Chapter 3: Zhang Chunhua(Modern Day)

Yo back again, sekarang gantian tante Yandere. Siapa tante Yandere? Yaitu Zhang Chunhua. Kenapa kok Yandere? Karena ya….sedikit menakutkan sampai Sima Yi saja takut (maaf tante tapi emang betul), pertama aku dan temenku manggilnya "Yandere Sialan" tapi kan Zhang Chunhua cantik sama sakit kalo dipanggil gitu jadi aku ganti "Tante Yandere". Cerita ini berkisar pada Zaman sekarang.

Xtreme guavaniko, saya ucapkan terima kasih atas review-reviewnya. Soalnya baru pertama kali dapat review dari author lain selain anifan xoxo (gomen anifan-dono….) dan guest, so I thank you once more.

WARNING, OOC, typo, GJ extreme, mumet setengah mati

Kedatangan Author lagi

I think that's all,…..MULAI!

.

.

di kota yang dikenal dengan sebutan Jin(?), hidup keluarga yang rukun dan tentram(?) ya ndak terlalu lah, keluarga yang bisa dianggap rukun ancur (?) itu adalah keluaraga Sima. Kepala keluaraga Sima adalah Sima Yi, yang telah menikah selama 20 tahun dengan Zhang Chunhua mempunyai 2 anak yaitu Sima Shi dan Sima Zhao. Walaupun Sima Yi kepala keluarga, Zhang Chunhua-lah yang sebenarnya berkuasa.

Sebagai ibu, harus menyayangi keluarga, melakukan kewajiban sebagai istri, dan memperlakukan suami dan anak-anak dengan kasih sayang, itu kalo di keluarga lain. Kalo di keluarga Sima, Zhang Chunhua juga menyayangi keluarga tapi, (sigh) dia kalo marah huebat setengah mati sampek suami dan anak-anak pun takut. Ndak nurut sekali wis bye-bye (no need to know the meaning).

Pada suatu hari, Zhang Chunhua pergi ke sekolah Jin untuk menjemput 2 putranya yang lebih dianggap ke musuh daripada kakak adik (hebate-hebate…). Pas sampek, dia sebel karena ngliat 2 putranya tengkar kayak Cain dan Abel, vampire dengan werewolf, Tom and Jerry (dimusuo Shi dan Zhao) jangan salahkan aku emang betul, wis opo ae sing bermusuhan iku cirine Shi dan Zhao.

Zhang Chunhua: "Shi! Zhao!, ayo pulang!"

Sima Shi: " Zhao, liat tuh nilai mat-mu. Kok bisa sih?! Dapet 52" (nilai langganan Author Kamen)

Sima Zhao: "emangnya kenapa sih kak?, nilai ulangan ndak penting kok di permasalahin? *dengan PD*

Sima Shi: *kemarahan tinggi*"NDAK PENTING?! ntik kalo ndak naik kelas tanggung jawabmu lho!"

Sima Zhao: "*sigh* tanggung jawab tanggung jawab lagi! Capek aku kakak omelin tentang tanggung jawab terus!"

Shi dan Zhao tengkar dan tengkar ndak ada henti. Pertama pertengkaran dimulai dari nilainya Zhao yang turun gunung, lah malahan diteruskan dengan pertengkaran mengenai sangu bakpaonya si Shi diabil terus sama si Zhao. Sang ibu ingin menegur tapi ndak akan di reken(dianggap). Beberapa menit pun lewat, tapi iki pertengkaran Antara kucing dan anjing kok belum selesai juga sih. Sang ibu-pun kehilangan kesabaran dan langsung bertindak.

*telinganya Shi dan Zhao dijewer*

Zhang Chunhua: "SUDAH CUKUP! Mama ndak mau ndenger satu kata ndak SATU HURUF PUN DARI MULUT KALIAN! NGERTI?!"

*Shi & Zhao ngangguk sambil nahan teriakan kesakitan*

Zhang Chunhua: "Sudah, ayo pulang. Lihat wis jam segini mama kelewatan Sh*wIm*h gara-gara kalian. Haduuh hari ini special istri lagi ….T^T"

Mereka akhirnya pulang (akihre…), namun saat sampai dirumah Zhang Chunhua marahin kedua anknya habis-habisan karena seperti katanya tadi ia kelewatan acara favoritnya yang pada hari itu episode special istri. Sang suami pun juga ikut dimarahi habis-habisan dan ia hanya bisa mendengarkan, mengangguk, dan menuruti kata-kata kemarahan istirnya yang lebih hebat daripada amarah api di neraka.

Beberapa hari kemudian, setelah belanja 45 Bakpao untuk anaknya Sima Shi, Zhang Chunhua kembali pulang. Dalam perjalanan ia melewati taman dan melihat anaknya, Sima Zhao yang sedang berbicara dengan pacarnya Wang Yuanji dibawah pohon sakura(cciiieeee)

Wang Yuanji: "eh Zhao, kita sudah pacaran berapa bulan ya?"

Sima Zhao: "2 bulan, emangnya kenapa?"

Wang Yuanji: "ndak kok, cuman eee….eto kok kayak udah lama gitu, ndak bisa dihitung"

Sima Zhao: "2 bulan sih emang lama mulai dari pertama kali aku nembak kamu sampek sekarang"

Wang Yuanji: "iya sih, cuman gimana ya? Aanuu rasanya kurang gitu"

Sima Zhao: "kurang?"

Wang Yuanji: "ndak tahu tapi rasanya ada yang "missing" gitu"

*Zhao memeluk Wang Yuanji dari belakang*

Wang Yuanji: *Blush Meter: 90%* "EH! ZHAO! Kamu ngapain sih? /"

Sima Zhao: "ndak apa-apa kan? Selama kita pacaran belum pernah pelukan"

Wang Yuanji: "ii I I iya sih. Na Zhao, selain pelukan bukti apa lagi kalo kamu sayang sama aku"

Sima Zhao: "ABCDEFG"

Wang Yuanji: "Maksud?"

Sima Zhao: "A Boy Can Do Everything For a Girl"

Wang Yuanji: *Blush Meter: +100%* *fangirlan dihati* "aadduuhhh, Zhao….."

Sima Zhao: " hihihi J"

Saat mendengar sang anak mengatakan itu, Zhang Chunhua langsung cemburu. Bwe? (kenapa) karena Yuanji dan Zhao baru pacaran 2 bulan sudah mesraan ginih, lah Zhang Chunhua ama Sima Yi, 20 tahun pernikahan ndak pernah mesraan seperti ini.

Author Kamen: "yah, sabar tante. Mungkin om Sima Yi blm siap buat mesraan gituan" (maneh maneh lapo aku disini)

Zhang Chunhua: "BELUM SIAP GIMANA! Udah 20 tahun menikah nggak pernah kayak begitu hiks….hiks….."

Author Kamen: "ya mungkin saking takutnya ndak bisa gituan mungkin"

Zhang Chunhua: *sambil nangis Author Kamen ditonjok* "hiks….hiks JANGAN NGOMONG GITUH! Walau aku jahat aku masih sayang ama keluarga hiks hiks"

Author Kamen: "ya maaf tante atas kekurang ajaran saya. Tapi kapan-kapan kalo suami mbanyol sama istri kapan-kapan digeblak. Seperti bapak saya, mbanyolin mama digeblak"

Zhang Chunhua: "huh? Masa? Mamamu kan sayang sama bapakmu"

Author Kamen: "Emang. Yang nggeblak saya, bkn mama" (anak kurang ajar betulan)

Zhang Chunhua: *sweatdrop* "ya ampun, kasihan aku sama bapakmu"

Author Kamen: " hihhihihihi ^_^.Oh ya, tante kalo penasaran banget, tanya aja sama om"

Zhang Chunhua: "ya boleh dicoba, ya sudah nanti aku tanya. Omong-omong kamu ngapain disini?"

Author Kamen: "saya ndak tahu, saya penulis diluar cerita tetapi pikiranku ada didalam cerita entah kenapa atau mungkin untuk membantu nyonya cantik ini"

Zhang Chunhua: *blush* "hadduh kamu ini ya…. Udah cewek omongan cowok"

Author Kamen: "hihihi Kamen gitu lho B)"

Zhang Chunhua: "ya sudah tante tinggal ya"

Perbincangan saya dengan nyonya cantik pun berakhir. Ia pergi ke suaminya untuk mencari jawaban. Entah mengapa yang aku lihat bukan yandere namun seperti "Nadeshiko", istri setia. Kula ana ing luar cerita, namun pikiran dan hati ada di cerita (maneh lidahku iki, nek pingin ini jangan dibaca)

Rumah Keluarga Sima

Sampailah Zhang Chunhua dirumahnya, ia langsung mencari suaminya sana, sini dan sono. Akhirnya dia menemukannya, duduk di ruang tamu sambil membaca Koran. Pelan-pelan ia mendekatinya dengan rasa ragu-ragu dan takut.

Zhang Chunhua: "eee eeto, papa?"

Sima Yi: "hm? Oo mama, udah pulang ditungguin dari tadi sama Sima Shi"

Zhang Chunhua: "oh ya. Pa, aku boleh tanya sesuatu?"

Sima Yi: "Tentu lah, sang suami harus mendengarkan istri"

Zhang Chunhua: "aaaanu, kamu sayangkan sama aku?"

Sima Yi: "sayang donk, sudah 20 tahun menikah kok ndak sayang"

Zhang Chunhua: "buktikin pakek ABCDEFG!"

Sima Yi: "kalo gitu, ABCDEFGHIJK"

Zhang Chunhua: *blush* (hebat amat 2 bulan A s/d G, kita 20 tahun A s/d K, wah suamiku hebat!) "apa artinya?"

Sima Yi: " kamu itu Amazing, Beautiful, Cute, Dynamic, Elegant, Fantastic, Glamourous, Hightech"

Zhang Chunhua: "hah makasih pa, trus IJK-nya"

Sima Yi: "I'm Just Kidding"

Zhang Chunhua mendengar sepatah kata itu langsung ma-jlep. Dari senyum tante ayu dadi Yandere menakutkan. Sima Yi hanya memperhatikan korannya terus melihat ke istrinya.

Sima Yi: "kenapa ma kok megang panci?" (merinding)

Zhang Chunhua: ":0:0=)):0 hemheehmm ndak papa kok" (senyuman sinis)

*GAMBRONG pancie jatuh*

Beberapa saat kemudian, Shi dan Zhao pulang dari les

Shi dan Zhao: "TADAIMA!"

Sima Shi: "mama, Titipan bakpaoku sudah"

Zhang Chunhua: "sudah, tuh ada dimeja"

Sima Shi: "asyik!"

Sima Zhao: "WWWHHHHAAAAA!"

Sima Shi: "kenapa Zhao?"

Sima Zhao: "kak papa kak…..0_0"

Kedua pandangan mereka menuju ke papa mereka yang ada di lantai pingsan

Shi dan Zhao: "PAPA!"

Zhang Chunhua: "hehehehhihihihih"

Ya begitulah, nasib dikeluarga Sima dengan Ibu Zhang Chunhua. Walau dia daksebut Yandere tapi sebenarnya ia mirip ke istri-istri yang baik (sori ya om Sima Yi)


Cerita kaping telu wis digarap, my apologies for mistakes and is it bad? If it is then I'm sorry. Inspirasi dari SMS yang dikirim sama temen ada yang mau nambah boleh PM aja atau direview, pokoknya jangan cewek yang sudah aku buat. maaf kalo aku nginterupt atau masuk ke cerita, ndak tahu kenapa aku nulis, who's next? (drumroll) Daqiao!