarkan kau dengan Sasuke-kun'
Hah? Apa? Aku tidak salah dengar, kan? Kau pikir kau siapa mengatur Sasuke, hah? Argh! Itu sakit Karin! Jangan karena ini dimesimu, kau bisa seenaknya menyakitiku!
'Oh? Sakit, ya? Dan kau tahu? Kau tidak akan pernah bisa menduga tentang hidupku, sayang. Aku dulunya adalah...'
-CH. 2 END-
Author's Crazy Area
YOOSH! Akhirnya bisa buka panpik dot net!
Author hiatus lama gara2 author liburan ke ujung timur P. Jawa, trus pas liburan bisa buka panpik, begitu pulang nggak bisa dibuka sama sekali.
Waktu konsultasi sama si Topeng Lolli Kura (kakaaaak thanks buat panpik kakak) eh, maksudnya chat, katanya providerku, alias BOLOT author, yang katanya 4G ituh, yang ada lambang petir warna oranye... BOLOT PILKAS! *nangis*
Tokorode, ini buat SasuSaku month & Sasuke's Bday. Semoga Sasuke nyium Sakura... amin... (meme now kiss)
Jaa ne...
